AL-FURQAN
ISSN : 22523812     EISSN : 26212099
AL-FURQAN: Jurnal studi Pendidikan Islam adalah jurnal nasional bermitra bestari yang diterbitkan dua kali setahun dalam bentuk cetak dan online oleh Program Studi Pendidikan Agama Islam pada Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Amin Dompu Indonesia.
Articles 45 Documents
Penerapan Kurikulum Berbasis KKNI Pada Program Studi Pendidikan Agama Islam Haris, Abdul
AL-FURQAN Vol 7 No 2 (2019): Edisi September 2018 - Februari 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Amin Dompu

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuntutan kebutuhan masyarakat (scientific vision, societal need, dan stakeholder need) mengalami pergeseran dan sangat bergantung pada pemanfatan teknologi informasi dan komunikasi, sehingga menuntut ketersediaan sumber daya manusia yang berkualitas. Perguruan tinggi memiliki peran stretegis dalam menyiapkan manusia Indonesia yang mampu bersaing di era revolusi industry 4.0. Melalui Permendikbud No. 73 tahun 2013, setiap program studi wajib menyusun deskripsi capaian pembelajaran minimal mengacu pada KKNI dan SN-Dikti. Perubahan mendasar dalam hal capaian pembelajaran minimal berbasis KKNI meliputi; (i) learning to know, (ii) learning to do, (iii) learning to live together (with others), dan (iv) learning to be, serta; belajar sepanjang hayat (learning throughout life). Capaian pembelajaran lulusan disusun meliputi bidang sikap dan nilai, keterampilan umum (mengacu pada rumusan yang telah ditetapkan dalam SN-Dikti), dan pengetahuan, keterampilan khusus (sesuai jenjang kualifikasi KKNI). Kegiatan penerapan kurikulum pada dasarnya merupakan kegiatan pembelajaran yang melibatkan dosen, mahasiswa, sumber belajar, serta sarana dan prasarana pendukung lainnya. Keberhasilan dalam kegiatan pembelajaran menggunakan kurikulum berbasis KKNI ditandai dengan kepemilikan sejumlah kemampuan sebagai learning outcomes bagi lulusan sebuah program studi, sehingga lulusan dapat melakukan seperangkat tindakan cerdas, penuh tanggungjawab sebagai syarat untuk dianggap mampu oleh masyarakat dalam melaksanakan tugas-tugas di bidang pekerjaan tertentu. Untuk dapat melakukan kegiatan pembelajaran yang baik melalui penggunaan model pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa (student centred learning), maka dosen perlu memiliki kemampuan untuk menganalisis pembelajaran yang diperlukan untuk mengidentifikasi kemampuan akhir pada tiap tahapan (Sub-CPMK) sebagai penjabaran dari CPL/CPMK yang dibebankan pada mata kuliah tersebut. Perencanaan pembelajaran sebagai hasil analisis pembelajaran dikenal dengan Rencana Pembelajaran Semester (atau istilah lain) yang meliputi komponen identitas mata kuliah; capaian pembelajaran lulusan; kemampuan akhir yang direncanakan pada tiap tahap pembelajaran; bahan kajian; metode pembelajaran; waktu yang disediakan tiap tahap pembelajaran; pengalaman belajar; kriteria, indikator, dan bobot penilaian; dan daftar referensi yang digunakan.
Pendekatan dalam Proses Belajar Perspektif Imam Al-Ghazali Amin, Muhammad
AL-FURQAN Vol 5 No 1 (2016): Edisi Maret -Agustus 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Amin Dompu

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2504.467 KB)

Abstract

Pendekatan dalam proses belajar perspektif Imam al-Ghazali dalam kitab Ayyuhā al-Walad fī Nasīhati al-Muta‘allimīn wa Maw‘izatihim Liya’lamū wa Yumayyizū ‘Ilman Nāfi‘an min Gayrihi adalah pendekatan yang penuh dengan nuansa teosentris. Hal ini dibuktikan dengan pandangannya tentang belajar yang bernilai adalah apabila diniatkan untuk beribadah kepada Allah, dan motivasi dalam belajar harus demi menghidupkan syari’at Nabi dan menundukkan hawa nafsu. Kemudian, siswa juga harus memperhatikan kesucian jiwanya, dan karena itu, ia harus menelaah ilmu agama dan ilmu tauhid, perkataan dan perbuatannya harus sama dengan syara’, lebih memilih fakir dan menjauhi kehidupan dunia, ikhlas, tawakkal, dan tidak meninggalkan shalat tahajjud. Siswa juga harus memilih guru yang memiliki akhlak yang baik, bersikap patuh dan tunduk terhadap guru dalam segala hal, tidak boleh berdebat, tidak boleh menjadi juru mau’izah, tidak bergaul dengan kalangan eksekutif, serta berbuat baik terhadap Allah dan sesama manusia. Di samping itu, siswa juga harus mengamalkan ilmu yang diperolehnya sebab ilmu tanpa diamalkan adalah kegilaan dan beramal yang tidak didasari oleh ilmu pengetahuan adalah sia-sia
Pengaruh Model Pembelajaran Discovery Learning dengan Memanfaatkan Lingkungan sebagai Sumber Belajar Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Kelas X Awaluddin, Rizka
AL-FURQAN Vol 5 No 1 (2016): Edisi Maret -Agustus 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Amin Dompu

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (933.072 KB)

Abstract

Tujuan  penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran discovery learning dengan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar terhadap hasil belajar peserta didik, (2) Untuk mengetahui hasil belajar peserta didik antara model pembelajaran discovery learning dengan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar dengan model pembelajaran langsung. Penelitian ini adalah penelitian Quasi Eksperiment. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh rombongan belajar kelas X semester genap SMA Negeri 2 Bolo yang terdiri dari empat rombongan belajar. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah (1) Tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan (1) Terdapat pengaruh signifikan model pembelajaran discovery learning dengan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar terhadap hasil belajar peserta didik, (2) Terdapat perbedaan belajar peserta didik yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran discovery learning dengan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar dengan model pembelajaran pembelajaran langsung
Faktor-Faktor Penyebab Rendahnya Prestasi Belajar Aqidah Akhlak di Kelas IV MIS Iqro’ Ummat Kecamatan Manggelewa Tahun Pelajaran 2016/2017 Nurhasanah, Nurhasanah
AL-FURQAN Vol 5 No 1 (2016): Edisi Maret -Agustus 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Amin Dompu

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1758.433 KB)

Abstract

Pada beberapa dekade terakhir sampai pada abad millennium ini, kita bisa melihat betapa pendidikan di Indonesia seperti “mati suri” akan nilai-nilai yang menjadi budaya bangsa timur yang cenderung untuk mengedepankan nilai-nilai moralitas, etika masyarakat yang berbudi luhur, serta menjunjung tinggi nilai-nilai dari agama (religius) sesuai dengan jati diri dan kepribadian bangsa. Kita bisa melihat pada akhir-akhir ini para generasi muda, khususnya para pelajar yang sedang terjangkiti penyakit “dekadensi moral” seperti kekerasan atau tawuran antar pelajaran, pemerkosaan, hamil diluar nikah, pengunaan obat terlarang, minum-minuman keras, perkelahian dan lain sebagainya seolah-olah sudah menjadi hal yang biasa. Hal inilah menjadikan bangsa Indonesia pada hari ini terasa seperti tercerabut dari akar budaya bangsa sendiri. Hakekat dari sebuah tujuan pendidikan Islam sebenarnya adalah proses sesuatu yang terikat oleh nilai-nilai ketuhanan (teistik) atau ketauhidan. Karena itu, pemaknaan pendidikan merupakan perpaduan antara keunggulan spiritual dengan cultural. Dengan demikian, budaya akan berkembang dengan berlandaskan nilai-nilai agama, yang mana pada gilirannya akan melahirkan hasil cipta, karya, rasa dan karsa manusia yang sadar akan nilai-nilai ilahiah (keimanan-ketauhidan).
Pengaruh Metode Pembelajaran Demonstrasi terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII Awaluddin, Rizka
AL-FURQAN Vol 6 No 2 (2018): Edisi September 2017-Februari 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Amin Dompu

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.612 KB)

Abstract

Tujuan  penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui pengaruh metode pembelajaran demonstrasi terhadap motivasi dan hasil belajar siswa, (2) Untuk mengetahui perbedaan motivasi dan hasil belajar siswa antara metode pembelajaran demonstrasi dan metode pembelajaran konvensional. Penelitian ini adalah penelitian Quasi Eksperiment. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh rombongan belajar kelas VIII semester genap SMP Negeri 4 Bolo yang terdiri dari tujuh rombongan belajar. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah (1) Angket motivasi belajar, dan (2) Tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan (1) Terdapat pengaruh signifikan metode pembelajaran demontrasi terhadap motivasi belajar siswa, (2) Terdapat perbedaan motivasi dan hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan metode pembelajaran demonstrasi dan metode pembelajaran konvensional.
Upaya Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membina Akhlak Siswa Kelas VIII SMP Negeri 06 Kecamatan Manggelewa Kabupaten Dompu Tahun Pelajaran 2017/2018 Nurhasanah, Nurhasanah
AL-FURQAN Vol 6 No 1 (2017): Edisi Maret -Agustus 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Amin Dompu

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (954.533 KB)

Abstract

Pada saat mengenalkan konsep-konsep baik-buruk, benar-salah atau menanamkan disiplin pada anak, orang tua atau guru hendaknya memberikan penjelasan tentang alasannya. Seperti (1) mengapa menggosok gigi sebelum tidur itu baik, (2) mengapa sebelum makan harus mencuci tangan, atau (3) mengapa tidak boleh membuang sampah sembarangan. Penanaman disiplin dengan disertai  alasannya ini, diharapkan akan mengembangkan self-control atau self-discipline (kemampuan mengendalikan diri, atau mendisiplinkan diri berdasarkan kesadaran sendiri) pada anak. Apabila penanaman disiplin ini tidak diiringi penjelasan tentang alasannya, atau bersifat doktriner, biasanya akan melahirkan sikap disiplin buta, apalagi jika disertai dengan perlakuan yang kasar.
Komparasi Daya Matematis antara Siswa yang Diajar Melalui Strategi Pembelajaran TTW Dengan TAPPS Pujiarti, Titi
AL-FURQAN Vol 6 No 1 (2017): Edisi Maret -Agustus 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Amin Dompu

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (863.537 KB)

Abstract

The research aimed to discover the description, the difference of the improvement of Mathematical Powers of students who were taught by using cooperative learning TTW strategy TAPPS strategy to class VIII students at SMPN 26 Makassar. This research is a quasi-experimental research, using the h pretest-posttest two group design. The population in this study in a class VIII at SMPN 26 Makassar on the academic year 2016/2017 by number of 250 students. The study involved two experimental class, the class VIII 3 consisting of 28 student and class VIII 4 which consists of 28 student selected by simple random sampling. The first experimental class was treated by applying cooperative learning with TTW strategy and and the second experimental class was treated by applying TAPPS strategy. The instruments of the research were Mathematical power test, learning implementation observation sheet, and students’ activities observation sheet. The data obtained were analyzed using descriptive statistics and inferential statistical analysis using analysis of Multivariate Analysis of Varian (MANOVA). The results of the research showed that (1) Mathematical powers (concept understanding ability) after the implementation of cooperative learning with TTW strategy were in high category, Mathematics communication abilities were in medium category, Mathematics problem solving abilities were in high category and the improvement of Mathematical powers in high category. And Mathematical powers (concept understanding ability, Mathematics communication, and Mathematical problem solving) after the implementation of cooperative learning with TAPPS strategy were in medium category, Mathematical powers in medium category, (2) there was difference of improvement of Mathematical powers of students who were taught by using TTW strategy and TAPPS strategy. (3) there was no difference of the improvement of Mathematics concept understanding abilities who were taught by using TTW strategy and TAPPS strategy (4) there was a difference of the improvement of Mathematics communication abilities of the students who were taught by using TAPPS strategy, and (5) there was a difference of the by using TTW strategy and TAPPS strategy to class VIII students at SMPN 26 Makassar
Pondok Pesantren: Lulusan Santri Beriman dan Profesional Berbasis Manajemen Sumber Daya Manusia Ittihad, Ittihad
AL-FURQAN Vol 7 No 1 (2018): Edisi Maret - Agustus 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Amin Dompu

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.105 KB)

Abstract

Mengembangkan budaya profesional di sekolah (madrasah) dilakukan dengan 1) menerapkan system penerimaan siswa baru yang ketat, 2) kegiatan orientasi sekolah pada siswa baru, 3) memberlakukan tata tertib sekolah/madrasah dan tugas kompensasi, 4) melaksanakan system pembelajaran yang mantap, dan 5) melaksanakan pemasaran lulusan. pada penelitian ini disaat banyak lembaga pendidikan mengalami penurunan peserta didik yang signifikan, justru Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin NW Anjani mengalami kenaikan santri. Dalam membekali masa depan santri, Ponpes Syaikh Zainuddin NW Anjani memberikan pelajaran agama, umum dan keterampilan. Penelitian tentang manajemen sumber daya manusia merupakan penelitian lapangan menggunakan pendekatan kualitatif. Kehadiran peneliti di lapangan  sebagai instrumen. penelitian di lakukan di Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin NW Anjani. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data tulis yang bersumber dari dua macam yaitu: informan dan arsip (dokumen). Teknik pengumpulan data melalui wawancara (interview). Pengamatan (0besrvasi) dan dokumentasi. Teknik analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas, sehingga datanya sudah jenuh. Hasil penelitian bahwa karakteristik Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin NW Anjani menurut tipenya termasuk dalam pondok pesantren modernt yakni pondok pesantren kalafi, menurut tipe Pondok Pesantren tipe D. Implementasi manajemen sumber daya manusia pondok pesantren Syaikh Zainuddin NW Anjani dilakukan sebagai berikut: perencanaan dilakukan berdasarkan analisis trend, selanjutnya dirumuskan dalam bentuk perencanaan, pengorganisasian selanjutnya dilakukan pembagian tugas pengurus dan tenaga pendidik. Pelaksanaan meliputi: metode rekrutmen belum terbuka sehingga tidak ada seleksi. Orientasi belum dilaksanakan pada semua tenaga baru. Pelatihan untuk materi umum masih tergantung panggilan dari Kanwil Kemenag Kabupaten Lombok Timur. Pengendalian meliputi:penilaian baru menggunakan cara pendekatan individual. Kompensasi yang diberikan tidak sesuai dengan job analisis
Perkembangan Pendidikan Islam dan Kearifan Lokal di Indonesia Fauziah, Nurul
AL-FURQAN Vol 6 No 2 (2018): Edisi September 2017-Februari 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Amin Dompu

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.141 KB)

Abstract

Perkembangan Pendidikan Islam di Indonesia telah lama muncul, demikian halnya dengan Kearifan lokal merupakan salah satu dasar penetapan hukum Islam, hal ini menyiratkan arti (1) perlunya kontekstualisasi Islam agar artikulasi ajarannya dalam memandu kehidupan tidak lepas-konteks, (2) kebaikan/kebenaran sangat mungkin ditemukan “di luar teks”, di mana fungsi teks tinggal mengafirmasinya, dan (3) teks bersifat terbatas, sedangkan realitas bersifat tak terbatas sehingga interpretasi teks perlu memperhatikan dinamika realitas kehidupan. Kearifan lokal yang dapat dipertahankan dan patut dilestarikan sesuai dengan ajaran agama Islam merupakan hasil usaha dari para ulama-ulama jaman dahulu terutama para waliyullah.Kearifan lokal adalah warisan masa lalu yang berasal dari leluhur, yang tidak hanya terdapat dalam sastra tradisional. Kearifan lokal hanya akan abadi kalaukearifan lokal terimplementasikan dalam kehidupan konkret sehari-hari sehingga mampu merespons dan menjawab arus zaman yang telah berubah. Kearifan lokal juga harus terimplementasikan dalam kebijakan negara, misalnya dengan menerapkan kebijakan ekonomi yang berasaskan gotong-royong dan kekeluargaan sebagai salah satu wujud kearifan lokal kita
Pemikiran Multikulturalisme K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Implikasinya terhadap Pendidikan Agama Islam di Indonesia Miskan, Miskan
AL-FURQAN Vol 6 No 2 (2018): Edisi September 2017-Februari 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Amin Dompu

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1660.921 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh beragamnya agama, budaya, ras, maupun suku di Indonesia. Dalam hal ini Gus Dur sebagai tokoh multikulturalisme mencoba merangkul semua perbedaan tersebut dalam konsep pemikirannya. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pemikiran Gus Dur tentang multikulturalisme dan implikasinya terhadap pendidikan agam Islam di Indonesia. Penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan sosio-historis yang berusaha mengungkap idiologi dan biografi tokoh yang dijadikan objek dengan teknik pengumpulan data berupa menganalisis data primer dan sekunder. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa pemikiran Gus Dur tentang multikulturalisme dapat dilihat dari beberapa aspek: aspek mengenai pribumisasi Islam, nilai-nilai demokrasi dan HAM, prinsip-prinsip humanisme dan pluralitas masyarakat, serta karakteristik multikulturalisme. Semua pemikiran Gus Dur tersebut berimplikasi terhadap pendidikan agama Islam di Indonesia yang dapat dilihat dalam beberapa aspek yaitu: pendidikan agama Islam Berbasis Neormodernisme, pendidikan agama Islam Berbasis Pesantren, pendidikan agama Islam yang beragam, kurikulum, dan metode pendidikan. Kaitannya dengan pesantren, Gus Dur berusaha menginternalisasikan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya  dengan konteks zaman tanpa menghilangkan pesan moral pesantren tersebut. Semua pemikiran Gus Dur  tentang pendidikan agama Islam di Indonesia bertujuan untuk menjawab segala tantangan dan kebutuhan masyarakat modern. Elaborasinya dalam konteks sosial menjadikannya sebagai wahana untuk merangkul perbedaan dengan mengedepankan prinsip Persatuan dan Kesatuan demi terwujudnya keselarasan di bawah bingkai Bhineka Tunggal Ika