cover
Contact Name
Dr. Ir. Lestari Ujianto, M.Sc.
Contact Email
ujianto@unram.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
cropagro@unram.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
CROP AGRO, Scientific Journal of Agronomy
Published by Universitas Mataram
ISSN : 19788223     EISSN : 26215748     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Mataram yang memuat tulisan berupa hasil penelitian yang terkait dengan bidang budidaya tanaman, terbit enam bulan sekali. Redaksi menerima naskah dalam bahasa Indonesia atau Inggris.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue " Vol 12 No 01 (2019): Jurnal Crop Agro Januari 2019" : 10 Documents clear
UJI TEKNIK PENGENDALIAN HAMA LALAT BIBIT (Ophiomyia phaseoli Try.) PADA TANAMAN KEDELAI (Glycine Max L.) Hasanah, Uswatun; Tarmizi, Tarmizi; Meidiwarman, Meidiwarman
CROP AGRO, Jurnal Ilmiah Budidaya Pertanian Vol 12 No 01 (2019): Jurnal Crop Agro Januari 2019
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomy Branch NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/caj.v12i01.215

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan teknik pengendalian yang lebih baik, guna mengurangi serangan hama Lalat Bibit Ophiomyia phaseoli Try. pada tanaman kedelai. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan, setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga didapatkan 12 petak perlakuan. Perlakuan-perlakuan yang digunakan adalah K0 (Tanpa pelakuan), K1 (Penutup tanah), K2 (Seed treatment), K3 (Pupuk Hayati). Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan analisis of variance (Anova) pada taraf 5%. Apabila siginificant (berbeda nyata) dilakukan uji lanjut menggunakan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5%. Selanjutnya dilakukan regresi linier sederhana menggunakan Minitab 17. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik pengendalian menggunakan seed treatment berpengaruh nyata terhadap populasi hama dan tingkat kerusakan tanaman. Populasi hama lalat bibit O. phaseoli Try. berpengaruh nyata terhadap tingkat kerusakan tanaman. ABSTRACT The aim of this study was to compare better control techniquesin order to reduce pest attacks of bean fly Ophiomyia phaseoli Try. on soybean plants. This study used an experimental method. The experimental design used was Randomized Complete Block Design (RCBD) with 4 treatments, each treatment was repeated 3 times, so that 12 treatment plots were obtained. The treatments used are K0 (without treatment), K1 (ground cover), K2 (seed treatment), K3 (biological fertilizer). Result of data observation were analyzed using analysis of variance (ANOVA) at the level of 5%. Honestly Significant Difference (HSD) Test at the level of 5% was carried out on significant results (significantly different). Furthermore, simple linear regression was performed using Minitab 17. The results of the study showed that the technical control using seed treatment had a significant effect on pest populations and plant attack rates. Population of bean fly O. phaseoli Try. were significantly affect the level of attack to plants.
PENGARUH CEKAMAN KEKERINGAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA GENOTIP TANAMAN OKRA (Abelmoschus esculentus L.) khotimah, husnul
CROP AGRO, Jurnal Ilmiah Budidaya Pertanian Vol 12 No 01 (2019): Jurnal Crop Agro Januari 2019
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomy Branch NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/caj.v12i01.253

Abstract

Tanaman okra (Abelmoschus esculentus L.) merupakan salah satu tanaman hortikultura yang bergizi tinggi. Pertumbuhan dan daya hasil tanaman ini ditentukan oleh fakor genetis dan lingkungan salah satunya adalah air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh cekaman kekeringan terhadap pertumbuhan dan hasil beberapa genotip tanaman okra. Penelitian ini telah dilaksanakan di rumah plastik, Desa Batu-Kuta Kecamatan Narmada dengan menggunakan Rancangan Petak Terbagi, yaitu kondisi cekaman kekeringan sebagai petak utama dan genotip okra sebagai anak petak. Petak utama terdiri atas tanaman mengalami cekaman kekeringan dan tanpa mengalami cekaman kekeringan. Anak petak terdiri dari beberapa genotip tanaman okra yakni genotip Dompu, genotip Hibrida, genotip Merah dan genotip Panjang. Setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Interaksi antara perlakuan dan genotip okra berpengaruh nyata pada bobot basah dan bobot kering tajuk, tinggi tanaman umur 60 hari setelah pindah tanam, jumlah daun umur 30, 60, 90 hari setelah pindah tanam, jumlah bunga yang jadi buah dan jumlah buah yang layak konsumsi. Perlakuan genotip okra menunjukkan pengaruh yang nyata pada hampir seluruh parameter pengamatan kecuali bobot basah akar, bobot kering akar dan diameter batang umur 30 hari setelah pindah tanam. Sedangkan perlakuan cekaman kekeringan hanya berpengaruh nyata pada parameter bobot basah tajuk dan tinggi tanaman umur 60 dan 90 hari setelah pindah tanam (hspt). Genotip Panjang memiliki pertumbuhan paling baik pada kondisi cekaman kekeringan. Genotip Merah memiliki jumlah buah yang layak konsumsi terbanyak pada kondisi cekaman kekeringan maupun tanpa cekaman kekeringan.
APLIKASI PUPUK KADANG AYAM DAN PUPUK HAYATI EKSTRAGEN SEBAGAI UPAYA PENGEMBANGAN TANAMAN OKRA (Abelmoschus Esculentus) SECARA ORGANIK Muliadi, Muliadi
CROP AGRO, Jurnal Ilmiah Budidaya Pertanian Vol 12 No 01 (2019): Jurnal Crop Agro Januari 2019
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomy Branch NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/caj.v12i01.249

Abstract

This study aims to determine of chicken manure and ekstragen of biofertilizer which is appropriate as an effort to development the okra (abelmoschus esculentus) plant organically. The experiment was carried out from March to June 2018 on the agricultural land of Pijot village, keruak distict, east lombok regency. The disgn used was a randomized block disgn with 3 replication. The first factor was chiken manure with 4 dose levels, namely 0 kg/plot, 7,5 kg/plot, 9,5 kg/plot 11,5 kg/plot. The second is factor ekstragen of biofertilizer with 4 level of doses namely 0 ml/plant, 9,3 ml/plant, 13,8 ml/plant. There are 16 combinations of treatment and 48 trial plots. Data were analyzed using variance analysis, if significantly different, then continued with BNJ test at the level of 5%. The results showed that chicken manuare significantly affected vegetative growth, especially at the rate of increase in plant stem diameter and generative growth. Ekstragen biofertilizer have no significant effect on vegetative and generative growt of plants. It is recomended to conduct research on chicken manure doses for okra cultivation is 9,5 kg/plot, but is not significantly different at a dose of 7,5 kg/plot and 11,5 kg/plot in this study, while the dose of ekstragen biofertilizer is recommended to conduct further research because there is no significant influence on vegetative and generatif growth of plants. Keyword: Okra, ekstragen biofertilizer, chicken manure
VARIASI WAKTU VERNALISASI DALAM PENINGKATAN PRODUKSI DAN VIABILITAS BIJI BAWANG MERAH bptp, Muji
CROP AGRO, Jurnal Ilmiah Budidaya Pertanian Vol 12 No 01 (2019): Jurnal Crop Agro Januari 2019
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomy Branch NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/caj.v12i01.252

Abstract

ABSTRAK Perbenihan  benih biji  bawang merah (true seed of shallot=TSS) merupakan inovasi baru sebagai solusi dalam mengatasi  permasalahan perbenihan bawang merah di Indonesia. Banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan produksi TSS di Indonesia antara lain iklim, ketersediaan serangga  polinator, kualitas umbi bawang merah yang digunakan serta berbagai komponen teknologi lainnya dalam memacu terbentuknya bunga dan kebernasan biji yang dihasilkan.  Vernalisasi merupakan salah satu komponen penting dalam keberhasilan produksi TSS.  Penelitian ini terdiri dari dua tahap, tahap pertama bertujuan mendapatkan keragaan tanaman dan  TSS  yang dihasilkan    dengan menguji  4 perlakuan, yang disusun secara acak kelompok dengan 3 ualangan.  Keempat perlakuan  adalah    tanpa vernalisasi, vernalisasi 2 minggu, vernalisasi 4 minggu dan vernalisasi 6 minggu dilakukan di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur  pada bulan Mei – November 2016.  Dilanjutkan penelitian tahap dua yang dilakukan di Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur pada bulan Desember 2016 - January 2017 dengan  menguji kualitas TSS yang dihasilkan dalam persemaian TSS dengan indikator penilaian viabilitas (daya tumbuh TSS) hingga kualitas  bibit siap tanam (seedling).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa vernalisasi selama 4 minggu adalah yang terbaik yang ditunjukkan dengan waktu tercepat keluarnya bunga, jumlah bunga terbanyak, besarnya diameter bunga dan banyaknya biji (TSS) yang dihasilkan.  Sedangkan viabilitas benih biji (TSS) hasil  perlakuan umbi non vernalisasi menghasilkan biji yang kurang bernas,    vernalisasi 4 minggu menghasilkan prosentase daya tumbuh tertinggi.  Parameter pertumbuhan bibit setelah berkecambah pada semua perlakuan tidak menunjukkan perbedaan yang nyata.  
Pertumbuhan dan Hasil Berbagai Varietas Kacang Tanah antara Penanaman secara Monokrop dan Bersama Padi Beras Merah pada Sistem Irigasi Aerobik Iryani, Emi; WANGIYANA, Wayan; Dulur, Ni Wayan Dwiani
CROP AGRO, Jurnal Ilmiah Budidaya Pertanian Vol 12 No 01 (2019): Jurnal Crop Agro Januari 2019
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomy Branch NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/caj.v12i01.315

Abstract

ABSTRACT This study aimed to compare growth and yield of five varieties of peanuts between monocropping and growing together with red rice plants in an aerobic system, by carrying out a pot experiment in a plastic house. The experiment was designed according to Completely Randomized Design with two treatment factors arranged factorially, namely peanut varieties (Biawak, Hypoma-1, G300-II line, local Wajik and local Bima) and cropping patterns (monocrop or growing together red rice plants), and each treatment combination was made in 3 replications. Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA) and Tukey's HSD at 5% level of significance, using CoStat for Windows ver. 6.303. The results indicated that there was an interaction effect between cropping patterns and peanut varieties on fresh stover weight and dry pod weight per clump, which indicated differences in responses among peanut varieties to cropping patterns. Compared with on monocrop, planting together with rice plants significantly reduced fresh stover weight but only on Hypoma-1, as well as significantly reduced dry pod weight but only on Hypoma-1 and G300-II. However, seed yield per clump was on average not influenced by different cropping patterns, and there was even a tendency for total number of seeds per clump to be higher on peanut grown together with red rice plants, i.e. on local Wajik and Biawak varieties. In contrast, weight of 20 seeds, leaf number and branche number were lower, but plant height was higher, on peanut plants grown together with rice plants in one pot compared with on monocrop.
RETENSI HARA BEBERAPA BIOCHAR DARI LIMBAH TANAMAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP SERAPAN N,P, K TANAMAN PAGI GOGO. Sukartono, Sukartono
CROP AGRO, Jurnal Ilmiah Budidaya Pertanian Vol 12 No 01 (2019): Jurnal Crop Agro Januari 2019
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomy Branch NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/caj.v12i01.247

Abstract

Keampuhan biochar sebagai pembenah kualitas tanah dan sequestrasi karbon sangat ditentukan oleh sifat physikokimia  biochar dan proses pyrolysis.  Oleh karena itu maka pemahaman tentang karakteristik biochar sangat penting untuk dapat mengidentifikasi kesesuaian penggunaan biochar sebagai pembenah tanah.Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi retensi hara (NH4+, K+. Ca++, dan Mg++) beberapa jenis biochar dan pengaruhnya terhadap serapan hara NPK dan pertumbuhan padi Gogo.Penelitian dilakukan di Laboratorium Fisika Tanah dan Rumah kaca fakultas Pertanian UNRAM. Biochar dibuat dari pemansan beberapa macam sumber limbah pertanian : jerami padi (BPJ),  sekam padi (BPS), tongkol jagung (BJT),  brangkas kacang tanah (BKC) dan brangkas kedelai (BKE)menggunakan muffle furnace pada suhu 400oC.  Karakteristik  fisikokimia biochar yang dihasilkan dari penelitian ini bervariasi dipengaruhi oleh perbedaan macam dan sifat bahan baku biomassa organik. Tiga jenis biochar yakni brangkas kedelai (BKE), kacang tanah (BKC) dan tongkol jagung (BJT) memiliki kandungan hara (C, N, K, Ca an Mg) yang relatif lebih tinggi daripada  biochar dari bahan jerami (BJP) dan sekam pad (BPS). Nilai total-C dari BKE, BKC dan BJT masing-masing   51,73; 57,36 dan 53,53%. Perbedaan fisikokimia bioachar dari berbagai bahan biomassa organik menentukan tingkat retensi hara di dalam tanah.Biochar dari biomassa kedelai (BKE) dan kacang kacang tanah (BKC) menunjukkan retensi tertinggi kemudian diikuti oleh biochar tongkol jagung dan sekam padi.Aplikasi biochar ke dalam tanah memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan serapan hara (N,P,K) dan berat berangkasan kering tanaman. Secara umum, tiga jenis biochar yaitu BPS, BJT, dan BKE memberikan pengaruh yang sama terhadap serapan hara N, P, dan K
EFEKTIVITAS PUPUK PETROBIO DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KOL BUNGA (Brassica oleracea var. botrytis L.) Suryadi, Muhammad; Mulyati, Mulyati; Damar Jaya, I Komang
CROP AGRO, Jurnal Ilmiah Budidaya Pertanian Vol 12 No 01 (2019): Jurnal Crop Agro Januari 2019
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomy Branch NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/caj.v12i01.260

Abstract

ABSTRAK          Salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas lahan dan produksi tanaman adalah dengan mengaplikasikan pupuk hayati dan pupuk anorganik. Penelitian ini bertujuan mempelajari efektivitas dari pemberian pupuk hayati Petrobio dan pupuk anorganik NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kol bunga (Brassica oleraceea var. botrytis L.). Satu percobaan lapang dilaksanakan dari bulan April sampai dengan Juni 2017 di Desa Perian, Kecamatan Montong Gading, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara  Barat. Perlakuan yang diuji terdiri atas dua faktor, yaitu faktor pupuk Petrobio dan faktor dosis pupuk NPK. Pupuk Petrobio (P) terdiri atas tiga aras yaitu: p0= 0 kg , p1= 30 kg , p2= 60 kg  dan faktor kedua, dosis pupuk NPK (K), terdiri atas dua aras yaitu: k1= 150 kg , k2= 300 kg . Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan pola faktorial 3x2, masing-masing perlakuan diulangi 3 kali sehingga didapat 18 unit perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas Petrobio meningkat dengan meningkatnya dosis dibarengi dengan dosis pupuk NPKyang tinggi. Hasil terbaik didapat dari interaksi antara dosis Petrobio 60 kg  dan NPK 300 kg  yang menghasilkan rerata tertinggi pada berat berangkasan basah. ABSTRACT One of the ways to improve land and crop productivity is by applying biofertilizer and inorganic fertilizer. The aim of this research was to study effectivity of biofertilizer of Petrobio and inorganic fertilizer of NPK applications on growth and yield of cauliflower (Brassica oleraceea var. botrytis L.). One experiment was conducted from April to July 2017 in Perian village, sub-district of Montong Gading, East Lombok, Nusa Tenggara Barat. Treatments tested consisted of two factors, Petrobio fertilizer and NPK fertilizer. Petrobio fertilizer (P) consisted of three levels, namely: p0= 0 kg , p1= 30 kg , p2= 60 kg  and the second factor, NPK fertilizer dosage, consisted of two levels, k1= 150 kg and k2= 300 kg . The treatments were arranged in a 3 x 2 factorial using Randomized Block Design with three replications. All together there were 18 experimental units tested. The results of the experiment showed that Petrobio effectivity increased with the increased of dosage following a high dosage of NPK fertilizer. The best result was achieved in an interaction of Petrobio 60 kg  and NPK 300 kg  that resulted in the highest of fresh weight of the crop biomass.
Evaluasi Karakter Keturunan F3 Hasil Persilangan Melon bulat kuning (Cucumis melo. L) dengan Blewah lonjong (Cucumis melo L. kelompok Cantalupensis) Zawani, Karwati
CROP AGRO, Jurnal Ilmiah Budidaya Pertanian Vol 12 No 01 (2019): Jurnal Crop Agro Januari 2019
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomy Branch NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/caj.v12i01.244

Abstract

This research is part of an ongoing research project on hybridization between species of yellow-rounded melon and local where F3 generations from the hybridization were evaluated to obtain information on the qualitative and quantitative characteristics of fruits. Seeds of selected F2 fruits with three distinct characters, i.e. 1) netted fruit surface with yellow-orange flesh; 2) ribbed fruits with yellow-orange flesh, and 3) smooth and flat fruit surface with greenish flesh. The results indicated fruits of F2 generation showed varied characteristics. Fruits of F3 generation weighted 0.282 kg to 1.3 kg with sweetness lever ranging from 2 – 4 brix. Qualitative observation indicated that some fruits holding the characteristics of each parent, some with combined characteristics of both parents, and some resulting in a totally new characteristics. Further screening is being conducted to come up with fruits with reasonably good characteristics, either qualitatively or quantitatively.
AJ THE EFFECT OF ORGANIC, INORGANIC AND BIOFERTILIZERS APPLICATION ON PHYSICAL PROPERTIES OF SOIL PLANTED WITH RED CHILI Jannah, Anharil
CROP AGRO, Jurnal Ilmiah Budidaya Pertanian Vol 12 No 01 (2019): Jurnal Crop Agro Januari 2019
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomy Branch NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/caj.v12i01.239

Abstract

The aim of the research is to determine the effect of organic, inorganic and biofertilizers application on physical properties of soil planted with red chili. This research was conducted from April 2018 to July 2018. The experimental design used in this study was a Complete Randomized Block Design consisting of 8 treatments, P0 = Without Treatment (Control), P1 = 100% Inorganic Fertilizer (NPK) recommendation 250 kg / ha, P2 = 100% Organic Fertilizer (Krinyu Compost) recommendation of 10 tons / ha, P3 = 100% Biofertilizer (Bio-Extrim) recommendation of 2 liters / ha, P4 = Combination of 50% NPK + 50% Krinyu Compost, P5 = Combination of 50% NPK + 50% Bio-Extrim, P6 = Combination of 50% Krinyu Compost + 50% Bio-Extrim and P7 = Combination 33.3% NPK + 33.3% Krinyu Compost + 33.3% Bio-Extrim . The treatment was repeated 3 times so that there were 24 experimental plots. The experimental data were analyzed using the analysis of variance (Analysis of variance) at the 5% level of error. The results show that the application of organic, inorganic fertilizers and manure did not influence the changes in the physical properties of the soil. This is because the physical characteristic of the soil cannot change significantly in a short period of time. But the application of fertilizers has an effect on the harvest weight of the red chili plants.
hr KETERSEDIAAN FOSFOR PADA LAHAN PADI SAWAH BERDASARKAN INTENSITAS PENGGUNAANNYA DI KECAMATAN GERUNG KABUPATEN LOMBOK BARAT Habiburrahman, Habiburrahman Habiburrahman
CROP AGRO, Jurnal Ilmiah Budidaya Pertanian Vol 12 No 01 (2019): Jurnal Crop Agro Januari 2019
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomy Branch NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/caj.v12i01.251

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketersediaan fosfor pada lahan padi sawah berdasarkan intensitas penggunaanya di Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari 2018 hingga April 2018 di 3 kriteria lokasi (Kurang Intensif, Intensif, Sangat Intensif). Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode deskriptif dengan teknik survei. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ketersediaan hara P pada lahan sawah intensif di semua kriteria lokasi tergolong berharkat tinggi hingga sangat tinggi. Penggunaan lahan yang sangat intensif (3 kali tanam) menunjukkan  penimbunan hara P yang sangat tinggi dengan kisaran 85% dari luas lahan yang diteliti. Korelasi Dosis pupuk SP36/TSP dengan ketersediaan P di setiap kriteria lokasi memiliki hubungan positif dan berkorelasi sangat erat (r =0.994 ) yaitu pada lokasi Kurang Intensif. Kata kunci : Ketersediaan Fosfor, Lahan Sawah Intensif

Page 1 of 1 | Total Record : 10