cover
Contact Name
Wike Adhi Anggono
Contact Email
wike73@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalpangan@yudharta.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. pasuruan,
Jawa timur
INDONESIA
TEKNOLOGI PANGAN : Media Informasi dan Komunikasi Ilmiah Teknologi Pertanian
ISSN : 20879679     EISSN : 2597436X     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
The Journal of Food Technology is a Food Technology scientific information and communication media aimed at accommodating and communicating the results of research and service of students, lecturers and researchers. The fields of science include food science, technology, and processed food products, health, agribusiness, and fields related to fisheries, livestock, and agrotechnology related to food. The Journal of Food Technology is published twice in March and September and in an additional edition in December.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue " Vol 6 No 1 (2015)" : 7 Documents clear
Redaksi Vol 6 (1) 2015 Pangan, Jurnal Teknologi
TEKNOLOGI PANGAN : Media Informasi dan Komunikasi Ilmiah Teknologi Pertanian Vol 6 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.275 KB)

Abstract

Redaksi Vol 6 (1) 2015
KAJIAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ANGKAK TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Bacillus cereus DAN Bacillus stearothermophillus Sumaryati, Enny; Sudiyono, Sudiyono
TEKNOLOGI PANGAN : Media Informasi dan Komunikasi Ilmiah Teknologi Pertanian Vol 6 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1249.332 KB)

Abstract

Penggunaan zat pengawet sintetis pada makanan oleh produsen semakin meresahkan meskipun pemakaiannya diijinkan karena berdampak negatip pada kesehatan konsumen. Oleh karena itu, upaya pemanfaatan pengawet alami sebagai pengganti pengawet sintetis sangat perlu dilakukan. Angkak memiliki daya kelarutan yang tinggi, stabil, mudah dicerna, dan tidak bersifat karsinogen. Angkak memiliki aktivitas sebagai antibakteri dan jamur, karena adanya senyawa Monascidin A. yaitu senyawa yang bersifat antibiotik, yang mampu menghambat bakteri Bacillus, Pseudomonas dan Streptococcus (Steinkraus,. 1983). Angkak terbukti dapat menghambat pertumbuhan bakteri perusak seperti Bacillus cereus dan Bacillus stearothermopillus ( Astawan, 2006). Bacillus cereus telah dikenali sebagai salah satu penyebab keracunan pada makanan, Sedangkan Bacillus stearothermophilus dikenal sebagai penyebab keasaman dari makanan kaleng. Oleh karena itu ekstrak angkak merupakan alternatif pengganti zat pengawet sintetis sehingga perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui berapa konsentrasi optimal ekstrak angkak yang bisa menghambat pertumbuhan bakteri Basillus cereus dan Bacillus stearothermophillus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh konsentrasi ekstrak angkak yang tepat untuk menghambat pertumbuhan bakteri Bacillus cereus dan Bacillus stearothermophillus. Antibakteri yang diuji adalah ekstrak angkak dengan mulai konsentrasi 0% sampai diperoleh konsentrasi angkak dimana larutan uji antibakteri tetap jernih tidak ada pertumbuhan bakteri. Mikroba yang digunakan dalam uji ini adalah Basillus cerius dan Basillus stearothermophilus. Hasil penelitian menyatakan bahwa konsentrasi 4% ekstrak angkak merupakan Kadar hambat minimum (KHM) pertumbuhan Bacillus cereus sedangkan Bacillus stearothermophilus mempunyai kadar hambat minimum (KHM) 20% konsentrasi ekstrak angkak. Kadar Bunuh Minimum (KBM) Ekstrak beras angkak terhadap Bacillus cereus adalah konsentrasi 10% b/v dan untuk Bacillus stearothermophillus adalah konsentrasi 50% b/v.
PEMANFAATAN DAUN KERSEN (Muntingia calabura) SEBAGAI PERMEN JELLY TERHADAP DAYA TERIMA KONSUMEN Huda, Samsul; Sahputra, Arif; Anggono, Wike Adhi; Wahyuni, Rekna
TEKNOLOGI PANGAN : Media Informasi dan Komunikasi Ilmiah Teknologi Pertanian Vol 6 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.996 KB)

Abstract

Kersen atau talok adalah nama sejenis pohon dan buahnya yang kecil dan manis. Daun kersen atau talok menurut mengandung kelompok senyawa atau lignan antara lain flavonoid, tannin, triterpene, saponin, dan polifenol yang menunjukkan aktivitas antioksidatif. Selama ini daun karsen hanya dikonsumsi dalam bentuk direbus saja sehingga kurang diminati walaupun mempunyai banyak manfaat. Oleh karena itu perlu adanya pengolah daun kersen untuk menciptakan produk alternatif baru yang dapat menarik daya terima konsumen. Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui berapa proporsi ekstrak daun kersen terbaik pada pembuatan permen jelly daun kersen dilihat dari kandungan nutrisinya dan Mengetahui berapa proporsi ekstrak daun kersen terbaik pada pembuatan permen jelly daun kersen yang layak diproduksi dilihat dari daya terima konsumen. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah dengan Rancangan Acak Tunggal dengan 5 perlakukan yaitu penambahan ekstrak daun kersen sebanyak 20%, 40%, 60%, 80% dan 100% b/v, masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Pengamatan dilakukan meliputi analisa fisik, kimiawi dan organoleptik yaitu analisa fisik: kecerahan dan tekstur, kimiawi: uji protein, uji kadar abu, gula reduksi, uji kadar air, dan organoleptik: rasa, aroma, warna dan tekstur. Hasil dari penelitian menunjukkan perlakuan terbaik adalah A5 dengan perlakuan Ekstrak daun kersen 100 gram : 100 ml Air dengan ketentuan kadar air 22.63% ; Gula reduksi 3.8173 %; Kadar abu 2.43% ; Tekstur (fisik) 15.52 %; Kecerahan 17.60% ; Protein 8.796 % ; Rasa 4.30% ; Aroma 4.15% ; Warna 4.75% ; Tekstur 4.75%.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT NELAYAN DI KABUPATEN PASURUAN: KAJIAN PENGEMBANGAN MODEL PEMBERDAYAAN SUMBERDAYA MANUSIA DI WILAYAH PESISIR PANTAI Nugroho, Matheus
TEKNOLOGI PANGAN : Media Informasi dan Komunikasi Ilmiah Teknologi Pertanian Vol 6 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.138 KB)

Abstract

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian pengabdian masyarakat civitas akademikaUniversitas Yudharta adalah (1) untuk mengetahui pola hidup nelayan (kondisi sosial,ekonomi dan budaya), dan upaya pendekatan ilmu pengetahuan dan teknologi apa sajayang dapat dilakukan untuk merubah kehidupan yang lebih baik; (2) untuk mengetahuimodal usaha yang dimiliki nelayan, dan upaya ilmu pengetahuan dan teknologi apa sajayang dapat dilakukan untuk merubah kehidupan yang lebih baik; (3) untuk merumuskankonsep kebijakan pemberdayaan masyarakat nelayan yang tepat, untuk merubahkehidupan nelayan yang lebih baik. Metode penelitian yang digunakan dalam kegiatanpengabdian masyarakat ini action research, dengan fokus (1) pola hidup nelayan (kondisisosial, ekonomi dan budaya); (2) modal usaha yang dimiliki nelayan dan (3) konsepkebijakan pemberdayaan masyarakat nelayan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1)pola hidup nelayan, yaitu interaksi sosial dan budaya masyarakat nelayan KabupatenPasuruan masih kuat, sementara tingkat pendapatan dan kesempatan berusaha masihrendah. Metode pelatihan dan pengembangan diversifikasi usaha produk perikanan dapatmeningkatkan pendapatan ekonomi nelayan; (2) modal usaha nelayan yaitu aset yangdimiliki nelayan dan peluang pengembangannya, manajemen modal usaha nelayan sertaakseptabilitas pengembangan modal usaha belum memberikan pengaruh terhadappeningkatan pendapatan ekonomi masyarakat nelayan. Metode pelatihan dan  pengembangan manajemen kewirausahaan ekonomi mikro dapat meningkatkanpendapatan ekonomi nelayan; (3) konsep kebijakan pengembangan ekonomi produktifusaha pengolahan hasil perikanan yang berkelanjutan, dengan metode pelatihan danpendampingan keluarga nelayan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan.
PENGARUH KONSENTRASI EKSTRAK DAUN CINCAU HIJAU (Cycle barbata L. Miers) DAN SUHU EKSTRAKSI TERHADAP KARAKTERISTIK MIE BASAH Palupi, Hapsari Titi
TEKNOLOGI PANGAN : Media Informasi dan Komunikasi Ilmiah Teknologi Pertanian Vol 6 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.2 KB)

Abstract

Mie merupakan makanan yang banyak dijumpai dan disukai di masyarakat. Untuk memperkaya kandungan gizi mie ditambahkan ekstrak gel daun cincau hijau (Cyclea barbata Miers). Gel cincau hijau memiliki sifat fisik sebagai hidrokoloid dan pembentuk gel yang dapat memberikan sifat pada ketegaran, kekokohan dan elastisitas mie. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh konsentrasi ekstrak daun cincau hijau dan suhu ekstraksi terhadap karakteristik mie basah. Perlakuan terbaik adalah konsentrasi ekstrak daun cincau hijau 5% dan suhu ekstraksi 40% dengan nilai kadar air 39.52%, kadar serat kasar 0.98%, waktu masak 3.00 menit, kapasitas penyerapan air 1.16%, tekstur 1.70 mm/g det, kecerahan warna 45.40 dan organoleptik rasa 4.40 (suka), warna 4.10 (suka) tekstur 4.30 (suka) dan aroma 4.00 (suka).
MEMPELAJARI PEMBUATAN NUGGET KACANG MERAH Huda, Thoriqul; Palupi, Hapsari Titi
TEKNOLOGI PANGAN : Media Informasi dan Komunikasi Ilmiah Teknologi Pertanian Vol 6 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.139 KB)

Abstract

Nugget merupakan makanan yang murah sehat karena serta memiliki kandungan gizi yang baik, maka digunakan kacang merah merah (Phaseolus vulgaris. L) sebagai pengganti daging Tujuan dari penelitian ini adalah : untuk mengetahui pengaruh lama perendaman kacang merah (Phaseolus vulgaris. L) terhadap kualitas nugget kacang merah. Perlakuan lama perendaman kacang merah (Phaseolus vulgaris. L) berpengaruh nyata terhadap kadar air, kadar protein, dan kadar serat, tekstur dan warna, karakteristik organileptik yang meliputi kesukaan tehadap warna, aroma, tekstur dan rasa.nugget kacang merah. Perlakuan terbaik adalah lama perendaman selama 48 jam dengan karakteristik kimia fisik yaitu: kadar air 50.61%; protein 5.73%; kadar serat 0.96% ; tekstur (fisik) 28.3 mm/g det ; warna/kecerahan 41.2% ; warna/intensitas merah 14.15%; sedangkan karakteristik oraganoleptik yaitu : rasa 3.9 (suka); aroma 3.25 (suka); warna 4.25 (suka) ; tekstur 4.65 (sangat suka).
Pedoman Penulisan Artikel Jurnal.pdf Yudharta, Faperta
TEKNOLOGI PANGAN : Media Informasi dan Komunikasi Ilmiah Teknologi Pertanian Vol 6 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.899 KB)

Abstract

Pedoman Penulisan Artikel Jurnal.pdf

Page 1 of 1 | Total Record : 7