cover
Contact Name
Dr. Ir. Lestari Ujianto, M.Sc.
Contact Email
ujianto@unram.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
cropagro@unram.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
CROP AGRO, Scientific Journal of Agronomy
Published by Universitas Mataram
ISSN : 19788223     EISSN : 26215748     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Mataram yang memuat tulisan berupa hasil penelitian yang terkait dengan bidang budidaya tanaman, terbit enam bulan sekali. Redaksi menerima naskah dalam bahasa Indonesia atau Inggris.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue " Vol 3 No 2 (2010): Jurnal Crop Agro" : 10 Documents clear
PENGARUH UMUR PANEN TERHADAP VIABILITAS BENIH KEDELAI VARIETAS WILIS ., Idris; AAK, Sudharmawan
CROP AGRO, Jurnal Ilmiah Budidaya Pertanian Vol 3 No 2 (2010): Jurnal Crop Agro
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan saat panen yang tepat guna memperoleh benih kedelai varietas Wilis yang berviabilitas tinggi. Percobaan dilakukan dengan menggunakan metode eksperimental dengan   Rancangan  Acak Lengkap. Percobaan terdiri dari 5 perlakuan umur panen. Perlakuan tersebut meliputi  umur panen 73 hari, 78 hari, 83 hari, 88 hari dan 93 hari setelah panen. Peubah yang diamati meliputi kadar air saat panen, daya kecambah, vigor benih, berat 100 butir biji  dan berat biji per rumpun. Data dianalisis dengan analisis ragam pada taraf nyata 5 %. Perlakuan yang menunjukkan beda nyata diuji lanjut dengan uji beda nyata jujur dengan taraf nyata yang sama. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa  perlakuan umur panen  tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata  terhadap viabilitas benih kedelai varietas Wilis, namun  berdasarkan  kadar air dan viabilitas, umur panen 83 hari setelah tanam merupakan umur yang tepat untuk dilakukan pemanenan. ABSTRACT The aim of this study was to determine the suitable time of harvest to obtain high viability of soybean seed of Willis variety. The study was conducted using experimental method with Completly Random Design. The experiment consisted of 5 harvest time treatments, those were 73, 78, 83, 88 and 93 days after planting. The variable  observed were  water content at harvest time, seed germination, seed vigor, weight of 100 seed and weight of seed per pood. The data were analyzed by analysis of variance at significant level of 5 %. The significant treatments  were further analyzed  by Honestly Significant Different with the significant level  5 %. The results showed that the differences in harvest time did not affect  significantly to the viability of soybean seed, but based on water content and seed viability, harvest time 83 days after planting  was the  suitable time for harvesting.
DEGRADASI HERBISIDA TURUNAN 2,4-D AMINE OLEH BAKTERI PELARUT FOSFAT DAN EFEK RESIDUNYA TERHADAP BAWANG MERAH YANG DIBERI PUPUK KANDANG Ketut Ngawit, I
CROP AGRO, Jurnal Ilmiah Budidaya Pertanian Vol 3 No 2 (2010): Jurnal Crop Agro
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK             Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh periode dekomposisi dan dosis pupuk kandang  terhadap kemampuan bakteri pelarut fosfat (BPF) mendegradasi herbisida turunan 2,4-D Amine  di dalam tanah . Percobaan dilaksanakan sejak Mei 2009 s/d Januari 2010.  Percobaan laboratorium dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi, Fakultas Pertanian Unram, untuk menguji ketahanan BPF terhadap herbisida 2,4-D Amine. Percobaan rumah kaca ditata menurut rancangan acak lengkap dengan dua faktor perlakuan, yaitu dosis pupuk kandang (P), dengan 4 taraf (0, 10, 20 dan 30 ton ha-1); dan lamanya periode dekomposisi herbisida (D), dengan 4 taraf (0, 4, 8, dan 12 minggu).  Jenis BPF yang digunakan adalah Pseudomonas sp., yang diisolasi dari tanah di  sekitar perakaran  bawang merah, di Desa Bongor, Lombok Barat. Percobaan dilakukan pada pot yang tanahnya berasal dari daerah tempat isolasi BPF tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada media biakan, BPF tersebut tergolong tahan terhadap herbisida turunan 2,4-D Amine sampai konsentrasi 2 ppm dengan laju penghambatan pertumbuhan 2,69%, dan bahkan pada konsentrasi sampai 0,75 ppm, terjadi peningkatan  pertumbuhan bakteri. Hasil pengamatan percobaan  rumah  kaca menunjukkan bahwa lama periode dekomposisi maupun dosis pupuk kandang berpengaruh nyata terhadap populasi maupun jumlah koloni BPF, pH tanah, tingkat serapan P, berat kering tanaman bawang merah  pada umur 50 hari, dan  residu herbisida 2,4-D Amine di dalam tanah, baik dari hasil deteksi dengan HPLC maupun bioassay. Tingkat keracunan tanaman bawang merah juga berkurang dengan semakin lama waktu dekomposisi. Untuk sebagian besar variabel pengamatan, terdapat interaksi yang nyata antar kedua faktor tersebut. Jadi semakin lama periode waktu dekomposisi dan semakin tinggi dosis pupuk kandang, maka kemampuan BPF Pseudomonas sp. semakin tinggi dalam mendegradasi 2,4-D Amine, menurunkan pH tanah maupun melarutkan fosfat alam sehingga menjadi tersedia bagi tanaman bawang merah. Tingkat keracunan tanaman bawang merah juga semakin berkurang, tarutama  dengan semakin lamanya periode dekomposisi, yaitu berkisar dari tingkat ringan (31-40%) pada periode dekomposisi 0 minggu dengan pupuk kandang 0 kg/ha sampai tanpa ada gejala keracunan pada periode dekomposisi 12 minggu dengan dosis pupuk kandang 30 ton/ha. ABSTRACT   This research was aimed to examine effects of different duration of decomposition period and dosage of manure on the ability of one species of Phosphate Solubilizing Bacteria (PSB), i.e. Pseudomonas sp., to degrade the herbicide 2,4-D Amides  in soil.  The entire experiment carried out from May 2009 to January 2010. The laboratory experiment, conducted at the Microbiology Lab. Faculty of Agriculture, University of Mataram., aimed to test the resistance of the Pseudomonas sp to 2,4-D Amides.  The glasshouse experiment was designed according to the Completely Randomized Design using Split Plot Design consisting of two treatment factors, i.e. manure dosis consisting of four levels (i.e. 0, 10, 20 and 30 ton/ha); and duration of decomposition period consisting of four levels (i.e. 0, 4, 8 and 12 weeks).  The PSB species were isolated from rhyzosfire soil of  onion areas in “Bongor” West Lombok. This pot exeriment used the soil from which the PSB species were isolated. The results   showed   that  both   PSB species  were   resistant to herbicide 2,4-D Amides up to a concentration of 2 ppm in the growing media, with a growth inhibition of 1.87%. At a concentration of 0.75%, Pseudomonas sp. was in fact capable of producing more colonies. The results from the glasshouse experiment showed that PSB species and duration of decomposition period had significant effects on the population and coony count of the PSB, soil pH, P sorption and dry weight of onion at 50 days stage, as well as levels of 2,4-D Amides residue in the soil either based on HPLC detection or bioassay results using tomato plant (Intan variety). Onion toxicity levels also reduced as the duration of the decomposition period was longer. There was also a significant effect of inoculation over uninoculated treatments. For most variables, there were significnat interaction effects between the two factors. At a longer duration of the decomposition period, the ability of Pseudomonas sp. was significantly higher than that of soils steril in degrading 2,4-D Amides, reducing soil pH, and solubilizing phosphate rock to make it available for uptake by Onion.  Levels of onion  toxicity  to 2,4-D Amides  ranged from low (31-40%) at the decomposition period of 0 week and 0 ton/ha menure dosis to zero at the decomposition period of 12 weeks and 30 ton/ha manure dosis.
STUDI ARTHROPODA PREDATOR PADA EKOSISTEM TANAMAN TEMBAKAU VIRGINIA DI LOMBOK TENGAH ., Meidiwarman
CROP AGRO, Jurnal Ilmiah Budidaya Pertanian Vol 3 No 2 (2010): Jurnal Crop Agro
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengamati tingkat keragaman dan kelimpahan  beberapa predator  yang tergolong dalam phylum Arthropoda  pada ekositem tanaman tembakau Virginia di Lombok Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey  dan pengambilan sampel predator menggunakan perangkap.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa arthropoda predator pada ekositem tanaman tembakau Virginia di Lombok Tengah. yang umum ditemukan adalah dari kelas Insekta (7 familia )  dan Arachnida (4 familia)  dengan populasi 457 ekor. Secara keseluruhan kelimpahan tertinggi pada familia Formicidae sebanyak 134 ekor dengan kelimpahan 29,32 %.  Sedangkan Nilai  Keragaman (H’) familia Predator Arthropoda penghuni ekosistem tanaman embakau Virginia di Lombok Tengah termasuk dalam kategori rendah  yaitu 0,53. Dari hasil penelitian tersebut maka kegiatan konservasi agen hayati pada habitat tersebut sangat penting untuk dilaksanakan, terutama agen hayati yang cukup potensial seperti famila pada ordo Coleoptera dan ordo Araneae. ABSTRACT The study of predatory arthropods on ecosystem of Virgina Tobacco Plant in Central Lombok with objectives to observe the diversity and abundance of predatory arthropods on the ecosystem of Virgina tobacco plant . The survey method had used in this srtudy and trapping had conducted  for sample collection. The result of this study showed that predatory arthropods were dominated by  insects with the total of 7 families  and Arachnida with 4  families. Both two families had  the total population about 457. The data indicated that the most abundant predators were  Formicidae that was 29.32%,  with the total population was about 134 . In addition, the arthropod predators in this ecosystem of Virginia tobacco were low level of diversity with diversity value was 0.53.  In order to improve the potential of biological agents, it is necessary to conserve the potensial biological agents such as the families from Coleopteran and Araneae order.  
HASIL JARAK PAGAR (Jatropha curcas L.) GENOTIPE LOMBOK BARAT PADA TAHUN PERTAMA SIKLUS PRODUKSI DI LAHAN KERING LOMBOK UTARA, NUSA TENGGARA BARAT B. Santoso, Bambang
CROP AGRO, Jurnal Ilmiah Budidaya Pertanian Vol 3 No 2 (2010): Jurnal Crop Agro
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Produksi biji jarak pagar (Jatropha curcas L.) tergantung pada kondisi lingkungan dan intensitas budidaya selain faktor genetik. Penelitian ini mengevaluasi potensi hasil tahun pertama siklus produksi tanaman jarak pagar yang ditanam di lahan kering (tipe tanah Entisol) Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat dengan menggunakan tiga macam bahan tanam, yaitu bibit asal stek batang, bibit asal biji, dan bibit asal biji yang dipangkas. Percobaan dirancang menurut Rancangan Acak Kelompok dengan tiga ulangan selama November 2006 sampai dengan November 2007. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa hasil biji sebesar 880.78 kg/ha (352.31 g/tanaman) diperoleh dari tanaman asal stek batang, sebanyak 749.81 kg/ha (299.92 g/tanaman) dari tanaman asal biji, dan sebanyak 484.11 kg/ha (193.64 g/tanaman) dari tanaman asal biji yang kemudian dipangkas setelah dua minggu penanaman. ABSTRACT Productivity of Physic Nut (Jatropha curcas L.) depends on environment and culture intensities beside genetic factors. This research was evaluated the first yield potential of Jatropha curcas L at dry land (sandy Entisol soil type) of North Lombok, West Nusa Tenggara using three types of propagules, i.e., stem cutting, seed, and seed after pruning. Experiment was designed with Randomized Block Design in three replications during November 2006 until November 2007. Result showed that productivity of nut is 880.78 kg/ha (352.31 g/plant) from stem cutting, 749.81 kg/ha (299.92 g/plant) from seed, and 484.11 kg/ha (193.64 g/plant) from seed followed by pruning after 2 weeks planting.
AKSI GEN DAN HERITABILITAS KANDUNGAN ANTOSIANIN BERAS MERAH PADA HASIL PERSILANGAN GALUR HARAPAN PADI BERAS MERAH TOLERAN KEKERINGAN X KALA ISI TOLO Aryana, IGP Muliarta
CROP AGRO, Jurnal Ilmiah Budidaya Pertanian Vol 3 No 2 (2010): Jurnal Crop Agro
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Percobaan lapangan dilaksanakan di Karang Bayan Lingsar Lombok Barat. Analisis kandungan antosianin beras  dilakukan di laboratorium  Pengujian Mutu dan Keamanan Pangan  Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya Malang. Penanaman  dilakukan  dengan jarak tanam 25 x 25 cm  tanpa rancangan. Populasi P1, P2 ditanam sebanyak 50 tanaman, F1, F1BC.1.1, F1BC.1.2 sebanyak 25 tanaman dan F2 sebanyak 250 tanaman. Tujuan penelitian adalah untuk untuk   mengetahui  bagaimana aksi gen dan heritabilitas  dari kandungan antosianin beras merah  yang digunakan sebagai dasar  penentuan metode seleks dalam upaya peningkatan kandungan antosianin beras pada padi beras merah  toleran kekeringan. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa 1). Pada populasi F1 hasil persilangan  galur harapan padi beras merah  P3-S11-8  x Kala Isi Tolo dan   hasil persilangan  galur harapan padi beras merah P19-S28-14  x Kala Isi Tolo aksi gen kandungan antosianin beras  bersifat dominan tidak sempurna. 2). Kandungan antosiann beras merah di kendalikan oleh gen tunggal (simpelgenik)  dengan tindak gen  dominan lengkap pada kandungan antosianin tinggi. 3).  Persilangan  galur harapan padi beras merah  P3-S11-8  x Kala Isi Tolo dan  persilangan  galur harapan padi beras merah P19-S28-14  x Kala Isi Tolo  memiliki heritabilitas tinggi  terhadap kandungan antosianin beras. Abstract             A field experiment was conducted in Karang Bayan  Lingsar, West Lombok from July until October 2009. Plants were grown with spacing of 25 x 25 cm. Analysis of antocianin content  conducted in  testing laboratory of food quality and food safety  Agriculture Technology Faculty Brawijaya University. P1 and P2 were planted in 50 plants each; F1, F1BC1.1.; F1BC1.2 were planted in 25 plants each, and F2 were planted in 250 plants. The objectives of the study were to estimate number, gene mode action  and heritability of antocyanin content to be used for selection method determination. Resulted indicated that: 1. Gene action of F1 population resulted from crossing between expected line of red rice P3-S11-8 x Kala Isi Tolo  and P19-S28-14 X Kala Isi Tolo were incomplete dominance. 2. Antocianin content of red rice was controlled by  singlet gene and gene  action of complete dominance on high antocianin content. 3. Antioxidant content of F1 population resulted from crossing between expected line of red rice P3-S11-8 x Kala Isi Tolo was high heritable.
PENGARUH CURAH HUJAN TERHADAP PERKEMBANGAN PENYAKIT HAWAR DAUN BAKTERI PADA BIBIT TANAMAN Acacia crassicarpa Laksmi Ernawati, Ni Made
CROP AGRO, Jurnal Ilmiah Budidaya Pertanian Vol 3 No 2 (2010): Jurnal Crop Agro
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh curah hujan terhadap munculnya gejala awal, kejadian dan keparahan penyakit hawar daun bakteri pada bibit tanaman A. crassicarpa. Penelitian telah dilaksanakan di tempat pembibitan Pelalawan Riau pada musim kemarau (bulan April-Juni 2006) dan musim hujan (bulan Oktober-Desember 2006). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan munculnya gejala awal penyakit hawar daun bakteri baik pada bibit yang ditanam pada musim kemarau maupun pada musim hujan. Perkembangan penyakit hawar daun bakteri lebih cepat pada bibit yang ditanam pada musim kemarau dibandingkan dengan musim hujan. Persentase kejadian penyakit pada bibit yang ditanam pada musim kemarau  2 minggu lebih cepat mencapai 100% dibandingkan bibit yang ditanam pada musim hujan. Jumlah curah hujan mempengaruhi tingkat persentase kejadian dan keparahan penyakit hawar daun. ABSTRACT The research aimed was to know effect of rainfall on appearance of initial symptom, disease incidence and disease severity of bacterial leaf blight in A. crassicarpa seedlings. The research has been done in Pelalawan Riau nursery on dry season (from April till June 2006) and on rainy season (from October till December 2006). The result showed that there was no difference in appearance of initial symptom either seedling planted on dry season or rainy season. Development of bacterial leaf blight disease was faster on seedling planted on dry season than on rainy season. Percentage of 100% disease incidence on seedling planted on dry season two weeks faster than on rainy season. The amount of rainfall affected level of percentage of leaf blight disease incidence and disease severity. 
KELIMPAHAN DAN KOMPOSISI SPESIES LALAT BUAH PADA LAHAN KERING DI KABUPATEN LOMBOK BARAT Sarjan *1, M.; Yulistiono2, Hendro; Haryanto 1, Hery
CROP AGRO, Jurnal Ilmiah Budidaya Pertanian Vol 3 No 2 (2010): Jurnal Crop Agro
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Pengamatan (monitoring) lalat buah pada daerah lahan kering merupakan kegiatan yang sangat penting dan mendasar dalam penerapan PHT, karena dari pengamatan lalat buah di lapangan dapat diperoleh informasi tentang spesies (jenis), kepadatan populasi, luas dan intensitas serangan, perkembangan populasi serta faktor-faktor iklim yang mempengaruhi perkembangan lalat buah. Hal lain yang sangat penting adalah adanya persamaan persepsi/pemahaman tentang kelimpahan, komposisi spesies lalat buah yang ada pada suatu wilayah/lokasi, terutama daerah lahan kering Lombok Barat. Data dan informasi tentang kelimpahan, spesies lalat buah di lahan kering masih kurang, oleh karena itu telah dilakukan penelitian tentang bagaimana kelimpahan dan komposisi spesies lalat buah pada lahan kering di Lombok Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  Bactrocera philippinensis merupakan spesies lalat buah yang paling dominan dengan nilai kelimpahan paling tinggi 64,76 % di wilayah lahan kering Kabupaten Lombok Barat, dan kelimpahan paling rendah adalah B. badius 0,02 %. Komposisi spesies lalat buah Bactrocera spp. di wilayah lahan kering Kabupaten Lombok Barat berturut-turut dari yang paling besar sampai yang paling kecil adalah B. Philippinensis, B. Limbifera, B. cucurbitae,  B. pepayae, B. caudata, B. beckerae, B. albistrigata, B. Umbrosa, B. calumniata, dan B. Badius. ABSTRACT Monitoring of fruit flies in dry land is a very important and fundamental activities related to the implementation of Integrated Pest management that will provide the crusial information of the species including abundance of population, attack intensity, development of population, as well as the climate factors affect the fruit flies population. In addition, from those monitoring would achieve the  same perseption /undersanding of abundance and compisition of fruit flies in the specific location  , particul;arly in dry land of West Lombok. Currently, there is a lack of data and information on the abundance and composition of fruit flies species. Therefor, the invantigation on the abundance and composition of fruit flies spesies on dry land of West Lombok has been conducted. Ther result of this investigation shows that the most dominat of fruit flies species in dry land of West Lombok is  Bactrocera  philippinensis  with the highest abundance value about 64,76 % and the lowest  one is B. badius  about 0,02 %.  The  highest composition of Bactrocera spp  is B. Philippinensis, followed by  B. Limbifera, B. cucurbitae,  B. pepayae, B. caudata, B. beckerae, B. albistrigata, B. umbrosa, B. calumniata, and  B. Badius., respectively.  
EFEKTIVITAS FILTRAT KULTUR DAN IDENTIFIKASI EMBRIO SOMATIK DAN KECAMBAH KACANG TANAH KULTIVAR LOKAL BIMA PADA FILTRAT KULTUR CENDAWAN Fusarium sp Astiko, Wahyu; Hemon, A. Farid
CROP AGRO, Jurnal Ilmiah Budidaya Pertanian Vol 3 No 2 (2010): Jurnal Crop Agro
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini  bertujuan untuk mengetahui efektivitas filtrat kultur dan mengidentifikasi ketahanan embrio somatik (ES) dan kecambah kacang tanah Lokal Bima pada media yang mengandung filtrat kultur fusarium. Percobaan diawali dengan menginduksi ES variasi somaklonal pada medium MS yang mengandung Pikloram. Media MS ditambah dengan berbagai konsentrasi filtrat kultur (0, 10, 20, 30, dan 40%). Media MS juga dipersiapkan dengan menambah berbagai konsentrasi filtrat kultur pada media MS yang mengandung Pikloram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) filtrat kultur fusarium efektif menghambat pertumbuhan ES dan kecambah kacang tanah dan 2) ES varian somaklonal yang resisten terhadap filtrat kultur fusarium telah berhasil diregenerasikan menjadi planlet. Planlet-planlet ini selanjutnya diaklimatisasi pada kondisi rumah kaca untuk memproduksi biji generasi R1 dan R2. Biji-biji tersebut ditanam kembali untuk mengevaluasi ketahanannya terfadap infeksi fusarium ABSTRACT This research was to know the effectiveness of culture filtrate and identification somatic embryo (SE) of Local Bima peanut to medium containing culture filtrate of fusarium.     The experiment was inisiated with induction of SE and somaclonal variation in MS medium containing Picloram.   MS medium was added  with different consentration of culture filtrate (0, 10, 20, 30, 40%).  Other medium was also prepared with adding MS medium containing picloram with different consentration of culture filtrate.  Results of the experiment  showed that  1) culture filtrate of  fusarium could be effective to inhibit SE growth and peanut seedling  growth and 2)  somatic embryos somaclonal variant  that resistance to culture filtrate of fusarium have been obtained and regenerated become plantlets. These plantlets will be acclimated under green house condition to produce R1 and R2 seeds for peanut resistance  evaluation to fusarium infection.
BIOSINTESIS ETILEN DAN AKUMULASI PROLIN PADA SEMANGGI PUTIH (Trifolium repens L.) cv. KOPU DALAM KONDISI CEKAMAN AIR Nikmatullah, Aluh
CROP AGRO, Jurnal Ilmiah Budidaya Pertanian Vol 3 No 2 (2010): Jurnal Crop Agro
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Semanggi putih merupakan salah satu jenis tanaman legum yang umumnya digunakan sebagai tanaman penutup tanah, pupuk hijau dan makanan ternak di daerah lahan kering. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan biosintesis etilen dan akumulasi prolin pada semanggi putih cv. Kopu. Percobaan dilakukan di laboratrium dengan lingkungan terkendali (climate-controlled Laboratory).  Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan, akumulasi prolin, ekspresi gen dan akumulasi protein TR-ACO.  Hasil penlitian menunjukkan laju pertambahan petiol pada daun pertama Kopu menurun saat kadar air tanah turun di bawah 17%, sedangkan konsentrasi prolin meningkat drastis saat laju pertumbuhan petiol mendekati nol. Menariknya, perubahan ekspresi gen dan akumulasi protein TR-ACO juga terjadi pada saat pertumbuhan petiol terhenti. Hasil tersebut menunjukkan kepekaan tanaman semanggi putih cv. Kopu terhadap cekaman air. ABSTRACT White clover is a legume crop commonly used as a cover crop, green manure and pasture crop on dry lands. Research aimed to investigate changes in ethylene biosynthesis and proline accumulation was conducted in a Climate-controlled Laboratory. The research analised growth responses, proline accumulation, TR-ACO gene expression and protein accumulation. Petiole elongation rate in the first-fully expanded leaves of Kopu declined when SWC decreased to below 17% while proline concentration increased suddently when petiole elongation rate ceased. Intersetingly, changes in TR-ACO gene expression and protein accumulation also occurred when petiole elongation rate ceased. These results further indicated sensitivity of white clover cv. Kopu to a water deficit.
PENGARUH DOSIS APLIKASI Arthrobotrys dactyloides DALAM PELLET GUM-ARABIK TERHADAP PENETRASI MELOIDOGYNE JAVANICA PADA AKAR, PERTUMBUHAN DAN HASIL TOMAT ., Sudirman
CROP AGRO, Jurnal Ilmiah Budidaya Pertanian Vol 3 No 2 (2010): Jurnal Crop Agro
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK             Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efektifitas Arthrobotrys dactyloides dalam formulasi pellet gum-arabik untuk mengendalikan nematoda di dalam tanah. Pelet dengan kualitas yang baik diproduksi. Percobaan pot disiapkan untuk menguji pengaruh dosis aplikasi terhadap penetrasi Meloidogyne javanica pada akar, pertumbuhan, dan hasil tanaman tomat. Pellet diaplikasikan dengan empat dosis yang berbeda; 0.2%, 0.4%, 0.6%, 0.8% (b/b). Pot tanpa pellet disiapkan sebagai control. Percobaan dilaksanakan dengan menggunakan bibit tomat berumur 20 hari. Pengamatan dilakukan pada parameter jumlah puru, jumlah kantung telur, tinggi tanaman, panjang akar, berat basah tanaman, berat kering tanaman, jumlah buah dan berat buah. Percobaan dilaksanakan dengan Rancangan Acak Lengkap dengan lima ulangan tiap perlakuan. Data dianalisa dengan Analisis Keragaman. Bilamana rasio keragaman berbeda nyata, maka rata-rata perlakuan diuji lanjut dengan uji Beda Nyata Terkecil pada taraf nyata 5%. Hasil percobaan menunjukkann bahwa kecuali dosis 0,2% (b/b), semua dosis pellet yang mengandung A. dactyloides secara nyata mengurangi jumlah puru dan jumlah kantung telur M. javanica, yang berakibat pada peningkatan pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. ABSTRACT             This study aimed at determining the effectiveness of A. dactyloides formulated in gum arabic pellets in controlling nematodes in soil. Pellets with good characteristics were produced. Pot experiments were set to test effects of rate of application on M. javanica penetration on root, growth, and yield of tomato. Pellets were applied at four different rates of application; 0.2%, 0.4%, 0.6%, 0.8% (w/w). Pots with no pellets were prepared as controls. The experiment was conducted with 20-day tomato seedlings in pots. Observation was taken for number of galls, number of egg masses, plant height, root length, plant wet-weight, plant dry-weight, number of fruits, and fruit weight. The experiment was conducted with Completely Randomized Design with five replicates each. Data were analyzed with analysis of variance. When the variance ratio (F) was significant, means for each treatment in each experiment was separated using a least significant difference test at 5% significant level. Results of experiments showed that except treatment 0.2% (w/w), all dosage treatments of pellets containing A. dactyloides significantly reduced number of galls and number of egg masses of M. javanica, resulted in improvement of tomato growth and yield.

Page 1 of 1 | Total Record : 10