cover
Contact Name
Yunus Adhy Prasetyo
Contact Email
yunusrazr@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
yunusrazr@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel
Published by STIKES Immanuel
ISSN : 1410234X     EISSN : 25979635     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel atau disingkat JIKI berisi tulisan hasil penelitian di bidang kesehatan atau ilmu lain yang berkaitan dengan bidang kesehatan yang belum pernah dimuat atau diterbitkan oleh media lain.
Arjuna Subject : -
Articles 37 Documents
Transfer Pelatihan Dalam Meningkatkan Kompetensi Pegawai Rumah Sakit Andriana, Sari Sarce
Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel Vol 12, No 2 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel
Publisher : STIK Immanuel

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTransfer pelatihan berkaitan dengan bagaimana peserta pelatihan secara efektif dan berkelanjutan menerapkan apa yang dipelajari dalam pelatihan tersebut dalam pekerjaan mereka baik pengetahuan, keterampilan, perilaku, maupun strategi kognitif. Transfer pelatihan yang tidak optimal sangat merugikan pada upaya peningkatan kompetensi pegawai karena biaya, waktu dan tenaga yang telah dikeluarkan untuk penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan menjadi tidak efektif dan efisien bahkan sia-sia jika tidak diterapkan dalam pekerjaan. Penelitian ini bertujuan mengetahui dan menganalisis transfer pelatihan di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Desain penelitian ialah kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Subjek penelitian adalah pengelola pendidikan dan pelatihan, instruktur, peserta, alumni pendidikan dan pelatihan, atasan alumni pendidikan dan pelatihan yang diambil secara purposive sampling. Analisis data dilakukan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan transfer pelatihan dilakukan dengan pemberian motivasi secara lisan, supervisi dan bimbingan lapangan. Transfer pelatihan belum direncanakan dengan baik dan terdokumentasi secara tertulis dalam bentuk rancangan transfer pelatihan yang berisi sasaran penerapan hasil pendidikan dan pelatihan dan strategi-strategi dalam penerapan hasil pendidikan dan pelatihan. Rencana dan kesepakatan tindak lanjut yang dilakukan oleh penyelenggara pendidikan dan pelatihan bersifat umum dan secara lisan. Hambatan dalam transfer pelatihan adalah kurangnya motivasi dan komitmen peserta untuk mempraktekan kemampuan yang diperoleh dalam pekerjaan dan keterbatasan sarana prasarana di tempat kerja. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah transfer pelatihan belum optimal. Saran kepada pihak manajemen untuk menetapkan kebijakan standar transfer pelatihan.Kata kunci: Transfer pelatihan, kompetensi, perawat 
HUBUNGAN KEBIASAAN MAKAN DENGAN STATUS GIZI PADA MAHASISWA STIK IMMANUEL BANDUNG palupi, indah
Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel Vol 12, No 2 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel
Publisher : STIK Immanuel

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Remaja sering kali mengalami permasalahan gizi, baik gizi kurang maupun gizi lebih. Hal ini dikarenakan banyak faktor yang dapat mempengaruhi status gizi pada remaja. Salah satunya adalah kebiasaan makan remaja yang melewatkan waktu makan, makan tidak teratur, tidak menyukai makanan tertentu, serta mengurangi frekuensi makan. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan makan dengan status gizi pada mahasiswa STIK Immanuel Bandung. Desain dalam penelitian ini menggunakan cross sectional study, dengan pendekatan purposive sampling. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah mahasiswa STIK Immanuel Bandung. Rumus yang digunakan untuk perhitungan sampel adalah slovin, sehingga berdasarkan perhitungan dengan menggunakan rumus tersebut didapatkan 68 sampel. Kebiasaan makan diukur menggunakan kuesioner Food Frequency Questionnaire dan status gizi diukur menggunakan alat microtoise serta timbangan berat badan. Data dianalisis menggunakan uji statistik Chi-square. Hasil dalam penelitian didapatkan nilai signifikan 0,648 (p > 0,05) ini berarti tidak adanya hubungan antara kebiasaan makan dengan status gizi pada mahasiswa STIK Immanuel Bandung. Kata Kunci : kebiasaan Makan, Status Gizi, Mahasiswa Abstract Teenagers often experience nutritional problems, both malnutrition and over weight. This is because many factors can affect nutritional status in adolescents. Adolescents have many eating habits. Some of adolescents often skip meals, eat irregularly, do not like certain foods, and reduce the frequency of eating. The aimed of this study was to determine the relationship between food behaviour with nutritional status in Immanuel Institute of Health Science’s Student College. Design of this study was cross sectional, with purposive sampling. 68 student college from Immanuel Institute of Health Science used as participant. Food behaviour was measured by Food Frequency Questionnaire (FFQ). Nutritional status was measured by stature meter and weight scales. Data were analyzed by Chi-quare. Results showed that there were no relationship between food beaviour and nutritional status in Immanuel Institute of Health Scince’s student college (r = 0,648; p = > 0.05). Keyword : food behaviour, nutritional status, student college.
HUBUNGAN PEMBERIAN AIR SUSU IBU (ASI) EKSKLUSIF DENGAN PERUBAHAN BERAT BADAN IBU POSTPARTUM DI PUSKESMAS CIPAGERAN CIMAHI cahyati, nanik
Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel Vol 12, No 2 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel
Publisher : STIK Immanuel

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air susu ibu (ASI) adalah anugerah Tuhan untuk bayi yang tidak dapat digantikan oleh makanan atau minuman apapun. ASI merupakan makanan pertama, utama, dan terbaik bagi bayi. ASI bermanfaat bukan hanya untuk bayi saja, tetapi juga untuk ibu, keluarga, dan negara. Dengan menyusui eksklusif dengan manajemen laktasi yang tepat bahkan akan menyebabkan penurunan BB ibu yang optimal. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui hubungan pemberian ASI eksklusif terhadap perubahan berat badan pada ibu postpartum di Puskesmas Cipageran Cimahi. Penelitian ini merupakan analitik dengan pendekatan cross sectional.Sample berjumlah 60 ibu post partum. Pengambilan data menggunakan lembar observasi dan wawancara.  Hasil Penelitian pemberian ASI ekslusif pada ibu postpartum ialah sebanyak 43 ibu postpartum (71,7%) menyusui secara eksklusif. Hasil penelitian perubahan berat badan pada ibu postpartum  didapatkan 43 ibu postpartum (81,7%) mengalami kenaikan berat badan setelah menyusui secara eksklusif. Hasil Uji  chi-square menunjukan tidak ada hubungan (p value = 0,279)  antara Pemberian ASI eksklusif dengan perubahan berat badan pada ibu postpartum di wilayah kerja Puskesmas Cipageran Cimahi.Hasil penelitian tidak ada hubungan yang signifikan antara pemberian ASI eksklusif dengan perubahan berat badan pada ibu postpartum di wilayah kerja Puskesmas Cipageran Cimahi. Disarankan masyarakat terutama ibu postpartum lebih memperhatikan manfaat memberikan ASI eksklusif yaitu bagi ibu dapat menurunkan berat badan seperti sebelum hamil dan bagi bayi ASI bermanfaat untuk melindungi bayi dari infeksi
Pemberdayaan Keluarga terhadap kemadirian pasien dengan gangguan jiwa di rumah Ngadiran, Antonius
Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel Vol 12, No 2 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel
Publisher : STIK Immanuel

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan jiwa berat menimbulkan beban bagi pemerintah, keluarga serta masyarakat oleh karena produktivitas pasien menurun dan akhirnya menimbulkan beban biaya yang besar bagi pasien dan keluarga. Kondisi pada kebanyakan keluarga kurang memiliki pengetahuan yang baik tentang kesehatan sehingga sering mengalami kesulitan dalam merawat atau mendampingi dalam minum obat pasien. Pemberdayaan keluarga juga merupakan strategi untuk menurunkan faktor faktor resiko yang berhubungan dengan perkembangan gejala-gejala penyimpangan perilaku terutama pada pasien gangguan jiwa. Penelitian ini merupakan penelitian deskripsi yang bertujuan mengetahui gambara pengetahuan, kemampuan dan beban keluarga dalam merawat pasien dengan gangguan jiwa di rumah . Metode pada peneliti ini menggunakan kuasi eksperimen pre dan post one group disain dengan jumlah responden 40 keluarga dan 40 pasien. . Perlakuan yang diberikan adalah pemberdayaan keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Keluarga memiliki pengetauan Baik dalam merawat pasien setelah intervensi sebesar 62,5 %.Keluarga dengan kemampuan Baik dalam merawat pasien setelah intervensi sebesar 62,5 %. dan eluarga yang memiliki beban dalam merawat pasien setelah intervensi adalah yang memiliki beban ringan 50 %
HUBUNGAN PEMILIHAN WAKTU OLAHRAGA ZUMBA DENGAN PENURUNAN BERAT BADAN DI PUSAT KEBUGARAN KOTA BANDUNG Amalia, Rizky
Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel Vol 12, No 2 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel
Publisher : STIK Immanuel

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Zumba adalah olahraga yang menggabungkan antara tarian salsa dan gerakan tari Latin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pemilihan waktu olahraga zumba dengan penurunan berat badan di pusat kebugaran Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan desain Cross-Sectional yang dilakukan pada bulan mei, juni dan juli tahun 2018. Sebanyak 76 responden yang ikut serta dalam penelitian ini berasal dari 3 pusat kebugaran di Kota Bandung. Pemilihan waktu olahraga zumba diukur dengan mengggunakan kuisioner. Pengukuran berat badan diukur menggunakan kuisioner dan timbangan berat badan digital. Data di analisis menggunakan Uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan < 0,05. Hasil uji statistik didapatkan ada hubungan penurunan berat badan dengan asupan energi (r=0.000; p=0.05), ada hubungan penurunan berat badan dengan tingkat aktifitas fisik (r=0.001; p=0.05) dan ada hubungan pemilihan waktu olahraga zumba dengan penurunan berat badan (r=0.000; p=0.05). Olahraga zumba pada pagi hari dapat membuat penurunan berat badan lebih optimal. Olahraga Zumba sebaiknya dilakukan pada pagi hari. Kata kunci: zumba, pemilihan waktu olahraga, penurunan berat badan
FAKTOR RISIKO KEJADIAN PREEKLAMPSIA Pujiyani, Honesty
Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel Vol 12, No 2 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel
Publisher : STIK Immanuel

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Preeklampsia memengaruhi sekitar 4% dari semua kehamilan dan merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas ibu, janin, dan neonatal di seluruh dunia. Terdapat berbagai faktor risiko yang menyebabkan terjadinya preeklampsia pada ibu hamil. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor risiko yang paling berpengaruh dengan kejadian preeklampsia. Desain penelitian menggunakan studi analitik observasional dengan rancangan penelitian kasus kontrol. Populasi penelitian yaitu seluruh ibu hamil dan ibu nifas yang dirawat di RSUD dr. Soeselo Slawi pada Januari hingga Juni 2018. Jumlah keseluruhan sampel adalah 222 terdiri dari sampel kasus dan kontrol. Metode pengambilan sampel kasus dengan teknik simple random sampling. Data penelitian diperoleh dari rekam medis. Analisis menggunakan uji chi square dan analisis regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan yang bermakna antara riwayat preeklampsia (p- value= 0,047), hipertensi (p- value= 0,000), dan diabetes mellitus (p- value= 0,057) pada pada kelompok kasus dan kelompok kontrol. Analisis regresi logistik ganda menunjukkan bahwa hipertensi merupakan faktor risiko yang paling dominan menyebabkan preeklampsia. Riwayat preeklampsia, hipertensi, dan diabetes mellitus mempengaruhi kejadian preeklampsia.Kata kunci: Faktor risiko; Hipertensi; Preeklampsia
”PENGARUH KUALITAS LAYANAN AKADEMIK TERHADAP KEPUASAN MAHASISWA DI STIK IMMANUEL BANDUNG” Ekawati, Dian
Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel Vol 12, No 2 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel
Publisher : STIK Immanuel

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of service quality consisting of: tangible evidence, reliability, responsiveness, assurance  and empathy  on student satisfaction at STIK Immanuel Bandung, and to find out Which service quality variable has the dominant influence on student satisfaction at STIK Immanuel Bandung. This is very important considering the quality of higher education education services often gets the spotlight and criticism from various parties because it is considered to have poor performance. This study is a causal study, namely research that seeks to find a causal relationship between the independent variable (independent) and the dependent variable (dependent). To do a causal analysis, the data analysis technique that can be used is multiple linear regression. The results showed that there was a positive influence on service quality factors consisting of: tangible evidence, reliability (responsiveness), responsiveness, assurance (Assurance) and empathy (Empathy) having a partial effect on the satisfaction of STIK Immanuel Bandung students) . Service factors Empathy and Tangible have the most dominant influence on satisfaction of STIK Immanuel Bandung students. Suggestions from researchers are to maintain service quality so far because service quality factors have been shown to have positive impacts on student satisfaction, need to provide training to academic staff both educators and education staff in improving service quality, looking at efforts to fulfill services from empathy and physical facilities in serving customers to be able to realize quality service quality, and improve services, especially regarding the problem of speed of complaint handling
THE MOTHER'S PSYCHOLOGICAL RESPONSE TO CHANGES PSYCHOLOGICAL PARTURITION PARTURITION PERIOD BASED ON PARITY AND HOW LABOR IN RSUD SAYANG CIANJUR YEAR OF 2018 rahmawati, naili
Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel Vol 12, No 2 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel
Publisher : STIK Immanuel

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The time of parturition or peurperium started after the birth of the placenta is up to 6 weeks (42 days) after, post-birth mothers will experience some changes in either the physical or psychological change change and some adjustments required by the mother. For those who cannot adjust to the psychological disorders-gangguang experience with a variety of syndromes or symptoms (postpartum stress). Figures for the incidence of baby blues or postpartum blues in Asia is quite high and varies between 26-85% and in Indonesia recorded between 50-70%. This research aims to know the mother's psychological response to changes psychological parturition parturition period based on parity and how childbirth in RSUD Sayang  Cianjur year of 2018. Design research is descriptive research with cross sectional approach. The population in this research is the whole mom how can parturition spaces that are located in RSUD Sayang Cianjur while samples in this research was the mother of childbirth that is willing to be respondents and willing to fill out a questionnaire that has researchers prepare as many as 50 person. Data collection is done with the interview techniques using a questionnaire.Research results are obtained on the basis of parity that is as much as 15 people (60.0%), parturition multipara mother gave a positive response and as many as 14 people (56.0%), parturition primipara mother gave a negative response. For research results based on how labor i.e. as many as 12 people (60.0%), parturition maternity mother spontaneously give a positive response and as many as 16 people (53.3%) of mothers whose maternity parturition with action. Key words : psychological response, mother childbirth
KONTRIBUSI DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PADA KOMUNITAS LANSIA “X” DI KOTA BANDUNG yanti, juli yanti
Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel Vol 12, No 2 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel
Publisher : STIK Immanuel

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah untuk mendapatkan gambaran kontribusi dukungan keluarga terhadap psychological well-being lansia pada komunitas lansia “X” di kota Bandung. Metode yang digunakan ialah metode korelasi fungsional dengan teknik convenience sampling. Alat ukur psychological well-being memiliki rentang validitas 0,332—0,851, dukungan keluarga 0,392—0,755 dan uji reliabilitas dengan hasil alat ukur psychological well-being memiliki rentang reliabilitas 0.444—0.839, dukungan keluarga 0.320—0.553. Kuesioner penelitian ini diberikan kepada 81 lansia. Berdasarkan analisis yang dilakukan dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dukungan keluarga memiliki kontribusi signifikan terhadap psychological well-being sebesar 24,7% pada komunitas lansia “X” di kota Bandung. Bentuk dukungan keluarga yang memiliki kontribusi signifikan ialah instrumental dan information.
Kajian Self-Care Mangement Hipertensi dengan Pendekatan Efikasi Diri dan Dukungan Sosial Wilandika, Angga
Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel Vol 12, No 2 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel
Publisher : STIK Immanuel

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi yang dikenal sebagai the silent killer, merupakan salah satu jenis penyakit  tidak menular yang harus diwaspadai dan mendapat penanganan serius. Penderita penyakit ini tidak merasakan gejala sehingga baru berobat setelah mengalami keluhan dan komplikasi yang mematikan. Penderita hipertensi membutuhkan pengelolaan diri (self-care mangement) yang berkelanjutan dan sepanjang hidup penderitanya. Self-care management hipertensi dapat dilaksanakan secara konsisten dengan menguatkan efikasi diri pengelolaan dan dukungan sosial dalam membantu pengelolaan penyakitnya. Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi pendekatan efikasi diri dalam pengelolaan penyakit dan dukungan yang diberikan dalam upaya meningkatkan self-care management hipertensi. Metode yang digunakan adalah kajian literatur. Penelusuran database menggunakan  kata kunci pencarian “self-care management”, “hypertension”, “self-efficacy”, “social support” dan “hypertension management”. Hasil kajian menemukan bahwa pengelolaan penyakit pada penderita hipertensi sangat kompleks. Pengelolaan hipertensi memerlukan kemampuan diri yang baik dalam mengelola penyakitnya, yang meliputi pengelolaan diet, aktivitas dan olah raga, pengontrolan tekanan darah dan pengelolaan obat. Kemampuan pengelolaan diri yang baik dapat dipertahankan dan bahkan ditingkatnya dengan meningkatkan keyakinan diri dalam mengelola penyakit. Selain itu dukungan yang diberikan dalam upaya pengelolaan penyakit baik dari keluarga maupun petugas kesehatan dapat memperbesar tingkat keberhasilan dalam self-care management hipertensi. Kata kunci: dukungan sosial, efikasi diri, hipertensi, self-care management

Page 1 of 4 | Total Record : 37