JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI
ISSN : 26146754     EISSN : 26143097
Jurnal Pendidikan Tambusai is Jurnal Electronic which contains the results of research and literature studies related to the field of education, including; regulation of education, learning activities, learning strategies, teacher professionalism, students, education and education personnel, issues of educational institutions, educational environment and parenting.
Articles
181
Articles
ANALISIS KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA MTs DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATERI PSLV

Mustika, Chintya Chintya Zulvi Mustika1

Jurnal Pendidikan Tambusai Vol 2 No 6 (2018): December 2018, 60 Articles, Pages 1370-2062
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.757 KB)

Abstract

Kemampuan komunikasi matematis siswa sangat diperlukan dalam pembelajaran matematika. Kemampuan komunikasi yang rendah dapat menyebabkan kesulitan dalam menyelesaikan permasalahan matematika khususnya pada soal cerita. Penelitian ini diukur dengan cara menganalisis kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal tes kemampuan awal komunikasi matematis secara tertulis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan dan penyebabnya dalam menyelesaikan soal pada materi PLSV. Penelitian ini berjenis deskriptif kualitiatif, subjek penelitiannya adalah 6 orang dari 38 siswa kelas VII di salah satu MTs di Kabupaten Bandung Barat. Kesalahan yang dilakukan siswa saat menjawab soal yaitu, tidak paham konsep – konsep sederhana, tidak mengetahui maksud soal, tidak bisa menerjemahkan soal kedalam kalimat matematika, tidak bisa menyelesaikan kalimat matematika, tidak cermat dalam menghitung, kesalahan dalam menulis angkaMaka dapat disimpulkan tingkat kemampuan komunikasi matematis siswa berdasarkan pada tes tulis dan hasil wawancara ternyata masih tergolong rendah.

PENERAPAN PEMBELAJARAN KOLABORATIF DENGAN METODE DISKUSI MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS XI IPA SMAN 1 BATANG CENAKU TAHUN AJARAN 2015/2016

Aristo, Aristo

Jurnal Pendidikan Tambusai Vol 2 No 6 (2018): December 2018, 60 Articles, Pages 1370-2062
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.027 KB)

Abstract

Penetian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar biologi melalui penerapan pembelajaran kolaboratif dengan metode diskusi menggunakan media gambar pada siswa kelas XI IPA SMAN 1 Batang Cenaku Tahun Ajaran 2015/2016. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan analisi secara deskriptif. Pengambilan data dilakukan pada bulan April sampai Juni 2016. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA SMAN Batang Cenaku yang berjumlah 37 orang. Hasil analisis data yang diperoleh dari daya serap rata-rata siswa sebelum PTK 70,16 setelah PTK siklus I menjadi 79,89 dan setelah PTK siklus II meningkat menjadi 84,4. Ketuntasan belajar siswa secara klasikal sebelum PTK 62,16%, pada PTK siklus I adalah 83,8% dan setelah PTK siklus II menjadi sebesar 91,8%. Sedangkan ketuntasan belajar nilai psikomotorik sebelum PTK 75,18%, setelah PTK siklus I menjadi 83,8%, dan setelah PTK siklus II menjadi 89,18%. Dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran kolaboratif dengan metode diskusi menggunakan media gambar dapat meningkatkan hasil belajar biologi siswa kelas XI IPA SMAN 1 Batang Cenaku Tahun Ajaran 2015/2016

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYIMAK (LISTENING SKILL) PESERTA DIDIK KELAS XII SMA NEGERI 2 KAMPAR MELALUI PRONUNCIATION “ODD ONE OUT” GAMES PADA TEKS EXPLANATION TAHUN PELAJARAN 2017/2018

Dahir, Dahir

Jurnal Pendidikan Tambusai Vol 2 No 6 (2018): December 2018, 60 Articles, Pages 1370-2062
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (790.066 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan menyimak pada pesetra didik pada tingkatan SMA. Permasalahan penelitian ini adalah “Seberapa efektifkah penggunaan Pronunciation Odd One Out Games pada pembelajaran peserta didik kelas XII IPA 2 dalam meningkatkan kemampuan menyimak (listening skill) pada teks explanation di SMA Negeri 2 Kampar ?.” Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan menyimak (listening skill) pada mata pelajaran Bahasa Inggris di SMA Negeri 2 Kampar dapat ditingkatkan melalui metode games “Pronunciation Odd One Out Games” diawal pembelajaran model pembelajaran. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah 1) penggunaan metode permainan adalah clue atau jalan keluar bagi masalah yang selama ini terjadi di kalangan peserta didik terhadap mata pelajaran Bahasa Inggris karena metode ini dapat menimbulkan atmosfir yang baik selama proses belajar mengajar berlangsung di dalam kelas. 2) Penggunaan metode games “Pronunciation Odd One Out Games” diawal pembelajaran model pembelajaran dapat meningkatkan kemampuan menyimak (listening skill) pada mata pelajaran Bahasa Inggris di SMA Negeri 2 Kampar pada materi news item Berdasarkan hasil penelitian disarankan agar guru menggunakan metode games “Pronunciation Odd One Out Games” diawal pembelajaran model pembelajaran sebagai salah satu alternatif mengatasi kesulitan peserta didik dalam menyimak (listening skill)

PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN MATEMATIS SISWA KELAS VII SMPN 25 PEKANBARU

Welinawati, Welinawati

Jurnal Pendidikan Tambusai Vol 2 No 6 (2018): December 2018, 60 Articles, Pages 1370-2062
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.661 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki proses pembelajaran dan meningkatkan Kemampuan Pemahaman Matematis (KPM) siswa terhadap pembelajaran Matematika pada materi Segitiga dan Segiempat. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan di kelas VII1 SMPN 25 Pekanbaru melalui penerapan model Discovery Learning semester genap tahun pelajaran 2016/2017 pada materi Segiempat dan Segitiga. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dengan dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII1 SMPN 25 Pekanbaru. Instrumen penelitian yang digunakan adalah perangkat pembelajaran dan instrumen pengumpulan data. Perangkat pembelajaran terdiri dari silabus, RPP, dan LKS, sedangkan instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah lembar pengamatan dan perangkat tes KPM. Lembar pengamatan digunakan untuk memperoleh data aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran yang selanjutnya akan dianalisis secara kualitatif, dan perangkat tes KPM digunakan untuk mengumpulkan data kemampuan pemahaman matematis siswa yang selanjutnya akan dianalisis secara kuantitatif. Berdasarkan analisis data aktivitas guru dan siswa setelah menerapkan pembelajaran dengan model Discovery Learning, dapat disimpulkan bahwa terjadi perbaikan proses pembelajaran pada setiap siklusnya. Analisis data kemampuan pemahaman matematis menunjukkan bahwa terjadi peningkatan KPM siswa pada siklus kedua. Rata-rata skor tes KPM siswa pada siklus I sebesar 64,04 meningkat menjadi 84,04 pada siklus II. Peningkatan rata-rata nilai KPM peserta didik juga terjadi pada setiap indikator KPM, yaitu menyatakan ulang konsep yang telah dipelajari, memberikan contoh dan bukan contoh dari konsep yang telah dipelajari dan mengaitkan kembali berbagai konsep yang telah dipelajari. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran dengan model Discovery Learning dapat memperbaiki proses pembelajaran dan dapat meningatkan kemampuan pemahaman matematis peserta didik kelas VII1 SMPN 25 Pekanbaru.

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) PADA SISWA KELAS III SD NEGERI 006 AIR MOLEK 1 KECAMATAN PASIR PENYU

Ertihanim, Ertihanim

Jurnal Pendidikan Tambusai Vol 2 No 6 (2018): December 2018, 60 Articles, Pages 1370-2062
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.335 KB)

Abstract

Salah satu cabang ilmu yang sangat mendukung perkembangan dan kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) adalah matematika. Pemahaman dan penguasaan konsep matematika pada peserta didik harus terus ditingkatkan. Guru harus berusaha dan berupaya untuk memotivasi peserta didik agar mau belajar matematika. Kenyataan yang terjadi sebagian besar peserta didik tidak suka belajar matematika,motivasi mereka untuk belajar matematika sangat kurang. Interaksi antar peserta didik masih sangat rendah sehingga penguasaan konsep-konsep matematika menjadi sangat lemah. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Action Research Classroom) yang dilaksanakan dengan 2 siklus sebanyak empat kali pertemuan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurang berhasilnya peneliti (guru) mengajar dalam pembelajaran konvensional. Pada pembelajaran konvensional-tradisional, yang dialami oleh peneliti justru kadang kala dapat merusak, motivasi peserta didik dalam belajar matematika. Komunikasi antara guru dan peserta didik begitu juga antar sesama peserta didik juga terbatas karena terbatasnya kesempatan untuk berdiskusi. Untuk mengatasi masalah ini peneliti mencoba menggunakan pembelajaran dengan Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL). Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik terhadap pelajaran matematika peserta didik kelas III SD Negeri 006 Air Molek 1 Kecamatan Pasir Penyu. Penelitian dilakukan di kelas SD Negeri 006 Air Molek 1 Kecmatan Pasir Penyu. pada peserta didik kelas III, yang berjumlah 19 orang dari Bulan Agustus sampai November tahun pelajaran 2016/2017. Penelitian dilakukan dalam 2 siklus dimana setiap pertemuan dilakukan tahapan (1) perencanaan; (2)tindakan; (3) observasi; dan (4) refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar peserta didik sebelum tindakan hingga setelah tindakan mengalami peningkatan. Dari hasil rataan diperoleh 67,37 maka pada silkus ke dua meningkat menjadi 71,05. Dari hasil ketuntasa secara klasikal mengalami peningkatan dari 63% pada siklus I menjadi 84% pada siklus II. terdapat peningkatan motivasi peserta didik terhadap matematika sesudah pembelajaran dengan Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dikelas kelas III SDN 006 Pasir Penyu, Kabupaten Indragiri Hulu.

MENGGUNAKAN PETA KONSEP UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BELAJAR BIOLOGI METABOLISME UNTUK SISWA KELAS XII IPA 2 SMA NEGERI 1 KAMPAR TIMUR

Esweti, Esweti

Jurnal Pendidikan Tambusai Vol 2 No 6 (2018): December 2018, 60 Articles, Pages 1370-2062
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.533 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian tindakan kelas di SMA Negeri 1 Kampar Timur pada mata pelajaran Biologi dengan objek penelitian siswa kelas XII IPA 2 pada semester ganjil 2017/2018. Penelitian ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan belajar biologi pada pokok bahasan metabolisme  untuk siswa kelas XII IPA 2. Model pembelajaran Peta Konsep dipilih untuk diterapkan setelah melalui hasil observasi dan refleksi yang dilakukan oleh peneliti. Peneliti merencanakan tindakan berdasarkan hasil observasi dan refleksi yang telah dilakukan melalui penyusunan perangkat pembelajaran berbasis pembelajaran Peta Konsep yang terdiri dari soal-soal tes (ulangan), lembar observasi dan rencana pembelajaran serta perangkat pembelajaran pendukung lainnya. Model pembelajaran Peta Konsep terdiri dari 3 tahap utama yaitu: siswa membuat konsep, mendiskusikan, dan menjawab pertanyaan. Penelitian ini dapat diselesaikan dalam 2 siklus 6 kali pertemuan dan dua kali ulangan harian. Hasil penelitian yang merupakan data observasi dan rekapitulasi hasil tes (ulangan) dan rekapitulasi ketuntasan belajar menunjukkan telah terjadi peningkatan aktifitas belajar siswa yang positif di kelas dan peningkatan rerata tes (ulangan) serta peningkatan ketuntasan klasikal dari siklus 1 dengan siklus 2. Aktifitas siswa selama proses pembelajaran diamati oleh observer sebagai data untuk melakukan evaluasi dan refleksi. Rekapitulasi rerata tes (ulangan) dan ketuntasan belajar didapat dari nilai ulangan harian I dan ulangan harian II yang dilakukan pada setiap akhir siklus. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Peta Konsep di kelas XII IPA 2 SMA Negeri 1 Kampar Timur mampu meningkatkan hasil belajar mata pelajaran Biologi yang ditunjukkan dengan rerata tes (ulangan) dan ketuntasan klasikal disetiap siklus.

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI MEDAN MAGNETIK KELAS XII IPA-1 SMAN 1 SUNGAI LALA

Susanti, Herlina

Jurnal Pendidikan Tambusai Vol 2 No 6 (2018): December 2018, 60 Articles, Pages 1370-2062
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.83 KB)

Abstract

Pembelajaran fisika yang disajikan dengan ceramah dan latihan-latihan individual sering tidak disukai oleh para siswa. Akibatnya hasil belajar selalu diurutan paling bawah dibandingkan mata pelajaran lainnya. Padahal fisika memiliki peranan sangat strategis dalam berbagai kehidupan. Untuk menciptakan proses pembelajaran yang menyenangkan, mengasikkan dan dapat meningkatkan hasil belajar, maka perlu adanya perubahan pembelajaran yang menarik yaitu menerapkan pembelajaran model kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD). Rumusan masalah yang diajukan (1) Bagaimanakah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada materi Medan Magnetik SMAN 1 Sungai Lala Kelas XII IPA-1. (2) Apakah ada peningkatan hasil belajar siswa dengan diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada materi Medan Magnetik SMAN 1 Sungai Lala ? Penelitian dilakukan di kelas XII IPA-1 dalam dua siklus, setiap siklus dilakukan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Pelaksanaan tindakan secara berurutan berupa: pembelajaran klasikal, pembelajaran kelompok, presentasi, evaluasi, dan penghargaan. Pengumpulan data menggunakan metode observasi dengan menggunakan instrument lembar observasi, dokumentasi dengan menggunakan instrument lembar dokumentasi dan tes tulis dengan menggunakan instrument lembar butir soal. Setiap siklus terdiri dari dua pertemuan, pertemuan I untuk pembelajaran dan pertemuan II untuk tes hasil belajar siklus I dan II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif tipe STAD 81,25% dengan rata-rata 77,97 yang termasuk dalam kategori sedang

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII-3 SMPN 3 PASIR PENYU

Humaida, Humaida

Jurnal Pendidikan Tambusai Vol 2 No 6 (2018): December 2018, 60 Articles, Pages 1370-2062
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.979 KB)

Abstract

Guru, siswa, dan bahan ajar merupakan unsur yang paling dominan dalam proses belajar yang nantinya akan sangat mempengaruhi hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada peningkatan hasil belajar matematika siswa kelas VII-3 SMPN 3 Pasir Penyu. setelah diterapkannya Model Pembelajaran Kooperatif pembelajaran matematika. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Oktober 2015 sampai November 2015 yang merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri atas 4 kali pertemuan. Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas VII-3 SMPN 3 Pasir Penyu. yang berjumlah 39 siswa terdiri dari 18 siswa perempuan dan 21 siswa laki-laki, data dalam penelitian ini berupa hasil belajar siswa serta data pendukung berupa lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa, hasil belajar siswa diukur berdasarkan hasil tes setiap akhir siklus serta ketuntasan belajar siswa pada masing-masing siklus. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah soal tes, lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa, hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan hasil belajar siswa, jumlah siswa yang mencapai KKM mengalami peningkatan pada ulangan harian I dan II dari skor dasar, pada skor dasar siswa yang mencapai KKM 35,89 %, pada ulangan harian I siswa yang mencapai KKM menjadi 46,15 %, dan pada ulangan harian II jumlah siswa yang mencapai KKM meningkat menjadi 71, 78 %. Dari analisis rata-rata hasil belajar siswa mengalami peningkatan pada ulangan harian I dan II dari skor dasar, dari analisis hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa pelaksanaan model pembelajaran kooperatif dalam 2 siklus mampu meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas VII-1 SMPN 3 Pasir Penyu

PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN TEKNIK THINK PAIR SQUARE (TPS) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA ( FISIKA ) SISWA KELAS VIII-2,SMP NEGERI 3 PASIR PENYU TAHUN AJARAN 2015 / 2016

Husni, Husni

Jurnal Pendidikan Tambusai Vol 2 No 6 (2018): December 2018, 60 Articles, Pages 1370-2062
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.111 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada peningkatan hasil belajar IPA ( fisika ) siswa sebelum dan sesudah dilaksanakan penerapan pembelajaran kooperatif dengan teknik Think Pair Square (TPS) untuk meningkatkan hasil belajar IPA ( fisika ) siswa kelas VIII2 SMP Negeri 3 Pasir Penyu tahun ajaran 2015/2016 yang berjumlah 24 orang siswa dengan 10 siswa laki-laki dan 14 siswa perempuan dengan kemampuan heterogen. Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa dan kesadaran guru untuk menerapkan suatu model pembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 8 Pebruari 2016 sampai dengan 2 Maret 2016. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Teknik Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan teknik pengamatan dan tes. Lembar pengamatan akan dianalisis secara deskriptif naratif yang bertujuan untuk mendeskripsikan tentang aktivitas siswa dan guru selama proses pembelajaran berlangsung, sedangkan tes hasil belajar akan dianalisis dengan analisis Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) dan analisis nilai Rata-Rata, untuk mengetahui ada atau tidaknya peningkatan hasil belajar siswa sebelum dan sesudah penerapan pembelajaran kooperatif dengan teknik Think Pair Square (TPS). Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar IPA ( fisika ) siswa kelas VIII2 SMP Negeri 3 Pasir Penyu. Hal tersebut juga terlihat pada analisis rata-rata hasil belajar siswa pada skor dasar,ulangan harian I dan ulangan harian II, dimana nilai rata-rata hasil belajar siswa pasa skor dasar adalah 56.5, pada ulangan harian I nilai rata-rata hasil belajar siswa adalah 64.99, dan pada ulangan harian II nilai rata-rata hasil belajar siswa adalah 72.22. Dari hasil penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif dengan teknik Think Pair Square (TPS) dapat meningkatkan hasil belajar IPA ( fisika ) pada siswa kelas VIII2 SMP Negeri 3 Pasir Penyu tahun ajaran 2015/2016

PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF JEOPARDY REVIEW UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR KIMIA PESERTA DIDIK PADA POKOK BAHASAN KOLOID DI KELAS XI MIA 6 MAN 2 PEKANBARU SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2017/2018

Irdaningsih, Irdaningsih

Jurnal Pendidikan Tambusai Vol 2 No 6 (2018): December 2018, 60 Articles, Pages 1370-2062
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.005 KB)

Abstract

Strategi pembelajaran aktif Jeopardy Review merupakan suatu strategi peninjauan kembali dengan permainan Jeopardy. Tujuan penelitian untuk meningkatkan aktifitas dan hasil belajar peserta didik melalui pembelajaran aktif Jeopardy Review. Jenis penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research), dilaksanakan dengan kolaborasi peneliti, guru dan keaktifan siswa. Subjek penelitian peserta didik kelas XI MIA 6 di Madrasah Aliyah Negeri 2 Pekanbaru tahun pelajaran 2017/2018 yang berjumlah 31 orang. Penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif dengan teknik pengumpulan data observasi dan tes. Hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh aktivitas belajar peserta didik siklus I sebesar 57,65% dan meningkat pada siklus II menjadi 70,81%. Persentase ketuntasan hasil belajar peserta didik meningkat dari 61,29% pada siklus I menjadi 83,87% pada siklus II. Kesimpulan dari penelitian hipotesis dapat diterima. Kepada guru kimia disarankan agar memilih strategi mengajar yang tepat dalam mengatasi permasalahan dikelasnya, sesuai dengan materi pelajaran dan situasi peserta didik dalam kelas serta melakukan pembelajaran yang bervariasi dan menyenangkan pada materi yang bersifat hafalan agar peserta didik mudah dalam mengigat materi tersebut