JPF : JURNAL PENDIDIKAN FISIKA
ISSN : 23028939     EISSN : 25274015
Jurnal Pendidikan Fisika merupakan jurnal yang memuat hasil-hasil penelitian pada bidang pendidikan fisika. Hasil Penelitian yang dimuat pada jurnal ini berasal dari tenaga pengajar, alumni pada Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Muhammadiyah Makassar serta hasil penelitian dari guru-guru maupun dari peneliti-peneliti lainnya.
Articles 201 Documents
The Effect of Brainstorming Method toward the Students' Divergent Thinking Skill at SMA Negeri 9 Makassar

Gading, Andi Supardin

Jurnal Pendidikan Fisika - Journal of Physics Education Vol 7, No 1 (2019): PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Jurnal Pendidikan Fisika - Journal of Physics Education

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

The research aimed to develop divergent thinking ability to the students in physics subject before learning by using brainstorming method and it can participate in problem solving in divergent thinking after learning by using the brainstorming method. The research was Pre-experimental research with independent variable physics learning with brainstorming method and independent variable about divergent thingking ability. The research design was Pre-experiment one group pretest-past test design based on the result was given to the students in the last lesson with brainstorming method. The result of quantitative descriptive analysis were obtained for physics learning outcomes the test score at nine state senior high school students toward the concept of learning. Was taught by brainstorming divergent thinking method for four meetings during learning process. The result was gotten during first phase in four meetings. It can be sea that there were an increase in physics learning obtaining from the students. It was clearly seen the average score obtained by the students in the second meetings with 22.11 and there were improving in the third meeting with 37.05 and the fourth meeting with 61.74. The second phase, that show an increase in students physics learning outcome and increasing the activity of students. It can see that scores were collected during the second meeting with 62.33 average, in the third meeting 71,67 average score and the fourth meeting 76.62 average. Based on the physics learning test result obtained the percentage of learning completeness 9,79%. It can be seen that compared the percentage completeness of learning before being gave an action, it is 17,14% it will decrease because in first phase, there was not students hand book and there was not task during learning process and the implementation in the first phase and the second cycle, there was an increased in physics learning outcomes to the students which was seen from the percentage of learning completeness 68,29%, it showed that giving the Brainstorming Method at the beginning of each lesson that was used to improve the learning outcomes of physics to the students.Keywords: Brainstorming Method, Divergent Thinking, StudentPenelitian ini bertujuan mengembangkan kemampuan berpikir divergen peserta didik pada mata pelajaran fisika sebelum pembelajaran dengan menggunakan metode Brainstorming dan dapat berpartisipasi dalam pemecahan masalah dalam berpikir divergen setelah pembelajaran dengan menggunakan metode Brainstorming. Penelitian merupakan penelitian pra-eksperimen dengan variabel bebas yaitu pembelajaran fisika dengan metode Brainstorming dan variabel terikat yaitu kemampuan berpikir divergen. Desain penelitian adalah pra-eksperimen “The one group pretest-posttest design”. Berdasarkan hasil tes yang diberikan kepada peserta didik pada akhir pembelajaran dengan metode Brainstorming, maka diperoleh hasil analisis deskriptif kuantitatif untuk skor tes hasil belajar fisika peserta didik SMA Negeri 9 Makassar terhadap konsep pengukuran yang diajarkan dengan metode Brainstorming berpikir divergen selama 4 kali pertemuan pada proses pembelajaran. Dari hasil yang diperoleh selama fase I berlangsung yaitu sebanyak empat kali pertemuan maka dapat dilihat bahwa ada peningkatan hasil belajar fisika yang diperoleh dari peserta didik, ini terlihat jelas rata-rata skor yang diperoleh peserta didik pada pertemuan kedua sebesar 22.11 dan meningkat pada pertemuan ketiga sebesar 37.05  dan pertemuan keempat sebesar 61.74. pada fase II ini terlihat peningkatan hasil belajar fisika peserta didik serta keaktifan peserta didik menjadi meningkat. Dan ini terlihat skor yang dikumpulkan selama fase II berlangsung, pertemuan pertemuan kedua skor rata-ratanya 62.33, pertemuan ketiga skor rata-ratanya sebesar 71.67 dan pada pertemuan keempat skor rata-ratanya sebesar 76.62. Berdasarkan tes hasil belajar fisika diperoleh persentase ketuntasan belajar sebesar 9,79% maka terlihat bahwa apabila dibandingkan dengan persentase ketuntasan belajar sebelum diberikan tindakan yaitu 17.14% akan mengalami penurunan hal ini disebabkan karena pada fase I tidak adanya buku pegangan untuk peserta didik dan tidak adanya tugas yang diberikan dalam proses pembelajaran dan pelaksanaan pembelajaran pada fase I dan pada siklus II terjadi peningkatan pada hasil belajar fisika pada peserta didik yang terlihat dari persentase ketuntasan belajar sebesar 68.29%. Hal ini menunjukkan bahwa pemberian metode Brainstorming  pada setiap awal pembelajaran yang digunakan dapat meningkatkan hasil belajar fisika pada peserta didikKata kunci: Metode Brainstorming, Berpikir Divergen, Peserta Didik

Development of Physics Learning Tools Based on Contextual Teaching And Learning in a Remote Island Area

Ilyas, Ilyas, Al Mu’min Liu, An Nisaa

Jurnal Pendidikan Fisika - Journal of Physics Education Vol 7, No 1 (2019): PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Jurnal Pendidikan Fisika - Journal of Physics Education

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

The research attempted to know the information on exam result Development of Physics learning tool for the students of eleven grade in Ende Island by using contextual teaching and learning in Fluid materials. It was viewed from the aspect of validity. Practicality and effectiveness. The kinds of research were development research that revers to ADDIE development model, analysis phase, design Development, implementation and evaluation. The Subject of the research was Physics learning device with approach learning model contextual teaching and learning to the students of Eleven Grade Ende Island Senior High School there are twenty nine students. Data collection was done in this research by using technique documentation. The data collection of research were done by using technique documentation, observations, survey and testing. The result showed that understanding the physics subject of fluid increased 82,7%, while students response showed positive response. This case showed that the reflection of the Egibilty of Development of Physics Learning tool based on Contextual Learning and teaching to increase the result of studying physic with Fluid materials.Keywords: Contextual Teaching and Learning, FluidaPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui informasi hasil ujicoba perangkat pembelajaran fisika untuk peserta didik  kelas X SMAN Pulau Ende dengan menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning pada materi fluida ditinjau dari aspek kevalidan, kepraktisan dan keefektifan. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang mengacu model  pengembangan ADDIE, dengan tahapan Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Subjek dalam penelitian ini adalah perangkat Pembelajaran fisika dengan pendekatan model pembelajran Contextual Teaching and Learning untuk peserta didik kelas XI SMAN Pulau Ende yang berjumlah 29 peserta didik.  Pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan teknik Dokumentasi, Observasi,  dan Tes, Penyebaran Angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman konsep fisika pokok bahasan fluida  mengalami peningkatan 82,7%. Sedangkan respon siswa menunjukkan respon positif. Hal ini menunjukkan kelayakan pengembangan perangkat pembelajaran fisika Berbasis Contextual Teaching and Learning untuk meningkatkan hasil belajar fisika peserta didik materi fluidaKata kunci: Contextual Teaching and Learning, Fluida

Improving Students' Motivation in Learning Physics through Group Discussion Method at SMA Negeri 16 Makassar

Mahir, Mahir

Jurnal Pendidikan Fisika - Journal of Physics Education Vol 7, No 1 (2019): PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Jurnal Pendidikan Fisika - Journal of Physics Education

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

The research  included Classroom Action Research with the aim knew increased motivation learning physics through group discussion method. Classroom Action Research was carried out  at The Eleventh MIA 1gradeof sixteen state senior high school of Makassar. The research  consisted of two cycles. The first cycle consisted of two actions and the second cycle also consists of two actions. The procedure carried out in each cycle consists of planning, implementation, observation, and reflection. For getting the data used the observation sheet and the results of test scores in each cycle. The data analysis technique used is descriptive analysis and qualitative analysis. The results showed that the learning motivation of students in physics learning at The Eleventh MIA 1grade of sixteen state high school of Makassar could be improved by using group discussion methods. Based on the results of the questionnaire the motivation learning physics students in the second cycle of learning motivation to learn physics began. Students look more cheerful, enthusiastic in participating in learning. Evidently in the work of the LKPD, all group members jointly worked on the activities that existed at the LKPD, each group competing asked when there was something that was not yet understood in the LKPD, because all groups wanted the best group.Keywords: Learning Motivation, Group Discussion, Classroom Action ResearchPenelitian ini termasuk Penelitian Tindakan Kelas dengan tujuan untuk mengetahui peningkatkan motivasi belajar fisika melalui metode diskusi kelompok pada peserta didik. Penelitian Tindakan Kelas dilaksanakan di SMA Negeri 16 Makassar kelas XI MIA 1. Penelitian ini terdiri dari dua siklus. Siklus pertama terdiri dari dua tindakan dan siklus kedua juga terdiri dari dua tindakan. Prosedur yang dilaksanakan pada setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Untuk mendapatkan data digunakan lembar observasi dan hasil nilai tes pada setiap siklus. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar peserta didik pada pembelajaran fisika di kelas XI MIA 1 SMA Negeri 16 Makassar dapat ditingkatkan dengan menggunakan metode diskusi kelompok. Berdasarkan hasil angket motivasi belajar fisika peserta didik pada Pada siklus II motivasi belajar fisika peserta didik mulai terlihat. Peserta didik terlihat lebih ceria, antusias dalam mengikuti pembelajaran. Terbukti dalam pengerjaan LKPD, semua anggota kelompok secara bersama-sama mengerjakan kegiatan yang ada pada LKPD, setiap kelompok berlomba-lomba bertanya ketika ada sesuatu yang belum difahami pada LKPD, karena semua kelompok menginginkan gelar kelompok terbaik.Kata kunci: Motivasi Belajar, Diskusi Kelompok, Penelitian Tindakan Kelas

The Influence of Problem-Based Learning Model and Prior Knowledge toward the Physics Procedural Aplication Ability

Saad, Rezkawati, Mukramin, A. Gemmy Antama, Putra, Dian Pramana, Fiskawarni, Tri Hastiti

Jurnal Pendidikan Fisika - Journal of Physics Education Vol 7, No 1 (2019): PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Jurnal Pendidikan Fisika - Journal of Physics Education

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

The research was a quasi experiment which aimed at examining : (1) whether there were differences of Physics procedural application abilities of the students who are taught by employing problem based approach and the students taught conventionally, (2) whether there were differences of Physics procedural application abilities between the group who was taught by using problem based learning model and the group taught conventionally for high initial knowledge group, (3) whether there were differences of Physics procedural application abilities between the group who was taught by using problem based learning model and the group taught conventionally for low initial knowledge group, (4) whether there were interactions between problem based learning model and initial knowledge toward Physics procedural application abilities. The experiment involved two groups which were given different treatments. The experiment unit was the tenth grade students majoring in Tehnika at BP21P Barombong in Makassar with the total of 60 students, consisted of the tenth Teknika A grade with 30 students as the experiment class and the tenth Tehnika B grade with 30 students as control class. The experiment class was taught by using problem based learning and control class was taught conventionally. The test of hypothesis was conducted by two way variants analysis by using Microsoft Excel and SPSS program version 22 for windows at the significant level of 5%. The results of the research reveal that (1) There were differences of Physics procedural application abilities between the students taught by using problem based model and the students taught conventionally, (2) there are differences of Physics procedural application abilities between the group taught by using problem based learning model and the group taught conventionally for high initial knowledge, (3) there were differences of Physics procedural application abilities between the group taught by using problem based learning model and the group taught conventionally for low initial knowledge, and (4) there was not interaction between problem based learning model and initial knowledge toward Physics procedural application abilities to the tenth grade students majoring in tehnika at BP21P Barombong in Makassar.Keywords: Physics Procedural Application Abilities, Physics Initial Knowledge, Problem Based LearningPenelitian eksprimen yang bertujuan untuk mengetahui:(1) ada tidaknya perbedaan kemampuan aplikasi prosedural fisika pada peserta didik yang diajar dengan pendekatan berbasis masalah dengan peserta didik yang diajarkan secara konvensional;(2) ada tidaknya perbedaan kemampuan aplikasi prosedural fisika antara kelompok yang diajar menggunakan model pembelajaran berbasis masalah dan yang diajar secara konvensional untuk kelompok pengetahuan awal tinggi; (3)ada tidaknya perbedaan kemampuan aplikasi prosedural fisika antara kelompok yang diajar menggunakan model pembelajaran berbasis masalah dan yang diajar secara konvensional kelompok pengetahuan awal rendah;(4)ada tidaknya interaksi antara model pembelajaran berbasis masalah masalah dan  pengetahuan awal terhadap kemampuan aplikasi prosedural fisika. Eksprimen ini melibatkan dua kelompok yang diberi perlakuan yang berbeda . Satuan eksprimennya adalah peserta didik kelas X tehnika di BP2IP Barombong Makassar sebanyak 60 orang, kelas X tehnika A sebanyak 30 orang sebagai kelas eksprimen dan kelas tehnika B  sebanyak 30 orang sebagai kelas kontrol. Kelas eksprimen diajar  secara pembelajaran berbasis masalah dan kelas kontrol diajar secara konvensional. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan analisis varians dua arah dengan menggunakan program Microsoft Excel dan SPSS versi 22 for windows dengan taraf signifikansi 5 % hasil penelitian menunjukkan bahwa(1) Terdapat perbedaan kemampuan aplikasi prosedural fisika antara kelompok yang diajar menggunakan model berbasis masalah dan peserta didik yang diajar secara konvensional (2)Terdapat perbedaan kemampuan aplikasi prosedural fisika antara kelompok yang diajar menggunakan model pembelajaran berbasis masalah dan yang diajar secara konvensional untuk Pengetahuan awal tinggi (3)Terdapat perbedaan kemampuan aplikasi prosedural fisika antara kelompok yang diajar menggunakan model berbasis masalah dan peserta didik yang diajar secara konvensional untuk pengetahuan awal rendah (4)Tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran berbasis masalah & Pengetahuan awal terhadap kemampuan aplikasi prosedural fisika pada peserta didik kelas X tehnika BP2IP Barombong Makassar.Kata kunci: Kemampuan aplikasi prosedural fisika, Pengetahuan awal fisika, berbasis masalah

Enhancing Students' Critical Thinking Skills through Inquiry Learning Model at SMA Negeri 9 Makassar

Suparmin, Suparmin

Jurnal Pendidikan Fisika - Journal of Physics Education Vol 7, No 1 (2019): PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Jurnal Pendidikan Fisika - Journal of Physics Education

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

The research included Classroom Action Research (CAR) with the aim of knowing the improvement of critical thinking skills through the inquiry learning model. Classroom Action Research was carried out at the eleventh MIA 5 grade of sixteen state senior high school of Makassar. The research consisted of two cycles. The first cycle consists of two actions and the second cycle also consists of two actions. The procedure carried out in each cycle consists of planning, implementation, observation, and reflection. For getting the data used the observation sheet and the results of test scores in each cycle. The data analysis technique used descriptive analysis and qualitative analysis. The results of the study showed that it increased through the use of the inquiry learning model. The students critical thinking skills in the first cycle increased even though the increase was not too significant than before the implementation of the inquiry learning model. In cycle one , the students were divided into 5 groups and learning using the free inquiry model then proceed to cycle two critical thinking skills increased from cycle one. In cycle two the number of groups was enlarged into 8 groups and in the learning process students were guided to find so Critical thinking of trained students and can be improved.Keywords: Critical Thinking, Inquiry Learning, StudentsPenelitian ini termasuk Penelitian Tindakan Kelas dengan tujuan untuk mengetahui peningkatan keterampilan berpikir kritis melalui model pembelajaran inquiry. Penelitian Tindakan Kelas dilaksanakan di SMA Negeri 16 Makassar kelas XI MIA 5. Penelitian ini terdiri dari dua siklus. Siklus pertama terdiri dari dua tindakan dan siklus kedua juga terdiri dari dua tindakan. Prosedur yang dilaksanakan pada setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Untuk mendapatkan data digunakan lembar observasi dan hasil nilai tes pada setiap siklus. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meningkat melalui penggunaan model pembelajaran inquiry. Keterampilan berpikir kritis peserta didik pada siklus I meningkat meskipun peningkatannya tidak terlalu signifikan dari sebelum diterapkannya model pembelajaran inquiry. Pada Siklus I peserta didik peserta didik dibagi menjadi 5 kelompok dan pembelajaran menggunakan model inquiry bebas kemudian dilanjutkan ke siklus II keterampilan berpikir kritis meningkat dari siklus I. Pada siklus II jumlah kelompok diperbesar menjadi 8 kelompok dan pada proses pembelajaran peserta didik dibimbing untuk menemukan sehingga keterampilan berpikir kritis peserta didik terlatih dan dapat meningkat.Kata kunci: Berpikir Kritis, Pembelajaran Inkuiry, Peserta Didik

Application of Talking Stick Learning Model to Improve Students' Positive Attitude and Learning Achievement in the Subject of Heat

Muhsin, Muhsin

Jurnal Pendidikan Fisika - Journal of Physics Education Vol 7, No 1 (2019): PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Jurnal Pendidikan Fisika - Journal of Physics Education

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

The research  included classroom action research that was conducted on 2018 the purpose of research was to improve learning achievement and positive attitudes of the seventh E grade students at thirteen Bontoa junior high school in science learning. This classroom action research was conducted at thirteen Bontoa junior high school in seventh E grade in the first semester on 2018/2019 academic year. The research consisted of two cycles, the first cycles consisted of two actions and the second cycles also consisted of two action. The procedure carried out in research cycle consisted of planning, implementation, observation and reflection. For getting data used observation sheets and the results test scores  in each cycle. The data analysis technique used descriptive analysis and qualitative analysis. The result showed the application of talking stick learning model to improve positive attitudes and learning achievement of the main science of kalor subject in VII.E grade students of 13 Bontoa Junior High Scholl in Maros District.Keywords: Talking Stick Learning Model, Positive Attitude, Learning AchievementPenelitian ini termasuk Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan pada tahun 2018. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk  meningkatkan prestasi belajar dan sikap positif siswa kelas VII.E pada SMP Negeri 13 Bontoa  dalam pembelajaran IPA. Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan di SMP Negeri 13 Bontoa  pada siswa kelas VII.E semester 1 tahun pelajaran 2018/2019. Penelitian ini terdiri dari dua siklus. Siklus pertama terdiri dari dua tindakan dan siklus kedua juga terdiri dari dua tindakan. Prosedur yang dilaksanakan pada setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Untuk mendapatkan data digunakan lembar observasi dan hasil nilai tes pada setiap siklus. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran talking stick dapat meningkatkan prestasi belajar dan sikap positif siswa kelas VII.E SMP Negeri 13 Bontoa  dalam pembelajaran IPA khususnya materi tentang Kalor.Kata kunci: Model Pembelajaran Talking Stick, Sikap Positif, Prestasi Belajar

Developing Physics History Teaching Material through Yakin Enggak Sulit (SERFIS YES) Based on Graphic Learning Media for the Students at Physics Department of Unismuh Makassar

Rufaida, Salwa, Mubarokah, Izatul, Ishaq, Ishaq, Nurazmi, Nurazmi

Jurnal Pendidikan Fisika - Journal of Physics Education Vol 7, No 1 (2019): PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Jurnal Pendidikan Fisika - Journal of Physics Education

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

The general objective of the research was to provide a resolution of thinking for lectures who were lecturers of the courses so that they can convince students that the material in the history of physicswas understood easly when presented with the appropriate teaching materials and instructional media. As for the specific purpose of the study was to determine the response of students to instructional material History Of  Physics Teaching Material (SERFIS YES) based graphical learning medium for students of physics education studies Unismuh Makassar. This type of research was categorized as research and development with research design refers to the development of the 4D model. The research will be condusted at the University of Muhammadiyah Makassar, South Sulawesi especially those in physics education studies program as FKIP Unismuh Makassar. As for the process of research and development of teaching material was done starting from the stage of defining, designing, validating, testing materials and analyzed descriptively qualitative indicators based on student responses that have been developed previously. The result showed that the development of teaching material was done by combining the material with graphic design into a teaching material like comic. It made the students interested in reading the history of the development of physics, so expect the achievement of learning outcomes course the history of physics can be achived to tha maximum.Keywords: Development of Teaching Material, Physics History is Not Sure  (SERFIS  YES), Graphic Learning MediaTujuan umum dari penelitian ini adalah memberikan resolusi pemikiran bagi para dosen pengampuh mata kuliah agar mampu meyakinkan mahasiswa bahwa materi pada mata kuliah sejarah fisika lebih mudah dipahami apabila disajikan dengan bahan ajar dan media pembelajaran yang tepat. Adapun tujuan khusus dalam penelitian ini adalah mengetahui respon mahasiswa terhadap bahan ajar Sejarah Fisika Yakin Enggak Sulit (SERFIS YES) berbasis media pembelajaran grafis bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika Unismuh Makassar. Jenis penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian dan pengembangan (research and development) dengan desain penelitian mengacu pada pengembangan model 4D. Penelitian ini akan dilaksanakan di Universitas Muhammadiyah Makassar Sulawesi Selatan terkhusus pada Prodi Pendidikan Fisika FKIP Unismuh Makassar. Adapun proses penelitian dan pengembangan bahan ajar yang dilakukan dimulai dari tahap pendefinisian, perancangan, validasi, hingga uji coba bahan ajar dan selanjutnya dianalisis secara deskriptif kualitatif berdasarkan indikator respon mahasiswayang telah dikembangkan sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan bahan ajar dilakukan dengan mengkombinasikan materi dengan desaian grafis menjadi sebuah bahan ajar layaknya komik. Hal ini membuat mahasiswa tertarik untuk membaca sejarah perkembangan ilmu fisika, sehingga diharapkan pencapaian capaian pembelajaran mata kuliah sejarah fisika dapat tercapai secara maksimalKata kunci: Pengembangan Bahan Ajar, Sejarah Fisika Yakin Enggak Sulit (SERFIS YES), Media Pembelajaran Grafis

Islamic-Based Physics Learning Model in the Subject of Solar System and Life on Earth

Mujizatullah, Mujizatullah

Jurnal Pendidikan Fisika - Journal of Physics Education Vol 7, No 1 (2019): PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Jurnal Pendidikan Fisika - Journal of Physics Education

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

The research aimed to describe the Islamic based physics science learning model in the subject of measurement at Uminda Islamic School in Gowa by using a qualitative approach the result of research can be seen in implementation learning activities: Praying, read Al-quran and learning process. The students inspired the teaching of islam by instilling religions valves including knowing, understanding the living  Gods creating with the Universe of the solar system, life on earth and also the implementation of religions extracurricular activities. The closing learning process, the teacher and the students made conclusion together Islamic based science learning model in physics lesson on the solar system and life on earth at Uminda Islamic School in Gowa with using with implementatively formulated model namely “Dialogical Diodik” with accordance with the study of Islamic based science physics learning model from the aspect of the of the interdisciplinary approach because it only involved two science and religions extracurricular activities through faith and piety learning. The students were given lesson to observe the universe event and mental spiritual formation which was integrated with the planting of religions valves, but there were still limited teacher resources to do it.Keywords: Model, Pembelajaran IPA, Fisika, berbasis, Islam.Penelitian bertujuan untuk menggambarkan Model pembelajaran IPA Fisika berbasis Islam pada Pokok Bahasan Pengukuran di MTS Uminda Kabupaten Gowa . dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian  dapat terlihat pada implementasi langkah –langkah pembelajaran,mulai dari kegiatan pembelajaran pendahuluan :Membaca doa, membaca ayat suci Al Quran surat-surat pendek,kegiatan pembelajaran Inti :Menghayati ajaran agama Islam dengan menanamkan nilai-nilai agama diantaranya mengetahui, memahami dan menghayati ciptaan Tuhan dengan adanya alam semesta sistem tata surya dan kehidupan di bumi dan implementasi ektrakurikuler keagamaan.kegiatan pembelajaran Penutup .Guru dan peserta didik bersama-sama menyimpulkan Model pembelajaran  IPA berbasis Islam pada pelajaran fisika pokok bahasan sistem tata surya dan kehidupan di bumi pada Madrasah Tsanawiyah Swasta Uminda Kabupaten Gowa menggunakan model yang dirumuskan secara implementatif yaitu model Diadik Dialogis yang sesuai dengan kajian model pembelajaran IPA-Fisika berbasis Islam dari aspek pendekatan interdisipliner karena hanya melibatkan dua disiplin ilmu IPA dan agama. Selanjutnya di integrasikan pada kegiatan ekstrakurikuler Keagamaan melalui pembelajaran iman dan taqwa peserta didik di berikan pembelajaran mengamati kejadian alam semesta dan pembinaan mental spiritual yang di integrasikan dengan penanaman nilai-nilai Agama. Namun masih terbatas sumber daya Guru untuk melaksnakan hal tersebut.Kata kunci: Pembelajaran IPA, Fisika, berbasis Islam.

The Influence of Students' Worksheet Types in the Implementation of Experimental Method toward the Students' Physics Learning Outcomes at the Tenth Grade of SMA Negeri 9 Makassar

Nur, Anis

Jurnal Pendidikan Fisika - Journal of Physics Education Vol 7, No 1 (2019): PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Jurnal Pendidikan Fisika - Journal of Physics Education

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

The research a quasi-experiment which aimed to determine difference in physics learning out come between the students were the thought by experimental method with experimental LKPD and the students were thought by using experimental method with constructivism. Based LKPD on temperature and heat lesson. The research design was used intac group comparison design. The independent variable in this research was using experimental method accompanied by experimental LKPD and accompanying by constructivism-based LKPD while the dependent variable was the result of learning physics students. The subject of research were students of tenth grade of nine state senior high school of Makassar in the even semester on 2017/2018 academic year with 174 students AND 63 students was as sample and each 30 students was as control class and 33 experimental classes were determined by the principle. The research hypothesis, there were significant differences about the physics learning result of students who were taught by using the intermediate experimental method accompanied by experimental LKPD and accompanying by constructivism-based LKPD. The research instrumental was used the test of physics learning outcomes that valid criteria with reliability 0,0902 with 30 items. Descriptive analysis result showed that average score of students taught using experimental method accompanied by experimental LKPD were 15,57 with a standard deviation 3,51, while the average score of students taught using experimental method with constructivism-based LKPD was 14,53, with a standard deviation 3,02 from inferential analysis the hypothesis test used Test- t with a significant level of α = 0,05 obtained thitung  = 4, 792and ttable  = 1,999, based on  the testing criteria for values if thitung > t or 4, 792 > 1,999 , there was significant differences in physics students who was taught using the experimental method were accompanied by constructivism-based LKPD at the 95% confidence level..Keywords: Experimental Method, Experimental LKPD, LKPD Based on Constructivism, Physics Learning OutcomesPenelitian ini adalah eksperimen semu yang bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar fisika antara peserta didik yang diajar menggunakan metode eksperimen disertai LKPD eksperimen dengan peserta didik yang diajar menggunakan metode eksperimen disertai LKPD berbasis konstruktivisme pada materi suhu dan kalor. Desain yang digunakan pada penelitian ini adalah Intac Group Comparison Design. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pembelajaran menggunakan metode eksperimen disertai LKPD eksperimen dan disertai LKPD berbasis konstruktivisme. Sedangkan variabel terikatnyanya adalah hasil belajar fisika peserta didik. Subjek populasi penelitian ini adalah peserta didik kelas X SMA Negeri 9 Makassar pada semester genap tahun ajaran 2017/2018 sebanyak 174 peserta didik dan sampel sebanyak 63 peserta didik yang masing-masing 30 peserta didik kelas kontrol dan 33 kelas eksperimen yang ditentukan oleh pihak sekolah. Hipotesis penelitian adalah terdapat perbedaan  yang signifikan tentang hasil belajar fisika peserta didik yang diajar menggunakan metode eksperimen antara yang disertai LKPD eksperimen dan yang disertai LKPD berbasis konstruktivisme. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes hasil belajar fisika yang memenuhi kriteria valid dengan reliabilitas soal 0,902 sebanyak 30 butir. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa skor rata-rata peserta didik yang diajar menggunakan metode eksperimen disertai LKPD eksperimen adalah 15,57 dengan standar deviasi 3,51, sedangkan skor rata-rata peserta didik yang diajar menggunakan metode eksperimen disertai LKPD berbasis konstruktivisme adalah 14,53 dengan standar deviasi 3,02. Dari analisis inferensial uji hipotesis menggunakan uji-t dengan taraf signifikan α = 0,05 diperoleh thitung= 4,792 dan ttabel= 1,999, berdasarkan criteria pengujian terhadap nilai t yaitu jika thitung> ttabel atau 4,792 > 1,999 maka terdapat perbedaan yang signifikan tentang hasil belajar fisika peserta didik yang diajar menggunakan metode eksperimen antara yang disertai LKPD eksperimen dan yang disertai LKPD berbasis konstruktivisme pada taraf kepercayaan 95 %.Kata kunci: Metode Eksperimen, LKPD Eksperimen, LKPD berbasis Konstruktivisme, Hasil Belajar  Fisika

The Development of Physics Teaching Aids to Demonstrate the Intensity of Blackbody Radiation As a Function of Temperature

Bancong, Hartono, Sultan, Ana Dhiqfaini, Subaer, Subaer, Muris, Muris

Jurnal Pendidikan Fisika - Journal of Physics Education Vol 7, No 1 (2019): PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Jurnal Pendidikan Fisika - Journal of Physics Education

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

The purpose of this study was to develop teaching aids of blackbody radiation experiment and practicum devices based on modified free inquiry which are valid and reliable. This teaching aids was designed to demonstrate the relationship between the intensity of radiation and the absolute temperature of a blackbody (the law of Stefan-Boltzmann). The principle of this experiments is the amount of current will flow from the voltage source and enter to the black box. The black box will absorb and emit radiation. There is a nichrome wire inside the black box that will be light up, heat and emit radiation when electrically flowed. The emitted heat will be measured by temperature sensors using thermocouple located outside the black box. Based on experts and practitioner evaluation, the developed teaching aids of blackbody radiation experiment and practicum devices based on modified free inquiry were found to be valid, and reliable. The results of the experiment showed that the intensity of blackbody radiation was directly proportional to its temperature. This result is consistent with the law of Stefan-Boltzmann. Furthermore, the average of students’ perception of the developed teaching aids and practicum devices of blackbody radiation are 74.92% (good) and 80.17% (very good) respectively. This indicates that the teaching aids and practicum devices that have been developed can be used to demonstrate and prove the modern physics concepts related to blackbody radiation.Keywords: Teaching Aids, Stefan-Boltzmann’s law, Blackbody RadiationPenelitian ini bertujuan untuk mengembangan alat peraga eksperimen radiasi benda hitam dan perangkat praktikum fisika berbasis modified free inquiry yang valid dan reliabel. Alat peraga tersebut dirancang untuk mendemonstrasikan hubungan antara intensitas radiasi benda hitam dengan suhu mutlak yang dipancarkannya (Hukum Stefan-Boltzmann). Prinsip kerja dari alat peraga tersebut adalah arus akan mengalir dari sumber tegangan dan masuk ke dalam kotak lubang hitam. Kotak ini berfungsi untuk menyerap dan memancarkan radiasi. Di dalam kotak terdapat kawat nicrom yang akan menyala  dan memancarkan radiasi ketika dialiri arus listrik. Panas yang dipancarkan akan diukur oleh termokopel radiasi yang berada di luar kotak. Berdasarkan penilaian validator, alat peraga eksperimen radiasi benda hitam dan perangkat praktikum fisika berbasis modified free inquiry yang telah dikembangkan dinyatakan valid dan reliabel. Hasil uji coba menunjukkan bahwa intensitas radiasi yang dipancarkan oleh benda hitam berbanding lurus dengan temperaturnya yang sesuai dengan hukum Stefan-Boltzmann. Selanjutnya, rata-rata persepsi praktikan terhadap alat peraga eksperimen radiasi benda hitam dan perangkat praktikum yang telah dikembangkan secara berturut-turut adalah 74,92% (baik) dan 80,17% (sangat baik). Hal ini mengindikasikan bahwa alat peraga dan perangkat praktikum yang telah dikembangkan dapat digunakan untuk mendemonstrasikan dan membuktikan konsep-konsep fisika modern yang berhubungan dengan radiasi benda hitam.Kata kunci: Alat Peraga, Hukum Stefan-Boltzmann, Radiasi Benda Hitam

Page 1 of 21 | Total Record : 201