cover
Filter by Year
Jurnal PASUPATI
urnal Pasupati membahas kajian Hindu dan Humaniora, Komunikasi Hindu, Budaya, dan Pendidikan Hindu. Pasupati telah terbit sejak tahun 2012 dalam edisi cetak, dan mulai 2016 terbit dalam edisi online menggunakan Open Journal Systems. Pasupati terbit setiap 6 bulan sekali Bulan Juni dan Desember setiap tahunnya.
Articles
36
Articles
‚Äč
EKO-SPIRITUAL Dimensi Iman yang Lama Terabaikan

Benawa, Ari

Jurnal PASUPATI Vol 5, No 2 (2018): Eko Spiritual, Dinamika Kearifan Lokal Dan Pendidikan Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Dharma Nusantara Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Kajian ini bertitik tolak dari keprihatinan faktual bahwa sejatinya agama-agama telah mengamanatkan akan pentingnya umat memedulikan dimensi ekologis. Hal itu jelas dari doktrin-doktrin agama-agama. Akan tetapi fakta menunjukkan adanya kerusakan alam yang semakin parah dengan maraknya eksploitasi alam biotik maupun abiotik oleh manusia. Mengacu pada telaah Alfred Whitehead melalui Filsafat Proses-nya dan Skolimowski dengan konsepnya tentang kesakralan alam di mana manusia menjadi penjaga kesakralannya, kajian ini mau menyimpulkan bahwa manusia perlu kembali menghargai alam sebagaimana telah diamanatkan agama maupun alam yang telah rusak itu sendiri yang memanggil manusia untuk tidak memusuhinya, melainkan bersahabat dengan alam sebagai wujud pertobatan manusia yang telah lama mengabaikan dimensi ekospiritual dalam keimanannya, sehingga manusia menjadi diri yang ekologis.

Nilai-Nilai Pendidikan Kesetiaan DeviŐ? SaŐ?vitriŐ? Dalam VaŐ?na Parva

Hemamalini, Kadek

Jurnal PASUPATI Vol 5, No 1 (2018): Kajian Nilai Pendidikan & Etika Komunikasi Dalam Veda
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Dharma Nusantara Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

This study discusses about the value of teaching the loyalty of Devi Savitri in Vana Parwa. This theme was created based on the phenomenon of the declining value of faithfulness between husband and wife in married life, as they appear in the mass media and real life which are affairs and divorce in marriage. Related to that phenomenon, writer invites people began to improve itself by studying Hindu literature. Which one of them is Devi Savitris story in the Vana Parva, which can be used as guidance in run a married life. This study tried to explore the value of teaching the loyalty of Devi Savitri in Vana Parwa, as well as its still  relevance in this era. This research is a literature study. Using the concept the value of teaching the loyalty of Devi Savitri, and Vana Parva. The results of this study found that  Devi Savitri was the wife who uphold the Satya concepts, such as Satya Wacana, Satya Hredaya, Satya Laksana, Satya Mitra and Satya Samaya. Furthermore, Devi Savitri also act with love and devotion to her family.  In order to the values and the concepts can be applied  in this era.  

PIKUKUH KARUHUN BADUY DINAMIKA KEARIFAN LOKAL DI TENGAH MODERNITAS ZAMAN

Nadroh, Siti

Jurnal PASUPATI Vol 5, No 2 (2018): Eko Spiritual, Dinamika Kearifan Lokal Dan Pendidikan Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Dharma Nusantara Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Apa pentingnya kearifan lokal, terutama untuk zaman sekarang? Tulisan ini berusaha meyakinkan bahwa kearifan lokal sangat berguna bagi kehidupan manusia di berbagai zaman. Masyarakat Baduy, kendatipun dekat dengan kepungan modernitas di sekelilingnya, hanya berjarak sekitar 175 KM dari Ibu Kota Jakarta, mereka berada di perkampungan Kanekes, di kawasan Gunung Kendeng, Lebak, Banten, ¬†masih tetap kukuh pada kepercayaan¬† karuhun (leluhur) dan segala ¬†ritual yang menyertainya. Ritual-ritual yang dilakukan bukan sekedar rutinitas atau bersenang-senang. Tetapi menjadi budaya yang menyiratkan simbol penjagaan terhadap amanat karuhun. Dari sini muncul diskusi-diskusi tentang nilai-nilai luhur menyangkut aspek sejati kehidupan manusia. Ternyata masyarakat Baduy adalah masyarakat yang taat terhadap sang Pencipta, patuh terhadap leluhur, hormat terhadap alam dan harmonis dalam kehidupan Masyarakat Baduy meyakini kehidupan ini adalah anugerah dari Pangeran, Tuhan¬† Maha Kuasa, yang harus dijaga. Masyarakat Baduy berpegang pada ‚??pikukuh‚?? dan pitutur ‚??Lojor teu meunang dipotong, Pondok teu meunang disambung (Panjang tak boleh dipotong, pendek tak boleh disambung‚?Ě.

KAJIAN NILAI PENDIDIKAN AGAMA HINDU DALAM KONSEP MANYAMA BRAYA

Suadnyana, Ida Bagus Putu Eka

Jurnal PASUPATI Vol 5, No 1 (2018): Kajian Nilai Pendidikan & Etika Komunikasi Dalam Veda
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Dharma Nusantara Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

The concept of Manyama Braya (Hindu Social Mutual Assistance) was used as a guideline by the people in the custom village of Sukawati because it is one of the existing local wisdom and even developed. The value of local wisdom, Manyama Braya implies an equality and fraternity or social recognition that we are brothers as a social fraternity; therefore the attitude and behavior of ours have to look at others as brothers who should be invited together in joy and sorrow. The concept of Manyama Braya was emphasized in daily life by the people in the custom village of Sukawati. This study was as a background of research of value Religious Hindu Education in the concept of Manyama Braya. The concept of Manyama Braya was important to be applied because the society in the village wanted to get prosperity and harmony in the society life. (2) The concept of Manyama Braya were implemented in a custom activity which were included Dewa Yadnya (Offering to Gods), Manusa Yadnya (Offering to people), Pitra Yadnya (Offering to ancestors) and Bhuta Yadnya (Offering to supernatural) and the concept of Manyama Braya was also implemented in everyday life. (3) The education values contained in the application of the concept of Manyama Braya namely: the value of ethics education was shown when the people always kept ethics in conducting customs activities. The value of harmony education was shown when the people always together kept maintaining harmonious indigenous activities and daily life. And the value of social education, was shown when the people work together in performing traditional custom activities and mutual assistance in everyday life.

TEOLOGI VAIŇ?NAVADALAM PUSTAKA BHAGAVAD-Gń™Tń? (Tinjauan Nilai pendidikan Sosio-religius)

Negara, Made Jaya

Jurnal PASUPATI Vol 5, No 2 (2018): Eko Spiritual, Dinamika Kearifan Lokal Dan Pendidikan Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Dharma Nusantara Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

The complex theology in Bhagavad-Gita, and one of them is Vaisnava theology. Vaisnava theology is a part of Hindus theology to emphasize to devote in Visnu as the highest God. Vaisnava as the teaching and a trust (the belief) for the trustee (the believer) in Hindu called by Bhakti (devotion). This research used a qualitative method and as data and source qualitative so descriptive with case study that data analyses to qualitative-descriptive. Choosing Bhagavad-Gita as researching  because of Bhagavad-Gita teaching as a lightly that Bhagavad-Gita as the main books where Krishna as a personalty God and miisison by God. These researches combined by some theories, such as religion theory, functional theory and hermeneutika  theory.

ETIKA KOMUNIKASI DALAM VEDA (TINJAUAN FENOMENOLOGI PADA ERA GLOBALISASI)

Suhardi, Untung

Jurnal PASUPATI Vol 5, No 1 (2018): Kajian Nilai Pendidikan & Etika Komunikasi Dalam Veda
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Dharma Nusantara Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

This research using triggered with the phenomenon that it is this day of the importance of the application of ethics in the life of , especially ethical in the vedas that exist in the life of religious social .This research using analysis deksriptif qualitative done with the approach phenomenology in of life at literature hindu .Research discussed about the history of communication in the vedas , ethics communication in the vedas and efforts the preservation of the implementation of the communication in the life of religious social . The result of this research showed that form of communication which limited only speak to your neighbor, but hindu give the findings for donations to civilization mankind that communication the most essential relationships are vertical with the almighty.Communication used in basic hindu thought this is what made the concept of the balance between spiritual life and a globe which is later, becomes the basis for behavior communicate in life in the present.In relation to the process communication veda is very long apply pattern interaction  with your neighbor and its environment good horizontally with fellow human beings began of the family, the community and even to the national interest and state.Their effort to preserve ethics communication in the vedas formed by openness individual, the integration of all components hindu, capital intellectual as turning point in progress human resources, and sanction to local knowledge.

ANALISIS IMPLEMENTASI INTERGRASI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PENDIDIKAN AGAMA HINDU DI PASRAMAN SE-JABODETABEK

Irawan, Ketut Angga

Jurnal PASUPATI Vol 5, No 2 (2018): Eko Spiritual, Dinamika Kearifan Lokal Dan Pendidikan Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Dharma Nusantara Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Pendidikan karakter adalah usaha menanamkan kebiasaan-kebiasaan yang baik (habituation) sehingga peserta didik mampu bersikap dan bertindak berdasarkan nilai-nilai yang telah menjadi kepribadiannya. Salah satu media penting dalam pendidikan karakter adalah pendidikan agama Hindu di Pasraman. Penelitian ini bertujuan untuk menilai integrasi pendidikan karakter dalam pendidikan agama Hindu di Pasaman Se-Jabodetabek.¬†¬†¬†¬† Penelitian ini dilakukan di 5 Pasraman di Jabodetabek selama bulan Mei ‚?? November 2015 menggunakan desain mixed (campuran) dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Aspek yang dinilai adalah perencanaan, pengelolaan dan implementasi pendidikan karakter, dampak pendidikan karakter dan faktor pendukung dan penghambat integrasi pendidikan karakter dalam pendidikan agama Hindu di Pasraman. Pengumpulan data dilakukan dengan lembar observasi, studi dokumentasi, dan angket.¬†¬†¬†¬† Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ntegrasi pendidikan karakter dalam pendidikan agama Hindu di pasraman se-Jabodetabek belum sepenuhnya berjalan dengan baik. Hal ini dibuktikan dengan belum baiknya proses perencanaan, pengololaan dan implementasi pendidikan karakter di pasraman. Faktor pendukung implementasi integrasi pendidikan karakter di pasraman adalah moivasi guru. Sedangkan faktor penghambat adalah motivasi siswa untuk belajar di pasraman rendah, pemahaman guru tentang pendidikan karakter rendah, orang tua masih berorientasi pada nilai, dan sarana prasarana pasraman yang tidak memadai.¬†¬†¬†¬† Diperlukan perubahan paradigma pemerintah, pengelola pasraman, guru, dan orang tua mengenai pendidikan agama. Pemberdayaan pasraman sebagai sarana pendidikan karakter anak Hindu harus lebih dioptimalkan.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TRI KAYA PARISUDHA TERHADAP PRESTASI BELAJAR MAHASISWA SEMESTER V PRODI PENDIDIKAN AGAMA HINDU STKIP AGAMA HINDU SINGARAJA TAHUN AKADEMIK 2016/2017

Suanthara, I Nengah Dwi Endra

Jurnal PASUPATI Vol 5, No 2 (2018): Eko Spiritual, Dinamika Kearifan Lokal Dan Pendidikan Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Dharma Nusantara Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui deskripsi prestasi dan pengaruhModel pembelajaran Tri Kaya Parisudha terhadap prestasi belajar mahasiswa semester V Prodi Pendidikan Agama Hindu STKIP AH Singaraja. Penelitian ini dirancang dengan eksperimen ‚??Post Test Only Control Group Dign‚?Ě. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa semester V Prodi Pendidikan Agama Hindu 54 orang. Teknik sampling yang digunakan yaitu ‚??population study‚?Ě yaitu meneliti semua subyek yang terdiri dari kelas A dan kelas B. Teknik undian digunakan untuk menentukan kelas eksperimen dan kontrol. Dari hasil undian diperoleh kelas eksperimen yaitu kelas/semester V B sebanyak 28 orang dan kelas/semester A sebagai kontrol sebanyak 26 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tes, wawancara, pencatatan dokumen, dan observasi. Analisis data digunakan metode statistik deskriptif dan inferensial dalam hal ini analisis perbedaan (t-Test). Berdasarkan hasil analisis diperoleh rata-rata kelas eksperimen = 84,36 lebih besar dari rata-rata kelas kontrol = 72,44. Dari hasil uji hipotesis ditemukan hasil signikan pada taraf signifikansi 5% (0,05) dengan dk = 52 dimana batas penolakan hipotesis nol (Ho) yang terdapat dalam tabel (tt) sebesar 1,671, sedangkan koefisien nilai t yang diperoleh dalam penelitian (th) sebesar 1,780. Jadi dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran Tri Kaya Parisudha terhadap prestasi belajar mahasiswa semester V Prodi Pendidikan Agama Hindu STKIP AH Singaraja. Terkait dengan hasil tersebut maka implementasi hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai rujukan/referensi baru oleh dosen/pendidik dalam proses pembelajaran yang berkualitas.

ANALISIS PERAN LEMBAGA DHARMA DUTA DALAM MEMBANGUN SINERGI DENGAN TIM KOORDINASI DAN INTEGRASI GRAND DESIGN HINDU DHARMA INDONESIA DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PENYULUH AGAMA HINDU DI INDONESIA

awanita, made wan

Jurnal PASUPATI Vol 5, No 1 (2018): Kajian Nilai Pendidikan & Etika Komunikasi Dalam Veda
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Dharma Nusantara Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Grand Design Hindu Dharma Indonesia (GDHDI) dimaksudkan sebagaI panduan bagi para pemangku kepentingan dan seluruh umat Hindu Indonesia, karena mendesain masa depan Hindu di Indonesia pada dasarnya adalah proses yang diskenariokan agar bertahan hidup dan menuju pertumbuhan umat Hindu di Indonesia, baik dalam kuantitas  dankualitas. Kebutuhan mendesak umat pada   saatkini, salah satunya adalah optimalisasi peran dari para Dharma Duta sebagai agen-agen perubahan untuk dapat menjangkau masyarakat dan melakukan pembinaan-pembinaan yang intensif serta efektif dan efisien. Peran Dharma Duta kini telah diwadahi oleh Lembaga Dharma Duta di bawah naungan Parisada Hindu Dharma Indonesia Pusat. GDHDI yang mulai dikenalkan dan ditetapkan dalam Mahasabha X Parisada Hindu Dharma Indonesia akan sangat baik jika didukung dengan kajian yang ilmiah, terutama dalam kaitan dengan peran Lembaga Dharma Duta yang juga sejalan dengan misi dari GDHDI, sehingga perlu melakukan kajian bagaimana Lembaga Dharma Duta dan Tim Koordinasi dan Integrasi GDHDI dapat bersinergi dalam menjalankan road-map grand design yang telah ditentukan.Penelitian ini memakai pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini, data primer diperoleh melalui hasil wawancara dengan informan. Penetapan informan dengan menggunakan purposive sampling. Metode pengumpulan data penelitian ini menggunakan metode studi pustaka, observasi, dan wawancara.Hasil yang diperoleh dari penelitian ini antara lain masih dibutuhkannya sosialisasi yang real kepada masyarakat Hindu di Indonesia terkait dengan program kerja yang dimiliki oleh Lembaga Dharma Duta dan GDHDI; masih dibutuhkannya koordinasi yang kuat antara Lembaga Dharma Duta serta GDHDI terkait dengan rencana dan implemtasi kerja yang bertujuan dengan peningkatan kualitas penyuluh Agama Hindu di Indonesia. Dibutuhkan keseriusan serta kefokusan yang tepat dari Lembaga Dharma Duta terkait dengan banyak aspek yang masih dibutuhkan dalam peningkatan kualitas Penyuluh Agama; dan dibutuhkan program dan strategi kerja yang tepat yang harus dirancang bersama oleh Lembaga Dharma Duta dan GDHDI untuk meningkatkan dan memaksimalkan kualitas-kualitas yang dimiliki oleh penyuluh Agama Hindu di seluruh Indonesia.

SEKSUALITAS PELAJAR HINDU PADA MASA BRAHMACARI DI KOTA DENPASAR (Perspektif Komunikasi Interpersonal)

Purnamaningsih, Ida Ayu Made

Jurnal PASUPATI Vol 4, No 1 (2015): Pembinaan Umat Hindu
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Dharma Nusantara Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Hindu Student Sexuality on  period brahmacaris very concerned. The holistic brahmacaris order value is high culture Hinduism, appears today tend to kelunturan meaning. Evident From the rate of HIV / AIDS in 2014 which is 2.37% more increased Survey findings Dinas Kesehatan Denpasar City. Hindu students should have to abstain from sexual relations for a review do in the future study. Process communication from various subscribe agents have been conducted in Denpasar , but the phenomenon of sexual deviation still happening rife. Husband inequality interesting to review the study. Three research explores husband lying between problem formulation (1 ) factors - factors that influence sexual deviation Among Hindu Student brahmacaris on period ; (2) the influence of interpersonal communication practices hearts Hindu Student sexuality on brahmacaris period ; (3) Potential emancipation Value brahmacaris on Hindu Student circles .               This study found (1) the factors that influence sexual deviation among others a) cultural factors, students tend to be in interpersonal communication Hindu-dominated western culture; b) the effects of mass media technology that is likely to stimulate sexuality; c) environmental factors, namely the family, school and society tends to occur legitimacy of sexuality; normative gaps in the process of interpersonal communication; d) economic factors, the gap of economic levels and desire learners tend to exceed the needs and lifestyle to follow up the case of commercialization of sexuality e.) a personality that is internal factor consists of a system of knowledge, feelings and instincts contaminated in the process of interpersonal communication; (2) first, interpersonal communication as a process when students decide among others the practice of sexuality chat with seduction sensuality, gifts and materialistic expectations. Secondly, in interpersonal communication tend to be a scholar to interpret brahmacaris bias resulting in internalization of hedonism. Third, interpersonal communication students within the scope of the culture of hedonism that creates sexual relationship. (3) The potential of the emancipation of the Hindu students who have valuable brahmacaris value. Emancipated student awareness in the practice of real brahmacaris easily be raised, but the agents noticed countermeasures free sex does not utilize it to the maximum value. Stereotypes occur in students an discoursive consciousnees of the value brahmacaris. Student awareness is still limited compared with the awareness of practical consciuosnees.