cover
Contact Name
Zawiyah:Jurnal Pemikiran Islam
Contact Email
zawiyahkendari@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
zawiyahkendari@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam
ISSN : 24776149     EISSN : 2597955X     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Zawiyah: Journal of Islamic Thought published by the Postgraduate of IAIN Kendari includes textual studies and field work with various perspectives on education, law, philosophy, history, theology, political science, and more. This journal serves as a scientific forum for lecturers, researchers and other communities, this journal invites scholars and researchers outside the Institute to contribute the result of their studies and researches in the areas related to Islam and muslim society. Indonesian scholars can enrich studies through articles published in journals. Articles written in Indonesian have abstracts in English and with fair procedures for peer-review, Zawiyah publish research and studies relating to Islamic studies with various dimensions and approaches. Zawiyah: Journal of Islamic Thought is published twice a year, each issue focuses on the investigation of academics through comprehensive observations of Islamic Studies. This journal, serves as a forum for studying Islam in Indonesia and other parts of the world in local and global contexts. Therefore, researchers, writers, and readers from various scientific backgrounds have interacted scientifically
Arjuna Subject : -
Articles 59 Documents
FAKTOR SOSIOKULTURAL DALAM PEMAKAIAN BAHASA Fauziah, Sitti
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 1, No 1 (2015): Desember 2015
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1355.993 KB)

Abstract

Bahasa sebagai sarana pengembangan kebudayaan mengandung makna bahwabahasa berperan sebagai alat atau sarana kebudayaan, untuk mengembangkan kebudayaanitu sendiri. Kebudayaan Indonesia dikembangkan melalui bahasa Indonesia. Khazanahkebudayaan Indonesia dijelaskan dan disebarkan melalui bahasa Indonesia, sebabpenerimaan kebudayaan hanya bisa terwujud apabila kebudayaan itu dimengerti, dipahamidan dijunjung masyarakat itu sendiri. Sarana untuk memahami kebudayaan adalah bahasa.        Hubungan budaya dengan bahasa merupakan hubungan yang berlanjut secara terus-menerus.Struktur sosial menimbulkan ragam struktur bahasa atau ragam linguistik tertentuterutama dalam berperilaku.Perilaku tersebut pada gilirannya menghasilkan kembalistruktur sosial yang baru. Hal ini akan berlanjut seperti lingkaran; pola sosial tertentu akanmenghasilkan pola linguistik tertentu yang pada gilirannya menghasilkan kembali polasosial dan seterusnya.        Stratifikasi sosial dalam suatu masyarakat menimbulkan ragam bahasa, danselanjutnya ragam bahasa memperkokoh stratifikasi sosial.Di Inggris anak-anak yangberasal dari orang tua yang berstatus pekerja di pabrik tidak diperkenankan masukuniversitas. Hal seperti ini juga kita temui di Indonesia walau tidak setragis di Inggris,misalnya kata ndalem dalam bahasa Jawa. Kata ini digunakan apabila lawan berbicaralebih tinggi kedudukannya.Kata Kunci: Sosiokultural, Pemakaian Bahasa
RELEVANSI PSIKOLOGI LINTAS AGAMA DAN BUDAYA DALAM MENANGGAPI PERSOALAN BANGSA Andriyani, Isnanita Noviya
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 3, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.594 KB)

Abstract

Pergantian zaman ditandai dengan bergantinya masa dan kesadaran tentangkemanusiaan. Teknologi informasi, komunikasi dan transformasi telah mendorong terjadinya mobilisasi yang membuka sekat-sekat sosial seperti ras, keagamaan, etnisitas dan sekat primordialisme lainnya. Seiring dengan modernisasi dan globalisasi yang berlangsung, dunia menjadi semakin menjadi plural dan multikultural dari segi agama, ras, etnisitas, bahasa danbudaya. Tidak dapat dipungkiri bahwa munculnya persoalan minoritas dan mayoritas, tantangan untuk mencari identitas baru adalah bagaimana agama mengambil peran dalam hal ini, baik dalam proses understanding, interpreting maupun explaining, sehingga dapat mewujudkan kedamaian yang merupakan kebutuhan manusiawi dalam hal politik, ekonomi, agama maupun budaya. Melalui pemahaman psikologi lintas-agama dan budaya dapat didiskusikan sehingga memunculkan beberapa alternatif yang aplikatif dalam kehidupan.Kata kunci: Psikologi, Lintas Agama dan Budaya, Pendidikan Islam
MANAJEMEN MULTIKULTURALISME DALAM ISLAM (Konsep Islam dalam Mengelola Keragaman dan Paham Keberagaman) Basri, Hasan
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 1, No 1 (2015): Desember 2015
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.18 KB)

Abstract

AbstrakArtikel ini mengkaji fenomena multikultur dan gagasan multikulturalisme yangberkembang di tengah masyarakat khususnya kaum muslimin. Sorotannya diarahkankepada peran Negara dalam Islam untuk mengelola keberadaannya.Islam memandang keragaman masyarakat sebagai suatu fenomena yang mutlakterjadi karena memang sengaja diciptakan oleh Allah (QS. al-Hujurât: 13). Justrukeragaman dalam seluruh aspeknya menjadi modal untuk terwujudkan kebaikan melaluisarana saling kenal. Namun, jika keragaman itu dibiarkan berjalan sendiri tanpa dikelola,atau dikelola tetapi dengan cara tidak benar, maka akan menghasilkan gesekan bahkankonflik yang berujung pada perang antarkelompok etnis, suku, atau agama. Inilah yangmasih marak terjadi dewasa ini dengan melihat kasus tawuran antarkampung atau desa,antarklub, antarpelajar, dan antarpemeluk agama. Bahkan antara sesama dalam suatu kulturatau agama yang sama. Fenomena ini tentu tidak bijak jika dijadikan alasan membenarkanumat Islam untuk mengambil gagasan multikulturalisme sebagai solusi dengan anggapanbahwa Islam adalah agama yang sangat akomodatif. Karena akomodasi Islam terhadapsemua yang datang dari luar Islam hanya berlaku pada aspek yang tidak menyentuhpemikiran, paham, dan sistem yang digunakan untuk mengatur kehidupan. Islam hanyawelcometerhadap seluruh produk budaya manusia yang terkategori benda-benda hasil sainsdan teknologi serta uslûb (teknis, administratif) untuk pelaksanaan suatu kegiatan darisebuah ajaran Islam yang masih dalam cakupan dalil-dalil umum yang tidak terdapat dalilkhusus yang men-takhsîsh keumumannya.Terkait multikulturalisme, Islam memiliki seperangkat aturan yang tegas, yaknimembolehkan mengkajinya pada level pendidikan tinggi, bukan untuk diambil danditerapkan, melainkan sebagai kajian akademik, hanya untuk diketahui dan didalamisebagai bahan perbandingan. Ketika terdapat seorang atau kelompok yangmenyebarluaskannya, Islam memberikan kewenangan kepada Negara untuk melakukanlangkah-langkah edukasi dan eksekusi. Namun, hal itu hanya memungkinkan untukterwujud dengan sempurna jika seluruh aspek ajaran Islam terlaksana dengan sempurnapula. Kehadiran sistem Islam yang sempurna itu akan terlihat jelas ketika akidah Islamdijadikan dasar dan syariat Islam dijadikan konstitusi Negara secara menyeluruh dankonsisten.Kata Kunci: Keragaman, multikulturalisme, peradaban, sistem Islam.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INDEX CARD MATCH DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS Vb PADA MATA PELAJARAN IPA DI SDN 1 TALAGA BESAR KEC. TALAGA RAYA KAB. BUTON TENGAH Arifin2, Jumarddin La Fua1, Zuhari1,
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 3, No 1 (2017): Juli 2017
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.234 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya hasil belajar mata pelajaran IPA di SDN I Talaga Besar kecamatan Talaga Raya Kabupaten Buton Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) melalui penerapan model pembelajaran Index Card Match yang dilakukan sebanyak dua siklus pada siswa kelas Vb (27 siswa). instrumen yang digunakan wawancara, dokumentasi, lembar observasi guru dan siswa, lembar kerja siswa. Faktor yang diselidiki adalah hasil belajar siswa, aktivitas guru dan siswa. Prosedur penelitian ini dimulai dari perencanaan, observasi, tindakan evaluasi, analisis dan refleksi.Hasil penelitian sebelum penerapan model pembelajaran Index Card Match pada mata pelajaran IPA diperoleh siswa yang tuntas belajar mencapai 17 siswa sedangkan siswa yang tidak tuntas sebanyak 10 siswa dengan presentase keberhasilan 55,55%. Setelah kegiatan pembelajaran pada siklus I menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar, siswa yang tuntasbelajar mencapai 18 siswa sedangkan siswa yang tidak tuntas belajar mencapai 9 siswa dengan presentase 66,66%. Pada siklus I belum mencapai indikator keberhasilan 75%. Pada siklus II menunjukkan jumlah siswa yang tuntas belajar mencapai 21 siswa, sedangkan yang tidak tuntas hanya 9 siswa dengan presentase keberhasilan 77,77%. Peningkatan hasil belajar siswa kelas Vb pada mata pelajaran IPA melalui penerapan model pembelajaran Index CardMatch dari pra siklus sampai tindakan siklus II mencapai 9,16%.Kata Kunci: Index Card Match, pelajaran IPA, hasil belajar
TOLERANSI ISLAM DAN KRISTEN DI KABUPATEN SOPPENG TAHUN 1950-2007 Musyarif, Musyarif
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 4, No 1 (2018): Juli 2018
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.039 KB)

Abstract

Terciptanya toleransi Islam dan Kristen di Kabupaten Soppeng adanya sikap antara umat Islam dan Kristen. adanya nilai-nilai budaya yang berkembang dalam masyarakat yang saling menghargai perbedaan,  idealisme toleransi di hati generasi muda akan tetap Eksis walau kasus intoleran semakin membulak.  saling menghormati antara satu dengan yang lainnya. Hal ini tidak terlepas dari kearifan lokal di antaranya; ati Mapaccing (bawaan hati yang baik), Amaredekangeng (demokrasi), Assimellereng (kesetiakawanan sosial), Mappasitinajah (Kepatutan) dan bentuk toleransi antara umat beragama dalam masyarakat Kabupaten Soppeng meliputi: fase sebelum kemerdekaan. Rakyat kerajaan Soppeng dengan tangan terbuka menerima kedatangan pemerintah kolonial Belanda yang membawa salah satu misi untuk menyebarluaskan ajaran Kristen walaupun pada umumnya masyarakat menganut ajaran Islam.; fase setelah kemerdekaan dapat ditinjau dari dua dekade yakni pada masa orde Lama dan orde Baru. Sikap saling menghormati antara sesama sehingga sikap toleransi dapat terwujud antar umat beragama, dengan berlapang dada menghormati keyakinan mereka, sehingga membawa kepada kehidupan yang damai, harmonis dan sentosa, Untuk itu dianjurkan untuk bersikap lemah lembut pada sesama baik yang beragama Islam maupun yang beragama Nasrani atau lainnya
PROBLEMATIKA TEKNOLOGI INFORMASI SEBAGAI MEDIA DALAM PEMBELAJARAN PADA LEMBAGA PENDIDIKAN TINGGI DI IAIN KENDARI Lestari, Ambar Sri
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 3, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.196 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Sumber data primer adalah kepala pusat teknologi informasi dan pangkalan data, mahasiswa sebagai pengguna. Teknik analisis data melalui reduksi data, display data dan verifikasi data. Hasil penelitian menjelaskan bahwa problematika teknologi informasi sebagai media dalam pembelajaran dapat dilihat dari 5 WH, yaitu: 1) Who yaitupengguna dari pembelajaran e-learning adalah dosen dan mahasiswa; 2) Why yaitu keterlaksanaan pembelajaran e-learning yang telah disediakan pada https://elearning.iainkendari.ac.id/.; 3) Where yaitu penggunaan pembelajaran e-learning hanya dilakukan pada lingkup IAIN Kendari; 4) When yaitu pembelajaran e-learning dilaksanakan selama proses belajar mengajar pada setiap semester; 5) What yaitu dasar pembelajaran e-learning mengacu pada Model Pembelajaran Pendidikan Jarak Jauh di Perguruan Tinggi diantaranya SK Mendiknas No. 107/U/2001, UU Sisdiknas No. 20/2003, PP 17/2010, dan juga PP 66/2010; serta 6) How yaitu bagaimana pembelajaran itu dilaksanakan sebagaimana diatur pada Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2013, bahwa pada satuan pendidikan pembelajaran diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa,kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.Katakunci: Problematika, Teknologi Informasi, Media, Pembelajaran
PENDIDIKAN MULTIKULTURAL: UPAYA MEMAKNAI KERAGAMAN BAHASA DI INDONESIA Wahyuni, Imelda
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 1, No 1 (2015): Desember 2015
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1149.872 KB)

Abstract

Sistem pendidikan di Indonesia membutuhkan model pendidikan multikultural bagimasyarakat multikultural, yaitu Indonesia yang memiliki keragaman budaya. Pemerintahtelah melakukan usaha dalam mensosialisasikan konsep pendidikan multikultural sebelumditerapkan sebagai model refresentatif dan relevan pada setiap jenjang pendidikan, namunpada tatanan pemaknaan masih perlu mengkondisikan situasi keragaman dalam realitaskehidupan masyarakat agar dapat menjadi tombak keberhasilan dalam pendidikan tersebut.Salah satu bentuk keragaman itu adalah bahasa daerah yang tersebar di seluruh pelosoknusantara. Tulisan ini menemukan bahwa pembiasaan sejak dini dalam menerimaperbedaan dapat diwujudkan dalam memaknai keragaman bahasa di Indonesia, dan BahasaIndonesia sebagai bahasa persatuan yang dapat merangkul keragaman, khususnya dalampelaksanaan pendidikan berbasis multikultural.
ISLAM, KONTRASEPSI DAN KELUARGA SEJAHTERA Halimang, Siti
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 3, No 1 (2017): Juli 2017
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.297 KB)

Abstract

Islam sebagai agama wahyu dapat menyelamatkan dan menyejahterakanpenganutnya di dunia dan diakhirat, hubungannya dengan alat kontrasepsi sebagai sebuah alat yang bertujuan untuk tidak terjadi kehamilan saat berhubungan intim. bentuk-bentuk kontrasepsi yakni Pil KB, Suntik KB, Spiral, Kondom, susuk, pada umumnya berfungsi untuk mengendalikan pertumbuhan jumlah penduduk juga menunjukkan jarak waktu yang diperlukan antara kelahiran seorang anak dengan kelahiran berikutnya. Islam menganjurkanpenjarangan kelahiran anak demi kepentingan kesehatan anak yang lebih baik, memulihkan kesehatan ibu agar memperoleh kembali komponen tenaga yang vital, yang telah dikuras selama mengandung dan melahirkan anak, sehingga dapat tumbuh dengan sempurna. keluarga sejahtera memiliki kriteria tertentu antara lain, Dibentuk atas dasar perkawinan yang sah, pasangan suami istri mampu memenuhi kebutuhan hidup material dan spiritual yanglayak. Keluarga berfungsi sebagai fungsi keagamaan, sosial, budaya, cinta kasih, melindungi, reproduksi, sosialisasi, pendidikan, ekonomi dan pembinaan lingkungan.Kata Kunci: Islam, kontrasepsi, keluarga sejahtera
DETERMINASI WPRLDVIEW KEILMUAN DAN DAMAINYA SAINS-AGAMA Try Andreas Putra, Aris
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 2, No 1 (2016): Desember 2016
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini akanmengelaborasi secara konseptual berdasarkan hasil kajian literature tentang determinasi worldview keilmuan dan damainya sains-agama. Worldview merupakan pemahaman seseorang atau masyarakat terhadap fenomena yang empiris maupun non-empiris, dimana pandangan ini dipengaruhi oleh faktor internal maupun faktor eksternal; baik keturunan, faktor pendidikan, kondisi sosial budaya, agama dan lain sebagainya. Worldview sebagai dasar bagi setiap sikap dan perilaku seseorang, termasuk kegiatan ilmiah.Setiap kegiatan seseorang terrefleksi dari pandangan hidupnya (worldview) tersebut.Proses pembentukan pandangan hidup sejalan dengan proses pembentukan elemen-elemen pokok yang merupakan bagian dari struktur pandangan hidup itu. Struktur worldview hampir serupa dengan elemen worldview dan terdapat sedikitnya lima bagian penting yaitu: struktur atau konsep 1) tentang kehidupan, 2) tentang dunia, 3) tentang pengetahuan 4) tentang nilai dan 5) tentang manusia. Worldview (pandangan hidup/pandangan alam) adalah pemahaman seorang terhadap konsep-konsep pokok tertentu. Pemahaman setiap manusia akan mempengaruhi perilakunya. Cara pandang, sikap, dan perilaku seorang manusia ditentukan, bagaimana ia memahami suatu objek yang diinderanya. Antar ilmuwan satu dengan lainnya, yang memiliki pandangan hidup bebeda  akan menghasilkan kesimpulan berbeda tentang satu fenomena. Pandangan hidup yang memiliki dimensi kepercayaan pada Tuhan, contohnya, tentu akan menerima pengetahuan non-empiris. Sebaliknya pandangan hidup yang mengingkari eksistensi Tuhan akan meniadakan pengetahuan non-empiris dan pengetahuan spiritual lainnya. Demikianlah perdebatan antara worldview sampai pada pembahasan konflik dan damainya sains dan agama.
ISLAM DAN NEGARA MODERN: IJTIHAD PEMIKIRAN POLITIK SOEKARNO TENTANG HUBUNGAN AGAMA DAN NEGARA PANCASILA Budiarti, Budiarti
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 4, No 1 (2018): Juli 2018
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.301 KB)

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mengeksplorasi ijtihad pemikiran politik Soekarno tentang hubungan Islam dengan negara. Ijtihad pemikiran Politik  Soekarno tentang Islam dan negara modern bahwa Islam sebagai agama hendaknya menjadi landasan moralitas dan etika masyarakat. Upaya menyatukan agama Islam dengan negara akan mengakibatkan kemandekan dan menjadikan degradasi agama Islam sebagai suatu agama yang suci. Gagasan keagamaan keislaman Soekarno mempunyai kecenderungan melalui pendekatan rasionalitas akal, hal ini dapat dilihat dari pemikirannya tentang persoalan ketuhanan dan hubungan Islam dengan negara. Negara harus dikelola dalam era modern dan demokratis secara bebas berdasarkan nalar publik dan membangun jiwa nasionalisme yang senantiasa bersikap tegas terhadap kolonialisme dan imperialisme agar rakyat tidak terpuruk dan tertindas. Bahwa pengkajian tentang pemikiran relasi agama (Islam) dan negara di era modern sangat signifikan untuk dikaji lebih mendalam dalam rangka merumuskan lebih lanjut tentang relasi Islam dengan negara dalam konteks Negara Republik Indonesia dengan berbasis pada dasar negara yang telah diletakkan oleh para pendiri bangsa dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang menjadikan nilai-nilai agama sebagai basis dan dasar dalam penyelenggaraan kekuasaan pemerintahan negara dengan berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa.