cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pekalongan,
Jawa tengah
INDONESIA
Pena Akuatika Jurnal Ilmiah Perikanan Dan Kelautan
Published by Universitas Pekalongan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
UPAYA PENINGKATAN PRODUKSI TANAMAN KANGKUNG DARAT (Ipomea reptans Poir) DENGAN PEMANGKASAN DAN PEMBERIAN PUPUK N DILAHAN PANTAI HANDRIATNI, ARI; SUSILO, SUSILO
Pena Akuatika Jurnal Ilmiah Perikanan Dan Kelautan Vol 1, No 1 (2010): PENA AKUATIKA JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN Vol.1 No.1 APRIL 2010
Publisher : Pena Akuatika Jurnal Ilmiah Perikanan Dan Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kangkung darat (Ipomea reptans Poir) merupakan sayuran yang cukup populer, mengandung vitamin A, B dan vitamin C, protein, fosfor, kalsium, karoten, sitosterol yang berguna bagi kesehatan. (Sinarjono, 2002; Kompas,2007; Bisnis Bali, 2007). Tanaman kangkung diambil bagran vegetatifnya yaitu batang, tunas dan daun mud4 sehingga produksinya sangat ditentukan oleh unsur hara N dan tindakan pemangkasan dapat merangsang pertumbuhan tunas- Penanaman kangkung ini dapat ditanam di lahan marginal yaitu di lahan pantai sekaligus sebagai pemanfaaan atau pemberdayaan wilayah pesisir. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh dosis pupuk N dan jenis pemangkasan yang tepat terhadap pertumbuhan kangkung darat yang ditumbuhkan di lahan pantai. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang disusun secara factorial, dengan tiga kali ulangan. Dosis pupuk N yang dicoba, terdiri atas 4 taraf yaitu 0, 23,46 dan 69 kg N/ha Sedang jenis pemangkasan terdiri atas 3 taraf yaitu pemangkasan pucuk pada ruas I, mas II, dan ruas III. Parameter yang diamati meliputi : panjang tunas, jumlah daun ltananan, luas darm ltanaman jurnlah akar/tarcman, paqiang akar/tanaman, bobot basah brangkasanitanama4 bobot kering brangkasan tanama& bobot basah brangkasan/ petak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis pupuk Nitrogen berpengaruh terhadap semua parameter yang diamati, kecuali bobot brangkasan kering tanaman. Perarmbuhan dan hasil kangkung darat tertinggi diperoleh pada dosis 69 kg N/ha (Urea 150 kg/ha). Jenis pemangkasan berpengaruh terhadap semua parameter yang diamati. Pertumbuhan dan hasil kangkung darat tertinggi dicapai pada jenis pemangkasan pada ruas II. Terdapat interaksi antara dosis pupuk nitrogen dengan jenis pemangkasan. Kombinasi terbaik dicapai pada dosis pupuk niaogen 69 kg N/ha (Urea 150 kg/ha) dengan jenis pernangkasan pada ruas II, sehingga tanaman darat dapa ditanam di lahan pantai. Kata kunci : kangkung darat, dosis pupuk N, jenis pemangkasan, lahan pantai
Pengembangan Diversifikasi Usaha Budidaya Di Tambak Pemalang Madusari, Benny Diah; Mardiana, Tri Yusufi
Pena Akuatika Jurnal Ilmiah Perikanan Dan Kelautan Vol 1, No 1 (2010): PENA AKUATIKA JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN Vol.1 No.1 APRIL 2010
Publisher : Pena Akuatika Jurnal Ilmiah Perikanan Dan Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penurunan produksi udang windu (P monodon) terjadi akibat menurunya daya dukung lahan tambak sehingga memberikan peluang penyakit mudah menyerang udang windu. Terdapat 90 % lahan tambak di Pantura Jateng merupakan tambak kurang produktif untuk budidaya udang windu. Akibatnya pendapatan petambak menurun sehingga berpengaruh terhadap kesejahteraan . Pemanfaatan lahan tambak kurang produktif tersebut masih dapat dipertahankan dan ditingkatkan melalui diversifikasi produk tambak. Diversifikasi biota yang dipilih haruslah memiliki harga jual yang menguntungkan  dan menggunkan teknologi yang ramah lingkungan. Kepiting bakau (Scylla serrata) yang benihnya banyak terdapat di Pantan ulujami menjadi tumpuan budidaya yang memiliki masa depan yang prospekti. Selain itu Gracilaria verucosa sejenis rumput laut yang mampu hidup berkembang pada salinitas air payau juga merupakan komoditi ekspor. Keberadaan budidaya kepiting bakau dan Gracilaria verucosa sudah dibudidayakan di tambak-tambak Desa Mojo dan Desa Pesantren namun produk yang dihasilkan masih kurang optimal oleh karenanya melalui polikultur antara kepiting dan Gracilaria verucosa akan diperoleh keuntungtungan ganda sebab dua biota tersebut dibudidayakan pada lahan yang sama. Optimasi lahan dengan polikultur memungkinkan petambak memperoleh keuntungan yang lebih baik. Pemasaran hasil produk kepiting bakau tidak mengalami kendala sebab terdapat beberapa KPD (Koperasi Perikanan Darat) di Kabupaten Pemalang. Sedangkan kendala harga jual rumput laut masih kurang memberikan keuntungan yang layak bagi petambak. Untuk itu perlu ada upaya menjalin antara stakeholder baik pemerintah, investor, petambak dan pelaku bisnis lainya untuk memberikan solusi agar pendapatan petambak meningkat   Kata kuci : kepiting, rumput laut, polikultur
KAJIAII RESTROSPEKTIF PROGRAM PEMBBRDAYAAN WANITA NELAYAN DI GUNUNG KIDUL DIY Agus, Muhammad
Pena Akuatika Jurnal Ilmiah Perikanan Dan Kelautan Vol 1, No 1 (2009): Jurnal Ilmiah Perikanan Dan Kelautan Vo. 1 No. 1 April 2009
Publisher : Pena Akuatika Jurnal Ilmiah Perikanan Dan Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pemberdayaanwanita nelayan desa pesisir Pantai Baron Kemadang Gunung Kidulkurang menyentuh kepentingan wanita nelayan, karena minimnya perguliran dana dan pendampingan,padahal organisasi kelompok wanita nelayan memainkan perannya dalam memotivasi anggotanyamerencanakan kegiatan pengembangan usaha dan memajukan pemasaran serta pemupukan permodalan.Hasil penelitian menunjukkan implementasi program pemberdayaan wanita nelayan di Desa Kemadangberjalan cukup baik. Hal ini ditunjukan dari ketersediaan kelompok sasaran yakni wanita nelayan yangmemberikan respon positif terhadap sosialisasi program, pelatihan dan perguliran modal sertapendampingan berkelanjutan yang dilaksanakan. Penguatan modal melalui kelompok-kelompok kecilmampu meminimalisir kebiasaan wanita nelayan berhutang pada tengkulak atau rentenir. Di sisi lain,program ini terdapat kekurangan dari sisi pendampingan yang kurang meugacu pada kebutuhan lokaldan konsep pembangunan berkelanjutan.Kata kunci : pemberdayaan, wanita, pesisir
PEMANFAATAN DAUN SIRIH (PIPER BETLE) UNTUK MENANGGULANGI EKTOPARASIIPADA IKAN HIAS TETRA Herawati, Vivi Endar
Pena Akuatika Jurnal Ilmiah Perikanan Dan Kelautan Vol 1, No 1 (2009): Jurnal Ilmiah Perikanan Dan Kelautan Vo. 1 No. 1 April 2009
Publisher : Pena Akuatika Jurnal Ilmiah Perikanan Dan Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun sirih dapat digunakan sebagai obat alami maupun buatan karena mengandung chlavicolyang mempunyai sifat bakterasidal dan fungisidal pada bakteri dan jamur. Selain itu daun sirih dapatmenanggulangi serangan ekloparasit pada ikan hias tetra salah satunya adalah ikan tetra. Tujuan daripenelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh berbagai konsentrasi daun sirih terhadapkelulushidupan ikan neon tetra terhadap serangang ektoparasit dan konsentrasi optimal yang diberikansebagai pengobatan terhadap seftrngan ektoparasit. Metode yang digunakan adalah eksperimentallaboratories dengan rancangan dasar e.cak lengkap dan ikan uji yang digunakan adalah ikan hias tetra.Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi daun sirih yang berbeda mempunyai pengaruhsangat nyeta (P ( 0,01) terhadap Kelulushidupan ikan hias tetra dan padakonsentrasi daun sirih 8,3 ppt(99,40%) paling efektif untuk mengurangi ektoparasit pada ikan hias tetra.Kata kunci : Daun Sirih, Ikan hias Tetr4 Ektoparasit dan Kelulushidupan.
MANFAAT CAHAYA BAGI ALGAE KHUSUSNYA CHLOROPHYTA Soeprapto, Hayati
Pena Akuatika Jurnal Ilmiah Perikanan Dan Kelautan Vol 1, No 1 (2009): Jurnal Ilmiah Perikanan Dan Kelautan Vo. 1 No. 1 April 2009
Publisher : Pena Akuatika Jurnal Ilmiah Perikanan Dan Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tumbuhan algae jenis Chlorophyta membutuhkan cahaya untuk proses fotosintesis yang terjadisecara kimi4 dengan memanfatkan cahaya matahari sebagai sumber energi. Proses tersebut akanmenghasilkan oksigen yang akan digunakan sebagai fototrop. Chlorophyta mampu mensintesamakanan sendiri dengan bantuan cahaya matahari karena adanya klorofil (C; :en Algae). Algae ini jugamenggunakan korbondioksida dan air untuk menghasikan gula dan oksigen yang diperlukan sebagaimakanan. Komposisi dari algae di perairan dipengaruhi oleh cahaya dan temperatur air, dan adasimbiosis dengan beberapa anemone, tetapi tidak ada hubungan yang signifikan antara anemon danchlorophyt4 yang hidup bersama di dasar pada kondisi air yang rusak. Kata kunci: cahay4 chlorophyt4 sinrbiosis
PENGARUH PENAMBAHAI BERBAGAI DOSIS MINYAK IKAN Y,{NG BERBEDA PADA PAKAN BUATAI{ TERIIADAP PERTUMBUHAN BENIH IKAN PATIN (Pangasius pangasius) ., Komariyahl) .; Setiawan, Aries Indra
Pena Akuatika Jurnal Ilmiah Perikanan Dan Kelautan Vol 1, No 1 (2009): Jurnal Ilmiah Perikanan Dan Kelautan Vo. 1 No. 1 April 2009
Publisher : Pena Akuatika Jurnal Ilmiah Perikanan Dan Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

pakan merupakan salahsatu faklor yang dapat rnenunjang dalam perkembangan budidaya ikansecara intensif maupun semi intensif, baik ikan air tawar, ikan air payatl, maupun ikan air laut.Sedangkan pakan itu dibutuhkan oleh ikan sejak mulai dari ukuran larva (burayak), sampai ukuraninduk. penggunaan lemak dalam pakan ikan sangat penting arlinya dalam menunjang pertumbuhanikan. Karena lemak merupakan sumber energi yang memiliki nilai cukup tinggi dibanding protein dankarbohidrat. Penggunaan lemak sebagai sumber energi sebenamya hanya sebagai "Protein sparing"yaitu lemak mempunyai fungsi untuk menggantikan protein sebagai sumber energi, sehinggap.nggun*n protein dapat dihemat. Untuk memaksimalkan pertumbuhan maka penggunaan lemakbalam pakan buatan diperlukan dalam jumlah tertentu. Pertumbuhan ikan sangat dipengaruhi olehkualitas pakan oleh sebab itu perlu dilakukan penelitian, pengaruh penambahan berbagai dosis minyakikan yang berbeda pada pakan buatan tefiadap pertumbuhan benih ikan patin.Kata Kunci : Minyak lkan, Dosis, Pertumbuhan, Benih Ikan Patin
APLIKASI TENIK SBX REVERSAL UNTUK PENGEMBANGAN USAI{A IKAI HIAS DI UNIVERSITAS PEKALONGAN Madusari, Benny Diah; Fauzan, Anwar; Sudarmiati, Sri; Syakirin, M. B
Pena Akuatika Jurnal Ilmiah Perikanan Dan Kelautan Vol 1, No 1 (2009): Jurnal Ilmiah Perikanan Dan Kelautan Vo. 1 No. 1 April 2009
Publisher : Pena Akuatika Jurnal Ilmiah Perikanan Dan Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan U-UJI ini dilakukan sejak Tahun 2007 sld Tahun 2008, dengan sebelumnya telah ada rintisan usaha ikan hias di ka:npus. Perolehan dana Dikti melalui DP2lv{ menunjang pengembagan usaha ikan hias di kampus Pada awalnya hanya usaha ikan hias, kemudian dilakukanusaha lainnya yakni pembuatan akuatium dan usaha plokultur. Tujuan kegiatan U-UJI di kampus tidak untuk mengembangkan usaha ikan hias dengan menerapkan metode apliktif seperti metode monosek,persilangan antar jenis ikan. Aplikasi metoie ini untuk bisa mengisi peluang pasar mengingat trend ikan hias berganti dalam2- 3 tahun. Penerapan penelitian pada kegiatan program U-UJI ini yaitu aplikasi teknik sex reversal. Teknik sex reversal adalah teknik untuk  menghasilkan ikan hias yang memiliki kualitas yang sesuai dengan selera pasar ikbn hias yang sedang trend pada saat tersebut. Aplikasi teknik sex reversal dilakukan dengiur menyilangkan jenis koki lawalawa; koki rowanda, koki dan koki tosa. Hasil persilangan adalah munculnyajenis yang unik, yakni koki olala dankoki panador. Adapun pemasaran dilakukan dengan membuka toko ikan hias.Kata kunci: Ikan hias, monosek, polikultur
TEKNOLOGI PENGARAHAN KELAMIN IKAN MENGGUNAKAN MADU Mardiana, Tri Yusufi
Pena Akuatika Jurnal Ilmiah Perikanan Dan Kelautan Vol 1, No 1 (2009): Jurnal Ilmiah Perikanan Dan Kelautan Vo. 1 No. 1 April 2009
Publisher : Pena Akuatika Jurnal Ilmiah Perikanan Dan Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Madu merupakan salah satu bahan altematif untuk pengarahan kelamin yang mengandungbeberapa macam mineral seperti magnesium, kalium, kalsium dan natrium. Harganya murah dan tidakbersifat karsinogenik dibandingkan penggun€utn hormon. Ulasan ini menggambarkan diferensiasikelamin pada ikan, kandungan madu dan aplikasinya terhadap ikan.Kata kunci : madu, ikan, kelamin, pengarahan
ANALISIS DAMPAK BUDIDAYA IKAN SISTEM KERAMBA JARING APUNG TERHADAP TINGKAT SAPROBITAS PERAIRAN DI WADUK WADASLINTANG KABTJPATEN WONOSOBO Sulardiono, Bambang
Pena Akuatika Jurnal Ilmiah Perikanan Dan Kelautan Vol 1, No 1 (2009): Jurnal Ilmiah Perikanan Dan Kelautan Vo. 1 No. 1 April 2009
Publisher : Pena Akuatika Jurnal Ilmiah Perikanan Dan Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan budidaya dengan karamba apung merupakan salah satu upaya untuk meningkatkanproduksi perikanan di perairan Wadaslintang, Kabupaten Wonosobo. Meningkatnya jumlah kegiatanbudidaya di perairan tersebut tentunya akan menimbulkan dampak yang kurang baik terhadap perairankarena sisa pakan yang terbuang karena tidak dikonsumsi dan hasil proses metabolisme dari organismeyang dibudidayakan di daerah tersebut. Apabila terakumulasi di dasar perairan secara terus-menerusakan menimbulkan penumpukan bahan organik. Tingginya bahan organik akan mempengaruhi tingkalkesuburan pada Maka perlu adanya suatu penelitian yang akan melihat sejauh mana kegiatan budidayadengan karamba apung akan membe.rikan dampak ke dalam perairan.Tujuan penelitian adalah mengetahui kondisi perairan sebagai dampak dari kegiatan budidayakaramba jaring apung yang berpengaruh pada tingkat saprobitas perairan wadaslintang.Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Mei 2008 di Perairan Wadas-lintang, KabupatenWonosobo. Metode penelitian menggunakan cara deskriptif, yaitu mencari informasi faktualidentifikasi masalah dan evaluasi. Kaidah pengambilan keputusan menggunakan uji korelasi.Pengambilan sampel dilakukan selamal bulan, dengan interval waktu pengambilan sampel I hari dalamI minggu. Pengambilan sempel dilakukan pada 5 stasiun dengan hari yang sama dengan jangka waktu6 jam untuk semua pengzrmatan paranieter kualitas air (suhu, kedalaman, kecepatan arus, pH dan DO)dengan dilakukan secara in siln. Sedangkan pengambilan sampel bahan organik, kandungan klorofil-qplankton dan nuhien (N dan P) dilakukan I kali dalam satu hari selama satu bulan di lima stasiun,kemudian dilanjutkan analisa laboratorium.Hasil penelitian menunjukan nilai bahan organik, nihat, phospor di perairan karamba lebihtinggi bila dibandingkan dengan kondisi perairan lepas, selain itu kondisi kualitas air yang mengalamiperbedaan antara perairan karamba dengan perairan lepas. Pengamatan terhadap tingkat saprobitasperairan melalui penghitungan TSI serta pengujian klorofil, nrenunjukan bahwa perairan karambacenderung masuk dalam klasifikasi perairan B-mesosaprobik sampai c- mesosaprobik sebagai akibatdari dampak kegiatan budidaya karamba jaring apung, sedangkan pada perairan iepas masuk dalamklasifikasi oligosaprobik, dengan demikian kegiatan leramba jaring apung menunjukan adanyapengaruh dari kegiatan kerambajaringapung terhadap tingkat saprobitas perairan. Kata kunci : Karamba jaring apung, saprobitas perairan. 
STRATIIGI PENINGKATAN "DAYA TARIK PASAR" PRODUK OLAHAN IKAN BANDENG PRESTO SEBAGAI KOMODITAS OLEH-OLEH KHAS SEMARANG Budiharjo, Arif
Pena Akuatika Jurnal Ilmiah Perikanan Dan Kelautan Vol 1, No 1 (2009): Jurnal Ilmiah Perikanan Dan Kelautan Vo. 1 No. 1 April 2009
Publisher : Pena Akuatika Jurnal Ilmiah Perikanan Dan Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produk olahan Ikan Bandeng Presto sampai dengan saat ini masih menjadi komoditas oleholehkhas kota Semarang yang sangat digemari. Namun demikian konsep Daur Hidup Produk, bisamenjadi pennakluman adanya penurunan minat akan produk tersebut sebagai oleh-oleh khas kotaSemarang. Oleh karena itu, pada sisi lain, inti utama bisnis yang berada pada tahapan kedewasaandalam konsep Daur Hidup Produk, seperti produk olahan ikan bandeng presto ini adalah bagaimanamenjaga agar usia kedewasaan produk tersebut terus berlanjut memanjang hingga tidak berganti padamasa decline. Dalam rangka mengatasi hal tersebut, perlu adanya stategi yang dapat digunakan untukmenjaga dan meningkatkan "Daya Tarik Pasar" produk olahan ikan bandeng presto sebagai komoditasunggulan oleh-oleh khas dari kota Seamarang. Hal ini agar kelak Ikan Bandeng Presto tidak lenyap darikeberadaannya. Untuk meningkatkan "Daya Tarik Pasar" tersebut diperlukan suatu upaya strategis yangmengarahkan atribut-atribut produk ikan bandeng presto menjadi semakin optimal dalam kinerja, fungsidan sinergismenya sehingga benar-benar menjadi suatu entitas produk yang kuat. Disamping itudiperlukan kebijakan Stimuli pemasamn yang dapat mendukung upaya peningkatan "Daya Tarik Pasar"dari Produk Olahan ikiur bandeng presto.Kata Kunci : strategi, dayatarik pasar, ikan bandeng presto.

Page 1 of 2 | Total Record : 16