cover
Contact Name
Abu Muslim
Contact Email
abumuslim@kemenag.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
abumuslim@kemenag.go.id
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Al-Qalam
ISSN : 08541221     EISSN : 2540895X     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Al-Qalam adalah Jurnal Ilmiah yang diterbitkan 2 edisi dalam setahun oleh Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar. Terbit Sejak Tahun 1990. Bidang Kajian Meliputi: (1) Kehidupan Keagamaan, (2). Lektur dan Khazanah Keagamaan, (3). Pendidikan Keagamaan. Lingkup Jurnal Al-Qalam meliputi Naskah keagamaan klasik, Naskah keagamaan Kontemporer, Sejarah sosial keagamaan, Arkeologi religi, Seni budaya keagamaan nusantara, kehidupan keagamaan, dan pendidikan agama dan keagamaan.
Arjuna Subject : -
Articles 415 Documents
PROBLEMATIKA PEMANFAATAN BUKU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SD NEGERI 11 MANADO DAN SD NEGERI 1 BUNAKEN KEPULAUAN Ilyas, Husnul Fahima
Al-Qalam Vol 22, No 1 (2016)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.633 KB) | DOI: 10.31969/alq.v22i1.265

Abstract

Artikel ini bergenre kebijakan yang berupaya mengungkapkan problem mengenai pemanfatan buku Pendidikan Agama Islam (PAI) di Sekolah Dasar (SD) Negeri 11 Manado dan SD Negeri 1 Bunaken Kepulauan. Permasalahan difokuskan pada ketersediaan buku PAI, mekanisme pemanfaatan, dan problem yang dihadapi oleh pendidik dan peserta didik dalam memanfaatkan buku PAI. Data-data diperoleh dari hasil wawancara, dokumen, dan observasi dan dianalisis dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa SD Negeri 11 Manado menggunakan buku PAI K-13 untuk kelas I, II, IV, dan V dalam pembelajaran. Ketersediaan buku khususnya buku Pendidikan Agama Islam K-13 di SD Negeri 11 Manado belum maksimal dan masih jauh dari teori ideal karena belum berbanding  satu siswa-satu buku. Sekitar 10% siswa belum mempunyai buku pegangan. Solusinya memfotokopi buku PAI bagi anak mampu secara materi. Sedangkan untuk kelas III dan VI menggunakan buku PAI KTSP 2006 penerbit Erlangga yang disediakan oleh sekolah (menggunakan dana BOS). Berbeda dengan SD Negeri 1 Bunaken Kepulauan, distribusi buku PAI sangat timpang. Untuk buku K-13 khususnya pelajaran agama tidak terjangkau sampai kepulau-pulau. Solusi yang ditawarkan guru PAI mendikte atau menuliskan di papan tulis (khusus kelas I dan VI). Sedangkan  kelas II, III, IV, dan V SD Negeri 1 Bunaken Kepulauan, tidak mempunyai buku wajib baik pegangan guru dan siswa yang sesuai standar kurikulum K-13 ataupun KTSP 2006. Hal ini disebabkan guru bidang studi PAI tidak ada, solusinya guru kelas hanya mengajarkan Iqra dan bacaan shalat pada jam pelajaran PAI. 
PENGAWAS PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI KUTAI KARTANEGARA KALIMANTAN TIMUR Arsyad, Abd. Rahman
Al-Qalam Vol 19, No 2 (2013)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.738 KB) | DOI: 10.31969/alq.v19i2.154

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap kompetensi kepala madrasah di Kutai Kartanegara,dengan melihat aspek kepribadian, manajerial, akademik, evaluasi pendidikan, kelitbangan dan socialpada pengawas PAI (Agama dan Disdik). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dalamanalisis data selain angket/quesioner dengan pendekatan survei, berupaya untuk mengetahui tingkatkompetensi pengawas. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dalam analisis data selain angket/quesioner akan dianalisis secara deskriptif kuantitatif untuk mengetahui tingkat kompetensi pengawasPAI. Adapun data yang diperoleh melalui wawancara, study pustaka, dan dokumentasi. Hasil analisisdisajikan lewat tabel dan grafik bagi data kuantitas dan naratif bagi data kualitas. Hasil penelitian inimenunjukkan bahwa tingkat kompetensi pengawas PAI Kementerian Agama dan Kementerian Disdikterkategori Sedang dengan nilai kompetensi 2.80, sedangkan nilai kompetensi rerata 55.
JEJAK ORANG MELAYU SEBAGAI PENYEBAR AGAMA ISLAM DI KERAJAAN GOWA-TALLO Makmur, Muhaeminah dan
Al-Qalam Vol 21, No 2 (2015)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1368.035 KB) | DOI: 10.31969/alq.v21i2.234

Abstract

Kehadiran orang Melayu pada awal abad XVI M untuk berdagang dan menyebarkan agama Islam diKerajaan Gowa-Tallo pasca kejatuhan Malaka oleh bangsa Portugis terekam di dalam naskah lontaraKerajaan Gowa dan Wajo. Rekam jejak Islamisasi Kerajaan Gowa-Tallo oleh orang Melayu menarikuntuk dikaji dalam perspektif arkeologis. Penelitian menggunakan metode kualitatif, dengan databersumber dari catatan lapangan, rekaman fotografi, naskah lontara, data pustaka, dan hasil wawancara,menggunakan strategi penelitian lapangan, yaitu survei, ekskavasi dan wawancara. Analisis datamenggunakan pendekatan induktif, deskriptif, dan tipologis. Sebaran temuan arkeologis berupamasjid dan makam kuno telah memberikan petunjuk tentang daerah okupasi orang Melayu, fase-fasepermukiman orang Melayu, dan fase Islamisasi Kerajaan Gowa-Tallo oleh orang Melayu.
PENERAPAN STRATEGI BELAJAR JIGSAW DALAM PEMBELA JARAN AQID AH AKHLAK Rahman P., Ulfiani
Al-Qalam Vol 16, No 1 (2010)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.594 KB) | DOI: 10.31969/alq.v16i1.494

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Tujuannya untuk mengetahui: 1. Seberapa besar siswa percaya dirimengikuti pelajaran dengan strategi belajar Jigsaw; 2. Seberapa besar siswa bersungguh-sungguh dalam menyiapkangilirannya melaporkan hasil diskusi sesuai tugasnya; 3. Seberapa tinggi hasil penguasaan siswa terhadap materi yangdipelajari dengan strategi Jigsaw; 4. Kesan siswa tentang pelaksanaan pembelajaran dengan strategi Jigsaw. Penelitian inidilakukan dalam 2 siklus melalui teknik observasi, wawancara dan Catalan tentang kejadian yang terjadi.Hasil kajian menunjukkan bahwa: 1. Pelaksanaan pembelajaran (aqidah akhlak) dengan strategi belajar Jigsaw dapatmeningkatkan kepercayaan diri siswa; 2. Melalui strategi belajar Jigsaw pula, maka siswa bersungguh-sungguh menguasaimateri (aqidah akhlak) yang menjadi tugasnya sebelum mendapat giliran melaporkan hasil diskusinya; 3. Setelah mengikutipembelajaran dengan strategi Jigsaw, siswa merasa mudah memahami dan mengerti pelajaran (aqidah akhlak); 4. Padaumumnya siswa terkesan dengan menyenangi dan antusias pada pelaksanaan strategi belajar Jigsaw sebab memberikanpengalaman yang sangat seru dalam proses belajar mereka
PENANGGULANGAN ALIRAN BERMASALAH DI MAN MODEL TERNATE BR, M. Sofyan
Al-Qalam Vol 20, No 2 (2014)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.358 KB) | DOI: 10.31969/alq.v20i2.188

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya madrasah terhadap penanggulangan alirankeagamaan yang ditengarai sebagai aliran bermasalah menurut perspektif masyarakat setempat.Penanggulangan yang dilakukan oleh madrasah dicermati melalui wawacara, observasi, dan studidokumentasi terhadap upaya yang dilakukan madrasah, baik melalui dokumen pembelajaran, kegiatanpembelajaran, ataupun kegiatan tambahan dalam berbagai bentuk. Hasil penelitian menunjukkan,dominan penanggulangan dilakukan dalam bentuk pencegahan untuk menghindarkan siswa terlibatdalam aliran bermasalah. Kegiatan pencegahan juga melibatkan pihak luar madrasah.
MENGELOLA KEBERAGAMAN AGAMA DI SEKOLAH MANADO (Studi Kasus: SMK Kristen YPKM dan SMA Tridharma) Syuhudi, Irfan
Al-Qalam Vol 23, No 2 (2017)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.638 KB) | DOI: 10.31969/alq.v23i2.415

Abstract

Tulisan ini ingin mendeskripsikan bagaimana pihak sekolah mempraktikkan perbedaan agama di kalangan peserta didik beragama non Kristen dan non Buddha di SMK YPKM dan SMA Tridharma Manado, serta bagaimana peserta didik yang jumlahnya sedikit di sekolah itu, merayakan ekspresi keagamaan mereka. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, dengan penentuan informan secara purposif, yaitu kepala sekolah, tenaga pendidik, peserta didik, dan orang tua peserta didik. Pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan penelusuran di internet.Hasil penelitian menunjukkan, relasi sosial antara peserta didik non Kristen dan non Buddha di SMK YPKM dan Tridharma dengan peserta didik agama lain, tergolong bagus. Demikian pula, tenaga pendidik memperlakukan semua peserta didik tanpa memandang latar belakang agama dan etnis. Di samping itu, pihak sekolah juga tetap memberikan memberikan ruang bagi peserta didik non Kristen dan non Buddha untuk melaksanakan ibadahnya masing-masing.
METODOLOGI TAFSIR ALQURAN BERBAHASA BUGIS KARYA AGH MUHAMMAD ABDUH PABBAJAH Hamang, M. Nasri
Al-Qalam Vol 19, No 1 (2013)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.225 KB) | DOI: 10.31969/alq.v19i1.225

Abstract

Tulisan ini membahas profil metodologi tafsir Alquran al-Karim berbahasa daerah Bugis karya AGH(Anre Gurutta Haji) Muhammad Abduh Pabbajah. Tafsir tersebut menjadi penting bukan hanya karenapenulisnya salah seorang ulama besar di Sulawesi Selatan (yang biografinya masuk dalam EnsiklopediIslam), melainkan secara akademik, metodologi yang ditempuhnya memiliki kekhasan yangmembedakannya dengan umumnya metodologi yang ditempuh para mufassirin, baik mutaqaddiminmaupun mutaakhkhirin. Salah satu yang menonjol dari kekhasan itu ialah sistematikanya yang dimulaidari Juz 30-Juz ‘Amma (yang biasa distilahkan dengan Alquran Kecil) ke Juz 1 sampai 29 (yangbiasa diistilahkan dengan Alquran Besar). Dalam hal kekhasan itu sendiri pun, ditafsirkannya secarasedemikian mudah untuk dipahami oleh masyarakat (umat Islam suku Bugis). AGH MuhammadAbduh Pabbajah menempuh seperti itu-dalam arti-dengan lebih mendahulukan Juz ‘Amma denganpertimbangan, surah-surah dalam Juz ‘Amma lebih sering dijadikan oleh masyarakat muslim sebagaipappanguppu dalam salat. Di samping itu, kandungan surah-surah dalam Juz ‘Amma adalah berkenaanmasalah teologi sebagai ajaran agama yang prinsipil.
WAJAH ISLAM DI BANDAR JALUR SUTERA (Kajian Sejarah Sosial Pada Kesultanan Tidore-Maluku Utara) Rais, Muhammad
Al-Qalam Vol 16, No 2 (2010)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.181 KB) | DOI: 10.31969/alq.v16i2.485

Abstract

Riset ini menggunakan teknik penjaringan data sejarah secara konvensional dan kajian pustaka sebagai data primer(utama) menganalisis sumber-sumber tertulis, seperti kronik-kronik dan manuskrip-manuskrip klasik, buku-buku sejarah,artikel sejarah, artefak, dan dokumen sejarah sementara sumber data sekunder yang terdiri dari dua cara, yaitu wawancaramendalam (indepth interview) dengan informan utama dan observasi.Dalam konteks lslamisasi di Kesultanan Tidore, ditemukan beberapa leoriyang mengkonstruk data-data terkait, diantaranya: TeoriArab-meminjam istilah Ahmad Mansur (12 Rabiul Awal 502 Hatau 12 April 1108 M) dibawa oleh empat orangsyekh, Syekh Mansurdi Pulau Ternate, Pulau Halmahera dan sekitarnya, Syekh Yakub dengan wilayah syiar Pulau Tidore, Pulau Makian dan sekitarnya,Syekh Amin dan Syekh Umar melakukan syiar Islam di Pulau Halmahera. Kedua, Teori Persia sesuai keterangan Muhammad JafarShadiq bahwa Islam telah eksis di Maluku pada abad ke-13: Kedga, Teori Jawa, Jusuf Abdurrahman mengemukakan bukti sejarah,bahwa pada abad ke-14, tepatnya tahun 1465 M, dibawa muballigh bernama Datuk Maulana Husein sudah datang di Ternate danmengajarkan al-quran, Keempat, Teori Gujarat, teori ini digagas oleh Snaouck Hurgronje. Kelima, Teori Cina, berdasarkan hasilinterview dengan Adnan Amal, yang menganggap bahwa Jafar Shadiq yang dimaksudkan banyak kalangan di Maluku Utarasebagai orangArab keturunan Rasulullah SAW. lslamisasi di Kepulauan Tidore dengan tipologi islamisasipola kombinasi antaraintegratif dan dialog seperti belaku di Sulawesi dan Indonesia Bagian Timur, Kedatangan dan penerimaan Islam berimplikasipada perbahan-perubahan pada semua lini kehidupan sosial.
POLA INTERAKSI SOSIAL ETNIS BUGIS MAKASSAR: Dinamika Kerukunan Hidup Umat Beragama di Kota Sorong Rasyid, Muhammad Rusdi
Al-Qalam Vol 20, No 1 (2014)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.532 KB) | DOI: 10.31969/alq.v20i1.179

Abstract

Tulisan ini merupakan penelitian tentang dinamika kerukunan hidup umat beragama di Kota Sorong,dengan obyek penelitian yaitu pola interaksi sosial etnis Bugis Makassar. Pengumpulan data dilakukandengan wawancara kepada pejabat pemerintah, tokoh masyarakat atau tokoh adat, pemimpin keagamaandan sejumlah umat beragama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola interaksi sosial etnis Bugisdengan the others yang seagama dapat dilihat; Pertama pada aktivitas ritual keagamaan, interaksi sosialterjadi pada kegiatan buka puasa bersama, shalat tarwih, pemberian zakat fitrah, hari lebaran, danpelaksanaan ibadah qurban. Kedua, pada dimensi sosial, adanya ikatan pernikahan antar etnis yangseagama. Ketiga, pada aktor personal yang dapat dilihat pada hubungan kekeluargaan, keramahan,saling membantu dan saling menghormati. Pola interaksi sosial etnis Bugis dengan the others yang tidakseagama dapat dilihat; Pertama, pada jalinan kerja sama lintas umat melalui aktivitas keagamaan padahari raya, dalam bentuk silaturrahim dengan melakukan kunjungan. Kedua, mengonstruksi kohesisosial. Etnis Bugis dapat membangun sebuah hubungan dalam kehidupan masyarakat pada aspeksosial, ekonomi dan budaya. Dan Ketiga, menciptakan lingkungn kondusif dengan menguatkan ikatanemosional kekeluargaan, mengedepankan sikap moralitas dan berinteraksi dengan pola keterbukaan.
REPRODUKSI PAHAM KEAGAMAAN DAN RESPON TERHADAP TUDUHAN RADIKALISME (Studi Kasus Pesantren Ngruki Pasca Bom Bali 2002) Murtadlo, Muhamad
Al-Qalam Vol 23, No 1 (2017)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7430.981 KB) | DOI: 10.31969/alq.v23i1.385

Abstract

Abstrak Pesantren Ngruki Sukoharjo sering disebut-sebut sebagai inspirasi Islam radikal di Indonesia. Penelitian ini ingin mengkaji reproduksi paham keagamaan dan respon atas tuduhan radikalisme yang dialamatkan pada pesantren Ngruki, pasca peristiwa Bom Bali 2002. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pandangan Islam radikal tidak bisa dilepaskan dari konteks sosial dan historis dari lembaga pesantren ini. Saat ini pesantren Ngruki telah mengalami beberapa perubahan dalam orientasi pendidikan yang dihasilkan dari beberapa sebab, yang tidak disebabkan semata-mata karena dampak bom Bali.Kata-kata Kunci: Pesantren Ngruki, Salafi, Radikalisme Abstract Pesantren Ngruki Sukoharjo often cited as an inspiration for radical Islam in Indonesia. This research wanted to examines the reproduction of religious understanding and the response to allegations of radicalism addressed at Pesantren Ngruki after the Bali bombings of 2002. This study includes qualitative research with case study approach. This study concludes that a radical view of Islam can not be separated from social and historical context which surrounding of this Islamic boarding institutions. Currently Pesantren Ngruki pesantren has undergone some changes in the orientation of education resulting from multiple causes, which are not limited caused by Bali bombings.Keywords: Pesantren Ngruki, Salafi, radicalism

Page 1 of 42 | Total Record : 415