cover
Contact Name
Uslan Hidayat
Contact Email
uzlandputra@gmail.com
Phone
+6282234306793
Journal Mail Official
samakia.aperiki16@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Sains & Teknologi Universitas Ibrahimy
Location
Kab. situbondo,
Jawa timur
INDONESIA
Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan
Published by Universitas Ibrahimy
ISSN : 20863861     EISSN : 25032283     DOI : https://doi.org/10.35316/jsapi
Core Subject : Science, Education,
Samakia Journal is one means of disseminating information on research results and science and technology advancement in fishery field managed by Faculty of Science and Technology University Ibrahimy. Since 2010, journal issuance is done 2 times a year, ie in February and August. Since 2016 the publication was conducted in April and October.
Articles 7 Documents
Search results for , issue " Vol 6 No 2 (2015): Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan" : 7 Documents clear
MENENTUKAN DOSIS SILASE JEROAN IKAN HIU (Rhizoprionodon sp.) DALAM FORMULA PAKAN IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus) Ramli, Ramli
Samakia : Jurnal Ilmu Perikanan Vol 6 No 2 (2015): Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan
Publisher : Faculty of Science and Technology University Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.661 KB) | DOI: 10.5281/jsapi.v6i2.288

Abstract

Peningkatan pakan komersil  ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) tidak dimbangi dengan peningkatan harga jual produksinya, sehinggga perlu dicarikan pakan alternatif yang murah dan mengandung nutrisi yang sesuai kebutuhan ikan lele dumbo. Jeroan ikan hiu (Rhizoprionodon sp.) bisa dijadikan pakan alternatif dengan difermentasi terlebih dahulu menjadi silase  untuk meningkatkan kualitas nilai gizinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh dan dosis pemanfaatan silase jeroan ikan hiu dalam formula pakan terhadap pertumbuhan ikan lele dumbo (Clarias gariepinus.). Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan yakni perlakuan subtitusi protein silase jeroan ikan hiu terhadap protein tepung ikan. Hasil penelitian menunjukkan dosis terbaik silase jeroan ikan hiu  untuk mensubstitusi protein tepung ikan dalam formula pakan ikan lele dumbo adalah sebesar sebesar 63,50% untuk laju pertumbuhan spesifik 5,004 %BB/hari; 63,50% untuk rasio konversi pakan 1,21; 41,67% untuk rasio efisiensi protein 0,049; 57,93% untuk retensi protein 25,40% dan 52,00% untuk aktivitas enzim protease 12,31 µmol tirosin/g.menit.
UJI KUALITAS MUTU PINDANG CUE-BESEK IKAN LAYANG(Decapterus sp.) DI DESA JANGKAR KABUPATEN SITUBONDO Junianingsih, Ika
Samakia : Jurnal Ilmu Perikanan Vol 6 No 2 (2015): Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan
Publisher : Faculty of Science and Technology University Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.072 KB) | DOI: 10.5281/jsapi.v6i2.289

Abstract

Ikan dalam bentuk segar bersifat mudah rusak dan membusuk (Perishable Food) sehingga diperlukan pengolahan terhadap ikan segar agar daya simpan lebih tahan lama, lebih mudah di distribusikan dari pusat produksi ke pusat konsumsi, serta lebih mudah dikonsumsi. Pengolahan tradisional Pindang Cue yang dilakukan oleh masyarakat nelayan Desa Jangkar Kabupaten Situbondo merupakan pengolahan ikan segar yang diawetkan secara tradisional dengan proses kombinasi penggaraman dan perebusan (pemanasan) pada suhu tinggi dan waktu yang relatif singkat menggunakan wadah Besek. Usaha pengolahan tradisional tersebut harus memperhatikan mutu produk olahan, sebab kualitas mutu produk olahan akan mempengaruhi harga jualnya. Mutu yang baik atau tinggi pada produk olahan akan berdampak pada harga ikan yang lebih tinggi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan menganalisa kualitas mutu ikan pindang layang dengan metode pemindangan cue-besek.Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus hingga Oktober 2014, dengan lokasi penelitian di Desa Jangkar, Kabupaten Situbondo.Tahapan penelitian dilakukan melalui pengambilan sampel, preparasi sampel, yang dilanjutkan dengan uji laboratorium di Fakultas Teknologi Pangan, Universitas Brawijaya. Metode pengujian kimia dilakukan melalui analisa proksimat (% berat basah) meliputi; kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar karbohidrat, kadar lemak, dan kadar mineral berdasarkan standart analisa proksimat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai uji proksimat ikan pindang untuk kadar karbohidrat sebesar 0.99%, kadar protein 27.00%, kadar lemak 3.80%, kadar mineral 2.26% kadar air 64.45% dan kadar abu sebesar 1.50%. Komposisi kimia ikan layang pindang menunjukkan bahwa kualitas mutu dari produk tersebut sesuai dengan standar syarat mutu yang ditetapkan dan aman dikonsumsi bagi masyarakat luas.
PENGGUNAAN H2O2 PADA PROSES PENDINGINAN IKAN LAYANG (Decapterus sp.) Sandra, Lovi; Rahwan, Rahwan
Samakia : Jurnal Ilmu Perikanan Vol 6 No 2 (2015): Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan
Publisher : Faculty of Science and Technology University Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.363 KB) | DOI: 10.5281/jsapi.v6i2.290

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui penggunaan H2O2 pada proses pendinginan ikan layang (Decapterus sp.) di Usaha Dagang Bapak Didik Rudianto, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.  Penelitian dilaksanakan mulai tanggal 06 Februari sampai 06 Mei 2015.Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode survei.Jenis data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder.  Data primer dikumpulkan dengan cara observasi lapangan, wawancara, partisipasi langsung, dan dokumentasi. Sedangkan data sekunder dikumpulkan dengan cara penelusuran berbagai pustaka yang terkait dengan materi penelitian.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pendinginan ikan  meliputi: pengadaan bahan baku, pengangkutan, penimbangan, pemberian es curai, peletakan ikan layang, pemberian garam, dan pemberian atau penambahan hydrogen peroksida (H2O2) jika sangat mendesak atau diperlukan yang berfungsi agar perut ikan tidak pecah ketika jarak tempuh pengiriman ikan jauh. Dosis penggunaan hydrogen peroksida (H2O2) pada proses pendinginan ikan yaitu + 50 ml hidrogen peroksida setiap 1 kwintal ikan  dengan pengenceran + 3 liter air. Pemakaian hydrogen peroksida dengan dosis tersebut  dilarang menurut Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia nomor 52/KEPMEN-KP/2014.
STUDI PERBANDINGAN HASIL PEMINDANGAN IKAN LAYANG (Decapterus ruselli Rupel) DI UD. SAMUDERA EXECUTIVE DAN UD. BAROKAH DI DESA SUMBERANYAR KECAMATAN BANYUPUTIH KABUPATEN SITUBONDO Jasila, Ismi; Junianingsih, Ika
Samakia : Jurnal Ilmu Perikanan Vol 6 No 2 (2015): Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan
Publisher : Faculty of Science and Technology University Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.53 KB) | DOI: 10.5281/jsapi.v6i2.291

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan proses pemindangan serta hasil yang diperoleh dari cara pemindangan yang dilaksanakan di UD. Samudera Executive dan UD. Barokah. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode survei. Data primer diperoleh secara langsung dengan cara observasi, wawancara dengan pihak yang berkompeten di lapangan. Sedangkan data sekunder diperoleh dari studi literatur yang terkait dengan materi penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan perlakuan terhadap proses pemindangan ikan yang dilakukan di UD. Samudera Executive  dengan yang dilakukan di UD. Barokah . Pada UD. Samudra Ekskutif, penambahan garam untuk 1 ton ikan sebanyak 3 kwintal pada tahap penggaraman, 50 kg pada tahap penyusunan dan 50 kg pada tahap perebusan. Sedangkan di UD. Barokah penambahan garam sebanyak 2 kwintal dalam 1 ton ikan untuk semua perlakuan. Sehingga, hasil pemindangan di UD. Samudera Executive tekstur ikan lebih padat dan lebih kering dan ikan terlihat utuh serta tidak patah. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa perbedaan jumlah garam dapat mempengaruhi kualitas ikan pindang
TEKNIK PRODUKSI PAKAN BUATAN DI BALAI PERIKANAN BUDIDAYA AIR PAYAU (BPBAP) SITUBONDO JAWA TIMUR Darmawiyanti, Veni; Baidhowi, Baidhowi
Samakia : Jurnal Ilmu Perikanan Vol 6 No 2 (2015): Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan
Publisher : Faculty of Science and Technology University Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.666 KB) | DOI: 10.5281/jsapi.v6i2.292

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Nutrisi Balai Budidaya Air Payau Situbondo Jawa Timur pada bulan Februari sampai dengan April 2015 dengan tujuan mengetahui cara pembuatan pakan buatan serta hasil uji kualitas pakan buatan. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah survey. Data primer diambil melalui obsevasi, wawancara, dokumentasi serta partisipasi. Data sekunder dikumpulkan melalui studi pustaka yang terkait dengan materi penelitian. Produksi  pakan buatan di BPBAP Situbondo terdiri dari serangkaian tahapan sebagai berikut: pemilihan bahan baku penentuan formulasi pakan, penepungan, pengayakan, penimbangan, pencampuran bahan baku, pencetakan, pengeringan, pengemasan dan penyimpanan pakan. Hasil Uji kimia kualitas pakan buatan adalah sebagai berikut :kadar air pakan (8,09 %); kadar abu (10,05 %) kadar kadar proten 38%, kadar lemak 7,62 % dan serat kasar 2,38 %. Sedangkan untuk uji fisika didapatkan hasili 98,4 %.
TEKNIK KULTUR PAKAN ALAMI Chlorella sp. dan Rotifera sp. SKALA MASSAL DAN MANAJEMEN PEMBERIAN PAKAN ALAMI PADA LARVA KERAPU CANTANG Prayogo, Imam; Arifin, Miftahol
Samakia : Jurnal Ilmu Perikanan Vol 6 No 2 (2015): Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan
Publisher : Faculty of Science and Technology University Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.071 KB) | DOI: 10.5281/jsapi.v6i2.293

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk mengetahui teknik kultur pakan alami (Chlorella sp, Rotifera sp) skala massal dan manajemen pemberian pakan alami pada larva Kerapu Cantang (Epinephelus sp) di BPBAP Situbondo.  Pupuk yang digunakan adalah: UREA = 400 gr, ZA = 300 gr dan TSP/SP-36 = 200 gr. Setelah pemupukan, bak diisi inokulan Chlorella sp. sebanyak 20 %  dialirakan  menggunakan  selang 1 inchi dan pompa berkapasitas 450 V sampai tersebar merata (ditandai warna hijau pada seluruh bagian permukaan bak kultur). Pemanenan Chlorella sp. dilakukan setelah masa pemeliharaan 7 -8 hari. Kultur massal Rotifer dilakukan dalam bak  terbuka berkapasitas 5 ton  Pemanenan dilakukan jika sudah melewati masa pemeliharaan 4 - 5 hari dengan menggunakan planktonet yang berukuran 300 mikron. Pendistribusian Chlorella sp. pada larva Kerapu  Cantang sejak D2 - D30 dengan  kepadatan 15.000-20.000 sel/cc atau ½ ton sampai 1 ton. Pemberian Chlorella sp. dilakukan pada pagi hari yaitu jam 07.00 WIB.  Sedangkan Rotifera sp. diberikan pada larva Kerapu  Cantang sejak D2 – D30 secara bertahap yaitu pada D2 = 2 - 5 ind/ ml.  Sedangkan pada D3 -  D30 = 5 - 10 ind/ml. Pemberian Rotifera sp.dilakukan pada jam 08.00 WIB
VALUASI EKONOMI SUMBERDAYA ALAM PANTAI SIDEM Muqsith, Abdul
Samakia : Jurnal Ilmu Perikanan Vol 6 No 2 (2015): Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan
Publisher : Faculty of Science and Technology University Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.027 KB) | DOI: 10.5281/jsapi.v6i2.294

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di kawasan pantai Sidem  Kabupaten Tulungagung pada bulan Februari 2015. Tujuan Penelitian adalah untuk menganalisis nilai ekonomi sumberdaya alam pantai Sidem. Penelitian ini menggunakan metode survei. Data dikumpulkan dengan cara observasi dan wawancara langsung responden untuk mengidentifikasi dan mengkarakterisasi pola pemanfaatan sumberdaya serta mengetahui nilai dari sumberdaya yang diukur dari kesediaan masyarakat untuk membayar atau menerima suatu perubahan lingkungan. Analis data menggunakan teknik valuasi ekonomi untuk menghitung nilai total ekonomi (Total Economic Value/ TEV) dari sumberdaya perikanan perairan pesisir. Hasil analisis nilai total ekonomi sumberdaya alam Pantai sidem adalah  Rp. 99.803.263.236. Sumbangan ekonomi terbesar berasal dari penangkapan ikan mencapai 64,6 miliar atau 64,7%. Penangkapan ini terdiri dari beberapa alat tangkap yaitu Jaring Titil, Pancing, Incamida (jaring kantong), Beach seine dan penangkapan lobster. Selanjutnya diikuti dari sektor pariwisata mencapai 19 miliar (19%), dan selanjutnya dari pohon kelapa mencapai 14 miliar (14,19%).

Page 1 of 1 | Total Record : 7