cover
Contact Name
samakia
Contact Email
samakia@ibrahimy.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
uzlandputra@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. situbondo,
Jawa timur
INDONESIA
Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan
Published by Universitas Ibrahimy
ISSN : 20863861     EISSN : 25032283     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Samakia Journal is one means of disseminating information on research results and science and technology advancement in fishery field managed by Faculty of Science and Technology University Ibrahimy. Since 2010, journal issuance is done 2 times a year, ie in February and August. Since 2016 the publication was conducted in April and October.
Arjuna Subject : -
Articles 85 Documents
ANALISIS USAHA PENGOLAHAN TRADISIONAL IKAN KERING DI DESA JANGKAR KABUPATEN SITUBONDO Junianingsih, Ika
Samakia : Jurnal Ilmu Perikanan Vol 5 No 1 (2014): Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan
Publisher : Faculty of Science and Technology University Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.399 KB) | DOI: 10.5281/jsapi.v5i1.215

Abstract

Tujuan Penelitian in adalah untuk mengetahui dan menganalisis nilai profitabilitas usaha pengolahan ikan kering. Analisis profitabilitas usaha dilakukan untuk mengukur seberapa efektif/efisien suatu usaha akan menghasilkan laba dengan menggunakan sumber daya (resources) yang ada. Penelitian dilaksanakan bulan Oktober hingga Desember 2013 di Desa Jangkar, Kabupaten Situbondo. Tahapan penelitian dilakukan melalui wawancara langsung (depth interview) terhadap key person (pengolah), menggunakan kuesioner semi-terstruktur yang dilanjutkan dengan kajian kelayakan finansial usaha pengeringan. Metode analisis untuk Uji profitabilitas usaha ikan kering dilakukan dengan perhitungan nilai keuntungan, rasio R/C, dan nilai ROI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal usaha yang digunakan oleh usaha pengolahan ikan kering ialah sebesar Rp.132.600.000,-/tahun dengan penerimaan sebesar Rp.144.000.000,-/tahun dan keuntungan yang didapat sebesar Rp.11.400.000,-/tahun. Hasil perhitungan rasio R/C sebesar 1.08 menunjukkan bahwa usaha pengolahan ikan kering tersebut menguntungkan untuk terus dikembangkan. Sedangkan untuk nilai ROI sebesar 8.59%/tahun menunjukkan bahwa usaha pengolahan ikan kering kurang efisien dalam pengembalian modal investasi. Kondisi tersebut disebabkan keuntungan yang diperoleh semakin menurun karena semakin besarnya biaya produksi sedangkan harga penjualan relatif tetap.
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA PENGOLAHAN TRADISIONAL IKAN TONGKOL ASAP DI DESA JANGKAR KABUPATEN SITUBONDO Junianingsih, Ika
Samakia : Jurnal Ilmu Perikanan Vol 5 No 1 (2014): Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan
Publisher : Faculty of Science and Technology University Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.495 KB) | DOI: 10.5281/jsapi.v5i1.214

Abstract

Research conducted in December 2012 to February 2013 in the Village Anchor, Situbondo. Stages of the research done by identifying various factors systematic review of the strengths, weaknesses, opportunities, and threats that exist in the processing units of curing and subsequent collection of primary data to the internal-external factors will be conducted through field observations. The method of analysis is done by reviewing all data collected, reducing the data and compile into elements of SWOT. SWOT matrix analysis was used to compare the strengths and weaknesses internal factors of business, as well as external factors opportunities and threats effort to obtain some alternative management strategies accordingly. The results of a study reported 4 development strategy is a top priority because it has an important role, namely: 1) Tuna smoke as exotic indigenous food require help and support from the local government and the local Office for the provision of facilities and infrastructure as well as growth capital. 2) Development of the traditional treatment of hereditary done can be indigenous product offering educational tours for visitors who come to the area Situbondo. 3) Increased and improved processing quality traditional smoked swordfish will create products that can compete with other processed products. 4) Local knowledge processing needs to be maintained and preserved.
PENGARUH INOKULUM LACTOBACILLUS PLANTARUM 1A-2 DAN 1BL-2 TERHADAP KUALITAS SILASE LIMBAH IKAN TUNA (Thunnus atlanticus) Ramli, Ramli
Samakia : Jurnal Ilmu Perikanan Vol 5 No 1 (2014): Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan
Publisher : Faculty of Science and Technology University Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.458 KB) | DOI: 10.5281/jsapi.v5i1.213

Abstract

  Salah satu upaya untuk pengolahan limbah tersebut yaitu melalui proses pembuatan silase ikan. Biakan BAL utama yang digunakan dalam penelitian adalah Lactobacillus plantarum 1BL-2 dan Lactobacillus plantarum 1A-2 yang diperoleh dari laboratorium mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. Limbah ikan tuna diperoleh dari PT. Beeje Food Probolinggo. Perlakuan yang diterapkan dengan memvariasikan penambahan jumlah inokulum bakteri asam laktat (0%; 0,1%; 0,3%; 0,5%; dan 1% (v/w)), baik sebagai inokulum tunggal (L. plantarum 1BL-2 atau  L. plantarum 1A-2) dan sebagai inokulum campuran (L. plan-tarum 1BL-2 dan 1A-2).Parameter yang diukur sebagai kualitas silase yang baik adalah: bahan kering (% BK), abu (%), bahan organik (% BO), suhu silase (0C), persentase kerusakan silase, pH, jumlah BAL (log 10 cfu). Dari penelitian ini diperoleh hasil bahwa Penggunaan inokulum Lactobacillus plantarum 1A-2 dan Lactobacillus plantarum 1BL-2 dengan berbagai variasi dan konsentrasi memberikan berpengaruh cukup baik terhadap kualitas silase sebagai pakan ikan. Inokulum tunggal 1A-2 menghasilkan pH yang lebih rendah (3,67- 4,18) dan kandungan asam laktat 0,30-0,34 mg mL-1. Pada semua perlakuan, tingkat kerusakannya cukup kecil (< 5%). Kehilangan bahan kering, dengan penambahan inoculum tunggal memberikan jumlah kehilangan yang relatif kecil yaitu 1BL-2 (0,01-3,97%) dan 1A-2 (0,31-5,18%). Perlakuan konsentrasi inokulum tidak memberikan perbedaan nyata terhadap kualitas silase, sehingga konsentrasi paling kecil yaitu 0,1% v/w yang dianjurkan untuk ditambahkan pada pembuatan silase.
PENYAKIT UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) DI TAMBAK PT TANJUNG BEJO, PAJARAKAN KABUPATEN PROBOLINGGO Rafiqie, Musyaffa
Samakia : Jurnal Ilmu Perikanan Vol 5 No 1 (2014): Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan
Publisher : Faculty of Science and Technology University Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.546 KB) | DOI: 10.5281/jsapi.v5i1.212

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis penyakit yang menyerang udang vannamei (Litopenaeus vannamei) di Tambak udang PT Tanjung Bejo, Pajarakan, Kabupaten Probolinggo. Perkembangan usaha kegiatan pembesaran udang vanamie (Litopenaeus vannamei), di tambak memperhatikan keberadaan penyakit yang disebabkan oleh mikroba jenis virus, bakteri, jamur  dan protozoa. Mikroba yang biasa dan pernah menyerang di Tambak PT Tanjung Bejo, Pajarakan, Kabupaten Probolinggo adalah jenis Vibriosis, Taura Syndrome Virus, dan Whitespot Bacilusvirus . Guna mengetahui dan mengantisipasi penyebarannya atau (early warning)  jenis mikroba yang biasa dan pernah menyerang di Tambak PT. Tanjung Bejo, Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, diperlukan pengamatan yang mendalam tentang jenis dan identifikasi mikroba, selama berlangsungnya kegiatan pembesaran udan vanamie (Litopenaeus vannamei) di tambak.
TEKNIK PEMELIHARAAN LARVA KERAPU CANTANG (Epinephelus fuscoguttatus lanceolatus) Prayogo, Imam; Isfanji, Washil
Samakia : Jurnal Ilmu Perikanan Vol 5 No 1 (2014): Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan
Publisher : Faculty of Science and Technology University Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.402 KB) | DOI: 10.5281/jsapi.v5i1.211

Abstract

Ikan kerapu (Epinephelus sp.) merupakan salah satu jenis ikan laut yang mempunyai nilai gizi tinggi dan protein hewani yang  baik untuk dikonsumsi, selain itu ikan kerapu memiliki peluang  pasar yang  cerah baik dipasaran domestik maupun dipasaran internasional.  Timbulnya  berbagai masalah pada  proses budidaya  ikan kerapu maka para pembudidaya melakukan hibridisasi (persilanagan). Hibridisasi yang  dilakukan pada  ikan kerapu macan betina  dan kerapu kertang jantan menghasilkan satu varietas baru yaitu ikan kerapu cantang. Penelitian ini  dilakukan  dengan  tujuan untuk  mengetahui  secara langsung  teknik pemeliharaan  larva kerapu  cantang (Epinephelus sp.) serta mengetahui faktor yang berpengaruh pada  proses  pemeliharaannya. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan pengambilan data primer dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi serta partisipasi langsung dalam seluruh rangkaian kegiatan pembenihan kerapu cantang di Balai Budidaya Air Payau (BBAP) Situbondo. Sedangkan data sekunder dilkumpulkan melalui studi pustaka. Kegiatan pemeliharan larva ikan kerapu cantang di BBAP, meliputi, persiapan bak, penebaran dan penetasan telur, pemeliharan larva, pemberian pakan serta  pemanenan.
APLIKASI WATER STIMULATING FEED (WSF) PADA MEDIA KULTUR Navicula sp Soemarjati, Wiwie; Muqsith, Abdul
Samakia : Jurnal Ilmu Perikanan Vol 5 No 1 (2014): Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan
Publisher : Faculty of Science and Technology University Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.94 KB) | DOI: 10.5281/jsapi.v5i1.210

Abstract

Navicula sp adalah mikroalgae yang banyak dimanfaatkan untuk kegiatan di bidang perikanan khususnya pada pembenihan Abalon yang sekarang ini sedang berkembang. Penggunaan Water Stimulating Feed (WSF) diharapkan dapat meningkatkan kualitas maupun kuantitas Navicula sp. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi teknik kultur Navicula sp dengan  Water Stimulating Feed. Penelitian ini menggunakan enam perlakuan dan tiga kali ulangan yaitu: perlakuan A = Pupuk standard, B = Pupuk standard  80 % dan WSF 20 %, C = Pupuk standard 60 %  dan WSF 40 %, D = Pupuk standard 40 % dan WSF 60 %, E = Pupuk standard 20 %  dan WSF 80 % dan F = WSF 100 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan optimum terbesar terjadi pada perlakuan C sebesar 99,33 x 104 sel/ml, diikuti perlakuan D sebesar 88 x 104 sel/ml, perlakuan E sebesar 80,33 x 104 sel/ml, perlakuan F sebesar 78 x 104 sel/ml, perlakuan B sebesar 59,33 x 104 sel/ml dan perlakuan A sebesar 48,66 x 104 sel/ml. Dengan demikian penggunaan WSF dapat mempengaruhi pertumbuhan Navicula sp. Hasil pengamatan kualitas air pada semua perlakuan berada dalam kondisi normal dan diperoleh data temperatur = 30-31 oC, salinitas = 35 ppt, DO = 4,7-5 ppm, pH = 8,28-8,41 serta NO2 = 0,001-0,024 ppm.
SISTEM PENGOLAHAN LIMBAH CAIR INDUSTRI PRODUK PERIKANAN Muflih, Achmad
Samakia : Jurnal Ilmu Perikanan Vol 4 No 2 (2013): Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan
Publisher : Faculty of Science and Technology University Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.218 KB) | DOI: 10.5281/jsapi.v4i2.208

Abstract

Industri pengolahan hasil perikanan mengkonsumsi air mencapai 20m3/ton produk yang dihasilkan tergantung pada teknologi yang digunakan, jenis ikan yang diproses dan produk yang dihasilkan.   Limbah  cair yang dihasilkannya  mengandung  bahan organik yang tinggi dengan  beban mencapai  20 kg BOD/ton. Beban  limbah  yang  tertinggi  berasal  dari  industri  pengalengan  dan pembuatan  tepung  ikan  (fishmeal). Limbah  yang  baru  diolah  bertujuan  untuk  menyisihkan  beban organik, belum mencapai  penyisihan  total nitrogen  yang terkandung  didalamnya. Kandungan  nitrit dan nitrat yang masih tinggi akan menurunkan  kualitas badan air penerima. Teknologi  pengolahan limbah cair perikanan dengan kombinasi proses aerobik dan anoksik menjadi pilihan yang baik dikembangkan untuk penyisihan nitrogen yang ada di dalam limbah
DAMPAK KEGIATAN TAMBAK UDANG INTENSIF TERHADAP KUALITAS FISIK-KIMIA PERAIRAN BANYUPUTIH KABUPATEN SITUBONDO Muqsith, Abdul
Samakia : Jurnal Ilmu Perikanan Vol 5 No 1 (2014): Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan
Publisher : Faculty of Science and Technology University Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.675 KB) | DOI: 10.5281/jsapi.v5i1.209

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak limbah dari kegiatan budidaya udang terhadap kualitas fisik-kimia perairan pesisir. Penelitian dilaksanakan selama 3 (tiga) bulan dengan menggunakan metode survey. Pegukuran dan pengambilan sampel air dilakukan secara langsung (insitu) pada tiga stasiun yaitu: outlet tambak;  muara sungai perairan pantai. Analisis kualitas air dilakukan secara diskriptif kualitatif dengan cara membandingkan hasil pengukuran kualitas air dengan nilai ambang batas kualitas air untukorganisme laut dan kegiatan  budidaya udang. Hasil penelitian menunjukan bahwa kegiatan tambak udang di wilayah studi memberikan dampak tingginya konsentrasi TSS pada perairan pantai. Hasil analisis menunjukkan nilai konsentrasi TSS pada perairan pantai (rata-rata 132,6±58,3 ppm) sudah melebihi ambang batas baku mutu untuk kehidupan organisme laut dan budidaya udang yaitu 80 ppm. Hasil analis  juga menunjukkan bahwa konsentrasi COD di perairan pantai (rata-rata 85,69±25,80 ppm) juga telah melebihi ambang batas baku mutu kualitas air untuk kehidupan organisme laut dan kegiatan budidaya udang  yaitu 80 ppm. Tingginya konsentrasi COD perairan pantai diduga berasal dari limbah bahan kimia kegiatan pertanian di lahan atas dan limbah domestik (pemukiman penduduk) di sekitar wilayah pesisir Banyuputih.
PENGARUH PEMBERIAN TELUR BEBEK DENGAN KONSENTRASI BERBEDA TERHADAP MUTU BAKSO DAGING LIMBAH FILLET IKAN KAKAP MERAH (Lutjanus sanguineus) Ramli, Ramli
Samakia : Jurnal Ilmu Perikanan Vol 4 No 2 (2013): Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan
Publisher : Faculty of Science and Technology University Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.121 KB) | DOI: 10.5281/jsapi.v4i2.207

Abstract

Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan Aperik Ibrahimy dan Laboratoriun Teknologi Hasil Pertanian UB Malang. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah daging limbah daging ikan kakap merah (Lutjanus sanguineus) sebanyak 1 kg, telur bebek (10 %, 20 % dan 30 % dari berat adonan. Dari penelitian ini diperoleh hasil bahwa  Penambahan konsentrasi telur bebek memberikan perbedaan yang nyata terhadap warna, aroma, kadar protein, air dan lemak. Dari hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa konsentrasi terbaik penambahan telur bebek pada bakso ikan adalah 10%.
ANALISIS PROFITABILITAS USAHA PENGOLAHAN TRADISIONAL IKAN TONGKOL ASAP DI DESA JANGKAR KABUPATEN SITUBONDO Junianingsih, Ika
Samakia : Jurnal Ilmu Perikanan Vol 4 No 2 (2013): Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan
Publisher : Faculty of Science and Technology University Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.884 KB) | DOI: 10.5281/jsapi.v4i2.206

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan menganalisis nilai profitabilitas usaha pengolahan ikan tongkol asap. Analisis profitabilitas usaha dilakukan untuk mengukur seberapa efektif/efisien suatu usaha akan menghasilkan laba dengan menggunakan sumber daya (resources) yang ada. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus hingga Oktober 2012, dengan lokasi penelitian di Desa Jangkar, Kabupaten Situbondo. Tahapan penelitian dilakukan melalui wawancara langsung (depth interview) terhadap key person (pengolah), menggunakan kuesioner semi-terstruktur yang dilanjutkan dengan kajian kelayakan finansial usaha pengasapan. Metode analisis untuk Uji profitabilitas usaha pengasapan dilakukan dengan perhitungan nilai keuntungan, rasio R/C, dan nilai ROI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal usaha yang digunakan oleh usaha pengolahan ikan tongkol asap ialah sebesar Rp. 409.967.550,-/tahun dengan penerimaan sebesar Rp. 540.000.000,-/tahun dan keuntungan yang didapat sebesar Rp. 130.032.450,-/tahun. Hasil perhitungan rasio R/C sebesar 1.31/tahun menunjukkan bahwa usaha pengolahan ikan tongkol asap tersebut efisien dan layak diterima. Sedangkan untuk nilai ROI sebesar 13.4%/tahun menunjukkan bahwa usaha pengolahan ikan tongkol asap menguntungkan untuk terus dikembangkan. Pengolahan ikan tongkol asap berbasis kearifan lokal di desa Jangkar, Kabupaten Situbondo memiliki potensi untuk terus dipertahankan sebagai salah satu produk olahan perikanan yang bernilai dan memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Situbondo sehingga keberadaannya perlu untuk tetap dijaga.