cover
Contact Name
Dr. Ir. Lestari Ujianto, M.Sc.
Contact Email
ujianto@unram.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
cropagro@unram.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
CROP AGRO, Scientific Journal of Agronomy
Published by Universitas Mataram
ISSN : 19788223     EISSN : 26215748     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Mataram yang memuat tulisan berupa hasil penelitian yang terkait dengan bidang budidaya tanaman, terbit enam bulan sekali. Redaksi menerima naskah dalam bahasa Indonesia atau Inggris.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue " Vol 11 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Budidaya Pertanian" : 10 Documents clear
PENGARUH PEMBERIAN BERBAGAI MACAM BIOCHAR DAN DOSIS NITROGEN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KEDELAI (Glycine max L. Merill) Jaya1, Wire Sentane; AB2, Baharudin,; 2, Mulyati
CROP AGRO, Jurnal Ilmiah Budidaya Pertanian Vol 11 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Budidaya Pertanian
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Rendahnya produksi kedelai disebabkan oleh banyak faktor pembatas antara lain kesuburan  tanah yang sangat rendah. Oleh karena itu untuk mengatasi permasalah di atas adalah dengan penambahan bahan pembenah tanah seperti penggunaan biochar dari limbah pertanian seperti batang tembakau, sekam padi, dan tempurung kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai macam biochar dan dosis nitrogen terhadap pertumbuhan dan produksi kedelai. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksprimental dilakukan di rumah kaca Fakultas Pertanian Universitas Mataram. Rancangan yang digunakan adalah rancangan faktorial (4x3) yang ditata secara Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri atas dua faktor . Faktor pertama adalah  4 macam biochar yang terdiri atas B0 (tanpa pemberian biochar), B1 (batang tembakau), B2 (sekam padi), dan B3 (tempurung kelapa). Faktor kedua adalah dosis N yang terdiri atas N0 (tanpa pemberian N), N1 (50 kg/ha urea), dan N2 (100 kg/ha urea). Kedua faktor tersebut dikombinasikan sehingga diperoleh 12 kombinasi perlakuan. Masing-masing perlakuan diulang 3 kali sehingga diperlukan 36 pot percobaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan pemberian biochar memberikan pengaruh yang nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 28 hst, 35 hst, dan 42 hst. Sedangkan pemberian dosis N memberikan pengaruh yang nyata terhadap jumlah polong dan berat polong saat panen.  Interaksi antara biochar dengan dosis N memberikan pengaruh yang nyata terhadap parameter jumlah daun pada umur 28 hst dan jumlah polong. ABSTRACT The low production of soybean caused by many limiting factors, Such as very lowsoil fertility. Therefore, to overcome this problems the addition of soil ameliorant from agricultural waste such as tobacco stalk, rice husk, and coconut shell. The study was to determine the effect various biochar and  nitrogen doses on the growth and production of soybean. The experiment was carried out in greenhouse, Faculty of Agriculture, University Mataram. The design was a factorial design (4x3) was arranged in a completely randomize design (CRD), which consisted of two factors. The first factor is 4 kinds of biochar consisting of B0 (without  biochar), B1 (tobacco stalk), B2 (rice husk), and B3 (coconut shell). The second factor was the  N dose consisting of N0 (without N), N1 (50 kg / ha of urea), and N2 (100 kg / ha urea). Both of these factors combined to obtain 12 combination of treatments. Each treatment was repeated 3 times so that 36 experiments. The results showed that application of biochar had significant effect on plant height at 28 days after planting dap, 35, and 42 dap. While the dose of N had significant effect on the number of pods and pod weight at harvest. Interaction between biochar with of N doses had effect on the number of leaves at 28 dap and the number of pods.
KAJIAN TINGKAT KEBERHASILAN PERSILANGAN ANTARA MELON (Cucumis melo L) dengan BLEWAH (Cucumis melo var cantalupensis) Yuniastin1, Baiq Widya; Ujianto, Lestari; 3, Mulyati
CROP AGRO, Jurnal Ilmiah Budidaya Pertanian Vol 11 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Budidaya Pertanian
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat keberhasilan persilangan antara melon dengan blewah. Rancangan persilangan yang digunakan adalah dialel lengkap. Persilangan dilakukan saling silang antara 3 kultivar melon (melon kuning (MK), melon putih (MP),  melon merah (MM)) dan 2 kultivar blewah (blewah bentuk buah bulat (BB) dan blewah bentuk buah lonjong (BL) yang ditanam dalam pot.   Setiap kultivar ditanam dalam 10 pot sebagai ulangan. Penanaman dilakukan dalam dua periode. Persentase tingkat keberhasilan persilangan dihitung dari jumlah buah yang jadi dibagi dengan jumlah bunga yang disilangkan dikali 100%. Hasil kajian tingkat keberhasilan persilangan menunjukkan bahwa: 1) dari 12 keturunan hasil persilangan antara 3 kultivar melon dengan 2 blewah terdapat tingkat keberhasilan yang beragam, 2). persentase keberhasilan tertinggi terdapat pada persilangan antara BL x MM yaitu sebesar 85% dan persentase terendah terdapat pada persilangan antara BB x MK yaitu sebesar 42%, 3). terjadi tingkat inkompatibilitas yang cukup tinggi pada varietas hasil persilangan BB x MK. ABSTRACT   The objective of this research was to study of  the cross success level between melon and cantaloupe. Mating design used was a complete diallel. Crosses were conducted by intercrossed between 3 cultivars of melon (yellow melon (MK), melon white (MP), red melon (MM)) and two cultivars of cantaloupe (round shape cantaloupe fruit (BB) and oval shape cantaloupe fruit (BL)) planted in pots. Each cultivar were planted in 10 pots as replication. Planting is conducted in two periods. The percentage of crossing success rate was calculated from the number pollinated flowers divided by the amount of harvested fruit then multiplied by 100%. The study results showed that: 1). the cross success rate of 12 offspring from intercrossing between 3 melon cultivars and 2 cantaloupe cultivars was variant, 2). The highest percentage of cross success rate was found in crosses between BL x MM (85%) and the lowest percentage was at a cross between BB x MK (42%), 3). Incompatibility level was fairly high  in offspring from crosses BB x MK
APLIKASI PUPUK KOMPOS LIMBAH KANDANG KAMBING PADA TANAMAN BLEWAH SEBAGAI UPAYA UNTUK MENGURANGI PENGGUNAAN PUPUK ANORGANIK 1, Hilman; 2, Nurrachman; Zawani2, Karwati
CROP AGRO, Jurnal Ilmiah Budidaya Pertanian Vol 11 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Budidaya Pertanian
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kompos cair limbah kandang kambing pada tanaman blewah hasil persilangan melon putih dengan blewah berbentuk lonjong dan mengetahui seberapa besar peranan pupuk kompos limbah kandang kambing dalam  mengurangi penggunaan pupuk anorganik pada tanaman blewah. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Tempos, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Percobaan dilaksanakan pada akhir bulan Februari sampai dengan Mei 2014. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan melaksanakan percobaan dilapangan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari tiga aras perlakuan yaitu K1 (pemupukan dengan 6,38 gram phonska per tanaman setara dengan 300 kg per hektar), K2 (pemupukan dengan 480 ml kompos limbah kandang kambing per tanaman setara dengan 22.500 liter per hektar), K3 (pemupukan dengan 3,19 gram phonska + 240 ml kompos limbah kandang kambing per tanaman setara dengan 150 kg phonska per hektar + 11.250 liter per hektar), diulang sebanyak 9 kali sehingga diperoleh 27 unit percobaan. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan analisis ragam (Anova) pada taraf nyata 5%. Apabila antar perlakuan menunjukkan beda nyata  maka diuji lanjut dengan uji Beda Nyata  Terkecil (BNT) pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan pupuk kompos limbah kandang kambing, phonska maupun kombinasinya memberikan pengaruh yang tidak nyata terhadap semua parameter yang diamati, penggunaan pupuk  kompos limbah kandang kambing cenderung  memberikan  pengaruh positif terhadap pertumbuhan generatif tanaman blewah yaitu pada persentase bunga menjadi buah, berat buah per buah dan panjang buah per buah dan penggunaan pupuk kompos limbah kandang kambing dapat menghemat penggunaan pupuk anorganik hingga 50-100%.   ABSTRACT This research aims to know the effect of liquid waste composting goat   on cantaloupe plants, resulted from breeding between cantaloupe and white melon oval shaped, and to find out  the role in reducing inorganic fertilizers  application.  The  research  was  conducted  at    the  Tempos,  District  Gerung,  West  Lombok.  The experiment was conducted on February to May 2014. The method used is the experimental method. The experimental design used was a randomized complete block design (RCBD), which consists of three levels, namely K1 treatment (fertilization with 6,38 grams each plant Phonska equivalent to 300 kg each hectare), K2 (fertilization with 480 ml of waste compost plant flocks each equivalent with 22.500 liters each hectare), K3 (fertilization with 3,19 grams Phonska + 240 ml of waste compost plant flocks each equivalent to 150 kg each hectare Phonska + 11.250 liters each hectare), and each treatment repeated 9 times, obtain 27 units experiment. Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA) at 5% significance level, continue by Least Significant Difference test (LSD) at the 5% significance level. The results showed that the use of liquid compost waste goat, phonska and the combination have no effect on all parameters observed, but the application of liquid compost tend to have a positive effect on generative growth cantaloupe is percentage of flowers into fruit, fruit weight  and fruit length,  hence use of  liquid compost waste goat can save the use of inorganic fertilizers up to 50-100%.
EFEKTIFITAS EKSTRAK DAUN SIRIH (Piper betle L.) DALAM MENEKAN PENETASAN TELUR DAN INFEKTIFITAS Meloidogyne spp. Suanto, Ebi; 2, Sudirman; Muthahanas, Irwan
CROP AGRO, Jurnal Ilmiah Budidaya Pertanian Vol 11 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Budidaya Pertanian
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas ekstrak daun sirih dalam menekan penetasan telur dan infektifitas Meloidogyne spp. Penelitian dilksanakan secara eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap. Empat konsentrasi (0,5%, 1%, 1,5%, dan 2%) ekstrak daun sirih diuji dan perlakuan tanpa ekstrak disiapkan sebagai kontrol. Tiap perlakuan diulang 3 kali. Data hasil penelitian dianalisis dengan analisis keragaman dan dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  ekstrak  daun  sirih  dengan  konsentrasi  0,5%  dapat  menekan  penetasan  telur  hingga  92%  dan penekanan total (100%) pada perlakuan 1%, 1,5% dan 2%. Ekstrak daun sirih pada semua konsentrasi yang diuji menekan infektifitas Meloidogyne spp. secara total (tidak ada nematoda yang penetrasi akar) dan tidak mengganggu pertumbuhan dan perkembangan tanaman. ABSTRACT This study aimed at determining effectiveness of betel leaf extract in suppressing eggs hatching and infectivity of Meloidogyne spp. The research was done experimentally and completely randomized designed. Four concentrations (0.5%, 1%, 1.5%, and 2%) of betel leaf extract were tested and a treatment without extract was provided as a control. Each treatment was repeated three times. Data of experiments were subjected to analysis of variance followed by least significant different test at 5% significant level. Results of experiments showed that betel leaf extract at 0.5% suppressed eggs hatching as much as 92% and total (100%)  suppressions  were recorded  at  concentrations  of  1%,  1.5%  and 2%.  Betel leaf  extract, at  all concentrations tested, totally suppressed infectivity of Meloidogyne spp. (no nematode penetrated roots) and did not interference plant growth and development.
TAMPILAN SIFAT KUANTITATIF BEBERAPA GALUR F7 PADI BERAS MERAH (Oryza sativa L.) HASIL SILANG GANDA INDICA DENGAN JAVANICA Umam1, Rijalul; Sudharmawan2, A. A. K.; 2, Sumarjan
CROP AGRO, Jurnal Ilmiah Budidaya Pertanian Vol 11 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Budidaya Pertanian
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tampilan sifat kuantitatif beberapa genotipe dari galur F7 padi beras merah (Oryza sativa L.) hasil silang ganda Indica dengan Javanica. Percobaan ini dilakukan di Desa Nyurlembang, Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat pada bulan Agustus sampai dengan November 2015. Rancangan Percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas 12 galur harapan padi beras merah dan empat tetua (Du’u, Soba, Piong dan Sri), setiap perlakuan di ulang tiga kali sehingga terdapat 48 unit percobaan. Data hasil pengamatan dianalisa dengan analisis ragam, selanjutnya di uji lanjut dengan DMRT  (5 %)  untuk parameter yang berbeda nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 12 galur hasil silang ganda Indica dengan Javanica karakter vegetatif umur berbunga paling genjah pada galur G15 (84,67 hss), tinggi tanaman terpendek pada galur G16 (125,8 cm), jumlah anakan produktif paling banyak pada galur G8 (25,43) dan jumlah anakan non produktif paling sedikit pada galur G11 (0,00). Untuk karakter generatif malai terpanjang galur G16 (31,00 cm), jumlah gabah berisi paling banyak galur G10 (121,37), jumlah gabah hampa paling sedikit galur G13 (26,62), berat 100 butir paling berat galur G11 (3,33 gram), berat gabah per-rumpun paling berat galur G13 (72,45 gram) dan hasil tertinggi galur G13 (9,01 ton/ha). ABSTRACT This research aims to observe quantitative traits of few lines of F7 red rice paddy  (Oryza sativa L.). This experiment was conducted in Nyur lembang village, Narmada District of West Lombok on August until November 2015.  Experimental Design used was a randomized block design (RCBD) consisted of 12 promising lines of red rice paddy and four parental cultivars (Du’u, Soba, Piong and Sri). Every treatment was repeated 3 times so there were 48 experimental units. The data were analyzed using analysis of variance with 5% significance level, followed by Duncan Multiple Range Test (DMRT) for significantly different result. The results of experiment shows that the 12 promosing lines from double croos between Indica and Javanica for vegetative characters: G15(84,67 das) is the fastest in flowering time, the shortest plant height is G16 (125,8 cm), the highest productive tillers is G8 (25,43, the lowest non-productive tillers is G11 (0,00). For generative characters: the longest panicle is G16 (31 cm), the highest grain number is G10 (121,37), the lowest number of empty grain is G13 (26,2). The highest of 100 grain weight is G11 (3,33 g) and grain yield/clump is G13 (72,45 g) and the higest grain yield is G13 (9,01 ton/ha)
UJI DAYA HASIL JAGUNG HIBRIDA DAN BERSARI BEBAS PADA LAHAN TEGALAN DENGAN SISTEM AGROEKOTEKNOLOGI SEDERHANA DI KECAMATAN PRINGGABAYA Nurlaili, Ida; Sutresna2, I Wayan; Anugrahwati2, Dwi Ratna
CROP AGRO, Jurnal Ilmiah Budidaya Pertanian Vol 11 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Budidaya Pertanian
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil 8 varietas jagung yang terdiri dari 4 jagung Hibrida ( Bisi 2, Bisi 18, Bisi 222 dan NK 22), dan 4 Jagung Bersari bebas (C0, C2, Lamuru dan Arjuna) pada lahan tegalan di Kecamatan Pringgabaya. Penelitian ini telah dilaksanakan di lahan milik Petani Dusun Leper, Desa Gunung Malang, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur yang berlangsung dari bulan Mei sampai Agustus 2013. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan percobaan di lapangan. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri atas 8 perlakuan varietas jagung yaitu V1 (C0), V2 (C2), V3 (Lamuru), V4 (Arjuna), V5 (Bisi 2), V6 (Bisi 18), V7 (Bisi 222), V8 (NK 22), setiap perlakuan diulang 3 kali, sehingga diperoleh 24 unit percobaan. Parameter yang diamati adalah : 1) Umur Keluar Bunga Jantan, 2) Umur Keluar Bunga Betina, 3) Umur Panen 4) Tinggi Tanaman, 5) Tinggi Letak Tongkol, 6) Diameter Batang, 7) Panjang Daun, 8) Lebar Daun, 9) Jumlah Daun, 10) Berat Brangkasan, 11) Panjang Tongkol, 12) Diameter Tongkol, 13) Berat Tongkol, 14) Berat 1000 Butir dan 15) Berat Kering Pipil. Data pengamatan dianalisis dengan menggunakan analisis ragam, uji lanjut dengan menggunakan Uji Jarak Berganda Duncan (UJBD) pada taraf 5% dan analisis Korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Varietas Hibrida Bisi 18, Bisi 2, Bisi 222 dan NK 22 tidak berbeda, dengan hasil berturut-turut (140,66 g/tan, 124,33 g/tan, 124,33 g/tan, 123,00 g/tan, disetarakan ke ton/ha dengan hasil berturut-turut (10,04 ton/ha ; 8,88 ton/ha ; 8,88 ton/ha ; dan 8,78 ton/ha). Sedangkan untuk Varietas bersari bebas Arjuna dan Lamuru memiliki daya hasil yang tidak berbeda  dengan hibrida (131,33 g/tan ; 121,33 g/tan) disetarakan ke ton/ha menjadi 9,38 ton/ha ; 8,66 ton/ha dan lebih tinggi dari C2 dan C0 (61 g/tan ; 55 g/tan) disetarakan ke ton/ha menjadi 4,35 ; 3,93 ton/ha.  ABSTRACT The purpose of this experiment is to observe growth and yield potensial of 8 maize varieties : 4 hybird varieties (Bisi 2, Bisi 18, Bisi 222 and NK 22) and 4 composite varieties (C0, C2, Lamuru and Arjuna) in dry land of Pringgabaya Subdistrict. This experiment  was done  from May to Augst 2013 in the Leper, Pringgabaya Subdistrict, East Lombok District. Experimental design used was Randomized Complete Block Design (RCBD) with 8 varieties of maize as treatments. The Varieties are V1 (C0), V2 (C2), V3 (Lamuru), V4 (Arjuna), V5 (Bisi 2), V7 (Bisi 18), V7 (Bisi 222), V8 (NK 22), with three replications, to get 24 experiment units. The growth and yield parameters  observed are  the male  flowering age, the female flowering age, maturity age, plant height, cob height, rod diameter, leaf length, leaf width, leaf number, biomass, cob length, cob diameter, cob weight, 1000 seed weight, grain weight. The data are analyzed by analysis of variance, if there are significant difference, continued by Duncan Multiple Range Test (DMRT) at 5 % and correlation analysis. The results of the experiment show that  yield of  hybird varieties Bisi 18, Bisi 2, Bisi 222 and NK 22 are not significantly different (140,66 g/plant ; 124,33 g/plant ; 124,33 g/plant ; 123 g/plant) converted to (10,44 ton/ha ; 8,88 ton/ha ; 8,88 ton/ha ; 8,78 ton/ha) respectively, whereas for composite varieties Arjuna and Lamuru showed no significant different result with hybird varieties (131,33 g/plant and 121,33 g/plant) or  9,38 ton/ha and 8,66 ton/ha, wich are higher yields than C2 (61 g/plant) and C0 (55 g/plant) 4,35 ton/ha and 3,93 ton/ha.
KAJIAN SIFAT KUANTITATIF BEBERAPA GENOTIPE MELON (Cucumis melo L.) DAN BLEWAH (Cucumis melo varcantalupensis) Laily1, Nishfil; Ujianto2, Lestari
CROP AGRO, Jurnal Ilmiah Budidaya Pertanian Vol 11 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Budidaya Pertanian
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat kuantitatif dan keunggulan-keunggulan karakteristik genotipe-genotipe tanaman melon dan blewah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode experimental dengan percobaan di lapangan dengan media tanah dalam pot. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang diuji yaitu  dua genotip melon, dua genotipe blewah dan empat keturunan hasil persilangan. Masing-masing perlakuan diulang lima kali. Sifat kuantitatif yang diamati meliputi panjang tanaman, jumlah daun, umur berbunga jantan dan betina, jumlah bunga jantan dan betina, jumlah cabang produktif, jumlah buah panen, umur panen, diameter buah, bobot buah segar, ketebalan daging buah, lingkar buah dan kadar gula. Data pengamatan dianalisis dengan menggunakan Analisis Keragaman pada taraf 5%, yang dilanjutkan dengan uji lanjut dengan menggunakan Uji Duncan Mutiple Range Test (DMRT) pada taraf nyata 5% dan analisis korelasi sederhana. Hasil penelitian menunjukan bahwa : 1). Sifat kuantitatif yang beragam pada sifat yang diamati adalah bobot buah, diameter buah, ketebalan daging buah, dan umur panen; 2). Genotipe G8 memiliki karakteristik yang unggul dibandingkan dengan tetua betina (G1) dan tetua jantan (G4); 3). Sifat kuantitatif yang berkorelasi positif nyata dengan bobot buah adalah diameter buah, ketebalan buah dan lingkar buah. ABSTRACT The objectives of this research were to determine the quantitative characters study of some genotypes of melon and cantaloupe. The method used in this research is experimental method with field trials with the soil medium in the pot. The experimental design used was completely randomized design (CRD). The treatments were: two genotypes of melon, two genotypes of cantaloupes and four progenies from crosses. Each treatment was repeated five times. The observed quantitative characters consisted of length of the plant, number of leaves, flowering dates of males and females, the number of male and female flowers, the number of productive branches, the number of harvested fruits, harvesting dates, fruit diameter, the weight of fresh fruit, thickness of the flesh of the fruit, the circumference of fruit and sugar content, Data were analyzed using Analysis of variance at the level of 5%, followed by a further test using Duncan Multiple Test Range Test (DMRT) at the same level and a simple correlation analysis. The results showed that: 1). The variant quantitative characters were fruit weight, fruit diameter, thickness of the flesh of the fruit, and harvesting dates; 2). Genotype G8 have the superior characteristics compared to the female parent (G1) and the male parent (G4); 3). Quantitative characters positively correlated with fruit weight is fruit diameter, thickness of fruit and fruit circumference.
EFEK PEMBERIAN RESIDU SLURRY BIOGAS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PAKCOY (Brassica rapa chinensis) SERTA KETERSEDIAAN UNSUR HARA P DAN S PADA ENTISOL. Purnama, Ijtihad; Wulan, R.Sri Tejo; Dulur, Ni Wayan Dwiani
CROP AGRO, Jurnal Ilmiah Budidaya Pertanian Vol 11 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Budidaya Pertanian
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Slurry biogas merupakan limbahdari proses ekstraksi gas metan yang bahan utamanya berasal dari campuran kotoran hewan yang telah mengalami proses anaerobik di dalam tabung reaktor. slurry biogas mengandung berbagai unsur hara, antibiotik, berbagai hormon dan telah terbukti mampu meningkatkan kualitas kesuburan kimia tanah dan hasil tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek residu pemberian slurry biogas terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy (Brassica rapa chinensis) serta ketersediaan P dan S pada Entisol. Penelitian ini dilakukan di rumah kaca Fakultas Pertanian Universitas Mataram dengan menggunakan metode eksperimental pada pot percobaan. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan menggunakan 6 contoh tanah residu perlakuan pemberian slurry biogas (0; 0,5; 1; 1,5;  2;  2,5 liter) dan satu contoh residu tanah yang dipupuk  NPK sesuai dengan dosis rekomendasi (300 kg/ha Urea, 150 kg/ha SP 36, dan 150 kg/ha KCl). Masing-masing perlakuan dibuat 4 ulangan sehingga diperoleh 28 unit pot percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efek residu pemberian slurry biogas memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap kualitas kimia tanah, pertumbuhan, dan hasil tanaman pakcoy. Perlakuan pemberian slurry biogas dengan dosis sebesar 2,5 liter/pot memberikaan hasil tertinggi pada variable pH 6,82, P-tersedia 3,11 ppm, S-tersedia 16.58 ppm, KTK 6,57 me/100 g,  C-organik 0,86 % ,. Sedangkan hasil tertinggi untuk tinggi tanaman 8,85 cm, jumlah daun 19 lembar, berat berangkasan basah 102,7 gram, dan berat brangkasan kering tanaman 8,51gram diperoleh pada perlakuan penambahan slurry biogas dengan dosis 2 liter/pot. Korelasi antara kualitas tanah dengan hasil brangkasan basah dan brangkasan kering tanaman memberikan nilai korelasi yang positif. Hasil korelasi tertinggi diperoleh dari variabel C-organik dengan brangkasan basah (r=0,93) dan brangkasan kering(r=0,83). ABSTRACT Biogas slurry is a waste of methane gas extraction processs contains main ingredient of a mixture of animal waste, other agricultural wastes, and water which has undergone anaerobic processes in the reactor tube. Biogas slurry contains a variety of nutrients, antibiotics, hormones and has been shown to improve the quality of soil chemical fertility and crop yields. The aim of this study was to determine the residual effect of provision of biogas slurry on the growth and yield pakcoy (Brassica rapa chinensis) as well as the availability of P and S in Entisol. This research was conducted in the greenhouse of the Faculty of Agriculture, University of Mataram by using experimental methods in the pot experiment. The experimental design used in this research is completely randomized design (CRD) using 6 soil residual that had been treated with dosages of biogas slurry (0; 0,5; 1; 1,5; 2; 2,5 liters) and one residual soil NPK fertilized according to the dosage recommendation (300 kg/ha of urea, 150 kg/ha SP 36, and 150 kg/ha KCl). Each treatment was made 4 replicates in order to obtain 28 units of pot experiment. The results showed that the residual effects of biogas slurry gave a significantly different effect on the quality of soil chemistry, growth, and yield. Biogas slurry treatment administration at a dose of 2.5 liter/pot been of the highest yields on variable pH of 6.82, 3.11 ppm available P, S-available 16:58 ppm, CEC of 6.57 me/100 g, C-organic 0,86%,. While the highest yield to 8.85 cm plant height, leaf number 19 pieces, berangkasan wet weight of 102.7 grams, and the weight of dry stover obtained at treatment plants 8,51gram addition of biogas slurry with a dose of 2 liter/pot. The correlation between the quality of the soil with the results stover wet and dry stover crops provide positive correlation value. The highest correlation results obtained from variable C-organic wet stover (r= 0.93) and dry stover
PENGARUH TEKNIK PENYAMBUNGAN DAN JENIS ENTRIS TERHADAP KEBERHASILAN PENYAMBUNGAN BIBIT TANAMAN JARAK PAGAR (Jatropha curcas L.) 1, Wardoyo; Parwata2, I Gusti Made Arya; 2, Jayaputra
CROP AGRO, Jurnal Ilmiah Budidaya Pertanian Vol 11 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Budidaya Pertanian
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik penyambungan dan jenis entris serta interaksinya terhadap keberhasilan penyambungan bibit tanamanjarak pagar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan dua faktor yakni teknik penyambungan (T) yang terditi dari 2 aras yaitu teknik sambung celah atas dan teknik sambung celah bawah, dan jenis entris (E) yaitu IP-1A, IP3A, IP-1NTB, IP-2NTB. Batang bawah yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari jarak lokal Lombok Barat (LB). Setiap perlakuan dibuat dalam 3 ulangan dan setiap ulangan terdiri dari 5 tanaman sampel. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan teknik penyambungan dan jenis entris serta interaksinya tidak pengaruh terhadap  semua parameter  yang  diamati kecuali pada parameter persentase hidup. ABSTRACT This research aims to investigate the effect of grafting techniques and types of entries on the success of grafting in physic nut (Jatropha curcas L). The experiment was arranged using Completely Randomized Design with two factors   namely grafting technique  (top cleft and left cleft grafting), and type of scions ( IP-1A, IP-3A, IP-1NTB, and IP-2NTB). The rootstock used in this research derived from a local Western Lombok. Each combination treatment was made in 3 replications and each replication was made in 5 plants. The result showed that grafting techniques and type of scions gave non significant difference effect on all  parameters observed, except on living percentage.
UJI EFEKTIFITAS PUPUK BATUAN SILIKAT CAIR BERPESTISIDA NABATI TERHADAP INTENSITAS BEBERAPA PENYAKIT PADA TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) Tristanti, Irna; Muthahanas, Irwan; Priyono, Joko
CROP AGRO, Jurnal Ilmiah Budidaya Pertanian Vol 11 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Budidaya Pertanian
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektifitas pemberian pupuk batuan silikat berpestisida nabati (Biopestisida fertilizer) terhadap intensitas beberapa penyakit pada tanaman jagung (Zea mays L.). Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) dengan 2 faktor yakni konsentrasi NP dan frekuensi BF (Biopestisida fertilizer) yang ditata secara faktorial dan diulang 3 kali sehingga diperoleh 18 unit percobaan. Hasilnya ditemukan tiga jenis patogen dari golongan cendawan yang menginfeksi tanaman jagung, yakni penyakit bercak/ hawar daun oleh Helminthosporium sp., penyakit busuk batang oleh Pythium sp. dan penyakit busuk tongkol oleh Fusarium sp. Namun, intensitas serangan ketiganya tergolong ringan.  Aplikasi  biopestisida  fertilizer  memberi  pengaruh  nyata  terhadap  intensitas  penyakit busuk tongkol dan busuk batang, sedangkan NP tidak memberi pengaruh nyata, dan interaksi pupuk  NP  dan  BF  juga  tidak  memberi  pengaruh  nyata  terhadap  intensitas  penyakit.  Pada penyemprotan BF 2 kali (BF2) terlihat adanya kenaikan hasil gelondongan dan pipil kering, akan tetapi  pada  penyemprotan  BF  4  kali  (BF4)  justru  terlihat  mengalami  penurunan.  Dengan demikian, aplikasi BF optimal adalah pada 2 sampai 3 kali penyemprotan. Untuk penelitian selanjutnya,   produk ini perlu diuji pada varietas jagung yang lain atau pada komoditi yang berbeda terhadap keberadaan jenis penyakit yang lain. ABSTRACT The aim of this study is to explore the effectiveness of application of silicate phytopesticidal fertilizer on the intensity of some diseases in maize (zea mays l). The method used in this research was factorial randomized completely block design with two factors (concentration of np and the frequency of phytopesticidal fertilizer). each treatment has three replications. the result indicated that there are three kinds of fungi pathogens infected maize such as blight (Helminthosporium sp), stem rot (phytium sp) and cob rot (Fusarium sp). however, the intensity of the three pathogens was moderate. the application of silicate phytopesticidal fertilizer had significant effect to the intensity of cob rot and stem rot, whereas, the np concentration and the interaction between np fertilizer and silicate phytopesticidal fertilizer had not significant effects to the intensity of the diseases. on the twice spraying of phytopesticidal fertilizer (bf2) indicated the increment of yield of dry shells. however, on the four times spraying of phytopesticidal fertilizer (bf4) indicated the reduction. thereby, the application of phytopesticidal fertilizer has optimum effect on 2 to 3 times of spraying. for the following study, this product needs to be tested on other varieties of maize or other commodities to the existence of other diseases.

Page 1 of 1 | Total Record : 10