cover
Filter by Year

Analysis
CYCLOTRON
Jurnal Cyclotron merupakan jurnal yang diterbitkan oleh program studi teknik elektro Universitas Muhammadiyah Surabaya. Jurnal ini terbit dua kali dalam setahun yaitu bulan Januari dan Juli. Jurnal ini memfokuskan pada publikasi hasil penelitian dan artikel ilmiah tentang teknik ektro, Sistem Tenaga Listrik, Sistem Kontrol dan Teknik Pengaturan.
Articles
9
Articles
Rancang Bangun Sistem Proteksi Dan Monitoring Energi Listrik Berbasis Mikrokontroler Menggunakan Visual Studio Uji Coba Diakses Di PT. Pancawana Indonesia

Cahyo, Mohammad Dwi

CYCLOTRON Vol 1, No 2 (2018): CYCLOTRON
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Sistem proteksi dan monitoring energi listrik digunakan untuk pengaman dan memonitor energi listrik yang dipakai oleh suatu beban. Didalam dunia industri pemantauan energi listrik sangat diperlukan agar dalam pemakaian energi listrik dapat di kontrol. Setiap tahun konsumsi listrik terus meningkat menyebabkan semakin mahal nya tarif dasar listrik (TDL). Di industri terutama industri kayu energi listrik merupakan hal terbesar yang mempengaruhi pengeluaran keuangan industri tersebut. Oleh karena,itu dibutuhkan alat untuk memprotesi motor pada tegangan sumber dan memantau penggunaan energi listrik sehingga memungkinkan penggunaan energi listrik dapat dikontrol dan diperhitungkan berapa banyak daya yang telah digunakan. Alat monitoring ini memanfaat transformator stepdown untuk mengukur tegangan sumber dari PLN, untuk pengukuran arus beban memanfaatkan sensor arus CT (Current Transormation), dan Atmega 16 difungsikan sebagai mengolah semua data dari parameter-parameter yang dibutuhkan untuk mendapatkan nilai konsumsi energi listrik, serta menampilkanya pada LCD (Liquid Crystal Display) 16x2. Pada mikrokontroler data yang didapat ditampilkan pada komputer server menggunakan software visual Studio yang di distribusikan melalui data transmisi RS-485.Kata Kunci : Mikrokontroler, CT (Current Transformer), Atmega 16, sensor.

Rancang Bangun Kontrol Pendular Valve Jagung Berbasis Arduino Dan Borland Delphi

Rozak, Mokhamad Abdur

CYCLOTRON Vol 1, No 2 (2018): CYCLOTRON
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Sistem kontrol mesin pendular valve (pengarah bahan baku) pada BIN di PT. WONOKOYO JAYA CORPORINDO menggunakan push button sebagai operasionalnya serta rangkaian kontaktor dan relay untuk kontrolnya. Dalam penelitian ini merubah kontrol mesin pendular valve (pengarah bahan baku) menggunakan Arduinoserta Borland Delphi sebagai kontrol operasionalnya yang sebelumnya menggunakan tombol push button serta kontaktor dan relay sebagai kontrolnya. Dengan adanya penelitian ini maka akan mempermudah pengoperasian kontrol pendular valve (pengarah bahan baku) satu jalur tanpa harus menekan tombol pada panel kontrol. Dalam penelitian ini penulis menggabungkan sistem kontrol Arduino dengan komponen electric industry lainnya seperti kontaktor, elektro motor dan sensor infrared. Arduino berfungsi sebagai kontrol dari elektro motor pendular valve(pengarah bahan baku), elevator, chain conveyor, yang sebelumnya Arduino mendapat input dari sensor infrared,indicator full juga dari Borland Delphi sebagai perintah input menggantikan fungsi dari tombol push button. Arduinomempunyai karakteristik open source dan dilengkapi beberapa pin yang bisa kita atur sebagai pin input ataupun pin output hanya dengan memprogamnya. Selain itu Arduino memiliki harga jauh lebih ekonomis daripada harga dari kontaktor dan relay. Dengan penelitian ini pengoperasian mesin pendular valve akan lebih efektif dan untuk biaya pembuatan kontrol lebih ekonomis.Kata kunci : Pendular Valve, Arduino, Borland Delphi, Motor

Sistem Penempatan Transformator Distribusi Berdasarkan Jatuh Tegangan (Studi Kasus Pada PT. PLN (Persero) APJ Banyuwangi)

Ashari, Adi

CYCLOTRON Vol 1, No 2 (2018): CYCLOTRON
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Sistem distribusi adalah sistem tenaga listrik yang menyalurkan energi listrik dari pembangkit sampai ke konsumen dalam skala tegangan menengah sampai tegangan rendah. Dimana dalam penyaluran energi listrik diperlukan jarak yang cukup jauh dari Gardu Induk (GI) untuk sampai pada konsumen atau pelanggan, sehingga terdapat regulasi tegangan yang cukup besar sepanjang saluran sampai menuju konsumen. Pada kenyataannya terdapat transformator distribusi yang jaraknya cukup jauh dari GI sehingga terjadi tegangan jatuh (drop tegangan) yang sampai pada sisi primer transformator distribusi lebih dari yang diijinkan. Oleh sebab itu diperlukan penataan dari segi panjang saluran sistem distribusi primer dengan mengatur penempatan transformator distribusi agar kinerja transformator menjadi lebih baik.Maka pada artikel ini akan membahas pengaruh panjang saluran distribusi primer terhadap tegangan jatuh dan rugi-rugi daya yang dimulai dari GI Banyuwangi sampai pada transformator distribusi pada PT. PLN (Persero) APJ Banyuwangi, dan untuk tegangan jatuh pada saluran distribusi primer lebih dari yang diijinkan, dianalisa kembali penempatan transformator distribusi sehingga kinerja transformator distribusi tersebut menjadi lebih baik.Kata kunci: Jatuh Tegangan; Sistem Distribusi; Trafo

Perancangan Dan Pengukuran Alat Penentu Kadar Logam Pada Isolator Akibat Kontaminasi Oleh Polutan

Cholilurrahman, R. Ahmad

CYCLOTRON Vol 1, No 2 (2018): CYCLOTRON
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Kondisi isolator pada musim panas (kering) sering dihinggapi oleh debu atau material lain yang halus dan menempel pada isolator tersebut untuk jangka waktu sampai adanya musim hujan, adanya debu atau material yang menempel pada isolator tersebut menyebabkan terjadinya kontak fisik antara bahan isolator sendiri dengan bahan polutan yang ada. Jika ini terjadi cukup lama akan ad peristiwa senyawa yang bersifat kimiawi sehingga menimbulkan kontaminasi dan menyebabkan isolator tersebut daya tahannya menurun, Selama ini, PT PLN (Persero) sebagai pemilik hanya melakukan pemeliharaan dengan cara menyemprotkan isolator yang berdebu dengan air supaya terlihat bersih dan tidak kotor. Padahal sifat bahan yang terkontaminasi dan menempel pada isolator kemungkinan masih ada dan belum sepenuhnya bersih secara fisik dan kimia. Sebagai evaluasi digunakan pengukuran parameter-parameter tingkat kekotoran isolator, dilaksanakan dengan mengambil sampel di lapangan antara lain : di daerah bergaram seperti pantai kenjeran Surabaya, di kawasan polusi pabrik, Sentral Industri daerah Rungkut dan Tandes Surabaya, di jalan raya protokol, jalan di kawasan bisnis dengan polusi asap kendaraan yang tinggi (jalan Raya Darmo dan sejenisnya) di Surabaya. Hasil akhir menunjukkan bahwa : (1).Sampel polutan kawasan pantai memiliki nilai konduktifitas terbesar dibandingkan dengan sample polutan kawasan padat kendaraan bermotor dan kawasan industri, (2). Sampel polutan kawasan pantai memiliki nilai timbunan garam ekivalen terbesar dibandingkan dengan sample polutan kawasan padat kendaraan bermotor dan kawasan industri, (3). Sampel polutan kawasan industri memiliki nilai kandungan besi dan kandungan tembaga terbesar dibandingkan dengan sample polutan kawasan padat kendaraan bermotor dan kawasan industri.Kata Kunci : Isolator Pin-Post, Kegagalan Isolator, Equivalent Salt Deposit Density

Monitoring Suhu, Kadar PH, Dan Tingkat Salinitas Menggunakan Wahana Remotely Operated Vehicle (ROV) Sebagai Sarana Observasi Bawah Air

Pratama, Rizky Aditya

CYCLOTRON Vol 1, No 2 (2018): CYCLOTRON
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan yang sebagian besar wilayahnya terdiri dari perairan, seperti laut, danau, selat, sungai dan rawa-rawa. Wilayah laut Indonesia termasuk wilayah laut yang luas jika dibandingkan dengan negara-negara tetangganya. Karena itu, Indonesia memiliki kekayaan alam yang melimpah yang berasal dari laut. Seiring berjalannya waktu, keindahan-keindahan alam bawah laut Indonesia ini semakin berkurang. Hal itu disebabkan oleh ulah tangan-tangan jahil dari manusia, seperti perusakan terumbu karang, pengambilan ikan menggunakan potas, membuang limbah industri di laut, dan masih banyak lagi. Lalu dilakukanlah monitoring dan juga perlindungan terhadap biota dan ekosistem bawah laut di Indonesia dengan cara menyelam dan mengawasi langsung keadaan ekosistem bawah air. Cara ini cukup efektif, namun terbilang mahal karena perlu biaya untuk bisa melakukan penyelaman. Oleh karena itu, kami membuat sebuah penelitian yang memanfaatkan ROV yaitu tentang Monitoring Suhu, Kadar pH, dan Tingkat Salinitas Bawah Air Sebagai Sarana Observasi Bawah Air Menggunakan Wahana Remotely Operated Vehicle (ROV). Dari penelitian yang sudah dilakukan mendapatkan hasil yang bagus, dimana ROV dapat dimanfaatkan untuk monitoring kondisi bawah air dengan mendapatkan parameter data berupa suhu, kadar ph, dan tingkat salinitas dari sebuah perairan.Kata Kunci: laut, air, ROV, Teknologi

Analisis Sistem Pembumian Berbentuk Jaring (GIRD) Pada Gardu Induk 150 kV, di Jalan Sunan Derajat Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur

dan Anang, Rudi, Dwi Songgo

CYCLOTRON Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Sistem pentanahan peralatan gardu induk menggunakan kisi (gird) dan gabungan antara system pentanahan gird dan pita. Model system pentanahan gird-Pita jarang digunakan untuk gardu induk tegangan tinggi 150 kV. Untuk pembangunan gardu induk yang baru di butuhkan desain yang baru pula. Desain dilakukan dengan membuat kombinasi antara jumlah mesh dan pita-nya, kedalaman penanaman konduktor dengan mempertimbangkan nilai tahanan jenis tanah, pengaruh tahanan jenis tanah untuk beberapa jenis tanah yang berbeda dengan kedalaman yang sama serta dimensi area tanah yang digunakan sehingga menghasilkan nilai tahanan pentanahan 0,01 Ω tegangan sentuh dan tegangan langkah yang lebih baik dan aman. Sistem pentanahan pada gardu induk merupakan perlengkapan yang amat penting untuk menghindari bahaya-bahaya terhadap orang yang sedang berada di dalam atau di daerah gardu induk tersebut. Ada beberapa metode dalam penyusunan ini, tetapi akhirnya dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan ketelitian dan perencanaanya. Perencanaan dan hasil analisis untuk gardu induk Bagan Batu untuk tegangan sentuh sebenarnya diperoleh sebesar 415 Volt dan tegangan langkah sebesar 426,1 Volt, serta jumlah penanaman konduktor memanjang adalah 10 dan melebar sebanyak 27 buah konduktor yang digunakan adalah 200 mm2 dengan ukuran diameter d = 0,0182 m. Kata kunci : Grid, Gardu Induk, Sistem pentanahan

Analisa Pengaruh Penekukan dan Besarnya Arus pada Saluran Distribusi dan Instalasi yang Berpengaruh Terhadap Peningkatan Temperatur dan Penurunan Daya Isolasi Kabel dI PT. Dana Purna Investama (BCA KCU Diponegoro – Surabaya)

Anang Widiantoro, Joko Priyono, Marwan Rosyadi

CYCLOTRON Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Kabel memiliki peranan yang sangat penting dalam proses penyaluran daya listrik, permasalahan yang banyak terjadi pada kabel adalah permasalahan pada isolasi sehingga bahan isolasi yang tidak dapat melakukan fungsinya dengan baik, salah satunya adalah karena peningkatan temperatur yang mengakibatkan kabel tersebut rusak. Untuk itu perlu menganalisa perubahan temperatur pada penekukan instalasi listrik, mengetahui kenaikan temperatur yang di iringi kenaikan arus, menganalisa pentingnya pembatasan sudut tekuk dalam instalasi listrik dan nilai isolasi sertai menentukan jumlah penekukan dalam satu saluran kabel. Metode penelitian ini dengan melakukan percobaan langsung di tempat penelitian yaitu dengan mengukur nilai dari daya isolasi dan konduktor serta temperatur kabel dengan sudut penekukan bervariasi yaitu 35˚, 60˚ , 90˚ dan 130˚ dengan arus yang mengalir yaitu 5A, 10A, 15A, 17 A,18A,19A dengan waktu yang di perlukan yaitu 30, 60, 90, 120, 150, 180, 210, 240, 270, 300, 330, 360, 390, 420, 430, dan 480 detik, dengan melakukan perhitungan yaitu pada waktu 30 detik, 240 dan 480 detik. Penelitian dilakukan di PT. Dana Purna Investama Bca (Kcu Diponegoro – Surabaya) yaitu untuk mengetahui pengaruh sudut penekukan dan besarnya arus kabel terhadap temperatur kabel. Dari data dapat di simpulkan bahwa kenaikan temperatur di sebabkan karena semakin kecil sudut penekukan (semakin lancip sudutnya) pada kabel akan menyebabkan temperatur kabel baik itu konduktor maupun isolasi kabel akan semakin meningkat dan terjadinya perubahan temperatur pada penekukan kabel terjadi karena adanya penyusutan yang semakin rendah dan kalor yang terbuang mengakibatkan perubahan temperatur.

Analisis Kontingensi Saluran Transmisi Pada Jaringan 150 kV Surabaya Selatan

Anang Widiantoro, Febry Johan Palasworo,

CYCLOTRON Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Sistem keamanan tenaga listrik mempengaruhi keandalan dan kinerja sistem tenaga listrik dari gangguan yang berupa lepasnya elemen sistem(outage). Analisis keamanan sistem tenaga bertujuan untuk melihat keandalan sistem terhadap gangguan, dan menjaga tetap beroperasi pada kondisi normal. Analisis ini didasarkan pada analisis kontingensi, yang merupakan suatu cara untuk memodelkan setiap gangguan yang terjadi. Tujuan penelitian ini adalah menentukan aliran daya aktif maupun reaktif pada saat kondisi normal dan saat terjadi kontingensi saluran transmisi N-1, menentukan urutan performansi indeks terhadap outage contingency, menentukan total jumlah contingency violation, dan untuk menentukan solusi yang harus dilakukan terhadap outage contingency yang tejadi guna mengatasi kemungkinan contingency violation yang terjadi pada jaringan 150 kV Surabaya Selatan. Metode yang digunakan adalah metode alirandaya Newton-Raphson dan metode PerfomanceIndex. Berdasarkan hasil analisis, urutan performansi indeks terhadap outage contingency pada jaringan 150 kV Surabaya Selatan yang pertama adalah saluran transmisi Rungkut – Sukolilo dengan nilai PI average sebesar 0.12967 dan yang terakhir adalah saluran Sukolilo – Wonorejo dengan nilai PI average sebesar 0.00311. total jumlah contingency violation adalah 2 kasus yaitu kontingensi saluran Rungkut 1 – Sukolilo 1 dan kontingensi saluran Ngagel 1 – Sukolilo 1, solusi yang harus dilakukan adalah penambahan

Kajian Skala Pengembangan Beban DistribusiI Tenaga Listrik di Wilayah Kota Surabaya

dan Ahmad Cholilurrahman, Vicky Febrian Eka Putra

CYCLOTRON Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Kebutuhan beban bagi pelanggan di Kota Surabaya dapat digolongkan ke dalam 6 kelompok besar. Dalam memenuhi kebutuhan kepada pelanggan tersebut diatas PT. PLN (Persero) Area Pengatur Distribusi Jawa Timur memiliki kapasitas terpasang gardu induk di wilayah Kota Surabaya sampai tahun 2012 dengan perincian Area Pelayanan dan Jaringan (APJ) Surabaya Utara sebesar 820 MVA, Area Pelayanan dan Jaringan (APJ) Surabaya Selatan sebesar 1240 MVA dan Area Pelayanan dan Jaringan (APJ) Surabaya Barat sebesar 820 MVA . Permasalahannya adalah dari kapasitas terpasang seperti tersebut diatas, Area Pelayanan dan Jaringan (APJ) Surabaya Utara baru terpenuhi 528,6 MW atau 64,46 % dari total yang sudah disediakan. Area Pelayanan dan Jaringan (APJ) Surabaya Barat baru terpenuhi 487 MW atau 59,39 % dari total yang sudah disediakan. Area Pelayanan dan Jaringan (APJ) Surabaya Selatan baru terpenuhi 733,32 MW atau 59,13 % dari total yang sudah disediakan. Dengan demikian timbul pertanyaan sampai kapan kapasitas total yang telah disediakan dapat terserap seluruhnya oleh ketiga Area Pelayanan dan Jaringan (APJ). Sebagai evaluasi digunakan Metoda Time Series Analysis, yang dimaksud metode Time Series Anlysis adalah merupakan metode yang mempelajari deret waktu, baik dari segi teori yang menaunginya maupun untuk membuat peramalan (prediksi). Prediksi / Peramalan deret waktu adalah penggunaan model untuk memprediksi nilai di waktu mendatang berdasar peristiwa yang telah terjadi. Hasil Akhir menunjukkan bahwa Area Pelayanan dan Jaringan Surabaya Utara dapat terselesaikan sampai tahun 2015, Area Pelayanan dan Jaringan (APJ) Surabaya Barat dapat terselesaikan sampai tahun 2016 dan Area Pelayanan dan Jaringan (APJ) Surabaya Selatan dapat terselesaikan sampai tahun 2015 . Kata Kunci : 6 kelompok beban, Area Pelayanan dan Jaringan, Metoda Time Series Analysis