cover
Filter by Year
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam
Published by IAIN Kendari
Zawiyah: Journal of Islamic Thought published by the Postgraduate of IAIN Kendari includes textual studies and field work with various perspectives on education, law, philosophy, history, theology, political science, and more. This journal serves as a scientific forum for lecturers, researchers and other communities, this journal invites scholars and researchers outside the Institute to contribute the result of their studies and researches in the areas related to Islam and muslim society. Indonesian scholars can enrich studies through articles published in journals. Articles written in Indonesian have abstracts in English and with fair procedures for peer-review, Zawiyah publish research and studies relating to Islamic studies with various dimensions and approaches. Zawiyah: Journal of Islamic Thought is published twice a year, each issue focuses on the investigation of academics through comprehensive observations of Islamic Studies. This journal, serves as a forum for studying Islam in Indonesia and other parts of the world in local and global contexts. Therefore, researchers, writers, and readers from various scientific backgrounds have interacted scientifically
Articles
49
Articles
TOLERANSI ISLAM DAN KRISTEN DI KABUPATEN SOPPENG TAHUN 1950-2007

Musyarif, Musyarif

Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 4, No 1 (2018): Juli 2018
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Terciptanya toleransi Islam dan Kristen di Kabupaten Soppeng adanya sikap antara umat Islam dan Kristen. adanya nilai-nilai budaya yang berkembang dalam masyarakat yang saling menghargai perbedaan,  idealisme toleransi di hati generasi muda akan tetap Eksis walau kasus intoleran semakin membulak.  saling menghormati antara satu dengan yang lainnya. Hal ini tidak terlepas dari kearifan lokal di antaranya; ati Mapaccing (bawaan hati yang baik), Amaredekangeng (demokrasi), Assimellereng (kesetiakawanan sosial), Mappasitinajah (Kepatutan) dan bentuk toleransi antara umat beragama dalam masyarakat Kabupaten Soppeng meliputi: fase sebelum kemerdekaan. Rakyat kerajaan Soppeng dengan tangan terbuka menerima kedatangan pemerintah kolonial Belanda yang membawa salah satu misi untuk menyebarluaskan ajaran Kristen walaupun pada umumnya masyarakat menganut ajaran Islam.; fase setelah kemerdekaan dapat ditinjau dari dua dekade yakni pada masa orde Lama dan orde Baru. Sikap saling menghormati antara sesama sehingga sikap toleransi dapat terwujud antar umat beragama, dengan berlapang dada menghormati keyakinan mereka, sehingga membawa kepada kehidupan yang damai, harmonis dan sentosa, Untuk itu dianjurkan untuk bersikap lemah lembut pada sesama baik yang beragama Islam maupun yang beragama Nasrani atau lainnya

ISLAM DAN NEGARA MODERN: IJTIHAD PEMIKIRAN POLITIK SOEKARNO TENTANG HUBUNGAN AGAMA DAN NEGARA PANCASILA

Budiarti, Budiarti

Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 4, No 1 (2018): Juli 2018
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mengeksplorasi ijtihad pemikiran politik Soekarno tentang hubungan Islam dengan negara. Ijtihad pemikiran Politik  Soekarno tentang Islam dan negara modern bahwa Islam sebagai agama hendaknya menjadi landasan moralitas dan etika masyarakat. Upaya menyatukan agama Islam dengan negara akan mengakibatkan kemandekan dan menjadikan degradasi agama Islam sebagai suatu agama yang suci. Gagasan keagamaan keislaman Soekarno mempunyai kecenderungan melalui pendekatan rasionalitas akal, hal ini dapat dilihat dari pemikirannya tentang persoalan ketuhanan dan hubungan Islam dengan negara. Negara harus dikelola dalam era modern dan demokratis secara bebas berdasarkan nalar publik dan membangun jiwa nasionalisme yang senantiasa bersikap tegas terhadap kolonialisme dan imperialisme agar rakyat tidak terpuruk dan tertindas. Bahwa pengkajian tentang pemikiran relasi agama (Islam) dan negara di era modern sangat signifikan untuk dikaji lebih mendalam dalam rangka merumuskan lebih lanjut tentang relasi Islam dengan negara dalam konteks Negara Republik Indonesia dengan berbasis pada dasar negara yang telah diletakkan oleh para pendiri bangsa dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang menjadikan nilai-nilai agama sebagai basis dan dasar dalam penyelenggaraan kekuasaan pemerintahan negara dengan berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa.

MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA (Studi Kasus di Madrasah pada Yayasan Ummushabri Kota Kendari)

Puteri, Sri Marlia

Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 4, No 1 (2018): Juli 2018
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Dalam penelitian ini penulis ingin mengungkapkan pelaksanaan manajemen sumber daya manusia di Madrasah Ummushabri Kendari. Masalah yang dikemukakan dalam penelitian ini meliputi: Proses rekrutmen dan seleksi sumber daya manusia di Madrasah Ummushabri Kota Kendari; Penempatan sumber daya manusia di Madrasah Ummushabri Kota Kendari. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan tekhnik analisis deskriptif. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan tekhnik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa proses rekrutmen Sumber DayaManusia dimulai dari tahapan perencanaan Sumber DayaManusia berupa analisis kebutuhan Sumber Daya Manusia. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan, pihak manajemen Yayasan membuka penerimaan dan melakukan seleksi. Seleksi dilaksanakan dalam empat tahapan meliputi verifikasi berkas, tes tertulis, tes wawancara, dan praktikum. Setelah tahapan seleksi selesai, maka selanjutnya adalah tahapan penempatan Sumber Daya Manusia, yaitu proses pendistribusian tenaga Sumber Daya Manusia pada satuan pendidikan sesuai dengan perencanaan Sumber Daya Manusia sebelumnya. Manajemen pengembangan mutu Sumber Daya Manusia di Lingkungan Yayasan Ummushabri Kendari dilaksanakan melalui berbagai bentuk kegiatan yang meliputi kegiatan supervisi yang dilakukan oleh kepala sekolah maupun oleh pengawas satuan pendidikan

KEKERASAN SISTEMIK PADA MASYARAKAT MODERN TINJAUAN FILSAFAT SLAVOJ ZIZEK

Indah, Astrid Veranita

Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 4, No 1 (2018): Juli 2018
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Slavoj Zizek adalah filsuf berkebangsaan Slovenia, disoroti oleh publik karena ide Zizek tentang adanya kekerasan sistemik dalam iklan-iklan kemanusiaan. Zizek menyebut jika iklan-iklan kemanusiaan terpasang dalam sebuah kedai kopi, dianggap sebagai salah satu alat kapitalisme dalam melancarkan produk mereka. Para konsumen diberikan iming-iming untuk ikut serta membantu saudara mereka yang terjebak dalam kondisi perekonomian lemah agar mendapatkan pendidikan, kesehatan bahkan akses air bersih yang cukup. Bantuan kemanusiaan dapat berupa dengan membeli produk tertentu atau dengan secara sukarela memberikan beberapa koin. Kekerasan sistemik adalah jenis kekerasan tidak terlihat secara kasat mata. Seolah-olah korban yaitu konsumen, menjadi bagian dari tindakan kemanusiaan. Korban tidak menyadari adanya sistem kapital yang menggunakan kemurahan hati sebagai alat legitimasi mereka

STUDI HADIS: ANALISIS TERHADAP PEMIKIRAN SCHACHT DAN AZAMI

Setyawan, Cahya Edi

Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 4, No 1 (2018): Juli 2018
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Perkembangan metodologi kritik otentititas Hadis pada abad ini sangat bervariasi. Keotentikan Hadis yang telah ditetapkan semenjak masa Khalifah masih saja diperdebatkan hingga saat ini. Hal ini dipengaruhi oleh perkembangan nalar berfikir para akademisi Hadis. Apalagi era ini, semakin berkembangnya kajian tentang study Islam Interdisipliner. Kolaborasi metodologi Barat digunakan untuk mengkritisi keotentikan Hadis. Walaupun kontroversi, namun hal ini memberikan new contribution dalam keilmuan hadis. Kritikan dan perdebatan tentang Keotentikan Hadis mengisi ruang kajian keilmuan yang agak vakum. Perdebatan Kaum Kiri dan Barat menjadi stimulus dalam pertumbuhan sebuah metodologi keilmuan Hadis.  Mereka saling beradu argument untuk memperoleh kebenaran yang mereka yakini. Ilmuan Barat dengan segala basis keilmuannya ingin membuka celah negative tentang keotentikan hadis. Hal ini menimbulkan kontraksi keyakinan para ilmuan islam untuk menetapkan keotentikan hadis dan menunjukkan bahwa apa yang telah pemikir barat lakukan adalah salah. Diluar kebenaran dan ketidak benaran dalam dunia akademisi dan keilmuan itu adalah bentuk subyektifitas. Hal ini kiranya perlu diketahui, agar menjadi perhatian pakar Hadis untuk menjadikan sebuah stimulus guna memperoleh esensi kesalehan Hadis dan agar tidak terjebak did alam kebenaran masing-masing, karena kebenaran haqiqi adalah milik Allah

MANAJEMEN KURIKULUM PONDOK PESANTREN SALAFIYAH DALAM PENYELENGGARAAN PROGRAM DAKWAH JAMAAH TABLIGH (Studi Kasus di Pesantren Kasyiful ‘Ulum Kendari )

Firmansyah, Angki

Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 4, No 1 (2018): Juli 2018
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Sejak tahun2009, Pondok Pesantren Salafiyah Kasyiful ‘Ulum Kendari mulai berdiri dan didalam kurikulum pesantrennya menyelenggarakan Program Dakwah metode Jamaah Tabligh.Masuknya program dakwah Jamaah Tabligh dalampembelajaranpesantren,secara tidaklangsung cukupberpengaruhdalam pengalokasian waktu ketika menyusun jadwal pembelajaran; antara pembelajaran dakwah dengan kajian kitab klasik. Keadaan ini tentu perlu untuk dikaji lebihjauh,agarke depanpadamasing-masing pesantrendapatmengelola kurikulumdengan selalu menjaga sinergitas antara kewajiban melaksanakan pembelajaran dakwahdengan kajian keagamaan berupa pengajian kitab;yaitubagaimana manajemenkurikulumdanusaha menata-kelola kurikulum padaPondokPesantrenSalafiyah Kasyiful Ulum.

MUSLIM DALAM PUSARAN PEMBAHARUAN ISLAM

Lestari, Ambar Sri

Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 4, No 1 (2018): Juli 2018
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Tantangan pembaharuan atau modernitas hari ini dilandasi oleh dua hal yaitu: modernisasi dalam bentuk pemurnian dan praktek-praktek keislaman dan kedua adalah modernisasi kelembagaan Islam. Kajian ini menggunakan pendekatan fenomenologis dimana merupakan sebuah pendekatan yang dipilih karena pengalaman-pengalaman yang dirasakan masyarakat dalam menghadapi gerakan perubahan sosial yang berujung pada terorisme dari ideologi ke aksi. Radikalisme sebagai aliran atau faham, muncul melalui proses pengenalan, penanaman, penghayatan, dan penguatan. Proses inilah yang disebut dengan radikalisasi. munculnya radikalisme berbasis agama sebagai salah satu residu dari kebebasan tanpa batas dimana system tatanan masyarakat kita tidak terkontrol secara baik sejak reformasi  baik secara ekonomi, budaya, politik termasuk juga dalam paham keagamaan sehingga perlu konsolidasi dalam pemahaman keagamaan yang berdampak pada radikalisme akibat perolehan sumber keagamaam yang tidak otoritatif  sehingga diperlukan adanya komitmen bersama. Dalam konteks identifikasi radikalisme agama perlu memberikan limitasi sehingga tidak membuka peluang komunitas yang phobia agama/Islam menjadi intoleran/radikal yang akan melahirkan resistensi  dan ini perlu didudukan secara proporsional, maka perlu adanya sikapnya yang positif dalam melihat pluralisme dan keleluasaan untuk mengambil hikmah (kebijaksanaan) sebagai pandangan modernis dengan pendekatan yang bersifat luwes, fleksibel dalam mengikuti perkembangan masyarakat.

PENERAPAN SIKAP TERHADAP PRESTASI BELAJAR BAHASA INDONESIA PADA SISWA MTsN I WAKATOBI

Raslimin, Wa Ode, Anhusadar, La Ode

Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 4, No 1 (2018): Juli 2018
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara tepat pengaruh penerapan sikap terhadap hasil belajar siswa MTsN I Wakatobi kelas VII A. Penelitian ini merupakan penelitian PTK. Rancangan  penelitian  ini  menggunakan  Penelitian  Tindakan  Kelas yang dilaksanakan secara lazim sesuai dengan prinsip Penelitian Tindakan Kelas  yaitu  meliputi  4  tahap:  perencanaan,  pelaksanaan,  observasi,  dan refleksi. Dalam penelitian ini, yang penulis jadikan sebagai subjek penelitian adalah  siswa  kelas VII A MTsN I Wakatobi Kabupaten Wakatobi   Tahun   Pelajaran   2017/2018 semester Genap,  yang berjumlah 34 orang. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan 3 metode, yaitu: mengadakan  tes atau evaluasi terhadap peserta didik melalui pre test dan post test untuk mengetahui kemampuan siswa dalam memahami konsep membaca dan menulis awal Bahasa Indonesia. Hasil yang diperoleh dari penelitian tindakan kelas yang dilakukan oleh penulis terhadap siswa kelas VII A MTsN I Wakatobi melalui penerapan sikap dalam pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas VII A, dapat diambil kesimpulan bahwa penerapan sikap dapat meningkatkan prestasi belajar Bahasa  Indonesia  pada  siswa  kelas  VII A MTsN I Wakatobi.

EPISTEMOLOGI IBNU RUSYD DALAM MEREKONSILIASI AGAMA DAN FILSAFAT (Ibn Rushds Epistemology in The Reconciliation of Religion and Philosophy)

Hamzah, Hamzah, Wa Muna, Wa Muna

Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 4, No 1 (2018): Juli 2018
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

In the history of Islamic thought, revelation and ratios are two issues that have become endless debates in relation to religion and philosophy. This problem raises two different views, namely the stronghold of thought which prioritizes revelation and overrides ratios, and the stronghold of thought which prioritizes ratios and denies revelation.The issue has become a polemic in religious and philosophical thinking, often causing victims to be subject to fierce opposition in the two extremes of opinion that differ in views. One proof of the fierce opposition between the two stronghold of thought is the kufr verdict given by Al-Gazali (1058-1111 AD) to Muslim philosophers, such as Al-Farabi (870-950 AD) and Ibn Sina (980-1037 AD). Even, Ibn Rushd (1126-1198 AD) himself had felt the punishment of exile and burning of philosophical books in his time. Therefore, Ibn Rushd sought to find a reconciliation point between revelation and ratio in relation to religion and philosophy. However, Ibn Rushd was not the first philosopher try to reconcile these two things, previously there were philosophers Al-Kindi (801-876 AD), Al-Farabi (870-950 AD), Al-Sijitsani (d. 1000 AD), Ibn Miskawaih (941-1030 AD), Ibn Sina (980-1037 AD) and Ibn Tufail (1110-1184 AD). Ibn Rushds effort in reconciling religion and philosophy was written  in his book entitled Fashl al-Maqal wa Taqrir ma Bain al-Hikmah wa al- Syari’ah min al-Ittishal. In the reconciliation effort, he used qiyas syari and ta’wil.

RELEVANSI PSIKOLOGI LINTAS AGAMA DAN BUDAYA DALAM MENANGGAPI PERSOALAN BANGSA

Andriyani, Isnanita Noviya

Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 3, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Pergantian zaman ditandai dengan bergantinya masa dan kesadaran tentangkemanusiaan. Teknologi informasi, komunikasi dan transformasi telah mendorong terjadinya mobilisasi yang membuka sekat-sekat sosial seperti ras, keagamaan, etnisitas dan sekat primordialisme lainnya. Seiring dengan modernisasi dan globalisasi yang berlangsung, dunia menjadi semakin menjadi plural dan multikultural dari segi agama, ras, etnisitas, bahasa danbudaya. Tidak dapat dipungkiri bahwa munculnya persoalan minoritas dan mayoritas, tantangan untuk mencari identitas baru adalah bagaimana agama mengambil peran dalam hal ini, baik dalam proses understanding, interpreting maupun explaining, sehingga dapat mewujudkan kedamaian yang merupakan kebutuhan manusiawi dalam hal politik, ekonomi, agama maupun budaya. Melalui pemahaman psikologi lintas-agama dan budaya dapat didiskusikan sehingga memunculkan beberapa alternatif yang aplikatif dalam kehidupan.Kata kunci: Psikologi, Lintas Agama dan Budaya, Pendidikan Islam