Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil)
ISSN : 24604305     EISSN : 24604410
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil), ISSN 2460-4305 (online), ISSN 2460-4410 (print), yang diterbitkan dua kali dalam satu Tahun (Bulan Januari dan Bulan Juli).
Articles 92 Documents
PENGEMBANGAN SURVAI STATED PREFERENCE UNTUK MODEL PILIHAN MODA DI KOTA PALANGKA RAYA

Raudah, Raudah, Silitonga, Sutan Parasian, Desriantomy, Desriantomy

Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 1, No 2: Edisi Juli 2015
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.173 KB)

Abstract

Peningkatan penggunaan kendaraan pribadi yang sangat tinggi di Kota Palangka Raya akan semakin menekan penggunaan angkutan umum. Hal ini berdampak buruk bagi sistem transportasi berkelanjutan yang berakibat pada penambahan volume lalu lintas perkotaan. Penelitian ini secara khusus bertujuan untuk menghasilkan model pilihan moda, juga kebijakan sistem transportasi berkelanjutan yang mendukung keberadaan angkutan umum dalam memenuhi kebutuhan mobilitasnya untuk saat ini dan di masa mendatang. Prosedur dimulai dari tahap identifikasi masalah, penetapan target, kajian literature, variabel yang dipilih, pengumpulan data, analisis data dan pemodelan, verifikasi, dan model simulasi. Model utama yang digunakan adalah model multinomial logit dalam pemilihan moda. Jenis survai yang dilakukan adalah stated preference untuk membentuk model existing dan model simulasi kebijakan.   Berdasarkan hasil penelitian didapatkan model pilihan moda di Kota Palangka Raya antara mobil, sepeda motor, dan angkutan umum. Berdasarkan model tersebut peluang penggunaan angkutan umum dapat ditingkatkan dengan  pembangunan busway, pembatasan jumlah parkir, serta mengurangi waktu tunggu pada jam puncak untuk angkutan umum di Kota Palangka Raya. Kata kunci: Stated preference, pilihan moda, model, angkutan umum

PENGGUNAAN ABU BATU KAPUR DESA BUHUT JAYA KABUPATEN KAPUAS SEBAGAI TAMBAHAN FILLER PADA CAMPURAN HOT ROLLED SHEET-BASE (HRS-BASE)

Agung, Hendri, Supiyan, Supiyan, Aqli, Zainal

Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 2, No 2: Edisi Juli 2016
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.647 KB)

Abstract

Filler merupakan salah satu bahan penyusun yang halus yang ada dalam campuran aspal panas. Biasanya dalam agregat kasar dan agregat halus sudah terdapat kandungan filler, namun kadarnya tidak dapat memenuhi kebutuhan yang ada, sehingga perlu penambahan filler untuk mengatasinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah abu batu kapur dari Desa Buhut Jaya, Kabupaten Kapuas, dapat memenuhi syarat sebagai tambahan filler apabila digunakan pada campuran pembentuk Lataston Lapis Pondasi  (HRS-Base) dan untuk mengetahui pengaruh pengunaan Abu Batu kapur apabila kadar dalam campuran divariasikan. Dari hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa berdasarkan sifat-sifat fisik abu batu kapur dari Desa Buhut Jaya, Kabupaten Kapuas dapat digunakan sebagai tambahan filler pada campuran Lataston Lapis Pondasi (HRS-Base). Untuk mengetahui pengaruh abu batu kapur Desa Buhut Jaya tersebut, dibuat 4 (empat) komposisi campuran dengan masing-masing 5 (lima) variasi kadar aspal. Komposisi A (agregat kasar 48%, abu batu 21%, dan pasir 31% dengan tambahan filler 0%), komposisi B (agregat kasar 48%, abu batu 21%, dan pasir 31% dengan tambahan filler 1,5%), komposisi C (agregat kasar 48%, abu batu 21%, dan pasir 31% dengan tambahan filler 3%), dan komposisi D (agregat kasar 48%, abu batu 21%, dan pasir 31% dengan tambahan filler 4,5%), Berdasarkan hasil tes Marshall  untuk komposisi A diperoleh nilai Kadar Aspal Optimum (KAO) sebesar 7,275%, komposisi B diperoleh nilai Kadar Aspal Optimum (KAO) sebesar 6,7% dan komposisi  C diperoleh nilai Kadar Aspal Optimum (KAO) sebesar 6,8% dan komposisi D tidak mempunyai nilai Kadar Aspal Optimum (KAO) karena tidak memenuhi Nilai Karakteristik Marshall yang diisyaratkan dalam campuran HRS-Base. Kata kunci: Lataston Lapis Aus, Tes Marshall, Kadar Aspal Optimum

SKENARIO PENGOPERASIAN ANGKUTAN PENGUMPAN (FEEDER) GUNA MENDUKUNG PENGEMBANGAN BUS RAPID TRANSIT (BRT) DI KOTA PALANGKA RAYA (STUDI KASUS KAWASAN DIPONEGORO)

Rizky, Dwi Agung, Riani, Desi, Murniati, Murniati

Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 3, No 2: Edisi Juli 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (728.156 KB)

Abstract

Penggunaan kendaraan pribadi di Kota Palangka Raya cukup tinggi sehingga penggunaan angkutan umum cenderung rendah. Oleh sebab itu perlu dipertimbangkan adanya moda baru yang lebih menarik minat masyarakat. Moda tersebut haruslah aman dan nyaman, efisien, serta terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. Adapun moda baru tersebut adalah Bus Rapid Trasit (BRT) yang dalam pengembangannya harus didukung dengan angkutan pengumpan (feeder) sehingga tercipta integrasi moda.Penelitian ini bertujuan untuk mendesain rute pengoperasian feeder sesuai kebutuhan di Kota Palangka Raya dengan 2 skenario yaitu skenario perpindahan 25% dan skenario perpindahan 50%, menganalisis dampak pengoperasiaan feeder  terhadap efisiensi penggunaan bahan bakar minyak dan pengaruhnya terhadap kapasitas jalan di Kota Palangka Raya. Yang menjadi dasar pertimbangan dalam pengembangan angkutan umum massal adalah analisis pola jaringan jalan, analisis jenis tata guna lahan dan analisis jenis pergerakan jalan.Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah 2 rute pengoperasian feeder di Jalan Diponegoro, Anggrek, RTA Milono, Janah jari, Cempaka, Seth Adji, Karet, Pinus, dan Pilau dengan jumlah armada sebanyak 8 unit. Jika skenario perpindahan 25% maka untuk kedua rute ini memerlukan armada sebanyak 8 unit dan untuk skenario perpindahan 50% memerlukan armada sebanyak 14 unit. Dari segi efisiensi penggunaan bahan bakar minyak penggunaan feeder akan lebih efisien dibandingkan penggunaan kendaraan pribadi. Untuk skenario perpindahan 25% dan 50% perbandingan penggunaan bahan bakar minyak antara penggunaan feeder dengan kendaraan pribadi adalah 1:13 lt/km. Selain itu dengan adanya pengembangan feeder dapat meningkatkan Level Of Service (LOS) pada ruas jalan di Kota Palangka Raya.Kata Kunci: Feeder, Skenario, Efisiensi BBM, BRT.

KAJIAN TEKNIS CAMPURAN OPEN GRADED ASPHALT (OGA) DENGAN BAHAN TAMBAH GETAH KARET (LATEX) BERDASARKAN KADAR ASPAL DAN SUHU RENDAMAN YANG DITINGKATKAN

Manalu, Pakar Gunawan, Supiyan, Supiyan, Desriantomy, Desriantomy

Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 2, No 1: Edisi Januari 2016
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.994 KB)

Abstract

Open Graded Asphalt merupakan generasi baru dalam perkerasan lentur yang menggunakan agregat bergradasi terbuka yang memiliki fraksi agregat kasar tidak kurang dari 85% dari berat total campuran aspal agar diperoleh rongga besar sehingga membolehkan air meresap ke dalam lapisan atas (wearing course) secara vertikal dan horizontal dan meneruskan air ke drainase jalan, kemampuan meredam kebisingan dan meningkatkan daya gesek (skid resistance) antara permukaan jalan dengan ban kendaraan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar nilai karateristik Marshall dan kecepatan rembesan air (indeks permeabilitas) campuran open graded asphalt menggunakan batu ex. Merak dengan bahan tambah getah karet (latex). Berdasarkan hasil pemeriksaan material yang digunakan diperoleh komposisi campuran dengan proporsi batu pecah 1-2 sebesar 36%, batu pecah 1-1 sebesar 51%, batu pecah ½-1 sebesar 13%. Dari pengujian Marshall 1 diperoleh nilai kadar aspal optimum (KAO) sebesar 5,25%. Penambahan getah karet 2%, 4%, 6% dan 8% menghasilkan nilai stabilitas 1284,85 kg, 1100,03 kg, 940,669kg dan 767,548 kg (memenuhi persyaratan). Penambahan getah karet mampu meningkatkan nilai stabilitas campuran open graded asphalt. Pengujian cantabro (abrasi) masing-masing adalah 24,4072%, 22,2547%, 18,4128% dan 16,2903%(memenuhi persyaratan ≤ 35%). Penambahan getah karet sangat mampu meningkatkan nilai kekuatan karena getah karet mempunyai daya rekat yang tinggi (viskositas). Penambahan bahan tambah getah karet yang optimal adalah pada kadar 2%  hal  ini dapat dilihat dari nilai stabilitas sebesar 1284,85 kg (memenuhi persyaratan) dan hasil uji cantabro 24,4072%.   Hasil pengujian permeabilitas tertinggi pada kadar penambahan getah karet 2% sebesar 0,1607 cm/dtk tetapi masih belum memenuhi persyaratan ≥ 0,3 cm/dtk. Kata kunci: Open Graded Asphalt, getah karet, latex, Marshall, Cantabro, Permeabilitas

STUDI PERENCANAAN INSTALASI PENGOLAHAN LUMPUR TINJA (IPLT) DI KOTA KUALA KAPUAS KABUPATEN KAPUAS

Hasanah, Ainun, Nindito, Dwi Anung, Kamiana, I Made

Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 3, No 1: Edisi Januari 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (823.457 KB)

Abstract

Seiring berkembangnya suatu daerah dan diikuti oleh lajunya pertumbuhan penduduk, mengakibatkan meningkatnya volume bahan buangan manusia ke lingkungan. Kuala Kapuas memiliki jumlah penduduk yang cukup besar yaitu 56.902 jiwa (BPS, 2010), sehingga diperlukan perencanaan instalasi pengolahan lumpur tinja (IPLT) yang dapat digunakan untuk mengolah bahan buangan manusia sebelum dibuang ke lingkungan, agar lebih aman. Perencanaan ini mengacu kepada beberapa peraturan atau standar yang berlaku di Indonesia, antara lain: Tata Cara Perencanaan IPLT Sistem Kolam Tahun 1999, Dasar-dasar Teknik Pengelolaan Air Limbah, Tata Cara Perhitungan Struktur Beton pada SK SNI 03-2847-2002 serta Analisis Harga Satuan Pekerjaan Bidang Cipta Karya Tahun 2013.Hasil perhitungan dan perencanaan diperoleh dimensi hidrolis masing-masing kolam: (a) Tangki imhoff memiliki panjang 7 m, lebar 4,7 m, dan kedalaman total 7 m; (b) Kolam Anaerobik memiliki panjang 7,8 m, lebar 2,6 m, dan kedalaman 3 m; (c) Kolam Fakultatif memiliki panjang 18 m, lebar 6 m, dan kedalaman 2,5 m; (d) Kolam Maturasi memiliki panjang 6,6 m, lebar 3,3 m, dan kedalaman 2 m; serta (e) Unit Pengering Lumpur memiliki panjang 15 m, lebar 5 m, dan kedalaman 1 m. Hasil perhitungan dan perencanaan diperoleh dimensi struktur kolam anaerobik, fakultatif dan maturasi dengan menggunakan mutu beton fc’ 25 MPa, mutu baja fy 300 MPa, ketebalan pelat rencana 250 mm, diperoleh beton dengan tulangan tunggal, tulangan pokok berdiameter 16 mm dan tulangan bagi berdiameter 12 mm, jarak antar tulangan pokok bervariasi (90-200 mm), sedangkan untuk jarak antar tulangan bagi adalah 220 mm. Hasil perhitungan RAB untuk pembangunan IPLT di Kuala Kapuas adalah sebesar Rp1.916.753.000 (Satu Milyar Sembilan Ratus Enam Belas Juta Tujuh Ratus Lima Puluh Tiga Ribu Rupiah).Kata Kunci: Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja, RAB, Dimensi Hidrolis, Dimensi Struktur

ANALISIS PENERAPAN e-PROCUREMENT PADA PROSES PENGADAAN BARANG DAN JASA PEMERINTAH DI UNIVERSITAS PALANGKA RAYA

Sulistyo, Hans, Dewantoro, Dewantoro, Aditama, Subrata

Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 4, No 1: Edisi Januari 2018
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (616.846 KB)

Abstract

E-Procurement merupakan proses pengadaan barang/jasa yang pelaksanaannya dilakukan secara elektronik (berbasis web/internet). E-Procurement dilatarbelakangi oleh kelemahan-kelemahan pengadaan dengan sistem konvensional yang dilakukan dengan langsung mempertemukan pihak-pihak yang terkait pengadaan. e-Procurement hadir dalam rangka pemanfaatan perkembangan teknologi informasi dalam proses pengadaan barang/jasa serta untuk mewujudkan pelaksanaan pengadaan barang/jasa yang efektif dan efisien. Pada kenyataannya e-Procurement masih memiliki beberapa hambatan serta permasalahan dalam pelaksanaannya. Untuk mengetahui bagaimana penerapan e-Procurement, hambatan, serta manfaat yang sudah dirasakan dari segi perspektif penyedia jasa maupun pengguna jasa, maka perlu dilakukan penelitian.Metode penelitian dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada responden, yakni pengguna jasa dan penyedia jasa  yang terdaftar dan mengikuti paket lelang bidang konstruksi pada situs LPSE Universitas Palangka Raya tahun 2016. Selanjutnya data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan nilai indeks dan varian untuk mengetahui peringkat masing-masing aspek.Berdasarkan hasil analisis, diperoleh bahwa posisi peringkat tertinggi dari aspek keseluruhan terhadap penerapan e-Procurement di Universitas Palangka Raya menurut perspektif penyedia jasa adalah (1) Proses lelang berlangsung lebih efisien, efektif, terbuka dan bersaing, transparan, adil/ tidak diskriminatif, dan akuntabel dengan nilai indeks: 79,27; varian: 24878,05; (2) Persaingan antar perusahaan penyedia barang/jasa menjadi lebih sehat, dengan nilai indeks: 78,05; varian: 30243,90. (3) e-Procurement meningkatkan kemampuan sumber daya manusia (SDM) dalam penguasaan IT dengan nilai indeks 76,83; varian: 25487,80. Adapun posisi peringkat tertinggi dari aspek keseluruhan terhadap penerapan e-Procurement di Universitas Palangka Raya menurut perspektif pengguna jasa adalah (1) Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas; (2) e-Procurement meningkatkan kemampuan sumber daya manusia (SDM) dalam penguasaan IT; dan (3) perlu adanya training untuk menerapkan e-Procurement dengan nilai indeks: 9,76 dan varian: 27671,03.Kata Kunci: e-Procurement, Perspektif Penyedia Jasa, Perspektif Pengguna Jasa, Indeks dan Varian

DAMPAK KENAIKKAN TARIF ANGKUTAN UMUM KOTA PALANGKA RAYA PASCA KENAIKKAN HARGA BAHAN BAKAR MINYAK (BBM)

Andani, Hersi, Supiyan, Supiyan, Aqli, Zainal

Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 2, No 1: Edisi Januari 2016
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.644 KB)

Abstract

Kemajuan suatu wilayah sangat tergantung dari kemajuan sarana dan prasarana transportasi. Seperti yang kita ketahui untuk beberapa tahun terakhir Kota Palangka Raya khususnya dan Kalimantan Tengah pada umumnya.Untuk ke depannya sangat  penting diketahui masyarakat bahwa kenaikan bahan bakar minyak sangat mempengaruhi tarif angkutan umum,hal ini dapat dilihat dari kenaikan harga di berbagai sektor barang dan jasa, baik itu bidang produksi hingga distribusi, pada akhirnya memicu kenaikan tarif angkutan umum.   Objek Penelitian ini adalah masyarakat Kota Palangka Raya yang menggunakan angkutan umum dan operator angkutan umum. Pengumpulan data dilakukan dengan cara menyebarkan kuisioner dan wawancara kepada pengguna angkutan umum dan operator. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunkan Analisis Statistik sederhana. Tarif umum angkutan Kota Palangka Raya sebelum kenaikan tarif pasca kenaikan harga bahan bakar minyak adalah Rp 4.000,00/sekali perjalanan dan setelah kenaikan tarif dan kenaikan harga bahan bakar minyak adalah Rp 5.000,00 untuk umum, Mengacu pada hasil perhitungan Biaya Operasional Kendaraan dengan mengakomodir pengeluaran operator  maka didapakan tarif Angkutan Umum  Kota Palangka Raya sebesar Rp 4438,258 ≈ Rp 4.500,00 dan tarif di lapangan sebesar Rp 5.000,00 dari sebelumnya sebesar Rp 4.000,00. Dengan kenaikkan tarif  angkutan Umum Kota Palangka Raya yang disebabkan kenaikkan harga bahan bakar minyak akan memberikan dampak  bagi masyarakta (pengguna) , terlihat dari hasil survai di lapangan hasil kuisioner yaitu 74,17 % penumpang beralih menggunakan kendaraan pribadi (sepeda motor), terdiri dari: 7,67% Pelajar 60% Umum dan 6,5% PNS yang sebelumnya menggunakan angkutan umum, Dengan adanya kenaikkan tarif  angkutan Umum  Kota Palangka Raya pasca kenaikkan harga bahan bakar minyak akan memberikan dampak  bagi operator angkutan umum yaitu penurunan jumlah penumpang yang ditandai dengan Modal Split (penggantian moda) sehingga pendapatan operator mengalami penurunan pula, hasil wawancara terhadap operator, sebelum kenaikan tarif angkutan umum mereka memiliki pendapatan bersih rata-rata Rp 90.000 - Rp 100.000/hari namun setelah kenaikan tarif pendapatan bersih mereka hanya rata-rata Rp 65.000.-/hari. Perubahan rata-rata biaya perjalanan penumpang (PP) setelah kenaikkan tarif angkutan umum Kota Palangka Raya yaitu Rp 1.000,- per sekali perjalanan (PP).  Kata Kunci : Biaya Operasional Kendaraan, Kenaikan Tarif, Kenaikan Harga BBM, 2015

KAJIAN TEKNIS PERENCANAAN GEOMETRIK PADA RUAS JALAN KERENG PANGI–PUNDU (STA 24+150 s/d STA 25+450) KABUPATEN KATINGAN–KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR

Ariandy, Pebry, Supiyan, Supiyan, Laufried, Laufried

Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 3, No 1: Edisi Januari 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.658 KB)

Abstract

Perencanaan geometrik jalan merupakan bagian dari perencanaan jalan yang dititik beratkan pada perencanaan bentuk fisik sehingga dapat memenuhi fungsi dasar dari jalan yaitu memberikan pelayanan yang optimum pada arus lalu lintas dan sebagai akses ke rumah-rumah. Dasar dari perencanaan geometrik adalah sifat gerakan, dan ukuran kendaraan, dan karakteristik lalu lintas. Hal-hal tersebut haruslah menjadi bahan pertimbangan perencanaan sehingga dihasilkan bentuk dan ukuran jalan, serta ruang gerak kendaraan yang memenuhi tingkat kenyamanan dan keamanan yang diharapkan. Dalam pelaksanaan geometrik jalan masih banyak yang tidak memenuhi standar perencanaan seperti halnya Jalan Kereng Pangi STA 24+150 s.d. STA 25+450 Kabupaten Katingan– Kabupaten Kotawaringin Timur, masih sering terjadi kecelakaan. Karena itulah perlu dilakukan peninjauan jika terdapat kesalahan dalam geometrik jalan pada ruas jalan tersebut, untuk memenuhi tingkat kenyamanan dan keamanan sesuai dengan spesifikasi jalan luar kota.Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji kelayakan Jalan Kereng Pangi-Pundu STA 24+150 s.d. 25+450 Kabupaten Katingan–Kabupaten Kotawaringin Timur, dengan cara mengetahui kondisi eksisting jalan, mengkaji serta menangani apa yang dapat dilakukan pada ruas jalan tersebut, dengan cara menganalisis data lalu lintas, perhitungan waktu tempuh kendaraan serta  mengetahui jenis tikungan yang ada dilokasi penelitian dan parameter-parameter yang digunakan.Dari hasil perhitungan ruas jalan yang dikaji, diketahui bahwa kecepatan pengguna jalan masih sesuai dengan tuntutan kelas jalan, sehingga ruas jalan sudah sesuai dengan standar geometrik alinyemen horizontal jalan. Namun tetap menyebabkan kecelakaan pada ruas jalan tersebut. Sehingga Perlu penanganan lebih lanjut baik dari segi perencanaan horizontal dan rambu pengatur kecepatan.Kata kunci: Geometrik, Tikungan

EVALUASI POLA PERGERAKAN ORANG DAN BARANG DENGAN MODA TRANSPORTASI SUNGAI DI KOTA PANGKALAN BUN

Wiratama, Pradityo Harry, Desriantomy, Desriantomy, Robby, Robby

Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 1, No 2: Edisi Juli 2015
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.84 KB)

Abstract

Pangkalan Bun sebagai ibukota Kabupaten Kotawaringin Barat merupakan salah satu daerah yang berkembang dengan pesat. Aliran sungai Arut yang berada tepat dijantung Kota Pangkalan Bun menjadi salah satu pendukung utama perkembangan daerah. Sarana trasportasi air sangat dikenal baik oleh masyarakat Kota Pangkalan Bun sebagai alternatif selain tranportasi darat yang infrastrukturnya belum memadai. Adapun sarana transportasi air yang digunakan adalah speedboat untuk pengangkutan penumpang dan perahu motor untuk mengangkut barang. Persoalan yang dihadapi dalam perencanaan transportasi sungai di Kota Pangkalan Bun adalah merencanakan fasilitas-fasilitas transportasi sungai yang sesuai dengan kebutuhan pergerakan orang dan barang yang memenuhi standar peraturan pemerintah yang berwenang dan aspirasi penduduk agar berfungsi secara efektif dan efisien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pola pergerakan orang dan barang yang menggunakan moda transportasi air di perairan sungai Arut. Tujuan evaluasi pola pergerakan orang dan barang dengan moda transportasi air di Kota Pangkalan Bun. Untuk memenuhi tujuan penelitian di atas, disusun rancangan penelitian yang meliputi: 1) Peninjauan lokasi, 2) Pengumpulan data, 3) Analisis data, 4) Prediksi pergerakan orang dan barang, 4) penyempurnaan. Berdasarkan hasil penelitian diprediksikan pada Tahun 2019 pergerakan orang melalui transportasi sungai tidak akan beroperasi lagi, sedangkan pergerakan barang yang keluar dan masuk melalui jalur transportasi sungai walaupun mengalami kenaikan dan penurunan, akan tetap beroperasi dalam jangka waktu lima tahun ke depan. Dibutuhkan perhatian pemerintah terkait dan penataan kearifan local agar transportasi sungai di Kota Pangkalan Bun tetap beroperasi. Kata kunci: Transportasi, Sungai, Speedboat, Moda

PERENCANAAN STRUKTUR ATAP CANGKANG PADA MASJID AGUNG KUBAH KECUBUNG KOTA PALANGKA RAYA

Ananta, Jonny Ari, Maryanto, Maryanto, Meilawaty, Okta

Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 2, No 2: Edisi Juli 2016
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (667.913 KB)

Abstract

Seiring dengan berkembangnya teknologi yang didasari dengan kemajuan ilmu pengetahuan di beberapa bidang, salah satunya bidang konstruksi, banyak diperlukannya tenaga ahli dibidang perencanaan struktur bangunan. Seorang lulusan teknik sipil diharapkan mampu memahami dasar-dasar perencanaan struktur bangunan.   Studi perencanaan ini secara garis besar melalui beberapa tahapan: (1) Mengumpulkan data teknis perencanaan. (2) Kajian literatur teori struktur pelat dan cangkang. (3) Menentukan bentuk geometri, material, sistem struktur dan metode pelaksanaan konstruksi. (4) Analisis pembebanan pada struktur cangkang. (5) Desain penulangan struktur cangkang. (6) Gambar desain.  Setelah selesai dilakukannya analisis dan desain maka direncanakan struktur menggunakan material beton mutu K-400 (setara fc‟ = 33,20 Mpa) dengan tebal cangkang 80 mm yang diperkuat dengan tulangan mutu BJTD-40 (setara fy = 390 Mpa). Tulangan pada arah meridional direncanakan D 13-100 mm dan pada arah melingkar direncanakan D 13-150 mm. Kata Kunci: Perencanaan Struktur, Struktur Cangkang, Kubah Masjid

Page 1 of 10 | Total Record : 92