cover
Contact Name
Zaenal Arifin
Contact Email
zae.may13@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ejournal.tribakti@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pemikiran Keislaman
ISSN : 14119919     EISSN : 25023047     DOI : -
Jurnal ini dikelola dan diterbitkan oleh Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri . Jurnal ini memuat kajian-kajian Kebudayaan dan Pemikiran keislaman yang meliputi pendidikan Islam, syarî‘ah, pemikiran Islam, Dakwah Islam, ekonomi, Psikologi Islam dan kajian Islam lainnya. Terbit dua kali setahun, yaitu bulan Januari dan September. E-journal ini merupakan versi online dari edisi cetak Tribakti.
Arjuna Subject : -
Articles 241 Documents
Tlatah dan Tradisi Keagamaan Islam Mataraman Fuad, A. Jauhar
Jurnal Pemikiran Keislaman Vol 30 No 1 (2019): Jurnal Tribakti
Publisher : Institut Agama Islam Tribakti Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/tribakti.v30i1.659

Abstract

Tulisan ini menjelaskan tlatah tradisi mataraman, proses dialogis antara budaya dan Islam dan tradisi keagamaan Islam Mataraman. Kesimpulan tulisan ini, pertama tradisi tlatah dan Mataraman pertama terkait dengan kerajaan Mataram. Dalam hal wilayah Mataraman, terletak di bagian barat Jawa Timur yang berbatasan dengan Jawa Tengah. Dari aspek sosial-politik wilayah ini memiliki pengaruh dari pekerjaan pra-Islam Mataram hingga zaman Islam. Kedua, proses pencerahan budaya terjadi melalui proses dialogis. Perjalanan menganeksasi tradisi dan budaya dengan Islam mengalami pasang surut, terkadang damai dan kadang konflik. Ketiga, tradisi keagamaan Mataraman dalam aspek-aspek tertentu memiliki persamaan. Tradisi seperti sekaten, gerebek, tahlilan, surowan dan nyadranan. Tradisi-tradisi ini dijalankan dan dilaksanakan oleh masyarakat yang dulunya berada di bawah kekuasaan kerajaan Mataram. Tradisi ini telah dimodifikasi oleh Walisongo sehingga nuansa agama Hindu-Budha yang dianggap syirik telah diubah menjadi konten Islam. Proses akulturasi melewati periode panjang berabad-abad yang melahirkan karakter masyarakat yang unik di wilayah mataraman.
PEMBUKUAN DAN PEMELIHARAAN AL-QUR’AN Muslimin, Moh.
Jurnal Pemikiran Keislaman Vol 25 No 2 (2014): Jurnal Tribakti
Publisher : Institut Agama Islam Tribakti Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.41 KB)

Abstract

Sejarah Al Qur an demikian jelas dan terbuka, sejak turunnya sampai masa sekarang. la dibaca hampir oleh setiap Muslim sejak dulu hingga sekarang, sehingga pada hakekatnya Al Qur an tidak membutuhkan sejarah untuk membuktikan keotentikannya. Kitab suci tersebut - lanjut Al Thabaththabaiy - memperkenalkan dirinya sebagai firman-firman Allah dan membukakan hal tersebut dengan menantang siapapun untuk menyusun seperti keadaannya. Ini sudah lebih dari cukup untuk dijadikan sebagai bukti sekalipun tanpa disertai dengan bukti kesejarahan.Qur an yang berada di tangan kita sekarang ini adalah Al Quran yang telah diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, tanpa adanya perubahan, karena keberadaan Al Qur’an yang dcmikian ini berkaitan dengan sifat dan cirinya, yang tetap sebagaimana keadaannya dahulu. Setiap Muslim harus percaya bahwa apa yang dibaca dan didengarnya sebagai Al Quran sekarang ini tidak berbeda sedikitpun dengan apa yang pernah dibaca oleh Rasulullah SAW, dan didengar dan dibaca oleh para Sahabat. Pada zaman sekarang Al Quran dihafal oleh jutaan umat Islam di seluruh dunia dan tidak tertinggal di Negara Indonesia, dengan munculnya pondok pesantren Hufadz di mana-mana. Dengan munculnya banyak pondok pesantren Hufadz tersebut, setiap tahunnya menghasilkan penghafal-penghafal baru yang jumlahnya semakin bertambah.  Ini semua adalah salah satu isyarat bahwa Allah senantiasa menjaga Al Quran dengan sungguh-sungguh, dan dengan demikian terbuktilah Allah selalu menjaga kemurnian dan keotentikan Al Quran.
FILOSOFI EKONOMI SYARI’AH SEBAGAI LANDASAN PERBANKAN SYARI’AH Bukhori, Jamaluddin
Jurnal Pemikiran Keislaman Vol 22 No 2 (2011): Jurnal Tribakti
Publisher : Institut Agama Islam Tribakti Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.257 KB) | DOI: 10.33367/tribakti.v22i2.84

Abstract

Sistem perbankan syari’ah dalam kerangka “dual banking system” (sistem perbankan ganda) antara konvensional dan syari’ah. perbankan konvensional dengan perbankan syari’ah adalah adanya larangan untuk membayar dan menerima bunga pada perbankan syari’ah. Secara filosofis dan prinsipil perbedaan keduanya sangat jelas. Bank syari’ah mengumpulkan pendapatanya melalui bagi hasil. Sedangkan Bank Konvensional menggantungkan pada bunga yang diperolehnya
Eksekutif Hyper-Performer: Sebuah Potret Budaya Kerja Manajer Kosmopolit Zahara, Rifqiawati
Jurnal Pemikiran Keislaman Vol 29 No 2 (2018): Jurnal Tribakti
Publisher : Institut Agama Islam Tribakti Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.89 KB) | DOI: 10.33367/tribakti.v29i2.599

Abstract

Bekerja terasa dipastikan (terdeterministik seperti dalam alam yang dikuasai oleh suatu hukum objektif), tidak lagi seperti halnya di mana kemampuan seseorang diukur berdasarkan seseorang itu sendiri. Akan tetapi merupakan hasil paksaan dari kekuasaan luar yang asing yang tidak diketahui dari mana dan kemana tujuannya. Hal itu muncul sebagai suatu kesadaran uncontrollable, bahkan sebaliknya lepas dari kemauan dan perjalanan manusia. Sehingga manusia dipaksa menjalani urutan penahapan dan tingkatan perkembangan di bawah suatu perintah. Hal itu yang menggambarkan performa eksekutif profesional dewasa ini. Adanya tuntutan beban kerja yang menumpuk telah menciptakan peran eksekutif yang super sibuk. Muncul distorsi dalam hidup eksekutif yang disebabkan adanya suatu pola yang tidak sistemik dan proporsional. Terutama dalam menetapkan pola kerja sehingga muncul budaya eksekutif “gila kerja” (workaholic). Karena itu sebagai anti tesis workaholic muncul paradigma baru dengan melahirkan performa hyper-performer sebagai alternasi. Dari situ, seberapa jauh eksekutif hyper-performer tersebut dapat tercipta di lingkungan bisnis? Bagaimanakah konsteratif pola kerja eksekutif puncak dalam menempatkan secara tepat hyper-performance dan tidak terjebak pada pola workaholic. Maka tulisan ini berusaha untuk menjelajah konsep tersebut.
Tantangan Modernisme Pendidikan Agama Islam dari Konservatisme Mukhlison, Moch.
Jurnal Pemikiran Keislaman Vol 29 No 2 (2018): Jurnal Tribakti
Publisher : Institut Agama Islam Tribakti Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.905 KB) | DOI: 10.33367/tribakti.v29i2.605

Abstract

Tantangan Moderatisme Pendidikan Agama Islam Dari  Konservatisme, bukan kajian baru sebagai usaha melihat wajah baru keislaman di Indonesia, terlebih pasca reformasi. Sebagian kalangan menilai perjalanan demokrasi yang belum tuntas dianggap sebagai ladang subur pertarungan ideologi di semua level masyarakat, termasuk dunia pendidikan. Sikap negara pun dianggap menilai kebutuhan berdasarkan kepentingan politik semata, termasuk dalam skop kecil politik pengetahuan. Tulisan ini, menstudi politik pendidikan dalam konteks pertarungan ideologi moderatisme dan konservatisme dalam sekolah agama Islam. Studi dimulai melacak konteks kemunculan pendidikan Islam di Indonesia hingga saat ini. Metode yang digunakan, studi literasi berbasis dokumen ilmiah dan laporan hasil penelitian. Hasil studi ini, melihat pendidikan agama Islam di lembaga-lembaga pendidikan berideologi moderatisme sedang mengalami serangan ideologi konservatisme dari pelbagai arah. Misalnya, materi dalam bahan-bahan ajar mata pelajaran agama seperti konsep jihad dengan doktrin amar makruf nahi munkar. Contoh lain adalah penjelasan tentang kerajaan Bani Umayyah atau Abbasiyah. Konteks yang diperlihatkan sistem pemerintahan khilafah (kepeminpinan tunggal). Sikap pemerintah yang mencerminkan demokrasi dihilangkan. Topik-topik seperti inilah yang sangat berpotensi dijadikan gerakan konservatisme untuk mengembangkan ideologinya.
PENDEKATAN STUDI ISLAM DALAM MASYARAKAT MULTIKULTURAL Mushlihin, Imam Annas
Jurnal Pemikiran Keislaman Vol 14 No 1 (2005): Tribakti, Volume 14 No.1 Januari 2005
Publisher : Jurnal Pemikiran Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lately have happened a lot of chaos and conflict in fatherland whereabout religion represent one of motive factor. The appearance kinds of the chaos on suspicion for lack of understanding culture plurality which is relied in perspective multicultural. In multicultural society by various different religion and culture, understanding and religion interpretation have monolithic character which tend to appear truth claim attitude, that is in the end turn up the attitude not confess the truth of other religion and culture. Though in multicultural society needed multiculturalisme attitude, that is confession and appreciation existence in response plurality. This article will elaborate the form of approach in Islamic study which ought to be developed in multicultural society. The aim is to grow the religious understanding which ever able to braid dialogued culturally and tradition which plural, so that religion sense not only have normatif and a-history character. The important of religious understanding which always dialogued culturally which born and grow to expand with society, will be more able to enrich the carrying out of to itself religion, and also in turn will eliminate the religious understanding which tend to fundamental, fanatic, and radical.
KONSEP WARIA DALAM TELEVISI INDONESIA; Sebuah Kajian Dekonstruktif Fatayati, Sun
Jurnal Pemikiran Keislaman Vol 25 No 2 (2014): Jurnal Tribakti
Publisher : Institut Agama Islam Tribakti Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.322 KB)

Abstract

This article explains about shemale (transgender subject) which have negative  images in around of our society. This is because of the society social construction that used to seeing life of transsexual who always synonymous with prostitution. This study explains the deconstruction toward shemale (transgender subject) which is constructed by television’s programs. This study looked at not only the use of media of transgender subject on television, but it also sought to identificate the deconstruction of transgender subject on television’s program. In the fact, the values of Islam considered that being a transgender is a big sin. This study uses a Semiotic theory of Charles Sanders Pierce which cleaves the symbol through a triangle of meaning, they are representament, object, and interpretant. Then, the detail meaning which is gained after it is classified based on the kind of objects such as index icon and symbol.  After we construct it, we will analyze  based on the rules of deconstruction (Binner opposition and Differance) according to Jaqcues Derrida.
KRITIK NALAR ARAB DALAM PERSPEKTIF ABID AL-JABIRI Masduqi, Irwan
Jurnal Pemikiran Keislaman Vol 20 No 1 (2009): Jurnal Tribakti
Publisher : Jurnal Pemikiran Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tetralogi “Kritik Nalar Arab” (Naqd al-‘Aql al-‘Arabi) merupakan proyek kebangkitan dan modernisasi yang dibangun kokoh oleh Mohammed Abed al-Jabiri di atas puing-puing reruntuhan kejumudan konstruksi pemikiran Arab-Islam. Tetralogi Kritik Nalar Arab mencakup Takwîn al-‘Aql al-Arabi (1984), Binyah al-‘Aql al-Arabi (1986), Al-‘Aql al-Siyâsi al-‘Arabi (1990), dan al-‘Aql al-Akhlâqi al-‘Arabi: Dirâsah Tahlîliyyah Naqdiyyah li Nudhm al-Qiyam fi Tsaqâfah al-Arabiyyah (2001). Kritik Nalar Arab diproyeksikan sebagai batu loncatan menuju rasionalisme kritis guna mengejar ketertinggalan peradaban Arab-Islam dari kemajuan pesat Eropa Modern pasca-Renaissance. Kritik Nalar Arab diandaikan mampu mensinergikan serta mendialogkan kesenjangan dan benturan antara tradisi (turâts) dan modernitas. Kritik Nalar Arab terpahat menjadi ukiran konsepsi unik yang mendapat apresiasi terluas dibanding konsepsi-konsepsi kebangkitan lain yang muncul dalam kebudayaan Arab kontemporer. Namun, di sisi lain, Kritik Nalar Arab dihujani derasnya kritik argumentatif yang cukup massif dari  para pemikir kawakan seperti George Tharabisyi dari Syiria dan Yahya Muhammed dari Sudan. Menyadari urgensitas kontribusi wacana Kritik Nalar Arab dalam proyek kebangkitan modern, penulis mendeskripsikan pemikiran Abed al-Jabiri formulasi Nalar Arab dalam Takwin al-Aql al-Arabi.
REAKTUALISASI NILAI-NILAI TASAWUF DALAM MENATA KEHIDUPAN MODERN Robingatun, Robingatun
Jurnal Pemikiran Keislaman Vol 14 No 1 (2005): Tribakti, Volume 14 No.1 Januari 2005
Publisher : Jurnal Pemikiran Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Modernization era marked with the development of science and  technology as will as rationalism , empirism, and positivism have created a crisis of spirituality, as shown by the degradation of people morality. It was believed that modernity supported progressivity. But in contrast, it has emerged a symptom of so called with the agony modernization.This  is because of no balancing improvement between physic and spirituality. Therefore, if society then return to religious values, especially Sufism, as shown by the growing of society enthusiasm to Sufism. The Sufism as a dimention of spiritual in Islam need to be actualized in arranging this modern life so that it will be able to place human being on the stage “ummatan wasathan” namely. People residing in the middle of, far from extreme materialism attitude and of extreme spirituality
PENDIDIKAN KEINDONESIAAN DALAM PENGEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM BERBASIS BUDAYA LOKAL Turmudi, Moh.
Jurnal Pemikiran Keislaman Vol 26 No 1 (2015): Jurnal Tribakti
Publisher : Institut Agama Islam Tribakti Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.679 KB)

Abstract

Speaking of local cultural values as a cultural product of local communities, their presence at the level of the nation state is getting lost, especially when faced with the challenges of the global community. Indonesias national culture merely as a formal object, because the object is actually a regional culture material including educational values in the area.That is why in the study of educational thought Indonesia needed an invention of tradition to create a building-type non western scientific education that seeks consciously undertake concrete activities continuing to improve, remodel, renew life system, social order or the state administration that reinforce values.Cultural studies utilizing multidisciplinary studies in cultural perspective. As it is known that the culture has a universal culture of the seven sectors, namely art, system technology, religion, social organization, knowledge systems, economic systems, and languages.

Page 2 of 25 | Total Record : 241