cover
Filter by Year
Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian (Journal of Agricultural Science)
ISSN : 16932897     EISSN : 25020455
JURNAL AGRITROP adalah publikasi ilmiah hasil penelitian ilmu-ilmu pertanian yang diterbitkan atau dikelola oleh dari Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jember. Jurnal agritrop ini diterbitkan secara berkala tiap semester atau satu tahun dua kali terbit, yaitu pada Bulan Juni dan Desember.
Articles
135
Articles
APLIKASI GARAM (NaCl) UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI PADI (Oryza sativa L) VARIETAS SITU BAGENDIT DI TANAH LITOSOL BANYUWANGI

Handoyo, Bagus ( Politeknik Negeri Jember ) , H, Herlinawati ( Politeknik Negeri Jember ) , Soelaksini, Liliek ( Politeknik Negeri Jember )

AGRITROP Vol 16, No 2 (2018): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi garam terhadap produksi padi varietas Situ Bagendit. Penelitian dilaksanakan 4 bulan mulai  Agustus 2017 s/d Desember 2017 menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non Faktorial dengan faktor tunggal yang terdiri dari 4 perlakuan, yaitu A1 (Kontrol), A2 (Urea 100%), A3 (Garam 100%), A4 (Urea 50% + Garam 50%) yang diulang sebanyak 6 kali mengacu rumus (t-1)(r-1) > 15. Perlakuan A4 menjadi yang terbaik karena memberikan pengaruh sangat nyata pada parameter tinggi tanaman 30 dan 45 HST, jumlah anakan 30 dan 42 HST, jumlah malai 110 HST, berat basah per sampel, berat basah per plot, berat kering per sampel, dan berat kering per plot. Kesimpulan dari penelitian ini adalah aplikasi garam memberikan pengaruh yang sangat nyata, sehingga dapat dijadikan sebagai pupuk alternatif karena terbukti mampu meningkatkan produksi padi sebesar 5,676 ton perhektar dibandingkan rata-rata 5,5 ton perhektar produksi nasional.

EFEKTIVITAS PUPUK HAYATI CAIR DAN PEMANGKASAN DAUN TERHADAP PRODUKSI OKRA (Abelmoschus esculentus L. Moench)

Suroso, Bejo ( Universitas Muhammadiyah Jember ) , Wijaya, Insan ( Universitas Muhammadiyah Jember ) , Rahmawati, Vita ( Universitas Muhammadiyah Jember )

AGRITROP Vol 16, No 2 (2018): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penggunaan interaksi perlakuan konsentrasi pupuk hayati cair dengan umur pemangkasan daun terhadap produksi okra (Abelmoschus esculentus L. Moench). Dilaksanakan di Karangrejo, Sumbersari, Jember pada tanggal 22 Nopember 2017 sampai dengan 12 Maret 2018, disusun menggunakan rancangan acak kelompok dengan dua faktor yaitu konsentrasi pupuk hayati cair dengan umur pemangkasan daun. Hasil penelitian menunjukkan (a) jumlah buah per sampel terbanyak sebesar 63 buah pada interaksi tanpa pupuk hayati cair dan tanpa pemangkasan daun dapat meningkatkan produksi 3 % dan terhadap jumlah buah per petak terbanyak sebesar 677 buah pada interaksi pupuk hayati cair konsentrasi 80 ml/l air dengan pemangkasan daun umur 73 hst dapat meningkatkan hasil produksi 21%, dan (b) berat buah per petak terbanyak sebesar 4093,67 gram (konversi 16,37 ton/ha) pada interaksi pupuk hayati cair konsentrasi 80 ml/l air dengan pemangkasan daun umur 73 hst dapat meningkatkan produksi 51%.

PENGARUH LAMA PENYATUAN DAN SAMBUNG SISTEM KAKI GANDA TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT DURIAN (Durio zibethinus, L.) DI KABUPATEN JEMBER

Fitri, Mohamad Zaedan ( Universitas Islam Jember ) , Islahuddin, Muhammad ( Universitas Islam Jember )

AGRITROP Vol 16, No 2 (2018): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh lamanya penyatuan batang utama dengan batang tambahan dan sambung sistem kaki ganda terhadap pertumbuhan bibit durian (Durio zibethinus L.). Penelititian dilaksanakan di desa Sumberjambe kecamatan Sumber Jambe, kabupa ten Jember, yang diaksanakan dari tanggal 20 Mei 2018 sampai dengan tanggal 31 Agustus 2018. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 2 faktor dan 3 ulangan. Perlakuan masing-masing faktor adalah sebagai berikut; Faktor I adalah lamanya proses penyatuan sambungan bibit durian (L) terdiri dari 3 yaitu: L1 : Penyatuan batang utama dan batang tambahan hari ke 40, L2 : Penyatuan batang utama dan batang tambahan hari ke-60, L3: Penyatuan batang utama dan batang tambahan hari ke 80. Faktor ke II : pemakaian jumlah kaki ganda (P) terdiri dari 4 level, yaitu: P1 : Perlakuan dengan menggunakan 1 batang kaki, P2 : Perlakuan dengan menggunakan 2 batang kaki, P3 : Perlakuan dengan menggunakan 3 batang kaki, dan P4: Perlakuan dengan menggunakan 4 batang kaki. Hasil penelitian perlakuan penambahan kaki ganda memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata terhadap tinggi bibit durian, diameter batang dan jumlah daun pada umur 80 hari setelah sambung kaki (P3) memberikan pengaruh yang sangat nyata. Perlakuan pada umur 40 hari dan 60 hari setelah sambung kaki parameter tinggi bibit, diameter batang dan jumlah daun tidak memberikan pengaruh pada pertumbuhan bibit durian. Tidak terdapat interaksi antara penambahan kaki ganda dan lamanya penyatuan terhadap pertumbuhan bibit durian.

RESPON KONSENTRASI NUTRISI HIDROPONIK TERHADAP TIGA JENIS TANAMAN SAWI (Brassica juncea L.)

Tripama, Bagus ( Universitas Muhammadiyah Jember ) , Yahya, Muhammad Rizal ( Universitas Muhammadiyah Jember )

AGRITROP Vol 16, No 2 (2018): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi nutrisi yang tepat terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Gebang, Kecamatan Patrang, Kabupaten  Jember. Waktu penelitian 5 bulan dari Januari sampai Mei 2018 dengan ketinggian tempat + 89 meter di atas permukaan laut. Rancangan yang digunakan Split Plot (Petak Berbagi) terdapat dua faktor. Faktor petak utama adalah Konsentrasi Nutrisi AB mix terdiri dari 3 taraf:  K1 : 1050 ppm, K2 : 1150 ppm, K3 : 1250 ppm. Faktor kedua sebagai anak petak adalah jenis Jenis Sawi (Brassica juncea L) ( V ) terdiri dari 3 jenis: J1 : Sawi Pagoda (Brassica narinosa),  J2 : Sawi Hijau (Brassica rapa subsp. Chinensis), J3 : Sawi Pakcoy (Brassica rapa L). Hasil penelitian ini adalah perlakuan konsentrasi nutrisi berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman pada semua umur tanaman, serta berpengaruh sangat nyata terhadap parameter jumlah daun umur 21 dan 28 hari setelah tanam (hst), berpengaruh nyata pada parameter jumlah dauh 35 hst. Perlakuan jenis sawi berpengaruh sangat nyata terhadap parameter tinggi tanaman semua umur, jumlah daun 14 sampai 42 hst dan bobot tanaman. Adapun interaksi antara konsentrasi nutrisi dan jenis sawi berpengaruh tidak nyata terhadap parameter tinggi tanaman pada semua umur, jumlah daun 14 dan 42 hst, panjang akar dan bobot tanaman, sedangkan parameter lainnya berpengaruh nyata pada parameter daun umur 21 hst dan berpengaruh sangat nyata pada parameter jumlah daun umur 28 dan 35 hst.

EFEKTIVITAS PUPUK ORGANIK DIPERKAYA PADA PERTUMBUHAN VEGETATIF TABULAMPOT JAMBU AIR MADU DELI HIJAU (Syzygium samarangense (blume) Merr. & L.M. Perry).

Zuhro, Fatimatuz ( IKIP PGRI Jember ) , Hasanah, Hasni Ummul ( IKIP PGRI Jember ) , Winarso, Sugeng ( IKIP PGRI Jember ) , Habibah, Siti ( IKIP PGRI Jember )

AGRITROP Vol 16, No 2 (2018): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Pupuk organik diperkaya memiliki kandungan unsur hara yang lengkap, sehingga cocok diaplikasikan pada budidaya tabulampot jambu air Madu Deli Hijau (MDH). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pupuk organik diperkaya terhadap pertumbuhan vegetatif  tabulampot jambu air MDH. Penelitian ini dilakukan di lahan percobaan mulai bulan Maret sampai Juli 2018, menggunakan rancangan acak kelompok  dengan 3 perlakuan, yaitu: kontrol negatif (tanpa pupuk), kontrol positif (penambahan Urea dan NPK), dan penambahan pupuk organik dosis 3 kg/pot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi pupuk organik diperkaya berpengaruh nyata terhadap parameter pertambahan jumlah daun dan jumlah cabang primer, tetapi tidak berpengaruh nyata pada pertambahan tinggi dan jumlah cabang sekunder. Hasil uji Duncan menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik diperkaya memiliki pengaruh yang sama dengan kontrol positif, sehingga aplikasi pupuk organik diperkaya pada tabulampot jambu air MDH dianggap  efektif dan mampu menggantikan aplikasi pupuk anorganik.

EFEKTIVITAS KONSENTRASI GIBERELIN DAN KONSENTRASI PUPUK HAYATI TERHADAP PRODUKTIVITAS OKRA (Abelmoschus esculentus)

Ichsan, Muhammad Chabib ( Universitas Muhammadiyah Jember ) , Umarie, Iskandar ( Universitas Muhammadiyah Jember ) , Sumantri, Guruh Fani ( Universitas Muhammadiyah Jember )

AGRITROP Vol 16, No 2 (2018): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pemberian konsentrasi fitohormon Giberelin GA3 dan konsentrasi pupuk hayati dan juga kombinasi kedua variabel tersebut terhadap produksi okra (Abelmoschus esculentus). Penelitian ini dilaksanakan di Pedukuhan Plendu, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember. Dimulai tanggal 22 November 2017 sampai tanggal 12 Maret 2018. Dengan ketinggian +89 meter di atas pemukaan laut (mdpl). Penelitian dilakukan secara faktorial dengan pola dasar Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial terdiri dari dua faktor yaitu faktor pertama konsentrasi pemberian Giberellin GA3 yaitu : tanpa perlakuan giberelin GA3, Giberellin GA3 125 ppm, Giberellin GA3 250 ppm, dan Giberellin GA3 375 ppm. Faktor kedua konsentrasi pemberian pupuk hayati yaitu: tanpa perlakuan pupuk hayati K-Bioboost, pupuk hayati 40ml/l, pupuk hayati 80 ml/l, dan pupuk hayati 120 ml/l, setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektifitas interaksi antara Giberellin  GA3 pada konsentrasi 375 ppm dan pupuk hayati K-Bioboost pada konsentrasi 40 ml/l air terhadap produksi okra menghasilkan jumlah buah sebesar 33 buah per tanaman dengan peningkatan efektifitas sebesar 51% dan sebanyak 836 buah per petak dengan peningkatan efektifitas sebesar 48%. Berat buah diperoleh produksi seberat 5,21 gram per tanaman dengan peningkatan efektifitas sebesar 17% dan seberat 7343 gram per petak dengan peningktan efektifitas sebesar 45%, dengan konversi berat buah okra sebesar 22,25 ton per hektar.

KOMPATIBILITAS BATANG BAWAH DENGAN BATANG ATAS PADA METODE GRAFTING TANAMAN DURIAN (Durio zibethinus Murr)

Rahmatika, Widyana ( Universitas Islam Kadiri ) , Setyawan, Fajar ( Universitas Islam Kadiri )

AGRITROP Vol 16, No 2 (2018): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Durian menjadi salah satu buah yang memberikan nilai investasi tinggi bagi Indonesia. Namun, di Indonesia sendiri sedikit buah durian lokal yang bermutu tinggi yang dijual di pasaran. Salah satu faktor yang mempengaruhi ialah kurangnya penyediaan bibit varietas unggul yang ada. Oleh karena itu perlu cara perbanyakan durian yang dapat menghasilkan bibit varietas unggul untuk menghasilkan produksi tinggi.Beberapa teknik perbanyakan yang disarankan dalam budidaya durian secara vegetatif, salah satunya menggunakan metode grafting. Grafting adalah menggabungkan batang bawah dan batang atas dari tanaman yang berbeda menjadi tanaman baru. Tujuan penelitian ini adalahMenghasilkan bibit durian unggul lokal Kabupaten Kediri yang berpotensi tumbuh dengan baik dengan metode sambung (grafting) dan Mendapatkan informasi kompatibilitas batang bawah dengan batang atas dalam kaitan dengan sifat unggul bibit dan tanaman yang dihasilkan. Pada penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) factorial. Parameter pengamatan meliputi Hubungan jumlah daun dengan panjang tunas, persentase keberhasilan grafting, Kandungan Peotein bagian tanaman,dan titik pertautan sambungan.Dari hasil penelitian Perlakuan varietas kelud dengan panjang entres 10 cm memberikan persentase keberhasilan grafting durian yang lebih tinggi dibandingka dengan perlakuan lainya.

RESPON TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum, mill), AKIBAT PEMBERIAN UREA DAN PUPUK DAUN MAMIGRO TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN

D, Djarwatiningsih ( UPN Veteran Jawa Timur ) , S, Suwandi ( UPN Veteran Jawa Timur ) , G, Guniarti ( UPN Veteran Jawa Timur ) , W, Wardani ( UPN Veteran Jawa Timur )

AGRITROP Vol 16, No 2 (2018): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman tomat dapat dilakukan melalui pemberian pupuk urea dan pupuk daun. Salah satu pupuk daun yang digunakan adalah pupuk daun mamigro. Respon tanaman akibat dari pemberian pupuk dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil, apabila dosis, jenis, waktu dan cara pemberian yang sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon tanaman akibat dari pemberian pupuk urea dan pupuk daun mamigro, terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial yang disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok, yang terdiri dari dua faktor dan diulang tiga kali. Faktor I adalah pupuk urea (N), terdiri dari tiga level yaitu N1 (45 kg/ha), N2 (75 kg/ha) dan N3 (105 kg/ha). Faktor II adalah pupuk daun mamigro (D), terdiri dari tiga level yaitu D1 (2,5 g/l air), D2 (5 g/l air) dan D3 (7,5 g/l air). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan antara pupuk urea dan pupuk daun mamigro terjadi interaksi pada umur 14, 28, 35, 42 dan 49 hari setelah tanam, terhadap parameter pengamatan mamigro tinggi tanaman, jumlah bunga pada umur 35 dan 49 hari setelah tanam, jumlah buah per tanaman dan berat buah per tanaman.

HUBUNGAN ANTARA PERTUMBUHAN VEGETATIF DAN GENERATIF TANAMAN SEMANGKA (Citrullus vulgaris, Schard) PADA PEMUPUKAN KNO3 DENGAN LAMA PEMBEROAN TANAH

S, Sukartiningrum ( UPN Veteran Jawa Timur ) , Pikir, Juli Santoso ( UPN Veteran Jawa Timur )

AGRITROP Vol 16, No 2 (2018): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Semangka (Citrullus vulgaris, Schard) unggul non biji Varietas Quality (126) adalah buah yang banyak digemari masyarakat Indonesia karena memiliki rasa yang manis, warna daging buah merah dan banyak kandungan air serta berstruktur remah; Buah ini mengandung zat tertentu yang efektif untuk membunuh sel-sel kanker (Prajnanta, 2003). Hasil penelitian menyatakan bahwa setiap 100 gram buah Semangka mengandung nutrisi yakni 46 % bahan dapat dikonsumsi, Protein 0,5 mg., Lemak 0,2 g., Karbohidrat 6,9 g., Ca 7 mg., P 12 mg., Fe 0 mg., Vit. A 590 IU., B1  0,05 mg. dan C 6 mg. (Godam64, 2012);  Ditambahkan oleh Kalie (2002) bahwa Semangka termasuk tanaman musim kering. Guna meningkatkan hasil dan mutu tanaman, maka dilakukan usaha pemupukan dengan Kalium Nitrat; juga sebelumnya dilakukan pemberaan (pengistirahatan) tanah untuk memperbaiki kesuburan fisik, kimiawi, biologi tanah dan pencegahan hama dan penyakit tanaman di periode berikutnya. Hasil penelitian menunjukkan  terdapat hubungan antara pertumbuhan vegetatif dan generatif yakni pola hubungannya linier sederhana sangat nyata untuk panjang batang utama minggu ke lima dan luas daun dengan berat buah per tanaman;  Kuadratik polinomial nyata untuk jumlah daun minggu ke lima dan kadar air buah panen dengan berat buah per tanaman.

RESPON TANAMAN KEDELAI (Glycine max Merr) TERHADAP JUMLAH AIR YANG DIBERIKAN

Guntoro, W. ( UPN Veteran Jawa Timur ) , Suhardjono, Hadi ( UPN Veteran Jawa Timur ) , Moeljani, Ida Retno ( UPN Veteran Jawa Timur ) , Sulistyono, Agus ( UPN Veteran Jawa Timur )

AGRITROP Vol 16, No 2 (2018): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Kekurangan air merupakan masalah yang sering dijumpai pada pertanaman kedelai. Umumnya tanaman kedelai ditanam pada musim kemarau dan atau pada lahan kering beriklim kering. Tanaman kedelai produksinya sangat ditentukan oleh jumlah dan distribusi curah hujan yang tidak merata dalam musim tanam.  Kemampuan tanaman untuk hidup pada kondisi kekurangan air merupakan keberhasilan suatu tanaman untuk menyesuaiakan diri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh jumlah air yang diberikan terhadap pertumbuhan tanaman kedelai.  Penelitian dilakukan di Balai Benih Induk Palawija Malang.  Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok yang diulang tiga kali, dan terdiri dari tiga macam perlakuan yakni : Jumlah air yang diberikan setaraf kapasitas lapang (A1), setengah kapasitas lapang (A2), dan seperempat kapasitas lapang (A3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang nyata pada variabel pertumbuhan yakni tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, panjang akar dan berat kering akar.  Perlakuan terbaik adalah perlakuan A1 atau jumlah air yang diberikan setaraf dengan kapasitas lapang untuk masing-masing variabel tinggi tanaman (83,50 cm), jumlah daun (19,00), luas daun (835 cm2), panjang akar (592,86 mm) dan berat kering akar (0,24 g).