cover
Contact Name
Dr. Ir. Lestari Ujianto, M.Sc.
Contact Email
ujianto@unram.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
cropagro@unram.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
CROP AGRO, Scientific Journal of Agronomy
Published by Universitas Mataram
ISSN : 19788223     EISSN : 26215748     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Mataram yang memuat tulisan berupa hasil penelitian yang terkait dengan bidang budidaya tanaman, terbit enam bulan sekali. Redaksi menerima naskah dalam bahasa Indonesia atau Inggris.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue " Vol 10 No 01 (2017): jurnal Crop Agro Januari 2017" : 10 Documents clear
UJI SIFAT KUANTITATIF DAN HUBUNGANNYA DENGAN HASIL GALUR HARAPAN PADI BERAS MERAH (Oryza sativa L.) DI DATARAN TINGGI Hartina, B. Sri; Sudharmawan, A. A. K.; Dahlan, Muhammad
CROP AGRO, Jurnal Ilmiah Budidaya Pertanian Vol 10 No 01 (2017): jurnal Crop Agro Januari 2017
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat-sifat kuantitatif dan hubungannya dengan hasil galur harapan padi beras merah (Oryza sativa L.) yang ditanam di daerah dataran tinggi. Penelitian ini dilaksanakan di Dusun Batu Cangku, Desa Sapit, Kecamatan Suela Kabupaten Lombok Timur dengan ketinggian tempat 675 m dpl pada bulan April sampai dengan Agustus 2016. Rancangan Percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas 12 galur harapan padi beras merah dan empat tetua (Du’u, Soba, Piong dan Sri), setiap perlakuan di ulang tiga kali sehingga terdapat 48 petak percobaan. Data hasil pengamatan dianalisa menggunakan analisis ragam taraf nyata 5%, hasil yang berbeda nyata diuji lanjut dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) serta perhitungan hubungan keeratan antara hasil dengan karakter kuantitatif menggunakan rumus korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur berbunga paling genjah pada galur G12 dan G16, tinggi tanaman terpendek pada galur G16, jumlah anakan produktif paling banyak pada galur G2, panjang malai terpanjang galur G21, jumlah gabah berisi paling banyak galur G5, jumlah gabah hampa paling sedikit galur G6, berat 100 butir paling berat galur G5 dan berat gabah per rumpun paling berat galur G10. Umur berbunga menunjukkan korelasi positif nyata dengan hasil. ABSTRACT This research aims to observe quantitative traits and correlation with yield of promosing lines red rice paddy (Oryza sativa L.) planted in the highland. Research was conducted in Batu Cangku, Sapit village, Suela District of East Lombok the height of 675 m asl  on April until August 2016.  Experimental Design used was a Randomized Complete Block Design (RCBD) consist of 12 promising lines of red rice paddy and four parental cultivars (Du’u, Soba, Piong and Sri). Each treatment was repeated 3 times so there were 48 experimental plots. The data were analyzed using analysis of variance with 5% significance level, followed by Honestly Significant Difference Test (HSD) for significantly different result and calculated for correlation. The result this research indicated that G12 and G16 was the fastest in flowering day, the shortest plant height was G16, the highest productive tillers was G2, the longest panicle was G21, the highest grain number was G5, the lowest number of empty grain was G6. The highest of 100 grain weight was G5 and grain yield/clump was G10. Correlations floworing day that real positif correlation with the yield.
PENGARUH PEMBERIAN BEBERAPA JENIS BAHAN ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN JAMUR Trichoderma sp. DI DALAM TANAH K, Kurnia Endah; Rohyadi, Agus; Isnaini, Mulat
CROP AGRO, Jurnal Ilmiah Budidaya Pertanian Vol 10 No 01 (2017): jurnal Crop Agro Januari 2017
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Sebuah penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian jenis bahan organik terhadap pertumbuhan jamur Trichoderma sp. di dalam tanah telah dikaji dalam dua percobaan laboratorium, yaitu dengan cara menumbuhkan jamurnya pada medium bahan organik secara langsung dalam tabung-tabung reaksi, dan pada medium tanah yang dicampur bahan organik dalam kantung-kantung plastik. Masing-masing percobaan dirancang mengikuti rancangan acak kelompok empat ulangan, dengan perlakuan terdiri atas tujuh jenis bahan organik: jerami padi, sekam padi, serbuk gergaji, jerami jagung, daun jati, sabut kelapa, jerami clotalaria, dan tanpa bahan organik sebagai perlakuan kontrol. Inkubasi terhadap semua perlakuan pada suhu kamar dilakukan selama 45 hari. Pemberian bahan organik (segar) meningkatkan pertumbuhan jamur Trichoderma di dalam tanah, dengan besaran tergantung pada masa inkubasi dan jenis bahan organik. Secara umum, peningkatan tertinggi kerapatan konidia terjadi ketika masa inkubasi 30 hari, yaitu pada pemberian jerami padi, kemudian serbuk gergaji dan sekam padi. ABSTRACT A study to determine the effect of some types of organic matter to the growth of Trichoderma sp. in the soil has been studied in two laboratory experiments, ie by growing the fungus on the medium of organic materials directly into test tubes, and in the soil medium mixed with organic materials in plastic bags. Each experiment was designed as a randomized block design with four replications, consisting of seven organic material treatments i.e. rice straw, rice hull, sawdust, corn straw, teak leaves, coconut fiber, clotalaria straw, and a control treatment without organic matter. Incubation of all treatments at room temperature was carried out for 45 days. Aplication of (fresh) organic matter increase the growth of Trichoderma sp. in the soil, with the extent depending on the incubation period and type of organic material. In general, the highest increased in conidia density is occurred on incubation period of 30 days for addition of rice straw, then sawdust and rice hull.
KOEFISIEN KORELASI GENOTIPIK SIFAT KUANTITATIF PADA GENOTIPE PERSILANGAN BLEWAH DAN MELON (Cucumis melo L.) Jannah, Miftahul; Ujianto, Lestari; Anugrahwati, Dwi Ratna
CROP AGRO, Jurnal Ilmiah Budidaya Pertanian Vol 10 No 01 (2017): jurnal Crop Agro Januari 2017
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya koefisien korelasi genotipik untuk menentukan derajat  keeratan hubungan antar karakter  pada keturunan hasil persilangan blewah dan melon. Penelitian dilaksanakan dari bulan Oktober 2015 sampai Januari 2016 di Kebun Koleksi dan Hibridisasi, Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan yaitu G1 (tetua blewah lonjong), G2 (tetua melon putih), G3 (F2 hasil persilangan BL X MP), G4 (F2 resiprok hasil persilangan MP X BL). Perlakuan G1 dan G2 diulang sebanyak 4 kali, sedangkan G3 dan G4 diulang sebanyak 16 kali sehingga diperoleh 40 unit percobaan. Data dianalisis dengan korelasi genotipik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bobot buah segar dan kadar gula berkorelasi genotipik positif nyata dengan jumlah bunga jantan. Implikasinya adalah perbaikan daya hasil persilangan blewah dan melon dapat dilakukan melalui perbaikan jumlah bunga jantan. ABSTARACT The objective of this experiment was to identify the genotypic correlation coefficient to determine the degree of relationship between the characters on the generation of hybridization between cantaloupe and melon. This experiment was conducted on October 2015 to January 2016 in The Collection and Hybridization Garden at Pejeruk Village, Ampenan District. The experimental design used was completely randomized design (CRD) which consisting of 4 treatments. They were G1 (Oval cantaloupe), G2 (White Melon), G3 (F2 hybrids of BL X MP), G4 ( F2 resiprocal hybrids of MP X BL ) The treatments for G1 and G2 were repeated in 4 times while G3 and G4 were repeated 16 times thus  obtained 40 units of experiment.The data was analyzed  using Genotypic  Correlation. The result of the research showed that the weight of fresh fruit and sugar content had a significant positive correlation with the number of male flower, the implication was the improvement of yield ability of progeny result of hybridization between cantaloupe and  melon could be conducted by improving number  of   male flower.
(INDUKSI REGENERASI IN VITRO PADA SPESIES TANAMAN PENGHASIL GUBAL GAHARU, Aquilaria filaria) Listiana, Baiq Erna
CROP AGRO, Jurnal Ilmiah Budidaya Pertanian Vol 10 No 01 (2017): jurnal Crop Agro Januari 2017
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Aquilaria filaria is one of the species producing precious fragrant oleoresin agarwood which is endemic in Eastern of Indonesia. In 2004 CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora) incorporated A. filaria as vulnerable species due to the declining population of this plant in their habitat of origin. Propagation of this plant species is essential for continuation of agarwood supply and preservation of genetic resources. Biotechnological approach by plant in vitro culture is advanced preservation technique for genetic resources. Plant in vitro culture is not only strategy to propagate plant material in prolific rates for in situ and ex situ germplasm preservation in range of environmental condition, but also answer the problem in seed recalcitrant and less viability as well as studying genetic and physiology of the plant. Up to date there is no available information of in vitro regeneration in Aquilaria filaria plant. This research aims to study de novo regeneration of shoot and root in plant tissue culture of Aquilaria filaria for the basis of in vitro preservation of this vulnerable plant species. The research includes callus induction, shoot regeneration from plant callus and root regeneration from shoot explants. In vitro cultivation conducted in Murashige and Skoog (MS) medium containing phytohormone auxin: indole-3-butyric acid (IBA), α-naphthalene acetic acid (NAA) and 2,4-dichlorophenoxyacetic acid (2,4-D) and cytokinin: 6-benzylaminopurine (BAP) and kinetin. The result reveals that leaf is competent material for callus induction.  High proliferating callus is induced in medium containing combination of IBA (2 mg/l) or NAA (0.2 – 1 mg/l) with cytokinin BAP (0.5 – 1 mg/l). A. filaria plant callus regenerate shoots primordia by an addition of single BAP (0.5 mg/l) or combination with IBA or NAA (0.2 mg/l)) into the culture medium. Moreover, rooting of shoot cultures achieve in medium with additional of sole phytohormone IBA (1 – 2 mg/l) or NAA (0.2 – 2 mg/l). The result of this study provides basis for in vitro propagation of A. filaria and further assessment related agarwood producing species.   ABSTRAK Aquilaria filaria adalah salah satu spesies penghasil gaharu, gubal wangi bergengsi tinggi, yang endemik di Indonesia bagian timur. Pada tahun 2004 CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora) memasukkan A. filaria sebagai spesies yang langka karena penurunan populasi dari tanaman ini pada habitat aslinya. Oleh karena itu, perbanyakan dari spesies tanaman ini sangat penting untuk keberlanjutan suplai gaharu dan pelestarian sumber genetik. Pendekatan biotechnologi melalui kultur in vitro tanaman adalah teknik terdepan untuk pelestarian sumber genetik. Budidaya tanaman in vitro tidak hanya strategi untuk memperbanyak tanaman secara masal untuk pelestarian sumber genetik pada kondisi linggungan yang luas, tetapi juga menjawab permasalahan benih rekalsitran dan viabilitas rendah, selain juga untuk mempelajari genetik dan fisiologi dari tanaman tersebut. Hingga saat ini belum ada informasi yang tersedia mengenai regenerasi in vitro pada tanaman Aquilaria filaria. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari de novo (permulaan) regenerasi pucuk dan akar pada kultur jaringan tanaman Aquilaria filaria sebagai basis pelestarian in vitro dari spesies tanaman ini. Penelitian ini termasuk induksi kalus tanaman, regenerasi pucuk dari kalus tanaman dan regenerasi akar dari eksplan pucuk. Kultur in vitro dilakukan menggunakan medium Murashige and Skoog (MS) yang mengandung phytohormone auxin: indole-3-butyric acid (IBA), α-naphthalene acetic acid (NAA) and 2,4-dichlorophenoxyacetic acid (2,4-D) dan cytokinin: 6-benzylaminopurine (BAP) and kinetin. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa daun adalah material yang kompeten untuk induksi kalus. Proliferasi kalus yang tinggi terinduksi pada medium yang mengandung kombinasi IBA (2 mg/l) atau NAA (0.2 – 1 mg/l) dengan cytokinin BAP (0.5 – 1 mg/l). Kalus tanaman A. filaria beregenerasi menjadi pucuk primordial dengan penambahan BAP (0.5 mg/l) atau kombinasi IBA atau NAA (0.2 mg/l)) kedalam medium kultur. Selanjutnya pengakaran dari kultur pucuk didapatkan pada medium dengan hanya penambahan IBA (1 – 2 mg/l) atau NAA (0.2 – 2 mg/l). Hasil penelitian ini memberikan basis bagi propagasi in vitro A. filaria dan penelitian lanjutan bagi spesies tanaman penghasil gaharu. 
KAJIAN HERITABILITAS PADA HASIL PERSILANGAN ANTARA KACANG TUNGGAK (Vigna unguiculata (L.) Walp.) VARIETAS LOKAL NTB DENGAN KACANG PANJANG (Vigna sesquipedalis (L.) Fruwirth) Sulastri, Ninik; Idris, Idris; Dahlan, Muhammad
CROP AGRO, Jurnal Ilmiah Budidaya Pertanian Vol 10 No 01 (2017): jurnal Crop Agro Januari 2017
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tinggi rendahnya nilai heritabilitas beberapa sifat tanaman hasil persilangan antara tanaman kacang panjang dengan kacang tunggak. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan yang diulang 10 kali. Perlakuan terdiri atas kacang tunggak berbiji cokelat (KTc), kacang tunggak berbiji ungu (KTu),  kacang panjang berbiji hitam putih (KP), keturunan pertama hasil persilangan antara kacang tunggak berbiji cokelat dengan kacang panjang berbiji hitam putih (KTc.KP) dan keturunan pertama hasil persilangan antara kacang tunggak berbiji ungu dengan kacang panjang berbiji hitam putih (KTu.KP). Data dianalisis dengan menggunakan analisis ragam untuk menduga nilai heritabilitas arti luas dan metode struktur kekerabatan untuk menduga nilai heritabilitas arti sempit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (i) Nilai heritabilitas arti luas tergolong tinggi ditunjukkan oleh sifat tinggi tanaman, jumlah cabang produktif per tanaman, panjang polong, dan berat biji kering per tanaman. (ii) Nilai heritabilitas arti sempit berdasarkan rata-rata tetua kacang tunggak ungu (KTu) dan kacang panjang hitam putih (KP) terhadap keturunannya (KTu.KP) tergolong tinggi ditunjukkan oleh sifat jumlah polong per tanaman. (iii) Berdasarkan rata-rata tetua kacang tunggak cokelat (KTc) dan kacang panjang hitam putih (KP) terhadap keturunannya (KTc.KP), nilai heritabilitas arti sempit tergolong tinggi ditunjukkan oleh sifat diameter polong. (iv) Berdasarkan tetua kacang panjang hitam putih (KP) terhadap KTu.KP, nilai heritabilitas arti sempit tergolong tinggi ditunjukkan oleh sifat diameter batang. (v) Berdasarkan tetua kacang panjang hitam putih (KP) terhadap KTc.KP, nilai heritabilitas tergolong tinggi ditunjukkan oleh umur berbunga, diameter polong dan berat 25 butir biji. ABSTRACT The aim of this research was to know heritability level in characteristics of plant of hybrids between cowpea and long beans. The research was conducted using randomized complete blocks design (RCBD) with 5 treatment and 10 replications. The treatments consisted of purple seed cowpea (KTu), brown seed cowpea (KTc), black-white seed long beans (KP), hybrids between purple seed cowpea and black-white seed long beans (KTu.KP) and hybrids between brown seed cowpea and black-white seed long beans (KTc.KP). Data were analyzed using analysis of variance to estimate broad sense heritability and parent-offspring regression to estimate narrow sense heritability. The result of this research  showed that: (i) broad sense heritability was high showed by plant height, number of branches of productive cropping, long pod and dry weight of seeds per plant. (ii) narrow sense heritability from midparent-offspring of purple seed cowpea (KTu) and black- white long beans (KP) to their offspring (KTu.KP) was high showed by  number of pods per plant. (iii) Based on midparent-offspring of brown seed cowpea (KTc) and black-white long beans (KP) to their offspring  (KTc.KP), the narrow sense heritability was high showed by  the pod diameter. (iv) based on father-parent black-white long beans  (KP) to KTu.KP, narrow sense heritability was high showed by the stem diamater. (v) Based on father-parent black-white long bean (KP) to KTc.KP, relatively high heritability showed by days to flowering, pod diameter and weighs 25 grains of seed.
VIABILITAS BIJI KELOR (MORINGA OLEIFERA Lam) DAN PERTUMBUHAN BIBIT PADA BERBAGAI TINGKAT KEMATANGAN BUAH Sumarjan, Sumarjan; Bantoso, Bambang Budi; Sumarjan, Sumarjan
CROP AGRO, Jurnal Ilmiah Budidaya Pertanian Vol 10 No 01 (2017): jurnal Crop Agro Januari 2017
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kelor (Moringa oleifera Lam) merupakan tanaman yang kaya manfaat, seperti vitamin dan sebagai alternatif pengganti solar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat kematangan buah kelor terhadap viabilitas biji dan pertumbuhan bibit kelor. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret -Juni 2015 di Laboratorium Produksi Dan Kebun Percobaan Fakultas Pertanian UNRAM. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Dalam percobaan ini terdapat 3 perlakuan yaitu :p1 : Tingkat kematangan optimal (buah berwarna hijau gelap), p2 : Tingkat buah masak (buah sebagian mengering). p3 : Tingkat buah lewat masak (seluruh buah telah mengering). Uji viabiltas biji dan pertumbuhan bibit dibuat 3 ulangan. Pada uji viabilitas biji setiap ulangan digunakan dua bak kecambah, maing-masing bak kecambah diisi 50 biji dan pada pertumbuhan bibit setiap ulangan terdapat 20 tanaman. Hasil penelitian ini menunjukkan ada perbedaan nyata pengaruh tingkat kematangan buah terhadap viabilitas dan pertumbuhan bibit. Tingkat kematangan buah kelor pada kondisi buah lewat masak (seluruh buah telah mengering) memiliki viabilitas biji dan pertumbuhan bibit yang terbaik dibandingkan tingkat kematangan lainnya. ABSTRACT Moringa (Moringa oleifera Lam) is tree with most benefits, such as vitamins and as alternative bioful. This study aims to determine the effect of Moringa fruit maturity on the viability of Moringa seed and seedling growth. This study was conducted from March-June 2015 in The Production Laboratory And Experimental Station Of Agriculture Faculty UNRAM. The experimental design used was Completely Randomized Design (CRD). with 3 treatments are: p1: optimal maturity stage (dark green fruit), p2: ripe fruit stage (fruit partially dries). p3:  overripe fruit stage (whole fruit has dried). Trial of viability and seedling growth has tree replication.  . In  seed viability test used two germination pots and filled 50 seeds each pots. In seddling growth has 20 plants. The results shows that there was significantly differences of fruit maturity stage to the seed viability and seedling growth.overripe fruit has seed viability and seedling growth shows the best compared other two maturity stages.
PENGARUH MEDIA TANAM DAN PANJANG STEK TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT TANAMAN JARAK PAGAR (Jatropha curcas. L) Awiwi, Entin Oka; Parwata, I Gst Md Arya; Soemeinaboedhy, I Nyoman
CROP AGRO, Jurnal Ilmiah Budidaya Pertanian Vol 10 No 01 (2017): jurnal Crop Agro Januari 2017
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh macam media pembibitan dan panjang stek serta interaksinya terhadap pertumbuhan bibit tanaman jarak pagar. Penelitian ini dilakukan pada bulan April 2015 sampai dengan bulan Juni 2015, yang dilaksanakan di Laboratorium Produksi Tanaman dan Kebun Percobaan/pembibitan Fakultas Pertanian, Universitas Mataram, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor yaitu, panjang stek dan media tanam. Faktor pertama panjang stek yang terdiri atas 4 aras, yaitu 5, 10, 15 dan 20 cm. Faktor kedua adalah media tanam yang terdiri atas 2 aras, yaitu tanah+pasir dan tanah+sekam bakar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara media tanam dan panjang stek tidak berpengaruh terhadap semua parameter yang diamati.Perlakuan panjang stek menunjukkan pengaruh terhadap semua parameter yang diamati, namun perlakuan media tanam hanya berpengaruh nyata terhadap parameter jumlah dan luas daun serta berat kering bibit.Panjang stek 15 dan 20 cm memberikan pertumbuhan bibit yang lebih baik jika dibandingkan dengan panjang atek 5 dan 10 cm. ABSTRACT This study aims to determine the effect of growth media and cutting length, and its interaction on the seedling growth of Jatropha. This experiment was conducted from April to June 2015 in the Plant Production Laboratory, Faculty of Agriculture, The University of Mataram, using a Completely Randomized Design, consisting of two factors. The first factor was the length of cuttings which consists of four levels, namely 5, 10, 15 and 20 cm in length. The second factor was the growing media consisting of two types, namely soil + sand and Land + rice husk charcoal. The result showed that planting media and its interaction with cutting length did not affect on all parameters observed. Cutting length of 15 and 20 cm gave better seddling growth, compared to that of 5 and 10 cm in length.
DESKRIPSI GALUR MUTAN GENERASI M6 HASIL IRADIASI SINAR GAMMA KACANG TANSAH (Arachis hypogaea L.) KULTIVAR LOKAL BIMA Murtiana, Delta; Hemon, A. Farid; Sumarjan, Sumarjan
CROP AGRO, Jurnal Ilmiah Budidaya Pertanian Vol 10 No 01 (2017): jurnal Crop Agro Januari 2017
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan galur mutan generasi M6 hasil iradiasi sinar gama kacang tanah kultivar Lokal Bima yang meliputi fase vegetatif dan generatif. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Pejeruk Bangket-Ampenan Gg. Manalagi IV/II, Mataram dan dimulai dari bulan Januari-Mei 2016. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif menggunakan program Microsoft Exel dengan analisis deskriptif statistik, selanjutnya untuk mengetahui pertumbuhan galur menggunakan rumus Rata-rata ± SE. Penelitian ini menggunakan 20 galur hasil mutasi dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali, sehingga menghasilkan 60 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada fase vegetatif kacang tanah galur mutan pada diameter batang, warna batang, warna daun, dan bentuk anak daun menunjukkan sifat yang seragam, sedangkan untuk tinggi hipokotil, tinggi tanaman, jumlah ruas batang, jumlah daun, jumlah anak daun, jumlah cabang, panjang stomata dan densitas stomata menunjukkan sifat keberagaman atau bervariasi. Pada fase generatif kacang tanah galur mutan pada warna bunga, warna ginofor, panjang polong, bentuk polong, jaring kulit polong, guratan kulit biji, warna biji, dan bentuk biji menunjukkan sifat yang seragam, sedangkan untuk jumlah polong pertanaman, dan kisaran jumlah biji perpolong menunjukkan sifat keberagaman atau bervariasi.   ABSTRACT The ains of this research was to description of peanut mutan line generation M6 produced from irradiation gamma peanut cultivar of Local Bima which cover vegetative and generative phases. This research was done in Pejeruk village Bangket Ampenan Gg. Manalagi IV/II, Mataram and started from January to May 2016. Method of descriptive was used in this research and Excel software was used to statistical analyse and Standard Error was used to know growth of line. This research uses 20 lines mutant result and every treatment was replicated three times, so produce 60 experiment units. Research result shows that vegetative phase of peanut such as diameter of stem, color of stem, color of leaf, and shape of leaf all homogenous, while for hypocotyls height, plant height, number of ruas stem, number of small leaf, number of branch, length of stomata, and stomata density showed different character or variability. Color of flower, color of gynophor, length of pod, shape of pod, epidermis net of pod, grip of pod epidermis, color of grain, and shape of grain were homogeneous, while number of pod per plant, and number of grain per pod showed character of variability or heteeogeneous.
KEANEKARAGAMAN SERANGGA PENGUNJUNG BUNGA KOPI DI HUTAN KEMASYARAKATAN LANTAN KECAMATAN BATUKLIANG UTARA KABUPATEN LOMBOK TENGAH Setiawan, Harri Irawan; Supeno, Bambang; Tarmizi, Tarmizi
CROP AGRO, Jurnal Ilmiah Budidaya Pertanian Vol 10 No 01 (2017): jurnal Crop Agro Januari 2017
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman serangga pengunjung bunga di HKm Lantan Kecamatan Batukliang Utara Kabupaten Lombok Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif  yang dilakukan dengan teknik survei lapangan dengan pengamatan terhadap serangga pengunjung bunga kopi di HKm Lantan. Penggumpulan data menggunakan teknik ayunan pada daerah sekitar bunga kopi dengan total 16 ayunan per pohon kopi dalam waktu satu minggu sebanyak 4-5 hari selama fase pembungaan. Contoh serangga yang diperoleh selanjutnya diamati ciri-ciri morfologinya di Laboratorium Biologi Fakultas MIPA Universitas Mataram dan kemudian didata untuk dihitung keragaman dan kelimpahan relatif serangga. Hasil penelitian menunjukan bahwa serangga pengunjung bunga kopi di HKm Lantan Kecamatan Batukliang Utara Kabupaten Lombok Tengah terdiri dari 6 Ordo dan 16 Famili serangga di antaranya Ordo Hymenoptera, Ordo Neuroptera, Ordo Diptera, Ordo Lepidoptera, Ordo Coleoptera, Ordo Hemiptera, dan dianteranya ditemukan Famili Colletidae, Famili Apidae, Famili Tiphiidae, Famili Ichneumonidae, Famili Myrmeleonidae, Famili Stratiomyide, Famili Tabanidae, Famili Asilidae, Famili Chamaemyiidae, Famili Syrphidae, Famili Scarabaeidae, Famili Tenebrionidae, Famili Coccinelinae, Famili Grasillariidae, Famili Reduviidae, dan Famili Nabidae, dimana tingkat keanekaragaman serangga pengunjung bunga kopi tergolong rendah dengan jumlah serangga yang dominan didapat sebanyak 171 ekor dengan nilai indeks keanekaragaman tertinggi yaitu 0,2375 dari Ordo Hymenoptera, Famili Apidae.    ABSRTRACT This study aimed to determine the diversity of insects in the ecosystem coffee flower visitors HKm Lantan Kecamatan Batukliang Utara Kebupaten Lombok Tengah. This research is a descriptive study conducted by field survey techniques by observing insects flower visitors coffee in HKm Lantan. Data collection by swing technique on the area of  coffee flowers for total swing of 16 swings per coffee tree within one week as much as 4-5 days during the flowering phase. Insect samples obtained their morphology observed in the Laboratorium Biologi Fakultas MIPA Universitas Mataram and then recorded to quantify the diversity and relative abundance of insects. The results showed that the insects visitors floral coffee in Hutan Kemasyarakatan Lantan Kecamatan Batukliang Utara Kabupaten Lombok Tengah there are 6 of the Order and 16 Family insects among which the Order Hymenoptera, Order Neuroptera, Order Diptera, Order Lepidoptera, the Order Coleoptera, Order Hemiptera and were found Famili Colletidae, Family Apidae, family Tiphiidae, Family Ichneumonidae, Family Myrmeleontidae, Family Stratiomyidae, family Tabanidae, Family asilidae, Family Chamaemyiidae, family Syrphidae, family Scarabaeidae, Family Tenebrionidae, Family Coccinelinae, Family Grasillariidae, family Reduviidae, and family Nabidae, where the level of diversity of insects coffee flowers visitors is low, where the number of insects were the dominant gained as much as 171 tails with the highest diversity index value is 0.2375 from the Order Hymenoptera, Family Apidae.
PENGARUH MASUKAN PUPUK KANDANG SAPI, GYPSUM, DAN MIKORIZA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.) DI KECAMATAN KEDIRI LOMBOK BARAT Hanan, Nurdin; Sutriono, R.; Silawibawa, I Putu
CROP AGRO, Jurnal Ilmiah Budidaya Pertanian Vol 10 No 01 (2017): jurnal Crop Agro Januari 2017
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui pengaruh masukan pupuk kandang sapi, gypsum dan mikoriza terhadap pertumbuhan dan hasil kacang tanah (Arachis hypogaea L.) Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan percobaan lapangan di Kecamatan Kediri Lombok Barat pada bulan Mei-Agustus 2016. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 7 perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 21 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman umur 42 hst, jumlah cabang umur 56 hst, berat berangkasan polong kering, berat berangkasan kering tanaman tanpa polong, jumlah polong isi, dan berat biji per rumpun. Pertumbuhan terbaik terlihat pada parameter tinggi tanaman umur 70 hst dan jumlah cabang umur 56 hst. Pada perlakuan P6 tinggi tanaman rata-rata 55,2 cm dan jumlah cabang pada umur 56 hst adalah 6,267 cabang. Hasil produksi terbaik terlihat pada rata-rata berat biji per rumpun dengan perlakuan P6 (Mikoriza, Gypsum, dan pupuk kandang sapi) dengan berat rata-rata 15,926 g. ABSTRACT This study aims to determine the influence of input of cow manure, gypsum, and michoryza to the growth and yield of peanut (Arachis hypogaea L.). The method used was an experimental method. This research was conducted in Kediri, West Lombok on May - August 2016. The field design used was Randomized Completely Block Design (RCBD) with 7 treatment which repeated 3 times to obtain 21 experimental units. The result of this study showed that the treatment has a significant effect to the parameter of the plant height on 42 day after sowing (das), the number of branch plant on 56 das, weight of pod dry stover, weight of dry stover without pod, number of pod, and weight of seed/clump. The best growth showed by parameter of plant height on 70 das and number of branch on 56 das. On the treatment P6, mean of the plant height was  55,2 cm and the number of branch on 56 das was 6,267 of branch. The best yield showed by mean of the weight of seed/clump on P6 treatment (Michoryza, Gypsum, and Cow manure) with the mean weight of 15,926 g.

Page 1 of 1 | Total Record : 10