cover
Filter by Year

Analysis
Muqtasid: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah
Published by IAIN SALATIGA
Muqtasid: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah (Muqtasid), with registered number ISSN 2087-7013 (Print) and ISSN 2527-8304 (Online), is a peer-reviewed journal published two times a year (January-June, and July-December) by Faculty of Islamic Economics and Business, IAIN Salatiga. Muqtasid is intended to be the journal for publishing articles reporting the results of research on Islamic Economics and Banking.
Articles
116
Articles
The Effect of Financial Performance toward Profit-Sharing Rate on Mudharabah Deposit of Sharia Banking in Indonesia

Sudarsono, Heri, Saputri, Miranti Aprilia

Muqtasid: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 9, No 1 (2018): MUQTASID: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah
Publisher : IAIN Salatiga

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstract This study aims to determine the effect of financial performance in the form of Return On Assets (ROA), Operational Expense to Operating Income (OER), Finance to Deposits Ratio (FDR), Non Performing Finance (NPF), and Interest Rate to profit-sharing rate on mudharabah deposit of Sharia banking in Indonesia period 2011.1 to 2017.10. Data analysis method used is Auto-Regressive Distributed Lag (ARDL) which can analyze the relation between independent variable to dependent variable in long term and short term. The results of data analysis show that in the short term ROA and OER variable negatively affect the profit-sharing rate mudharabah deposits. While the variable of FDR and Interest rate have positive effect to profit-sharing rate of mudharabah deposit, on the other hand NPF variable does not affect to profit-sharing level of mudharabah deposit. Meanwhile in the long run the variable of FDR and OER have negative effect, the variable of Interest rate has positive effect. Meanwhile, the ROA and NPF variables do not affect the profit-sharing of mudharabah depositsAbstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kinerja keuangan berupa Return On Asset (ROA), Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO), Finance to Deposits Ratio (FDR), Non Performing Finance (NPF), dan Suku Bunga terhadap tingkat bagi hasil deposito mudharabah pada perbankan syariah di Indonesia periode tahun 2011.1 sampai 2017.10. Metode analisis data yang digunakan adalah Auto-Regressive Distributed Lag (ARDL) yang dapat menganalisa keterkaitan antara variabel independen terhadap variabel dependen dalam jangka panjang dan jangka pendek. Hasil analisis data menunjukkan bahwa dalam jangka pendek variabel ROA dan BOPO berpengaruh negatif terhadap tingkat bagi hasil deposito mudharabah. Sedangkan variabel FDR dan Suku Bunga berpengaruh positif terhadap tingkat bagi hasil deposito mudharabah, dilain pihak variabel NPF tidak berpengaruh terhadap tingkat bagi hasil deposito mudharabah. Dan dalam jangka panjang variabel FDR dan BOPO berpengaruh negatif, variabel Suku Bunga berpengaruh positif. Sementara itu, variabel ROA dan NPF masing-masing tidak berpengaruh terhadap tingkat bagi hasil deposito mudharabah

Pengaruh Variabel Makroekonomi Terhadap Jumlah Penerimaan Zakat di Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Pusat Tahun 2012 – 2016

Afendi, Arif

Muqtasid: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 9, No 1 (2018): MUQTASID: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah
Publisher : IAIN Salatiga

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

AbstractThe purpose of this research is to examine the impact of macroeconomic factor includes inflation, rupiah exchange rate and gold price to the total amount of collected zakat in amil zakat nasional agency (Baznas). This research is a quantitative by using secondary data. The data used from Baznas, Bank of Indonesia and Bloomberg from 2012 until 2016. The data were analyzed by using multiple linear regressions. The result of the research shows that the inflation has negative and significant influence. It means, inflation increase caused the price of goods be rise and people reduced to pay zakat so total collected zakat will be less. Rupiah exchange rate has positive and significant influence, it’s mean, dollar increased to rupiah made people who had income in dollars will be rich and they will pay zakat so total collected zakat will be rise. While the gold price has negative influence, it’s mean, the rise in gold priced is usually influenced by increasing of inflation so the price of goods will be rise, to people who has fixed income will use their money to something useful so total collected zakat will be less.AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji dampak faktor makroekonomi termasuk inflasi, nilai tukar rupiah dan harga emas terhadap total jumlah zakat yang dikumpulkan di lembaga amil zakat nasional (Baznas). Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan data sekunder. Data yang digunakan dari Baznas, Bank Indonesia dan Bloomberg dari tahun 2012 hingga 2016. Data dianalisis dengan menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inflasi memiliki pengaruh negatif dan signifikan. Artinya, kenaikan inflasi menyebabkan harga barang naik dan orang dikurangi untuk membayar zakat sehingga total zakat yang dikumpulkan akan berkurang. Nilai tukar rupiah memiliki pengaruh positif dan signifikan, artinya, dolar meningkat menjadi rupiah membuat orang yang memiliki pendapatan dalam dolar akan menjadi kaya dan mereka akan membayar zakat sehingga jumlah zakat yang dikumpulkan akan meningkat. Sementara harga emas memiliki pengaruh negatif, itu berarti, kenaikan harga emas biasanya dipengaruhi oleh peningkatan inflasi sehingga harga barang akan naik, untuk orang yang memiliki pendapatan tetap akan menggunakan uang mereka untuk sesuatu yang bermanfaat sehingga total zakat yang dikumpulkan akan berkurang

Model Pengembangan Industri Halal Food di Indonesia

Waharini, Faqiatul Mariya, Purwantini, Anissa Hakim

Muqtasid: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 9, No 1 (2018): MUQTASID: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah
Publisher : IAIN Salatiga

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

AbstractThe development of the halal industry will become more competitive with the involvement of the financial industry and sharia banking sectors. This study aims to explore the role of sharia banking in the development of halal food industry in Indonesia. The research method used is descriptive qualitative method with literature review. Based on the results of the analysis, it can be concluded that the role of sharia banking is not only limited to shariah-based financing which is riba (interest), maysir (uncertainty), and gharar (gambling), but also at all stages of production process (halal value chain management). Sharia banks play important role that can use to develop and improve the halal food industry. First on the halal control stage, the second on the logistics process and the last stage of halal verification.AbstrakPengembangan industri halal akan menjadi lebih kompetitif dengan keterlibatan dari sektor industri keuangan dan perbankan syariah. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran perbankan syariah dalam pengembangan industri makanan halal di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan telaah literatur. Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa peran perbankan syariah tidak hanya terbatas pada pembiayaan berbasis syariah yang bebas riba (bunga), maysir (ketidakpastian), dan gharar (perjudian). Akan tetapi juga pada seluruh tahapan proses produksi (halal value chain management). Peran penting yang dapat dilakukan perbankan syariah guna mengembangkan dan meningkatkan industri makanan halal, diantaranya dalam tiga proses halal integrity. Pertama pada tahap pengendalian halal, kedua pada proses logistik dan terkahir tahap halal verification.

Sumber Dana dan Persepsi Tentang Bunga Bank oleh Pedagang Muslim (Studi Pedagang di Pasar Basah di Kota Kendari Tahun 2015)

Afandi, Nur, Ernawati, Ernawati

Muqtasid: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 9, No 1 (2018): MUQTASID: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah
Publisher : IAIN Salatiga

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstract Fatwa of  The Council of Indonesian Ulama (Majelis Ulama Indonesia, MUI) Number 1/ 2004 imply that  bank interest equal to usury. The purpose of this study was to determine Muslim traders perceptions of interest, and their consistency in the behavior of loan applications.  Methods of data collection used in this study was questionnaires to Muslim traders of Wet Mandonga Market Kendari City. Samples taken in this research were 30 respondents with census sampling technique. The data were analyzed using percentage. The level of consistency of respondents is calculated by the share of the number of respondents who consider the bank interest equal to usury and do not make loans with conventional scheme, to the total respondents. The results showed that all Muslim traders in the Wet Market Mandonga Kendari City have understood that the interest is equal to usury However there are 16.67 percent of respondents whose equity is usury, where 6.67 percent of which comes from loan shark. The consistency of perception and application of the understanding of interest money on Muslim traders reached 83.33 percent.AbstrakFatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 1 Tahun 2004  membawa pesan bahwa bunga bank sama dengan riba. Penelitian ini mengkaji persepsi pedagang muslim tentang bunga, dan konsistensinya terhadap perilaku pengajuan pinjaman modal. Metode pengumpulan data diperoleh melalui kuisioner bagi pedagang muslim di  Pasar Basah Mandonga Kota  Kendari. Sampel pada penelitian ini  berjumlah 30 orang pedagang, yang ditentukan berdasarkan metode sensus. Metode analisis yang digunakan yaitu matriks empat kuadran dan persentase. Tingkat konsistensi responden dihitung dengan persentase jumlah responden yang menganggap bunga bank sama dengan riba yang sekaligus tidak melakukan pinjaman  dengan tambahan bunga, terhadap total responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh pedagang muslim di Pasar Basah Mandonga Kota Kendari telah memahami bahwa bunga pinjaman uang sama dengan riba. Meskipun demikian terdapat 16,67 persen  responden yang permodalannya bersifat ribawi yang 6,67 persen diantaranya bersumber dari rentenir. Adapun konsistensi persepsi dan aplikasi dari pemahaman akan bunga uang pada pedagang muslim mencapai 83,33 persen

Modifikasi Branchless Banking Pada Perbankan Syariah di Indonesia Berdasarkan Kearifan Lokal

Yudiana, Fetria Eka

Muqtasid: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 9, No 1 (2018): MUQTASID: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah
Publisher : IAIN Salatiga

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

AbstractSharia banking is a business institution that reflects the existence of sharia economy which is closely related to social life of the community. The purpose of this research is to develop a branchless banking model, by analyzing and designing models based on related literature studies. By using qualitative analysis based on theory and literature study, it can be concluded that the development of branchless banking model in Indonesia especially in sharia banking is more appropriate if it combines technology and local wisdom aspect as it is more suitable with character of cultural diversity, religion and geographical position of Indonesia. Local culture understood by sharia banking can be an advantage in developing branchless banking. Thus sharia banking must have the ability to cooperate with local economic units. The design of branchless banking model is integrated, workable and prudent banking sharia, so as to reach more people, especially unbanked people, in accordance with the basic principles of sharia banking in Indonesia. Integrated and in accordance with international standards will be able to increase market share of sharia banking in Indonesia.AbstrakPerbankan syariah adalah institusi bisnis yang mencerminkan eksistensi ekonomi syariah sangat terkait dengan kehidupan sosial masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan sebuah model branchless banking,dengan menganalisis dan mendesain model berdasarkan studi literatur terkait. Dengan menggunakan analisis kualitatif  berdasarkan teori dan studi literatur dapat disimpulkan bahwa pengembangan modelbranchless banking di Indonesia terutama pada perbankan syariah lebih tepat jika memadukan teknologi dan aspek kearifan lokal karena lebih sesuai dengan karakter keragaman budaya, agama dan letak geografis Indonesia. Budaya lokal yang dipahami oleh perbankan syariah dapat menjadi keuntungan dalam mengembangkan branchless banking. Sehingga Perbankan syariah harus memiliki kemampuan untuk bekerjasama dengan unit ekonomi lokal. Desain model branchless bankingpada perbankan syariah yang terintegrasi, workable dan prudent, sehingga dapat menjangkau lebih banyak masyarakat terutama unbanked people, sesuai dengan prinsip dasar perbankan syariah di Indonesia, terintegrasi dan sesuai dengan international standard akan dapat meningkatkan market share perbankan syariah di Indonesia 

Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Corporate Social Responsibility Terhadap Citra Perusahaan

Nurjanah, Risna, Mulazid, Ade Sofyan

Muqtasid: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 9, No 1 (2018): MUQTASID: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah
Publisher : IAIN Salatiga

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

AbstractThis research aims to analyze the quality of service and corporate social responsibility BNI Syariah against corporate image in PT BNI Syariah Center, Jakarta. Sampling technique used in this research is convenience sampling method, then the data in the process by using multiple linear regression analysis method. Sample in this research is BNI Syariah Center customer, Jakarta amounts to 100 respondents. This research is a quantitative research and data analysis method using multiple liniear regression. The result of this research shows that partially the service quality and corporate social responsibility variables significantly influence the image of the company in syariah bank. Simultaneously the service quality and corporate social responsibility variables significantly influence the image of the company in syariah bank at the level of significance less than 0.05 or 5%.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas pelayanan dan corporate social responsibility BNI Syariah terhadap citra perusahaan di PT BNI Syariah Pusat, Jakarta. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode convenience sampling. Kemudian data diproses dengan menggunakan metode analisis regresi linear berganda. Sampel dalam penelitian ini merupakan nasabah BNI Syariah Pusat, Jakarta berjumlah 100 responden. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dan metode analisis data menggunakan regresi liniear  berganda. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa secara parsial variabel kualitas pelayanan dan corporate social responsibility berpengaruh secara signifikan terhadap citra perusahaan di bank syariah. Secara simultan variabel kualitas pelayanan dan corporate social responsibility berpengaruh secara signifikan terhadap citra perusahaan di bank syariah pada tingkat signifikansi kurang dari 0,05 atau 5%.

The Influence of Transformational Leadership, Work Environment, and Religiosity toward Employee Loyalty of IAIN Salatiga

Fitriyani, Endah Nur

Muqtasid: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 9, No 1 (2018): MUQTASID: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah
Publisher : IAIN Salatiga

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

AbstractThis study aims at determining the effect of transformational leadership, work environment and religiosity toward employee loyalty. The type of research used is survey research with quantitative approach. Population and sample in this research are civil servant employees of IAIN Salatiga amounting to 54 people. Methods of data collection in this study using questionnaires. The results from multiple regression analysis obtained results for transformational leadership variable does not have a significant impact on employee loyalty; work environment variable has no significant effect on employee loyalty; religiosity variable has a positive influence on employee loyalty; and transformational leadership, work environment, and religiosity simultaneously have a significant effect on employee loyalty. The value of Adjusted R Square is 0.922 which means that 92.2% variance of loyalty can be explained by the variance of the three independent variables: transformational leadership, work environment, and religiosity.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan transformasional, lingkungan kerja  dan religiusitas terhadap loyalitas karyawan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian survey dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah karyawan PNS IAIN Salatiga yang berjumlah 54 orang. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Dari hasil analisis regresi berganda diperoleh hasil untuk variabel kepemimpinan transformasional tidak berpengauh secara signifikan terhadap loyalitas karyawan; variabel lingkungan kerja tidak berpengaruh secara signifikan terhadap loyalitas karyawan; variabel religiusitas memiliki pengaruh positif terhadap loyalitas karyawan; dan kepemimpinan transformasional, lingkungan kerja dan religiusitas secara simultan berpengaruh signifikan terhadap loyalitas karyawan. Besarnya nilai Adjusted R Square adalah 0,922 yang berarti bahwa 92,2% varians loyalitas dapat dijelaskan varians dari ketiga variabel independen: kepemimpinan transformasional, lingkungan kerja, dan religiusitas

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Mahasiswa Menjadi Anggota KSPM UIN Walisongo Semarang dalam Perspektif Islam

Mawadah, Sokhikhatul, Ratno, Fernaldi Anggadha

Muqtasid: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 8, No 2 (2017): MUQTASID: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah
Publisher : IAIN Salatiga

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

This study aims to measure and analyze the influence of religious stimuli, knowledge, creativity and reputation towards interest of becoming a member of KSPM UIN Walisongo Semarang and to see which variables are the most dominant influence in deciding to become members of KSPM UIN Walisongo Semarang. This is field research. The method used to collect the data is questionnaire distributed to the whole population (KSPM board). The dependent variable or variable Y is interest and independent variable or variable X is religious stimuli, knowledge, creativity and reputation. Based on the research result, it can be concluded that first, religiousvariable of stimuli has positive and significant influence; second, knowledge variable has positive and significant influence; third, creativity variable has not positive influence; and fourth, reputation variable has positive and significant influence and it becomes the most dominant variable in influencing students’ interest to become member of KSPM UIN Walisongo Semarang. Primary data was obtained directly from questionnaires distributed to KSPM Walisongo members. Secondary data is obtained from literature, journals, magazines, newspapers, or data related to this research.Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan menganalisa pengaruh religius stimuli, pengetahuan, kreativitas dan reputasi berpengaruh terhadap minat menjadi anggota KSPM UIN Walisongo Semarang dan melihat variabel mana yang yang paling dominan pengaruhnya dalam memutuskan menjadi anggota KSPM UINWalisongo Semarang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan, yaitupenelitian dimana informasi dikumpulkan melalui penggunaan kuesioner, dengan melibatkan seluruh populasi (pengurus KSPM) melalui penggunaan kuesioner. Dalam penelitian ini variabel terikat (dependent variable) atau variabel Y adalah minat dan variabel bebas (independent variable) atau variabel X adalah religius stimuli, pengetahuan, kreativitas dan reputasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa pertama, variabel religius stimuli terdapat pengaruh yang positif dan signifikan, kedua, variabel pengetahuan terdapat pengaruh yang positif dan signifikan, ketiga variabel kreativitas tidak terdapat pengaruh yang positif, dan keempat, variabel reputasi terdapat pengaruh yang positif dan signifikan serta menjadi variabel yang paling dominan dalam mempengaruhi minat mahasiswa menjadi anggota di KSPM UIN Walisongo Semarang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan, yaitu penelitian dimana informasi dikumpulkan melalui penggunaan kuesioner, dengan melibatkan seluruh populasi. Data primer diperoleh langsung dari penyebaran kuesioner kepada anggota KSPM Walisongo. Data sekunder diperoleh dari literatur, jurnal, majalah, koran, atau data-data yang berhubungan dengan penelitian 

Menilik Urgensi Penerapan Pembiayaan Akad Salam pada Bidang Pertanian di Lembaga Keuangan Syariah di Indonesia

Widiana, Widiana, Annisa, Arna Asna

Muqtasid: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 8, No 2 (2017): MUQTASID: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah
Publisher : IAIN Salatiga

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

The financing of salam covenant is one of sharia banking products that can be used in the field of agriculture, but this has not been used in sharia financial institutions in Indonesia. Covenant of salam has strategic potential for agricultural development. This paper aims to illustrate the potential of using salam covenant in financing which is conducted by customer and how the challenges of implementation of salam  covenant in Islamic financial institutions. This is a descriptive qualitative research. In Indonesia, both Islamic banking and Baitul Maal Wattamwil have not applied this contract, related to some risks from salam financing. Sharia financial institutions needs a strategy in order to feel the benefits of providing salam. This article describes the practice of financing system of profitable covenant agreement for the sharia financial institution and the community. The research finding showed that by optimizing salam covenant financing, it can give positive impact to farmers that is in capital aspect to develop agricultural product. Pembiayaan akad salam merupakan salah satu produk perbankan syariah yang dapat digunakan dalam bidang pertanian, namun hal ini belum digunakan dalamLembaga Keuangan Syariah (LKS) di Indonesia. Akad salam memiliki potensistrategis terhadap pengembangan bidang pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan potensi penggunaan akad salam dalam pembiayaan yang dilakukan oleh nasabah dan bagaimana tantangan atas penerapan pembiayaan akad salam di lembaga keuangan syariah. Tulisan ini berpijak pada penelitian kualitatif dengan metode deskriptif analisis dari berbagai literatur. Di Indonesia, baik perbankan syariah maupun Baitul Maal Wattamwil (BMT) belum menerapkan akad ini, terkait beberapa risiko dari pembiayaan salam. Lembaga keuangan syariah membutuhkan strategi agar dapat merasakan keuntungan dari penyediaan produk salam. Dalam tulisan ini dijelaskan praktik sistem pembiayaan akad salam yang menguntungkan bagi lembaga keuangan syariah dan masyarakat. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa dengan optimalisasi pembiayaan akad salam dapat memberikan dampak positif terhadap para petani yaitu pada aspek permodalan untuk mengembangkan produk pertanian 

Pembagian Zakat Fitrah Kepada Mustahiq: Studi Komparatif Ketentuan Ashnaf Menurut Imam Syafi’i dan Imam Malik

Chintya, Aprina, Wahyuni, Eka Tri

Muqtasid: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 8, No 2 (2017): MUQTASID: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah
Publisher : IAIN Salatiga

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

The difference of opinion between Imam Syafi’i and Imam Malik regarding the distribution of zakat fitrah to mustahiq creates a considerable difference in the implications. This study aims to describe recipients of zakat fitrah according to Imam Syafi’i and Imam Malik. This is a descriptive research. Method of collecting data was documentation. The data was analyzed using content analysis. The results showed that the determination of zakat fitrah recipients according to Imam Syafi’i is based on the command of Allah SWT, as prescribed in al-qur’an surah AtTaubah: verse 60 oriented to bayani approach namely distributing zakat fitrah is given to the 8 groups of zakat recipients. If none of them, then zakat is only given to the existing group only. Meanwhile, Imam Malik in determining zakat fitrah recipients refers to sunnah Rasulullah SAW, which gives a hint that Rasulullah SAW distributed zakat fitrah only to the poor and needy only. The difference in determining mustahiq in the distribution of zakat fitrah is due to the different istinbath method used. This is quite influential to income of the poors and gives the explanation to the society about distribution of zakat fitrah to mustahiq.Perbedaan pendapat antara Imam Syafi’i dan Imam Malik mengenai pembagian zakat fitrah kepada mustahiq menciptakan perbedaan yang cukup besar dalam implikasinya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mustahiq penerima zakat fitrah menurut Imam Syafi’i dan Imam Malik. Penelitian ini adalah penelitian studi pustaka yang bersifat deskriptif. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik dokumentasi dan teknik analisa data yang digunakan adalah content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penentuan mustahiqzakat fitrah Imam Syafi’i berdasarkan pada perintah Allah SWT, yang terdapat dalam AlQur’an surat At-Taubah ayat 60 berorientasi pada pendekatan bayani yaitu membagikan zakat fitrah kepada 8 golongan penerima zakat mal jika semua golongan itu ada. Jika tidak, zakat itu hanya diberikan kepada golongan yang ada saja. Sementara itu, Imam Malik dalam menentukan mustahiq zakat fitrah berpijak pada Sunnah Rasulullah SAW, yang memberikan petunjuk bahwa Rasulullah SAW, membagikan zakat fitrah hanya kepada kaum fakir dan miskin saja. Perbedaan penentuan mustahiq dalam pembagian zakat fitrah ini disebabkan karena erbedaan metode istinbath yang digunakan. Hal ini sangat berpengaruh terhadap kesejahteraan pendapatan bagi kaum dhuafa dan memberikan gambaran pembelajaran bagi masyarakat tentang dasar pembagian zakat fitrah kepada mustahiq.