ENVIROSAN : Jurnal Teknik Lingkungan
Published by Universitas Kebangsaan
ISSN : 26219344     EISSN : 26219352
Jurnal Envirosan adalah open jurnal sistem yang diterbitkan oleh Prodi Teknik Lingkungan Universitas Kebangsaan Bandung. ENVIROSAN : Jurnal Teknik Lingkungan merupakan jurnal nasional yang ditujukan untuk studi dan inovasi teknik lingkungan bidang pengelolaan sumber daya air,air minum, air limbah, persampahan, kesehatan masyarakat, kesehatan lingkungan kerja, dan yang serumpun. Bidang kajian berupa hasil penelitian, artikel hasil gagasan konseptual, dan review hasil penelitian. Jurnal Envirosan terbit dua kali pada bulan Juni dan Desember setiap tanggal terakhir pada bulan terbitnya.
Articles
14
Articles
KINETIKA PENYISIHAN SENYAWA ORGANIK DALAM PENGOLAHAN LIMBAH DOMESTIK MENGGUNAKAN BIOREAKTOR TRICKLING FILTER

Febrion, Churchil, A., Sekarningtias

ENVIROSAN : Jurnal Teknik Lingkungan Vol 1, No 2 (2018): ENVIROSAN Desember 2018
Publisher : Universitas Kebangsaan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (690.593 KB)

Abstract

ABSTRAKLimbah domestik adalah limbah yang berasal dari dapur, kamar mandi, cucian, dan kotoran manusia. Sumber air limbah domestik yang diambil untuk penelitian yaitu limbah domestik dari IPAL Bojongsoang kota Bandung, di antaranya Bandung Tengah, Bandung Selatan dan Bandung Timur. Salah satu dengan mengunakan Trickling Filter Penelitian ini untuk mengetahui efisiensi dan kinetika reaksi trickling filter dengan parameter laju reaksi. Hasil parameter kinetika Trickling Filter yaitu laju reaksi (k) berdasarkan Eckenfelder untuk reaksi orde satu dengan kedalaman 30 cm pH 6 k = 4,1574/hari dan pH 8 k = 3,8001/hari; limbah encer (100 mg/L) pH 6 k = 3,4001/hari dan pH 8 k = 2,9660/hari ; variasi limbah asli dengan kedalaman 10 cm Q1 10 L/jam k = 6,9510/hari dan Q2 20,83 L/jam k = 6,0042/hari. Penelitian menghasilkan penyisihan zat organik untuk COD mecapai 75,69% dan untuk BOD mencapai 72,00% yaitu pada variasi Beban Organik Limbah asli (300mg/L), pH limbah asli (pH 6), kedalaman biofilm 30 cm.Kata Kunci : Trickling Filter, Limbah Domestik, KinetikaABSTRACTDomestic waste is waste originating from kitchens, bathrooms, laundry, and human waste. The source of domestic wastewater taken for the study is domestic waste from the Bojongsoang WWTP in Bandung, including Central Bandung, South Bandung and East Bandung. One of them is by using Trickling Filter. This research is to find out the efficiency and kinetics of trickling filter reactions with the reaction rate parameters. The results of the Trickling Filter kinetics parameters are reaction rates (k) based on Eckenfelder for first order reactions with a depth of 30 cm pH 6 k = 4.1574 / day and pH 8 k = 3.8001 / day; dilute waste (100 mg / L) pH 6 k = 3.4001 / day and pH 8 k = 2.9660 / day; variation of original waste with a depth of 10 cm Q1 10 L / hour k = 6.9510 / day and Q2 20.83 L / hour k = 6.0042 / day. The research resulted in the removal of organic matter for COD reaching 75.69% and for BOD reaching 72.00%, namely in the variation of the original Organic Load (300mg / L), original waste pH (pH 6), biofilm depth of 30 cm.Keywords: Trickling Filter, Domestic Waste, Kinetics

PERBANDINGAN PENGOLAHAN AIR SUNGAI CITARUM, AIR SUPERNATAN PRASEDIMENTASI, AIR EFLUEN GUTERTAP (GUGUS FILTER MULTITAHAP) MENGGUNAKAN KOAGULAN ALUMINUM SULFAT DAN SERBUK BIJI KELOR (MORINGA OLEIFERA)

Cahyana, Gede, Heryana, Heri, Mulyani, Tri

ENVIROSAN : Jurnal Teknik Lingkungan Vol 1, No 2 (2018): ENVIROSAN Desember 2018
Publisher : Universitas Kebangsaan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.11 KB)

Abstract

ABSTRAKSudah dilaksanakan penelitian pengolahan air Sungai Citarum menggunakan koagulan aluminum sulfat dan serbuk biji kelor (Moringa oleifera) dengan Jar Test. Ada tiga tingkat kekeruhan yang diteliti, yaitu air Citarum berkekeruhan 214 NTU, air Citarum yang diendapkan dua jam berkekeruhan 48,4 NTU, dan air Citarum yang diolah terlebih dahulu dengan Gutertap (Gugus Filter atau Filtrasi Multitahap), kekeruhan efluennya 14,7 NTU. Dosis optimum yang diperoleh bervariasi untuk tiga kekeruhan air dan tiga koagulan. Aluminum sulfat dan serbuk biji kelor tanpa lemak mampu menurunkan kekeruhan dengan efisiensi lebih dari 95%. Serbuk biji kelor berlemak perlu dosis yang lebih besar untuk menurunkan kekeruhan dengan efisiensi lebih dari 95%. Tetapi pada air efluen Gutertap yang rendah kekeruhannya, efisiensi ketiga koagulan tidak lebih dari 45%. Diperoleh bahwa makin keruh air, makin besar efisiensi penurunan kekeruhannya, baik dengan koagulan alum sulfat maupun biji kelor berlemak dan tanpa lemak. Serbuk biji kelor mampu memberikan muatan listrik positif (kation) yang menetralkan muatan negatif koloid. Selama pertumbuhan flok, koloid dan suspended solid ikut terperangkap di dalam flok sehingga air menjadi lebih jernih.  Kata kunci : Citarum, kekeruhan, aluminum sulfat, biji kelorABSTRACTWater treatment research for Citarum River has been done using coagulants aluminum sulphate and Moringa oleifera seeds powder with Jar Test. Three different turbidities have been tested, e.g. Citarum water with turbidity 214 NTU, supernatant water 48,4 NTU, and effluent of Multistage Filtration (Gutertap) 14,7 NTU. Dose of coagulants are varied for three turbidities and three kind of coagulants. Aluminum sulphate and nonfatty Moringa powder could reduce turbidity more than 95%. Fatty Moringa powder needs more dose to reduce turbidity for 95%. But in case of low turbidity of Gutertap effluent, efficiency of the three coagulants were less than 45%. Concluded that more turbid the water, the reduction of turbidity will be higher both for aluminum sulphate and Moringa powder with and without fat. This happened because of the electrical charge of Moringa powder. In the process of flocc growth, colloidal and suspended solid are trapped in floccs so that the water become clearer.Keywords: Citarum, turbidity, aluminum sulphate, Moringa seed

DILEMA PENGELOLAAN LINGKUNGAN PADA SENTRA INDUSTRI TAHU CIBUNTU, KELURAHAN BABAKAN, KECAMATAN BABAKAN CIPARAY, KOTA BANDUNG (The Dilemmas of Environmental ManagementIn Cibuntu Tofu Industry Centre, Babakan Village,Babakan Ciparay District, Bandung City)

Mutiara, Raden Ayu

ENVIROSAN : Jurnal Teknik Lingkungan Vol 1, No 2 (2018): ENVIROSAN Desember 2018
Publisher : Universitas Kebangsaan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.885 KB)

Abstract

ABSTRAKKeberadaan Sentra Industri Tahu Cibuntu (SITC) telah memberikan berbagai dampak baik secara ekonomi, lingkungan maupun sosial. Dampak ekonomi yang paling signifikan adalah penyerapan tenaga kerja yang cukup besar pada industri tahu. Namun, industri tahu juga telah memberikan dampak terhadap lingkungan, yaitu pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh pengelolaan limbah yang tidak tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pengelolaan lingkungan, yaitu faktor penghambat dan pendorongnya. Metode yang digunakan adalah metode gabungan kualitatif dan kuantitatif. Pendekatan kualitatif dengan menggunakan pedoman wawancara dan observasi lapangan untuk memperoleh informasi tentang faktor-faktor yang mempengaruhinya. Pendekatan kuantitatif dengan menggunakan kuesioner untuk mengetahui pandangan masyarakat terhadap keberadaan SITC, pengelolaan masalah sosial dan peran serta masyarakat dalam pengelolaan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengelolaan lingkungan di SITC tidak dilakukan berdasarkan ketentuan yang berlaku. Dilema pengelolaan lingkungan yang terjadi di SITC adalah: dilema etik, dilema efisiensi, dilema kesetaraan, dilema kebebasan, dilema ketidakpastian dan dilema evaluasi.Kata Kunci: Dilema, Pengelolaan Lingkungan, Sentra Industri Tahu CibuntuABSTRACTThe existence of Cibuntu Tofu Industry Centre has contributed several positive impacts, such as economic, environmental and social impact. The most significant economic impact is the absorption of workforce into the Cibuntu tofu industries. However, the tofu production has its own negative impact to the environment, especially to the environmental contamination by improper waste management. This research is aimed to Determined the inhibiting and the impetus factors that influence the environmental management in the area. This research used combination of qualitative and quantitative research methods. Interview and field observation was used as the technique for the qualitative method; the aim of this technique was to obtain information concerning the factors that influence the environmental problems in the area. Subsequently, this research was also used a quantitative method in the form of questionnaires. This was used to determine the societies’ assessment towards the presence of Cibuntu Tofu Industry Centre, social issues management and the people contribution on environmental management. This research confirms that the environmental management at the Cibuntu Tofu Industry Centre was not done based on the existing regulations. The environmental management dilemmas in Cibuntu Tofu Industry Centre are: Ethical Dilemma, Efficiency Dilemma, Equality, Dilemma, Freedom Dilemma, Uncertainty Dilemma and the Evaluation Dilemma.Keywords: Dilemma, Environmental Management, Cibuntu Tofu Industry Centre

EFESIENSI AIR BERSIH DENGAN PENGGUNAAN KEMBALI AIR OLAHAN IPAL SISTEM BIO OKSIDASI DISEKTOR PERHOTELAN

Sari, Yenita Sandra, Bari, Nashruddin Atto

ENVIROSAN : Jurnal Teknik Lingkungan Vol 1, No 2 (2018): ENVIROSAN Desember 2018
Publisher : Universitas Kebangsaan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.583 KB)

Abstract

ABSTRAKKebutuhan air bersih semakin hari semakin meningkat seiring bertambahnya jumlah manusia, hal ini menyebabkan semakin berkurangnya cadangan air bersih untuk memenuhi kebutuhan manusia secara umum. Mengingat pentingnya air bersih dalam kehidupan sehari hari maka perlu dicari solusi alternatif dalam menghadapi permasalahan ini. Salah satunya penggunaan kembali ( re-use ) air limbah yang diolah dengan teknologi pengolahan air limbah. Diantara sekian banyak teknologi pengolahan air limbah yang sudah ada, sistem Bio Oksidasi adalah sistem pengolahan air limbah yang bisa dikatakan baru dibandingkan dengan sistem konvensional lainnya seperti sistem biologi aerob ,an aerob, filter dan pengendapan.Dari beberapa Sampel pengguna Sistem Pengolahan Air Limbah dengan bio oksidasi, diketahui mampu menurunkan kadar polutan atau zat cemar dalam air dengan hasil yang cukup signifikan sehingga bisa digunakan kembali dengan grade air baku.Dari Hal inilah kita bisa menghitung kisaran efesiensi penggunaan air bersih khususnya di sektor perhotelan yang secara budget akan membantu efesiensi operasional Hotel.Kata Kunci: Bio Oksidasi, filter, limbah.ABSTRACTThe need for clean water is increasingly increasing with increasing numbers of people, this causes a reduction in the amount of clean water reserves to meet human needs in general. Considering the importance of clean water in daily life, it is necessary to find alternative solutions in dealing with this problem. One of them is the re-use of wastewater treated with wastewater treatment technology. Among the many existing wastewater treatment technologies, the Bio system Oxidation is a wastewater treatment system that can be said to be new compared to other conventional systems such as aerobic, aerobic, filter and sedimentary biology systems.From several samples of users of Wastewater Treatment System with bio-oxidation, it is known to be able to reduce pollutants or pollutants in water with sufficient cognitive results so that they can be reused with raw water grade. From this we can calculate the range of water use efficiency, especially in the sector hospitality that in Budget will help the operational efficiency of the Hotel.Keyword: Bio ocxidation, filters, waste.

EFEKTIFITAS PENAMBAHAN SUBSTRAT PADA PENGOLAHAN BIOLOGIS LIMBAH CAIR TAHU MENGGUNAKAN SISTEM CSTR

Anshah, Afifah Silmi, Suryawan, I Wayan Koko

ENVIROSAN : Jurnal Teknik Lingkungan Vol 1, No 2 (2018): ENVIROSAN Desember 2018
Publisher : Universitas Kebangsaan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.078 KB)

Abstract

ABSTRAKAir limbah industri tahu banyak mengandung zat-zat organik, dimana zat-zat organik merupakan limbah yang paling besar mencemari lingkungan. Pengolahan limbah organik dengan proses biologis lebih ekonomis dan efektif. Penanganan limbah organik secara biologis dengan memanfaatkan mikroorganisme merupakan metode yang relatif lebih aman dibandingkan dengan metode kimia dan fisika. Setiap mikroorganisme dalam menjaga kelangsungan hidupnya selalu melakukan metabolisme, sehingga perlu tambahan bahan-bahan organik seperti substrat. Penelitian dilakukan untuk mengetahui efektifitas penambahan substrat pada pengolahan biologis limbah cair tahu menggunakan sistem CSTR. Konsentrasi COD yang digunakan pada proses aklimatisasi dan running sebesar 1000 mg/L. Proses aklimatisasi dan running digunakan variasi perbandingan limbah tahu : glukosa sebesar 25% : 75 % dan 75% : 25%. Proses aklimatisasi dan running diberhentikan saat efisiensi penyisihan COD telah stabil. Proses aerob pada pengolahan biologis mampu menyisihkan kadar COD limbah tahu hingga 84,62% sehingga menghasilkan effluent dengan nilai COD sebesar 160 mg/L.Kata Kunci: Pengolahan Biologis, Substrat, Limbah Cair TahuABSTRACTTofu industrial wastewater contains a lot of organic substances, organic substances are the biggest waste polluting the environment. Processing of organic waste with biological processes is more economical and effective. Handling biologically organic waste by utilizing microorganisms is a method that is relatively safer compared to chemical and physical methods. Every microorganism in maintaining its survival always carries out metabolism, so it needs additional organic ingredients such as substrate. The study was conducted to determine the effectiveness of substrate addition in the biological treatment of tofu liquid waste using the CSTR system. The COD concentration used in the acclimatization and running process is 1000 mg / L. The process of acclimatization and running used a variation of the ratio of tofu waste: glucose by 25%: 75% and 75%: 25%. The acclimatization and running processes are stopped when the COD removal efficiency is stable. The aerobic process in biological processing was able to set aside COD levels of tofu waste up to 84.62% to produce an effluent with a COD value of 160 mg / L.Keyword: Biological Processing, Substrate, Tofu Liquid Waste

KINERJA MIKROFILTRASI DALAM PENYISIHAN BESI DAN MANGAN (Studi Kasus Air Tanah Di Kampus Universitas Kebangsaan)

Nurrochman, Edi, Junaedi, Ahmad

ENVIROSAN : Jurnal Teknik Lingkungan Vol 1, No 2 (2018): ENVIROSAN Desember 2018
Publisher : Universitas Kebangsaan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.969 KB)

Abstract

ABSTRAKAir tanah Universitas Kebangsaan mengandung unsur besi yang cukup tinggi untuk memenuhi standar air minum, air tanah tersebut harus dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menurunkan konsentrasi besi dalam air tanah Universitas Kebangsaan dengan adsorpsi batch reactor dan continuous reactor. Adsorban yang digunakan adalah arang aktif dari kayu nangka yang diaktivasi secara kimia dengan larutan KMnO4 0,1N. Penelitian secara batch dilakukan dengan variasi massa adsorban 2, 4, 6, 8, 10 dengan variasi pH 5, 7 dan 9. Penelitian continue reactor aliran upflow dengan variasi debit 2,77 L/jam dan 3,17 L/jam. Hasil diuji dengan spektrofotometer metoda phenantroline. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi optimum penyisihan besi terjadi pada pH 5 dengan efisiensi penyisihan 70,30%. Persamaan isotherm Freundlich didapat nilai K pada pH 5 bernilai (1.69), pH 7 bernilai ( -2,45), pH 9 bernilai (-0,37) dan nilai n pada pH 5 bernilai (0,09), pH 7 bernilai (0,26), pH 9 bernilai (0,102). Pada continuous reactor aliran upflow, efisiensi penyisihan besi optimum terjadi pada debit 2,77 L/jam sebesar 92,09%.Kata kunci: adsorpsi, batch reactor, continuous reactor, upflow, kayu nangkaABSTRACTThe ground water of Universitas Kebangsaan contains iron which is high enough to meet drinking water standards, the groundwater must be done. This study aims to reduce the concentration of iron in the University of Kebangsaan groundwater by adsorption of batch reactors and continuous reactors. The Adsorban used is activated charcoal from jackfruit wood which is chemically activated with a 0.1N KMnO4 solution. Batch studies were carried out with mass variations of adsorbants 2, 4, 6, 8, 10 with variations in pH 5, 7 and 9. Research continued upflow flow reactors with variations in discharge of 2.77 L / hr and 3.17 L / hr. The results were tested with phenantroline method spectrophotometer. The results showed that the optimum efficiency of iron removal occurred at pH 5 with removal efficiency of 70.30%. The Freundlich isotherm equation obtained a value of K at pH 5 value (1.69), pH 7 value (-2.45), pH 9 value (-0.37) and the value of n at pH 5 value (0.09), pH 7 value ( 0.26), pH 9 is worth (0.102). In upflow continuous reactor flow, the optimum iron removal efficiency occurs at 2.77 L / hour discharge at 92.09%.Keywords: adsorption, batch reactor, continuous reactor, upflow, jackfruit wood

STUDI KANDUNGAN ASAM PADA AIR HUJAN DI KAWASAN SURABAYA TIMUR

Handriyono, Rachmanu Eko, Shita Dewi, Amrita Winaya, Shita Dewi, Amrita Winaya

ENVIROSAN : Jurnal Teknik Lingkungan Vol 1, No 2 (2018): ENVIROSAN Desember 2018
Publisher : Universitas Kebangsaan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.369 KB)

Abstract

ABSTRAKPeningkatan pembangunan dan ekonomi di Kawasan Surabaya Timur mempunyai dampak pada perubahan kualitas udara. Konsumsi energi dari kegiatan industri dan transportasi menghasilkan emisi pencemar udara. Emisi gas SO2 dan NO2 yang terlepas ke udara menimbulkan peristiwa deposisi asam. Kandungan gas asam di udara bebas jika terkena hujan bisa menyebabkan hujan asam. Penelitian ini melakukan kajian kandungan asam pada air hujan di Kawasan Surabaya Timur. Lokasi pengambilan air hujan berada di Jalan Dr. Ir. Soekarno, Kawasan Industri SIER, dan Semolowaru Indah. Sampling air hujan dilakukan pada bulan April 2018. Parameter pencemar yang diuji adalah pH, nitrat (NO3-), dan sulfat (SO42-). Hasil pengukuran menunjukkan bahwa pH air hujan terendah berada di kawasan industri SIER. Perhitungan menggunakan model regresi linear berganda menunjukkan bahwa penurunan pH air hujan lebih dipengaruhi oleh ion nitrat (NO3-) daripada ion sulfat (SO42-).Kata Kunci: hujan asam, konsumsi energi, kualitas udaraABSTRACTThe increase in development and economy in the East Surabaya area has an impact on changes in air quality. Energy consumption from industrial and transportation activities produces air pollutant emissions. Gas emissions of SO2 and NO2 released into the atmosphere cause acid deposition. The content of acid gas in atmosphere when exposed with rain can cause acid rain. This study analyze the acid content of rainwater in the East Surabaya Region. Rainwater collection locations are on Dr. Ir. Soekarno Street, SIER Industrial Area, and Semolowaru Indah. Rainwater sampling is carried out in April 2018. Pollutant parameters tested were pH, nitrate (NO3-), and sulfate (SO42-). The measurement results show that the lowest pH of rainwater is in the SIER industrial area. Calculations using multiple linear regression models show that nitrate (NO3-) is more influential in reducing pH of rainwater than sulfate (SO42-).Keyword: acid rain, air quality, energy consumption

ANALISIS PENGOLAHAN PUPUK KOMPOS SAMPAH RUMAH TANGGA SEBAGAI MEDIA TANAMAN

Prinajati, Purnomosutji Dyah

ENVIROSAN : Jurnal Teknik Lingkungan Vol 1, No 2 (2018): ENVIROSAN Desember 2018
Publisher : Universitas Kebangsaan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.447 KB)

Abstract

ABSTRAKJumlah penduduk yang banyak dapat berpotensi menghasilkan sampah dari hasil kegiatan sehari-harinya. Pola hidup dan gaya hidup modern dan instan serta kemajuan teknologi dapat memicu peningkatan jumlah sampah yang dihasilkan. Sampah merupakan salah satu masalah besar yang dihadapi oleh masyarakat., bibit yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih kangkung (Ipomoea Reptans) unggul jawara varietas delima. Kadar pemberian pupuk kompos dalam Perlakuan 0 (0%), Perlakuan 1 (15%), Perlakuan 2 (30%), Perlakuan 3 (45%), Perlakuan 4 (60%). Pada masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Pengambilan data pada tanaman umur 25 hari setelah tanam. Parameter yang diambil dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman, dan jumlah daun. Penelitian eksperimen ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL). Hasil analisa sidik ragam dari data yang diperoleh menunjukkan bahwa ada pengaruh sangat nyata pemberian pupuk kompos terhadap pertumbuhan tinggi dan tidak ada pengaruh nyata terhadap jumlah daun tanaman kangkung (Ipomoea Reptans). Pengaruh pertumbuhan tinggi dan jumlah daun terbaik pada tanaman Kangkung (Ipomoea Reptans) adalah pemberian perlakuan kompos sebanyak 45% yaitu pada perlakuan 3.Kata Kunci: Pengaruh, Pupuk Kompos, Tanaman Kangkung (Ipomoea Reptans).ABSTRACTA large population can potentially generate waste from the results of daily activities. Modern and instant lifestyle and lifestyle and technological advances can trigger an increase in the amount of waste produced. Garbage is one of the major problems faced by the community. The seeds used in this study are kale seeds (Ipomoea Reptans) superior to pomegranate varieties. The level of compost fertilizer in the treatment was 0 (0%), the treatment was 1 (15%), the treatment was 2 (30%), the treatment was 3 (45%), the treatment was 4 (60%). Each treatment was repeated 3 times. Data collection on plants aged 25 days after planting. The parameters taken in this study are plant height, and number of leaves. This experimental study uses a Completely Randomized Design (CRD) method. The results of the analysis of variance from the data obtained showed that there was a very significant effect of composting on high growth and there was no significant effect on the number of leaves of kale (Ipomoea Reptans). The effect of high growth and the best number of leaves on Kangkung (Ipomoea Reptans) plants is 45% compost treatment that is in treatment 3.Keywords: Effect, Compost Fertilizer, Kale Plant (Ipomoea Reptans).

PENGOLAHAN AIR LIMBAH TAHU MENGGUNAKAN TEKNOLOGI BIOREAKTOR TRICKLING FILTER

mulyani, tri

ENVIROSAN : Jurnal Teknik Lingkungan Vol 1, No 1 (2018): ENVIROSAN Juni 2018
Publisher : Universitas Kebangsaan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.094 KB)

Abstract

ABSTRAKTahu adalah salah satu sumber makanan bergizi penghasil protein nabati yang cukup baik untuk pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat Indonesia. Akan tetapi limbah yang dihasilkan mempuanyai dampak negatif terhadap lingkungan. Limbah cair yang dihasilkan mengandung padatan tersuspensi maupun terlarut, akan mengalami perubahan fisika, kimia dan biologi yang akan menghasilkan zat beracun atau terbentuknya media untuk tumbuhnya kuman. penelitian ini dilakukan menggunakkan teknologi bioreaktor trickling filter. Media biofilm yang dipakai adalah bambu Gombong. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui efisiensi dan kinetika reaksi trickling filter dengan parameter yang dianalisis adalah BOD5 dan COD dengan variasi debit (Q) dan waktu tinggal (td). Pada Q1 = 32,5 L/jam dengan td = 4 jam didapat efisiensi BOD5 = 66,6667% dan COD = 40,4651% serta nilai k adalah 3,9067/hari. Sedangkan pada Q2 = 43,3 L/jam dengan td = 3 jam didapat nilai efisiensi BOD5 = 58,9744% dan COD = 32,6930% serta nilai k adalah 3,6585/hari.Kata kunci: air limbah tahu, trickling filter, BOD5ABSTRACTTofu is a nutritious source of food-producing vegetable protein well enough to meet the nutritional needs of the people of Indonesia. However, the wastewater has a negative impact on the environment. Wastewater containing suspended solids and dissolved, will experience changes in physics, chemical and biology that will result in the formation of toxic substances or media for the growth of germs. Study was conducted using a trickling filter bioreactor technology. Biofilm media used is bamboo Gombong. This experience intended to determine the efficiency and reaction kinetics trickling filter with parameters that are analyzed with the variation of BOD5 and COD discharge (Q) and the retention time (td). In Q1 = 32,5 L/h with td = 4 hours resulting efficiency of BOD5 = 66,6667% and 40,4651%, and COD = k value is 3,9067 day. Whereas in Q2 = 43,3 L/h with td = 3 hours resulting efficiency of 58,9744% and BOD5 = COD = 32,6930% and the value of k is 3,6585/day.Keywords: wastewater of tofu, trickling filters, BOD5

PENGOLAHAN AIR LIMBAH LABORATORIUM MENGGUNAKAN METODE AOPs (ADVANCED OXIDATION PROCESSES) DENGAN PEREAKSI FENTON (H2O2 dan FeSO4) PADA SKALA BATCH

cahyana, gede

ENVIROSAN : Jurnal Teknik Lingkungan Vol 1, No 1 (2018): ENVIROSAN Juni 2018
Publisher : Universitas Kebangsaan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.807 KB)

Abstract

ABSTRAKAir limbah laboratorium berasal dari aktivitas uji di laboratorium dan bersifat limbah berbahaya dan beracun. Air limbah ini berbeda dengan air limbah berbahaya dan beracun dari industri karena terdiri atas banyak ragam polutan. Komposisinya yang variatif dan berbahaya ini menyebabkan sulit diolah dengan pengolahan biologi. Oleh sebab itu, dicoba pengolahan kimia, yaitu Advanced Oxidation Processes (AOPs) atau Proses Oksidasi Lanjut. Penelitian ini bertujuan mendapatkan dosis optimum pereaksi Fenton (H2O2 dan FeSO4) dalam menurunkan Chemical Oxygen Demand (COD). Diterapkan tiga variasi konsentrasi COD: 10.090,09 mg/L, 5.009,01 mg/L dan 511,71 mg/L dengan variasi rasio pereaksi. Diperoleh dosis optimum pereaksi Fenton 1 : 300 dengan efisiensi penurunan COD sebagai berikut: konsentrasi COD 10.090,09 mg/L = 21,43%, konsentrasi COD 5.009,01 mg/L = 46,76% dan konsentrasi COD 511,71 mg/L = 83,10%. Hasil ini menyatakanbahwa Fenton mampu menurunkan COD limbah cair laboratorium hingga 80% pada konsentrasi yang relatif rendah.Kata Kunci : air limbah laboratorium, Fenton, CODABSTRACTLaboratory wastewater was derived from analytical activities in the laboratory and grouped to hazardous waste. It was different from hazardous industrial wastewater because of many different pollutants. The composition of its dangerous substances was not easy to be processed by biological process. Therefore, chemical method was tried, namely Advanced Oxidation Processes (AOPs). The optimum dose of Fenton (H2O2 and FeSO4) reagent was the purpose to reduce the concentration of Chemical Oxygen Demand (COD). Variations applied were COD concentrations, which were 10,090,09 mg / L, 5.009,01 mg / L and 511,71 mg / L with varied reagen. The optimum dose of Fenton reagent was obtained 1: 300 with COD reduction efficiency as follows: COD concentration 10,090,09 mg / L = 21,43%, COD concentration 5.009,01 mg / L = 46,76% and concentration of COD 511,71 mg / L = 83,10%. The results suggested that Fenton could to reduce COD concentration up to 80% in relatively low concentrations.Keywords: laboratory wastewater, Fenton, COD, batch