Jurnal Kelautan dan Perikanan Terapan (JKPT)
ISSN : 14107694     EISSN : 26549581
JURNAL KELAUTAN DAN PERIKANAN TERAPAN (JKPT) ISSN Print: 1410-7694,ISSN Online: 2654-9581 adalah Jurnal yang diasuh oleh Sekolah Tinggi Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDMKP), Kementerian Kelautan dan Perikanan – KKP, dengan tujuan menyebarluaskan informasi tentang perkembangan ilmiah bidang kelautan dan perikanan di Indonesia.
Articles 8 Documents
Search results for , issue " Vol 1, No 2 (2018): JKPT Desember 2018" : 8 Documents clear
Back Matter Bosman, Ofan
Jurnal Kelautan dan Perikanan Terapan (JKPT) Vol 1, No 2 (2018): JKPT Desember 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Perikanan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jkpt.v1i2.7587

Abstract

Front Matter Bosman, Ofan
Jurnal Kelautan dan Perikanan Terapan (JKPT) Vol 1, No 2 (2018): JKPT Desember 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Perikanan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jkpt.v1i2.7586

Abstract

DINAMIKA POPUL ASI IKAN TUNA ALBAKORA (Thunnus alalunga Bonnaterre, 1788) YANG DIDARATKAN DI PEL ABUHAN PERIKANAN NUSANTARA (PPN) PRIGI KABUPATEN TRENGGALEK, JAWA TIMUR Lelono, Tri Djoko; Bintoro, Gatut; Rudianto, Didik
Jurnal Kelautan dan Perikanan Terapan (JKPT) Vol 1, No 2 (2018): JKPT Desember 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Perikanan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jkpt.v1i2.7387

Abstract

Tuna albakora (Thunnus alalunga) merupakan salah satu jenis tuna yang ditemukan di perairan Indonesia. Penelitian terhadap aspek dinamika popukasi tuna albakora masih jarang dan perlu dilakukan pengkajian dalam upaya pengendalian stok. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan panjang berat dan aspek dinamika populasi yang meliputi pendugaan kelompok umur, parameter pertumbuhan (L”, K, dan to), laju mortalitas, laju eksploitasi, rekrutmen, analisa yield per recruit (Y/R) dan biomassa per recruit (B/R) pada ikan tuna albakora (T. alalunga). Penelitian dilaksanakan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Prigi, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur pada bulan Agustus-Desember 2016. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif analitik dengan 2.702 sampel ikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan ikan bersifat allometri negatif dengan nilai b<3. Parameter pertumbuhan Von Bertalanffy didapatkan hasil L” = 118,3 cm FL dan K = 0,51/year. Nilai to diketahui dengan menggunakan persamaan Pauly (1984) dihasilkan to = -0,219 tahun. Nilai Lc dan Lm masing-masing sebesar 101,61 cm FL dan 90 cm FL. Nilai laju mortalitas total (Z) tuna albakora = 1,81, laju mortalitas alami (M) = 0,8 laju mortalitas penangkapan (F)= 1,01, laju eksploitasi (E) = 0,56 atau 56%, nilai yield per recruit (Y/R) = 0,029 per tahun dan biomassa per recruit (B/R) = 0,349 per tahun.
PERAN SIPUT TEREBRALIA (Gastropoda: Potamididae) DALAM MENGURAI DAUN MANGROVE RHIZOPORA DI PULAU PANJANG, SERANG-BANTEN Putri, Selvianti Asmara; Patria, Mufti Petala
Jurnal Kelautan dan Perikanan Terapan (JKPT) Vol 1, No 2 (2018): JKPT Desember 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Perikanan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jkpt.v1i2.7380

Abstract

Penelitian mengenai peran siput Terebralia dalam mengurai daun mangrove telah dilakukan pada bulan November hingga Desember 2013 di Pulau Panjang, Banten. Dalam penelitian ini, aktivitas penguraian daun dilakukan pada mangrove yang didominasi oleh Rhizopora sp. Lokasi penelitian terletak di bagian intertidal yang merupakan bagian mangrove yang terkena pasang surut air laut. Penelitian yang dilakukan hanya menggunakan Terebralia dewasa yaitu, Terebralia palustris > 5 cmdan Terebralia sulcata > 3 cm. Rata-rata persentase penguraian daun oleh T. palustris adalah sebesar 3,48% ± 0,18 /hari untuk R. apiculata dan 8,28% ± 0,13/hari untuk R. stylosa, sedangkanT. sulcata mengurai daun rata-rata sebesar 4,07% ± 0,12/hari untuk R. apiculata dan 4,93 % ± 0,15 /hari untuk R. stylosa. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa tidak ditemukan korelasi (P= 0,985; P= 0,875) antara panjang dan berat T.palustris  dengan persentase penguraiannya. Begitu pula dengan T.sulcata, tidak ditemukan korelasi antara berat dengan laju penguraiannya. Sebaliknya, terdapat korelasi antara panjang dengan persentase penguraiannya (P = 0,016).
GAMBARAN HEMATOKRIT DARAH IKAN LELE SANGKURIANG (CLARIAS GARIEPENUS) YANG DIBERI PAKAN SERBUK DAUN MAJAPAHIT(CRESENTIA CUJETE L.) DAN DIINFEKSI DENGAN BAKTERI AEROMONAS HYDROPHILA Rahmaningsih, Sri; Zenuddin, Muhammad; Sudianto, Achmad
Jurnal Kelautan dan Perikanan Terapan (JKPT) Vol 1, No 2 (2018): JKPT Desember 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Perikanan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jkpt.v1i2.7334

Abstract

Pengukuran hematologis darah ikan dapat dijadikan sebagai indikator kesehatan ikan. Salah satu penyakit yang sering menyerang pada budidaya ikan lele sangkuriang (Clarias Gariepenus) adalah penyakit bercak merah atau penyakit MAS (Motile Aeromonas Septicemia) yang dapat menyebakan tingkatmortalitas tinggi. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Aeromonas hydrophila, yang termasuk bakteri gram negatif. Salah satu alternatif yang digunakan untuk mengatasi permasalahan serangan penyakit adalah dengan menggunakan bahan alami yang aman dan ramah lingkungan. Tumbuhan   dapat dijadikan sebagai antibakteri dan imunostimulan, misalnya  tumbuhan majapahit (Crescentia cujete L.) yang mempunyai  kandungan kimia pada daun, batang dan daun.  Kandungan  bahan aktif tersebut  adalah flavonoid, tanin,  polifenol dan saponin. Penggunaan imunostimulan dalam budidaya perikanan dilaporkan dapat meningkatkan ketahanan tubuh terhadap resistensi patogen selama masa periode stress seperti saat griding, reproduksi, pengangkutan dan vaksinasi. Kadar  hematokrit  adalah salah satu parameter hematologis yang  digunakan untuk  mengetahui  dampak infeksi  dari  A.  Hydrophila. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui pengaruh  serbuk daun majapahit (Crescentia cujete L.)  sebagai bahan imunostimulan  pada benih ikan lele sangkuriang  (Clarias gariepenus) yang terinfeksi  oleh bakteri Aeromonas hydrophyla terhadap gambaran hematokritnya. Metode yang dipakai adalah menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan  4 perlakuan dan 3 x ulangan serta analisa data menggunakan ANOVA. Kesimpulan dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dosis terbaik yang menunjukkan nilai hematokrit tertinggi adalah pada perlakuan A dengan dosis 7.5%.
BIOLOGI REPRODUKSI MADIDIHANG (Thunnus albacares Bonnaterre, 1788) DI SAMUDRA HINDIA BAGIAN TIMUR Arnenda, Gussasta Levi; Jatmiko, Irwan; Kusdinar, Afriana
Jurnal Kelautan dan Perikanan Terapan (JKPT) Vol 1, No 2 (2018): JKPT Desember 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Perikanan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jkpt.v1i2.7261

Abstract

Madidihang (Thunnus albacares)adalah salah satu hasil tangkapan penting bagi nelayan di Samudra Hindia.Penelitian inibertujuan untuk mengetahui aspek biologi reproduksi madidihang yaitu: tingkat kematangan gonad, dugaan musim pemijahan dan panjang pertama kali matang gonad (Lm).Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Februari hingga November 2016 dengan dengan mengambil sampel gonad di beberapa tempat pendaratan ikan yaitu: Padang, Palabuhanratu, Cilacap, Kedonganan, Benoa, Tanjung Luar dan Kupang. Sebanyak191 ekor madidihang dikumpulkan dengan sebaran panjang cagak 54-162 cm dan rata-rata panjang cagak 131 cm.Tingkat kematangan gonad (TKG) madidihang yang tertangkap didominasi oleh TKG IV sebesar 50%, diikuti oleh TKG I (31%), TKG III (9%), TKG II (7%) dan TKG V (3%). Rata-rata Gonadosomatic index (GSI) madidihang adalah 1,03 (0,11-7,81). Sebaran GSI tiap bulan menunjukkan bahwa GSI tertinggi terjadi pada bulan November sebesar 1,32 sedangkan terendah terjadi pada bulan Juni sebesar 0,74.Panjang pertama kali matang gonad terjadi pada ukuran 94,6 cm (82,7-108,2). Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi basis data untuk mendukung pengelolaan perikanan madidihang secara lestari.
NILAI GIZI KONSENTRAT PROTEIN IKAN LELE DUMBO (CLARIAS GARIEPENUS) UKURAN JUMBO Asriani, Asriani; Santoso, Joko; Listyarini, Sri
Jurnal Kelautan dan Perikanan Terapan (JKPT) Vol 1, No 2 (2018): JKPT Desember 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Perikanan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jkpt.v1i2.7257

Abstract

Ikan lele dumbo pada umumnya dikonsumsi pada size 6-8 ekor /kg, ukuran 2 -1 ekor / kg tergolong ukuran jumbo kurang  laku, pangsa pasarnya sangat terbatas. Konsentrat protein ikan (KPI) merupakan bahan pangan untuk konsumsi manusia, dengan jumlah protein yang dihasilkan lebih banyak dari kondisi awalnya. Faktor-faktor yang mepengaruhi mutu KPI antara lain jenis ikan,  jenis pelarut, cara ekstraksi dan lama ekstraksi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui jenis pelarut  terbaik dan ulangan ekstraksi, pembuatan KPI berbahan baku ikan lele dumbo ukuran jumbo. Ikan lele dumbo di ekstrak menggunakan pelarut isopropil alkohol dan etanol, ekstraksi dilakukan 1 kali, 2 kali. 3 kali dan 4 kali. Hasil penelitian  pelarut terbaik menggunakan pelarut isopropil alkohol 90%, pengulangan ekstraksi 4 kali, menghasilkan kadar protein 78,71%, kadar lemak 0,69%, derajat putih 84, nilai organoleptik  4,29 bau ikan sangat lemah, memiliki 8 asam amino esensial, 5 asam amino non esensial dan 2 asam amino semi esensial.KPI ikan lele dumbo ukuran jumbo berupa produk dalam bentuk tepung berwarna putih yang mudah diplikasikan sebagai bahan fortifikasi.
DISTRIBUSI SPASIAL IKAN FAMILI SCARIDAE DI PERAIRAN TAMAN NASIONAL BUNAKEN, SULAWESI UTARA Rachmad, Basuki; Suharti, Ratna; Irayana, Disty Anisaa; Zulkifli, Dadan
Jurnal Kelautan dan Perikanan Terapan (JKPT) Vol 1, No 2 (2018): JKPT Desember 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Perikanan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jkpt.v1i2.7260

Abstract

Ikan karang Famili  Scaridae adalah salah satu ikan herbivora yang hidup di ekosistem terumbu karang. Namun keberadaan dan kondisi ikan ini belum banyak diketahui di perairan Taman Nasional Bunaken. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi dan distribusi ikan famili Scaridae yang berhubungan dengan terumbu karang, di Taman Nasional Bunaken yang dilakukan di tiga pulau pada bulan Februari hingga Mei 2017. Pengamatan ini dilakukan dengan metode sensus visual Line Intercept Transect (LIT) Dalam penelitian ini ditemukan keragaman ikan famili Scaridae terdiri dari 9 spesies, dua spesies ikan yaitu Scarus spirus dan S. niger memiliki distribusi spasial di seluruh perairan. Jenis ikan yang memiliki kelimpahan tertinggi adalah S. gobbhan (110 ind/ha).  Kesamaan spesies dicirikan oleh kecenderungan dari kelompok yang terjadi di perairan Pulau Bunaken yang kerucut. Penilaian ekologi ikan Scaridae menunjukkan bahwa terumbu karang di perairan Taman Nasional Bunaken masih dalam kondisi baik. 

Page 1 of 1 | Total Record : 8