cover
Filter by Year
Al-Qalam
Jurnal Al-Qalam adalah Jurnal Ilmiah yang diterbitkan 2 edisi dalam setahun oleh Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar. Terbit Sejak Tahun 1990. Bidang Kajian Meliputi: (1) Kehidupan Keagamaan, (2). Lektur dan Khazanah Keagamaan, (3). Pendidikan Keagamaan. Lingkup Jurnal Al-Qalam meliputi Naskah keagamaan klasik, Naskah keagamaan Kontemporer, Sejarah sosial keagamaan, Arkeologi religi, Seni budaya keagamaan nusantara, kehidupan keagamaan, dan pendidikan agama dan keagamaan.
Articles
233
Articles
MENENGOK KEBERISLAMAN KELOMPOK MAJELIS ILMI AL-AMIN DI KABUPATEN BOALEMO

Arafah, St. ( Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar )

Al-Qalam Vol 24, No 1 (2018)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Munculnya kelompok yang dianggap sempalan akan berpontesi melahirkan konflik, mereka hadir membawa paham dan praktik keagamaan yang berbeda dengan yang dianut kebanyakan umat di Indonesia dan secara kuantitas jumlah mereka sangat sedikit. Disisi lain, kehadiran kelompok atau paham yang berbeda ini akan membawa pada sikap destruktif. Penelitian mendeskripsikan tentang keberadaan kelompok Majelis Ilmi Al-Amin, yang oleh pembimbingnya mengkalim telah menerima ilham, hidayah bahkan menyebutnya “wahyu”,  mengenai ilmu kegaiban melalui proses dialog. Proses penelusuran data dengan menggunkana teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok  Majelis Ilmi Al-Amin telah eksis sejak 2007 hingga kini walaupun telah mengalami pelemparan dan pengusiran oleh masyarakat hingga akhirnya kelompok ini berpindah tempat untuk melakukan aktifitas. Kelompok ini oleh masyarakat dan pemerintah menklaim sebagai kelompok yang memiliki ajaran yang menyimpang utamanya dalam hal pelaksanaan syari’ah, bahkan bagi para jama’ah tidak lagi melaksanakan shalat sebagaimana lazimnya karena kelompok ini tidak mau dikatakan “riya” jika mereka melaksanakan shalat khususnya berjama’ah di masjid, sehingga shalat itu dilakukan secara bhatin saja, pada pelaksanaan puasa mereka telah berada pada tingkatan al-khawaisul khawas, dan haji tidak perlu ke tanah suci.

PENERAPAN STRATEGI BELAJAR JIGSAW DALAM PEMBELA JARAN AQID AH AKHLAK

Rahman P., Ulfiani ( UIN Alauddin Agama Makassar )

Al-Qalam Vol 16, No 1 (2010)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Tujuannya untuk mengetahui: 1. Seberapa besar siswa percaya dirimengikuti pelajaran dengan strategi belajar Jigsaw; 2. Seberapa besar siswa bersungguh-sungguh dalam menyiapkangilirannya melaporkan hasil diskusi sesuai tugasnya; 3. Seberapa tinggi hasil penguasaan siswa terhadap materi yangdipelajari dengan strategi Jigsaw; 4. Kesan siswa tentang pelaksanaan pembelajaran dengan strategi Jigsaw. Penelitian inidilakukan dalam 2 siklus melalui teknik observasi, wawancara dan Catalan tentang kejadian yang terjadi.Hasil kajian menunjukkan bahwa: 1. Pelaksanaan pembelajaran (aqidah akhlak) dengan strategi belajar Jigsaw dapatmeningkatkan kepercayaan diri siswa; 2. Melalui strategi belajar Jigsaw pula, maka siswa bersungguh-sungguh menguasaimateri (aqidah akhlak) yang menjadi tugasnya sebelum mendapat giliran melaporkan hasil diskusinya; 3. Setelah mengikutipembelajaran dengan strategi Jigsaw, siswa merasa mudah memahami dan mengerti pelajaran (aqidah akhlak); 4. Padaumumnya siswa terkesan dengan menyenangi dan antusias pada pelaksanaan strategi belajar Jigsaw sebab memberikanpengalaman yang sangat seru dalam proses belajar mereka

WAJAH ISLAM DI BANDAR JALUR SUTERA (Kajian Sejarah Sosial Pada Kesultanan Tidore-Maluku Utara)

Rais, Muhammad ( Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar )

Al-Qalam Vol 16, No 2 (2010)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Riset ini menggunakan teknik penjaringan data sejarah secara konvensional dan kajian pustaka sebagai data primer(utama) menganalisis sumber-sumber tertulis, seperti kronik-kronik dan manuskrip-manuskrip klasik, buku-buku sejarah,artikel sejarah, artefak, dan dokumen sejarah sementara sumber data sekunder yang terdiri dari dua cara, yaitu wawancaramendalam (indepth interview) dengan informan utama dan observasi.Dalam konteks lslamisasi di Kesultanan Tidore, ditemukan beberapa leoriyang mengkonstruk data-data terkait, diantaranya: TeoriArab-meminjam istilah Ahmad Mansur (12 Rabiul Awal 502 Hatau 12 April 1108 M) dibawa oleh empat orangsyekh, Syekh Mansurdi Pulau Ternate, Pulau Halmahera dan sekitarnya, Syekh Yakub dengan wilayah syiar Pulau Tidore, Pulau Makian dan sekitarnya,Syekh Amin dan Syekh Umar melakukan syiar Islam di Pulau Halmahera. Kedua, Teori Persia sesuai keterangan Muhammad JafarShadiq bahwa Islam telah eksis di Maluku pada abad ke-13: Kedga, Teori Jawa, Jusuf Abdurrahman mengemukakan bukti sejarah,bahwa pada abad ke-14, tepatnya tahun 1465 M, dibawa muballigh bernama Datuk Maulana Husein sudah datang di Ternate danmengajarkan al-quran, Keempat, Teori Gujarat, teori ini digagas oleh Snaouck Hurgronje. Kelima, Teori Cina, berdasarkan hasilinterview dengan Adnan Amal, yang menganggap bahwa Jafar Shadiq yang dimaksudkan banyak kalangan di Maluku Utarasebagai orangArab keturunan Rasulullah SAW. lslamisasi di Kepulauan Tidore dengan tipologi islamisasipola kombinasi antaraintegratif dan dialog seperti belaku di Sulawesi dan Indonesia Bagian Timur, Kedatangan dan penerimaan Islam berimplikasipada perbahan-perubahan pada semua lini kehidupan sosial.

Pembelajaran Kitab Kuning di Pondok Pesantren Darul Ulum Nahdhatul Wathan, Bima Maroa, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara

Mustafa, Muhammad Sadli ( Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar )

Al-Qalam Vol 24, No 1 (2018)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap seputar pembelajaran kitab kuning di pondok pesantren dengan melakukan penelusuran terkait jenis kitab kuning yang diajarkan, mekanisme pembelajarankitab kuning,dan problematika yang dihadapi dalam pembelajarankitab kuning. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 92 pondok pesantren di Sulawesi Tenggara, hanya sebagian kecil yang masih menyelenggarakan pembelajaran kitab kuning. Salah satu di antaranya adalah Pondok PesantrenDarul Ulum Nahdhatul Wathan di Konawe Selatan yang menjadi sasaran penelitian ini.Kitab kuning yang diajarkan di pondok pesantren ini terdiri dari beberapa jenis kitab yakni kitab-kitab ilmu nahwu dan ilmu Sharaf, fikih dan usul fikih, hadis, tafsir, tauhid, sejarah,  akhlak, dan tajwid. Pembelajaran kitab kuning dilaksanakan dengan sistem bandongan dan dibagi perkelas sesuai tingkat kemampuan dan pemahaman santri terhadap kitab yang dipelajari. Kendala utama yang dirasakan dalam pembelajaran kitab adalah kelangkaan kitab, kekurangan jumlah pembina yang bisa mengajarkan kitab, ketiadaan ruang yang berskala besar sebagai pusat kegiatan ibadah dan pengajian kitab, dan kapasitas asrama yang belum mampu menampung seluruh peserta yang belajar di satuan-satuan pendidikan dalam binaan pondok pesantren ini. 

DAKWAH KULTURAL DALAM TRADISI HILEYIA PADA MASYARAKAT KOTA GORONTALO

Thaib, Erwin Jusuf ( Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Sultan Amai Gorontalo )

Al-Qalam Vol 24, No 1 (2018)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Studi ini mengungkap bagaimana realitas tradisi hileyia dalam masyarakat Kota Gorontalo, bagaimana wujud dakwah kultural dalam tradisi hileyia, serta apa  efek dakwah kultural dalam tradisi hileyia pada masyarakat Kota Gorontalo. Pendekatan studi ini bersifat  kualitatif  yang akan mengungkap dakwah kultural dalam tradisi hileyia pada masyarakat Kota Gorontalo. Melalui studi ini akan digambarkan bagaimana dakwah  disebarluaskan melalui medium budaya seperti tradisi hileyia. Dari hasil penelitian terungkap bahwa tradisi hileyia adalah suatu gambaran hubungan antara orang yang hidup dan yang sudah meninggal. Tradisi yang secara harfiah berarti pindah ini ditandai dengan berpindahnya seorang manusia dari dunia ini ke alam kubur karena sebab kematian. Hal ini diikuti dengan berpindahnya para keluarga dan kerabat dalam tempo tertentu ke rumah duka,  beraktivitas secara bersama-sama yang diisi dengan doa arwah dan aktivitas kehidupan lainnya dengan tujuan untuk menghibur keluarga yang berduka. Tradisi hileyia dalam masyarakat Kota Gorontalo adalah sebuah tradisi yang memiliki nilai-nilai dakwah kultural. Hal ini diyakini karena tradisi hileyia mengandung pesan-pesan kebajikan yang bisa disebar luaskan melalui perantaraan tradisi ini. Dakwah kultural yang disebarluaskan melalui tradisi hileyia memiliki efek positif dalam masyarakat Kota Gorontalo. Efek positif ini antara lain kepedulian sosial, keikhlasan dalam berbagi, serta rasa persaudaraan yang tinggi. Efek sosial ini dipandang sebagai modal sosial (social capital) yang sangat berkontribusi dalam membangun harmoni sosial dalam masyarakat terlebih dalam konteks masyarakat Kota Gorontalo yang plural.

PAHAM DAN SIKAP KEAGAMAAN MAHASISWA MUSLIM DI KOTA SAMARINDA

Hakim, Ramlah ( Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar )

Al-Qalam Vol 16, No 1 (2010)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Mengacu pada ketimpangan dari apa yang ideal-normatif (das sein) dengan realitas di ranah sosial (das solen) padapaham dan sikap keagamaan kalangan muda muslim. Oleh karena itu, dilakukan sebuah riset yang mengarah padakebijakan, yaitu: "Bagaimana kecenderungan pemahaman dan prilaku keagamaan mahasiswa muslim di kotaSamarinda?Melalui riset dengan pendekatan kualitatif yang dipadukan dengan data kuantitatif. Dengan populasi mahasiswamuslim di kota samarinda dan sampel mahasiswa muslim di kampus STAIN dan Unmul.Hasil riset menunjukkan kecenderungan paham dan sikap keagamaan mahasiswa muslim yang berpotensi pada tumbuhnyabenih-benih radikalisme agama, meski pada sisi lain terlihat kecenderungan toleransi pada aspek kehidupan sosial. Temuanriset inijuga memperlihatkan kekakuan pada aspek-aspek yang menyentuh pada ranah normatif Islam, semisal penegakansyariat dan khilafah Islamiyah. Kecenderungan ini dapat menjadi bahaya laten munculnya paham dan gerakan radikalismeagama di kalangan mahasiswa muslim.

PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PERBANKAN SYARIAH DI KOTA MAKASSAR

Sirat, Abdul Hadi

Al-Qalam Vol 16, No 2 (2010)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Bank Syariah merupakan bank yang beroperasi dengan tidak menggunakan bunga. Bank Syariahmerupakan lembaga keuangan yang operasional dan produknya dikembangkan berlandaskan padaAlquran dan Assunnah. Banyak faktor yang menyebabkan umat Islam belum berhubungan dengan banksyariah, antara lain: 1) masih rendahnya tingkatpengetahuan danpemahaman umat tentang bank syariah,2) peran ulama dan dai masih relatif kecil, 3) peran akademisi perguruan tinggi belum optimal, dan 4)peran ormas Islam juga belum optimal membantu dan mendukung gerakan bank syariah.Penelitian bertujuan untuk menggambarkan persepsi masyarakat terhadap keberadaan bank syariahdan menentukan pilihan dalam berinvestasi dengan produk-produk perbankan syariah, serta prospekperbankan syariah di masa mendatang. Metode analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan responden tentang bank syariah di kotaMakassar cukup baik. Sebagian besar dari masyarakat telah mengetahui melalui media elektronik, mediamassa, dan rekan kerja. Secara umum, masyarakat tertarik untuk menjadi nasabah bank syariahkarena dilaksanakan berdasarkan prinsip Syariat Islam. Sebagian besar responden menyatakan manfaatyang diperoleh melalui bank syariah adalah terhindar dari praktik riba, lebih aman, lebih terjamin, danada rasa kebanggaan sebagai umat Islam, serta memiliki keunggulan kompetitif dalam perspektif Islam.

POLA PENGASUHAN ANAK DAN PROSES INTERNALISASI NILAI BUDAYA BERBASIS AJARAN ISLAM DI KAMPUNG JAWA-TONDANO

djakaria, salmin ( Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Manado )

Al-Qalam Vol 24, No 1 (2018)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Artikel ini bertujuan mendeskripsikan model-model internalisasi nilai budaya berbasis ajaran agama Islam pada masyarakat kampung Jawa-Tondano di Minahasa dan bagaimana hal tersebut berperan dalam proses pembentukan karakter warganya. Proses internalisasi nilai ini dilakukan terutama lewat seni tutur, yaitu dengan menandungkan: Salawat, pantun, ungkapan-ungkapan dan nasehat. Seni tutur sebagaimana yang dijelaskan dalam artikel ini tidak hanya bermanfaat dalam menginternalisasi nilai-nilai Islami, tetapi juga menjadi salah satu faktor pembentuk karakter orang Jaton. Disamping itu, seni tutur yang dimaksud juga membentuk sebuah identitas yang memperkuat ikatan mereka sebagai orang Jaton, sehingga sekalipun bermukim di luar kampung, tetap memiliki ikatan dengan kampung halamannya. Artikel ini didasarkan pada penelitian lapangan dengan menggunakan metode kualitatif yang teknik pengumpulan datanya terutama lewat wawancara, observasi dan lewat Focus Group Discussion (FGD) yang difokuskan pada pendekatan pengalaman individu.

PROSES PEMBELAJARAN AKTIF, INTERAKTIF DAN MENYENANGKAN Studi Tindakan Kelas (PTK) Pada Proses Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Kelas X SMA Negeri 14 Makassar

Badruzzaman, Badruzzaman

Al-Qalam Vol 16, No 1 (2010)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk menemukan tingkat pretasi Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan menggunakanproses pembelajaran Aktif, Interaktif, dan Menyenangkan. Pembelajaran dibentuk dengan tiga formasi, yaitu FormasiPembelajran Aktif dan Interaktif; Aktif dan Menyenangkan dan Interaktif dan Menyenangkan. Setiap formasi pembelajarandilakukan dengan dua tahap, yaitu tahap pertama pembelajaran konvensional yang sering dilakukan oleh guru agamayang diakhiri dengan protest. Tahap kedua dilakukan dengan pembelajaran formasi di atas yang diakhir dengan postest.Hasil penelitian menujukkan bahwa prestasi belajar siswa setelah dilakukan ketiga formasi pembelajaran tersebut meningkat.Prestasi belajar PAI siswa sebelum pembelajaran Aktif dan Interaktif, r= 5,29 pada protest meningkat menjadi r= 9,16 padaposttest; pada pembelajaran Aktif dan Menyenangkan protest r= 6,94, meningkat pada postest r= 9,71; dan pada formasiInteraktif dan Menyenangkan protest r= 6,84 meningkat pada postest r= 9,76. Penelitian ini merekomendasikan bahwadalam upaya meningkatkan prestasi belajar PAI siswa yang dominan merupakan meteri pelajaran yang bersifat hafalandibanding penalaran hendaknya menggunakan metode-metode pembelajaran yang merangsang daya hafalan setiap siswaseperti Metode Pembelajaran Aktif, Interaktif dan Menyenangkan. Selain itu, pertimbangan yang lain yang urgen untukdiperhatikan adalah pelibatan tiga jenis bentuk aktivitas belajar dalam setiap pembelajaran yaitu membaca, mengungkapkanhasil bacaan, dan menulis, khususnya pada pembelajaran PAI yang dominan merupakan meteri hafalan.

EFEKTIFITAS DIKLAT GURU MATA PELAJARAN DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI MADRASAH (Studi Tingkat Respon Guru Mata Pelajaran Yang Pernah Mengikuti Diktat Terhadap Penyelenggaraan Diklat di Balai Diklat Keagamaan Ambon)

Mujizatullah, Mujizatullah ( Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar )

Al-Qalam Vol 16, No 2 (2010)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Program diklat Guru Mata Pelajaran (GMP), diperuntukkan bagi meningkatkan kompetensi guru sehingga kualitaspendidikan yang diharapkan juga semakin meningkat. Berdasarkan harapan tersebut maka masalah penelitian yangdiangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana respon peserta diklat Guru Mata Pelajaran (GMP) terhadappenyelenggaraan Diklat GMP dan bagaimanapeningkatan kompetensi Guru Mata Pelajaran (GMP) setelah mengikutiDiklat GMP. Penelitian ini merupakan penelitian evaluatif, Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data dilapanganadalah: angket, daftar pertanyaan, dan dukumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon peserta diklat Guru Mata Pelajaran (GMP) terhadap penyelenggaraanDiklat GMP di Maluku cukup positif dan berada dalam kategori baik dan pada aspek rekrutmen dikategorikan kurangefektif. Pada pelaksanaan Diklat secara umum, perlu perbaikan ierutama pada sumber dan media belajar masihkurang. Pada kompetensi pedagogik diperoleh respon guru dirasakan kurang pada aspek pedagogik khususnya padapenyelenggaraan pembelajaran. Pada kompetensi profesional terutama pada kemampuan memanfaatkan teknologiinformasi dan komunikasi dalam pengembangan diri direspon oleh guru masih kurang. Pada kompetensi sosial padaumumnya direspon oleh guru kurang mampu berkomunikasi dengan teman sejawat dan komunitas ilmiah lainnya. Padatingkat kompetensi profesional terkategori baik kompetensi pedagogik kategori sedang, kompetensi profesional kategorisedang, kompetensi kepribadian kategori sangat tinggi, dan kompetensi sosial terkategori sedang.