cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Cakrawala Dini: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Cakrawala Dini is a peer-reviewed scientific journal that publishes different kinds of scientific articles based on the research-article and ideas-article. All topics that we received only articles relating to early childhood education fields. For research category, articles can be written using quantitative and qualitative approaches, and can be made in a variety of research designs, such as action research, experiments, and case studies. This journal was published since 2012 twice a year every May and November, and published by the Indonesia University of Education Cibiru Campus, Early Childhood Education Teacher Education study program and APG PAUD Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 121 Documents
PENGEMBANGAN LITERASI SAINS ANAK USIA DINI MELALUI METODE BERCERITA MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR SERI Purwasi, Neva; Yuliariatiningsih, Margaretha Sri
CAKRAWALA DINI: JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol 7, No 2 (2016): November 2016
Publisher : UPI Kampus Cibiru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.646 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil observasi di TK Mekar Arum, bahwa kemampuan literasi sains anak usia dini masih rendah. Salah satu penyebab dari kondisi ini karena guru kurang mengoptimalkan media pembelajaran dalam meningkatkan aspek perkembangan kognitif khususnya pada literasi sains. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan kemampuan literasi sains anak usia dini dalam kegiatan pembelajaran melalui metode bercerita menggunakan media gambar seri. Selain itu, penelitian ini dilaksanakan untuk dapat memaparkan proses dan peningkatkan dari penerapan metode bercerita menggunakan media gambar seri. Subjek penelitian ini adalah anak kelompok B dengan jumlah 19 anak. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode penelitian tindakan kelas dengan desain John Elliot yang dilaksanakan dalam tiga siklus dan tiga tindakan pada setiap siklusnya. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu instrumen penilaian performa dengan menggunakan tiga indikator, lembar observasi, catatan lapangan, tes, dan dokumentasi kegiatan berupa foto. Berdasarkan data penelitian yang diperoleh, dapat dinyatakan bahwa upaya meningkatkan kemampuan literasi sains anak usia dini melalui metode bercerita menggunakan media gambar seri telah berhasil meningkat. Keberhasilan tersebut dapat dilihat dari hasil rata-rata skor yang diperoleh anak pada setiap siklusnya. Pada siklus I rata-rata skor yang didapat yaitu 2,2. Siklus II rata-rata skor yang diperoleh anak yaitu 2,99. Dan pada siklus III anak mendapat rata-rata skor 3,48. Dari hasil rata-rata skor yang meningkat, maka penelitian ini dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan kemampuan literasi sains anak usia dini.Kata Kunci: Anak Usia Dini, Literasi Sains, Media Gambar Seri, Metode Bercerita.
PENDIDIKAN KARAKTER PADA TAMAN KANAK KANAK KENAPA TIDAK ? Widaningsih, Ening
CAKRAWALA DINI: JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol 3, No 2 (2012): November 2012
Publisher : UPI Kampus Cibiru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (43.66 KB)

Abstract

Pendidikan karakter di Taman Kanak-kanak merupakan kelanjutan dari pendidikan karakter yang diselenggarakan di dalam keluarga. Pendidikan karakter pada Taman Kanak-kanak dapat dilakukan dengan cara pembisaan yang tidak tertulis namun dilangsungkan secara konsisten. Hal ini berarti kehidupan anak/ siswa dijiwai oleh internalisasi nilai nilai pendidikan karakter. Taman Kanak-kanak dapat memainkan fungsi menggali dan menguatkan potensi, minat dan bakat yang dimiliki anak/siswa. Apalagi dalam kegiatan belajar mengajar di Taman Kanak-kanak  pengembangan  siswa diorientasikan kepada pengembangan dan pengeksplorasian potensinya. Dalam hal ini wawasan pendidikan karakter sudah tertanam mulai dalam keluarga, taman kanak-kanak dan akan berlanjut pada jenjang pendidikan selanjutnya. Kegiatan pembelajaran sehari hari di Taman Kanak-kanak dalam rangka pengembangan kemampuan kecerdasan yang tentu saja disesuaikan dengan prinsip prinsip pembelajarannya, serta nilai nilai yang dikembangkan dalam rangka pendidikan karakter. Kata Kunci: Anak Usia Dini, Pendidikan Karakter, Taman Kanak-kanak
PERAN “LOCAL POP UP BOOKS” PADA PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS UNTUK ANAK USIA DINI Natalina M., Desiani
CAKRAWALA DINI: JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol 5, No 2 (2014): November 2014
Publisher : UPI Kampus Cibiru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.644 KB)

Abstract

Memperkenalkan bahasa Inggris pada anak usia dini menjadi trend yang terjadi di Indonesia. Para orang tua banyak yang menginginkan anak-anaknya untuk bisa berbahasa Inggris sedini mungkin. Hal ini berpengaruh pada aktifitas anak di sekolah karena sekolah dituntut pula untuk bisa memfasilitasi keinginan orangtua tersebut. Lembaga pendidikan anak usia dini dari mulai kober dan taman kanakkanak mulai memperkenalkan bahasa Inggris. Hal ini berpengaruh pada kreatifitas guru mengemas kegiatan berbahasa Inggris di sekolah untuk anak usia dini. Salah satu alternatif cara memperkenalkan bahasa Inggris pada anak usia dini adalah dengan memanfaatkan pop up books yang bernuansa keindonesiaan. Makalah ini akan menyajikan bahan pemikiran mengenai pemanfaatan “Local Pop Up Books” yang menggambarkan budaya lokal daerah di Indonesia untuk memperkenalkan bahasa Inggris pada anak usia dini di Indonesia. Kata kunci : local pop up books, pembelajaran bahasa Inggris untuk AUD 
THE EFFECTIVENESS OF INTERVENTION PROGRAMS: CHANGING PERSPECTIVES OF PARENTS AGAINST THE FINAL RESULTS OF LEARNING IN KINDERGARTEN Fitria, Nila; Nurfadilah, Nurfadilah
CAKRAWALA DINI: JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol 9, No 1 (2018): Mei 2018
Publisher : UPI Kampus Cibiru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.648 KB)

Abstract

Abstract:. The purpose of this study is to test the effectiveness of parenting seminars to change the perspective of the parents towards the end results of learning in kindergarten. This research was conducted with quantitative methods with this type of survey research. Questionnaire in this tudy was made in the form of open ended questions. Overall it was concluded that at the time of pre test 37% still expect read write count (calistung) programs conducted in kindergartens. While 63% of respondents change of perspective, they no longer prioritize read write count (calistung) or cognitive aspects as the final results of the study children in kindergarten. parental perspective changes include the establishment of character, social skills, and creative.Keyword: Intervention Programs, Parents Perspectives, Kindergarten Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji keefektifan parenting seminar untuk mengubah perspektif orang tua terhadap hasil akhir pembelajaran di taman kanak-kanak. Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif dengan jenis penelitian survei. Kuesioner dalam putusan ini dibuat dalam bentuk pertanyaan terbuka. Secara keseluruhan disimpulkan bahwa pada saat tes awal 37% masih mengharapkan program baca tulis (calistung) dilakukan di taman kanak-kanak. Sementara 63% responden mengubah perspektif, mereka tidak lagi memprioritaskan membaca menulis hitungan (calistung) atau aspek kognitif sebagai hasil akhir dari studi anak-anak di taman kanak-kanak. perubahan perspektif orang tua termasuk pembentukan karakter, keterampilan sosial, dan kreatif.Kata Kunci: Program Intervensi, Perspektif Orangtua, Taman kanak-kanak
IMPLEMENTASI PAIKEM DALAM PENERAPAN LINGKUNGAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR DI PAUD DAN TK Hj., Ernalis
CAKRAWALA DINI: JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol 3, No 1: Mei 2012
Publisher : UPI Kampus Cibiru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (35.79 KB)

Abstract

Pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar di TK mengarahkan anak pada peristiwa dan keadaan yang sebenarnya, keadaan yang alami sehingga lebih nyata, lebih faktual, dan kebenarannya lebih dapat dipertanggungjawabkan. Manfaat nyata yang dapat diperoleh dengan penggunaan lingkungan ini di antaranya adalah (1) menyediakan berbagai hal yang dapat dipelajari oleh anak, (2) memungkinkan terjadinya proses belajar yang lebih bermakna (meaningful learning), (3) memungkinkan terjadinya proses pembentukan kepribadian anak, (4) kegiatan belajar akan lebih menarik bagi anak, dan (5) menumbuhkan aktivitas belajar anak (learning activities).Jenis lingkungan yang dapat dimanfaatkan untuk mengoptimalkan kegiatan pembelajaran di TK terdiri atas lingkungan alam/fisik dan lingkungan sosial. Lingkungan alam/fisik merupakan segala sesuatu yang alamiah dan sifatnya relatif menetap, seperti air, tanah, batu-batuan, tumbuh-tumbuhan, hewan, sungai, iklim, suhu udara. Lingkungan sosial berkenaan dengan interaksi anak dalam kehidupan bermasyarakat, serta dapat digunakan untuk mempelajari dasar-dasar ilmu sosial dan kemanusiaan.
OPTIMALISASI IMPLEMENTASI ALAT PERMAINAN EDUKATIF BERBASIS KEARIFAN TRADISI LOKA Abidin, Yunus; Setyaningsih, Hj.; Yunansah, Hana
CAKRAWALA DINI: JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol 5, No 1 (2014): Mei 2014
Publisher : UPI Kampus Cibiru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.201 KB)

Abstract

Bermain pada dasarnya adalah aktivitas yang sangat menyenangkan dan mengasyikkan bagi anak-anak tanpa harus ada paksaan. Bermain dapat dinikmati dan membantu anak dalam mencapai perkembangan dan pertumbuhan, baik secara fisik, psikologis, intelektual, sosial, moral, dan emosional anak. Di sisi lain, bermain adalah aktivitas pengasah kreativitas sekaligus sarana untuk mengembangkan berbagai dimensi perkembangan pada anak. Agar kegiatan bermain lebih bermakna bagi perkembangan anak, kegiatan bermain memerlukan berbagai alat permainan edukatif. Salah satu alat permainan tersebut adalah alat permainan tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tidak alat permainan tradisional sehingga diperoleh bentuk yang paling tepat dalam rangka mengembangkan tugas-tugas perkembangan anak. Berdasarkan hasil penelitian dapat dikemukakan bahwa alatalat permainan tradisional yang dikembangkan mampu mengembangkan standar perkembangan anak. Kata Kunci: Alat Permainan Edukatif, Kearifan Tradisi Lokal, Perkembangan Anak Usia Dini
MENINGKATKAN KETERAMPILAN SOSIAL ANAK USIA DINI MELALUI MEDIA BONEKA JARI Sari, Rosalia Indah; Hamid, Solihin Ichas; Sutini, Ai
CAKRAWALA DINI: JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol 7, No 1 (2016): Mei 2016
Publisher : UPI Kampus Cibiru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.581 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dengan rendahnya kemampuan anak dalam bersosialisasi, melakukan interaksi serta berkerjasama dengan teman-temannya. Hal ini disebabkan kerena kemampuan guru dalam mengemas pembelajaran masih belum optimal, dan kurang dalam memberikan rangsangan dan stimulus kepada anak untuk melakukan kegiatan sosial dengan teman- temannya. Penggunaaan media boneka jari merupakan salah satu media yang dapat meningkatkan perkembangan sosial dan memungkinkan anak untuk lebih banyak berinteraksi, bekeija sama, saling membantu dan lebih efektif dalam melakukan interaksi sesuai dengan daya imajinasi anak. Tujuan penelitian ini yaitu (1) untuk mengetahui proses pembelajaran keterampilan sosial anak usia dini melalui media boneka jari di kelompok A (2) untuk mengetahui hasil peningkatan keterampilan sosial anak usia dini melalui media boneka jari di kelompok A. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas model Elliot dengan tiga siklus dan masing-masing siklus terdiri dari tiga tindakan dengan teknik pengumpulan data berupa penilaian proses, observasi, wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi. Berdasarkan data yang diperoleh diketahui dalam indikator 1 siklus I dengan persentase 7.58%, siklus II dengan persentase 33.33% dan siklus III meningkat dengan persentase 63.64%. Selanjutnya pada indikator 2 siklus I dengan persentase 4.54%, siklus II dengan persentase 36.36%, siklus III dengan persentase 65.15%. Selanjutnya pada indikator 3 pada siklus I dengan persentase 0,00%, siklus II dengan persentase 27.27%, dan pada siklus III meningkat dengan persentase 66.67%. Adapun saran yang peneliti ajukan untuk penelitian selanjutnya adalah mengangkat permasalahan yang terjadi dengan menggunakan metode, strategi, dan media yang berbeda sehingga dapat memberikan masukan dan temuan yang baru.Kata kunci: Keterampilan Sosial, Media, dan Boneka Jari
PENGENALAN GREEN BEHAVIOUR MELALUI ECOLITERACY PADA ANAK USIA DINI Putri, Suci Utami; Nikawanti, Gia
CAKRAWALA DINI: JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol 8, No 2 (2017): November 2017
Publisher : UPI Kampus Cibiru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.389 KB)

Abstract

Studi ini bertujuan untuk memberikan deskprisi mengenai ecoliteracy sebagai salah satu upaya untuk membangun green behaviour  pada anak usia dini. Pada abad 21 pardigma isu yang berkembang berhubungan dengan isu-isu global salah satunya adalah isu tentang earth issue yang di dalam kajiannya terdapat kajian tentang pentingnya manusia untuk melindungi dan menjaga keseimbangan ekosistem. Pengenalan green behaviour melalui ecoliteracy sangat penting diberikan pada anak melalui peran orang dewasa. Anak harus mempunyai kesadaran dalam mencintai lingkungan sehingga ketika anak sudah mempunyai kesadaran untuk mencintai lingkungan maka anak dengan senang hati akan memperlihatkan perilaku untuk menjaga alam semesta. Pada studi ini, dilakukan kajian literatur terhadap berbagai sumber terkait ecoliteracy yang relevan dengan penanaman sikap green behaviour untuk anak usia dini. Hasil analisis kajian dari berbagai sumber ini kemudian dijadikan dasar dalam merumuskan sebuah strategi pengenalan sikap ramah lingkungan yang relevan untuk anak usia dini . Kata Kunci: Pengenalan green behaviour, ecoliteracy, anak usia dini
MENINGKATKAN KETERAMPILAN MOTORIK ANAK USIA DINI MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL Sutini, Ai
CAKRAWALA DINI: JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol 4, No 2 (2013): November 2013
Publisher : UPI Kampus Cibiru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.974 KB)

Abstract

Permainan tradisional merupakan  jenis permainan yang ada pada satu daerah tertentu yang berdasarkan kepada kultur atau budaya daerah tersebut. Permainan tradisional biasanya dimainkan oleh orang-orang pada daerahnya tertentu dengan aturan dan konsep yang tradisional. Bentuk permainan tradisional terbagi menjadi dua bentuk permainan, yaitu permainan outdoor dan indoor. Bentuk permainan outdoor yaitu bentuk permainan yang dilakukan di luar ruangan (lapangan terbuka) sedangkan permainan indoor yaitu bentuk permainan yang bisa dilakukan di dalam ruangan. Permainan yang dilakukan di luar ruangan cenderung mengarah kedalam keterampilan motorik kasar, sedangkan permainan yang dilakukan didalam ruangan cenderung mengarah kedalam keterampilan motorik halus. Perkembangan motorik meliputi perkembangan otot kasar dan otot halus. Otot kasar atau otot besar adalah otot-otot badan yang tersusun dari otot lurik yang berfungsi untuk melakukan gerakan dasar tubuh yang terkoordinasi oleh otak, seperti berlari, melompat, menendang, melempar, menarik sehingga gerak tersebut dikenal dengan istilah gerakan dasar. Perkembangan motorik berikutnya meliputi perkembangan motorik halus yang berfungsi untuk melakukan gerakan-gerakan yang lebih spesifik. Kemampuan motorik termasuk kekuatan, daya tahan, kelincahan, keseimbangan, kelentukan dan pola dasar dari gerakan yang ada pada lari cepat, melompat dan melempar. Jadi kemampuan motorik adalah kemampuan seseorang dalam menampilkan keterampilan motorik dari gerakan fundamental yang alami. Permainan tradisional di Jawa Barat sarat dengan keterampilan motorik sesuai dengan bentuk permainan. Bentuk permainan yang megutamakan berlari, melompat, menendang, berputar termasuk ke dalam kemampuan motorik kasar, sedangkan memutar pergelangan tangan, bermain bola kecil sambil duduk, dan menyentilkan benda dengan jari termasuk ke dalam kemampuan motorik halus. Hal demikian sering terjadi pada anak usia dini dikarenakan dunia bermain sangat erat dengan perkembangan anak yang masih dini.  Kata Kunci : permainan tradisional, keterampilan motorik, anak usia dini.
MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK MELALUI MODEL PEMBELAJARAN BALS Sutini, Ai; Rahmawati, Meti
CAKRAWALA DINI: JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol 6, No 2 (2015): November 2015
Publisher : UPI Kampus Cibiru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.088 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada anak kelompok A TK Ananda Kecamatan Gedebage, Kota Bandung. Adapun permasalahan dalam penelitian ini berkenaan dengan bagaimana mengembangkan kemampuan motorik halus anak melalui model pembelajaran BALS. Tujuan penelitian ini yaitu untuk (1) menggambarkan proses pengembangan kemampuan motorik halus anak melalui model pembelajaran BALS, (2) mengetahui perkembangan kemampuan motorik halus anak melalui model pembelajaran BALS. Penelitian dilakukan berdasarakan adanya permasalahan terkait masih rendahnya kemampuan motorik halus anak. Kemampuan gerak otot halus anak masih kaku dan anak cenderung belum mandiri dalam menyelesaikan tugas pembelajaran. Salah satu faktor yang mempengaruhi yaitu kurang variatifnya kegiatan yang berkaitan dengan kemampuan motorik halus anak. Metode penelitian yang diguanakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan menggunakan desain Elliot yang dilaksanakan dengan tiga siklus. Partisipan yang menjadi subjek penelitian yaitu anak kelompok A berjumlah 6 orang yang terdiri dari 4 laki-laki dan 2 perempuan.Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar observasi, catatan lapangan, pedoman wawancara dan dokumentasi. Proses pengembangan kemampuan motorik halus anak dilakukan melalui kegiatan menjahit, membentuk dari tanah liat dan meronce. Penilaianperkembangan kemampuan motorik halus anak dilakukan melalui penilaian proses yang terdiri dari amatan terhadap kekuatan tangan, kelenturan tangan dan kecepatan koordinasi mata dan tangan anak selama kegiatan. Selain itu penilaian dilakukan juga pada produk yang dihasilkan. Pada siklus I penilaian proses anak mencapai 22,22%, siklus II 40,74% dan siklus III 82,22%. Pada penilaian produk siklus I 13.37%, siklus II 50% dan siklus III 86,67%. Dari data tersebut diketahui bahwa kemampuan motorik halus anak mengalami peningkatan yang sangat baikdari siklus ke siklus. Dengan demikian model pembelajaran BALS sangat efektif digunakan untuk mengembangkan kemampuan motorik halus anak. Kata Kunci: Motorik Halus, Model Pembelajaran BAL

Page 1 of 13 | Total Record : 121