cover
Contact Name
ENVIROSAN : Jurnal Teknik Lingkungan
Contact Email
uk.envirosan@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
uk.envirosan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
ENVIROSAN : Jurnal Teknik Lingkungan
Published by Universitas Kebangsaan
ISSN : 26219344     EISSN : 26219352     DOI : -
Jurnal Envirosan adalah open jurnal sistem yang diterbitkan oleh Prodi Teknik Lingkungan Universitas Kebangsaan Bandung. ENVIROSAN : Jurnal Teknik Lingkungan merupakan jurnal nasional yang ditujukan untuk studi dan inovasi teknik lingkungan bidang pengelolaan sumber daya air,air minum, air limbah, persampahan, kesehatan masyarakat, kesehatan lingkungan kerja, dan yang serumpun. Bidang kajian berupa hasil penelitian, artikel hasil gagasan konseptual, dan review hasil penelitian. Jurnal Envirosan terbit dua kali pada bulan Juni dan Desember setiap tanggal terakhir pada bulan terbitnya.
Articles 14 Documents
PENGOLAHAN AIR LIMBAH TAHU MENGGUNAKAN TEKNOLOGI BIOREAKTOR TRICKLING FILTER mulyani, tri
ENVIROSAN : Jurnal Teknik Lingkungan Vol 1, No 1 (2018): ENVIROSAN Juni 2018
Publisher : Universitas Kebangsaan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.094 KB) | DOI: 10.31848/ejtl.v1i1.67

Abstract

ABSTRAKTahu adalah salah satu sumber makanan bergizi penghasil protein nabati yang cukup baik untuk pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat Indonesia. Akan tetapi limbah yang dihasilkan mempuanyai dampak negatif terhadap lingkungan. Limbah cair yang dihasilkan mengandung padatan tersuspensi maupun terlarut, akan mengalami perubahan fisika, kimia dan biologi yang akan menghasilkan zat beracun atau terbentuknya media untuk tumbuhnya kuman. penelitian ini dilakukan menggunakkan teknologi bioreaktor trickling filter. Media biofilm yang dipakai adalah bambu Gombong. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui efisiensi dan kinetika reaksi trickling filter dengan parameter yang dianalisis adalah BOD5 dan COD dengan variasi debit (Q) dan waktu tinggal (td). Pada Q1 = 32,5 L/jam dengan td = 4 jam didapat efisiensi BOD5 = 66,6667% dan COD = 40,4651% serta nilai k adalah 3,9067/hari. Sedangkan pada Q2 = 43,3 L/jam dengan td = 3 jam didapat nilai efisiensi BOD5 = 58,9744% dan COD = 32,6930% serta nilai k adalah 3,6585/hari.Kata kunci: air limbah tahu, trickling filter, BOD5ABSTRACTTofu is a nutritious source of food-producing vegetable protein well enough to meet the nutritional needs of the people of Indonesia. However, the wastewater has a negative impact on the environment. Wastewater containing suspended solids and dissolved, will experience changes in physics, chemical and biology that will result in the formation of toxic substances or media for the growth of germs. Study was conducted using a trickling filter bioreactor technology. Biofilm media used is bamboo Gombong. This experience intended to determine the efficiency and reaction kinetics trickling filter with parameters that are analyzed with the variation of BOD5 and COD discharge (Q) and the retention time (td). In Q1 = 32,5 L/h with td = 4 hours resulting efficiency of BOD5 = 66,6667% and 40,4651%, and COD = k value is 3,9067 day. Whereas in Q2 = 43,3 L/h with td = 3 hours resulting efficiency of 58,9744% and BOD5 = COD = 32,6930% and the value of k is 3,6585/day.Keywords: wastewater of tofu, trickling filters, BOD5
PENGOLAHAN AIR LIMBAH LABORATORIUM MENGGUNAKAN METODE AOPs (ADVANCED OXIDATION PROCESSES) DENGAN PEREAKSI FENTON (H2O2 dan FeSO4) PADA SKALA BATCH cahyana, gede
ENVIROSAN : Jurnal Teknik Lingkungan Vol 1, No 1 (2018): ENVIROSAN Juni 2018
Publisher : Universitas Kebangsaan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.807 KB) | DOI: 10.31848/ejtl.v1i1.72

Abstract

ABSTRAKAir limbah laboratorium berasal dari aktivitas uji di laboratorium dan bersifat limbah berbahaya dan beracun. Air limbah ini berbeda dengan air limbah berbahaya dan beracun dari industri karena terdiri atas banyak ragam polutan. Komposisinya yang variatif dan berbahaya ini menyebabkan sulit diolah dengan pengolahan biologi. Oleh sebab itu, dicoba pengolahan kimia, yaitu Advanced Oxidation Processes (AOPs) atau Proses Oksidasi Lanjut. Penelitian ini bertujuan mendapatkan dosis optimum pereaksi Fenton (H2O2 dan FeSO4) dalam menurunkan Chemical Oxygen Demand (COD). Diterapkan tiga variasi konsentrasi COD: 10.090,09 mg/L, 5.009,01 mg/L dan 511,71 mg/L dengan variasi rasio pereaksi. Diperoleh dosis optimum pereaksi Fenton 1 : 300 dengan efisiensi penurunan COD sebagai berikut: konsentrasi COD 10.090,09 mg/L = 21,43%, konsentrasi COD 5.009,01 mg/L = 46,76% dan konsentrasi COD 511,71 mg/L = 83,10%. Hasil ini menyatakanbahwa Fenton mampu menurunkan COD limbah cair laboratorium hingga 80% pada konsentrasi yang relatif rendah.Kata Kunci : air limbah laboratorium, Fenton, CODABSTRACTLaboratory wastewater was derived from analytical activities in the laboratory and grouped to hazardous waste. It was different from hazardous industrial wastewater because of many different pollutants. The composition of its dangerous substances was not easy to be processed by biological process. Therefore, chemical method was tried, namely Advanced Oxidation Processes (AOPs). The optimum dose of Fenton (H2O2 and FeSO4) reagent was the purpose to reduce the concentration of Chemical Oxygen Demand (COD). Variations applied were COD concentrations, which were 10,090,09 mg / L, 5.009,01 mg / L and 511,71 mg / L with varied reagen. The optimum dose of Fenton reagent was obtained 1: 300 with COD reduction efficiency as follows: COD concentration 10,090,09 mg / L = 21,43%, COD concentration 5.009,01 mg / L = 46,76% and concentration of COD 511,71 mg / L = 83,10%. The results suggested that Fenton could to reduce COD concentration up to 80% in relatively low concentrations.Keywords: laboratory wastewater, Fenton, COD, batch
STUDI IDENTIFIKASI PENCEMARAN LOGAM TIMBAL (Pb) DAN MERKURI (Hg) DI UDARA AMBIEN PADA LOKASI INDUSTRI PENGGUNA BAHAN BAKAR BATUBARA DI WILAYAH KABUPATEN BANDUNG febrion, churchil
ENVIROSAN : Jurnal Teknik Lingkungan Vol 1, No 1 (2018): ENVIROSAN Juni 2018
Publisher : Universitas Kebangsaan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (808.649 KB) | DOI: 10.31848/ejtl.v1i1.73

Abstract

ABSTRAK Konversi energi bahan bakar minyak (BBM) menjadi batubara untuk sektor industri di kabupaten bandung telah menimbulkan dampak pencemaran udara terhadap lingkungan. Jumlah pengguna batubara di kabupaten bandung sekira 147 industri, dengan tingkat konsumsi sekira 84.000 ton/bulan. Pembakaran batubara unit pembangkit uap (boiler) menghasilkan limbah abu dasar (bottom ash) dan abu terbang (fly ash), dari penelitian sebelumnya diketahui bahwa abu batubara mengandung silika, oksida logam  dan logam berat diantaranya logam Mangan, Timbal, Merkuri, Tembaga, Seng, Nikel, Kromium, Kobalt dan lain-lain.Dari hasil penelitian terhadap kadar logam berat Timbal (Pb) dan Merkuri (Hg) dengan metoda grab sampling selama 24 jam dikawasan industri tekstil Majalaya, diketahui bahwa kadar timbal di lokasi up wind adalah 0,41 µg/m3, lokasi site : 0,31 µg/m3, dan lokasi downwind : 5,87 µg/m3. Pada lokasi downwind diketahui telah melewati nilai bakumutu udara ambien berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 41 tahun 1999 untuk logam timbal yaitu sebesar 2,0 µg/m3. Untuk logam berat merkuri (Hg) dari ketiga lokasi penelitian sudah terdeteksi keberadaannya, namun belum ada baku mutu yang mempersyaratkan nilainya. Nilai rata-rata kadar merkuri (Hg) adalah sebagai berikut : up wind 0,04 µg/m3; site 0,03 µg/m3 ; down wind 0.17 µg/m3   Kata kunci :             batubara, pembangkit uap (boiler), abu dasar ABSTRACTEnergy conversion of fuel oil ( BBM ) into the coal to the industrial sector in the district of Bandung has an impact of air pollution on the environment . The number of coal users in approximately 147 industrial districts of Bandung , with a consumption rate of approximately 84,000 tonnes / month . Burning coal in a steam generating unit ( boiler ) generates waste bottom ash ( bottom ash ) and fly ash ( fly ash ) , from previous studies it is known that coal ash contains silica , metal oxides and heavy metals including metal Manganese , Lead , Mercury , Copper , zinc , Nickel , Chromium , Cobalt etc.From the results of research on levels of heavy metals Lead ( Pb ) and mercury ( Hg ) by grab sampling method for 24 hours at Majalaya region 's textile industry , it is known that the levels of lead in upwind location is 0.41 μg/m3 , the location of site: 0.31 μg/m3 , and downwind locations : 5.87 μg/m3 . At the location of this wind has been passed down the value of the ambient air (based on Government Regulation No. . 41, 1999) for lead metal is equal to 2.0 μg/m3 . For the heavy metal mercury ( Hg ) from three study sites had been detected , but there is no quality standard that requires its value . The average value of the levels of mercury ( Hg ) is as follows : 0.04 μg/m3 wind up ; site of 0.03 μg/m3 ; 0:17 wind down μg/m3 Keywords : coal, steam generator (boiler), bottom ash
KINETIKA PENYISIHAN SENYAWA ORGANIK DALAM PENGOLAHAN LIMBAH DOMESTIK MENGGUNAKAN BIOREAKTOR TRICKLING FILTER Febrion, Churchil; A., Sekarningtias
ENVIROSAN : Jurnal Teknik Lingkungan Vol 1, No 2 (2018): ENVIROSAN Desember 2018
Publisher : Universitas Kebangsaan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (690.593 KB) | DOI: 10.31848/ejtl.v1i2.155

Abstract

ABSTRAKLimbah domestik adalah limbah yang berasal dari dapur, kamar mandi, cucian, dan kotoran manusia. Sumber air limbah domestik yang diambil untuk penelitian yaitu limbah domestik dari IPAL Bojongsoang kota Bandung, di antaranya Bandung Tengah, Bandung Selatan dan Bandung Timur. Salah satu dengan mengunakan Trickling Filter Penelitian ini untuk mengetahui efisiensi dan kinetika reaksi trickling filter dengan parameter laju reaksi. Hasil parameter kinetika Trickling Filter yaitu laju reaksi (k) berdasarkan Eckenfelder untuk reaksi orde satu dengan kedalaman 30 cm pH 6 k = 4,1574/hari dan pH 8 k = 3,8001/hari; limbah encer (100 mg/L) pH 6 k = 3,4001/hari dan pH 8 k = 2,9660/hari ; variasi limbah asli dengan kedalaman 10 cm Q1 10 L/jam k = 6,9510/hari dan Q2 20,83 L/jam k = 6,0042/hari. Penelitian menghasilkan penyisihan zat organik untuk COD mecapai 75,69% dan untuk BOD mencapai 72,00% yaitu pada variasi Beban Organik Limbah asli (300mg/L), pH limbah asli (pH 6), kedalaman biofilm 30 cm.Kata Kunci : Trickling Filter, Limbah Domestik, KinetikaABSTRACTDomestic waste is waste originating from kitchens, bathrooms, laundry, and human waste. The source of domestic wastewater taken for the study is domestic waste from the Bojongsoang WWTP in Bandung, including Central Bandung, South Bandung and East Bandung. One of them is by using Trickling Filter. This research is to find out the efficiency and kinetics of trickling filter reactions with the reaction rate parameters. The results of the Trickling Filter kinetics parameters are reaction rates (k) based on Eckenfelder for first order reactions with a depth of 30 cm pH 6 k = 4.1574 / day and pH 8 k = 3.8001 / day; dilute waste (100 mg / L) pH 6 k = 3.4001 / day and pH 8 k = 2.9660 / day; variation of original waste with a depth of 10 cm Q1 10 L / hour k = 6.9510 / day and Q2 20.83 L / hour k = 6.0042 / day. The research resulted in the removal of organic matter for COD reaching 75.69% and for BOD reaching 72.00%, namely in the variation of the original Organic Load (300mg / L), original waste pH (pH 6), biofilm depth of 30 cm.Keywords: Trickling Filter, Domestic Waste, Kinetics
ANALISIS INDEKS KEPEKAAN LINGKUNGAN (IKL) PESISIR PANTAI TIMUR KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR – PROVINSI JAMBI TERHADAP POTENSI TUMPAHAN MINYAK Putra, Iswandi Eka
ENVIROSAN : Jurnal Teknik Lingkungan Vol 1, No 1 (2018): ENVIROSAN Juni 2018
Publisher : Universitas Kebangsaan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.15 KB) | DOI: 10.31848/ejtl.v1i1.75

Abstract

ABSTRAKKegiatan ekplorasi dan ekploitasi lepas pantai merupakan salah satu kegiatan yang dapat menimbulkan dampak pada pencemaran wilayah pesisir. Perairan pesisir pantai timur Kabupaten Tanjung Jabung Timur merupakan salah satu daerah pesisir yang rawan terkena pencemaran minyak karena kawasan ini merupakan jalur pipa bawah laut. Dampak negatif jika terjadi tumpahan minyak di perairan pesisir pantai adalah rusak nya ekosistem pesisir seperti mangrove, hutan bakau dan padang lamun yang merupakan sumber nutrien, feeding, spawning dan nursery ground bagi biota laut. Tujuan penelitian ini adalah untuk meranking Indeks Kepekaan Lingkungan dan memetakan Indeks Kepekaan Lingkungan sebagai panduan langkah – langkah pencegahan dan penanganan tumpahan minyak melalui indikator nilai Indeks Kepekaan Lingkungan. Nilai Indeks Kepekaan Lingkungan di wiliayah pesisir timur Tanjung Jabung Timur tergolong tinggi (Peka – Sangat Peka). Daerah bersubstrat lumpur di Divisi 1, 2, 3 seluruhnya memiliki nilai kepekaan lingkungan maksimum yaitu Sangat Peka.Kata Kunci: Indeks Kepekaan Lingkungan, Tumpahan Minyak, Ekosistem Wilayah PesisirABSTRACTOffshore exploration and exploitation are activities that can impact the pollution of coastal area. East Tanjung Jabung Timur coastal area is one of area that is susceptive of oil spill contamination since this area is an underwater pipeline path. Oil spill could damage coastal ecosystem such as mangrove and seagrass which are nutrient source, feeding, spawning and nursery ground for sea organism. The aim of this research is to rank environmental sensitivity index and to map Environmental sensitivity index as a guidance to take steps and handle oil spill through the value of environmental sensitivity index indicator. East Tanjung Jabung coast environmental sensitivity index is categorized high (sensitive – very sensitive). All mud substrate area in division 1,2, and 3 are in maximum sensitivity state, very sensitive. Keywords: Environmental sensitivity index, oil spill, coastal ecosystem
ANALISIS DATA KAPASITAS SAMPAH DI TPS SUKABUMI DALAM BANDUNG TERHADAP PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT Sari, Yenita Sandra
ENVIROSAN : Jurnal Teknik Lingkungan Vol 1, No 1 (2018): ENVIROSAN Juni 2018
Publisher : Universitas Kebangsaan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.411 KB) | DOI: 10.31848/ejtl.v1i1.76

Abstract

ABSTRAKMasyarakat diperkotaan memiliki karakteristik berbeda dengan masyarakat dipedesaan. Kegiatan sehari- hari juga memiliki dampak pada kapasitas limbah sampah. Selain fenomena menurunnya rasa tanggungjawab menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan, ada beberapa warga yang bisa menjadikan permasalahan sampah tersebut sebagai bagian dari usaha menambah ekonomi keluarga. TPS ( Tempat Pembuangan Sementara ) Sukabumi Dalam Bandung adalah salah satu dari sekian banyak TPS dan memiliki andil membantu ekonomi masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keterkaitan antara kapasitas sampah di TPS Sukabumi Dalam dan ekonomi bagi masyarakat yang melaksanakan kegiatan pemilahan sampah. Metode yang digunakan agar diperoleh data yakni dengan obsevasi, wawancara, juga kuesioner. Dengan adanya pendapatan dari pemilahan sampah yang dapat dijual yakni kertas, botol plastik, barang dan juga karet; pemerintah dapat memberikan pelatihan- pelatihan agar barang bekas dapat diolah serta dikreasikan menjadi barang dengan nilai eksotisme tinggi juga nilai ekonomi yang pantas demi kesejahteraan warga.Kata Kunci : Sampah, Kapasitas, Pemberdayaan EkonomiABSTRACTUrban communities have different characteristics from rural communities. Daily activities also have an impact on waste waste capacity. In addition to the phenomenon of decreasing sense of responsibility in maintaining the cleanliness and comfort of the environment, there are some residents who can make the garbage problem as part of the effort to increase the family's economy. TPS (Temporary Disposal Site) Sukabumi Dalam Bandung is one of the many polling stations and has contributed to helping the community economy. The purpose of this study was to determine the relationship between the capacity of waste in Sukabumi Dalam TPS and the economy for people who carry out waste sorting activities. The method used to obtain data is by observation, interview, also questionnaire. With the income from sorting waste that can be sold, namely paper, plastic bottles, goods and also rubber; the government can provide training so that used goods can be processed and created into goods with high exotic values as well as economic value that is appropriate for the welfare of citizens.Keyword : Waste, Capacity, Empowerment
PERBANDINGAN PENGOLAHAN AIR SUNGAI CITARUM, AIR SUPERNATAN PRASEDIMENTASI, AIR EFLUEN GUTERTAP (GUGUS FILTER MULTITAHAP) MENGGUNAKAN KOAGULAN ALUMINUM SULFAT DAN SERBUK BIJI KELOR (MORINGA OLEIFERA) Cahyana, Gede; Heryana, Heri; Mulyani, Tri
ENVIROSAN : Jurnal Teknik Lingkungan Vol 1, No 2 (2018): ENVIROSAN Desember 2018
Publisher : Universitas Kebangsaan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.11 KB) | DOI: 10.31848/ejtl.v1i2.64

Abstract

ABSTRAKSudah dilaksanakan penelitian pengolahan air Sungai Citarum menggunakan koagulan aluminum sulfat dan serbuk biji kelor (Moringa oleifera) dengan Jar Test. Ada tiga tingkat kekeruhan yang diteliti, yaitu air Citarum berkekeruhan 214 NTU, air Citarum yang diendapkan dua jam berkekeruhan 48,4 NTU, dan air Citarum yang diolah terlebih dahulu dengan Gutertap (Gugus Filter atau Filtrasi Multitahap), kekeruhan efluennya 14,7 NTU. Dosis optimum yang diperoleh bervariasi untuk tiga kekeruhan air dan tiga koagulan. Aluminum sulfat dan serbuk biji kelor tanpa lemak mampu menurunkan kekeruhan dengan efisiensi lebih dari 95%. Serbuk biji kelor berlemak perlu dosis yang lebih besar untuk menurunkan kekeruhan dengan efisiensi lebih dari 95%. Tetapi pada air efluen Gutertap yang rendah kekeruhannya, efisiensi ketiga koagulan tidak lebih dari 45%. Diperoleh bahwa makin keruh air, makin besar efisiensi penurunan kekeruhannya, baik dengan koagulan alum sulfat maupun biji kelor berlemak dan tanpa lemak. Serbuk biji kelor mampu memberikan muatan listrik positif (kation) yang menetralkan muatan negatif koloid. Selama pertumbuhan flok, koloid dan suspended solid ikut terperangkap di dalam flok sehingga air menjadi lebih jernih.  Kata kunci : Citarum, kekeruhan, aluminum sulfat, biji kelorABSTRACTWater treatment research for Citarum River has been done using coagulants aluminum sulphate and Moringa oleifera seeds powder with Jar Test. Three different turbidities have been tested, e.g. Citarum water with turbidity 214 NTU, supernatant water 48,4 NTU, and effluent of Multistage Filtration (Gutertap) 14,7 NTU. Dose of coagulants are varied for three turbidities and three kind of coagulants. Aluminum sulphate and nonfatty Moringa powder could reduce turbidity more than 95%. Fatty Moringa powder needs more dose to reduce turbidity for 95%. But in case of low turbidity of Gutertap effluent, efficiency of the three coagulants were less than 45%. Concluded that more turbid the water, the reduction of turbidity will be higher both for aluminum sulphate and Moringa powder with and without fat. This happened because of the electrical charge of Moringa powder. In the process of flocc growth, colloidal and suspended solid are trapped in floccs so that the water become clearer.Keywords: Citarum, turbidity, aluminum sulphate, Moringa seed
DILEMA PENGELOLAAN LINGKUNGAN PADA SENTRA INDUSTRI TAHU CIBUNTU, KELURAHAN BABAKAN, KECAMATAN BABAKAN CIPARAY, KOTA BANDUNG (The Dilemmas of Environmental ManagementIn Cibuntu Tofu Industry Centre, Babakan Village,Babakan Ciparay District, Bandung City) Mutiara, Raden Ayu
ENVIROSAN : Jurnal Teknik Lingkungan Vol 1, No 2 (2018): ENVIROSAN Desember 2018
Publisher : Universitas Kebangsaan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.885 KB) | DOI: 10.31848/ejtl.v1i2.143

Abstract

ABSTRAKKeberadaan Sentra Industri Tahu Cibuntu (SITC) telah memberikan berbagai dampak baik secara ekonomi, lingkungan maupun sosial. Dampak ekonomi yang paling signifikan adalah penyerapan tenaga kerja yang cukup besar pada industri tahu. Namun, industri tahu juga telah memberikan dampak terhadap lingkungan, yaitu pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh pengelolaan limbah yang tidak tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pengelolaan lingkungan, yaitu faktor penghambat dan pendorongnya. Metode yang digunakan adalah metode gabungan kualitatif dan kuantitatif. Pendekatan kualitatif dengan menggunakan pedoman wawancara dan observasi lapangan untuk memperoleh informasi tentang faktor-faktor yang mempengaruhinya. Pendekatan kuantitatif dengan menggunakan kuesioner untuk mengetahui pandangan masyarakat terhadap keberadaan SITC, pengelolaan masalah sosial dan peran serta masyarakat dalam pengelolaan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengelolaan lingkungan di SITC tidak dilakukan berdasarkan ketentuan yang berlaku. Dilema pengelolaan lingkungan yang terjadi di SITC adalah: dilema etik, dilema efisiensi, dilema kesetaraan, dilema kebebasan, dilema ketidakpastian dan dilema evaluasi.Kata Kunci: Dilema, Pengelolaan Lingkungan, Sentra Industri Tahu CibuntuABSTRACTThe existence of Cibuntu Tofu Industry Centre has contributed several positive impacts, such as economic, environmental and social impact. The most significant economic impact is the absorption of workforce into the Cibuntu tofu industries. However, the tofu production has its own negative impact to the environment, especially to the environmental contamination by improper waste management. This research is aimed to Determined the inhibiting and the impetus factors that influence the environmental management in the area. This research used combination of qualitative and quantitative research methods. Interview and field observation was used as the technique for the qualitative method; the aim of this technique was to obtain information concerning the factors that influence the environmental problems in the area. Subsequently, this research was also used a quantitative method in the form of questionnaires. This was used to determine the societies’ assessment towards the presence of Cibuntu Tofu Industry Centre, social issues management and the people contribution on environmental management. This research confirms that the environmental management at the Cibuntu Tofu Industry Centre was not done based on the existing regulations. The environmental management dilemmas in Cibuntu Tofu Industry Centre are: Ethical Dilemma, Efficiency Dilemma, Equality, Dilemma, Freedom Dilemma, Uncertainty Dilemma and the Evaluation Dilemma.Keywords: Dilemma, Environmental Management, Cibuntu Tofu Industry Centre
KAJIAN SISTEM HIDROLOGI AKIBAT PERUBAHAN TATAGUNA LAHAN DI KAWASAN BANDUNG UTARA (STUDI KASUS KABUPATEN BANDUNG BARAT) nurrochman, edi
ENVIROSAN : Jurnal Teknik Lingkungan Vol 1, No 1 (2018): ENVIROSAN Juni 2018
Publisher : Universitas Kebangsaan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.617 KB) | DOI: 10.31848/ejtl.v1i1.69

Abstract

 ABSTRAKFenomena banjir, genangan dan krisis air akibat perubahan tataguna lahan serta intensitas curah hujan yang tinggi setiap tahun di sebagian besar wilayah Indonesia, terutama di wilayah perkotaan selalu terjadi. Perubahan tataguna lahan dari lahan non terbangun menjadi lahan terbangun di kawasan konservasi air khususnya di Kawasan Bandung Utara mengakibatkan peningkatan koefisien air larian (surface run-off). Berdasarkan alasan diatas, maka dilakukan penelitian Kajian Sistem Hidrologi akibat Perubahan Tataguna Lahan Di Kawasan Bandung Utara dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh perubahan tataguna lahan di Kawasan Bandung Utara terhadap peningkatan jumlah aliran permukaan di DAS Cikapundung, Citeupus, Cibaligo, Cimahi, Cihaur dan Cimeta yang melintasi wilayah administrasi Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat. Hasil penelitian dengan metode analisis spasial menunjukkan bahwa Kawasan Bandung Utara dalam kurun waktu 10 (sepuluh) tahun yaitu; tahun 2003 sampai 2014 perubahan lahan resapan menjadi lahan kedap air mencapai 32% (8.618,88 Ha) dari luas tangkapan sebesar 26.934 ha, berdasarkan analisis metode MIKE SHE perubahan tataguna lahan dalam kurun waktu 6 (enam) tahun dari tahun 2006 sampai 2012 sebesar 32% (1.625,9 Ha). Perubahan tata guna lahan ini telah menyebabkan trend peningkatan nilai koeffisien aliran permukaan (C), yaitu dari 0,1341 pada tahun 2003 menjadi 0,1502 pada tahun 2014. Selanjutnya, perhitungan debit banjir puncak dengan metode Hidrograf Satuan Sistensis ITB-1 untuk periode ulang 25 tahun debit banjir Sungai Cimeta 85,42 M3/detik, Sungai Cikapundung 77,06 M3/detik, Sungai Cihaur 41,77 M3/detik, Sungai Citepus 34,50 M3/detik, Sungai Cimahi 29,78 M3/detik dan Sungai Cibaligo 14,05 M3/detik. Perubahan tataguna lahan di Kawasan Bandung Utara telah memicu erosivitas tanah, berdasarkan analisis metode USLE laju erosivitas tanah sebesar 22,96 ton/ha/tahun. Kata kunci : Perubahan tata guna lahan, koeffisien air larian, erosivitas tanah. ABSTRACTThe phenomenon of flooding, inundation and water crises consequent to changes in land use and intensity of heavy rainfall every year in most parts of Indonesia, especially in urban areas always happen. Changes in land use from non awakened land into land awoke in the water conservation area, especially in the area of North Bandung lead to increased water run-off coefficient (surface run-off). Based on the above reasons, the research is conducted Assessment System Hydrology due to changes Land Classification Land In Region North Bandung in order to determine the extent of the effects of changes in land use in the area of North Bandung to the increase of runoff in the watershed Cikapundung, Citeupus, Cibaligo, Cimahi, Cihaur and Cimeta crossing the administrative area of Bandung, Cimahi, Bandung regency and West Bandung regency. Results of the research by the method of spatial analysis shows that North Bandung area within 10 (ten) years ie; 2003 to 2014 changes in catchment land into land watertight reached 32% (8.618,88 ha) of catchment area of 26 934 ha, based on the analysis of MIKE SHE method of land use change within a period of 6 (six) years from 2006 to 2012 by 32 % (1625.9 Ha). Changes in land use have led the trend of increase in the value of the surface flow coefficient (C), from 0.1341 in 2003 to 0.1502 in 2014. Furthermore, the peak flood discharge calculation method Sistensis hydrograph Unit ITB-1 for the period 25 year flood discharge Cimeta River 85.42 M3 sec, Rivers Cikapundung 77.06 M3 / sec, Rivers Tjihaur 41.77 M3 / sec, Rivers Citepus 34.50 M3 / sec, Cimahi River 29.78 M3 / sec and the River Cibaligo 14.05 M3 / sec. Changes in land use in the area of North Bandung has sparked erosivitas land, based on the analysis method USLE soil erosivitas rate of 22.96 tonnes / ha / year. Key words: Changes in land use, water runoff coefficient, erosivitas land.
EFESIENSI AIR BERSIH DENGAN PENGGUNAAN KEMBALI AIR OLAHAN IPAL SISTEM BIO OKSIDASI DISEKTOR PERHOTELAN Sari, Yenita Sandra; Bari, Nashruddin Atto
ENVIROSAN : Jurnal Teknik Lingkungan Vol 1, No 2 (2018): ENVIROSAN Desember 2018
Publisher : Universitas Kebangsaan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.583 KB) | DOI: 10.31848/ejtl.v1i2.184

Abstract

ABSTRAKKebutuhan air bersih semakin hari semakin meningkat seiring bertambahnya jumlah manusia, hal ini menyebabkan semakin berkurangnya cadangan air bersih untuk memenuhi kebutuhan manusia secara umum. Mengingat pentingnya air bersih dalam kehidupan sehari hari maka perlu dicari solusi alternatif dalam menghadapi permasalahan ini. Salah satunya penggunaan kembali ( re-use ) air limbah yang diolah dengan teknologi pengolahan air limbah. Diantara sekian banyak teknologi pengolahan air limbah yang sudah ada, sistem Bio Oksidasi adalah sistem pengolahan air limbah yang bisa dikatakan baru dibandingkan dengan sistem konvensional lainnya seperti sistem biologi aerob ,an aerob, filter dan pengendapan.Dari beberapa Sampel pengguna Sistem Pengolahan Air Limbah dengan bio oksidasi, diketahui mampu menurunkan kadar polutan atau zat cemar dalam air dengan hasil yang cukup signifikan sehingga bisa digunakan kembali dengan grade air baku.Dari Hal inilah kita bisa menghitung kisaran efesiensi penggunaan air bersih khususnya di sektor perhotelan yang secara budget akan membantu efesiensi operasional Hotel.Kata Kunci: Bio Oksidasi, filter, limbah.ABSTRACTThe need for clean water is increasingly increasing with increasing numbers of people, this causes a reduction in the amount of clean water reserves to meet human needs in general. Considering the importance of clean water in daily life, it is necessary to find alternative solutions in dealing with this problem. One of them is the re-use of wastewater treated with wastewater treatment technology. Among the many existing wastewater treatment technologies, the Bio system Oxidation is a wastewater treatment system that can be said to be new compared to other conventional systems such as aerobic, aerobic, filter and sedimentary biology systems.From several samples of users of Wastewater Treatment System with bio-oxidation, it is known to be able to reduce pollutants or pollutants in water with sufficient cognitive results so that they can be reused with raw water grade. From this we can calculate the range of water use efficiency, especially in the sector hospitality that in Budget will help the operational efficiency of the Hotel.Keyword: Bio ocxidation, filters, waste.

Page 1 of 2 | Total Record : 14