JIPEMAS: Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat
ISSN : 2621783X     EISSN : -
JIPEMAS (Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat) adalah jurnal yang memuat atau mempublikasi karya ilmiah hasil pengabdian masyarakat. JIPEMAS terbit 2 kali dalam 1 Tahun. terbit nomor 1 pada bulan Maret dan nomor 2 pada bulan September.
Articles
16
Articles
IbM Kelompok Tani Hortikultura Dalam Rangka Perbaikan Manajemen Produksi Kompos

Sholihah, Anis, Nurhidayati, Nurhidayati

JIPEMAS: Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 1, No 2 (2018): JIPEMAS
Publisher : Universitas Islam Malang-Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.178 KB)

Abstract

Tegalweru village, Dau, Malang regency is known as a high producer of horticultural crops with a total area of horticultural crops to ± 336 ha or 80% of the total area of agricultural land. To maintain the productivity of horticultural crops is necessary land management system with organic inputs. However, the availability of compost in this village is still inadequate. Compost production system that is not running optimally, although it has been available the tools for composting. An understanding of composting technology is still low. Specific targets to be achieved in this activity is an increase in the compost product produced from compost production systems that exist in the two farmers groups Weru Asih I and II, who became a partner in this activity. IbM activities were implemented through several stages: (1) extension of composting technology and the role of organic matter (2) the training and mentoring of making compost, (3) Building composting home, and (4) Counseling and guidance of management system of sustainable compost production. The results of this work showed that horticultural farmers at Tegalweru village already can independently make compost with a high quality. This activity greatly helped to provide compost for farmers. It is also able to improve the understanding of the members of farmer group in maintaining soil fertility. For the sustainability of this program, implementation of barter management system between compost material with mature compost can be used as an initial step in the development of commercial compost production at Tegaweru village.

Pelatihan Penanaman Prilaku Konsumsi Singkong Dan Responsi Masyarakat

Machfudz, Masyhuri, Khoiryah, Nikmatul, Hindarti, Sri

JIPEMAS: Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 1, No 2 (2018): JIPEMAS
Publisher : Universitas Islam Malang-Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.798 KB)

Abstract

Penanaman paradigma makanan berbasis singkong sedini mungkin pada kelompok sasaran dengan melalui demontrasi olah singkong dan (ii) Analisis responsi kelompok sasaran pasca demontrasi olah singkong dengan deversifikasi produk Metode analisis pada  action research dilakukan dengan pendekatan participatory rapid appraisal dengan banyak tahap. Sedangkan untuk menjawab responsi kelompok digunakan analisis logit model.  Hasil analisis menunjukkan bahwa (1) Penanaman paradigma makanan berbasis singkong menunjukkan bahwa singkong bisa dibuat untuk makanan yang menarik, anak-anak dipersilahkan untuk memakan. Dari sinilah kemudian ajaran/paradigma ditanamakan kepada anak-anak (mereka) makan adalah ‘apa saja’ tidak hanya nasi dan makan adalah untuk ibadah. Oleh karena itu perlu dianalisis ‘makan’ dari aspek spiritual guna mengembangkan ilmu pengetahuan yang lebih luas dan integratif.  (2)  Analisis responsi kelompok sasaran pasca demontrasi olah singkong dengan deversifikasi produk. Hasil analisis dari lima variabel tersebut mempunyai pengaruh yang negatif, yaitu  umur kelompok sasaran, jumlah anggota keluarga, pendidikan, konsumsi singkong per hari. Sedangkan pendapatan mempunyai pengaruh positif.  Dari hasil penelitian ini disarankan bahwa meskipun tidak mudah dalam melakasanakan penanaman paradigma, tetapi minimal ada yang memulai sebab paradigma sesuatu tindakan tang berupaya untuk merubah perilaku – maka dari itu perlu waktu yang cukup lama. Atas dasar itulah, maka pada penelitian ini disarankan beberapa hal (i) semua pihak diharapkan mempunyai kontribusi yang positif terhadap upaya ketahanan pangan melalui teori ‘makan tidak hanya nasi’ – utamanya pada anak sedini mungkin dan (ii) problem yang muncul dari penelitian tahun I, II dan II, yaitu kekurangan bahan baku singkong dapat diatasi dengan jalan pemanfaatan lahan kosong, lahan pekarangan, dll agar produksi singkong (exes demand) dapat teratasi, minimal terkurangi. Hal ini akan dilakukan pada skim penelitian yang lainnya

Kelompok Petani Jamur Tiram Putih Di Desa Blayu, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang

Sugianto, Agus, Sholihah, Anis

JIPEMAS: Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 1, No 2 (2018): JIPEMAS
Publisher : Universitas Islam Malang-Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.808 KB)

Abstract

Tujuan yang ingin dicapai dalam program ini adalah menghasilkan cacing tanah dan vermikompos sebagai wahana menciptakan lapangan pekerjaan tambahan dengan memanfaatkan limbah jamur tiram putih. IbM telah dilaksanakan di desa Blayu, kecamatan Wajak, kabupaten Malang, Jawa Timur, selama enam 8 bulan yaitu pada April - Nopember 2016. Metode yang digunakan dalam IbM ini adalah penyuluhan, pelatihan, demonstrasi, dan pendampingan. Hasil dari kegiatan Program Ipteks bagi Masyarakat ini dapat disimpulkan antara lain: 1). Petani jamur tiram putih yang tergabung pada kelompok tani Guyub Makmur I dan II telah menguasai teknologi metode budidaya cacing tanah, sutera dan vermikompos mencapai 85%; 2). Telah tersedia sarana budidaya cacing tanah dan sutera dengan model Semi Closed Resirculating System (SCRS) guna untuk memanfaatkan limbah jamur tiram putih yang telah ada; 3). Capaian 100% kelompok tani Guyub makmur I dan II telah dapat mengembangkan bibit cacing tanpa harus beli dari luar daerah; 3) Telah dihasilkan 2 buku ajar Teknologi Tepat Guna (TTG) yang akan diterbitkan oleh Aditya Media Publishing dengan ber-ISBN

Pelatihan Penguatan Kelembagaan Ekonomi Masyarakat Melalui Arisan Sapi Di Desa Sawerigadi Kecamatan Barangka Kabupaten Muna Barat

Bilu, La, A, Salimin, Hamuni, Hamuni, Syahbudin, Syahbudin, Nerlin, Nerlin

JIPEMAS: Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 1, No 2 (2018): JIPEMAS
Publisher : Universitas Islam Malang-Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.056 KB)

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan memberikan pelatihan tentang penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat melalui arisan di Desa Sawerigadi Kecamatan Barangka Kabupaten Muna Barat. Arisan sebagai modal sosial merupakan spirit atau kekuatan terwujudnya demokrasi ekonomi pada tataran akar rumput.Tujuannya adalah untuk membuka partisipasi dan keikutsertaan masyarakat  secara langsung dalam pengentasan kemiskinan.Sehubungan dengan itu maka urgensi pelatihan ini adalah: (1) Meletakkan masyarakat sebagai penggerak pembangunan di tingkat desa dengan menggunakan modal yang mereka miliki sendiri.(2) mengoptimalkan penggalian potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang ada di desa, (3 Membangun jaringan bersama antara masyarakat sebagai tempat berdiskusi, tukar pengalaman dan pengetahuan.Khalayak sasaran pengabdian ini adalah kelompok masyarakat marginal miskin yang bermukim di desa Sawerigadi Kecamatan Barangka Kabupaten Muna Barat. Khalayak sasaran terdiri dari 2 kelompok yang berjumlah 50 orang. Masing-masing kelompok yang dibina adalah 25 orang dan berprofesi sebagai petani. Kegiatan pendidikan dan pelatihan ini berjalan dengan lancar dan berhasil. Pelatihan ini menghasilkan soft skill berupa pengetahuan dalam membangun ekonomi kerakyatan yang berbasis pemberdayaan dan hard skill berupa keterampilan dalam memelihara sapi sekaligus sebagai objek arisan.Hal ini dapat ditunjukan dengan indikator keberhasilan evaluasi pelaksanaan pelatihan yakni 76 orang atau (61%) menunjukkan rentang nilai 86-100 dengan kategori baik sekali, 39 % dengan kategori baik.

IbM Kelompok Bisnis Peternakan Kambing Dan Domba Sebagai Hewan Qurban Dan Aqiqohan Di Karangbesuki, Sukun, Malang

Ali, Usman, Sumartono, Sumartono, Humaidah, Nurul

JIPEMAS: Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 1, No 2 (2018): JIPEMAS
Publisher : Universitas Islam Malang-Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.803 KB)

Abstract

Bisnis peternakan kambing dan domba sebagai hewan qurban dan aqiqohan secara intensif dapat mendatangkan pendapatan dan keuntungan besar bagi peternak.Tujuan program Ipteks bagi masyarakat (IbM) ini untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan peternak dalam berbagai bidang agrobisnis yaitu  pemeliharaan kambing – domba, strategi pengadaan dan pemberian pakan berkualitas, penghijauan lahan sistem tiga strata, manajemen produksi dan sistem pemasaranyang tepat. Program IbM ini menggunakan beberapa metode yang dilakukan secara bertahap yaitusosialisasi dan perijinan, penyuluhan, demo plot, pembinaan dan konsultasi serta pendampingan usaha. Hasil program IbM ini menunjukkan bahwa peternak kambing-domba antusias sekali dalam mengikuti semua kegiatan baik penyuluhan, pembinaan, demo plot dan pendampingan usaha. Pengadaan bakalan kambing domba sudah diseleksi, manajemen pemeliharaan ternak semi intensif menggunakan kandang beralaskan ayaman kayu bambu, pengadaan hijauan pakan secara liar berupa hijauan lamtoro, sengon dan perdu, peternak sedikit membudidayakan hijauan pakan. Kendala peternak yaitu tidak mempunyai copper pemotong hijauan ramban sehingga pakan banyak tercecer, selain itu tidak ada program penanganan penyakit dengan baik, namun sistem pemasaran hewan qurban dan aqiqohan kambing domba sudah baik. Kesimpulan program IbM ini yaitu beberapa peternak sudah melakukan pengendalian produksi dengan melaksanakan sapta usaha peternakan dengan baik. Disarankan pemanfaatan lahan kosong untuk tanaman leguminosa dan rumput gajah dan dicopping terlebih dahulu, pemberian obat cacing harus terprogram 2-3 kali/ tahun dan pemberian obat kudis seperti WORMECTIN disuntikkan pada ternak yang kudisan

IbM Pemanfaatan Limbah Ternak Kelompok Tani Kedung Sumber Kab. Bojonegoro

Noerhayati, Eko, Lesmanah, Unung

JIPEMAS: Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 1, No 2 (2018): JIPEMAS
Publisher : Universitas Islam Malang-Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.892 KB)

Abstract

Desa Kedung Sumber merupakan sebuah desa yang terletak di Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur. Desa ini terkenal dengan hasil pertanian padi, lombok dan bawang merah. Kondisi tanahnya sedikit berkapur namun cukup subur untuk ditanami padi. Petani disini menggunakan sapi sebagai tenaga bantu dalam mengolah sawah dan sebagian sengaja diternakkan untuk dibudidayakan. Selama ini kotoran ternak di manfaatkan sebagai pupuk organik dengan cara dibiarkan di tempat terbuka namun beratap. Hal ini kurang efektif karena menimbulkan bau tak sedap dan pemanasan global.Tujuan kegiatan adalah untuk mengurangi kondisi pembuangan kotoran ternak sapi yang kurang sehat dan kurang menjaga lingkungan maka perlu dibuat alat yang dapat menangkap gas metan dari kotoran ternak dan memanfaatkannya sebagai energi alternatif berupa panas. Rencana kegiatan adalah membangun instalasi biogas sebagai penangkap gas metan yang dihasilkan kotoran sapi dan memberikan pengetahuan tentang biogas serta pupuk organik ke patani mitra di kab Bojonegoro. Tujuan khusus kegiatan IbM adalah : Meningkatkan kemandirian kelompok tani peternak sapi masyarakat desa Kedung Sumber melalui pengembangan pemanfaatan kotoran sapi menjadi biogas ; meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kelompok peternak sapi dalam mengelola kotoran ternak menjadi pupuk organik.Target khusus yang ingin dicapai : terbangunnya instalasi biogas, terlaksananya pelatihan biogas danpupuk cair, tersedianya kompor biogas, terlaksananya pedampingan pemanfaatan biogas.Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan adalah : Menerapkan teknologi tepat guna berupa instalasi biogas sebagai penangkap gas metan kotoran sapi ; melakukan pelatihan dan pendampingan dalam pemanfaatan, pengembangan dan perawatan instalasi biogas ; melakukan pelatihan pemanfaatan pupuk cair dari kotoran sapi

Model Pemberdayaan Santri Ponpes Al-Hidayah Batu Alang Sebagai Kader Kesehatan Berbasis Terapi Herbal

Martino, Yoyon Arif, Sulistiowati, Erna, Purnomo, Yudi

JIPEMAS: Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 1, No 2 (2018): JIPEMAS
Publisher : Universitas Islam Malang-Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.757 KB)

Abstract

Pendahuluan Fakultas Kedokteran Unisma mempunyai visi dan misi mengembangkan pemanfaatkan keanekaragaman hayati sebagai pengobatan komplementer. Salah satu program perwujudan visi dan misi adalah kegiatan pengabdian masyarakat berupa pemberdayaan santri pondok pesantren (PP) Al Hidayah Batu, Malang sebagai kader kesehatan berbasis terapi herbal. Pondok ini memiliki santri dhuafa usia anak sekolah. Mereka diasuh, dibina dan mendapat pendidikan formal, ilmu agama dan keterampilan pekerjaan. Berdasarkan analisis kekuatan, kelemahan, peluang, dan hambatan, maka solusi permasalahan pelayanan kesehatan santri adalah pelatihan santri sebagai kader kesehatan berbasis terapi herbal. Metode Kegiatan meliputi ceramah, demonstrasi dan praktek. Materi kegiatan yakni jenis tanaman herbal berkhasiat obat, budidaya tanaman herbal dan meracik tanaman herbal sebagai obat. Evaluasi dilakukan pada setiap tahapan; pre dan post test, seperti tingkat kehadiran peserta, materi pelatihan yang tersajikan, persentase peserta yang menguasai materi dan tingkat penguasaan materi. Hasil Santri PP Al Hidayah antusias mengikuti kegiatan ini. Evaluasi kegiatan mencapai target, antara lain tingkat kehadiran peserta, materi pelatihan yang tersajikan, prosentase peserta yang menguasai materi dan tingkat penguasaan materi pelatihan (≥80%). Tujuan kegiatan tercapai dan mendapatkan respon yang baik. Tindak lanjut kegiatan yakni peningkatan kemandirian santri dalam budidaya tanaman herbal dan meraciknya untuk mengatasi penyakit secara mandiri serta menjaga kebersinambungan kegiatan pada periode berikutnya. Kesimpulan Model pemberdayaan santri pondok pesantren sebagai kader kesehatan berbasis terapi herbal dapat dijadikan contoh sebagai pelayanan kesehatan tradisional pada komunitas santri

Kelompok Ternak Itik Pedaging Hasil Hibridisasi Kingbell Desa Gadingkulon , Dau, Kabupaten Malang

Sunaryo, Sunaryo, Wadjdi, Muhammad Farid

JIPEMAS: Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 1, No 2 (2018): JIPEMAS
Publisher : Universitas Islam Malang-Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.546 KB)

Abstract

Program IPTEK bagi masyarakat (IbM) ini dilakukan dalam rangka membantu meningkatkan performans produksi dan keuntungan peternakan itik pedaging pada Kelompok Peternakan itik pedaginghasil hibridisasi Kingbelldesa Gading, kecamatan Dau Kabupaten Malang. Tujuan IbM ini adalah transfer IPTEK pengelolaan, perkandangan, pakan dan pemasaran dalam upaya peningkatan keuntungan usaha peternak itik pedaging desa Gading tersebut. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan implementasi program IbM yang antara lain meliputi penyuluhan, pelatihan dan demo plot, pendampingan dan reboisasi di sekeliling lokasi kandang. Hasil program IbM ini ditandai dengan antusiasnya peternak mitra dalam menjalankan semua kegiatan dalam program IbM ini. Adapun program pengadaan dan penanganan pakan alternatif dari limbah sisa makanan dari warung, restoran dan hotel ternyata baik melalui pengeringan dan digiling maupun fermentasi dihasilkan bahan pakan sangat bagus. Untuk yang dikeringkan dan digiling mendekati kualitas konsentrat pakan ayam petelur, sedang yang difermentasi yang dicampur jagung dan pollard memiliki kandungan protein 14,25% dan energy metabolis lebih dari 3500Kcal. Sehingga dengan menambah sedikit bahan yang mengandung protein tinggi sudah dapat digunakan sebagai bahan pakan itik pedaging. Aplikasi hasil pelatihan formulasi rangsum dan renovasi kandang dengan memisah dari kandang itik untuk pembibitan dihasilkan performans itik pedaging diperoleh pencapaian bobot panen yang lebih pendek sekitar 5 hari, selisih feed konvertion ratio (FCR) yang hemat pakan hampir 0,5 kg dan selisih harga pakan hampir Rp. 1.500,-/kg sehingga keuntungan meningkat dari Rp. 4.000,-menjadi Rp. 8.430,-. Jumlah pemeliharaan itik pedaging pada mitra peternak utama bekisar antara 200 – 500 ekor bergantung ketersediaan bibit, sedang peternak mitra ke dua antara 100 – 300 ekor. Kesimpulan dari pelaksanaan program IbM ini peternak mitra memperoleh IPTEK dalam usaha peternakan itik pedaging sehingga dapat meningkatkan performans produksi, efisiensi dan keuntungan yang sangat signifikan. Saran untuk peternak mitra selesai pendampingan diharapkan dapat melanjutkan pengelolaan peternakan itik pedagingnya sebagaimana yang dilakukan selama pelaksanaan program IbM. Masih perlu dilaksanakan program penelitian dan pengabdian pada masyarakat atas masalah-masalah yang ditemukan dalam pelaksanaan program IbM ini.

Pengembangan Pembibitan dan Pengendalian Produksi Peternakan Ayam Kampung di Pinggiran Kota Malang

Suryanto, Dedi, Dinasari, Irawati, Ali, Usman

Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 1, No 1 (2018): JIPEMAS
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (931.888 KB)

Abstract

Program Iptek bagi masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan pembibitan dan pengendalian produksi ayam kampung dalam berbagai aspek sapta usaha peternakan terutama manajemen pembibitan, pengendalian produksi, strategi pemberian pakan, bioteknologi pakan, reboisasi tanaman pangan dan sistem pemasaran. Metode yang digunakan adalah observasi, penyuluhan, demo plot, pembinaan dan pendampingan di lapang. Hasil program IbM ini menunjukkan bahwa respon peternak baik sekali dan proaktif dalam semua kegiatan baik selama penyuluhan, pembinaan, demo plot dan pendampingan. Sistem pembibitan ayam kampung sudah intensif dengan  kandang panggung atas bawah berdinding bambu, menggunakan pakan komersial dan vaksinasi pengobatan penyakit sudah terprogram. Kandang pembibitan dengan perbandingan jumlah betina dan pejantan = 5 : 1 dan lama penetasan berkisar antara 21-23 hari dengan daya tetas telur diatas 85 %. Pemeliharaan ayam final stock siap potong selama 3 – 4 bulan dilakukan oleh peternak binaan. Peternak masih menggunakan pakan komersial harga mahal dan jalur pemasaran ayam kurang luas terutama konsumen perumahan dan warung khusus. Kesimpulan program IbM ini yaitu peternak sudah melakukan sistem pembibitan dan pengendalian produksi peternakan secara intensif. Disarankan penggunaan limbah warung nasi untuk pengganti jagung dan bekatul yang diformulasi dengan konsentrat sebagai pakan komplit.

Pemanfaatan Potensi Lokal Lembaga Pendidikan Madrasah Sebagai Pembelajaran Usaha Produktif

Dinasari, Irawati, Saroh, Siti, Sumartono, Sumartono

Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 1, No 1 (2018): JIPEMAS
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.268 KB)

Abstract

Pemanfaatan potensi lokal dan sarana yang dimiliki untuk mengembangkan kemampuan kewirausahaan peserta didik harus didudukung oleh wawasan pengetahuan dan kepakaran para pengelola, guru dan pengurus yang menjadi pembinanya. Tujuan penelitian ini adalah 1) Mengetahui kemampuan Pengelola, guru, pengurus dan peserta didik madrasah dalam memahami pemanfaatan potensi lokal yang dimiliki. 2) Mengetahui kemampuan pengelola, guru, pengurus dan peserta didik dalam memahami pengetahuan manajemen usaha dan jiwa kewirausahaan. 3) Mengetahui kemampuan pengelola, pengurus dan peserta didik setelah mengikuti pendidikan dan pelatihan budidaya kelinci dan demo membuat produk pengolahan daging kelinci. Metode yang digunakan dengan rancangan eksperimental, tahapan yang dilakukan di awali survey, ceramah, pelatihan, bimbingan dan demo, FGD partisipatif serta wawancara, dievaluasi. Hasilnya meliputi 1) kepala sekolah menjadi memahami pemanfaatan potensi yang dimiliki. 2) guru dan pengurus madrasah memperoleh tambahan wawasan dan memahami bagaimana membekali pengetahuan dan pengalaman pada peserta didik yang berbasis potensi yang dimiliki madrasah untuk bekal kemandirian masa depan 3)bagi peserta didik memberi motivasi dan semangat untuk lebih berprestasi dalam kegiatan sekolah dan merupakan peluang memperoleh tambahan ilmu yang selama ini belum pernah ada selama sekolah