cover
Contact Name
Radja Erland Hamzah
Contact Email
wacana@dsn.moestopo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
wacana@dsn.moestopo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi
ISSN : 14127873     EISSN : 25987402     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Wacana, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi merupakan wujud karya ilmiah tentang kajian ilmu komunikasi yang melingkupi hasil penelitian dengan tema atau topik yang dibahasa dalam jurnal Wacana meliputi kajian ilmu komunikasi baik Komunikasi Politik atau pun Komunikasi Lintas Budaya; Strategic Communication meliputi Kehumasan, Periklanan, IMC, maupun Branding; Analisis Teks, Semiotika; dan juga Media Studies.
Arjuna Subject : -
Articles 427 Documents
JARIGAN KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI SEBUAH KERANGKA TEORITIS Murwani, Endah
WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 4, No 3 (2005)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Organisasi dapat dipandang dari berbagai perspektif, Gareth Morgan  (dalam Litlejohn, 2002) menguraikan beberapa metafora yang menangkap berbagai aspek organiasi.  Metafora yang pertama adalah mesin. Organisasi seperti mesin, memiliki bagian bagian yang menghasilkan produk dan jasa. Metafora kedua adalah organisme. Seperti tumbuhan atau hewan, organisasi lahir, tumbuh, berfungsi dan beradaptasi  terhadap perubahan perubahan lingkungan dan pada akhirnya ia mati. Organisasi itu bagaikan otak, ia memproses informasi, ia memiliki intelegensi, ia mengkonseptualisasi dan ia membuat prencanaa. Keempat oraganisasi itu seperti budaya kerja karena ia menciptakan pengertian, memiliki nilai dan norma dan diperkuat dengan cerita cerita dan ritual ritual bersama. Kelima organisasi itu seperti sebuah politik, dimana kekuasaan dibagi, pengaruh dijalankan dan kepututusan keputusan dibuat.Morgan juga menunjukan bahwa oranisasi adalah penjara supranarutal karena ia dapat membentuk dan membatasi bahwa organisasi dapat dipahami sebagai preubahan dan transformasi, karena ia menyesuaian diri ,berubah dan tumbuh atas dasar informasi,  karena ia menyesuaikan diri, berubah dan tumbuh atas dasar Informasi, umpan balik dan kekuatasn logika. Terakhir  morgan mengatakan bahwa organisasi itu seperti instrument dominasi. Karena ia mengandung kepentingan2 yang bersaing yang beberapa diantaranya mendominasi yang lain. Littejohn menambahkan betafora lain pada daftar Morgan yakni Jaringan dan ini adalah meafora yang dipilih untuk mengorganisasikan tulisan ini. Jaringan komunikasi Organisasi.  Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan memalalui tulisan ini diantaranya adalah pertama, teori teori yang mendasari munculnya jaringan ini menjadi lebih focus pada pembentukan jaringan jaringan ketimbang pemeliharaan dan disolusi jaringan. Kedua perlu karya tambahan untuk mengurangi atau mengeliminasi redundancy yang terjadi pada teori teori yang aa. Ketiga  perluny adanya menggali lebih ekletis, melalui pendekatan multiteoritis terhadap teori teori jaringan. Keempat memfokuskan perhatian pada bentuk bentuk jaringan yang memiliki keunikan. Kelima perlu melakukan pengembangan teori teori jaringan yang menjembatani teori teori jaringan yang menjembatani meluasnya level level analitis yang mencakup analisis analisis jaringan.
CITA RASA TEH BOTOL SOSRO TERCERMIN PADA PROMOSI PENJUALANNYA Bayquni, Bayquni
WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 10, No 4 (2011)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1386.688 KB)

Abstract

Companies must have a marketing strategy to promote or market a product, in order to attract the attention of consumers. One strategy used by companies in marketing their products, through advertising. Advertising is the most effective marketing medium. Advertising can drive purchasing decisions. Therefore the content of advertisements should be clear and understandable to consumers. An advertisement should be able to represent the product being advertised .. Effective advertising can influence buying decisions. This means that advertising has become a marketing tool to assist in establishing effective communication between the company and its customers to penetrate the increasingly fierce market competition.In the effect between advertising and sales promotion with this then, can drive the purchase decision, need to do a variety of efforts to create a strategy to create customer satisfaction by analyzing the needs and desires of consumers to the products on offer. With this strategy by presenting the companys thinking about a different product with other products, as well as having a high quality to strengthen its position in promoting a product, then the consumer makes such products as the main option.Many options that are promoted or beverage products offered through advertising by introducing the benefits of the drink product. With so many choices beverage products, increasing competition that drives the purchase decision in determining the sales promotion of such products. One of the beverage products that have achieved market share, The Botol Sosro issued by PT. SINAR SOSRO.
KOMUNIKASI TOKOH MASYARAKAT RURAL DALAM MEMBANGUN DAERAHNYA PENGKAJIAN DI KECAMATAN GANTIWARNO, PRAMBANGAN, BAYAT, CAWAS, KABUPATEN KLATEN, JAWA TENGAH, 2007 Gunadi, YS
WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 7, No 23 (2008)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The vallage is the represent home  stay somewhere permanently of the big society  as rural  districts.    They  are  do   on  the   tradisional   landscape   to  plantation   rises  or plantation another  plan  agricultures. There  are  manies  material  to  be  served   for economic people market  enough in their lives.  But, untl now  prosperity  group   of the  farmes  still upset indisonder   guided   information  leader.   Official Information Leaders of Agricultural of Subdistricts  (PPL) not yet rolling information  to the famers. Reason  its,  because  their himself  lessknowledge  and lesssciencies  about  agricultural system  like  the  coment  anather  farmers.  Its cosequences,  group   of the farmers  not  can run away  to the modernization technology agriculture. From it, the farmers still poor  misernstion in their life..
KAJIAN KOMUNIKASI ALLAH TENTANG TAQWA, DZIKIR, DAN FALAH DALAM MAKNA SEMANTIK Muhtadin, Muhtadin
WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 13, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.453 KB)

Abstract

Secara harfiyah kata “takwa” berasal dari kata “waqaa-yaqii-wiqaayah” yang berarti memelihara, menjaga, danlain sebagainya. Takwa juga berarti menghindar, dalam arti ini mencakup tiga aspek yaitu : Mmenghindar darisikap kufur dengan jalan beriman kepada Allah SWT; Berupaya melaksanakan perintah Allah dan menjahui larangan-larangan-Nya dengan seoptimal mungkin; dan Menghundar dari segala aktifitas yang menjauhkan pikirandari Allah .SWT.Kata “dzikir” secara harfiyah berasal dari kata “dzakara-yadzkuru-dzikran”. menurut M. Quraish Shihab bisa dikaitkandengan akal pikiran dalam arti mengingat atau dalam arti sesuatu yang mengantar akal untuk meraih apayang belum diraihnya. Inilah dzikir yang bermakna “peringatan”. Dzikir juga bisa diartikan dengan menghadirkanke dalam benak terhadap apa yang tadinya terlupakan dan inilah dzikir yang bermakna “mengingat”. Kata ddzikirjuga dapat dipahami dalam arti “kemulian”. Maksudnya adalah “Al-Qur’an”.Makna dasar “falah” adalah keberuntungan. Kata falah ketika dihubungkan dengan ayat-ayat Al-Qur’an adalahkeberuntungan, keselamatan, dan langgeng dalam kenikmatan dan kebaikan. Hal ini tercermin dalam surat Ali‘Imran ayat 130, tentang pelarangan riba. Dalam ayat ini yang diakhiri dengan peringatan Allah , supaya bertakwakepada-Nya agar orang mendapat keberuntungan. Orang yang menghalalkan riba diancam dengan api neraka.Konsep Al-Qur’an tentang takwa, dzikir, dan falah adalah setali tiga uang, dimana ketiga konsep ini mempunyaipencapaian hidup melangit dan hidup membumi. Pencapaian hidup melangit diapresiasikan oleh takwa dalambentuk keshalihan individu, sedangkan oleh dzikir dalam bentuk moralitas ilahiyyah yang berujung pada keberuntunganatau keberuntungan dari Allah yang akan diterima di hari kelak.
PERKEMBANGAN TEORI-TEORI KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA Sukardi, Sukardi
WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 3, No 12 (2005)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teori Komunikasi Antar Budaya mengalami kemajuan yang menakjubkan selama 20 tahun terakhir ini. Ketika Gudykunst menye/esaikan Doktornya be/um terdapat teori Komunikasi Antar Budaya. Pada waktu itu tema-temanya masih berkisar komunikasi internasional  dan komunikasi  antar budaya  (Gudykunst,   1983), sehingga hanya membahas tentang komunikasi internasional. Dan pada  tahun  1988  teori-teori  komunikasi antar  budaya   mulai berkembang yang dipublikasikan secara annual, bahkan sekarang ini telah terdapatpaling tidak 15 teori-teori Komunikasi Antar Budaya yangmembahas aspek yang berbeda.
KOMUNIKASI INTERPERSONAL KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KEPUASAN KERJA Muhtadin, Muhtadin
WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 13, No 4 (2014)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.962 KB)

Abstract

The Influence of Leadership Interpersonal Communication of School Principal and Organizational Culture on Teachers’ Working Satisfaction of Al Islam Senior High School of Surakarta. The problem raised in this study is whether leadership interpersonal communication of school principal and organizational culture influence teachers’ working satisfaction. To be more specific, this study is intended to answer the following research questions: 1) The influence of leadership interpersonal communication of school principal on teachers’ working satisfaction. 2) The influence of organizational culture on teachers’ working satisfaction. 3) The influence of both leadership interpersonal communication of school principal and organizational culture influence teachers’ working satisfaction. This study is a quantitative research using causal correlational approach with theory of S-O-R. The population of this study is all teachers in the Senior High School of Al Islam Surakarta. The sampling used in the study is total sampling and therefore all teachers (N = 155) are sampled. The data are gathered through questionnaire. Using SPSS, both basic and multiple regression is used to analyze the data. The findings of the study show 1) The results of t-test a) There is a significant influence of interpersonal communication of school principal on teachers’ working satisfaction. The t-test shows that t 2,339 > t table 1,975. b) There is a significant influence of organizational culture on teachers’ working satisfaction. The t-test shows that t 4,504 > t table 1,975. 2) The results of F test a) The F test shows that both leadership interpersonal communication of school principal and organizational culture simultaneously influence teachers’ working satisfaction. This conclusion is based on the coefficient of F 27,863 which is higher than the coefficient of F table 3,06 on the degree of significance p = .000.    Based on the above findings, this study offers the following suggestions 1)The chair of Al Islam Foundation should improve the leadership interpersonal communication though various strategies such as leadership training. This is because this study finds that the variable of communication of the school principal directly influences the teachers’ working satisfaction around 2,339. 2) The school principal should improve the organizational culture in order to create a better working environment. 3)Future research should conduct similar research with qualitative approach in order to deeply understand factors related to the variables used in this study.
KREDIBILITAS OPINION LEADER PEDESAAN Sundoro, Panggih
WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 1, No 4 (2003)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan Teknologi komunikasi serta pertumbuhan pcnduduk mengakibat kan mobilitas semakin meningkat Daniel Lerner    dalam bukun nya The Passing Of Traditional Society  menegaskan.meningkatnya mobilitas antarwilayah  dalam masyarakat paling banyak ditunjang tersedianya fasilitas transportasi dan komunikasi yang  memadai..Pada perkembangannya mobilitas antar  wilayah geografis yang meningkat,  ditunjang pula oleh komunikasi yang memadai sampai ke lingkungan pedesaan  lnilah merupakan factor   yung menarik minat para pernilik modal untuk mclakukan usahan nya di  wilayah- wilayah pedesaan.Pedesaan adalah strategis pandangan pcngusahapada umum nya dititik bcratkan pada potcnsi desa. Slrategi para pemilik modal untuk meperoleh tanah desa,dilakukan dengan  mengkaitkan pandangan. Bahwa dalam realitas nya tnasyarakat desu penuh dengan ketidakmampuan, seperti asumsi-asumsi tentang masyarakat desa  yang    dapat   dikendalikan melalui budaya material. Keanekaragaman nilai maupun status social akibat merebak nya industry di pedesaan berhubugan pula dengan peran dari pemuka pendapat (opinion leader)sebagai orang yang mempunyai kemampuan mcmpengaruhi perilaku orang lain (Rogers dan Lyme Svcnning dalam bukunya MODERNZATION AMONG PEASANT).Dalam  hubungannya dengan komunikasi,para opinion leader atau pemuka pendapat dipedesaan pada umumnya bersifat polimorfik yang menguasai sejumlah isu unluk disebarluaskan kepada masyarakat. Antara pemuka  pendapat dan masyarakat atau pengikutnya tidak terlalu banyak perbedaan dalam kemampuan  hanya pada umumnya para pemuka pendapat lebih mudah menyesuaikan diri dengan masvarakat, lebih kompeten dan lebih tahu menjaga norma yang berlaku.Berdasarkan karakter tersebut, para pemuka pendapat mampu mengantisispasi dan beraksi 
KREDIBILITAS GUS DUR SEBAGAI KOMUNIKATOR POLITIK DALAM PROSES DEMOKRATISASI DI INDONESIA nurkholisoh, nurkholisoh
WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 9, No 4 (2010)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nahdathul Ulama (NU), Gus Dur and Democratization in Indonesia summarized in this paper. How is the cred­ ibility of Gus Dur as a statesman of political communication to bring the values of democracy.  This qualitative research study will explore more deeply about who Gus Dur is packed with biographical research method, this research makes a reference that should be a reference.
MANAJEMEN KESAN PENGGUNA MEDIA SOSIAL INSTAGRAM DALAM MENGEKSISTENSIKAN PANCASILA Saputro, Dio Herman; Diniati, Anisa
WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 16, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.133 KB)

Abstract

Pekan pancasila yang diselenggarakan oleh pemerintah sebagai ideologi negara Indonesia, dimeriahkan oleh generasi millennial dengan cara mengunggah foto-foto pribadi mereka di media sosial instagram dengan hashtag #SayaIndonesiaSayaPancasila. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji manajemen kesan pengguna media sosial instagram dalam mengeksistensikan pancasila. Metode penelitian yang digunakan adalah metode etnografi virtualdengan menganalisis foto-foto pribadi para pengguna instagram melalui teknik analisis framing William Gamson.Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen kesan yang dibangun oleh pengguna media sosial instagram dalam mengeksitensikan pancasila dilakukan dengan menampilkan kesempurnaan fisik, citra diri, profesi, dan jati diri nasionalisme pancasila.
FILSAFAT ILMU KAJIAN PERSPEKTIF HISTORIS Edhar, Bambang
WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 4, No 2 (2005)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Zaman dahulu ilmu menjadi  bagian dari filsafat. Difinisi tentang ilmu banyak dipengaruhi oleh system filsafat yang dianut. Setelah ilmumengalami  kemandirian, difinisi  tidak  lagi  dirumuskan   berdasarkan filsafat,  tetapi  didasarkan  pada  apa fungsi  dan metodologinya,  yang dengan tegas  memberi batasan  pengertian  ilmu.Menurut CA.Van  Peursen dalam J.Drost (1985; 1)  renungan mengenai    apakah    ilmu,   sama  tu any a dengan   ilmu  itu  sendiri. Filsafat ilmu mencakup dua kecondongan terten.Pertama, dapat disebut tendensi metafisik. Haluan ini menyelidiki dasar-dasar  ilmu. Berbagai gejala mengenai hukum realitas alam, hakikat makna, dan sifat pengetahuan serta berbagai gejala-gejala alam dan kehidupan lainnya,mendasari pemikiran manusia sepanjang abad. Demikian    halnya pemikiran Aristoteles dan Collingwood, Newton dan Kant, Descartes, serta Russell. Tendensi ini disebut metafisik, sebab (Opcit;2) mengatasi bahasa   "fisik".   Fisik dalam  arti apa yang  berasal  dari metode-metode     telaah   empiris ilmu   tertentu.    Maka   metafisik adalah  interaksi  dengan   data  di luar  ilmu,   suatu  interaksi  yang tidak  hanya  mempengaruhi   ahli- ahli ilmu pengetahuan,   suatu  hal yang kiranya diterima oleh semua, juga  struktur  ilmu itu sendiri.Kedua,disebut kecondongan metodologik. Peursen menjelaskan bahwa ilmu disepadani    terhadap    apa  yang terletak  diluar pagar. Dan yang di luar   pagar    dikecualikan     dari analisis    tentang    struktur    ilmu pengetahuan.Sebagai pengganti sangat berharga. Pada ilmu pengetahuan, nilainyadisebabkan oleh faedahnya, akan tetapi pada filsafat sebaliknya faedahnya berasal  dari nilainya  filsafat melampaui  kategori  kegunaan dan faedah".

Page 1 of 43 | Total Record : 427