Articles
19
Articles
Penggunaan Light Weight Deflectometer Pusjatan Untuk Quality Control Pekerjaan Pemadatan Tanah Dasar

Syafier, Siegfried

JURNAL TIARSIE Vol 15 No 2 (2018): TIARSIE 15.2
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Pemadatan merupakan salah satu aktivitas yang perlu mendapat perhatian penuh dalam pelaksanaan konstruksi suatu sistem perkerasan jalan. Untuk itu perlu dilakukan quality control yang ketat dalam pelaksanaannya. Tanah dasar sebagai bagian dari sistem perkerasan jalan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem tersebut. Kebutuhan akan tanah dasar yang kuat dimulai dari proses pemadatan dan pengawasan pelaksanaannya. Light Weight Deflectometer (LWD) Pusjatan menjadi salah satu alternatif alat untuk melaksanakan quality control pemadatan. Terlihat bahwa dengan menggunakan alat LWD Pusjatan ini sebagai alat bantu quality control beberapa keuntungan bisa didapat antara lain efisien dari segi waktu, biaya, dan jumlah personil yang dibutuhkan.

Monitoring dan Kendali Jarak Jauh Kebocoran Gas LPG Berbasis Android

Andriana, Andriana, Zulkarnain, Zulkarnain, Herpuji, Sahidwan Bina

JURNAL TIARSIE Vol 15 No 2 (2018): TIARSIE 15.2
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Rumah adalah tempat tinggal dan berkumpulnya semua anggota keluarga, mempunyai peranan penting dalam kehidupan. Sangat penting menjaga keamanan rumah jika di tinggalkan dalam waktu lama dan tanpa pengawasan. Kebocoran gas LPG adalah salah satu bahaya yang harus diwaspadai. Oleh karena itu harus ada suatu sistem pendeteksi kebocoran gas yang bisa memberikan peringatan dan melakukan aksi secara otomatis untuk memberikan rasa aman bagi penghuninya jika ditinggalkan. Alat ini terdiri dari beberapa perangkat keras dan lunak, diantaranya: Sensor gas MQ-6 sebagai pendeteksi kebocoran kadar gas, Sensor tekanan MPX-5700-AP untuk mengetahui tekanan tabung gas, Mikrokontroller Atmega 328, SIM 800L sebagai jaringan komunikasi untuk memberikan peringatan jika terjadi kebocoran, Kipas penghisap untuk mengurangi akumulasi kadar gas yang bocor, Relay sebagai pemutus aliran listrik PLN, Arduino Uno program yang digunakan sebagai software, Telepon genggam operating system Android  sebagai interface untuk pemantauan dan kendali jarak jauh. Alat ini melakukan pemantauan parameter di telepon genggam seperti tekanan dan kandungan gas pada saat normal atau pun jika terjadi kebocoran, jika terjadi kebocoran, alat ini akan mendeteksi kebocoran dimana sensor gas MQ-6 diposisikan tinggi dan jarak 10cm dari sumber kebocoran, memberikan peringatan berupa sms dan voice call, menghidupkan dua kipas penghisap secara bertahap untuk mengurangi kadar gas dan memutuskan aliran listrik PLN secara otomatis. Hal ini untuk menghindari dampak besar dari kebocoran gas LPG yang bisa berakibat kebakaran dan ledakan. Dengan di buatnya alat ini, bahaya dari kebocoran gas LPG bisa dicegah.

Penataan Jalur Pedestrian Berbasis Transit Oriented Development Pada Revitalisasi Kawasan Stasiun Kereta Api

Wijaya, Alfred, Sari, Sally Octaviana

JURNAL TIARSIE Vol 15 No 2 (2018): TIARSIE 15.2
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Stasiun Padalarang menjadi simpul transportasi massal seiring fungsinya sebagai moda transportasi antar kota. Kawasan sekitar stasiun Padalarang mengalami penurunan kualitas fisik dan visual akibat perkembangan sektor informal yang tidak terkendali dan pertumbuhan bangunan liar dan tidak tertata. Penrunan kualitas fisik juga terjadi akibat adanya beberapa bangunan yang tidak digunakan lagi. Di lain pihak, kawasan stasiun Padalarang akhirnya mengalami ??mati suri??, sehingga membutuhkan  upaya revitalisasi. Salah satu pendekatan yang digunakan untuk meningkatkan vitalitas kawasan dicapai melalui kegiatan revitalisasi. Istilah revitalisasi diperkenalkan oleh Calthorpe (1993) dan digunakan oleh perancang kota untuk meningkatkan vitalitas kawasan dengan pemenuhan kebutuhan yang berorientasi pada manusia. Salah satu indikator keberhasilan revitalisasi adalah peningkatan intensitas penggunaan jalur pedestrian.  Pengumpulan data dilakukan melalui pemetaan dan observasi terhadap aktivitas sirkulasi dan kondisi lapangan/lokasi di sekitar Stasiun Padalarang.

Glasses Company Enterprise Architecture Design

Dewi, Sofia, Prakarsa A.S, Muhammad

JURNAL TIARSIE Vol 15 No 1 (2018): TIARSIE 15.1
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Enterprise Architecture (EA) adalah  Enterprise Architecture Planning (EAP) sebagai salah satu metoda atau kerangka acuan untukmembangun sebuah arsitektur informasi yang berorientasi pada kebutuhan bisnis dimana terdiri dari arsitektur data, aplikasi dan teknologi serta rencanan implementasi dari arsitektur yang telah dibuat untuk mendukung aktivitas bisnis demi pencapaian misi organisasi. EAP menjelaskan arsitektur data, aplikasi dan teknologi yang dibutuhkan untuk mendukung bisnis organisasi. Hasil dari perancangan Enterprise Architecture Planning (EAP) berupa suatu blueprint (cetak biru) untuk arsitektur data, aplikasi, dan teknologi serta rencana implementasi yang dapat membantu Moriska Optik dalam menjalankan bisnisnya. 

Exhibition Hall Graphic Design Plan of the Bandung City Museum

Wiryawan, Muhammad Ryzki

JURNAL TIARSIE Vol 15 No 1 (2018): TIARSIE 15.1
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

At present, the museum has been recognized as one of the means of education through providing leisure experiences. There are efforts to increase visitor interest to the Museum. Graphic design in this case is one of the tools to attract end-users and facilitate the delivery of museum information. The research is intended to analyze the extent to which graphic design principles have been applied to the Bandung City Museum showroom to produce effective information access to visitors. Qualitative approaches are used in this study, namely: (a) interviews with museum managers and design designers; (b) literature analysis; and (c) visual description analysis of existing graphic design designs. It is hoped that this research can produce a further understanding of aspects of graphic design that are very influential on the success of a museum.

Smartphone Warning System for Left Behind Contact Locks Notification on Two-Wheeled Motor Vehicles

Husin, Zulkarnain, Setiyono, Riyanto, Ariessahi, Ferry

JURNAL TIARSIE Vol 15 No 1 (2018): TIARSIE 15.1
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

In the level of activity of society will work leads to a lack of attention and security will be the key vehicle, need a device or system that is capable of providing reminders and detail reports and updates. In this case, monitoring of vehicles do with a motorcycle at a considerable distance. On this occasion the author will design and build a motorcycle alarm system using infrared sensors and neoway m590e gsm module, the working principle of this system is that if a vehicle ignition key is inserted into the ignition key, the sensor will detect the key attached. The sensor sends a signal to the switch contacts that are in the off condition resulting data input logic 0 to Arduino, the Arduino programmable timer which starts counting for 10 seconds. At the time of the count has been exhausted, the Arduino will transmit data signals to turn on the alarm and gsm module to be received through the mobile application, until the conditions in the state of the vehicle ignition is on or the key is removed. Preprogrammed alarm will be back in its original state.

Stake Bamboo Poles Alternatives Foundation in Soft Soil

Sutarman, Encu

JURNAL TIARSIE Vol 15 No 1 (2018): TIARSIE 15.1
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Konstruksi diatas  tanah lunak yang tebal serta pasak bambu sebagai pondasi tiang alternatif memiliki daya dukung yang baik?  hal ini yang menjadi permasalahan yang mana kajian ini berdasarkan data soil test, mengunakan data SPT yang diconversi menjadi undrained shear strength. Kajian ini bermaksud untuk mendapatkan suatu daya dukung tanah dengan menggunakan pasak bambu dan bertujuan untuk mengetahui kapasitas ijin pasak bambu yang disyaratkan dari data undrained shear strength dengan metode daya dukung pondasi tiang tunggal dan group di tanah cohesive. Tanah kohesif merupakan kumpulan dari partikel??partikel mineral yang mempunyai indeks plastisitas sesuai dengan batas Atterbeg. Tanah berbutir halus merupakan setengah bahan fraksi lebih kecil dari saringan # 200. Pengambilan tanah asli dengan melakukan pemboran di beberapa titik lokasi pada masing??masing kedalaman untuk satu titik lokasi bor berdasarkan ASTM D 1452, 1587, 1586) serta data SPT yang dilengkapi bor log, sifat fisis tanah, batas??batas Atterberg tanah asli. Kajian ini berdasarkan investigasi lapangan pembangunan jalur Kereta Api Semarang-Grobogan Jawa Tengah serta sumber terkait dari Dinamika Konsultan cv sebagai  konsultan perencana pada bulan September 2017 tahun anggaran 2017. Perhitungan daya dukung ijin pasak bambu tunggal dan group pasak bambu. Rasio adhesive terhadap cohesive berkisar 0.6 yang mana ca (adhesive) diambil nilai rata-rata sepanjang tiang sedangkan nilai undrained shear strength cu (kPa) setara dengan 2.5 NSPT. Daya dukung pasak untuk 1 lokasi dengan 1buah pasak bambu yang mana penampang ujung pasak tertutup/closed ended, diameter sebesar 6 cm, panjang tiang 8 m, panjang effektif pasak 6.50 m memberikan daya dukung batas sebesar 7.5 kN (0.84 T) sedangkan daya dukung batas pasak untuk 4 buah pasak bambu sebesar 19.3 kN (2.17 T), friction capacity memberikan nilai lebih besar dibandingkan end bearing capacity artinya daya dukung tanah lunak yang tebal meningkat tergantung dari kelengketan tanah terhadap tiang bambu sesuai panjang dan keliling pasak bambu. Dalam pemasangan lapangan; kombinasi geotextile atau tiang pasir dengan pasak bambu selain daya dukung tanah meningkat juga dapat mempercepat waktu consolidasi.

MIDI Command Formula Design for Chord Based Music Applications

Utomo, Hadi Prasetyo

JURNAL TIARSIE Vol 15 No 1 (2018): TIARSIE 15.1
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Secara umum, permainan musik bernada dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu secara melodi dan chord. Chord adalah harmonisasi tiga nada atau lebih yang dibunyikan secara bersamaan. Pada MIDI, satu perintah dikhususkan hanya untuk membunyikan satu nada saja. Sehingga untuk chord, dibutuhkan minimal tiga perintah MIDI yang dijalankan bersamaan. Jika diimplementasikan pada sebuah aplikasi, diperlukan formulasi agar perintah MIDI dapat di-generate oleh program tanpa harus menuliskan perintah MIDI satu per satu secara manual. Hasil formulasi kemudian diuji menggunakan bahasa pemrograman Java. Berdasarkan hasil pengujian, formula sudah sesuai dengan teori musik chord dan dapat diimplementasikan pada aplikasi sejenis.

Selection of Pick Up Freight Fleet in CV. Sehati Transport

Nurjaman, Risris

JURNAL TIARSIE Vol 14 (2017): TIARSIE 14
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Sehati Transport merupakan badan usaha yang bergerak dalam bidang pengiriman barang (ekspedisi). Pengiriman barang berdasarkan order dari suatu perusahaan menuju perusahaan lain. Armada yang dipakai tentunya berbeda sesuai dengan spesifikasi barang. Kategori barang terdiri dari barang berbahaya dan beracun (B3), barang mudah pecah, barang lainnya yang dikategorikan ringan. Sendangkan ukuran pengiriman terdiri dari partai besar, partai sedang dan partai kecil. Saat ini armada yang memerlukan perhatian yaitu untuk pengiriman barang dengan partai kecil. Armada angkutan untuk partai ini yaitu jenis pickup. Dengan mobilitas yang cukup tinggi dan umur pakai yang sudah lama (di atas 5 tahun), perusahaan berencana akan mengganti dengan armada baru. Banyaknya pabrikan otomotif memberikan alternatif dengan berbagai keunggulan dan kelemahan. Perusahaan dalam hal ini asisten manajer bagian umum bertanggung jawab untuk menyediakan angkutan barang tersebut. Terdapat tiga produsen yang menyediakan kendaraan jenis pickup ini yaitu ??Z?, ??H?, dan ??B?. Dikarenakan terdapat kekurangan dan kelebihan baik teknis maupun non teknis, maka perusahaan menginginkan suatu cara yang lebih baik untuk menentukan kendaraan mana yang akan dipilih. Metode yang dipakai untuk pendekatan pemilihan alternatif yang dipandang sesuai yaitu analisis hierarki proses (AHP). AHP melibatkan kriteria baik yang dapat diukur maupun yang tidak dapat diukur. Dalam pelaksanaannya, metode AHP dilakukan dengan penilaian perbandingan berpasangan antar kriteria satu dengan kriteria lainnya. Penilaian juga dilakukan pada setiap kriteria terhadap alternatif keputusan. Hasil yang didapatkan berdasarkan bobot global yaitu sebesar 0,458 terdapat pada sarana angkutan barang ??Z?. Hal ini mengindikasikan bahwa ??Z? lebih disukai dibandingkan dengan ??H? dan ??B?. Hal lain yang menjadi pertimbangan yaitu rasio konsistensi yang menunjukkan konsistensi penilai dalam meberikan penilaian terhadap kriteria dan alternatif. Nilai konsistensi yaitu sebesar -0,0107 atau lebih kecil dari 0,1. kesimpulan akhir bahwa ??Z? dapat dijadikan armada yang lebih baik dibandingkan dengan ??H? dan ??B?.

Capacity of Pole Foundation Groups Based on NSPT on Bridge Abutment

Sutarman, Encu

JURNAL TIARSIE Vol 14 (2017): TIARSIE 14
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Kegagalan bangunan jembatan, mulai dari penurunan & kerusakan oprit, pergeseran & keruntuhan abutmen, pilar, retak dan runtuhnya lantai jembatan dll. Daya dukung ijin abutment memenuhi kapasitas yang diijinkan terhadap beban luar serta settlement dari  abutment memenuhi yang disyaratkan.  Kajian ini antara lain: daya dukung pondasi, spasi antar pondasi, hubungan kapasitas ijin pondasi tunggal terhadap kapasitas ijin group pondasi, effisiensi group dengan faktor keamanan yang disyaratkan serta settlement yang diijinkan terhadap beban rencana. Data berdasarkan proyek ruas jalan Hantar Jatigede Sumedang yang merupakan pekerjaan PLTA Jawa Barat Tahun 2013. Pengambilan tanah asli (undistrubed) dengan cara melakukan pemboran di titik lokasi rencana pondasi akan ditempatkan, kedalaman pengambilan tanah (sampling) disesuaikan terhadap daya dukung tanah yang didapat dari standard penetration test (SPT). Pengambilan  contoh tanah tidak terganggu (Undisturbed Sample) serta pengambilan contoh tanah terganggu (Disturb Sample) sesuai tujuan dan kegunaannya. Data ?? data tersebut antara lain ; Sifat fisis dan mekanis tanah undisturbed serta NSPT dari Lokasi BW 01 under bridge abutment Jl. Hantar PLTA Jatigede.   Analisa daya dukung pondasi berdasarkan SPT metode Meyerhof, 1976. Hasil analisa bahwa pondasi tiang pancang maupun bor pile memberikan daya dukung yang lebih besar dibandingkan dengan beban rencana. Settlement akibat beban luar lebih kecil dari settlement yang diijinkan.  Mengingat begitu pentingnya data parameter tanah yang menjadi dasar perhitungan tentunya data tersebut harus dihasilkan dengan kondisi actual serta metode yang benar.