cover
Contact Name
Wike Adhi Anggono
Contact Email
wike73@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalpangan@yudharta.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. pasuruan,
Jawa timur
INDONESIA
TEKNOLOGI PANGAN : Media Informasi dan Komunikasi Ilmiah Teknologi Pertanian
ISSN : 20879679     EISSN : 2597436X     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
The Journal of Food Technology is a Food Technology scientific information and communication media aimed at accommodating and communicating the results of research and service of students, lecturers and researchers. The fields of science include food science, technology, and processed food products, health, agribusiness, and fields related to fisheries, livestock, and agrotechnology related to food. The Journal of Food Technology is published twice in March and September and in an additional edition in December.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 7 No 1 (2016)" : 6 Documents clear
PENGARUH EKSTRAK BAWANG MERAH (Eleutherina americana) DENGAN MADU PADA MINUMAN FUNGSIONAL Hastuti, Ningrum Hastuti; Ruhibnur, Refid
TEKNOLOGI PANGAN : Media Informasi dan Komunikasi Ilmiah Teknologi Pertanian Vol 7 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.929 KB)

Abstract

Dayak onion also called onion Mecca (Eleutherine americana) is a typical plant in Central Kalimantan. This plant has been handed down Dayak community is used as a medicinal plant. Dayak onion processing into refined products it needs to be developed considering the sale of higher value than the fresh form. The purpose of this study was to determine the content of the antioxidant in onions Mecca and determine the best treatment combination between Mecca onion extract and honey to create chemically functional beverages and organoleptic tests. This study uses a Single randomized design with LSD 5% on chemical parameters during boiling of 0, 5, 10, 15 and 20 minutes. Measurement of organoleptic test on color, flavor, and aroma using friedman test. The results showed that the highest antioxidant levels obtained during boiling 10 minutes amounted to 55.79% and the lowest in the boiling water for 0 minutes at 12.82%. The best treatment is a combination of chemicals found at boiling for 10 minutes with antioxidants kada of 55.79% and total phenolic amounted to 4514.70 mg/g, whereas the best treatment combination on organoleptic test was obtained from a combination of onions mekah treatment that has been boiled for 10 minutes with the addition of 15 ml honey with a value of 5.05 (flavor), 7.60 (color), and 7.45 (aroma).Keywords: mecca onion extract, honey, functional drinks  
PENERAPAN GOOD MANUFACTURING PRACTICE (GMP) PADA KELOMPOK USAHA BERSAMA (KUB) WIDA MANTOLO KECAMATAN BENUA KAYONG Wardanu, Adha Panca; Anhar, Muh
TEKNOLOGI PANGAN : Media Informasi dan Komunikasi Ilmiah Teknologi Pertanian Vol 7 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.917 KB)

Abstract

Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini berupa pelatihan Cara Produksi Pangan yang Baik atau Good Manufaturing Practice (GMP) yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pelaku usaha industri kecil tentang proses produksi yang memenuhi standar produksi guna meningkatkan mutu produk dan daya saing. Metoda pendekatan dalam menyelasaikan masalah yang ada yaitu dengan melakukan Metode Transfer Teknologi (Ipteks) kepada Kelompok Usaha Bersama Wida Mantolo melalui pelatihan pelatihan mengenai cara produksi yang baik (GMP) dan menerapkannya didalam sistem dan proses produksi sehingga mampu memperbaiki mutu produk dan meningkatkan daya saing produk yang dihasilkan KUB Wida Mantolo. Kegiatan Pelaksanaan pengabdian pada masyarakat terbagi menjadi tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan tahap monitoring. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa pengetahuan dan pemahaman peserta meningkat, peserta mampu mengidentifikasi dan penilaian secara mandiri terhadap aspek-aspek GMP sesuai dengan standar produksi dan peserta mampu menerapkan aspek-aspek GMP. Penerapan kaidah GMP menunjukan peningkatan dari 49,9sebelum penerapan, menjadi 52,9 setelah penerapan GMP.  
PENENTUAN UMUR SIMPAN SIRUP KRANJI (Dialium indum L.) MENGGUNAKAN METODE ACCELERATED SHELF-LIFE TESTING (ASLT) SUHU Rifkowaty, Encik Eko; Muttaqin, Khairul
TEKNOLOGI PANGAN : Media Informasi dan Komunikasi Ilmiah Teknologi Pertanian Vol 7 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.007 KB)

Abstract

Keranji merupakan buah musiman yang banyak terdapat pada bulan Januari hingga April. Saat terjadi lonjakan panen, buah keranji melimpah di pasaran. Diversifikasi produk pangan berbahan baku keranji dapat dilakukan seperti pembuatan sirup, sehingga dapat menambah nilai ekonomis keranji. Indonesia yang beriklim tropis menjadikan sirup mudah diterima ditengah masyarakat. Pengetahuan mengenai umur simpan sirup keranji perlu dilakukan sebagai upaya keamanan pangan dan memberikan informasi kepada masyarakat. Pendugaan umur simpan sirup keranji dilakukan dengan metode ASLT (Accelerated Shelf Life Testing) suhu menggunakan pendekatan Arrhenius. Pengamatan terhadap perubahan mutu dilakukan selama periode waktu tertentu. Parameter yang diamati antara lain vitamin C, pH, padatan terlarut, dan total kapang. Plot perubahan mutu versus lama penyimpanan didapatkan persamaan linier. Plot eksponensial nilai slope (ln k) versus suhu (1/T ( o K)) didapatkan persamaan Arrhenius y = a + bx atau ln k = ln ko – Ea/RT. Pendugaan umur simpan ditentukan berdasarkan parameter yang memiliki nilai energi aktivasi terkecil. Energi aktivasi vitamin C, pH, total padatan terlarut, dan total kapang berturut-turut 8215,20, 1332,70, 11215,03, 536,19 kal/mol, sehingga pendugaan umur simpan ditentukan berdasarkan parameter total kapang. Umur simpan sirup keranji pada suhu 30o C yaitu ±20 hari, dengan skor penerimaan konsumen 61%.  
PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK LIDAH BUAYA (Aloe vera) PADA PEMBUATAN KERUPUK Sholiha, Qoidatul; Palupi, Hapsari Titi
TEKNOLOGI PANGAN : Media Informasi dan Komunikasi Ilmiah Teknologi Pertanian Vol 7 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.936 KB)

Abstract

Kerupuk merupakan produk makanan kering yang sudah lama dikenal masyarakat Indonesia. Kerupuk biasanya dikonsumsi sebagai makanan kecil atau sebagai pelengkap hidangan. Tanaman lidah buaya (Aloe vera) menjadi olahan kerupuk adalah suatu bentuk usaha yang dilakukan dalam meningkatkan nilai tambah dan nilai gizi serat dari bahan baku yang digunakan dalam proses produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara proporsi ekstrak lidah buaya dan tepung terhadap kualitas kerupuk ekstrak lidah buaya dan mengetahui proporsi ekstrak lidah buaya dan tepung untuk menghasilkan kerupuk ekstrak lidah buaya yang berkualitas. Penelitian ini menggunakan rancangan acak tunggal (RAT) dengan 1 faktor yaitu proporsi lidah buaya dan tepung tapioka. Faktor ini terdiri 5 variabel yaitu A1 = ekstrak lidah buaya : tapioka (0 : 100), A2 = ekstrak lidah buaya : tapioka (10 : 90), A3 = ekstrak lidah buaya : tapioka (20 : 80), A4 = ekstrak lidah buaya : tapioka (30 : 70), A5 = ekstrak lidah buaya : tapioka (40 : 60) Data yang diperoleh dianalisis dengan uji sidik ragam dan dilanjutkan uji beda nyata terkecil (BNT) 5%. Perlakuan terbaik pada penelitia ini adalah perlakuan A4 (ekstrak lidah buaya 30 : tapioka 70 ) dengan karakteristik sebagai berikut : rata-rata kadar air 12,01 %; antioksidan 7,75 %; daya kembang 67,84 %; daya serap minyak 5,50 %; serta rata-rata tingkat kesukaan panelis terhadap rasa 4,40 (menyukai) ; aroma 3,40 (netral) ; dan tekstur 3,90 (menyukai).  
PENGARUH KONSENTRASI PENAMBAHAN GULA PASIR TERHADAP KUALITAS PERMENN JELLY EKSTRAK KULIT BUAH NAGA PUTIH (Hylocereus undatus) Junaida, Siti; Utomo, Deny
TEKNOLOGI PANGAN : Media Informasi dan Komunikasi Ilmiah Teknologi Pertanian Vol 7 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (821 KB)

Abstract

Buah naga merupakan buah yang sangat bermanfaat karena menggandung senyawa antioksidan, vitamin, serat serta memiliki rasa yang segar. Ekstrak kulit buah naga sangat baik karena mengandung senyawa antioksidan yang cukup tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi penambahan gula terhadap sifat fisikokimia dan organoleptik permen jelly ekstrak kulit buah naga putih. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah dengan Rancangan Acak Tunggal (RAT), dimana terdapat 1 faktor yang terdiri dari 5 level (20%, 40%, 60%, 80%, 100%). Penelitian yang dilakukan antaralain analisa kimiawi dan fisik meliputi aktifitas antioksidan, kadar air, dan gula reduksi. Sedangkan sifat organoleptik dilakukan pengamatan terhadap rasa, aroma dan warna. Analisa data dilakukan dengan menggunakan analisis ragam (ANOVA) dengan selang kepercayaan 5% dan 1% apabila ditemukan pengaruh terhadap salah satu variable maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) Untuk uji organoleptik menggunakan uji Friedman. Perlakuan terbaik menggunakan metode indeks efektifitas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan penambahan gula pasir sebesar 100% merupakan hasil terbaik: antioksidan 14.14%; kadar air 11,81%; gula reduksi 17,66%; serta kesukaan panelis terhadap rasa 6,35 (menyukai); aroma 5,35 (agak menyukai); warna 6 (menyukai) dan tekstur 5,75 (agak menyukai).  
PENGARUH PENAMBAHAN BIJI LAMTORO GUNG (Leucaena leucocephala) PADA PROSES FERMENTASI TEMPE Qomariyah, Nurul; Utomo, Deny
TEKNOLOGI PANGAN : Media Informasi dan Komunikasi Ilmiah Teknologi Pertanian Vol 7 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1662.838 KB)

Abstract

Pada umumnya masyarakat menggunakan kedelai sebagai bahan pembuatan tempe, permintaan tempe semakin meningkat mengakibatkan semakin banyak impor kedelai. Usaha yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal tersebut yaitu dengan mengganti atau mencampur bahan baku (kedelai) dengan bahan yang lain. Salah satu bahan pengganti kedelai adalah biji lamtoro gung. Diversifikasi produk tempe dapat dilakukan dengan cara menambahkan lamtoro gung dalam tempe kedelai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh proporsi biji kedelai : lamtoro gung terhadap lama fermentasi dan kualitas tempe. Penelitian ini menggunakan rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dimana terdiri dari 3 faktor Perlakuan yaitu prosentase biji lamtoro gung 10%, 15% dan 20% dan lama fermentasi 18 Jam dan 36 Jam. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji sidik ragam dan dilanjutkan uji Jarak Berganda Duncan (DMRT) 5 %. Berdasarkan hasil analisa fisikokimia diperoleh tempe lamtoro yang disukai konsumen yaitu pada perlakuan A1B2 (prosentase biji lamtoro gung 10 % dan lama fermentasi 36 jam) dengan kualitas sebagai berikut : kadar Air 70,57 %, kadar protein 23,43 %, kadar lemak 5,46 %, kadar karbohidrat 10,34 %, dan berdasarkan hasil uji organoleptik diperoleh tempe lamtoro yang disukai konsumen yaitu pada perlakuan A1B1 (Prosentase biji lamtoro gung 10% dan lama fermentasi 18 jam) dengan karakteristik sebagai berikut : nilai kesukaan rasa 4,75 (Menyukai); nilai kesukaan aroma 4,35 (Menyukai) ; nilai kesukaan warna 4,75 (Menyukai) ; nilai kesukaan tekstur 3,95 (Netral).  

Page 1 of 1 | Total Record : 6