Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam
ISSN : 02165937     EISSN : 26544598
Articles 36 Documents
PROBLEMATIKA BUDAYA BERBICARA BAHASA INGGRIS

Kustanti, Dewi, Prihmayadi, Yadi

Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam Vol 14, No 1 (2017): al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Hanya manusia yang memiliki bahasa dan hanya manusia yang menggunakan bahasa namun tidak semua manusia  menggunakan semua bahasa. Bahasa sebagai alat komunikasi  antar manusia mempunyai  makna  sebagai penyampaian idea atau gagasan dan pikiran manusia . Dengan  bahasa pula dapat mempengaruhi sikap dan perilaku orang . Pekerjaan  yang dilakukan  akan menimbulkan kebiasaan dan kebiasaan yang dilakukan terus menerus menjadi sifat , sifat yang  berkelanjutan akan terbentuk karakter  dan karakter yang diterima oleh suatu masyarak menjadi sebuah budaya. Nampaknya perilaku  yang  jika dibiasakan sebagai sebuah  keharusan akan menghasilkan budaya yang baik. Budaya berbahasa Inggris  jika semua sistem mendukung maka akan   terbentuk budaya yang baik  dalam berbicara bahasa Inggris .Dapat dikatakan bahwa jika minat serta motivasi  yang tinggi yang ada pada diri  manusia itu sendiri, serta lingkungan yang kondusif  akan turut berperan serta  pada pembentukan  budaya  yang baik. 

MODEL TOLERANSI DAN KERUKUNAN
DALAM PLURALITAS KEHIDUPAN BERAGAMA

Nurrohman, Nurrohman, EF, Abd Hannan

Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam Vol 14, No 1 (2017): al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Sejak tumbangnya rezim otoritarian Orde Baru yang kemudian dilanjutkan denganmunculnya semangat reformasi dengan membuka keran demokratisasi secara lebih luas,konflik dan kekerasan yang bernuansa ethnic dan keagamaan seolah tidak ada hentinyadialami oleh bangsa ini. Data dari sejumlah penelitian menunjukkan bahwa Jawa Baratmerupakan provinsi yang tingkat intoleransi dalam kehidupan beragama masih tinggi.Pemandangan yang berbeda ditemukan di desa Sindang Jaya, Cianjur. Masyarakat di desaini, meskipun memiliki populasi penduduk yang beragama Kristen cukup tinggi, tidakpernah terjadi konflik social keagamaan yang serius. Oleh karena itu, desa ini menarikuntuk diteliti. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kegiatan kehidupan keberagamaanmasyarakat , interaksi sosial- keagamaan antar umat Islam dan Kristiani serta faktorfaktor yang melatarbelakanginya. Dilihat dari cara data atau informasi yang dihimpun,penelitian ini bisa disebut mixed method atau gabungan kualitatif dan kuantitatif. Dataatau informasi diperoleh melalui observasi, wawancara terbuka, angket serta studi teks.Seluruh data yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dideskripsikan dan dianalisissecara kualitatif sedangkan data atau informasi yang diperoleh melalui pertanyaantertutup (angket) dianalisis secara kuantitatif. Penelitian ini menemukan bahwa kegiatankehidupan keberagamaan masyarakat Desa Sindang Jaya Kecamatan CiranjangKabupaten Cianjur merupakan kehidupan keagamaan yang rukun dan toleran. Interaksisosial-keagamaan antar ummat Muslim dan Kristiani di Desa Sindang Jaya KecamatanCiranjang Kabupaten Cianjur tergolong intensif. Banyak faktor pendukung yang melatarbelakangi landasan interaksi social keagamaan antar ummat Muslim dan Kristiani dalam melestarikan toleransi dan kerukunan hidup dalam sebuah pluralitas agama di DesaSindang Jaya Kecamatan Ciranjang Kabupaten Cianjur. Yang terpenting diantaranyaadalah : a) Faktor Historis b) Faktor Teologis c) Faktor Sosiologis c) Faktor Politis.Faktor historis disebabkan kedatangan orang Kristen di desa Sindangjaya yang sudahlebih dari satu abad yakni sejak tahun 1903 sehingga mereka sudah terbiasa hidup berbaurantara Muslim dan Kristiani sejak dari nenek moyang mereka. Faktor teologis, karenamereka pada umumnya memiliki pandangan teologi yang inklusif dan toleran. Faktorsosiologis , karena masyarakat desa Sindangjaya , tergolong masyarakat paguyuban.Faktor politis, karena dalam masyarakat di desa Sindangjaya ,tidak dijumpai pandangandan sikap politik yang berlawanan dengan kebijakan pemerintah dan negara. Merekasemuanya setuju dan siap mengikuti paraturan perundangan yang berlaku di Indonesia,termasuk perundangan yang mengatur kehidupan beragama. Penelitian ini jugamenemukan bahwa interaksi sosial keagamaan yang dipraktekkan di desa ini termasukinteraksi sosial keagamaan yang inklusif, toleran dan humanis.

KEPEMIMPINAN DALAM PERUBAHAN ORGANISASI PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI

Syauqy, Khilal

Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam Vol 13, No 01 (2016)
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Success in the organizational change is determined by leadeship, because leadership with leader is who implementing and planning change. This paper is aimed at obtaining information to related the effect of leadeship with many aspeks on organizational change. Based on those teories reveals that some aspecs of leadersip with (1) visionary leader, (2) comunicator leader, (3) leader as change agent, (4) (leader as coach) and leader as Technology information analysis,could be enhanced and improved organizational change. Therefore this aspecs can be used for achieved organizational change special at University libraries.

REKONSTRUKSI SADAR GENDER: MENGURAI MASALAH BEBAN GANDA (DUBLE BULDER) WANITA KARIER DI INDONESIA

MA, Khomisah

Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam Vol 14, No 2 (2017): al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Akses publik bagi kaum wanita untuk mewujudkan partisipasi dan eksistensi diri, merupakan angin segar di tengah belenggu ideologi patriarki yang kiat mengendur. Pemahaman atas sandar gender dari kaum laki-laki pun semakin dikagumi. Akan tetapi, seiring dengan partisipasi tersebut, yang melahirkan generasi wanita karier, turut melahirkan permasalahn baru yaitu munculnya peran ganda bagi wanita yang kemudian membentuk beban ganda (duble bulder), di mana, di samping sebagai wanita karier ia juga harus tetap memperhatikan atau bertanggungjawab atas tatanan atau pekerjaan dalam rumah tangganya. Oleh karena itu, kontruksi akses publik bagi kaum wanita yang semula dipahami sebagai sadar gender ternyata mengandung dan melahirkan bias gender di sisi yang lain. Studi analisis dalam tulisan ini berusaha untuk memetakan konstruksi wanita karier yang dipahami sebagai sadar gender, yang kemudian melahirkan bias gender dengan munculnya beban ganda (duble bulder), sehingga diperlukan paradigma dekonstruksi atas permasalahan tersebut, yang pada akhirnya kemudian membangun paradigma rekonstruksi sadar gender. Upaya membagun paradigma rekonstruksi sadar gender tersebut, melahirkan dua solusi dalam mengurai masalah beban danda (duble bulder) wanita karier yaitu, pertama, melalui proses domistifikasi laki-laki dan kedua, affirmative action perempuan, sehingga budaya ketergantungan antara laki-laki dan perempuan menjadi satu kesatuan dalam suatu hubungan atau relasi gender yang harmonis.

PENGGUNAAN KOSA KATA BAHASA DAERAH DALAM KOMUNIKASI BERBAHASA INDONESIA SEBAGAI BAHASA TUTURAN

Nurhapitudin, Irman

Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam Vol 14, No 2 (2017): al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Ketika bahasa Indonesia digunakan sebagai bahasa komunikasi (bahasa tuturan) antar etnis, maka di sana sering terjadi masalah-masalah yang berkaitan dengan pemahaman bahasa melalui kosa-kata yang digunakan. Ada yang memasukkan kosa-kata atau istilah bahasa daerahnya dalam berkomunikasi baik dengan sesama etnisnya maupun dengan etnis lain, dan ada yang sama sekali tidak pernah menggunakannya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah Bahasa Indonesia telah menjadi bahasa tuturan/bahasa komunikasi sehari-hari dan Apakah kosa-kata bahasa daerah masih dipakai ketika berkomunikasi dalam bahasa Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan teori Intercultural Communication dan teori Semiotika Komunikasi serta penerapan metode observasi/pengamatan langsung dalam perolehan data dan analisanya dilakukan untuk memperoleh hasil analisisnya. Dari hasil analisa dapat disimpulkan bahwa Bahasa Indonesia belum 100% dipakai sebagai bahasa komunikasi sehari-hari oleh warga negaranya dan ternyata kosa-kata Bahasa Daerah masih tetap berpengaruh dalam komunikasi berbahasa Indonesia.

PERANAN PENDIDIKAN DALAM MELURUSKAN PEMIKIRAN ORIENTALIS DALAM KEBUDAYAAN ISLAM

Ulum, Itah Miftahul

Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam Vol 13, No 01 (2016)
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alur berpikir orientalis dan upaya mereka dalam menanamkan pemikirannya kepada ilmuan Muslim. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui kekeliruan pemikiran orientalis dalam kajian mereka tentang kebudayaan Islam dan upaya membangun dialog dengan mereka dalam meluruskan pemikirannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dan tergolong penelitian filsafat, karena penelitian ditujukan mencari pemahaman baru terhadap pemikiran yang telah dikumpulkan agar menjadi solusi bagi persoalan yang belum terselesaikan. Semua data diselidiki secara sistematis dan disintesis, sehingga ide dasar dari pemikiran yang diteliti diketahui secara logis sesuai dengan alur pikiran dari pemahaman yang diteliti. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini, adalah bahwa orientalis yang umumnya beragama Yahudi dan Kristen, yaitu golongan yang telah keluar dari Islam karena tidak mau tunduk kepada perintah Nabi Ibrahim As. dan perintah Nabi Isa As. Upaya yang dilakukan oleh Yahudi dan Kristen dimulai dari menyimpangkan filsafat sejarah dan materi sejarah, sehingga pemikiran mereka tidak sesuai dengan ajaran Islam yang sesungguhnya. Adapun manfaat yang diperoleh, secara teoretis dapat memberikan kontribusi ilmiah yaitu memperkaya literatur tentang pemikiran orientalis dan ilmuan Muslim tentang kebudayaan. Manfaat secara praktis, diharapkan dapat menjadi pedoman bagi umat Islam dalam mendakwahkan ajaran Islam sesuai dengan pemahaman ulama Muslim.  

PEMBINAAN KEBERAGAMAAN DAN KEILMUAN GENERASI MUDA DI MADRASAH DINIYAH ATTAQWA DESA CISONTROL KABUPATEN CIAMIS TAHUN 1983-1989

Isana, Widiati

Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam Vol 13, No 02 (2016): Al-Tsaqafa
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

This study aims at determining the profile of Madrasah Diniyah Attaqwa (MDA) in 1983-1989, the role of MDA in fostering religious and scientific spirit of young people in 1983-1989, and the pattern of fostering that has carried out in raising of religious and scientific spirit of young villagers in Cisontrol in 1983-1989. This research is started off the framework that Madrasah Diniyah as Islamic educational institutions must be able to do a planned and deliberate coaching and guiding in order to achieve integrated personality, the personality of Muslims, the totality of the physical, spiritual, and moral sense. This research uses the historical method. Type of data is qualitative and data collection techniques through interviews, documents, and literature. The results showed that the religious and scientific spirit of young villagers in Cisontrol Ciamis in 1983-1989 cannot be separated from the great role of MDA. The emergence of religious and scientific spirit is due to the fact that MDA’s profile is full of simplicity but keep a lot of achievements, the role of MDA gives spirit of strugle and uphold of Islamic teachings, as well as MDA’s fostering patterns give noticiable benefits

Donald Trump’s Muslim Banning in Two Mic’s Articles: A Transitivity Analysis

Rifah, Rifah, Yatmikasari, Ika

Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam Vol 15, No 1 (2018): al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

AbstractMuslim banning issued by Donald Trump in his early presidency has become a controversial policy in US. It triggers various reaction both on the street and in the media. Mic of US is one of them that provide citizen’s opinion on the issue. This study aims at revealing the writers of two Mic articles’ view on Donald Trump and on the issue related to Muslim banning itself by means of transitivity analysis, one metafunction in Systemic Functional Grammar. It also observes the different view (if any) between the two articles on the person and the issue they discuss. The analysis on process types and circumstances of the clauses in both articles results in: the writer’s disagreement and dislike on Donald Trump and the policy in the article entitled Can Donald Trump ban all Muslims? Here’s what to know about his awful proposition; and the writer’s support on Donald Trump and the issue in the second article entitled Donald Trump Calls for “A Total and Complete Shutdown” of Muslims Entering the US.

UNSUR-UNSUR LINGUAL DALAM WACANA WIFIQ

Qosim, Muhammad Nanang

Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam Vol 13, No 01 (2016)
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini membahas tentang unsur-unsur lingual dalam struktur wacana wifiq. Wacana wifiq merupakan bagian dari ragam bahasa tulis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunkan deskriptif analisis dengan teknik pilah unsur dan teknik sigi. Sumber data menggunakan buku Al-Aufaq Karya Imam Al Ghazali. Hasil penelitian menunjukkan adanya unsur-unsur lingual dalam struktur wacana wifiq sebagai pembentukkan wacana wifiq, yaitu unsur huruf, unsur kata, unsur teks, unsur simbol, unsur gambar dan unsur angka.

PLOT DAN SUDUT PANDANG DALAM BINGKAI WACANA IDEOLOGIS: ANALISIS CHRONOTOPIC TERHADAP NOVEL KORUPSI KARYA TAHAR BEN JELLOUN MELALUI KERANGKA TEORI DIALOGIS M.M. BAKHTIN

Nurrachman, Dian

Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam Vol 13, No 02 (2016): Al-Tsaqafa
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Sastra merupakan sebuah rekreasi atau penciptaan kembali keseluruhan pengalaman hidup melalui sudut pandang sang pengarang. Frasa ‘keseluruhan hidup’ dapat dimaknai sebagai apapun; kehidupan sosial, politik, budaya, ekonomi, dan bahkan objek-objek dari dunia terdalam manusia, seperti kehidupan emosi, pikiran dan perasaaan. Sebagai salah genre sastra dan merupakan bagian dari prosa fiksi naratif, novel juga berusaha untuk merekreasi keseluruhan pengalaman hidup itu; ia berusaha untuk menjadi semacam rekaman dari segala apapun yang hadir dan teralami oleh pengarang. Akan tetapi, senyatanya sebuah novel tidak pula hanya merupakan sebuah rekaman belaka, ia hadir di tengah-tengah kehidupan manusia  sebagai potret yang jujur dalam hubungannya dengan prinsip-prinsip kemanusiaan: kebebasan dan keadilan (amr ma’ruf) dan kritik sosial, budaya, politik dan ideologi (nahy munkar). Tulisan ini mencoba masuk pada tataran ideologis dari potret kemanusiaan tersebut  yang terepresentasikan dengan baik dalam novel Korupsi karya Tahar Ben Jelloun. Melalui fakta tekstual plot dan sudut pandang dalam bingkai chronotopic (satuan ruang dan waktu), tulisan ini diharapkan bisa membuktikan bahwa struktur teks akan selalu berhubungan dengan konteks, di mana sumber pengalaman ditransformasikan ke dalam fakta-fakta cerita secara ideologis.

Page 1 of 4 | Total Record : 36