cover
Contact Name
Wike Adhi Anggono
Contact Email
wike73@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalpangan@yudharta.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. pasuruan,
Jawa timur
INDONESIA
TEKNOLOGI PANGAN : Media Informasi dan Komunikasi Ilmiah Teknologi Pertanian
ISSN : 20879679     EISSN : 2597436X     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
The Journal of Food Technology is a Food Technology scientific information and communication media aimed at accommodating and communicating the results of research and service of students, lecturers and researchers. The fields of science include food science, technology, and processed food products, health, agribusiness, and fields related to fisheries, livestock, and agrotechnology related to food. The Journal of Food Technology is published twice in March and September and in an additional edition in December.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue " Vol 9 No 1 (2018)" : 12 Documents clear
KARAKTERISTIK MINUMAN PROBIOTIK FERMENTASI Lactobacillus casei DARI SARI BUAH SALAK Utami, Cahyaning Rini
TEKNOLOGI PANGAN : Media Informasi dan Komunikasi Ilmiah Teknologi Pertanian Vol 9 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.54 KB)

Abstract

Salak merupakan buah asli Indonesia yang keberadaanya melimpah. Salak mengandung sukrosa, fruktosa, dan glukosa yang dimanfaatkan bakteri asam laktat (BAL) selama proses fermentasi sehingga dapat dibuat sebagai bahan dasar minuman probiotik. Pemanfaatan salak sebagai bahan dasar minuman probiotik dapat meningkatkan nilai jual salak. Pembuatan minuman probiotik salak melibatkan bakteri Lactobacillus casei strain Shirota sebagai agen probiotik yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan susu dan waktu fermentasi terhadap karakteristik minuman probiotik fermentasi L.casei dari sari buah salak serta kombinasi terbaik penambahan susu dan waktu fermentasi. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah rancangan acak kelompok (RAK) dengan 2 perlakuan. Perlakuan yang diterapkan adalah penambahan susu dengan variasi 5% dan 10% (v/v) dengan waktu fermentasi 2, 4, 6, 8 dan 10 jam. Hasil fermentasi diuji viskositas, pH, kadar gula total dan organoleptik. Seluruh data dianalisa menggunakan analisis varian (ANOVA) yang dilanjutkan dengan uji BNT. Pemilihan terbaik dengan metode De Garmo. Hasil penelitian menunjukkan penambahan susu dan waktu fermentasi berpengaruh terhadap karakteristik minuman probiotik salak. Kombinasi perlakuan persentase penambahan susu sebesar 10% (v/v) dengan waktu fermentasi 8 jam (T2L4) merupakan hasil terbaik dengan karakteristik: viskositas 12,90 cps; pH 4,82; kadar gula 7,43% dan nilai organoleptik terhadap rasa, warna, tekstur, dan aroma berturut-turut sebesar 5,49 (sangat suka); 3,57(suka) ; 3,65(suka); dan 3,66(suka).  
UJI BORAKS DAN FORMALIN PADA JAJANAN DISEKITAR UNIVERSITAS YUDHARTA PASURUAN Kholifah, Siti; Utomo, Deny
TEKNOLOGI PANGAN : Media Informasi dan Komunikasi Ilmiah Teknologi Pertanian Vol 9 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.564 KB)

Abstract

Keamanan pangan merupakan suatu hal yang harus diperhatikan karena dapat berdampak pada kesehatan, baik bagi anak-anak maupun orang dewasa. Menurut data dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), sepanjang tahun 2012, insiden keracunan akibat mengonsumsi makanan menduduki posisi paling tinggi, yaitu 66,7%. Salah satu penyebab keracunan makanan adalah adanya kandungan bahan tambahan pangan seperti formalin, boraks, dan pewarna tekstil dalam makanan. Disekitar Universitas Yudharta Pasuruan banyak sekali penjual jajanan, seperti ; cilok, mie basah, bakso, kudapan makanan ringan, dan aneka minuman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jajanan yang mengandung boraks dan formalin dan untuk mengetahui jajanan yang aman dan tidak aman bagi anak-anak. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random dengan asumsi sampel yang banyak diminati anak-anak dan dicurigai mengandung boraks dan formalin, sehingga didapatkan sampel sebanyak 9 sampel jajanan yang didapatkan dari 7 penjual jajanan. Kemudian sampel diberi kode A, B, C, D, E, F, G, H dan I. Dalam penelitian ini uji boraks dan formalin dilakukan secara kualitatif yaitu menggunakan test kit boraks dan tes kit formalin. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 9 sampel makanan jajanan yang diuji, 2 sampel positif mengandung boraks yaitu sampel H dan I. Sedangkan untuk uji formalin, tidak satu pun sampel jajanan yang mengandung formalin. Sehingga bisa disimpulkan bahwa jajanan yang aman dikonsumsi adalah sampel A, B, C, D, E, F dan G. Sampe-sampel tersebut dinyatakan negatif mengandung boraks dan formalin.   
PENGARUH LAMA PEREBUSAN KULIT TELUR PADA PEMBUATAN BUBUK SUPLEMEN KALSIUM Puspitasari, Rafika Dwi; Swasono, Muhammad Aniar Hari
TEKNOLOGI PANGAN : Media Informasi dan Komunikasi Ilmiah Teknologi Pertanian Vol 9 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.053 KB)

Abstract

Telur merupakan makanan yang banyak di konsumsi di indonesia. Bukan hanya untuk konsumsi telur juga di gunakan dalam proses produksi berbagai macam roti dan kue, itu menjadikan tingkat limbah dari kulit telur semakin meningkat. Dengan adanya upaya pemanfaatan limbah berupa kulit telur menjadi produk pangan dapat mengurangi jumlah limbah pada industry berbahan baku telur. Penelitian ini meneliti tentang prosentase lama perebusan bubuk kulit telur bertujuan untuk mengetahui kadar kalsium. Metode yang digunakan yaitu Rancangan Acak Tunggal non factorial. Terdapat 5 perlakuan dan masing-masing perlakuan diulang 3 kali. Analisis data menggunakan metode ANOVA apabila ada pengaruh dilanjutkan dengan uji BNT 5% untuk mencari beda nyata antara substitusi bubuk cangkang telur. Pengamatan yang dilakukan meliputi uji kadar kalsium dan uji organoleptik rasa, warna dan aroma. Berdasarkan hasil penelitian, nilai rata-rata kadar kalsium bubuk kulit telur diperoleh 131.451,16. Kadar kalsium terendah diperoleh pada bubuk perlakuan T0 (Tanpa perebusan), sedangkan kadar kalsium tertinggi diperoleh pada bubbuk perlakuan T4 dengan lama perebusan 60 menit. Hasil perhitungan indeks efektifitas menunjukkan kombinasi perlakuan terbaik pada pada T0 (Tanpa perebusan) yaitu rasa dengan nilai 3,25%, aroma dengan nilai 3,3%, warna dengan nilai 3,75%.  
KARAKTERISTIK INSTANT NOODLE DARI PATI JAGUNG TERMODIFIKASI Mangunsong, Lamria
TEKNOLOGI PANGAN : Media Informasi dan Komunikasi Ilmiah Teknologi Pertanian Vol 9 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.762 KB)

Abstract

Pati jagung alami (native) memiliki kelemahan sebagai bahan instant noodle. Dengan perlakuan modifikasi Autoclaving-Cooling dan Heat Moisture Treatment (AC-HMT) diharapkan penggunaan pati jagung dapat menghasilkan Instant Noodle yang lebih baik. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi karakteristik fisik Instant Noodle jagung hasil formulasi dari tepung jagung dan pati jagung modifikasi. Metode penelitian ini terdiri dari tiga tahapan, tahap pertama adalah ekstrasi pati jagung Tahap kedua adalah Modifikasi pati jagung dengan metode kombinasi AC-HMT yaitu susupensi pati jagung 20 % b/b yang terbentuk pada suhu 700 C dipanaskan dengan autoklaf selama 15 menit, pada suhu 1200 C, dilanjutkan dengan proses HMT dengan perlakuan HMT 15 menit (autoklaf selama 15 menit). Sedangkan tahap ketiga adalah pembuatan Instant Noodle. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah RancanganAcak Lengkap factorial yaitu perbandingan antara tepung jagung dan pati modifikasi perlakuan yang terbaik dari modifikasi pati jagung selanjutnya digunakan untuk aplikasinya pada pembuatan instant Noodle dengan perbandingan antara tepung jagung dan pati jagung termodifikasi dibedakan menjadi lima formula yaitu 100: 0; 75:25; 50:50; 25:75; 0:100. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa formula instant noodle jagung 25:75 menghasilkan karakteristik yang lebih baik dengan kadar air, tensile strength, elongasi, kelarutan dan swelling power sebagai berikut 9,8466%, 0,4767N, 68,4738%, 1,1869%, dan 39,6540%  
PENGARUH PENAMBAHAN WORTEL (Daucus carota) PADA PEMBUATAN CUKA APEL TERHADAP KUALITAS MINUMAN HASIL FERMENTASI Arifin, A. Zainul; Pratiwi, Sri Hariningsih
TEKNOLOGI PANGAN : Media Informasi dan Komunikasi Ilmiah Teknologi Pertanian Vol 9 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.472 KB)

Abstract

Apel dan wortel merupakan buah yang memberikan hasil yang menguntungkan dan sering dijadikan sebagai bahan baku minuman fungsional. Salah satu minuman fungsional berbahan apel adalah cuka apel. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemberian ekstrak wortel yang tepat pada proses pembuatan cuka apel untuk menghasilkan produk minuman yang berkualitas. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktor tunggal. Data dianalisis mengunakan analisis ragam dengan uji BNT 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan terbaik pada parameter kmia didapatkan dari kombinasi perlakuan fermentasi apel 5 kg ditambah ekstrak sari wortel 2,5 kg setelah proses tahap 2 dengan kadar alkohol atau etanol sebesar 2,52%, total asam sebesar 24,36%, kadar gula reduksi sebesar 7,80%, vitamin A sebesar 136,6 Si/100 ml, dan vitamin C sebesar 2,62 mg/100 ml  
PENURUNAN SENYAWA SAPONIN PADA GEL LIDAH BUAYA DENGAN PEREBUSAN DAN PENGUKUSAN Gunawan, Desdy Hendra
TEKNOLOGI PANGAN : Media Informasi dan Komunikasi Ilmiah Teknologi Pertanian Vol 9 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.818 KB)

Abstract

Saponin adalah jenis glikosida yang banyak ditemukan dalam tumbuhan dan bersifat kompleks yang memiliki karakteristik berupa buih, sehingga ketika direaksikan dengan air dan dikocok maka akan terbentuk buih. Perebusan dapat pula mengurangi senyawa- senyawa yang dianggap tidak dibutuhkan dalam bahan, terutama terhadap senyawa yang mudah larut didalam air, sedangkan pengukusan merupakan proses pemasakan dengan medium uap air panas yang dihasilkan oleh air mendidih. Penelitian ini membandingkan perebusan dan pengkusan. Hasil yang diperoleh menyimpulkan bahwa pengukusan memberikan efek positif terhadap parameter yang diuji.  
IPTEK BAGI MASYARAKAT KELOMPOK USAHA KRUPUK PULI DI DESA TOYOMARTO, KECAMATAN SINGOSARI, KABUPATEN MALANG Wardhani, Tri; Anggraeni, Frida Dwi
TEKNOLOGI PANGAN : Media Informasi dan Komunikasi Ilmiah Teknologi Pertanian Vol 9 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (683.005 KB)

Abstract

Krupuk tidak sekedar pelengkap makan, bahkan telah menjadi produk oleh-oleh kuliner khas suatu daerah. Desa Toyomarto di wilayah Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang menyimpan potensi industri rumah tangga krupuk puli. Permasalahan pada usaha krupuk puli di Desa Toyomarto adalah (1) Penjemuran krupuk puli terhambat pada saat musim penghujan, yang mengakibatkan produksi merosot sebesar 60%; (2) Kurang higienisnya mixer akibat alat pemutar yang tidak dapat dilepas sehingga tidak pernah dicuci; (3) Masih digunakan bleng yang dilarang pemakaiannya oleh Kemenkes, sehingga krupuk puli sangat berpotensi mengganggu kesehatan konsumen; (4) Belum mengetahui prosedur/cara penggunaan BTP yang dianjurkan oleh Kemenkes untuk pembuatan krupuk puli. Solusi yang ditawarkan untuk menyelesaikan permasalahan mitra adalah: (1) Mendesain dan membuat alat pengering krupuk (dryer); (2) Mendesain dan membuat mixer; (3) Mengganti bleng dengan BTP yang diijinkan oleh Menkes, yaitu STPP (Sodium Tri Poly Phosphat); (4) Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan mitra dalam penggunaan STPP.  
KELOMPOK TANI DAN IBU PKK DESA WAJOKHILIR MELALUI PELATIHAN DIVERSIFIKASI PRODUK OLAHAN BERBASIS KELAPA DAN PISANG Tarmidji, Tashadi; Ali, Muhammad
TEKNOLOGI PANGAN : Media Informasi dan Komunikasi Ilmiah Teknologi Pertanian Vol 9 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.767 KB)

Abstract

Desa Wajok Hilir Kecamatan Siantan Kabupaten Mempawah merupakan wilayah yang sangat potensial pada hasil pertaniannya berupa tanaman kelapa dan pisang jenis Kepok dan masih sangat terbatas pemanfaatannya menjadi produk pangan. Melalui Kegiatan PPM IbM ini tujuanyang akan dilakukan adalah : memberikan informasi pengetahuan dan ketrampilan IPTEKS diversifikasi kelapa dan pisang pada kelompok Tani “Bina Usaha” dan Ibu PKK sebagai kelompok mitra . Metode Kegiatan yang akan dilaksanakan adalah Transfer Teknologi Ipteks dan Kewirausahaan (Entrepreneurship)berupa pelatihan dan bimbingan teknis terhadap mitra dalam berproduksi, Pelatihan Kewirausahaan, Pelatihan pembukuan dan strategi pemasaran .Kegiatan PKM ini dapat diterima oleh masyarkat mitra, hal ini dapat ditunjukkan dengan antusiasnya peserta pelatihan, selain itu peserta pelatihan memiliki kemampuan untuk membuat sendiri aneka olahan produk kelapa dan pisang dengan kemasan yang menarik dan membuka usaha kecil untuk menambah income pendapatan keluarga  
KREATIVITAS KOMBINASI PANGAN BERBAHAN BAKU JAGUNG DAN KELAPA Susilo, D.U.M.; Yuliana, Elsa Sari
TEKNOLOGI PANGAN : Media Informasi dan Komunikasi Ilmiah Teknologi Pertanian Vol 9 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.022 KB)

Abstract

Jagung dan kelapa merupakan sebagian komoditi lokal unggulan Desa Pematang TujuhKecamatan Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat. Kedua tanaman ini berpotensiuntuk dikembangkan menjadi ragam produk olahan pangan, baik diolah terpisah maupundikombinasikan. Pengabdian masyarakat yang dilakukan memberikan pembimbingan danpendampingan kepada mitra yang ditunjuk untuk mengembangkan potensi lokal yang dimilikimenjadi usaha baru untuk membantu menopang penghasilan keluarga terutama mitra binaansebagai pioner dalam usaha yang dimaksud. Pendekatan secara personal dengan metodainformal dan formal kepada mitra dilakukan secara bertahap untuk aplikasi dan penerimaanyang diharapkan. Hasil yang diperoleh adalah mitra binaan mampu mengolah ragam olahanproduk yang dilatihkan dengan teknik pengemasan yang benar dan menarik sehingga memilikikelayakan untuk dapat dipasarkan, walaupun sementara ini, pasar yang dijangkau adalah pasarterdekat dari tempat produksi. Harapannya usaha ini menjadi peluang bisnis yang dapatdikembangkan lebih luas demi kesejahteraan mitra
PENURUNAN SENYAWA ANTINUTRISI PADA BIJI JAGUNG DENGAN BERBAGAI METODA Narsih, Narsih; Agato, Agato; Sesario, Revi
TEKNOLOGI PANGAN : Media Informasi dan Komunikasi Ilmiah Teknologi Pertanian Vol 9 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.023 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan menciptakan dan mengembangkan inovasi produk pangan berbahan baku jagung rendah senyawa anti nutrisi dan sebagai upaya pengembangan potensi daerah yang belum terolah secara maksimal menjadi produk sediaan pangan berbentuk mie basah yang pastinya bernutrisi tinggi. Penelitian ini membandingkan tiga metoda dalam menurunkan senyawa anti nutrisi perendaman 24 jam, perkecambahan 24 jam dan fermentasi 24 jam dengan fokus parameter uji protein, daya cerna protein, serat, fitat dan pati. Hasil yang diperoleh menyimpulkan bahwa perlakuan perkecambahan memiliki keefektifan dalam memperoleh parameter terbaik dengan spesifikasi sebagai berikut protein 10,64%, daya cerna protein 80,59%, serat 1,50%, fitat 440,66 mg/g dan pati 45,23%.  

Page 1 of 2 | Total Record : 12