Jurnal GEOSAPTA
ISSN : 24603457     EISSN : 25275844
Jurnal Geosapta- Geosapta is a scientific period journal which is published in every January and July every year, contains scientific articles on Geosciences for Mining Applications from Exploration & Geology, Geomechanics, Coal and Mineral Processing, Management and Mineral-Coal Economic, and Mining Environment.
Articles 92 Documents
OPTIMALISASI KEBUTUHAN ALAT ANGKUT PADA TAMBANG TERBUKA MENGGUNAKAN SIMULASI PROGRAM TALPAC

Santoso, Eko

Geosapta Vol 2, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Program TALPAC (Truck And Loader Productivity Analysis And Costing) merupakan sebuah simulasi komputerisasi yang ditujukan  dalam perencanaan jumlah kebutuhan alat angkut secara cepat dan tepat. Untuk mengetahui apakah perhitungan dengan program TALPAC telah tepat atau close dengan kondisi aktualnya, maka perlu dilakukan sebuah perbandingan produktivitas alat angkut antara kondisi aktual di lapangan dengan produktivitas alat angkut hasil dari program TALPAC serta analisa terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi perhitungan pada simulasi program tersebut. Tingkat produktivitas aktual alat angkut sebesar 196.965 ton/bulan, sedangkan tingkat produktivitas alat angkut hasil program TALPAC dengan input parameter lama adalah sebesar 219.300 ton/bulan. Perbedaan tingkat produktivitas keduanya disebabkan oleh adanya perbedaan waktu edar (cycle time) alat angkut antara kondisi aktualnya dengan hasil program TALPAC.         Dilakukan analisis terhadap data input parameter lama untuk program TALPAC dimana melalui pendekatan berdasarkan kecepatan aktual alat angkut yang dibedakan atas musim hujan dan musim kering yang sebelumnya pada parameter lama belum dilakukan. Dengan input parameter kecepatan yang sesuai dengan kondisi aktual didapatkan tingkat produktivitas alat angkut sebesar 206.205 ton/bulan. Ini menunjukan bahwa tingkat produktivitas alat angkut hasil program TALPAC dengan input parameter yang baru lebih mendekati produktivitas alat angkut dengan kondisi aktualnya.         Berdasarkan penelitian ini, maka optimalisasi kebutuhan alat angkut pada tambang terbuka dengan program TALPAC guna mendapatkan jumlah alat angkut yang direncanakan mendekati kondisi aktualnya, input parameter yang ada sebaiknya selalu diperbaharui dan disesuaikan dengan kondisi aktual pada saat itu dan parameter kecepatan dibedakan atas kondisi musim hujan dan musim kering karena perbedaan musim sangat berpengaruh terhadap tingkat produktivitas alat angkut pada sistem tambang terbuka. Kata-kata kunci : TALPAC, alat angkut, produtivitas

SIMULASI COAL BLENDING PADA KEGIATAN BARGING BATUBARA DI PT DUA SAMUDERA PERKASA

Lebangan, Frans Sutrisno, Triantoro, Agus, Saismana, Uyu, Annisa, Annisa

Geosapta Vol 3, No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

PT Dua Samudera Perkasa adalah salah satu usaha pengelolaan pelabuhan, merupakan usaha yang sangat mendukung kelancaran dan kecepatan distribusi hasil tambang. Adanya permintaan produk batubara yang tidak dimiliki, sehingga perusahaanpun berinisiatif untuk melakukan pencampuran batubara. Tujuannya adalah agar produk batubara dari perusahaan tersebut dapat terjual sesuai dengan permintaan pembeli.Upaya yang dilakukan adalah dengan melakukan pemisahan terhadap beberapa tipe batubara yang berbeda kualitasnya yang disediakan oleh PT Dua Samudera Perkasa. Mencoba melakukan simulasi coal blending dengan menggunakan perhitungan dengan cara teoritik untuk mengetahui nilai kualitas serta kuantitas batubara yang diinginkan oleh pembeli. Permintaan pembeli untuk nilai kualitas batubara adalah CV 5.500 Kcal/Kg, TM ≤ 38%, TS ≤ 1%, dan Ash  ≤ 8%, serta dengan kuantitas sebesar 55.000 ton.Dari hasil simulasi blending untuk semua tipe batubara yaitu dari tipe 1 hingga tipe 4 batubara, maka didapatkan pada simulasi tipe 1 dan tipe 3 menghasilkan 2 produk batubara, pada tipe 1 dan tipe 4 menghasilkan 5 produk batubara, dan pada simulas tipe 2 dan 4 menghasilkan 4 produk batubara dengan nilai calorific value, total moisture, total sulphur dan Ash yang sesuai dengan kriteria pembeli dan 9 produk lainnya tidak sesuai dengan kriteria permintaan pembeli. Dari semua produk yang telah didapatkan, maka diperoleh juga hasil simulasi yang paling direkomendasikan, yaitu pada simulasi batubara tipe 1 dan tipe 4 dengan nilai kalori 5.300 kcal/kg dan penggunaan batubaranya untuk tipe 1 sebesar 41.733 ton dan tipe 4 sebesar 13.267 ton, sehingga didapatkan harga dasar Rp. 259.859/ton. Dilihat dari harga dasar yang diperoleh dengan harga jual yang telah ditetapkan perusahaan sebesar Rp. 355.000/ton maka perusahaan memperoleh keuntungan maksimal sebesar Rp. 95.141/ton. Kata-kata kunci: Batubara, Tipe Batubara, Blending, Simulasi. 

PENENTUAN SUDUT GESER DALAM DASAR PADA BATUAN TERKEKARKAN

Kartini, Kartini

Geosapta Vol 3, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Parameter kuat geser batuan diperlukan untuk membuat perencanaan lereng pada tambang terbuka dan lubang bukaan pada tambang bawah tanah . Sudut geser dalam dasar (fb) merupakan parameter kuat geser pada batuan yang sudah terkekarkan. Parameter sudut geser dalam dapat diperoleh dari hasil pengujian sampel batuan melalui uji geser langsung di laboratorium. Sampel uji terbuat dari campuran bubuk gipsum dan air dengan perbandingan berat 1 : 0,75. Ada empat sampel yang diuji dengan empat variasi beban normal yaitu 0.2 kN, 0.4 kN, 0.6 kN, dan 0.8 kN. Setiap perpindahan geser 0,5 mm dicatat nilai gaya geser sampai mencapai nilai maksimum. Hasil uji diplot pada grafik sehingga didapat hubungan tegangan normal vs tegangan geser. Nilai sudut geser dalam bidang lemah diperoleh 28,15o dan kohesi 0,007 MPa. Pada grafik hasil pengujian masih terdapat nilai kohesi, hal ini disebabkan pada permukaan bidang lemah masih terdapat kekasaran. Kata-kata kunci: kuat geser batuan, sudut geser dalam dasar, bidang lemah

PERMODELAN ENDAPAN LATERIT DI DESA KIRAM, KARANG INTAN, KABUPATEN BANJAR, KALIMANTAN SELATAN

Fuady, Muhammad, Nurhakim, Nurhakim, Riswan, Riswan

Geosapta Vol 4, No 01 (2018): Januari 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Endapan laterit merupakan salah satu sumberdaya alam yang terdapat di Kalimantan Selatan. Pada daerah ini terdapat ini terdapat endapan laterit yang kadar mineral berharganya diperkirakan berpotensi untuk memberikan profit, sehingga perlu dilakukan kajian permodelan endapan bahan galian tersebut agar dapat diketahui distribusi kadar serta bentuknya dan guna mengetahui kuantitas dari bahan galian terssebut.Metode yang digunakan dalam penelitian ini didasarkan pada metode perhitungan aktual di lapangan yang bertujuan untuk mendapatkan hasil pada waktu sekarang. Proses pemecahan menggunakan metode komputasi dan analisa data – data berupa peta, gambar, dan tabel yang dapat membantu dalam penyampai informasi hasil penelitian.Bentuk endpan laterit menerus mengikuti morfologi permukaan dengan ketebalan antara 1-3 meter, dan didapat sumberdaya keseluruhan lapisan sebesar 500674 m3. Dengan lapisan Lapisan Red Limonite sebesar 218,934m3, dengan Fe 126,697m3, Cr 4,466m3 dan Ni 3,240 m3,Lapisan Yellow Limonite sebesar 152,700m3, dengan Fe 86,917 m3, Cr 4,001m3 dan Ni 2,825 m3, dan Lapisan Transition sebesar 132,197m3, dengan Fe 74,136 m3, Cr 3,953m3 dan Ni 2,472 m3 Kata-kata kunci: Permodelan, Sumberdaya, Kadar

KARAKTERISASI ALKYD RESIN DARI GLISEROL DAN ASAM ADIPAT YANG DIMODIFIKASI DENGAN MINYAK BIJI KARET SEBAGAI KOMPONEN SURFACE COATING YANG RAMAH LINGKUNGAN

Nurandini, Desi, Rochmadi, Rochmadi, Murachman, Bardi

Geosapta Vol 4, No 2 (2018): Juli 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Modifikasi alkyd resin dengan minyak nabati banyak dikembangkan untuk diaplikasikan dalam industri cat dan coating. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari karakteristik produk alkyd resin yang terbentuk dari reaksi poliesterifikasi gliserol dan asam adipat yang termodifikasi minyak biji karet. Sintesis alkyd resin yang dilakukan menggunakan proses monogliserida yang terdiri atas dua tahap dan reaksi dilakukan dengan variabel perbandingan ekivalen OH/COOH 1,0 – 1,3 mgek/mgek. Tahap pertama adalah reaksi alkoholisis antara minyak biji karet dengan gliserol di dalam labu leher tiga dengan kecepatan pengadukan dan suhu reaksi dijaga tetap. Selanjutnya adalah tahap esterifikasi yang dilakukan dengan mencampurkan asam adipat ke dalam reaktor batch berisi hasil tahap satu. Hasil karakterisasi produk alkyd resin menunjukkan adanya pengaruh perbandingan ekivalen OH/COOH (Rek) pada karakteristik produk tersebut. Dari analisis FTIR ditemukan adanya gugus ester, hidroksil, dan karboksil. Sedangkan dari analisis bilangan asam diketahui bahwa semakin besar nilai Rek, bilangan asam dalam produk alkyd resin semakin kecil. Sementara itu uji viskositas memberikan hasil bahwa viskositas cenderung semakin besar dengan semakin besarnya nilai Rek, yang menjadi indikasi bahwa berat molekul relatif polimer yang terbentuk semakin meningkat dengan besarnya nilai Rek. Kata-kata kunci: alkyd resin, alkoholisis, esterifikasi, minyak biji karet, karakterisasi

PERENCANAAN PENAMBANGAN BATUBARA PIT A PT AMANAH ANUGERAH ADI MULIA DESA MARAGUT KEC. DUSUN TIMUR KAB. BARITO TIMUR PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

Muliyanto, Amin, Saismana, Uyu, Dwiatmoko, Marselinus Untung, Cahyono, Cepi

Geosapta Vol 1, No 01 (2015): Juli 2015
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Rencana PT Amanah Anugerah Adi Mulia membuka lokasi penambangan baru merupakan latar belakang penulis melakukan penelitian mengenai perencanaan penambangan batubara. Penelitian ini bertujuan untuk membuat rancangan pit dan batas penambangan, menghitung massa batubara yang dapat ditambang dan volume batuan penutup (overburden/OB), membuat tahapan penambangan, membuat rancangan disposal serta membuat rencana penempatan fasilitas tambang (office, workshop, ROM-stock, dan kolam pengendapan).Proses perhitungan volume material dan perancangan pit dikerjakan dengan bantuan perangkat lunak komputer untuk aplikasi pertambangan. Batas penambangan, cadangan, dan volume OB ditentukan dengan nilai Stripping Ratio (SR) 1.25. Parameter terikat dalam perancangan pit dan timbunan adalah rekomendasi geometri lereng berdasarkan hasil analisis geoteknik yang telah dilakukan perusahaan. Tahapan penambangan disusun dengan target produksi 100,000 ton/bulan.Hasil penelitian dengan SR 1.25 disebutkan secara berurutan yaitu : batas penambangan sampai elevasi -3 mdpal, luas pit 61.87 ha, cadangan tertambang 7.5 juta ton, volume OB 9.3 juta BCM, umur pit 6 tahun 2 bulan, dan target pengupasan OB 125 ribu BCM/bulan.

ANALISIS DAYA DUKUNG IJIN TANAH CLAY TERHADAP GROUND PRESSURE ALAT GALI MUAT OVERBURDEN PC2000 DENGAN JENIS CRAWLER TRACK (DOUBLE GROUSER)

Trides, Tommy, Hakim, Romla Noor

Geosapta Vol 3, No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Ground pressure yang terlalu besar dari kendaraan alat berat dapat mempengaruhi infrastruktur yang ada di sekitarnya seperti terjadinya amblasan pada jalan tanah dan kerusakan permanen pada infrastruktur di sekitarnya. Salah satu metode yang dapat dilakukan untuk menentukan kestabilan dari suatu jalan tanah berupa analisis daya dukung ijin tanah. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa dengan faktor keamanan 3 pada lokasi 1 (material urugan) memiliki daya dukung ijin tanah sebesar 13.3 kg/cm2 dan lokasi 2 (material asli) memiliki daya dukung ijin tanah sebesar 17.02 kg/cm2. Dengan Ground pressure PC2000 jenis Crawler Track (Double Grouser) sebesar 1.94 kg/cm2, pada lokasi 1 (material urugan) dan lokasi 2 (material asli) dapat dilalui oleh PC2000 dengan kondisi aman. Kata-kata kunci: Daya dukung ijin tanah, faktor keamanan, ground pressure.

PEMODELAN MATEMATIS METODE ELEMEN HINGGA UNTUK MENGHITUNG SUMBERDAYA BATUBARA DAERAH PONDOK LABU, CEKUNGAN KUTAI, KALIMANTAN TIMUR

Dwiantoro, Mulyono, Widodo, Lilik Eko, Annisa, Annisa

Geosapta Vol 3, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Tujuan penelitian yang telah dilakukan adalah menghitung sumberdaya batubara daerah Pondok Labu pada Cekungan Kutai di Kalimantan Timur. Metode pendekatan ilmiah yang digunakan adalah pemodelan matematis metode elemen hingga atau yang dikenal sebagai finite element method (FEM). Metode ini merupakan pendekatan matematis deterministik yang mencakup tiga tahapan pemodelan, yaitu: konseptual, matematika, dan numerik. Proses utama pada metode ini adalah diskritisasi yaitu membagi suatu elemen menjadi elemen-elemen yang lebih kecil untuk mempermudah dalam pengelolaanya sehingga dapat melibatkan atribut-atribut bobot atau nilai yang ingin diteliti di dalam batubara.Daerah penelitian terletak pada sayap Antiklin Busang yang memiliki arah lapisan antara N33-25oE dengan kedudukan landai antara 12-15o. Material yang diteliti adalah sebuah lapisan tunggal batubara yang diperoleh dari hasil 23 pengeboran eksplorasi dan singkapan yang muncul dipermukaan. Litologi yang dijumpai dari hasil pengeboran yaitu perulangan batupasir dengan batulempung, dan hadirnya lapisan batubara yang memiliki ketebalan bervariasi antara 0,45-1,5 m. Adapun untuk menghitung luas dan volume dengan cara melakukan diskritisasi pada lapisan batubara (roof dan floor) menjadi bagian-bagian yang lebih kecil yang disebut finite element. Perhitungan sumberdaya batubara dilakukan menggunakan batasan area pengaruh berjarak 200 meter dari titik terluar pemboran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume sumberdaya batubara yang dihitung sebesar 835.843,35 m3.Kata-kata kunci: metode elemen hingga, sumberdaya batubara, Pondok Labu, Cekungan Kutai  

EVALUASI SISTEM BELT CONVEYOR DAN ANALISIS SISTEM CRUSHING PADA COAL CRUSHING PLANT

Damanik, Romansius Limbong, Nurhakim, Nurhakim, Riswan, Riswan, Azwar, Azwar

Geosapta Vol 2, No 1 (2016): Januari 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Kecepatan, daya, dan tegangan belt conveyor perlu dilakukan optimasi apabila terjadi masalah pada power factornya. Selain pertimbangan pada power factornya. Selain pertimbangan pada power factor, optimasi juga dilakukan atas pertimbangan produktivitas. Sistem crushing pada PT Pamapersada Nusantara ditrik KCMB saat ini dapat dilakukan perbaikan. Perbaikan tersebut dilakukan guna memaksimalkan primary crusher sebagai salah satu kompoen sistem crushing. Optimasi yang dilakukan pada sistem crushing saat ini berdasar pertimbangan aspek teknis seperti power factor dan produktivitas.Penelitian ini dilakukan pendekatan secara teoritis menggunakan referensi tentang belt conveyor. Selain itu juga menggunakan data yang secara langsung diambil dari lapangan yang kemudian guna dilakukan perhitungan dan analisa untuk ditentukan evaluasi terhadap hasil penelitian.Belt conveyor pada sistem crushing PT Pamapersada Nusantara distrik KCMB sebaiknya dilakukan optimasi guna memperbaiki nilai power factor yang kecil. Perbaikan dapat dilakukan dengan menambah daya yang tersedia pada motor penggerak pulley. Sistem crushing juga dapat dilakukan perbaikan dengan menambah komponen-komponen sistem crushing guna mengoptimalkan kinerja tiap-tiap komponen tersebut. Kata-kata kunci: Belt conveyor, power factor, optimasi, sistem crushing

KAJIAN TEKNIS COAL WASHING PLANT DI PT BAHARI CAKRAWALA SEBUKU, KABUPATEN KOTABARU, PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

Wardhany, Ferry Ariadi, Triantoro, Agus, Hakim, Romla Noor

Geosapta Vol 4, No 2 (2018): Juli 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Coal Washing plant bertujuan untuk memisahkan dari material pengotornya dalam upaya meningkatkan kualitas batubara. Dalam proses pabrik pencucian batubara terjadi perubahan nilai parameter kualitas batubara di washingplant sehingga perlu diketahui parameter kualitas batubara apa saja yang mengalami perubahan dan bagaimana pengaruh antara satu parameter dengan parameter lainnya.Dense Medium Separation (DMS) merupakan metode pemisah mineral dan batubara berdasarkan spesifik gravity yang dikenal juga dengan proses sink and float (tenggelam dan terapung). Spesifik gravity media yang digunakan untuk pemisahan DMS merupakan spesifik gravity medium yaitu terletak diantara spesifik gravity mineral tenggelam dan terapung. Media ini bercampur dengan air dan membentuk media ini digunakan magnetit. DMS digunakan untuk pemisahan batubara dengan syarat tidak boleh ada material halus karena jika material ini bersatu dengan air akan membentuk suspensi yang tinggi dan lebih kental. Proses ini menghasilkan dua produk yaitu Sink Produk yaitu batubara yang berat (tidak diinginkan) dan Float Produk yaitu batubara yang ringan (yang diinginkan).Adapun perbedaan yang terjadi pada parameter kualitas batubara dalam pencucian yaitu total moisture, ash content, total sulphur dan calorific value. setelah dilakukan analisa antara batubara plantfeed dengan batubara washing menunjukkan bahwa  yang mempengaruhi proses pencucian batubara ialah bertambahnya nilai  rata-rata total  moisture sebesar 3,87%, berkurangnya nilai persentase rata-rata ash content sebesar 12,06%,  naiknya nilai  rata-rata calorific value ar sebesar 1062 cal/gr dan calorific value adb sebesar 1276 cal/gr serta penggunaan spesific gravity yang tepat digunakan agar bertujuan untuk meningkatkan nilai kualitas batubara tersebut. Kata-kata Kunci : Plantfeed,  Coal Wasingplant,  Parameter  Kualitas Batubara

Page 1 of 10 | Total Record : 92