cover
Filter by Year
Societa: Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis
ISSN : 23014180     EISSN : 25498509
Societa is the journal that published by Agricultural Faculty of Muhammadiyah University of Palembang, since 2016. This journal reguraly publish every June and December with registrated number ISSN 2301-4180 (print) and ISSN 2549-8509 (online).
Articles
104
Articles
ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI DAN SALURAN PEMASARAN BIBIT KARET RAKYAT DI DESA AIR BATU KECAMATAN TALANG KELAPA KABUPATEN BANYUASIN PROPINSI SUMATERA SELATAN

Lestari, Sri Rahayu Endang

Societa: Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Societa: Penelitian Ilmu-Ilmu Agribisnis
Publisher : Muhammadiyah University of Palembang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.724 KB)

Abstract

 ABSTRACT The purpose of this study was to determine how much farm income and marketing channels for smallholder rubber seeds in Air Batu Village, District of Talang Kelapa, Banyuasin Regency. The implementation of this research had started from July to August 2015. The research method used  survey method. Primary data collection was done by direct observation in the field and secondary data was obtained from village, sub-district, district monographs and written sources. The results showed that the average income from the results of rubber nursery farming activities in Air Batu village was Rp. 7,560,084.00 - per hectare, while the marketing channel for smallholder rubber seedling farming in Air Batu Village is from farmers to village collectors (agents) and forwarded to consumers inside and outside the Banyuasin Regency. It can also be concluded that the income of rubber nursery farming in polybags cultivated by farmers in Air Batu Village is good enough, to reduce production costs, farmers should not buy sleeping eye stum seeds to other parties, but strive to make their own nurseries or groups. The recommended advice from this research is looks like better for the farmers join farmer groups of rubber nursery farming, so if there is a problem, it can be solved together. The government is also expected to provide assistance to farmers, in the form of distribution services, for smallholder rubber seeds, so that farmers should not have to wait too long to make a profit.ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa besar pendapatan usahatani dan saluran pemasaran bibit karet rakyat di Desa Air Batu Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin.  Pelaksanaan penelitian ini dimulai dari bulan Juli sampai Agustus 2015. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey. Pengambilan data primer dilakukan dengan pengamatan langsung dilapangan dan data sekunder diperoleh dari monografi desa, kecamatan, kabupaten dan sumber-sumber tertulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan dari hasil kegiatan usahatani pembibitan karet di desa Air Batu sebesar Rp. 7.560,084,00,- per hektar. Sedangkan Saluran pemasaran usahatani bibit karet rakyat di Desa Air Batu adalah mulai dari Petani ke Pedagang Pengumpul Desa (agen) dan diteruskan ke  Konsumen di dalam dan di luar Kabupaten Banyuasin. Dalam penelitian ini juga dapat disimpulkan bahwa pendapatan usahatani pembibitan karet dalam polybag yang diusahakan oleh petani di Desa Air Batu sudah cukup baik, untuk memperkecil biaya produksi sebaiknya para petani tidak membeli bibit stum mata tidur kepada pihak lain, tetapi diupayakan agar membuat pembibitan sendiri atau berkelompok.  Adapun saran yang dianjurkan dari penelitian ini adalah diharapkan kedepan petani membentuk kelompok tani untuk usahatani pembibitan karet, sehingga jika ada suatu permasalahan dapat diatasi secara bersama-sama. Pemerintah juga diharapkan memberikan bantuan kepada para petani berupa jasa penyaluran bibit karet rakyat, sehingga para petani tidak perlu menunggu lama untuk memperoleh keuntungan

ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHATANI TERPADU PADI – ITIK DI KABUPATEN MUSI RAWAS

Wahyuni, Nenny, Suryati, Nila

Societa: Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Societa: Penelitian Ilmu-Ilmu Agribisnis
Publisher : Muhammadiyah University of Palembang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.511 KB)

Abstract

ABSTRACTIntegrated rice-duck farming is one of integral farming pattern used to increase farmer’s household income.  This integral farming pattern has been developed in many contries such as Japan and Philippines. Rice farming pattern integrated with duck poultry gives farmers chance to gain multiple crops, not only paddy but also duck meat and egg. The purpose of this research were to analyze the financial feasibility of integrated rice-duck farming pattern. Outcome of this research were development model of integrated farming between rice farming and duck poultry which feasible to run. Hopefully this research can motivate farmers to gain more product from one field in order to increase farmer’s household income. The methode used in this research is survey methode. Respondences are choosed by purposive sampling methode from farmers who integrate rice farming with duck poultry. By this methode 10 respondences are selected. The result of this research shows that integrated rice-duck farming pattern are profitable with benefit reach Rp36.713.000,- per years.  Integrated rice-duck farming pattern are feasible with NPV Rp99.964.397,- at discount rate 12%; Net B/C 3,26; IRR 80%; and PP 1,18.ABSTRAK Usahatani terpadu Padi-itik merupakan salah satu pola usahatani yang bisa dilakukan untuk meningkatan pendapatan rumahtangga petani. Pola usahatani terpadu ini telah dikembangkan di beberapa negara seperti Jepang dan Filipina. Usahatani terpadu antara ternak itik dan tanaman padi memungkinkan petani memperoleh hasil panen yang lebih beragam,  tidak hanya padi tetapi petani juga bisa memperoleh daging itik dan telur itik sekaligus. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kelayakan usahatani terpadu antara tanaman padi dan ternak itik secara finansial. Luaran penelitian ini adalah model pengembangan pertanian campuran antara padi dan itik yang layak diusahakan secara finansial.  Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi petani padi sawah untuk mendiversifikasi lahan sawahnya sehingga diperoleh produk pertanian yang beranekaragam dari suatu areal yang sama sebagai upaya peningkatan pendapatan rumahtangga petani. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Penentuan responden dilakukan secara sengaja (purposive sampling) dengan kriteria petani padi sawah yang memiliki ternak itik.  Melalui metode tersebut dipilih 10 orang responden petani padi sawah yang juga beternak itik di Kecamatan Tugumulyo Kabupaten Musi Rawas.  Hasil penelitian menunjukkan usahatani terpadu padi-itik menguntungkan dengan keuntungan mencapai Rp36.713.000,- per tahun.  Usahatani terpadu padi-itik layak diusahakan dengan nilai NPV Rp99.964.397,- pada discount rate 12%; Net B/C 3,26; IRR 80%; dan PP 1,18 tahun.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PETANI MENGUSAHAKAN PADI ORGANIK DI DESA KARANG SARI KECAMATAN BELITANG III KABUPATEN OKU TIMUR

Andriani, Ria, Sobri, Khaidir, Iswarini, Harniatun

Societa: Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Societa: Penelitian Ilmu-Ilmu Agribisnis
Publisher : Muhammadiyah University of Palembang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.852 KB)

Abstract

ABSTRACTThis study aims to determine the factors that influence the decision of farmers in organic rice cultivation, and to find out how much income farmers cultivate paddy organic and non organic. This research was conducted in Karang Sari Village Belitang III District of East OKU District from July to August 2017. The research method used was survey, while the sampling method used was disproportionate stratified random sampling method with 44 respondents. Methods of data collection used observation and interview methods. The data obtained in the field first grouped then processed by tabulation. To answer the first problem is done mathematical model and described descriptively with logit model regression equation. Furthermore, to analyze and compare the income of organic rice farmers and non-organic rice used parametric analysis with t-test. Statistical test is done by using computer application program SPSS for windows 16,00. Result of research that simultaneously factor influencing decision of farmer age, land area, education, motivation have real effect to farmer decision. Partially age and motivation have a significant effect on the decision, while the area of land and education has no significant effect on the decision of farmers to cause organic rice. Revenue received by organic rice farmers is greater than that of non-organic paddy farmers extending cultivation or per hectare per planting season in accordance with the hypothesis

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PETANI DALAM MELAKUKAN ALIH FUNGSI LAHAN SAWAH MENJADI KEBUN KELAPA SAWIT DI KECAMATAN TANJUNG LAGO KABUPATEN BANYUASIN

Fitriyana, Gusti

Societa: Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Societa: Penelitian Ilmu-Ilmu Agribisnis
Publisher : Muhammadiyah University of Palembang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.452 KB)

Abstract

ABSTRACTThis study aims to: (1) find out what factors influence farmers decisions in transferring land functions, and (2) formulate control strategies for land conversion. The method used in this study is a case study method, which is the sample unit is farmers who are still planting paddy fields and farmers who have converted land into oil palm plantations. Data analysis method to answer the first problem using logistic regression analysis, while to answer the second problem using SWOT-Classic analysis. The conclusions of this study are (1) the factors that significantly influence the decision of farmers in transferring land functions are income, production costs and education level, (2) the formulation of strategies that can be recommended based on the results of the SWOT analysis conducted as follows: (a) determine the rice field area of food crops in each village in Tanjung Lago Subdistrict, accompanied by socialization of land conversion rules, (b) Make improvements to the tidal land reclamation network in Tanjung Lago sub-district and encourage farmer groups in network management tidal land reclamation.ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mengetahui factor apa saja yang berpengaruh terhadap keputusan petani dalam melakukan alih fungsi lahan, dan (2) merumuskan strategi pengendalian alih fungsi lahan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus, yang menjadi unit sampelnya adalah petani yang masih menanam padi sawah dan petani yang telah melakukan alih fungsi lahan menjadi kebun kelapa sawit. Metode analisis data untuk menjawab permasalahan pertama menggunakan analisis regresi logistic, sedangkan untuk menjawab permasalahan kedua menggunakan analisis SWOT-Klasik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah (1) factor-faktor yang berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan petani dalam melakukan alih fungsi lahan adalah pendapatan, biaya produksi dan tingkat pendidikan, (2) rumusan strategi yang bisa direkomendasikan berdasarkan hasil analisis SWOT yang dilakukan adalah sebagai berikut : (a) menetapkan zona lahan persawahan tanaman pangan di masing-masing desa di wilayah Kecamatan Tanjung Lago, disertai dengan  sosialisasi tentang aturan alih fungsi lahan, (b) Melakukan  perbaikan jaringan reklamasi rawa pasang surut di kecamatan Tanjung Lago serta mendorong kelompok tani  dalam pengelolaan jaringan reklamasi rawa pasang surut. 

MOTIVASI MEMBANGUN KEBUN JERUK KEPROK RGL (RIMAU GERGA LEBONG) DI KELURAHAN AGUNG LAWANGAN KECAMATAN DEMPO UTARA KOTA PAGAR ALAM (STUDI KASUS SIDARHAN PEMILIK KEBUN JERUK KEPROK RGL)

Datika, Wella, Anang, Rahidin Haji, Abubakar, Rafeah

Societa: Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Societa: Penelitian Ilmu-Ilmu Agribisnis
Publisher : Muhammadiyah University of Palembang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.948 KB)

Abstract

ABSTRACT This study aims to determine the motivation Sidarhan to build the plantation of tangerine RGL and to find venture capital to build a tangerine RGL in the village of Agung Lawangan of the district Dempo Utara Pagar Alam town. This research was conducted in Agung Lawangan of the district Dempo Utara Pagar Alam town in January to March 2017. The research method used was the case study method. While the sampling method used is a method of intentionally (purposive sampling) with samples Sidarhan as a the tangerine RGL farmers. Data collection technique used observation and interview methods. Analysis of the data used is descriptive analysis qualitative. The result of the research shows that Sidarhan motivation to build the tangerine RGL plantation because of social aspect Sidarhan wants to be a pioneer, from economic aspect Sidarhan wants to support family needs and from technical of tangerine RGL cultivation can be cultivated in the village Agung Lawangan of the district Dempo Utara Pagar Alam Town. The business capital to build the tangerine RGL plantation from year 0 to year 3 is Rp 200,138,000.ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  Motivasi Sidarhan membangun kebun jeruk keprok RGL dan untuk mengetahui modal usaha membangun kebun jeruk keprok RGL di Kelurahan Agung Lawangan Kecamatan Dempo Utara Kota Pagar Alam. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Agung Lawangan Kecamatan Dempo Utara Kota Pagar Alam pada bulan Januari  sampai Maret 2017. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus (case study). Sedangkan metode penarikan contoh yang digunakan adalah metode secara sengaja (purposive sampling) dengan informan Sidarhan sebagai petani jeruk keprok RGL. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi dan wawancara. Analisis data yang digunakan adalah analisis secara deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa motivasi Sidarhan membangun kebun jeruk keprok RGL karena dari aspek sosial Sidarhan ingin menjadi pioneer (perintis), dari aspek ekonomi Sidarhan ingin menopang kebutuhan keluarga dan dari teknis budidaya jeruk keprok RGL sudah dapat dibudidayakan di Kelurahan Agung Lawangan Kecamatan Dempo Utara Kota Pagar Alam. Modal usaha membangun kebun jeruk keprok RGL dari tahun ke-0 sampai tahun ke-3 adalah senilai Rp 200.138.000. 

PERANAN KOPERASI UNIT DESA (KUD) KUMBANG JAYA DALAM MEMBANTU PEREKONOMIAN PETANI KELAPA SAWIT DI DESA SIDOMAKMUR KECAMATAN AIR KUMBANG KABUPATEN BANYUSIN

Batubara, Mustopa Marli, Iskandar, Sutarmo, Rianti, Risa

Societa: Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Societa: Penelitian Ilmu-Ilmu Agribisnis
Publisher : Muhammadiyah University of Palembang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.956 KB)

Abstract

ABSTRACT This study was to determine the role and supporting factors and inhibiting factors of Kumbang Jaya Village Unit Cooperatives in helping the economy of oil palm farmers in Sidomakamur Village, Air Kumbang Subdistrict, Banyuasin Regency. This research was carried out in Sidomakmur Village, Air Kumbang District, Banyuasin Regency from September to by November 2017. The research method used is survey method, for the method of sampling used method (simple random sampling). Data collection methods used in this study are observation and interviews directly to respondents who have been determined using a quisioner tool that has been prepared in advance. Data processing was carried out using qualitative data analysis methods. The results showed that Kumbang Jaya Cooperative was instrumental in helping the economy of the cooperative members. in the form of providing loans that are consumptive or productive.ABSTRAK Penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan serta faktor pendukung dan faktor penghambat Koperasi Unit Desa (KUD) Kumbang Jaya dalam membantu perekonomian petani kelapa sawit di Desa Sidomakamur Kecamatan Air Kumbang Kabupaten Banyuasin.Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sidomakmur Kecamatan Air Kumbang Kabupaten Banyuasin dari bulan September sampai dengan November 2017. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey, untuk metode penarikan contoh digunakan metode (simple Random Sampling). Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara secara langsung kepada responden yang telah ditentukan dengan menggunakan alat bantu quisioner yang telah dipersiapkan sebelumnya. Pengolahan data dilakukan menggunakan metode analisis data  kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Koperasi Kumbang Jaya berperan dalam membantu perekonomian anggota koperasi. berupa memberikan pinjaman yang bersifat konsumtif maupun produktif. 

KEPUTUSAN PETANI MENGADOPSI BENIH PADI HASIL IRADIASI BATAN

Andry, Andry

Societa: Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Societa: Penelitian Ilmu-Ilmu Agribisnis
Publisher : Muhammadiyah University of Palembang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.084 KB)

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this study: 1). To find out the consideration of farmers to adopting irradiated rice seeds. 2). To find out the production and benefits of rice farmers who use irradiated seeds. 3). To analyze differences in the level of production and profits of farmers who use irradiated seeds. 4). To analyze what factors influence the decision of farmers to use irradiated seeds. This study uses primary and secondary data types. Primary data collection techniques were obtained through interviews with respondents. The analysis used is descriptive analysis, different test and logit regression. The results of this study are: 1). The consideration in adopting irradiated rice seeds from the knowledge side of the respondents stated that 86,7% of respondents knew very well about the seeds produced by iriadiasi, on the respondents attitude towards the seeds produced by iriadiasi showed that 60% of respondents responded very well, then from the availability of 60% seeds stated that the rice seeds produced by iriadiasi were very available, while for purchasing power 93% stated that the purchasing power was quite high in using seeds produced by BATAN iriadiation. 2) Production and profits of farmers who use seeds are higher than non-average, with an average production of 3.184 kg and a profit of Rp. 13.040.006 per hectare, while the average production of non-best varieties is 2,752 kg with a profit of Rp. 9.550.654 per hectare. 3). Significantly the average production of farmers who use the best seeds is significantly different than the average non-best varieties. The average profit of farmers who use bestari varieties is significantly different compared to non bestari. 4). The attitudes and availability of seeds significantly influence the decision of farmers in adopting irradiated varieties (Bestari).ABSTRAKTujuan dari penelitian ini : 1). Untuk mengetahui pertimbangan petani mengadopsi benih padi hasil iradiasi. 2). Untuk mengetahui produksi dan keuntungan petani padi yang menggunakan benih hasil iradiasi. 3). Untuk menganalisis perbedaan tingkat produksi dan keuntungan petani yang menggunakan benih hasil iradiasi. 4). Untuk menganalisis Faktor-faktor apa sajakah yang mempengaruhi keputusan petani menggunakan benih hasil iradiasi. Penelitian ini menggunakan jenis data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data primer diperoleh melalui Wawancara dengan responden. Analisis yang digunakan yakni analisis deskriptif, uji beda dan  regresi logit. Hasil dari penelitian ini yakni: 1). Pertimbangan dalam mengadopsi benih padi hasil iradiasi dari sisi pengetahuan responden menyatakan bahwa 86,7% responden sangat tahu akan benih hasil iriadiasi, pada sisi sikap responden terhadap benih hasil iriadiasi menunjukkan bahwa 60% responden merespon dengan sangat baik, selanjutnya dari sisi ketersedian benih 60% menyatakan bahwa benih padi hasil iriadiasi sangat tersedia, sementar itu untuk daya beli 93% menyatakan daya beli cukup tinggi dalam menggunakan benih hasil iriadiasi BATAN. 2). Produksi dan keuntungan petani yang menggunakan benih bestari lebih tinggi dibandingkan non bestari rata-rata produksi bestari 3.184 kg dan keuntungan Rp. 13.040.006 per hektar, sedangakan rata-rata produksi varietas non bestari 2.752 kg dengan keuntungan Rp. 9.550.654 per hektar. 3). Secara signifikan rata-rata produksi petani yang menggunakan benih bestari berbeda nyata dibandingkan rata-rata varietas non bestari. Rata-rata keuntungan petani yang menggunakan varietas bestari berbeda nyata dibandingkan non bestari. 4). Sikap dan ketersedian benih berpengaruh nyata terhadap keputusan petani dalam mengadopsi varietas hasil iradiasi (Bestari). 

SALURAN PEMASARAN KOMODITI KELAPA (Cocos nucifera L) DI DESA TELUK PAYO KECAMATAN BANYUASIN II KABUPATEN BANYUASIN

Saputra, Aan, Afriyatna, Sisvaberti

Societa: Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Societa: Penelitian Ilmu-Ilmu Agribisnis
Publisher : Muhammadiyah University of Palembang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.848 KB)

Abstract

 ABSTRACT                                                                                   The problem in this research is how. Loss of commodity coconut (Cocos nucifera L) in Payo Bay Village, Banyuasin II Subdistrict, Banyuasin District. Research on Coconut Commodity (Cocos nucifera L) in Teluk Payo Village, Banyuasin II District, Banyuasin Regency. The research method used in this research is survey method. The survey method is an example that is used to find out the facts of existing symptoms and find factual facts. The method used in this study is the Simple Random Sampling method. Based on the information from Pak Deni as the head of Payo Bay Village, Banyuasin II District, Banyuasin District, of the total 562 coconut planters who met the homogeneous conditions, the researchers determined that 130 people. Thus, the population of this study was 130 people. Descriptive data processing methods. Descriptive method is a pattern to describe and interpret objects according to what is without data manipulation. Based on the results of digging data. Information available in Payo Bay Village from farmers to end consumers. The institution involved in the trading system is the first research, which is often referred to by the community around traders, traders, and retail traders. Found 3 Rising Coconut in Teluk Payo Village, Banyuasin II District.ABSTRAK Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah saluran pemasaran komoditi kelapa  (Cocos nucifera L) di desa teluk payo kecamatan  banyuasin II kabupaten banyuasin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan saluran pemasaran komoditi kelapa (Cocos nucifera L) di Desa Teluk Payo Kecamatan  Banyuasin II Kabupaten Banyuasin. Metode penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Metode survei merupakan penyelidikan yang diadakan untuk memperoleh fakta-fakta dari gejala-gejala yang ada dan mencari keterangan-keterangan secara factual. Metode penarikan contoh­ yang digunakan dalam penelitian ini adalah  metode Simple Random Sampling. Berdasarkan hasil informasi dari Pak Deni selaku kepala Desa Teluk Payo Kecamatan Banyuasin II Kabupaten Banyuasin dari  total seluruh 562 pekebun kelapa yang memenuhi syarat homogen yang peneliti tentukan adalah 130 orang. Dengan demikian, populasi penelitian ini adalah sebanyak 130 orang. Metode pengolahan data yang digunakan adalah deskriptif. Metode deskriptif adalah suatu pola untuk menggambarkan dan menginterprestasikan objek sesuai dengan apa adanya tanpa manipulasi data. Berdasarkan hasil pengumpulan data diketahui bahwa pemasaran kelapa di Desa Teluk Payo dari petani hingga konsumen akhir, melibatkan beberapa lembaga pemasaran. Lembaga yang terlibat dalam tataniaga kelapa dalam di lokasi penelitian yaitu pedagang pengumpul tingkat pertama, yang sering disebut oleh masyarakat sekitar pedagang pentotok/pedagang keliling, pedagang pengumpul tingkat kedua, pedagang besar dan pedagang pengecer. Terdapat 3 saluran pemasaran Kelapa di Desa Teluk Payo Kecamatan Banyuasin II.

ANALISIS PENDAPATAN PETANI KELAPA (Cocos nucifera L) DI DESA TELUK PAYO KECAMATAN BANYUASIN II KABUPATEN BANYUASIN

Kurniawan, Rahmat, Pangestu, Angga Widiyo

Societa: Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Societa: Penelitian Ilmu-Ilmu Agribisnis
Publisher : Muhammadiyah University of Palembang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.912 KB)

Abstract

ABSTRACTThe coconut plant is one of the plantations that have the ability to adapt to the environment, therefore the coconut plant is highly developed in varying land and climatic conditions. However, there are certain conditions where coconut plants can not grow and develop well to achieve high production. This study aims to determine the Revenue earned by Coconut Farmers in Teluk Payo Village Banyuasin II District Banyuasin Regency. This research was conducted in Teluk Payo Village, Banyuasin II District, Banyuasin Regency. In July to August 2017. The research method used is Survey method, for sampling method used in this research is Simple Random Sampling method, where in this research there are 20 samples of coconut farmers. Data collection method used in this research is direct observation method and interview. The method of data processing is done by tabulation and then analyzed descriptively with qualitative approach to answer how big contribution of coconut farmer to family income. The results can be concluded that the amount of income obtained by coconut farmers in Teluk Payo Village Banyuasin II District Banyuasin is Rp. 65,217,450.15 / ha / yr or with a percentage of 75.09%. The income is derived from the basic agricultural income of coconut.ABSTRAKTanaman kelapa merupakan salah satu tanaman perkebunan yang memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan, oleh karena itu tanaman kelapa sangat dikembangkan pada kondisi lahan dan iklim yang bervariasi. Akan tetapi ada kondisi tertentu dimana tanaman kelapa tidak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik untuk mencapai produksi yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Besarnya Pendapatan yang diperoleh Petani Kelapa di Desa Teluk Payo Kecamatan Banyuasin II Kabupaten Banyuasin. Penelitian ini dilaksakan di Desa Teluk Payo Kecamatan Banyuasin II Kabupaten Banyuasin. Pada bulan Juli sampai Agustus 2017. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Survei, untuk metode penarikan contoh yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Simple Random Sampling, dimana dalam penelitian ini terdapat 20 sampel petani kelapa. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi langsung dan wawancara. Metode pengolahan data yang dilakukan secara tabulasi lalu dianalisa secara deskriptif dengan pendekatan kualitatif untuk menjawab berapa besar kontribusi petani kelapa terhadap pendapatan keluarga. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Besarnya pendapatan yang diperoleh petani kelapa di Desa Teluk Payo Kecamatan Banyuasin II Kabupaten Banyuasin yaitu sebesar Rp. 65.217.450,15/ha/th atau dengan persentase sebesar 75,09%. Pendapatan tersebut diperoleh dari pendapatan usahatani pokok yaitu kelapa.

PERSEPSI IBU RUMAHTANGGA TERHADAP PRODUK TEMPE SORGUM DAN STRATEGI PENGEMBANGANNYA DI KABUPATEN MUSI RAWAS

Puspitasari, May Shiska, Sutejo, Sutejo

Societa: Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Societa: Penelitian Ilmu-Ilmu Agribisnis
Publisher : Muhammadiyah University of Palembang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.827 KB)

Abstract

ABSTRACT This study aims to determine the perception of housewives about processed sorghum tempe product and its development strategies. This research was conducted in Tugumulyo Subdistrict, Musi Rawas District that is a migrant population area, the majority of which originated from tempe (Java). Data collection was carried out from June to July 2017. The method used was survey method, sampling by simple random sampling which total of 50 housewives. The data analyzed through a Likert scale and SWOT analysis. The results showed that the perception of housewives on the sorghum tempe product variable with an index value of 42.4%, a social class variable with an index value of 36.4%, a psychological variable with an index value of 40.2% and a variable purchase decision with an index value of 38, 6%. The S-O strategy, showed the, triggering coordination between the Industry and Trade Agency and the producer group of tempe sorghum, promoting tempe sorghum through electronic mass media, ensuring precise input techniques and in accordance with the type of land. The W-O strategy, showed utilizing the District Governments support to integrate producer and respondent relationships, fostering the total production capacity of sorghum tempe according to the number of respondents growing, looking for sources of sorghum that are ready for processing from other regions. The S-T strategy, showed spurring the several multi-year action research on wet and dry land Musi Rawas district, prioritizes local equipment without chemicals, ensures the use of high-productivity and high-land production techniques and W-T strategies include selecting areas and farmers who are ready to grow sorghum as needed, providing specialized training on hygienic and quality sorghum tempe production, providing a good Sorghum warehouses near the manufacturers.ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi ibu rumahtangga mengenai produk olahan tempe sorgum dan strategi pengembangannya. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Tugumulyo Kabupaten  Musi Rawas. Penentuan lokasi dengan pertimbangan bahwa di daerah tersebut merupakan daerah penduduk pendatang yang mayoritas dari suku asal tempe (Jawa). Pengumpulan data dilaksanakan pada bulan Juni sampai Juli 2017. Metode yang digunakan metode survey, pengambilan sampel secara simple random sampling  Sebanyak 50 orang ibu rumahtangga. Metode pengolahan data menggunakan skala likert dan analisis SWOT. Hasil penelitian bahwa dilihat dari persepsi ibu rumahtangga  terhadap variabel produk tempe sorgum dengan nilai indeks 42,4%, variabel kelas sosial dengan nilai indeks 36,4%, variabel psikologi dengan nilai indeks 40,2%  dan variabel keputusan pembelian dengan nilai indeks 38,6%. Strategi S-O antara lain memicu koordinasi Disperindag dengan kelompok produsen tempe sorgum, mempromosikan tempe sorgum melalui media massa elektronik, memastikan teknik produksi tepat input & sesuai jenis lahan. Strategi W-O antara lain memanfaatkan dukungan Pemerintah Kabupaten untuk memadukan hubungan produsen dan responden, membina kapasitas total produksi tempe sorgum sesuai jumlah pertumbuhan responden, mencari sumber sorgum yang siap olah dari daerah lain. Strategi S-T antara lain memacu beberapa riset aksi multi-tahun pada lahan basah dan kering di Kab. Musi Rawas, mengutamakan peralatan lokal tanpa bahan  kimia, memastikan pakai teknik produksi unggul berproduktivitas tinggi dan hemat lahan dan strategi  W-T antara lain memilih daerah dan petani yang siap dibina menanam sorgum sesuai kebutuhan, menyediakan diklat khusus tentang produksi tempe sorgum higienis dan berkualitas, menyediakan gudang sorgum yang baik di dekat produsen.