cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Indonesian Journal of Sociology and Education Policy
ISSN : 25033336     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Indonesian Journal of Sociology and Education Policy (IJSEP) menerbitkan artikel analisis secara teoritis yang berhubungan dengan kajian sosiologi dan kebijakan pendidikan. Jurnal IJSEP diterbitkan oleh Laboratoium Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Jakarta yang terbit 2 kali dalam setahun. Redaksi berharap bahwa jurnal ini menjadi media informasi dan komunikasi dalam pengembangan ilmu sosiologi dan juga kebijakan pendidikan di Indonesia. Redaksi IJSEP mengundang para sosiolog, peminat sosiologi, pengamat dan peneliti di bidang kebijakan pendidikan, dan para mahasiswa untuk berdiskusi dan menulis melalui jurnal ini.
Arjuna Subject : -
Articles 18 Documents
Dalam Pelukan Massa: Pandangan Alamiah Massa dan Kuasa dalam Elias Canetti Robet, Robertus
Indonesian Journal of Sociology and Education Policy Vol 1 No 1 (2016): Indonesian Journal of Sociology and Education Policy
Publisher : Laboratorium Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.676 KB) | DOI: 10.21009/10.21009/ijsep.011.01

Abstract

Pandangan konvensional menempatkan massa sebagai produk elit. Massa sering dipandang sebagai gejala irasional dan non-intelektual serta diposisikan sebagai instrumental dari kekuasaan. Dengan itu dimensi otonom dari massa kurang dipahami. Elias Canetti memberikan pendasaran yang sama sekali berbeda dengan pandangan konvensional, menurutnya massa merupakan gejala alamiah yang justru menunjukkan tumbuhnya vitalitas manusia. Di dalam massa manusia membalikan ketakutan akan yang tak dikenali. Massa dengan itu juga berbeda dengan kuasa. Kuasa bekerja dengan memelihara jarak dan ketakutan, sementara massa justru memupus jarak dan memberikan kebebasan.
Media Sosial Sebagai Agen Sosialisasi Politik Pada Kaum Muda Octafitria, Yovita
Indonesian Journal of Sociology and Education Policy Vol 1 No 1 (2016): Indonesian Journal of Sociology and Education Policy
Publisher : Laboratorium Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.026 KB) | DOI: 10.21009/10.21009/ijsep.011.02

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan peran media sosial sebagai agen sosialisasi politik baru pada kaum muda. Penelitian sebelumnya menyebutkan agen sosialisasi politik seperti keluarga, institusi pendidikan, media massa, dan lembaga pemerintah sudah tidak diminati oleh kaum muda. Konten dan cara penyampaian dari agen sosialisasi tersebut tidak mampu membuat kaum muda menaruh perhatian pada apa yang disampaikan. Tulisan ini menjelaskan bagaimana media sosial mampu menjadi agen sosialisasi politik yang baru bagi kaum muda. Konten dan pendekatan yang dilakukan melalui media sosial dirasa lebih sesuai dengan kondisi kaum muda saat ini, sehingga mereka menggunakan media sosial sebagai sumber informasi yang berkaitan dengan politik. Salah satunya, ketika pemilu (pemilihan umum) 2014 berlangsung, kaum muda yang menjadi pemilih pemula tersebut menjadikan media sosial sebagai referensi utama atau agen sosialisai politik. Selain itu, kaum muda juga lebih aktif dalam berpartisipasi politik melalui media sosial. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini mewawancarai enam orang kaum muda.
Analisis Trust dalam Penggunaan E-Money sebagai Teknologi Konsumsi: Studi Mengenai Pengguna E-Money Kelas Menengah-Atas dan Menengah- Bawah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia Maulinda, Dea Gadis
Indonesian Journal of Sociology and Education Policy Vol 1 No 1 (2016): Indonesian Journal of Sociology and Education Policy
Publisher : Laboratorium Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.735 KB) | DOI: 10.21009/10.21009/ijsep.011.04

Abstract

Kebijakan untuk menjadikan e-money sebagai alat pembayaran non tunai di Indonesia sudah dicanangkan sejak tahun 2004 dan jumlah pengguna e-money mengalami peningkatan hingga tahun 2015. Artikel ini berupaya untuk melengkapi studi sebelumnya bahwa pentingnya dimensi trust untuk memaknai sejauh mana kepercayaan pengguna dalam melihat e-money sebagai sebuah teknologi dalam perubahan sosial serta perbedaannya antara masyarakat kelas menengah-atas dan menengah-bawah. Argumen dari artikel ini adalah pentingnya trust dalam memaknai penggunaan e-money. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan data primer berupa wawancara mendalam kepada beberapa informan terkait, yaitu mahasiswa FISIP UI. Kesimpulan dalam artikel ini adalah terdapat perbedaan antara masyarakat kelas menengah-atas dan menengah-bawah dalam memaknai trust penggunaan e-money. Data terkait perubahan sosial dengan adanya inovasi teknologi e-money menunjukkan perubahan sosial kultural dan trust yang dimiliki oleh masyarakat adalah rational trust dengan memperhatikan cost-benefit.
Peran Positif Tengkulak dalam Pemasaran Buah Manggis Petani: Studi Jaringan Sosial Tengkulak di Desa Karacak, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor Azizah, Erfrida Nurul
Indonesian Journal of Sociology and Education Policy Vol 1 No 1 (2016): Indonesian Journal of Sociology and Education Policy
Publisher : Laboratorium Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.387 KB) | DOI: 10.21009/10.21009/ijsep.011.05

Abstract

Penelitian ini bertujuan melihat peran positif keberadaan tengkulak (pemilik modal) dalam pemasaran pertanian melalui perspektif jaringan sosial. Tengkulak memiliki jaringan sosial yang luas. Jaringan sosial tersebut ia gunakan sebagai bahan dasar dari pertukaran ekonomi. Dalam kasus ini yaitu tengkulak memasarkan buah manggis kepada jejaring yang ia miliki. Selain itu, keberadaan tengkulak juga dapat membantu petani dengan peran positif yang ia miliki. Berdasarkan temuan penelitian yaitu melalui jaringan sosial yang luas dan tak terbatas, tengkulak dapat dengan mudah memasarkan buah manggis kepada para pembeli. Tengkulak memiliki kelekatan relasional dengan petani dan pembeli. Tengkulak juga menduduki posisi strategis sebagai lubang struktural karena menghubungkan antara petani dengan pembeli, sehingga dapat memberikan keuntungan yang besar bagi diri sendiri dan banyak pihak. Tengkulak di Desa Karacak juga memiliki peran positif sebagai pengumpul, pembeli, penghubung dan pemasar. Tengkulak yang memiliki peran positif yaitu tengkulak yang tidak memiliki peran sebagai kreditor/pemilik modal serta tidak bersifat ekploitatif terhadap petani. Penelitian ini dilakukan di Desa Karacak, Kecamatan Leuwiliang, Bogor. Teknik pengambilan data yang digunakan yaitu wawancara mendalam dan observasi. Informan dalam penelitian ini berjumlah enam orang. Informan diperoleh melalui teknik snowball.
Kata Pengantar: Kekacauan dan Keteraturan Sosial Atas Keberagaman Beragama *, Syaifudin
Indonesian Journal of Sociology and Education Policy Vol 2 No 1 (2017): Indonesian Journal of Sociology and Education Policy
Publisher : Laboratorium Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.102 KB) | DOI: 10.21009/10.21009/ijsep.021.00

Abstract

Kata Pengantar  
Praktik Pembelajaran Tematik di Sekolah Dasar Dengan Pendekatan Sosiologi Devi Septiandini, Rusfadia Saktiyanti Jahja
Indonesian Journal of Sociology and Education Policy Vol 2 No 1 (2017): Indonesian Journal of Sociology and Education Policy
Publisher : Laboratorium Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.753 KB) | DOI: 10.21009/10.21009/ijsep.021.01

Abstract

The aim of this study explaining about application of thematic learning in primary schools and to what extent it can increase students' motivation. Results  of studies conducted show that, although it turns out the rules of the mandatory use is conducted a thematic integrated learning model compulsory for all schools, but not all schools do it. The reason why schools do not want to implement it because considering the difficulties to set up the learning media. furthermore, the system of assessment and evaluation system provided is still not integrated also. Teachers still using separated learning. There has been no comprehensive training on the implementation of this thematic models, moreover the facilities and infrastructure that do not support the learning process.
The Role of Network for Alternative School: The Ways Indonesians CSOs Manage Networking to Support Their Agenda on Education Abdi Rahmat, Umar Baihaqki
Indonesian Journal of Sociology and Education Policy Vol 2 No 1 (2017): Indonesian Journal of Sociology and Education Policy
Publisher : Laboratorium Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.821 KB) | DOI: 10.21009/10.21009/ijsep.021.02

Abstract

This article discussed the role of civil society organization networks to their educational agenda. Several member of civil society formed voluntary based organization to organized informal schooling institute on that is commonly known as sekolah alternatif or alternative school. This school is a community based institution that aims at delivering education service for underprivileged children. Four CSOs were chosen as case studies to learn how they maintained their networks to mobilize resources for the alternative school. The networks were classified into two, namely internal networks based on voluntarism value, and external networks that maintained to provide additional resources as means to improve the learning services. The network dynamics indicated that both the individual social capital and the institutional social capital contributeed to the breadth of network.
Proxemics Dalam Ruang Publik Perkotaan: Studi Mode Choice Pada Masyarakat Penglaju Jabodetabek Ilyas, Ahmad
Indonesian Journal of Sociology and Education Policy Vol 2 No 1 (2017): Indonesian Journal of Sociology and Education Policy
Publisher : Laboratorium Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.56 KB) | DOI: 10.21009/10.21009/10.21009/ijsep.021.03

Abstract

Tulisan ini berusaha menjelaskan mode choice pada komunitas penglaju Jabodetabek melalui teori proxemics oleh Hall (1966). Tulisan Thomas (2009) menyimpulkan bahwa sikap terhadap proxemics merupakan salah satu variabel yang mempengaruhi kenyamanan individu dalam menggunakan mode transportasi publik, akan tetapi, tulisan tersebut tidak menyimpulkan suatu hubungan antara sikap terhadap proxemics dengan mode choice. Dengan metode kuantitatif, penelitian ini melihat bagaimana sikap terhadap proxemics behaviour individu (dilihat melalui tiga dimensi : kinesthetic, touch code, dan visual code) dapat berkaitan dengan proses pemilihan mode transportasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proxemics behaviour responden pada umumnya mengonfirmasi teori Hall (1966). Namun, tidak ada signifikansi hubungan antara proxemics behaviour dan mode choice karena responden pada umumnya lebih mementingkan waktu tempuh ketimbang kenyamanan pribadi dalam berkendara.
Gotong Royong Sebagai Tindakan Kolektif: Studi Pada Beberapa SMP di Kota Denpasar Ihya Ulumuddin, Anggoro Yudo Mahendro
Indonesian Journal of Sociology and Education Policy Vol 2 No 1 (2017): Indonesian Journal of Sociology and Education Policy
Publisher : Laboratorium Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.554 KB) | DOI: 10.21009/10.21009/10.21009/ijsep.021.04

Abstract

Penelitian ini menggunakan kerangka konsep tindakan kolektif (Ahn dan Ostrom, 2008) untuk melihat gotong royong di sekolah menengah di Kota Denpasar. Melalui pendekatan tindakan kolekti, diketahui bahwa selain modal sosial (dasar kepercayaan, jaringan, dan institusi) gotong royong juga terkait dengan hubungan timbal balik antar actor. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, beberapa kepala sekolah, guru, siswa, dan informan di luar sekolah diwawancarai dalam pengumpulan data. Hasil penelitian ini yang melihat gotong royong sebagai tindakan kolektif dipicu oleh actor (trustee) yang memiliki modal sosial untuk mempengaruhi (entrust) truster. Namun, kesinambungan tindakan kolektif juga tergantung sejauh mana trusee konsisten untuk mengembangkan tindakan kolektif yang dipeloporinya.
Hubungan Pengorganisasian dan Komponen Program Terhadap Tingkat Partisipasi KSM di Dalam PNPM Mandiri Perkotaan Sutrisno, Budi
Indonesian Journal of Sociology and Education Policy Vol 2 No 1 (2017): Indonesian Journal of Sociology and Education Policy
Publisher : Laboratorium Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.503 KB) | DOI: 10.21009/10.21009/10.21009/ijsep.021.05

Abstract

Artikel ini membahas mengenai partisipasi relawan didalam PNPM Mandiri Perkotaan. Partisipasi merupakan konsep sentral didalam pemberdayaan masyarakat yang dipandang sebagai proses dan tujuan (as means to ends). Tinggi rendahnya partisipasi masyarakat didalam pemberdayaan berimplikasi terhadap demokrasi dan implementasi HAM didalam program. Berdasarkan kajian literatur dan pemetaan teoretis diduga terdapat empat variabel dependen yang berhubungan dengan variabel independen tingkat partisipasi relawan didalam PNPM Mandiri Perkotaan. Keempat variabel dependen tersebut antara lain : Gaya Kepemimpinan Partisipatif KSM (X1), Peningkatan Kapasitas KSM (X2), Pendampingan KSM oleh Fasilitator (X3) dan Alokasi Pendanaan KSM (X4).  

Page 1 of 2 | Total Record : 18