PARAMUROBI
ISSN : 26155680     EISSN : -
Jurnal Pendidikan diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. Jurnal ini memuat artikel yang ditulis berdasarkan hasil penelitian lapangan dan pustaka. Penerbitan jurnal mencakup berbagai dimensi pendidikan, seperti kurikulum, pembelajaran, evaluasi, manajemen, kualitas pendidikan, dan pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi, dalam berbagai jenjang pendidikan. Jurnal ini terbit setiap dua kali setahun.
Articles 19 Documents
PEMANFAATAN DAN PENGEMBANGAN BLOG SEBAGAI MEDIA DAN SUMBER BELAJAR PADA MATA PELAJARAN FIQIH TINGKAT MADRASAH TSANAWIYAH

Nugroho, Yusuf Amin

PARAMUROBI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Vol 1 No 1 (2018): June
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UNSIQ Jawa Tengah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | | DOI: 10.32699/paramurobi.v1i1.175

Abstract

Guna mengaktualisasikan pembelajaran kreatif yang bermakna, seorang guru mestilah pandai dalam memilih media, menentukan metode, dan juga memotivasi siswa didik untuk memanfaatkan media dan sumber belajar. Banyak media dan sumber belajar yang bisa dimanfaatkan guna menunjang keberhasilan pembelajaran fiqih di Madrasah Tsanawiyah (MTs), salah satunya adalah dengan memanfaatkan media internet. Tujuan penelitian tesis ini untuk memberikan pengetahuan dan langkah-langkah praktis terkait pemanfaatan dan pengembangan blog sebagai media dan sumber belajar fiqih pada tingkat MTs. Diharapkan, penelitian ini dapat memberi inspirasi dan motivasi bagi guru-guru di madrasah untuk merancang strategi pembelajaran yang lebih bermakna bagi para siswa, salah satunya menjadikan blog sebagai media dan sumber belajar. Penelitian ini termasuk developmental research yang dipadukan dengan library research, tujuannya adalah untuk mengembangkan, memperluas dan menggali lebih dalam teori tentang pemanfaatan dan pengembangan blog sebagai sumber belajar mata pelajaran Fiqih tingkat MTs. Pemanfaatan dan pengembangan blog bisa dilakukan dengan mengisi meteri pelajaran fiqih, soal-soal, juga bacaan pengayaan. Blog juga bisa digunakan untuk melakukan evaluasi pembelajaran, yakni sebagai media test online. Memberikan materi pengayaan juga sangat tepat diberikan lewat media blog. Pengembangan blog sendiri bisa dilakukan dengan memberikan konten-konten menarik yang dibutuhkan siswa, navigasi yang mudah dipahami, menautkan blog dengan media sosial, memberi tautan ke situs-situs yang penting, memperhatikan keterbacaan, dan mempraktikkan search engine optimation (SEO). Kelebihan blog sebagai media dan sumber belajar fiqih tingkat MTs yang paling utama yakni menjadikan pembelajaran lebih menarik, menyenangkan, membuat siswa belajar aktif, interaktif dan fleksibel, motivasi belajar siswa dan dijadikan sarana untuk mengarahkan siswa memanfaatkan internet lebih bijak. Adapun kelemahannya adalah faktor keterbatasan sarana prasarana, bertambahnya beban tugas guru, dan rawannya terjadi kesalahpahaman dalam menerima informasi. Media dan sumber belajar berbasis blog juga kurang cocok digunakan untuk meningkatkan kompetensi afektif, dan karenanya pembelajaran fiqih secara tatap muka tetap dibutuhkan.

AKUNTABILITAS SEKOLAH; SUATU UPAYA MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN MADRASAH

Maryono, Maryono

PARAMUROBI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Vol 1 No 1 (2018): June
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UNSIQ Jawa Tengah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | | DOI: 10.32699/paramurobi.v1i1.176

Abstract

Tidak salah jika banyak orang memiliki citra buruk pendidikan Islam saat ini. Karena pendidikan islami memiliki kualitas yang kurang baik, rendahnya partisipasi masyarakat dalam mengembangkan sekolah, dan kurangnya jaringan di dunia. Karena itu, perlu langkah baru dalam mengelola sekolah yang merupakan akuntabilitas. Akuntabilitas diasumsikan meningkatkan kualitas pendidikan madrasah. Artikel ini ditujukan; a) untuk memahami konsep akuntabilitas pendidikan, b) untuk memahami implikasi penerapan akuntabilitas pendidikan untuk pendidikan islam.

PERKEMBANGAN NILAI AGAMA DAN MORAL (STTPA TERCAPAI)

Nurjanah, Siti

PARAMUROBI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Vol 1 No 1 (2018): June
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UNSIQ Jawa Tengah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | | DOI: 10.32699/paramurobi.v1i1.177

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan nilai agama dan moral anak usia dini dalam mencapai STPPA dan untuk mengetahui apasaja yang dapat mempengaruhi perkembangan nilai agama dan moral anak usia dini dalam mencapai STPPA. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif analitik. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara kemudian subjek dalam penelitian ini adalah  siswi Taman Kanak-Kanak ‘Aisyiyah Bustanul Athfal Sapen Yogyakarta  dengan nama Siti Aisyah Khaira. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa perkembangan nilai agama dan moral subjek sudah tercapai sesuai dengan standar tingkat pencapaian perkembangan anak.

ETOS KERJA ISLAM DALAM PENDIDIKAN ISLAM

Muntaqo, Rifqi, Huda, Muhammad Khozinul

PARAMUROBI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Vol 1 No 1 (2018): June
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UNSIQ Jawa Tengah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | | DOI: 10.32699/paramurobi.v1i1.178

Abstract

Etos sebagaimana dipahami sebagai dua nitai moral sebagai satu kesatuan kebaikan tindakan yang selalu dilakukan atau suatu tindakan terpuji dilakukan pada bidang profesi tertentu. Pertama, orientasi nilai-nilai moral sebagai dasar sikap moral seseorang dalam bersikap dan bertindak sebagai bagian profesinya dan bisa menjadi standar yang sebaiknya atau seharusnya diikuti bagi orang lain dan masyarakat tertentu pada masanya. Kedua, bukti praktik dan cara pelaksanaannya tentang hat itu. Oleh karena itu, bukti bahwa nilai-nilai moral sebagai dasar sikap moralnya tindakan terpuji ini, berarti di satu pihak berada pada dataran pikiran atau konsep, serta di pihak lain dihayati pelaksanaannya dalam kehidupan atau pada salah satu bidangnya. Suatu pekerjaan penting didasarkan pada tiga dimensi kesadaran yang dimiliki manusia, yaitu; Dimensi Makrifat, dimensi makrifat didasarkan pada kemampuan seseorang untuk mampu memahami tanda-tanda yang telah ditebarkan Allah SWT sebagai rahmat bagi makhluq-Nya. Dimensi Hakikat, pemahaman sikap diri untuk menetapkan sebuah tujuan kemana arah tindakan dilangkahkan. Dan Dimensi Syariat, orientasinya bahwa tindakan lebih membekas daripada sekedar berkata (action speaks louder than a word). Mencapai etos kerja islami dalam pendidikan diantaranya memiliki sikap percaya diri dan optimis, perasaan jiwa yang merdeka, keyakinan Allah always in my heart, berwawasan yang luas dan mendalam, berjiwa kompetitif dan positif, berwibawa, dan yang terpenting kemampuan memprediksi masa depan dengan baik.

INOVASI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MELALUI SISTEM KREDIT SEMESTER (SKS)

Fuadi, Salis Irvan

PARAMUROBI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Vol 1 No 1 (2018): June
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UNSIQ Jawa Tengah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | | DOI: 10.32699/paramurobi.v1i1.179

Abstract

Pendidikan harus tanggap, inovatif dan aspiratif sesuai dengan apa yang dibutuhkan masyarakat. Penelitian ini mendeskripsikan tentang inovasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam melalui Sistem Kredit Semester (SKS). Adapun inovasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) melalui Sistem Kredit Semester (SKS) dapat diinovasi dalam hal kurikulum, materi, metode dan evaluasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Inovasi terhadap kurikulum dengan Sistem Kredit Semester dengan pola kontinu. Inovasi  terhadap materi dilakukan dengan membagi mata pelajaran PAI menjadi 4 mata pelajaran yang terdiri dari PAI 1 Fikih, PAI 2, Akhalk, PAI 3 Al-Qur’an Hadits dan PAI 4 SKI. Inovasi metode pembelajaran yang ditawarkan untuk diterapkan secara keseluruhan dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam ialah student centered atau pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dan pembelajaran kolaboratif. Adapun inovasi evaluasi pembelajaran secara umum dilakukan dengan memperhatikan dan berpegang pada karakteristik dan prinsip-prinsip pengembangan evaluasi yang tetap mengacu sesuai model evaluasi atau penilaian pada kurikulum 2013.

KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU PAI DALAM MENANAMKAN AJARAN ISLAM PADA SISWA KELAS VIII (Studi Kasus di SMP Negeri I Sindang Kelingi)

siswanto, Siswanto, Susanti, Eli

PARAMUROBI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Vol 1 No 1 (2018): June
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UNSIQ Jawa Tengah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | | DOI: 10.32699/paramurobi.v1i1.180

Abstract

Berdasarkan observasi awal lapangan bahwa kompetensi pedagogik guru dalam mengelola pembelajaran di SMP Negeri 01 Sindang Kelingi ini masih bersifat konvensional, waktu yang digunakan sangat singkat, kurangnya media pembelajaran, kemudian didapatkan juga ada gejala bahwa kurangnya kompetensi guru dalam mengelola pembelajaran atau rendahnya pengetahuan guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kompetensi pedagogik guru PAI dalam menanamkan ajaran Islam pada siswa di SMP Negeri I Sindang Kelingi terutama dari segi aqidah dan akhlak.Untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang menjadi penghambat guru PAI dalam menanamkan ajaran Islam pada siswa SMP Negeri I Sindang Kelingi terutama dari segi aqidah dan akhlak. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (fild reserch) dengan menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Adapun yang menjadi subjek penelitian adalah seluruh guru PAI SMPN I Sindang Kelingi yang berjumlah 3 orang, guru-guru lain, serta beberapa siswa kelas VIII untuk mengetahui kompetensi pedagogik guru. Teknik pengumpulan data adalah dengan observasi, wawancara, dokumentasi, dan triangulasi. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah dengan reduksi data, penyajian data, dan vertification atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan kompetensi pedagogik guru PAI dalam menanamkan ajaran Islam pada siswa di SMP Negeri I Sindang Kelingi ini sudah cukup baik, mulai dari pemahaman wawasan guru, pemahaman terhadap peserta didik, kemampuan guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran, kemampuan guru dalam mengevalusi hasil belajar, dan kemampuan guru dalam mengembangkan potensi siswa untuk mengaktualisasikan dirinya, namun belum maksimal. Dalam menanamkan ajaran Islam pada siswa, terdapat beberapa faktor penghambat kompetensi pedagogik guru dalam menanamkan ajaran Islam pada siswa diantaranya tidak ada keseriusan dan kurangnya minat siswa dalam belajar serta waktu yang digunakan sangat singkat sehingga tidak efisien, komunikasi siswa dan guru yang kurang baik sehingga pembelajaran tidak komunikatif, serta kurangnya media pembelajaran.

KONSEP PENDIDIKAN ISLAM BAGI REMAJA PERSPEKTIF QUR’AN SURAT YUSUF AYAT 23-29 (KAJIAN TAFSIR AL AZHAR)

Lailiyah, Siti

PARAMUROBI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Vol 1 No 1 (2018): June
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UNSIQ Jawa Tengah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | | DOI: 10.32699/paramurobi.v1i1.181

Abstract

Penelitian ini bermaksud untuk mengkaji ayat ayat yang menceritakan tentang Nabi Yusuf yang mampu menahan godaan wanita yang mengganggunya dan mampu menahan nafsu birahi. Hal ini agar bisa diterapkan dalam pendidikan remaja untuk menanamkan nilai-nilai agama, etika atau moral dalam jiwa mereka sehingga tujuan pendidikan Islam untuk membentuk generasi muda menjadi insan kamil dapat terwujud, dan mereka pun tidak mudah tergoda dengan nafsu. Dalam penelitian ini penulis memilih Tafsir Buya Hamka untuk dijadikan literatur utamanya. Adapun hasil dari penelitian ini dapat dikemukakan sebagai berikut: (1) Dalam menulis Tafsir Surat Yusuf khususnya ayat 23-29, Buya Hamka berpesan untuk anak, cucu dan murid-murid beliau tentang bagaimana pentingnya didikan ayah terhadap anak di waktu anak masih kecil. Hal ini didasarkan pada pengalaman Buya Hamka sendiri ketia beliau masih berumur 10 tahun, beliau menyaksikan keshalihan dan kekerasan ayah beliau dalam mendidik anak-anaknya. Bekas didikan ayah beliau masih dirasakan sampai beliau berusia 65 tahun. (2) Nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam Qur’an Surat Yusuf ayat 23-29 yaitu: pentingnya sikap santun, tawadlu’ (rendah hati), tidak sombong, iman kepada Allah Swt, sabar, disiplin, tawakal, jujur, menjaga diri disertai iman yang kuat, pembelaan diri, usaha keras disertai keberanian dalam menegakkan kebenaran, rasa syukur, perlunya sikap netral dalam mengambil keputusan, sifat tasamuh, pentingnya kita menanamkan kewaspadaan, taubat dan perlunya untuk menegakkan keadilan.

PENINGKATAN KEMAMPUAN SANTRI MEMBACA AL- QUR’AN MELALUI PENDEKATAN ILMU TAJWID BUKU STANDAR TAJWID BACAAN AL-QUR’AN KARANGAN MAFTUH BASTHUL BIRRI (Studi Di Pondok Pesantren Ittihadut Tholibin Wonosobo)

Muamanah, Siti

PARAMUROBI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Vol 1 No 1 (2018): June
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UNSIQ Jawa Tengah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | | DOI: 10.32699/paramurobi.v1i1.182

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana peningkatan kemampuan santri membaca Al- Qur’an melalui pendekatan ilmu tajwid buku standar tajwid bacaan Al- Qur’an karangan Maftuh Basthul Birri, Studi di Pondok Pesantren Ittihadut Tholibin Wonosobo. Penelitian ini diadakan di Pondok Pesantren Ittihadut Tholibin Wonosobo Kecamatan Mojotengah Kabupaten Wonosobo, dengan subyek penelitian adalah semua santri yang ada yaitu yang berjumlah 110 responden. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif yaitu mengungkapkan gejala secara holistic-kontekstual melalui pengumpulan data dari latar alami dengan memanfaatkan diri peneliti sebagai instrumen kunci. Adapun pengumpulan data yang digunakan yaitu metode observasi, interview, angket, dokumentasi dan analisis data dengan langkah-langkah: reduksi data, display data,dan penarikan kesimpulan (verifikasi). Hasil dari penelitian diperoleh kemampuan membaca Al- Qur’an santri Pondok Pesantren Ittihadut Tholibin Wonosobo masih kurang ,yaitu dari tingkat SMP 53,3%, SMA 51,4%, kuliah 46,7%. Kemudian peningkatan kemampuan membaca Al- Qur’an santri Pondok Pesantren Ittihadut Tholibin Wonosobo dapat dikategorikan baik, yaitu tingkat SMP 63,3%, SMA 62,8%, kuliah 66,7%. Kesimpulan hasil penelitian melalui pendekatan ilmu tajwid, buku Standar Tajwid Bacaan Al- Qur’an karangan Maftuh Basthul Birri santri ITB mengalami peningkatan yang sangat baik,yaitu tingkat SMP 80%, SMA 80%, dan kuliah 82,2%.

ISU-ISU KONTEMPORER DALAM KONSTRUKSI PEMBAHARUAN PESANTREN

Kamal, Faisal

PARAMUROBI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Vol 1 No 1 (2018): June
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UNSIQ Jawa Tengah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | | DOI: 10.32699/paramurobi.v1i1.174

Abstract

Pesantren sebagai institusi pendidikan Islam tertua di Indonesia berperan penting dalam memajukan perkembangan pendidikan Indonesia. Dewasa ini, perkembangan pesantren memperlihatkan kemajuan yang signifikan yang ditandai oleh semakin banyak pesantren yang melakukan pembaharuan dalam berbagai aspek, seperti inovasi kurikulum, manajemen pengelolaan, kepemimpinan dan metode pembelajaran. Pesantren yang dikenal sebagai institusi pendidikan tradisional menunjukkan sikap progresif dengan melakukan berbagai perubahan dan inovasi sebagai upaya memajukan sistem pendidikannya. Kecenderungan positif ini mematahkan sikap skeptis kalangan yang beranggapan bahwa pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam yang anti perubahan. Isu-isu seperti sekularisme, dikotomi, dan globalisasi berpengaruh terhadap perubahan pendidikan pesantren. Artikel ini secara spesifik membahas isu-isu tersebut melalui analisis telaah pustaka. Pesantren sebagai institusi pendidikan Islam diharapkan mampu bergerak maju sebagaimana majunya zaman. Pesantren sebagai institusi pendidikan Islam tetap berprinsip mempertahankan tradisi dan ciri khas dan terbuka terbuka terhadap pembaharuan.

PENGARUH MARKET DAY (BAZAR) TERHADAP MEMBANGUN JIWA WIRAUSAHA MAHASISWA UNSIQ JAWA TENGAH DI WONOSOBO

Nurhayati, Eni Candra

PARAMUROBI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Vol 1 No 2 (2018): December
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UNSIQ Jawa Tengah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | | DOI: 10.32699/paramurobi.v1i2.522

Abstract

Sebuah negara yang memiliki banyak wirausahawan (wirausaha) adalah negara yangekonominya memiliki potensi cepat untuk maju dan dapat diklasifikasikan sebagai negarayang makmur. Karena itu, jika pembelajaran kewirausahaan tidak ada dalam agenda nasionalsuatu negara, cita-cita untuk keluar dari kemiskinan dan meningkat menjadi kemakmuranhanyalah utopia. Indonesia memiliki sekitar 400.000 pengusaha, atau sekitar 0,18 persendari populasi. Sehingga Indonesia masih membutuhkan 12 pengusaha lebih dari sekarang.Sekolah atau pendidikan adalah tempat yang sangat strategis untuk menumbuhkan jiwawirausaha. Secara keseluruhan dan berdasarkan penelitian yang dilakukan penelitidapat menarik kesimpulan bahwa kegiatan market day (bazaar) berpengaruh signifikanterhadap pembentukan semangat wirausaha siswa. Dapat dibuktikan bahwa penyediaankegiatan market day (bazaar) (X) dapat mempengaruhi perkembangan jiwa wirausahasiswa sebesar 58%. Sedangkan sisanya 42% disebabkan oleh variabel independen lainyang tidak diteliti. Keberadaan pengaruh ini dapat dibuktikan dengan t hitung = 17,342>t tabel 0,1256 sehingga Ho ditolak dan dengan demikian Ha diterima. Penolakan Hodiperkuat oleh nilai kesalahan peramalan 0,000 yang menunjukkan bahwa signifikansiyang digunakan adalah 0,05 atau 5% sehingga dapat dilihat bahwa hipotesis didugamenyediakan kegiatan pasar hari (bazaar) yang mempengaruhi perkembangan jiwawirausaha siswa. Berdasarkan hasil penelitian dan pengolahan data menggunakan SPSS,dapat diketahui bahwa penyediaan kegiatan market day (bazaar) di Kampus mampumembangun semangat Wirausaha Mahasiswa. Ini menegaskan bahwa kegiatan hari pasar(bazaar) di UNSIQ Jawa Tengah di Wonosobo memiliki pengaruh positif pada semangatWirausaha Mahasiswa dan Kursus Kewirausahaan itu sendiri

Page 1 of 2 | Total Record : 19