cover
Contact Name
Dr. Ir. Lestari Ujianto, M.Sc.
Contact Email
ujianto@unram.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
cropagro@unram.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
CROP AGRO, Scientific Journal of Agronomy
Published by Universitas Mataram
ISSN : 19788223     EISSN : 26215748     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Mataram yang memuat tulisan berupa hasil penelitian yang terkait dengan bidang budidaya tanaman, terbit enam bulan sekali. Redaksi menerima naskah dalam bahasa Indonesia atau Inggris.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue " Vol 5 No 2 (2012): Jurnal Ilmiah Crop Agro budidaya Pertanian" : 9 Documents clear
EVALUASI PERTUMBUHAN DAN DAYA HASIL POPULASI TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) HASIL SELEKSI SIMULTAN I Wayan Sutresna, Siti Raihanun dan; Yakop, Uyek Malik
CROP AGRO, Jurnal Ilmiah Budidaya Pertanian Vol 5 No 2 (2012): Jurnal Ilmiah Crop Agro budidaya Pertanian
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pertumbuhan dan daya hasil populasi tanaman jagung (Zea mays L.) hasil seleksi simultan. Penelitian ini dilakukan di lahan milik petani Desa Pagutan, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram.  Penelitian ini diawali dengan persiapan benih sampai panen. Data dianalisa dengan analisis keragaman pada taraf nyata 5%. Perlakuan yang menunjukkan beda nyata diuji lanjut dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf nyata yang sama. Populasi tanaman jagung memiliki komponen pertumbuhan yang berbeda nyata, sedangkan untuk daya hasil tidak berbeda nyata pada tiap perlakuan (CO, UP, SI, BT dan BB). Meskipun komponen pertumbuhan yang mempengaruhinya memiliki  nilai yang berbeda nyata, ternyata tidak berdampak signifikan dengan yang diharapkan. Hasil penelitian belum menunjukkan adanya kemajuan seleksi untuk sebagian sifat yang diamati. ABSTRACK This study aimed to evaluate the growth and yield populations of maize (Zea mays L.) simultaneous selection results. The research was conducted on land owned by village farmers embrace, District Sekarbela, Mataram City. This study begins with the preparation of the seed to harvest. Data were analyzed by analysis of variance at the 5% significance level. Treatment showed significant difference test was tested further by Least Significant Difference (LSD) at the same real level. Corn plant populations have significantly different growth components, while the yield was not significantly different for each treatment (CO, UP, SI, BT and BB). Despite growth components affecting its have significantly different values, it did not significantly impact expected. The results of studies have not shown the progress of selection for most of the observed properties.
PENGARUH KONSENTRASI BAP DAN PEMBELAHAN BIJI TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT MANGGIS (Garcinia mangostana L) Nurachman, Mirajus Sibyan, Bambang Budi Santoso,
CROP AGRO, Jurnal Ilmiah Budidaya Pertanian Vol 5 No 2 (2012): Jurnal Ilmiah Crop Agro budidaya Pertanian
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Manggis (Garcinia mangostana L) merupakan salah satu buah segar yang digemari masyarakat Indonesia maupun dunia, karena mempunyai rasa dan aroma yang lezat serta memiliki perpaduan warna yang indah. Kendala utama pengembangan manggis adalah lambatnya pertumbuhan, baik saat pembibitan maupun setelah ditanam di lahan. Untuk itu perlu dilakukan upaya-upaya untuk meningkatkan persentase tumbuh menggunakan ZPT dan peningkatan jumlah tumlah tunas dengan pembelahan biji yang lebih bayak.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor yaitu konsentrasi BAP dan Pembelahan biji. Hasil penelitian menunjukan bahwa interaksi antara konsentrasi BAP dan pembelahan biji hanya berpengaruh nyata pada jumlah akar. Konsentrasi BAP berpengaruh nyata pada jumlah tunas,  jumlah daun, luas daun, jumlah akar dan  panjang akar. Konsentrasi terbaik adalah 8 ppm yang menghasilkan 2,8 jumlah tunas,  5,2  helai daun, 19,2 cm2 luas daun, 1,4 jumlah akar, dan 7,2 cm panjang akar. Pembelahan biji berpengaruh nyata terhadap  jumlah akar. Jumlah akar tertinggi diperoleh pada biji belah enam dengan jumlah akar sebanyak 1,6 akar. Abstract Mangosteen (Garcinia mangostana L) is one of the most favorite fruits for the people in Indonesia and around the world because it has delicious flavor and beautiful combination of colors. The main problem in developing mangosteen in Indonesia is the growth of mangosteen is usually slow when the seedling in nursery and after it is planted. To solve the problem, some  efforts should be conducted to increase the growth percentage using plant growth regulator/substances and increasing the number of sprouts by seed cutting. The method used in this research is experimental method One Way Randomized Block with two factors; BAP concentration and seed cutting. The result clearly indicated that the interaction between BAP concentration and seed cutting had significant difference only to the number of roots. BAP concentration treatment produced the number of sprouts, roots and leaves, leaf area, and the length of the roots with significant difference. The best BAP concentration was 8 ppm that gave (in average) 2.8 of sprouts, 5.2 of leaves, 19.2 cm2 of leaf area, 1.4 of roots, and 7.2 cm of root length. Seed cutting recorded significant difference on the number of the roots. The highest number of roots was achieved in six-parted cut seed with 1.6 of roots.
KEMAJUAN SELEKSI INDEKS TERHADAP HASIL DAN BERANGKASAN SEGAR PADA TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) DI LAHAN KERING KABUPATEN LOMBOK UTARA Uyek Malik Yakop, Widya Helmiyanti, Idris dan
CROP AGRO, Jurnal Ilmiah Budidaya Pertanian Vol 5 No 2 (2012): Jurnal Ilmiah Crop Agro budidaya Pertanian
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Peneliian ini bertujuan untuk mengetahui kemajuan seleksi indeks untuk daya hasil dan berangkasan segar hingga siklus pertama (P1) dan untuk mengetahui rata-rata daya hasil dan berangkasan segar populasi hasil seleksi. Percobaan ini dilaksanakan di lahan milik petani Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental yang dilaksanakan di lapangan. Parameter yang diamati adalah: 1) Umur keluar bunga jantan; 2) Umur keluar bunga betina; 3) Diameter batang; 4) Jumlah daun; 5) Tinggi tanaman; 6) Diameter tongkol; 7) Umur panen; 8) Panjang tongkol; 9) Berat tongkol kering panen per plot; 10) Berat biji kering pipil per plot; 11) Berat berangkasan segar per tanaman. Data hasil pengamatan di analisis dengan menggunakan analisis ragam dan diuji lanjut dengan menggunakan Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan kemajuan seleksi setelah satu siklus dari populasi awal (P0) hingga populasi hasil seleksi (P1) belum menunjukkan kemajuan yang nyata untuk seluruh sifat yang diamati. Rerata hasil seleksi siklus pertama (P1) menunjukkan perbedaan yang nyata dengan populasi Sumaraga kecuali berat berangkasan segar. Ini berarti masih memerlukan seleksi lebih lanjut pada populasi P1. ABSTRACT This researt aims to know the progress of index selection  for yield ability and biomass of the first cycle (P1) and to know  the average of yield ability and fresh biomass of the population resulted selection. The experiments were carried out on land owned in Gumantar Village, Kecamatan Kayangan, North Lombok County, NTB province. The method used in this researt is the experimental method implemented in the field. Parameters measured were: 1) age out male flowers; 2) Age out female flowers; 3) stem diameter; 4) The number of leaves; 5) plant height; 6) Diameter cob; 7) Harvesting; 8) Long cob; 9 ) dry weight harvest cobs per plot; 10) Weight of dry beans per plot; 11) weight of biomass per plant. The data were analyzed using analysis of variance and tested further by using the Least Significant Difference (LSD) at the 5% level. Results showed that progress after one cycle of selection of the initial population (P0) to the selection of the population (P1) has not shown any real progress for all the observed properties. Average of yield of the first cycle of selection (P1) showed significant differences with Sumaraga population unless biomass  weight. This means that still require further selection in populations P1.
KEBERADAAN HAMA Spodoptera litura PADA TANAMAN TEMBAKAU VIRGINIA MUSIM TANAM TAHUN 2009 DAN CARA PENGENDALIANNYA DI PUYUNG LOMBOK TENGAH Meidiwarman, Nurhafidah dan; Rahardjo, Sudarmadji
CROP AGRO, Jurnal Ilmiah Budidaya Pertanian Vol 5 No 2 (2012): Jurnal Ilmiah Crop Agro budidaya Pertanian
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan hama Spodoptera litura pada tanaman tembakau Virginia dan cara pengendaliannya pada musim tanam tahun 2009 di Puyung Lombok Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik survey langsung di lapangan yang terdiri atas populasi dan intensitas serangan hama Spodoptera litura serta cara pengendaliannya pada tanaman tembakau Virginia.      Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1). populasi kelompok telur, larva, pupa dan imago tertinggi ditemukan masing-masing pada umur 59 hst untuk populasi telur dan larva, 7,33 butir telur / tanaman, 18,87 ekor larva / tanaman, 0,1 ekor pupa / tanaman pada umur 52 hst dan 0,13 ekor imago/tanaman pada umur 66 hst. Populasi  terendah yaitu 0,43 butir telur / tanaman (24 hst), 0,23 ekor larva/tananan (80 hst), 0,03 ekor pupa / tanaman (38, 45, 59, 66 hst), dan 0,03 ekor imago / tanaman (45 hst); 2). Rata-rata persentase intensitas serangan hama S. litura pada tanaman tembakau Virginia dengan intensitas serangan tertingi pada saat tanaman berumur 59 hst sebesar 34,85 %; 3). Pengendalian yang dilakukan oleh petani tembakau Virginia untuk mengendalikan hama S. litura adalah dengan menggunakan insektisida Metindo 25 WP dan insektisida nabati yaitu ekstrak biji Nimba. Abstract The objectives of this study were to determine the existence of Spodoptera litura pest on Virginia tobacco and how to control the growing on 2009 season on Puyung Central Lombok. The method used in this research was descriptive method. Data were collected by direct survey techniques in the field consisting of the population and the intensity of pest Spodoptera litura and how to control the Virginia tobacco plants. The results showed that: 1). population group of egg, larva, pupa and imago highest were found at the age of 59 HST for eggs and larvae population, 7.33 eggs / plant, 18.87 larvae / plant, 0.1 tail pupa / plant at the age of 52 HST and tail imago 0.13 / plant at the age of 66 HST respectively. Lowest population was 0.43 eggs / plant (24 HST), 0.23 larvae / detainees (80 HST), 0.03 tail pupa / plant (38, 45, 59, 66 dap), and 0.03 tail imago / plant (45 HST); 2). The average percentage of the intensity of S. litura pest on Virginia tobacco with the highest intensity of attacks was on old plants 59 days after planting by 34.85%; 3). Control performed by the Virginia tobacco farmers to control S. litura pests is Metindo 25 WP and vegetable insecticide used is neem seed extract.
EVALUASI KARAKTERISTIK KETURUNAN HASIL PERSILANGAN ANTARA JAGUNG LOKAL BERBIJI UNGU (Zea mays L.) DENGAN JAGUNG MANIS BERBIJI PUTIH BERNAS (Zea mays saccharata Sturt) ., Hanafi; Ujianto, Lestari; ., Idris
CROP AGRO, Jurnal Ilmiah Budidaya Pertanian Vol 5 No 2 (2012): Jurnal Ilmiah Crop Agro budidaya Pertanian
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik keturunan hasil persilangan antara jagung lokal ungu dengan jagung manis yang memiliki daya hasil tinggi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode experimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas 6 perlakuan, 2 tetua dan 4 keturunannya yaitu; P1= Tetua jagung berbiji ungu, P2= Tetua jagung manis berbiji putih bernas, P3= Keturunan pertama (F1) yang berbiji ungu hasil persilangan jagung berbiji ungu dengan jagung manis berbiji putih bernas, P4= Keturunan pertama (F1) yang berbiji putih hasil persilangan jagung berbiji ungu dengan jagung manis berbiji putih bernas, P5= Keturunan pertama (F1) yang berbiji putih hasil persilangan jagung manis berbiji putih bernas dengan jagung berbiji ungu, P6= Keturunan pertama (F1) yang berbiji ungu hasil persilangan jagung manis berbiji putih bernas dengan jagung berbiji ungu. Data hasil pengamatan dianalisis dengan analisis keragaman (ANOVA), diuji lanjut dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1). Warna biji untuk F1 hasil persilangnan antara jagung lokal berbiji ungu dengan jagung manis berbiji putih bernas adalah putih, sedangkan warna batang dan warna tongkol sama seperti tetua jantannya. 2). Karakteristik kuantitatif dari F1 dan resiproknya yang berkisar antara kedua tetuanya. ABSTRACT The purpose of this research was to know the characteristics of progenies result of crossing between local corn with purple seeds and sweet corn with fill out white seeds which have high yield ability. The method used in this research was experimental method with complete random design consists of six treatments, two as parents and four as progenies. They are described as follows: P1= the parent of corn with purple seeds, P2= the parent of sweet corn with fill out white seeds, P3= first progeny (F1) of corn with purple seeds result of crossing between corn with purple seeds and corn with fill out wide seeds, P4= first progeny (F1) of corn with white seeds result of crossing between corn with purple seeds  and corn with fill out white seeds, P5= reciprocal progeny of corn with white seeds result of crossing between corn with fill out white seeds and corn with purple seeds, P6= reciprocal progeny of corn with purple seeds result of crossing between corn with fill white seeds and corn with purple seeds. The observed data were analyzed using analysis of variance ( ANOVA) and Duncan Multiple Range Test (DMRT) if the treatment is significantly different in 5% significant level. Result of the research showed that: 1). Seed colour  of F1 result of crossing between local corn with purple seeds and sweet corn with fill out white seeds is white, while stem colour and ear colour was same as male parent. 2). Quantitative characteristics of F1 and reciprocal were range between their parents.
KAJIAN TINGKAT KEBERHASILAN PERSILANGAN ANTARA BEBERAPA GENOTIP KACANG TUNGGAK (Vigna Unguiculata (L.) Walp) DAN BEBERAPA GENOTIP KACANG PANJANG (Vigna sesquipedalis (L.) Fruwirth) Rhamdhyani, Putri Shanti Devi; Ujianto, Lestari
CROP AGRO, Jurnal Ilmiah Budidaya Pertanian Vol 5 No 2 (2012): Jurnal Ilmiah Crop Agro budidaya Pertanian
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keberhasilan persilangan i antara beberapa genotip kacang tunggak (Vigna unguiculata (L.) Walp) dan beberapa genotipe kacang panjang (Vigna sesquipedalis (L.) Fruwirth). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental.  Rancangan persilangan yang digunakan yaitu dialel lengkap. Tiga genotipe kacang tunggak (KTU, KTH, KTC) disilangkan dengan tiga genotipe kacang panjang (KPHP, KP 1 dan KP 5). Masing-masing genotipe ditanam dalam lima pot. Penanaman dilakukan dalam dua periode dengan selang waktu sepuluh hari. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapt tingkat keberhasilan yang berbeda dari delapan belas persilangan. Persentase tingkat keberhasilan  tertinggi 66,67% antara KTH dan KP1 sedangkan tingkat keberhasilan persilangan terendah  adalah 6.67% antara KTU dan KP5. ABSTRACT The objective of this research was to know succes level of hybridization between some genotypes of cowpea (Vigna unguiculata (L.) Walp) and some genotypes of long bean  (Vigna sesquipedalis (L.) Fruwirth). This research used an experimental method by using complete dialel design. Three cowpea genotypes (KTU, KTH, KTC) were crossed with three long bean genotypes (KPHP , KP 1 and KP 5). Each of genotype was planted in five pots. Planting was conducted in two periods with an interval of ten days. The results of this research showed that there are different success level of eighteen hybrids. The percentage of the hybridization success level was varied between 6 and 67 %. The highest success level of hybridization was 66.67 %  between KTH and KP1 while the lowest success level of hybridization was 6.67 % between KTU and KP5.
UJI CARA APLIKASI MIKORIZA PADA EMPAT VARIETAS JAGUNG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG DI LAHAN KERING Hasanah, Irniatun; Suwardji, I Made Sudantha dan
CROP AGRO, Jurnal Ilmiah Budidaya Pertanian Vol 5 No 2 (2012): Jurnal Ilmiah Crop Agro budidaya Pertanian
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Di Indonesia, tanaman jagung (Zea mays L.) merupakan tanaman pangan terpenting kedua setelah padi. Kebutuhan jagung meningkat setiap tahun  sebesar 7%. Dalam upaya peningkatan produksi dan produktivitas jagung maka perlu  pengelolaan tanaman jagung secara terpadu, yaitu dengan menggunakan teknologi yang memberikan pengaruh sinergistik yaitu dengan menggunakan mikoriza. Mikoriza adalah suatu bentuk asosiasi simbiotik antara akar tumbuhan tingkat tinggi dan miselium cendawan tertentu. Jamur mikoriza telah diketahui mampu menstimulir tanaman dalam penyerapan unsur immobil seperti P, Zn, dan Cu serta unsur-unsur yang mobil seperti S, Ca, K, Fe, Mg, Mn, Cl, Br dan N dari tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh cara aplikasi mikoriza dan varietas jagung terhadap pertumbuhan dan hasil jagung di lahan kering. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) dengan dua faktor. Faktor pertama yaitu petak  utama yang terdiri atas 4 aras perlakuan. Perlakuan terdiri atas varietas Lamuru (V1), varietas Srikandi (V2), varietas Sukmaraga (V3), varietas Genotipe C2 (galur lokal Unram) (V4). Faktor kedua yaitu anak petak yang terdiri atas 4 aras perlakuan. Perlakuan terdiri atas tanpa Mikoriza (m0), aplikasi mikoriza dengan cara di tugal (m1), aplikasi mikoriza dalam larikan (m2), aplikasi mikoriza saat pengolahan tanah (m3). Hasil kombinasi dari varietas jagung (V) dengan aplikasi mikoriza (M) adalah 16 perlakuan. Masing – masing perlakuan di ulang 3 kali sehingga terdapat 48 unit percobaan. Perlakuan dengan menggunakan mikoriza memberikan hasil produksi yang lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan tanpa mikoriza. ABSTRACT In Indonesia, corn crop (Zea mays L) is the second importance food plant after rice. The corn necessity raises 7% every year. In increasing the production and productivity of corn needs integrated management of corn plant that is by using technology which gives synergetic influence by using Mikoriza. Mikoriza is a kind of symbiotic association between root of high level plant and certain fungi Miselium. Mikoriza fungus can stimulate the plants in absorption of immobile element such as P, Zn, and Cu as well as from soil.ell as mobil element such as S, Ca, K, Fe, Mg, Mn, Cl, Br and placation and corn from soil. The research aim to know the influence of Mikoriza and corn variety to the growth and corn production in dry area. This research use experimental method with two factors of split plot design. The firt factor is that main plot consists of four border treatment. The treatment consist of Lamuru variety (V1), Srikandi variety (V2), Sukmaraga variety (V3),Genotipe C2 variety (V4). Second factor is that another plot consists of four border treatment. The treatment consist without Mikoriza (m0), Mikoriza application by dibbling (m1), Mikoriza application in row (m2), Mikoriza application while soil processing (m3). The result of corn variety combination (V) by Mikoriza application (M) is 16 treatment. Each treatment repeated three times, so there are 48 unit of trial. The treatment by using Mikoriza gives more result than by using treatment without Mikorioza.
UJI PENGARUH INSEKTISIDA ALAMI DENGAN BERBAGAI JENIS SABUN UNTUK MENGURANGI SERANGAN HAMA Mysuz persicae PADA TANAMAN CABAI BESAR Kusumantri, Ririn Septin; Jayaputra, Herman Suheri dan
CROP AGRO, Jurnal Ilmiah Budidaya Pertanian Vol 5 No 2 (2012): Jurnal Ilmiah Crop Agro budidaya Pertanian
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Cabai  besar (Capsicum annuum L.) merupakan salah satu komoditas sayuran unggulan yang sejak lama telah diusahakan oleh petani secara intensif. Pada penelitian ini diuji pengaruh pemberian insektisida alami dengan berbagai jenis sabun untuk mengurangi serangan hama Myzus persicae pada tanaman cabai besar. terdapat 9 parameter yang diamati yaitu laju pertambahan tinggi tanaman, laju pertambahan jumlah daun, jumlah cabang produktif, jumlah buah, populasi hama, berat buah perbuah, berat buah pertanaman dan ukuran rata-rata buah. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari dua faktor yaitu faktor pestisida (P) terdiri atas 3 level dan faktor sabun (S) terdiri atas 4 level, sehingga diperoleh 12 kombinasi perlakuan masing-masing diulang 4 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi faktor pestisida dengan faktor sabun memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap parameter jumlah populasi hama, nilai tertinggi pada kombinasi perlakuan 20 g bawang putih + 10 g cabe jawa dan sabun colek wing biru 5 mg/L (p2s4) yaitu 134,5 sedangkan nilai terendah terdapat pada kombinasi perlakuan 15 g bawang putih + 15 g cabe jawa dan sabun cair mama lemon 5 ml/L (p1s1) yaitu 41,50. ABSTRACT Chili papper (Capsicum annuum L.) is one of vegetable commodity that has long cultivated intensively by farmers. In this research tested the effect of giving natural insecticide with various soap types to reduce Myzus persicae pest attack on big chili plants. There are 7 parameters observed pest populations, the rate of plant height, the rate of the amount of leaves, amount of fruits, fruit weight apiece, heavy fruit crop and the long size of the fruit. The experimental design used is Randomized Complete Block  Design, with a factorial treatment consisting of two factors, namely pesticides (P) and the soap factor (S), and obtained 12 combined treatment and repeatedly 4. The result of this research showed that interactions between pesticides factor and soap factor was a significantly different effect on the pest population parameters, the highest value in the treatment combination of 20 g garlic + 10 g chili Java and blue wing of soap 5 mg / L (p2s4) is 134.5 while the lowest value contained in the treatment combination of 15 g garlic + 15 g chili Java and liquid soap mama lemon 5 ml / L (p1s1) is 41.50.
PENGARUH JARAK TANAM DAN POLA BARISAN JAGUNG TERHADAP HASIL KEDELAI (Glycine max (L.) Merril) YANG DITANAM-SISIP DI ANTARA BEKAS BARISAN JAGUNG Astam Wiresyamsi, Jabbar Akraf, I Ketut Ngawit dan
CROP AGRO, Jurnal Ilmiah Budidaya Pertanian Vol 5 No 2 (2012): Jurnal Ilmiah Crop Agro budidaya Pertanian
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jarak tanam dan pola barisan  jagung terhadap hasil kedelai yang ditanam sisip di antara barisan jagung. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Mataram yang bertempat di desa Nyurlembang Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat NTB. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan rancangan Split Splot yang terdiri atas dua faktor yaitu (1) Faktor jarak tanam jagung (J) sebagai petak utama yang terdiri atas tiga aras perlakuan jarak tanam yaitu jarak tanam J1 = 75 cm x 40 cm, J2 = 60 cm x 40 cm, dan J3 = 50 cm x 40 cm. Faktor Pola Barisan (P) sebagai anak petak terdiri atas dua aras perlakuan yaitu P1 (sistem reguler) dan P2 (sistem rel). Masing-masing kombinasiperlakuan diulang sebanyak tiga kali. Data dianalisis dengan analisis ragam (ANOVA) dan diuji lanjut dengan BNJ (Beda Nyata Jujur) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara jarak tanam (J>< P) tidak berpengaruh terhadap semua variabel yang diamati. Faktor jarak tanam berpengaruh nyata terhadap jumlah cabang dan berat biji kedelai/rumpun, sedangkan pada variabel lain tidak berpengaruh nyata. ABSTRACT This research aims to know the influence of planting and spacing patterns of corn rows of soybeans yield planted insert between rows of corn. This research was carried out in  the trial experimental land of the Faculty of Agriculture University of Mataram in the village of Nyurlembang Narmada West Lombok Regency, NTB. This recereh using experimental methods with Split Splot consisting of two factors, namely (1) the distance factor of planting corn (J) as the main plot which consists of three levels of treatment i.e. trunks J1 = 75 cm x 40 cm, J2 = 60 cm x 40 cm, and the J3 = 50 cm x 40 cm. (2) Pattern Range Factor (P) as the sub plot consists of two levels of reguler system(P1) and rel system (P2).Each combine of treatment replicated tree times.Data analyzed with analysis of variance (ANOVA) and tested with HSD (Honestly Signifiance Difference) at the 5% level. The results showed that the interaction between the trunks (J) with the spacing (P) does not have an effect on all variables were observed. Planting distance factors influence the amount of real branches and heavy soybean seed/clump, while the other variables have no effect.

Page 1 of 1 | Total Record : 9