cover
Contact Name
Ayu Chandra
Contact Email
ayu.chandra21@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ayu.chandra21@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Reka Buana : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Teknik Kimia
ISSN : 25033654     EISSN : 25032682     DOI : -
Focus and Scope of this journal are : Chemical Engineering including : bioenergy processing, environmental engineering, natural resource management, Heat and Mass Transfer, Chemical Reaction, Analytical Chemistry, Biochemistry, Designing tools and chemical processes, Chemical industry process, Computing and modeling (simulation) process, Particle and nano technology, membrane technology, esessential oil technology, and phytopharmaca, etc. Civil Engineering including : technology of construction materials, transportation system, environmental layout, concrete and wood structures, steel construction, bridge and dam construction, management of water resources and Hydrology, earthquake engineering, sanitation systems and urban drainage.
Articles 72 Documents
Estimasi dan Evaluasi Debit Rembesan pada Bendungan Urugan Batu Zonal Inti Tegak Siswanto, Siswanto; Suprapto, Suprapto; Sachro, Sri Sangkawati
Reka Buana : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 4, No 2 (2019): EDISI SEPTEMBER 2019
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1006.422 KB) | DOI: 10.33366/rekabuana.v4i2.1424

Abstract

Bendungan urugan batu zonal inti tegak mempunyai geometri yang lebih kompleks dibandingkan dengan bendungan tanah homogen. Banyaknya bentuk geometri dan material yang digunakan menyebabkan prediksi dan perhitungan yang lebih rumit. Pemodelan finite element (FEM) sering digunakan untuk menghitung perilaku rembesan yang terjadi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan model numeris yang dapat digunakan sebagai estimasi debit rembesan sekaligus sebagai validasi pemodelan rembesan pada bendungan urugan batu inti tegak. Evaluasi debit berdasarkan pengukuran instrumen diperlukan untuk validasi pemodelan numeris yang dilakukan. Hukum Darcy dan Casagrande dapat digunakan untuk mengevaluasi pola debit terukur. Debit rembesan berbanding lurus dengan ketinggian muka air waduk dan berbanding terbalik dengan panjang lintasan rembesan. Metode statistik dan regresi digunakan untuk mendapatkan pola rembesan berdasarkan akuisisi data rembesan melalui V-Notch. Estimasi dan pola rembesan ini penting untuk diketahui, sehubungan dengan kinerja electronic instrument yang berpotensi mengalami kerusakan dan sulitnya akses pada gallery karena suatu keadaan. Studi kasus pada paper ini dilakukan pada Bendungan Jatibarang (Semarang), dimana bendungan ini mulai beroperasi penuh pada tahun 2015. Inkonsistensi data debit rembesan terjadi sampai dengan 3 tahun setelah penggenangan bendungan dilakukan. Pola linier hubungan debit rembesan (q) berdasarkan ketinggian muka air waduk (h) yaitu q = 0.5221h - 68.958. Koefisien determinasi pada model tersebut sebesar 78.5%, nilai ini mengindikasikan bahwa model tersebut sudah cukup baik untuk digunakan. Pendekatan ini dapat digunakan sebagai validasi data pada semua jenis pemodelan sesuai dengan tujuan pemodelan tersebut akan dilakukan. Kata Kunci : rembesan; bendungan urugan batu; v-notch ABSTRACTVertical zoned rockfill dam has a more complex geometry compared to a homogeneous earthfill dam. The many geometric shapes and materials used to cause more complex predictions and calculations. Finite element (FEM) modeling is often used to calculate seepage behavior. The purpose of this study is to obtain a numerical model that can be used to estimate of seepage discharge and as validation of seepage modeling on zoned vertical rockfill dam. Seepage evaluation based on instrument measurements is needed for validation of numerical modeling performed. Darcy's and Casagrande's Law can be used to evaluate the measured discharge pattern. The seepage discharge is directly proportional to the height of the reservoir water level and inversely proportional to the length of the seepage path. Statistical and regression methods are used to obtain the seepage pattern based on seepage data acquisition using V-Notch. Estimation and seepage pattern is important to know due to the performance of electronic instruments that have apotential damage and difficult access to the gallery. The case study in this paper was carried out at the Jatibarang Dam (Semarang), where the dam began full operation in 2015. The inconsistency of seepage discharge data occurred up to 3 years after the impounding of the dam. The linear pattern of seepage discharge relationship (q) based on reservoir water level (h) is q = 0.5221h - 68.958. The coefficient of determination in the model is 78.5%, this value indicates that the model is good enough to be used. This approach can be used for data validation on all types of modeling in accordance with the purpose of the modeling will be carried out.
Faktor-Faktor Penyebab Pekerjaan Ulang pada Pelaksana Konstruksi Anggota Gapensi di Kota Malang untuk Proyek Konstruksi Supriyanti, Dipa
Reka Buana : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 4, No 2 (2019): EDISI SEPTEMBER 2019
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.312 KB) | DOI: 10.33366/rekabuana.v4i2.1408

Abstract

Proyek konstruksi dalam pelaksanaannya melibatkan banyak pihak yang terkait. Pihak-pihak yang terkait langsung adalah pemilik proyek (owner), Perencana Konstruksi, Pengawas Konstruksi dan Pelaksana Konstruksi. Dengan banyaknya pihak yang terlibat dalam proyek konstruksi, maka kerjasama yang terorganisir sangat diperlukan agar sasaran proyek yaitu biaya, mutu dan waktu dapat tercapai kerjasama tersebut tidak terjalin dengan baik, akan berpotensi menimbulkan pekerjaan ulang selama proyek tersebut berlangsung yang pada akhirnya akan berpengaruh terhadap biaya langsung dan tidak langsung. Pekerjaan ulang merupakan kegiatan dalam proyek selama masa konstruksi di lapangan yaitu paling sedikit satu kali atau lebih banyak karena ketidaksesuaian dengan permintaan. Pekerjaan ulang bisa terjadi pada semua jenis proyek konstruksi yaitu bangunan gedung, air dan transportasi. Dalam penelitian ini diteliti tentang faktor yang paling dominan yang menyebabkan pekerjaan ulang, ditinjau dari faktor perencanaan, pengawasan dan manajerial, dan sumber daya Pelaksana Konstruksi. Penelitian dilakukan dengan metode survei pada 29 sampel Pelaksana Konstruksi anggota Gapensi di Kota Malang. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya pekerjaan ulang yang paling dominan dianalisa dengan menggunakan F-test dan t-test dengan tingkat signifikansi sebesar 10 %. Selain itu penelitian yang ditujukan untuk mengetahui jenis kontrak yang digunakan pada waktu mengalami pekerjaan ulang dan jenis pekerjaan yang paling berpotensi mengalami pekerjaan ulang. Analisa deskriptif dalam penelitian ini untuk memperlihatkan hasil berupa bobot terbesar di antara variabel-variabel yang diteliti, ditinjau dari tingkat frekuensi kejadiaannya. Analisa F-test memberikan hasil faktor pengawasan dan manajerial merupakan penyebab utama terjadinya pekerjaan ulang yang signifikan (P-value = 0.4644) dengan taraf signifikansi α = 10 %.Kata kunci : proyek; konstruksi; pekerjaan ulangABSTRACT There are many element involved in a construction project. Some element that directly connected is the project owner itself, construction planner, constructor executor and the constructor executive. With so many element involved in construction project then organized teamwork is very needed so the project target including the cost, quality and time can be reached successfully. If the teamwork not running well, then it patented to create the rework during the project that finally at least can be affected to the one time direct and undirect cost. Rework is an activity in the project during the construction time in the field that usually happen at least one time or even more that can be happened because there is unmatch jobs according to the demand. Rework could happen in any kind of construction project, whether building, watering and transportation construction. This research is observing about the most dominant factor that can causes rework, viewing from the planning, execution, managerial and the contractor sources factor. Research done by surveying method for 29 samples of Gapensi constructor executive member in Malang. Factors that causes the rework are analized using the F-test and T-test with significant level as big as 10 %. Another that, the research are also purposed to known the kinds of contract that usually used when the rework happen and kind of jobs that mostly potential for rework. Descriptive analize in this research to show the biggest level between the variables that researching, viewing from the frequently level. F-test analizing result shows that the executor and managerial are the factors that can causes rework that significant (P-value = 0.4644) with significant level of α = 10 %. T-test analizing give result to each grup, the factor that mostly get the rework. The group that very often doing the rework at planning factor are the design changing by the project owner (P-value 0.023) with 10 % significant level. The group that very often doing the rework at executor and managerial factors is the unwell teamwork between the project owner, constructor planner, constructor executor and constructor executive (P-value = 0.1748) for 10 % significant level. The group that mostly very often doing the rework at contactor sources factor are the unexperience worker (P-value = 0.9378) for 10 % significantly level.
Optimasi Media Kulit Singkong pada Pertumbuhan Sacharomyces Cerreviceae Wachid, Mochammad; Mutia, Pratiwi
Reka Buana : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 4, No 2 (2019): EDISI SEPTEMBER 2019
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.48 KB) | DOI: 10.33366/rekabuana.v4i2.1280

Abstract

Media kulit singkong dapat menjadi media pertumbuhan yeast Sacharomycess cerreviceae. Akan tetapi dalam penelitian sebelumnya dihasilkan angka pertumbuhan coloni yang belum maksimal. Oleh karena itu diperlukan adanya optimasi dalam pembuatan media kulit singkong tersebut dengan penambahan nutrien untuk mecukupi kebutuhan nutrisi dari mikrobia yang ditumbuhkan. Untuk membuktikan kecukupan nutrisi pada media tersebut diperlukan pengujian karakter dari Sacharomyces cerreviceae. Penambahan nutrisi dalam CSA mempengaruhi pertumbuhan Sacharomyces cerreviceae, penambahan nutrisi N1 (Urea 0,5 g dan  KHPO4 0,5 g) memberikan hasil terbaik pada pengamatan jumlah koloni yang tumbuh (TPC), Produktivitas CO2, Produktivitas Ethanol, pH. Pada media CSA dengan penambahan Urea 1 g dan KHPO4 1 g dapat memjaga viabilitas Sacharomyces cerreviceae sampai minggu ke 4 dengan metode penyimpanan Subculture. Penyimpanan Sacharomyces cerreviceae pada media CSA N1 (Urea 0,5 g dan  KHPO4 0,5 g) memberikan hasil terbaik pada saat diaplikasikan dalam pembuatan roti manis.Kata kunci : media; Sacharomyces cerreviceae; nutrisi; karakter; sub culture ABSTRACT Cassava pulp media can be a growth medium for Sacharomycess cerreviceae yeast. However, in the previous research, the maximum colony growth rate was produced. Therefore it is necessary to optimize the manufacture of cassava pulp media by adding nutrients to meet the nutritional needs of the microbes grown. To prove the adequacy of nutrition in the media, character testing of Sacharomyces cerreviceae is needed. Addition of nutrients in CSA affected the growth of Sacharomyces cerreviceae, addition of N1 nutrients (Urea 0.5 g and KHPO4 0.5 g) gave the best results on observing the number of growing colonies (TPC), CO2 Productivity, Ethanol Productivity, pH. In CSA media with the addition of Urea 1 g and KHPO4 1 g can maintain the viability of Sacharomyces cerreviceae until week 4 with the Subculture storage method. Storage of Sacharomyces cerreviceae on CSA N1 media (Urea 0.5 g and KHPO4 0.5 g) gave the best results when applied in making sweet bread.
Evaluasi Keterlambatan Proyek Pembangunan Graha Mojokerto Service City (GMSC) dengan Metode Fault Tree Analysis (FTA) Analysa, Dyna; Suhudi, Suhudi; Rahma, Pamela Dinar
Reka Buana : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 4, No 2 (2019): EDISI SEPTEMBER 2019
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.32 KB) | DOI: 10.33366/rekabuana.v4i2.1407

Abstract

Pada pembangunan Graha Mojokerto Service City (GMSC) diperlukan Manajemen pelaksanaan yang baik sehingga pekerjaan dapat efisien dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keterlambatan pembangunan Graha Mojokerto Service City (GMSC). Pada realitanya pembangunan Graha Mojokerto Service City (GMSC) telah mengalami keterlambatan yang mengakibatkan pelaksana terkena denda. Analisa keterlambatan dengan Metode Fault Tree Analysis (FTA) dan Method Obtain Cut Set (MOCUS). Didapatkan bahwa item pekerjaan yang mengalami keterlambatan yaitu: pekerjaan Elektrikal, pekerjaan Elektronika dan Unit Penunjang. Dari hasil analisa FTA dari ketiga top event, didapatkan bahwa keterlambatan terjadi dikarenakan  tidak berfungsinya dengan baik konsultan pengawasan dan banyaknya terjadi addendum. Dari analisa tersebut diharapkan bisa mengantisipasi agar suatu proyek yang akan datang tidak mengalami keterlambatan.Kata Kunci : manajemen konstruksi; keterlambatan proyek; metode fault tree analysis ABSTRACTIn the development of Graha Mojokerto Service City (GMSC) a good implementation of management is needed so that the work can be efficient and effective. This research is intended to evaluate the delay in the construction of Graha Mojokerto Service City (GMSC). In reality the development of Graha Mojokerto Service City (GMSC) has experienced delays which resulted in the executors being fined. Analyze the delay with the Fault Tree Analysis (FTA) Method and the Obtain Cut Set (MOCUS) Method. It was found that the work items that experienced delays were: Electrical work, Electronics work and Supporting Units. From the results of the FTA analysis of the three top events, it was found that the delay occurred due to the malfunctioning of the oversight consultant and the number of addendums. From the analysis it is expected to anticipate that a future project will not experience delays.
Evaluasi Tekanan Air Pori dan Rembesan Pada Bendungan Panohan Huda, Adib Lathiful; Wardani, Sri Prabandiyani Retno; Suharyanto, Suharyanto
Reka Buana : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 4, No 2 (2019): EDISI SEPTEMBER 2019
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (815.587 KB) | DOI: 10.33366/rekabuana.v4i2.1372

Abstract

Salah satu penyebab kegagalan struktur bendungan adalah terjadinya rembesan yang dipicu oleh tingginya tekanan air pori yang terjadi pada tubuh bendungan. Pada Bendungan Panohan, kebocoran rembesan terjadi hingga memotong lereng hilir bendungan yang dapat mengganggu stabilitas tubuh bendungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi tekanan air pori dan rembesan di tubuh Bendungan Panohan menggunakan metode analisis instrumentasi piezometer dan v-notch yang kemudian dibandingkan dengan analisis metode elemen hingga (finite element method / FEM) menggunakan program perangkat lunak SEEP/W. Metode FEM menggunakan parameter desain material selama tahap perencanaan bendungan. Kedua analisis dilakukan pada section C - C Bendungan Panohan menggunakan beberapa variasi ketinggian muka air waduk. Hasil perbandingan menunjukkan bahwa nilai tekanan air pori dan rembesan pada metode FEM lebih besar dari hasil analisis dengan metode pembacaan instrumentasi pada kondisi muka air minimal dan normal. Kondisi sebaliknya terjadi pada kondisi ketinggian air banjir, yaitu nilai tekanan air pori dan rembesan dari pembacaan instrumentasi lebih besar dari hasil analisis metode FEM. Seiring dengan naiknya ketinggian muka air waduk, terjadi kenaikan nilai tekanan air pori dan rembesan dari kedua hasil analisis. Kondisi rembesan yang terjadi pada  Bendungan Panohan saat ini tidak aman pada kondisi muka air banjir, karena memiliki nilai debit rembesan 0,38 ltr/det melebihi dari yang disyaratkan yaitu sebesar 0,35 ltr/det.Kata kunci : bendungan panohan; tekanan air pori; rembesan; FEM ABSTRACTOne of the causes of the failure of a dam structure is the occurrence of seepage triggered by high pore water pressure that occurs in the body of the dam. In the Panohan Dam, seepage occurs on the downstream slope of the dam which can disturb the stability of the dam body. The purpose of this research is to evaluate the pore water pressure and seepage in the Panohan Dam body using the piezometer and v-notch instrumentation reading method which is then compared with the finite element (FEM) method using SEEP/W software program. FEM method uses material parameters during the dam planning stage. Both analyses were carried out on the C – C section of the Panohan Dam using several variations of reservoir water level. The comparison results show that pore water pressure in the FEM method is greater than the pore water pressure value based on the piezometer method at the minimum and normal water level conditions. The opposite condition occurs in maximum water level conditions. The seepage value of the v-notch reading is greater than the seepage value from the FEM method. Seepage that occurs in the Panohan Dam is currently unsafe under the maximal water level conditions.
Perilaku Berbagai Data Iklim sebagai Input Tunggal untuk Model JST dari Evapotranspirasi Potensial Harian Penman-Monteith Nusantara, Danayanti Azmi Dewi; Nadiar, Feriza; Ansori, Mohamad Bagus
Reka Buana : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 4, No 2 (2019): EDISI SEPTEMBER 2019
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (807.757 KB) | DOI: 10.33366/rekabuana.v4i2.1418

Abstract

ABSTRAK Di Indonesia sebagai daerah yang memiliki iklim tropis, menghitung jumlah evapotranspirasi potensial (ETp) harian menjadi penting. Selain itu, ketika pada musim kemarau, laju ETp tumbuh menjadi signifikan untuk memverifikasi keseimbangan air. EP berkembang menjadi sangat penting untuk kasus ketersediaan air seperti irigasi, pasokan air, tenaga air, dll. Model EP dibentuk dari berbagai input data iklim yaitu kecepatan angin, kelembaban relatif, durasi radiasi matahari, suhu rata-rata, penguapan, dan curah hujan. Langkah pemodelannya panjang dan rumit. Penggunaan Jaringan Syaraf Tiruan (JST) sebagai pemodelan berbasis data untuk menyederhanakan proses pemodelan. Model JST dari EP akan ditargetkan untuk mendekati EP yang dihitung dengan Penman-Monteith. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku masing-masing data iklim sebagai input tunggal untuk model JST dari evapotranspirasi potensial. Nilai MSE dan nilai R pada proses validasi JST dapat menunjukkan bagaimana perbedaan antara hasil data iklim tertentu dengan set data iklim lengkap. Hasil dari penelitian ini adalah kelembapan relatif menyajikan model JST terbaik dengan input data iklim tunggal daripada yang lain. Selain itu, menunjukkan bahwa kelembapan relatif sebagai input signifikan ke model PET menggunakan JST maupun tidak.Kata kunci : evapotranspirasi; JST; penman; iklim  ABSTRACT  In Indonesia, as a region that has a tropical climate, calculating the amount of daily potential evapotranspiration (PET) becomes essential. Also, when on the drought season, the rate of PET grows into significant to verify the water balance. The PET develops into crucial for water availability cases such as irrigation, water supply, hydropower, etc. The PET model established from various input of climate data that are wind speed, relative humidity, the duration of solar radiation, average temperature, evaporation, and rainfall. The step of modeling is long and complicated. It is using Artificial Neural Network (ANN) as data-driven modeling to simplifies the process of modeling PET. The ANN PET model will be targeted to approach the PET calculated with Penman-Monteith. This research aimed to know the behavior of each of the climate data as a single input to the ANN PET model. The MSE-value and R-value on the validation process of ANN can show how the differential between the results of particular climate data to the full data set. The outcome of this research is the relative humidity presents the best ANN model with a single input of climate data than others. Besides, it makes the relative humidity as a doubtless significantly input to the PET model even using ANN or not. 
INOVASI ALAT BIOREAKTOR DENGAN SISTEM FLUIDISASI DALAM PEMBUATAN ETANOL DARI MOLASSES Amsar, Amsar; Proborini, Wahyu Diah; Suryanti, Fenny
Reka Buana : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The fermentation process is generally carried out in the community is in a batch, but the process is the concentration of ethanol produced is quite low because of accumulated ethanol production will poison the microorganisms in the fermentation process. Ethanol productivity of batch processes is very small because it takes a long time of about 72 hours. High and low ethanol content is determined in part by sugar levels in the substrate. Sugar compounds are required as a carbon source of energy yeasts. This study aims to determine the maximum results from the opening of flow rate and flow of glucose concentration on the effectiveness of the process and the quality of ethanol. The method used is fluidized semikontinyu fermentation system using Saccharomyces cerevisiae immobilized with the order. The results showed that the fermentation process fluidization semikontinyu that teramobilisasi with that carried out during the first day with a sugar concentration of 15%, 20%, 25%, 30% derived ethanol content of 5%, 8%, 13%, 15% at a flow rate of 30 openings °. Ethanol is also obtained by 8%, 12%, 18%, 20% in opening a flow rate of 60°. Ethanol is also obtained by 8%, 13%, 19%, 21% in opening a flow rate of 90°.
OPTIMASI PROSES DIFUSI UAP PADA DAUN SEREH DAPUR Proborini, Wahyu Diah
Reka Buana : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to produce a model of household scale industries which are used in urban areas to pay attention to the efficient use of water resources, energy and land. Results of essential oils stored to determine the stability of the composition of the product citral essential oils are processed using steam distillation. Industrial model made from raw material supply of land is limited, the process is effective and efficient use of water and energy to economic analysis. The raw material used is the lemongrass or commonly called Lemongrass kitchen. Kitchen lemongrass plant is observed from planting to harvest right. The area required to sustain the process of production. Methods of planting lemongrass kitchen done naturally without any special treatment such as fertilization and pest control. Tools and processes developed is steam distillation. Engineering tools in order to get the process done the shortest and the least use of energy. A short process to obtain due to optimum cooling rate. Optimum cooling will reduce the processing time and minimize water usage. From the results of research in getting to the land area is 4 x 6m2 can generate lemongrass leaves the kitchen as much as 40kg. Essential oils are produced ± 120ml per day in 4 times long process with total process time 12h. The use of fuel by 12kg LPG per day with a volume of water use remain. With this process, this study managed to shorten the process that the effect of reducing energy and minimize water usage. The advantage that can be gained per day ± Rp310.000. In storage until 23bulan, citral percentage did not change with the level of 28% - 45%.
Studi Pemanfaatan Air Sumber Jenon untuk Pemenuhan Kebutuhan Air Irigasi dan Domestik di Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang Sulistyani, Kiki Frida; Irianto, Danang Bimo
Reka Buana : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 3, No 2 (2018): EDISI SEPTEMBER 2018
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumber Jenon merupakan salah satu sumber potensial yang ada di Kabupaten Malang, tepatnya di Desa Gunung Ronggo Kecamatan Tajinan. Saat ini Sumber Jenon sudah dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air Domestik seluruh penduduk Desa Gunung Ronggo (1136 KK) dan Desa Purwo Sekar sebanyak 2 RT (76 KK), serta untuk kebutuhan air irigasi di Desa Gunung Ronggo Seluas 72 Ha, dengan Pola Tanam Padi-Palawija. Sumber Jenon memiliki tampungan dengan keliling 159,13 m dan luas 649,1 m2. Dari Hasil pengukuran pada outlet kolam tampungan di dapatkan debit rata-rata air Sumber Jenon setelah dikurangi untuk kebutuhan air domestik adalah 139,2 l/dt. Berdasarkan kebutuhan air dari dinas ciptakarya, serta hasil informasi dari pengguna Kebutuhan air domestik untuk masyarakat kecamatan Tajinan adalah 60 l/orang/hari. Kebutuhan air domestik Desa Gunung Ronggo dan Sumber Sekar ( 2 RT)  saat ini adalah   3,44 l/dt, kebutuhan air irigasi 123,84 l/dt dengan daerah layanan seluas 72 Ha,sehingga didapatkan Ketersediaan air total Sumber Jenon saat ini adalah 142,6 l/dt. Hasil Perhitungan proyeksi penduduk tahun 2030 menyatakan , jumlah penduduk Desa Gunung Ronggo adalah 4093 jiwa dan Desa Sumber Sekar (2 RT) adalah 399 Jiwa. Dari hasil perhitungan  kebutuhan air domestik  tahun 2030 adalah 4,1 l/dt. Kebutuhan air untuk irigasi desa Gunung Ronggo adalah 123,84 l/dt dengan asumsi luas areal irigasi tetap bertahan 72 Ha. Dari Perhitungan ketersediaan air dan kebutuhan air di dapatkan neraca air pada tahun 2018 adalah 15,33 l/dt dan pada Tahun 2030 adalah 14,7 l/dt. Hasil Analisa  neraca air sampai dengan Tahun 2030, menyatakan bahwa air dari Sumber Jenon masih bisa dimanfaatkan untuk eksisting serta proyeksinya sampai tahun 2030 dan masih memiliki sisa potensi sebesar 10,45 liter/detik sehingga masih berpeluang di kembangkan untuk Seluruh Desa Gunung Ronggo, Purwo Sekar, Gunung Sari , Tajinan  serta areal irigasi seluas 72 Ha, dengan neraca air surplus sebesar 1,37 l/dt.Kata-kata kunci : ketersediaan air;kebutuhan air; pemanfaatan air ABSTRACTSumber jenon  is one of the potential sources that exist in Malang Regency, precisely in Gunung Ronggo Village, Tajinan District. Currently Jenon has been used to meet domestic water needs for all residents in Gunung Ronggo Village (1136 households) and 2 RT in Purwo Sekar Village (76 households), and for irrigation water needs in Gunung Ronggo Village, 72 hectares wide, with Pattern Padi-Palawija. At present Sumber Jenon has a 159.13 m3 storage area and 649.1 m2 of pool area. From the results of measurements at the storage pond outlet, the average discharge of Sumber jenon after being reduced for domestic water needs is 139.2 l / sec. Based on the water requirements of the Cipta Karya service, as well as the results of information from users, domestic water needs for the community of Tajinan sub-district are 60 l / person / day. Domestic water needs of Gunung Ronggo and Sumber Sekar Villages (2 RT) currently served by Sumber Jenon  are 3.44 l / sec, irrigation water needs 123.84 l / sec with 72 Ha of service area,  so the availability of Sumber Jenon total water source is 142.6 l / sec. Calculation Results of population projections in 2030 states, the population of Gunung Ronggo Village is 4093 people and Sumber Sekar Village (2 RT) is 399 people.   From the results of the calculation, domestic water demand in 2030 is 4.1 l / sec. The water needs for the irrigation of Gunung Ronggo village is 123.84 l / sec with the assumption that the irrigation area will last 72 ha. From the calculation of water availability and water demand, the water balance surplus in 2018 is 15.33 l / sec and in 2030 is 14.7 l / sec. Water balance analysis results up to 2030, stated that the water from Sumber Jenon can still be used for existing and projected until 2030 and still has the remaining potential of 10.45 liters / second so that it is still likely to be developed for the entire Gunung Ronggo Village, Purwo Sekar , Gunung Sari, Tajinan and an area of 72 ha of irrigation, with a surplus water balance of 1.37 l / sec.
PROYEKSI KETERSEDIAAN AIR TAHUN 2036 TERHADAP SUMBER AIR JUNREJO PADA HIPAM KELURAHAN DADAPREJA KECAMATAN JUNREJO KOTA BATU Sutikno, Sutikno
Reka Buana : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

With the goverment of the Batu city in 2014, budgeted used source to tandon, the following tandon temporary shelter who are in the way of Dr. Sutomo with a capacity of 72 meters cubic, be distributed to four a ham let which each hamlet have tub shelter wiht dimensions in accordance needs. Existing souarce possess the capacity dischange 24 liters/seconds, with survey the population of water users in 2014 until 2016. It is expected that population growth and capacity discharge there would be can satisfy the needs of water in keluarahan Dadaprejo up until the 2036