RISTEKDIK : Jurnal Bimbingan dan Konseling
ISSN : 25274244     EISSN : 2541206X
RISTEKDIK : Jurnal Bimbingan dan Konseling diterbitkan dua kali setahun sebagai media publikasi ilmiah dalam pengkajian dan pengembangan Ilmu Bimbingan dan Konseling. Jurnal Ristekdik memuat tulisan ilmiah berupa artikel konseptual, hasil penelitian maupun isu-isu aktual yang relevan dalam bimbingan dan Konseling.
Articles
48
Articles
PERBEDAAN MOTIVASI SISWA MEGIKUTI BELAJAR TAMBAHAN DI SEKOLAH ANTARA SISWA LAIK-LAKI DAN PEREMPUAN SERTA IMPLIKASINYA DALAM PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING

Putri, Ananda Maha, Fitria, Linda

RISTEKDIK : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 4, No 1 (2017): Ristekdik Juli-Desember 2017
Publisher : Pusat Komputer Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.212 KB)

Abstract

AbstractBerbagai program kegiatan yang dilakukan oleh sekolah untuk meningkatkan kualitas hasil pendidikan diantaranya adalah belajar tambahan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang materi pelajaran. Sukses atau tidaknya program tersebut ditentukan oleh banyak halsalah satunya adalah motivasi siswa itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap: (1)motivasi siswa mengikuti belajar tambahan ditinjau dari jenis kelamin laki-laki dan perempuan; (2)perbedaan motivasi siswa mengikuti belajar tambahan antara siswa laki-laki dan perempuan.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif jenis deskriptif.Populasinya adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 9 Padang yang berjumlah 192 orang dan sampelsebanyak 130 orang yang dipilih dengan teknik cluster random sampling. Instrumen yang digunakanadalah angket dan teknik analisis data dengan teknik statistik deskriptif.Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa: (1) motivasi siswa laki-laki mengikutibelajar tambahan berada pada kategori sedang, dan motivasi siswa perempuan berada pada kategoritinggi; (2) terdapat perbedaan yang signifikan antara motivasi siswa laki-laki dan perempuan, dimanasiswa perempuan memiliki motivasi lebih tinggi dari pada siswa laki-laki (signifikansi 0,000).Disaran kepada berbagai pihak yang terkait dengan pendidikan, agar memberikan motivasi danmenyediakan sarana untuk siswa dalam mendalami materi pelajaran, sehingga hasil belajar siswalebih maksimal.Kata Kunci: Motivasi, Belajar Tambahan, Siswa Laki-laki dan Perempuan

Peningkatan Keterampilan Membaca Nyaring Melalui Penggunaan Media Pias-Pias Kata Pada Siswa Kelas 1 SD Negeri 0104 Sibuhuan

Pasaribu, Hanisyah

RISTEKDIK : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 3, No 1 (2017): Vol 3, No 1 (2017 ) Jurnal Bimbingan Dan Konseling - Jan - Jun 2017
Publisher : Pusat Komputer Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.015 KB)

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini dilakukan pada siswa kelas I SD Negeri 0104 Sibuhuan Tahun Pelajaran 2015/2016, dikarenakan adanya permasalahan yaitu hasil belajar mata pelajaran Bahasa Indonesia khususnya membaca nyaring masih rendah. Melalui media pias-pias kata permasalahan ini dicoba untuk diperbaiki dan ditingkatkan. Tujuan Penelitian ini adalah untuk meningkatkan ketrampilan membaca nyaring melalui penggunaan media pias-pias kata pada siswa kelas 1 SD Negeri 0105 Sibuhuan. Prosedur penelitian ini dilakukan sebanyak dua siklus langkah-langkah dalam setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu tahap perencanaan (planning), pelaksanaan tindakan (acting), pengamatan (observing) dan refleksi (reflecting). Pada tahap observasi observer dan peneliti melakukan pengumpulan data dengan melakukan pengamatan terhadap aktivitas siswa dan guru dalam proses pembelajaran melalui penggunaan media pias-pias kata pada pelajaran Bahasa Indonesia. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa saat proses penbelajaran berlangsung tercipta pembelajaran yang berpusat pada siswa (student centered) hal ini terlihat dari ketertarikan siswa pada kondisi awal 35,00 % menjadi 60,00% pada siklus I meningkkat 25,00% dan menjadi 75,00% pada siklus II meningkat 15,00%. Pada indikator partisipasi aktif siswa dalam proses pembelajaran dari siklus I 65,65% menjadi 91,30 % pada siklus II meningkat 25,65%, dari pengamatan performance siswa dalam membaca nyaring pada siklus I 60,00% menjadi 90,00% pada siklus II meningkat 30,00% dan dari hasil kuisioner siswa 72,50% pada siklus I menjadi 92,50% pada siklus II meningkat 20,00%.

UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DALAM MENYUSUN SILABUS DAN RPP MELALUI SUPERVISI AKADEMIK YANG BERKELANJUTAN DI SD NEGERI 0102 BARUMUN

Gabena, Pinta

RISTEKDIK : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 3, No 1 (2017): Vol 3, No 1 (2017 ) Jurnal Bimbingan Dan Konseling - Jan - Jun 2017
Publisher : Pusat Komputer Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.901 KB)

Abstract

Setiap proses pasti selalu meliputi tiga kegaiatan utama yakni perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Demikian pula yang terjadi dengan proses belajar mengajar di sekolah. Seorang guru diharuskan melakukan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran. Proses perencanaan pembelajaran yang harus dilakukan oleh seorang guru meliputi kegiatan utama sebagai berikut: 1) membuat program tahunan; 2) membuat silabus; 3) membuat program semester; 4) membuat rencana pelaksanaan pembelajaran;dan membuat program ulangan/evaluasi. Dari kelima unsur tersebut di atas, silabus dan RPP merupakan persiapan paling minimal seorang guru ketika hendak mengajar. Berdasar kepada hasil analisa pada tahun pelajaran 2014/2015 di SD Negeri 0102 Barumun, muncul permasalahan rendahnya guru yang membuat perencanaan pembelajaran khususnya penyusunan silabus dan RPP. Untuk meneliti lemahnya kinerja guru dalam hal tersebut, dilakukanlah penelitian untuk melihat sejauhmana langkah supervisi akademik kepala sekolah dapat meningkatkan kompetensi guru dalam penyusunan silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Supervisi akademik secara berkelanjutan terbukti secara ilmiah dapat meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun silabus dan RPP di SD Negeri 0102 Barumun. Ini terbukti dengan meningkatnya jumlah silabus guru yang baik dari 31% menjadi 83% setelah supervise akademik. Selain itu jumlah RPP yang berkualitas baik juga meningkat dari 31% menjadi 89%

KEHARMONISAN KELUARGA DENGAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING (Studi Deskriptif-Korelasional di SMA N 4 Padangsidimpuan)

Harahap, Erlina

RISTEKDIK : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 3, No 1 (2017): Vol 3, No 1 (2017 ) Jurnal Bimbingan Dan Konseling - Jan - Jun 2017
Publisher : Pusat Komputer Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.654 KB)

Abstract

Keberhasilan siswa dalam belajar dipengaruhi oleh banyak faktor. Salah satu faktor tersebut adalah motivasi belajar, baik secara internal maupun eksternal. Dalam hal ini berarti motivasi belajar siswa dipengaruhi oleh dorongan dari dalam diri siswa dan luar diri siswa seperti keluarga. Orangtua perlu menciptakan keluarga yang harmonis yaitu keluarga sakinah, mawaddah, dan warrahmah yaitu adanya rasa mengasihi dan menyayangi serta rasa cinta di dalam keluarga sehingga tercipta kedamaian dan ketentraman di dalam keluarga. Kenyataannya sering terjadi masalah dalam keluarga seperti pertengkaran, orangtua kurang memperdulikan anak, bahkan memukul anak. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan keharmonisan keluarga siswa, mendeskripsikan motivasi belajar siswa, menguji hubungan antara keharmonisan keluarga dengan motivasi belajar siswa di SMA N  4 Padangsidimpuan serta implikasinya terhadap bimbingan dan konseling. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif korelasional mendeskripsikan tentang hubungan keharmonisan keluarga dengan motivasi belajar siswa. Data dianalisis dengan teknik statistik persentase dan melihat hubungan keharmonisan keluarga dengan motivasi belajar siswa digunakan teknik pearson product moment correlation melalui program statistik SPSS for windows release 15. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) deskripsi keharmonisan keluarga siswa sebesar 75,69% berada pada kategori cukup(2) deskripsi motivasi belajar siswa sebesar 70,99% berada pada kategori cukup (3) Terdapat hubungan yang signifikan antara keharmonisan keluarga dengan motivasi belajar siswa SMA N 4 Padangsidimpuan dengan r hitung sebesar 0,648 pada taraf signifikansi 0,01. Implikasinya terhadap bimbingan dan konseling adalah perlunya mengoptimalkan layanan bimbingan dan konseling di sekolah serta guru BK kreatif dan inovatif menyelenggarakan layanan bimbingan kelompok secara teratur dan terprogram dalam meningkatkan motivasi belajar siswa

PENGARUH PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN IMPROVE TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) (Studi Kasus Kelas XI SMAN 12 Padang)

Yunita, Risma, Menrisal, Menrisal

RISTEKDIK : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 3, No 1 (2017): Vol 3, No 1 (2017 ) Jurnal Bimbingan Dan Konseling - Jan - Jun 2017
Publisher : Pusat Komputer Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (705.292 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan metode pembelajaran improve terhadap hasil belajar TIK siswa kelas XI di SMA Negeri 12 Padang semester ganjil tahun pelajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan metode penelitian eksperimen. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 12 Padang pada semester ganjil tahun pelajaran 2016/2017. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas XI di SMA Negeri 12 Padang. Teknik pengambilan sampel yang digunakn adalah simple random sampling. Yang terpilih menjadi sampel dalam penelitian ini yaitu siswa kelas XI IPA 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPA 2 sebagai kelas kontrol. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh rata-rata hasil belajar siswa pada kelas eksperimen sebesar 90,334 sedangkan pada kelas kontrol 79,680. Dari uji normalitas data diperoleh nilai Lhitung untuk kelas eksperimen sebesar -0,0433 dengan nilai Ltabel 0,1570. Sedangkan nilai Lhitung pada kelas kontrol sebesar -0,0005 dengan Ltabel sebesar 0,1570. Karena Ltabel>Lhitung maka data dinyatakan normal. Dari uji homogenitas diperoleh nilai Fhitung sebesar a1,702 dengan Ftabel 1,841, karena Fhitungttabel (5,837>1,999). Dengan demikian H0  ditolak  dan  H1   diterima,  yang  berarti  bahwa  terdapat  pengaruh  yang  signifikan penerapan metode improve terhadap hasil belajar TIK siswa kelas XI di SMA Negeri 12 Padang semester ganjil tahun pelajaran 2016/2017.

Peningkatan Kualitas Pembelajaran IPS melalui Pendekatan Kooperatif Tipe STAD Pada Siswa Kelas IV SD Negeri 0401 Pasar Ujung Batu

Idris, Muhammad

RISTEKDIK : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 3, No 1 (2017): Vol 3, No 1 (2017 ) Jurnal Bimbingan Dan Konseling - Jan - Jun 2017
Publisher : Pusat Komputer Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.045 KB)

Abstract

Dalam pelaksanaan pembelajaran IPS di kelas IV SD Negeri 0401 Pasar Ujung Batu menunjukkan hasil belajar siswa yang belum maksimal, hal ini dapat dilihat dalam pencapai an ketuntasan klasikal yang diperoleh 39% dengan implikasi aktivitas siswa dalam pembelajaran IPS khususnya Sumber daya alam cenderung pasif, guru belum bervariasi dalam menggunakan metode dalam pembelajaran. Adapun cara untuk mengatasi permasalah tersebut melalui tipe STAD ini, dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dalam hal ini meningkatkan keterampilan guru, aktivitas siswa dan hasil belajar pada siswa kelas IV SD Negeri 0401 Pasar Ujung Batu. Metode penelitian tindakan kelas berlangsung 2 siklus, setiap siklus 2 pertemuan. Penelitian tindakan kelas ini terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah guru dan siswa kelas IV SD Negeri 0401 Pasar Ujung Batu tahun pelajaran 2014/2015, dengan jumlah siswa 18 terdiri dari 10 siswa laki-laki dan 8 siswa perempuan. Tehnik pengumpulan data dengan tes,  observasi, catatan lapangan dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu analisis kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan meningkatkan aktivitas siswa dan hasil belajar siswa dalam mengikuti pembelajaran IPS. Siklus I rata-rata keterampilan guru 61% dengan kategori cukup, siklus II 91% dengan kategori sangat baik. Sedangkan aktivitas siswa siklus I memperoleh 62% dengan kategori cukup, siklus II memperoleh 76% dengan kategori baik. Hasil secara keseluruhan keterampilan guru dan aktivitas siswa sudah baik. Siswa kelas IV SD Negeri 0401 Pasar Ujung Batu dalam mempelajari pembelajaran IPS dengan hasil belajar pada siklus I memperoleh nilai rata-rata 65 dengan ketuntasan klasikal 39%, siklus 2 memper oleh rata-rata 87 dengan ketuntasan klasikal 89%.

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKN MELALUI METODE BERMAIN PERAN DENGAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 0718 Pir Trans Sosa I B

Hasibuan, Gading Tua

RISTEKDIK : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 3, No 1 (2017): Vol 3, No 1 (2017 ) Jurnal Bimbingan Dan Konseling - Jan - Jun 2017
Publisher : Pusat Komputer Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.629 KB)

Abstract

Tujuan penelitian yang ingin dicapai adalah sebagai berikut : 1) meningkatkan penguasaan konsep hubungan pengambilan keputusan bersama dengan menggunakan alat peraga berupa gambar dan benda–benda di sekitar; 2) mencari informasi keaktifan siswa dalam pembelajaran PKn tentang Negara Kesatuan Republik Indonesia; 3) mendiskripsikan penerapan metode bermain peran dengan model cooperative Leraning untuk meningkatkan hasil belajar pengambilan keputusan bersama siswa kelas V SD Negeri 0718 Pir Trans Sosa I B. Setelah peneliti melaksanakan perbaikan pembelajaran melalui pembelajaran siklus I dan siklus II dengan materi Negara Kesatuan Republik Indonesia di kelas V semester I tahun pelajaran 2015/2016 di SD Negeri 0718 Pir Trans Sosa I B. Maka penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa upaya meningkatkan prestasi belajar siswa dengan metode bermain peran melalui pendekatan model cooperative learning dengan mengefektifkan alat peraga kebudayaan dan globe telah mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Peningkatan ini terjadi pada siklus I maupun siklus II dengan bukti adanya peningkatan pada : 1) menggunakan media  pembelajaran kebudayaan dan globe dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi Negara Kesatuan Republik Indonesia; 2) model pembelajaran cooperative learning melalui penerapan metode bermain peran untuk dengan mengefektifkan alat peraga dapat meningkatkan hasil belajar siswa; 3) Prosentase ketuntasan belajar siswa mengalami peningkatan yang signifikan setelah dilakukan perbaikan pembelajaran pada evaluasi sebelum perbaikan pembelajaran ada 12 siswa atau 52% dari 23 siswa. Pada perbaikan pembelajaran siklus I meningkat, siswa yang nilainya 75 keatas menjadi 16 atau 69% dari jumlah 23 siswa dan pada perbaikan siklus II menjadi 22 siswa atau 96%.

HUBUNGAN SELF ESTEEM DENGAN SIKAP SOSIAL REMAJA SERTA IMPLIKASINYA DALAM LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI SMA DABIAH PADANG

Suryani, Nidia

RISTEKDIK : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 3, No 1 (2017): Vol 3, No 1 (2017 ) Jurnal Bimbingan Dan Konseling - Jan - Jun 2017
Publisher : Pusat Komputer Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.394 KB)

Abstract

This research was initiated by the fact that was no self esteem in students based on their environmental condition.there were several factors influencing this condition;they were peer, past experience, mindset, gender, social status. Achievement, value, belief, and parenting. The objectives of this research were describing self esteem, describing social attitude, understanding the correlation betwewn self esteem and social attitude, and understanding its implication on guidance and counseling services. This research used quantitave method with correlational descriptive type.population of this research was 248 students of SMA Adabiah II Padang. Its samples were 186 students who were chosen with random sampling technique. The result revealed that generally students self esteem was in low category, students social attitude was in medium category, meanwhile, the correlation between self esteem and social attitude was negative in which r count ≤ r table, so Ho was accepted or independent variable had no significant correlation with dependent variable. Concering its implication, guidance and counseling services could be carried out in the form of information services, content mastery, and students group guidance services conducted for each class. It was expected that this implication can be used as an input for guidance and counseling teachers in order to improve the students self esteem and their social attitude.

Peningkatan Kualitas Pembelajaran IPA Melalui Model Kooperatif Tipe Group Investigation dengan Media CD Pembelajaran Pada Siswa Kelas V SD Negeri 0705 Alogo Pulo Godang

Hutapea, Liber

RISTEKDIK : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 3, No 1 (2017): Vol 3, No 1 (2017 ) Jurnal Bimbingan Dan Konseling - Jan - Jun 2017
Publisher : Pusat Komputer Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.835 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh refleksi di kelas V SD Negeri 0705 Alogo Pulo Godang. Kurangnya minat belajar siswa dan aktivitas siswa dalam pembelajaran IPA masih sangat kurang, guru masih menggunakan metode pengajaran yang kurang inovatif, kurang dimaksimalkannya alat peraga, dan siswa sering gaduh pada saat kegiatan pembelajaran IPA. Hasil belajar siswa belum optimal, ditunjukkan dengan ketuntasan belajar klasikal siswa sebanyak 44%. Untuk memperbaiki dilakukan penelitian tindakan kelas dengan menerapkan model kooperatif tipe GI dengan media CD Pembelajaran. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah melalui model kooperatif tipe GI dengan media CD Pembelajaran dapat meningkatkan keterampilan guru, aktivitas siswa dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA? Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk meningkatkan keterampilan guru, aktivitas siswa, dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA di kelas V SD Negeri 0705 Alogo Pulo Godang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Aktivitas siswa pada siklus I skor yang diperoleh 20,87 atau 52% dengan kriteria cukup, siklus II memperoleh skor 25,70 atau 64,25% dengan kriteria baik. Sedangkan pada siklus III memperoleh skor 29,51 atau 73,77% masuk dalam kriteria baik. (2) persentase ketuntasan klasikal pada siklus I sebesar 61,29%, siklus II sebesar 70,96%, siklus III sebesar 80,64%.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL ) DENGAN PENDEKATAN ICARE TERHADAP HASIL BELAJAR TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

Faulina, fina, Fitria, Linda

RISTEKDIK : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 3, No 1 (2017): Vol 3, No 1 (2017 ) Jurnal Bimbingan Dan Konseling - Jan - Jun 2017
Publisher : Pusat Komputer Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.766 KB)

Abstract

Abstrak  ─  Penelitian  ini  bertujuan  untuk  m engetahui   pengaruh   model  pembelajaran  Contextual  Teaching  And  Learning   (CTL)  dengan  pendekatan  ICARE (Introduction,  Connection,  Apply,  Reflect,  Extend)  terhadap  hasil  belajar  siswa.  Metode penelitian   yang   digunakan   adalah   eksperimen,   teknik   pengambilan   sampel   yang digunakan  adalah  Proportionate  Stratified  Random  Sampling .  Sampel  dalam  penelitian ini  yaitu  siswa  kelas  X  MIA  2  sebagai  kelas  kontrol  dan  X  MIA  4  sebagai  kelas eksperimen.  Berdasarkan  hasil  penelitian  dilakukan  pengujian  hipotesis  didapat  nilai   t  hitung   =  2,23 dan  t  tabel   =  2,00 sehingga diperoleh t hitung >t tabel ,  yang berarti bahwa terdapat pengaruh  positif  penerapan  model  pembelajaran  Contectual  Teaching  And  Learning dengan  pendekatan  ICARE  (Introduction,  Connection,  Apply,  Reflect,  Extend)  terhadap hasil belajar siswa.