Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar
ISSN : 19078153     EISSN : 25490567
Jurnal Media Kesehatan Poltekkes Kemenkes Makassar adalah jurnal ilmiah yang dipublikasi oleh Unit Penelitian Poltekkes Kemenkes Makassar. Jurnal Media Kesehatan merupakan Jurnal Nasional yang diterbitkan dalam Bahasa Indonesia dan telah teregister dengan e-ISSN: 2549-0567. Jurnal Media Kesehatan Poltekkes Kemenkes Makassar fokus pada hasil-hasil penelitian asli dan terbaru dalam lingkup ilmu kesehatan mencakup ilmu keperawatan, kebidanan, kesehatan lingkungan, ilmu farmasi, analis kesehatan atau laboratorium medis, ilmu gizi, fisioterapi, kesehatan gigi, ilmu kesehatan masyarakat dan ilmu kesehatan lainnya.
Articles 27 Documents
SITUASI PNEUMONIA DI WILAYAH KERJA DINAS KESEHATAN KABUPATEN GOWA SULAWESI SELATAN TAHUN 2017

Wibowo, Wibowo, Putranto, Rudi Hendro, Widianto, Widianto, Sahir, Sahir

Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 13, No 2 (2018): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.544 KB) | DOI: 10.32382/medkes.v13i2.691

Abstract

Infeksi Pneumonia muncul karena adanya invasi mikroorganisme atau virus, bakteri atau jamur pada paru-paru.Umumnya pneumonia ditandai dengan batuk-batuk berdahak dengan sputum kehijauan atau kuning, demam tinggi dan menggigil serta nafas yang pendek. Tujuan penelitian ini adalah diperolehnya gambaran kasus pneumonia di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa. Hasil penelitian ditemukan bahwa penemuan kasus pneumonia tertinggi pada balita di wilayah Kabupaten Gowa adalah sebesar 57,7% terjadi pada balita laki-laki. Sedangkan sebesar 42,3% ditemukan pada balita perempuan. Berdasarkan hasil penelitian  dapat diketahui bahwa penemuan kasus pneumonia tertinggi pada balita di wilayah Kabupaten Gowa adalah sebesar 27,5% yang terdapat di Kecamatan Sombaopu. Untuk penemuan kasus terendah pada balita di wilayah Kabupaten Gowa adalah sebesar 0,1% yang terdapat di Kecamatan Bontonompo Selatan. Ditemukan bahwa penemuan kasus pneumonia tertinggi pada balita di wilayah Kabupaten Gowa adalah sebesar 28,3% yang terdapat di Puskesmas Sombaopu. Sedangkan penemuan kasus terendah pada balita di wilayah Kabupaten Gowa adalah sebesar 0,1% yang terdapat di Puskesmas Bontonompo I Kesimpulan masih ditemukan kasus pneumonia dengan jumlah kasus dibawah angka nasional yaitu 2%.

HUBUNGAN DERAJAT PENYAKIT HIPERTENSI DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA KELOMPOK LANJUT USIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAHAKITANG KECAMATAN TATOARENG

Lumi, Femmy, Terok, Maria, Budiman, Freyjer

Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 13, No 2 (2018): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.535 KB) | DOI: 10.32382/medkes.v13i2.664

Abstract

Hypertension is a disease that is often experienced by the elderly and it becomes a global health issue that requires special attention because it can lead to major deaths in developed countries as well as developing countries. One of the risk factors of hypertension is anxiety. Anxiety is caused due to various circumstances such as worry, anxiety, fear, discomfort accompanied by various physical complaints and health problems. The purpose of this study was to analyze the relationship of degree of hypertension with anxiety level in elderly groupThe type of this research is analytical study with cross sectional, that have 95 population elderly and become 67 elder total sampel of characteristic inclusion. Data were collected using questionnaire and analyzed by using chi-square test.          The Results Discussion have Degrees of hypertensive disease in elderly individuals (36%) were at mild and severe levels with moderate anxiety level in elderly (44.78%). The result of chi-square test using SPSS, P = 0,000 which is smaller than α = 0,05 meaning that there is a very significant relation on degree of hypertension with anxiety level in elderly groupBased on the results of research, the nurse will improve the elderly health by maintaining the promotion effort in the form of health counseling to the elderly group, empowering the elderly group and maintaining the psychological condition.

PENERAPAN PENDIDIKAN SEKS (UNDERWEAR RULES) TERHADAP PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL PADA ANAK DAN ORANG TUA DI SD NEGERI 52 WELONGE KABUPATEN SOPPENG

Nurbaya, Sitti, Qasim, Muhammad

Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 13, No 2 (2018): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.925 KB) | DOI: 10.32382/medkes.v13i2.612

Abstract

Ketua Komnas Perlindungan Anak menyatakan bahwa Indonesia telah memasuki masa darurat Nasional data (KPAI) Tahun2015 ketegori anak berhadapan dengan hukum (ABH) kasus yang  menepati urutan pertama kasus kekerasan seksual pada anak (Pemerkosaan, pencabulan, sodomi/pedofilia) dan sebagainya sebanyak 18% atau 193 kasus. Berdasarkan laporan Pemberdayaan Perempuan dan Anak dan laporan dari  POLRES Soppeng dari laporan tersebut peneliti memperoleh data kekerasan seksual pada anak dan remaja mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Kekerasan seksual pada tahun 2015 sebanyak 8 kasus sedangkan  tahun 2016 tercatat sebanyak 15 kasus anak dengan kekerasan seksual. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penerapan pendidikan seks (underwear rules) terhadap pencegahan kekerasan seksual pada anak dan orang tua di SD Negeri 52 Welonge Kabupaten Soppeng. Jenis penelitian ini menggunakan rancangan penelitian Quasy Experimen dengan pendekatan Pre-post test design.Penelitian ini akan dilaksanakan di SD Negeri 52 Welonge Kabupaten Soppeng pada bulan Mei-Juli tahun 2018. Populasi dalam penelitian semua Murid SD Negeri 52 Welonge sebanyak 122 murid pada tahun ajaran2016/2017 berdasarkan populasinya maka diambil sampel sebanyak 87 responden dari murid dan 87 dari orang tua murid. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Berdasarkan hasil uji statistik terdapat pengaruh pendidikan seks (underwear rules) terhadap pencegahan kekerasan seksual pada anak dan orang tua hasil pencegahan anak (p= 0,002, lebih kecil dari nilai α=0,05) dan hasil pencegahan orang tua nilai (p= 0,003, lebih kecil dari nilai α=0,05).Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penerapan pendidikan seks (underwear rules) terhadap pencegahan kekerasan seksual pada anak dan orang tua di SD Negeri 52 Welonge Kabupaten Soppeng.Kata Kunci : Anak, Kekerasan Seksual, Orang Tua, Pendidkan Seks,

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA TENTANG PENCEGAHAN HIV/AIDS DI SMK KOMPUTER MUTIARA ILMU MAKASSARTHE EFFECT OF HEALTH EDUCATION ON YOUTH KNOWLEDGE ABOUT PREVENTION OF HIV/AIDS IN COMPUTER VOCATIONAL SCHOOL, MUTIARA ILMU MAKASSAR

Saadong, Djuhadiah, Subriah, Subriah, Syamsir, Syarah Wahyuni

Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 13, No 2 (2018): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.684 KB) | DOI: 10.32382/medkes.v13i2.607

Abstract

ABSTRAKIndonesia merupakan negara dengan angka kejadian HIV/AIDS yang cukup tinggi. Pada tahun 2015, penderita HIV sebanyak 30.935 kasus dan AIDS  7.185 kasus. Sedangkan penderita HIV  pada usia remaja sebanyak 1.458 kasus, dan penderita AIDS sebanyak 218 kasus.   tahun 2016 penderita HIV sebanyak 41.250 kasus dan AIDS 7.491 kasus.  Sedangkan penderita HIV pada usia remaja sebanyak 1.916 kasus dan AIDS sebanyak 220 kasus. maka dapat dikatakan adanya peningkatan kasus HIV sebesar 33% dan kasus AIDS  sebesar 4%. Sedangkan kasus HIV pada remaja mengalami peningkatan sebesar 31% dan AIDS sebesar 1%.Penelitian ini adalah jenis Kuantitatif, menggunakan rancangan  Pra eksperimen one group pretest posttest design rancangan menggunakan satu kelompok subjek, pengukuran dilakukan  sebelum dan setelah perlakuan. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Komputer Mutiara Ilmu Makassar pada bulan Juli 2018.Populasi adalah siswa kelas X berjumlah 178 siswa adapun Sampel sebanyak 33 orang  kelas X. Penelitian ini menggunakan teknik cluster. penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon.Hasil penelitian disimpulkan pengetahuan remaja tentang pencegahan HIV/AIDS  sebelum diberikan pendidikan kesehatan yaitu 69.7% dan setelah diberikan pendidikan kesehatan pengetahuan meningkat menjadi 93.9%, terjadi peningkatan pengetahuan sebesar 24.2%. ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan remaja didukung dengan hasil uji statistik Wilcoxon  dengan nilai ρ = 0.021. Kata Kunci : Remaja, Pendidikan Kesehatan,  HIV/AIDSTHE EFFECT OF HEALTH EDUCATION ON YOUTH KNOWLEDGE ABOUT PREVENTION OF HIV/AIDS IN COMPUTER VOCATIONAL SCHOOL, MUTIARA ILMU MAKASSARDjuhadiah Saadong1], Subriah2], SyarahWahyuni Syamsir3]Midwaifery Department of Health Poltytechnic MakassarMidwaifery Department of Health Poltytechnic MakassarMakassar Nursing Academy Makassar Indonesia is a contry with a high incidence of HIV/AIDS. In 201, there were 30.935 HIV cases and 7.185 AIDS cases. Some HIV sufferers in adolescence are 1.458 cases, and suffer from AIDS in 218 cases. In 2016 there were 41.250 HIV sufferers and 7491 cases of AIDS were as there were 1916 cases of HIV and teenagers with 220 cases of AIDS, so there could be an increase in HIV cases by 33% and AIDS cases by 4%. Where as HIV cases in adolescents have increased by 31% and AIDS by 1%. This study was a quantitative type, using a Pre-experimental design of one group pretest posttest design using a group of subject, measurements were made before and after treatment. This research was conducted at Mutiara Ilmu Makassar Computer Vocational School in July 2018.The population was students of class X totaling 178 students to samples of 33 class X students. This study used cluster techniques. This study used the Wilcoxon test. The results before the health education were given were the findings of a conclusion on the prevalence of HIV infection and 69,7%  and after being given knowledge health education increased to 93,9%, there was an increase in knowledge by 24,2%. There is the influence of health education on adolescent assesment supported by Wilcoxon statistical test result with a value of p- 0,021. Keywords: Teenagers, Health Education, HIV/AIDS

PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU MENYUSUI DENGAN PEMBERIAN ASI SECARA ON DEMAND DI RSB. RESTU MAKASSAR

Afriani, Afriani, Amin, wirawati

Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 13, No 2 (2018): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.425 KB) | DOI: 10.32382/medkes.v13i2.525

Abstract

Salah satu upaya untuk menurunkan Angka Kematian Bayi (AKB) adalah dengan memberikan ASI sesuai dengan keinginan bayi, pemberian ASI on demand yaitu dimana ibu memberikan ASI nya setiap bayi meminta dan tidak berdasarkan jam. Sangat penting karena pada mulanya, bayi menyusu secara tidak teratur, tetapi setelah satu atau dua minggu pola menyusuinya sudah teratur. Jenjang waktu menyusui pada bayi biasanya dua-tiga jam sekali. Dan pola ini tidak akan menimbulkan masalah seperti terjadinya bendungan dan sebagainya. Kendala dalam pemberian ASI on demand yaitu adanya masalah pada ibu dan bayi. Masalah pada ibu misalnya ibu merasakan nyeri pada puting saat menyusui bayi yg disebabkan posisi menyusui yang salah dan kurangnya pengetahuan ibu tentang posisi menyusui yang benar. Pada ibu bekerja dapat dijadikan alasan sehingga ibu mengurangi jadwal menyusui bayinya atau bahkan menghentikan pemberian ASI sehingga bayi tidak memperoleh asupan ASI sesuai dengan kebutuhannya. Penelitian akan dilaksanakan di RSB. Restu Makassar dalam kurun waktu bulan Mei sampai Oktober 2017. Tujuan Penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap ibu menyusui dengan pemberian ASI secara On Demand. Penelitian ini menggunakan survey analitik dengan pendekatan “cross sectional study”. Fokus dalam penelitian ini yaitu pengetahuan dan sikap ibu dalam pemberian ASI secara on demand. Analisis data yang digunakan adalah Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan dan sikap responden memiliki persentase yang lebih tinggi pada kategori baik (65,3%) dan (72,2%). Dari hasil uji Chi-Square diperoleh variabel pengetahuan dan sikap memiliki pengaruh yang bermakna terhadap pemberian ASI secara on demand dengan nilai p masing-masing p=0,001 dan p=0,000. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa pengetahuan dan sikap yang baik, berpengaruh terhadap pemberian ASI secara on demand di RSB. Restu Makassar.

GAMBARAN KUALITAS TIDUR PADA PENDERITA HIPERTENSI QUALITY OF SLEEP AMONG HYPERTENSION PATIENTS

Sakinah, Putwi Rizki, kosasih, cecep eli, Sari, Eka Afrima

Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 13, No 2 (2018): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.412 KB) | DOI: 10.32382/medkes.v13i2.663

Abstract

AbstractPeople with hypertension experience symptoms of dizziness, headache, obstructive sleep apnea, shortness of breath, nocturia, and restless legs syndrome which disturb sleep and reduce its quality. This research’s objective was to describe the sleep quality overview of Puskesmas Rancaekek’s hypertension patients. Using descriptive quantitative method with purposive sampling technique, this research aimed at 79 Puskesmas Rancaekek’s patients who had been diagnosed with hypertension for at least one month long. The data were collected using the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) questionnaire and analysed using the total score resulted; ≤5 was good while >5 was poor. Results showed 94.6% of respondents had poor sleep quality. The dimensions that contribute to the poor sleep quality included >30 minutes sleep latency, <5 hours sleep duration, <65% of sleep efficiency, sleep disturbance due to waking up at midnight or early morning and waking up to toilet, and activity disturbance at daylight. The conclusion was that Puskesmas need to develop preventive and promotive efforts to minimize the complication of hypertension patients and optimize their quality of life by helping them improve their quality of sleep. Meanwhile, the self-management that should be done by the patients were avoiding the consumption of coffee and cigarettes, limiting physical activities, and doing physical exercise and relaxation therapies. Key Words: Hypertension, Sleep Quality, PSQI  AbstrakPenderita hipertensi mengalami gejala pusing, nyeri kepala, obstructive sleep apnea, sesak napas, nokturia, restless legs syndrome yang mengganggu tidur dan berdampak pada kualitas tidur serta mempengaruhi kualitas hidup dan tekanan darah. Penelitian bertujuan untuk melihat gambaran kualitas tidur pada penderita hipertensi di Puskesmas Rancaekek. Metode penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif dengan teknik purposive sampling sebanyak 79 penderita hipertensi di Puskesmas Rancaekek yang telah didiagnosis dokter minimal 1 bulan. Pengambilan data menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dan dianalisis menggunakan total skor, jika skor ≤ 5 baik dan skor > 5 buruk. Hasil menunjukan 94,6% responden memiliki kualitas tidur buruk. Dimensi yang berkontribusi terhadap kualitas tidur buruk yaitu latensi tidur tidak dapat tertidur dalam waktu 30 menit, durasi tidur <5 jam, efisiensi kebiasaan tidur <65%, gangguan tidur karena terbangun tengah malam atau pagi sekali dan terbangun karena ingin ke toilet, serta gangguan aktivitas pada siang hari. Puskesmas perlu mengembangkan upaya preventif dan promotif untuk meminimalisir komplikasi penderita hipertensi dan pencapaian kualitas hidup optimal salah satunya dengan membantu meningkatkan kualitas tidur. Dengan mengedukasi penderita untuk menghindari konsumsi kopi dan rokok, membatasi aktivitas fisik, melakukan latihan fisik, dan terapi relaksasi. Kata Kunci: Hipertensi, Kualitas Tidur, PSQI

Pengaruh Edukasi Kesehatan Terhadap Pengetahuan Pasien Stroke dan Keluarga: Peran, Dukungan, dan Persiapan Perawatan Pasien Stroke di Rumah

Kosasih, Cecep Eli, solehati, tetti, Purba, Chandra Isabela

Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 13, No 2 (2018): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.908 KB) | DOI: 10.32382/medkes.v13i2.662

Abstract

AbstractStroke patients face a number of problems that include physical, social, emotional, psychological, and spiritual which can cause a decrease in their well-being. Strengthening the role of the family, family support, and preparation for care by the family at home is needed. One effort is to increase the knowledge of stroke patients and families through health education. This study aimed to determine the effect of health education on the knowledge of stroke patients and families on the role, support, and preparation of care at home. The research method used a quasi-experimental design with a one group pre-post test design. The study was conducted at Al Islam Bandung Hospital in 2018. Respondents consisted of 16 stroke patients and 16 stroke family families. The instrument uses a questionnaire. Data analysis using univariate and bivariate analysis. The results showed that before and after the intervention there were significant mean differences in the level of knowledge of patients from 7.94 to 10.38 (p = 0.002), but in the variable readiness of stroke patients there was no significant difference in average seen from the mean value of 14.25 became 15.88 (p = 0.411). In the patient's family, it was shown that before and after the intervention there was a significant of mean difference in the level of knowledge from 5.19 to 6.81 (p = 0.012). Conclusion: health education has been shown to be influential in increasing the level of knowledge of patients and their families regarding stroke, readiness, the role of family carers for stroke patients, psychological support, and preparation for the care of stroke patients at home. However,health education does not affect the level of readiness of stroke patients for transition. Suggestion: readiness to accept the transition in stroke patients is not enough only by health education alone but family participation is needed in providing support to these patients therefore it is recommended that nurses always support the family to support stroke patients. AbstrakPasien stroke menghadapi sejumlah masalah yang mencakup fisik, sosial, emosional, psikologis, dan spiritual yang dapat menyebabkan penurunan kesejateraannya. Diperlukan penguatan peran keluarga, dukungan keluarga, serta persiapan perawatan oleh keluarga di rumah. Salah satu upayanya adalah dengan meningkatkan pengetahuan pasien stroke dan keluarga melalui edukasi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan terhadap pengetahuan pasien stroke dan keluarga akan peran, dukungan, dan persiapan perawatan. Metode penelitian menggunakan desain quasi eksperiment dengan rancangan one group pre-post test design. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Al Islam Bandung pada tahun 2018. Responden terdiri dari 16 pasien stroke dan 16 keluarga pasien stroke. Instrumen menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebelum dan setelah intervensi terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan tingkat pengetahuan pasien dari 7,94 menjadi 10,38 (p = 0,002), tetapi pada variabel kesiapan  pasien stroke tidak  terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan terlihat dari rata-rata nilai 14,25 menjadi 15,88 (p = 0,411). Pada keluarga pasien menunjukan bahwa sebelum dan setelah intervensi terdapat perbedaan rata-rata tingkat pengetahuan yang signifikan dari 5,19 menjadi 6,81 (p = 0,012). Simpulan: edukasi kesehatan terbukti berpengaruh dalam meningkatkan tingkat pengetahuan pasien dan keluarganya mengenai stroke, kesiapan, peran keluarga pengasuh pasien stroke, dukungan psikologis, dan persiapan perawatan pasien stroke di rumah. Edukasi Kesehatan tidak berpengaruh terhadap tingkat kesiapan pasien stroke untuk transisi. Saran : kesiapan untuk menerima transisi pada pasien stroke tidak cukup dengan edukasi kesehatan saja tapi diperlukan peran serta keluarga dalam memberikan dukungan kepada pasien tersebut oleh karena itu disarankan agar perawat selalu mensupport keluarga agar melakukan dukunganpada pasien stroke.

UJI AKTIVITAS SEDIAAN KRIM EKSTRAK ETANOL HERBA SELEDRI (Apium graveolens L.) TERHADAP LUKA SAYAT PADA KELINCI (Oryctolagus cuniculus L.)

Djajanti, Agust Dwi, Asfi, Dzul

Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 13, No 2 (2018): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.168 KB) | DOI: 10.32382/medkes.v13i2.671

Abstract

ABSTRACT Research has been carried out on the activity test of preparations for the ethanol extract of celery herbs (Apium graveolens L.) on vegetable wounds on rabbits (Oryctolagus cuniculus L). The aim of this study was to determine the activity of cream preparations for celery herb extract using concentrations of 2% b / v, 4% b / v and negative controls. The activity test was carried out on 2 rabbit test animals by carrying out the same 3 incisions on each rabbit's back with a length of 2 cm, 0.3 cm depth and 1 incision wound for negative control. The observation was carried out to see the pharmacological effects of the cream preparation, namely anti-inflammatory effect, proliferation, and its remodeling as an anti-inflammatory effect is swollen or red, while the proliferation effect is the formation of stopped granulation tissue after the entire surface is covered in the epithelium and the process of wound maturation, and while the remodeling effect is the phase that ends when the inflammation sign is gone. Keywords: Activity, Ethanol Extract, Herbs Celery (Apium graveolens L.), Cut wounds, Rabbits (Oryctolagus cuniculus L.) ABSTRAK Telah dilakukan penelitian tentang Uji Aktivitas Sediaan Krim Ekstrak Etanol Herba Seledri (Apium graveolens L.) Terhadap Luka Sayat Pada Kelinci (Oryctolagus cuniculus L). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas sediaan krim ekstrak herba seledri dengan menggunakan konsentrasi 2% b/v, 4% b/v dan kontrol negatif. Uji aktivitas dilakukan pada 2 hewan uji kelinci dengan melakukan 3 luka sayat yang sama disetiap punggung kelinci dengan panjang 2 cm, kedalaman 0,3 cm dan 1 luka sayatan untuk kontrol negatif pengamatan dilakukan untuk melihat efek farmakologi dari sediaan krim tersebut yaitu efek anti inflamasi, proliferasi, dan remodelingnya yang dimaksud efek anti inflamasi adalah bengkak atau merah, sedangkan efek proliferasi adalah pembentukan jaringan granulasi berhenti setelah seluruh permukaan tertutup epitel dan proses pendewasaan luka, dan sedangkan efek remodelingnya adalah fase yang berakhir bila tanda radang sudah hilang. Kata kunci : Aktivitas, Ekstrak etanol, Herba Seledri (Apium graveolens L.), Luka sayat, Kelinci (Oryctolagus cuniculus L.)

IDENTIFIKASI RESIDU PESTISIDA CHLORPYRIFOS DALAM SAYURAN SAWI HIJAU (BRASSICA RAPA VAR.PARACHINENSIS L.) DI PASAR TERONG KOTA MAKASSAR

Zaenab, Zaenab

Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 11, No 2 (2016): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.673 KB) | DOI: 10.32382/medkes.v11i2.234

Abstract

Residu pestisida dapat masuk ke dalam tubuh melalui makanan yang dikonsumsi setiap hari seperti sayuran. Salah satu tanaman yang sering disemprotkan pestisida adalah tanaman sayuran khususnya tanaman sawi hijau (Brassica rapa var. parachinensis L.). Hal ini terjadi karena bentuk dan struktur tanaman sawi yang memungkinkan ulat untuk bersarang di sela-sela daunnya. Residu pestisida bersifat akumulatif di dalam tubuh manusia, sehingga akan memberikan dampak negatif terhadap kesehatan manusia yang mengonsumsi sayuran yang mengandung residu pestisida secara terus menerus. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengidentifikasi residu pestisida Chlorpyrifos dalam sayuran sawi hijau (Brassica rapa var. parachinensis L.) di Pasar Terong Kota Makassar. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional yakni menggunakan daftar pemeriksaan atau pengukuran terhadap residu pestisida Chlorpyrifos dalam sayuran sawi hijau (Brassica rapa var. parachinensis L.). Hasil pemeriksaan laboratorium dengan menggunakan metode kromatografi gas menunjukkan bahwa kadar residu pestisida pada sawi hijau I sebelum proses pencucian yaitu sebesar 0,045 mg/kg dan sesudah proses pencucian yaitu sebesar 0,013 mg/kg sehingga kadar residu pestisida mengalami penurunan sebesar 71 %  dan kadar residu pestisida pada sawi hijau II sebelum proses pencucian yaitu sebesar 0,276 mg/kg dan sesudah proses pencucian yaitu 0 mg/kg sehingga kadar residu pestisida mengalami penurunan sebesar 100 %. Berdasarkan standar persyaratan SNI 7313 Tahun 2008 tentang batas maksimum residu pestisida pada hasil pertanian untuk sayuran sawi hijau yaitu 1 mg/kg, maka kadar residu pestisida yang terdapat pada sampel sawi hijau sebelum dan sesudah proses pencucian masih di bawah BMR (Batas Maksimum Residu) sehingga memenuhi syarat kesehatan. Penurunan kadar residu pestisida chlorpyrifos pada sayuran terjadi karena proses pencucian dengan air mengalir menyebabkan residu insektisida chlorpyrifos yang terdapat pada permukaan sayuran akan larut dalam air. Residu yang tertinggal pada permukaan tanaman pada saat disemprot dapat hilang karena pencucian atau pembilasan.

ANALISIS PENANGANAN SAMPAH OLEH IBU RUMAH TANGGA DI PULAU SAPULI KABUPATEN PANGKEP

erlani, Erlani

Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 12, No 1 (2017): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.484 KB) | DOI: 10.32382/medkes.v12i1.224

Abstract

Banyaknya sampah merupakan tujuan penelitian mengetahui kepemilikan wadah sampah , mengetahui pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, dan pengolahan sampah, dan  mengetahui faktor-faktor  yang mempengaruhi ibu rumah tangga dalam penanganan sampah di Pulau Sapuli. Desain atau jenis  yang digunakan dalam penelitian ini adalah   deskriptif  dengan analisis kualitatif dan kuantitatif, yaitu untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi   ibu rumah tangga dalam penanganan sampah di pulau Sapuli Kabupaten Pangkep. Hasil penelitian diperoleh wadah atau sarana untuk penanganan sampah yang dimiliki ibu rumah tangga berjumlah 43  (31%). Penanganan sampah yang meliputi pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan, dan  pemrosesan akhir sampah,  diperoleh data  sebanyak  90 ( 65,69%)  responden  tidak menangani sampahnya. Faktor-faktor  yang mempengaruhi penanganan sampah oleh ibu rumah tangga meliputi; penyuluhan, sarana prasarana, peran serta masyarakat, perilaku (pengetahuan, sikap, dan tindakan). Uji regresi logistik dengan  korelasi bersama dengan variabel lainnya terhadap penanganan sampah (korelasi majemuk) dengan teknik Chi-Square didapat nilai Chi-Square 70,600 dengan nilai Sig 0.000 < 0.05 berarti secara bersama-sama penyuluhan, peran serta masyarakat, sarana prasarana, pengetahuan, sikap, dan tindakan berhubungan dengan penanganan sampah. Adapun koefisien determinan regresi logistik yakni 0,556 sehingga dapat dikatakan kontribusi variabel penyuluhan, peran serta masyarakat, sarana prasarana, pengetahuan, sikap, dan tindakan terhadap penanganan sampah adalah sebesar 56%.

Page 1 of 3 | Total Record : 27