cover
Filter by Year
Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra
Published by Balai Bahasa Riau
Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra is published by Language Center of Riau with P-ISSN 2086-6038 and E-ISSN 2580-9717. Madah publishes articles in the form of research results, conceptual ideas, studies, applications, theories, criticism that have not been published in other journals. Madah first published in April 2010, published twice a year, April and October.
Articles
154
Articles
‚Äč
Penggunaan Konjungsi dalam Wacana Pembelajaran Literasi

Maulina, Yeni

Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 9, No 2 (2018): MADAH
Publisher : Balai Bahasa Riau

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan konjungsi yang sering digunakan oleh siswa kelas V SD di Kota Pekanbaru dalam menulis wacana pembelajaran literasi. Penggunaan konjungsi yang dilihat adalah frekuensi kemunculannya serta ketepatan penggunaannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitis. Data penelitian berupa 50 karangan siswa tentang penceritaan ulang dari 5 cerita rakyat yang dibacakan pada kegiatan Sastranesia. Judul cerita rakyat yang digunakan tersebut adalah ‚??Mutiara dari Indragiri Hilir‚?Ě, ‚??Buah Ajaib‚?Ě, ‚??Kampung Tarondam‚?Ě, ‚??Si Bungsu Anak Durhaka‚?Ě, dan ‚??Kain Sindai‚?Ě. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 15 konjungsi yang digunakan dalam 2.140 kali penggunaan dengan 650 konjungsi koordinatif dan 1.470 subordintif. Frekuensi kemunculan konjungsi yang paling tinggi ditemukan pada jenis konjungsi yang menyatakan makna urutan, penambahan, dan waktu. Dalam karangan tersebut ditemukan 24 kesalahan pemakaian konjungsi. Kesalahan terdapat pada pemakaian konjungsi yang sebanyak 11 kesalahan; konjungsi dan sebanyak 5 kesalahan; konjungsi tapi/tetapi sebanyak 4 kesalahan; dan konjungsi kemudian sebanyak 4 kesalahan. Kesalahan pemakaian konjungsi tersebut pada umumnya tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Selain itu, ditemukan pula sebagian besar hasil karangan siswa terdiri atas klausa dan kalimat tunggal. Hal ini disebabkan oleh terbatasnya kemampuan siswa dalam menulis.

Kemampuan Verbal Penderita Auditory Agnosia

Anggraini, Anita, Sastra, Gusdi, Hafiz, Al

Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 9, No 2 (2018): MADAH
Publisher : Balai Bahasa Riau

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Tujuan penelitian ini mendeskripsikan dan menjelaskan kemampuan mendengar Tifa berdasar hasil pemeriksaan oleh PT Kasoem Hearing, menggunakan Brainsteam Evoked Response Audiometry (BERA) dan Otoacoustic Emission (OAE). Menjelaskan  kemampuan verbal Tifa menggunakan teori  kesalahan fonologi oleh Blumstein digunakan untuk menjelaskan bentuk-bentuk perubahan fonologis yang diujarkan oleh Tifa,  teori pengelompokan kelas kata pada tataran morfologi oleh Alwi, dkk,  serta untuk mengetahui  kemampuan sintaksis Tifa  menggunakan teori  yang dikemukakan Kridalaksana. Penelitian ini merupakan studi kasus pada salah satu pasien auditory agnosia Poliklinik  THT RSUP M. Djamil Padang. Metode dan teknik yang digunakan terdiri atas: metode simak untuk tahap pengumpulan data dengan teknik sadap sebagai teknik dasar dan teknik lanjutan simak libat cakap (SLC), simak bebas libat cakap (SBLC), catat, dan rekam. Metode  padan artikulatoris  untuk tahap analisis data, dan metode penyajian formal dan informal untuk tahap penyajian hasil analisis data. Sumber data dalam penelitian ini berbentuk lisan yang diambil dari ujaran penderita auditory agnosia, yaitu Tifa. Penelitian ini menemukan  bahwa derajat kemampuan mendengar Tifa berada pada kategori sedang berat dengan ambang pendengaran 60-70dB. Kesalahan fonologis terdiri atas penggantian, penghilangan, penambahan, dan ketidakteraturan bunyi. Tataran kelas kata yang paling dipahami anak adalah hal-hal yang paling dekat dengannya  dan berada dekat di lingkungan sekitarnya.  Kemampuan anak pada tataran kalimat, Tifa bisa melafalkan struktur kalimat lengkap, tetapi cenderung terbolak-balik antara unsur objek yang selalu mendahului predikat.

Psychological Condition of Richard Strickland in The Shape of Water

Adji, Alberta Natasia, Bilbargoya, Azis

Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 9, No 2 (2018): MADAH
Publisher : Balai Bahasa Riau

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan kondisi kejiwaan Richard Strickland, tokoh antagonis utama dalam novel The Shape of Water karya Guillermo Del Toro dan Daniel Kraus. Penelitian ini menggunakan metode pembacaan cermat dan teori psikoanalisis dari Sigmund Freud dengan menelaah faktor-faktor psikologis yang memicu ketiga sifat utama Richard Strickland, yakni kebencian, rasa jijik, dan ketakutan yang mendorongnya melakukan kebiasaan-kebiasaan buruk. Simpulan dari penelitian ini ialah (1) ketakutan akan keintiman yang dialami Strickland membuatnya jauh, secara emosi, dari keluarga dan rekan-rekan kerjanya, yang mendorongnya untuk beralih mengabdikan diri sepenuhnya pada Jenderal Hoyt; (2) rasa rendah diri Strickland membuatnya segan menentang kebijakan-kebijakan brutal Hoyt, tetapi di sisi lain memicu Strickland untuk merasa berhak menyakiti hewan dan orang-orang yang berstatus sosial lebih rendah; dan (3) ketidakstabilan diri Strickland yang berakar dari rasa bersalahnya karena telah banyak membunuh yang membuatnya menekan luka-luka psikologisnya dan menghancurkan hidupnya.

Representasi Falsafah Jawa dalam Cerita Rakyat ‚??Terjadinya Terowongan Air Mangge‚?Ě

Suprayitno, Edy, Rois, Syamsudin, Harmanto, Bambang, Iman, Nurul

Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 9, No 2 (2018): MADAH
Publisher : Balai Bahasa Riau

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang representasi falsafah Jawa dalam cerita rakyat ‚??Terjadinya Terowongan Air Mangge‚?Ě di Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan representasi falsafah Jawa dalam cerita rakyat tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa kata-kata dan kalimat, baik berupa narasi cerita maupun percakapan tokoh dalam cerita. Objek penelitian ini adalah cerita rakyat ‚??Terjadinya Terowongan Air Mangge‚?Ě di Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo. Sumber data adalah cerita rakyat ‚??Terjadinya Terowongan Air Mangge‚?Ě yang telah dibukukan dalam Kumpulan Cerita Rakyat Kabupaten Ponorogo oleh Kasnadi dan Hurustyanti (2016). Teknik yang digunakan yakni baca, simak, dan catat. Instrumen penelitian ini adalah tim peneliti. Hasil penelitian menunjukkan tiga representasi falsafah hidup Jawa, yaitu (a) tentang ketuhanan; (b) tentang sosial bermasyarakat dan kemanusiaan; dan (c) tentang alam sekitar.

Teks Berita Republika Terkait Perceraian Ahok dan Veronica Tan

Kusno, Ali

Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 9, No 2 (2018): MADAH
Publisher : Balai Bahasa Riau

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Kabar perceraian Ahok membuat lini massa bergejolak. Padahal, beberapa waktu sebelumnya, Ahok sudah muncul dengan kasus penistaan agama yang menyita perhatian publik. Ia bahkan dipenjara akibat kasus ini. Persoalan Ahok tersebut mengundang beragam respons dari warganet. Pemberitaan di berbagai media pun tidak pernah putus, termasuk Republika. Beragam pula model pemberitaan yang bermunculan. Untuk itu, pada penelitian ini, penulis tertarik melakukan analisis terhadap pemberitaan terkait perceraian Ahok dan Veronica Tan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan struktur teks, praktik wacana, dan ideologi pemberitaan terkait perceraian Ahok melalui pendekatan analisis wacana kritis Fairclough. Data penelitian berupa dokumen pemberitaan di www.republika.com. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis tekstual pada bagian pembuka terlihat pemilihan judul yang tidak menyudutkan Ahok dan bagian penutup menggunakan argumentatif untuk menetralkan isu-isu negatif. Dimensi praktik wacana menunjukkan pemberitaan Republika tidak bisa dilepaskan dari sosok pribadi Ahok. Dimensi praktik sosial budaya menunjukkan Ahok menyita perhatian publik ketika terkait kasus penistaan agama dan dipenjara. Ahok kembali mencuat ke publik terkait perceraian. Ideologi menempatkan kasus Ahok tidak terkait kepentingan politik dan mencoba memberitakan perceraian Ahok secara objektif.

Dinamika Kepribadian Tokoh Nayla dalam Kumpulan Cerpen Saia

Yusanti, Elva

Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 9, No 2 (2018): MADAH
Publisher : Balai Bahasa Riau

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Djenar Maesa Ayu, melalui kumpulan cerpen Saia, memaparkan kekerasan fisik dan seksual yang dialami tokohnya-tokohnya. Kekerasan tersebut pada umumnya dilakukan oleh orang terdekat sehingga membentuk dinamika kepribadian tokoh. Dalam penelitian ini, masalah yang dibahas adalah bagaimana dinamika kepribadian tokoh Nayla sebagai dampak dari masa lalunya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika kepribadian Nayla tersebut. Untuk memecahkan masalah dan mencapai tujuan, digunakan teori dinamika kepribadian Freud serta metode kualitatif dengan teknik pembacaan dan pencatatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika kepribadian Nayla terdiri atas naluri kehidupan berupa seksual infantil narsisisme dan ekshibisionisme, naluri kematian dan keinginan mati, serta kecemasan objektif dan neurotik. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa dinamika kepribadian terdapat pada tokoh Nayla dewasa dan anak-anak, sedangkan faktor yang membentuk dinamika kepribadian itu adalah faktor keluarga dan lingkungan.

Bahasa dan Ekonomi: Alih Kode dan Campur Kode Bahasa Melayu Malaysia ke dalam Bahasa Indonesia

Darmayanti, Nani, Saefullah, Nurul Hikmayati, Risagarniwa, Yuyu Yohana

Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 9, No 2 (2018): MADAH
Publisher : Balai Bahasa Riau

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi derasnya kunjungan wisatawan dari Malaysia ke Bandung, Indonesia, untuk berwisata belanja di Pasar Baru, Bandung. Kunjungan wisata belanja itu selain berdampak pada ekonomi juga berdampak pada bahasa yang digunakan penjual kepada pembeli ketika bertransaksi. Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan bentuk alih kode dan campur kode antara bahasa Melayu Malaysia dan bahasa Indonesia dalam situasi transaksi di Pasar Baru, Bandung, dan (2) mendeskripsikan latar belakang fenomena itu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan sosiolinguistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) alih kode terjadi pada tataran kalimat dan campur kode berlaku pada tataran kata bahasa Melayu Malaysia ke dalam bahasa Indonesia; (2) pada umumnya alih kode dan campur kode yang terjadi dilatarbelakangi motif ekonomi, yaitu penjual mengubah gaya bahasanya menjadi bahasa Melayu Malaysia agar barang dagangannya dibeli oleh para wisatawan Malaysia.

KAJIAN ANTROPOLOGI SASTRA: CERITA RAKYAT SALIWU PAHLAWAN SUKU PADOE

Mustafa, Mustafa

Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 9, No 2 (2018): MADAH
Publisher : Balai Bahasa Riau

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan¬† mengkaji sebuah karya sastra lisan Luwu tentang karakter tokoh cerita menurut model analisis Levi-Strauss. ‚??Saliwu, Pahlawan Suku Padoe‚?Ě adalah salah satu karya sastra masyarakat Luwu yang sarat dengan nilai dan konsep-konsep kehidupan, disampaikan secara lisan, serta turun temurun dari generasi ke generasi kepada penuturnya. Kisah ini bercerita tentang perjuangan seorang raja yang besar dengan harga diri yang tinggi dalam melawan penindasan suku-suku lain yang berkehendak menguasai sekaligus menjajah daerahnya. Di samping itu, cerita tersebut dapat menjadi bahan nasihat dan pembelajaran bagi anak cucu untuk bekal pada hari mendatang agar tidak salah langkah/tersesat. Cerita ini pun bermaksud memperkenalkan seorang tokoh yang digambarkan sebagai seorang pahlawan besar dan sangat disegani. Ia rela ditawan dan mati dalam pengasingan daripada mengkhianati rakyatnya yang menjunjung tinggi adat. Teori yang digunakan adalah teori Levi-Strauss dengan metode analisis deskriptif. Hasil yang ditemukan menunjukkan adanya hubungan yang terstruktur antarelemen dalam cerita dan kondisi sosial di masyarakat.

Potret Matrilineal dalam ‚??Rumah untuk Kemenakan" Karya Iyut Fitra

Marlina, Marlina

Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 9, No 2 (2018): MADAH
Publisher : Balai Bahasa Riau

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Masyarakat Minangkabau merupakan salah satu suku di Indonesia yang memiliki sistem kekerabatan berdasarkan garis keturunan ibu. Sistem kekeraban seperti ini disebut dengan sistem kekerabatan matrilineal, salah satu ciri sistem kekerabatannya, laki-laki Minangkabau tidak memiliki hak atas tanah pusaka.¬† Hal inilah yang diangkat Iyut Fitra dalam cerpennya yang berjudul ‚??Rumah untuk Kemenakan‚?Ě. Penelitian ini mencoba mengangkat dampak sistem kekerabatan matrilineal yang terdapat di dalam cerpen tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif-analitis. Sementara, untuk menganalisis cerpen digunakan teori sosiologi sastra. Dari hasil pembahasan dapat disimpulkan bahwa budaya matrilineal ternyata memberikan beberapa dampak kurang baik bagi masyarakat pemiliknya, seperti tidak adanya keadilan bagi kaum laki-laki menyangkut tanah pusaka dan hilangnya rasa kemanusiaan karena menjunjung tinggi adat.

Penggunaan Bahasa Penyiar Radio di Daerah Istimewa Yogyakarta

Riani, Riani

Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 9, No 2 (2018): MADAH
Publisher : Balai Bahasa Riau

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Situasi kebahasaan di Daerah Istimewa Yogyakarta dipengaruhi oleh kontak bahasa, diglosia, dan bilingualisme karena terdapat tiga bahasa, yaitu bahasa Indonesia, daerah, dan asing. Dalam situasi tersebut terdapat gejala kebahasaan campur kode dan alih kode dan tidak terkecuali terhadap penggunaan penyiar radio. Padahal, penyiar merupakan agen yang memiliki peranan dan pengaruh penting dalam penyebaran bahasa Indonesia di DIY. Oleh sebab itu, penelitian ini membahas bagaimana penggunaan bahasa penyiar radio di Daerah Istimewa Yogyakarta dan apa faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana penggunaan bahasa dan faktor yang memengaruhi penggunaan bahasa penyiar radio di DIY. Penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif. Data dalam penelitian ini adalah bahasa penyiar pada beberapa acara yang direkam pada bulan Februari‚??April 2017. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan bahasa penyiar dipengaruhi faktor nonlinguistik yang meliputi topik, partisipan, komunitas partisipan, situasi, tujuan, rangkaian tindakan, nada suara, sarana tutur, dan norma berbicara. Topik berperan lebih dominan dibandingkan faktor nonlinguistik lainnya. Penyiar menggunakan tuturan lisan bahasa Indonesia formal dan sedikit alih kode ke bahasa Arab saat membawakan topik serius, misalnya topik berita. Sebaliknya, penyiar menggunakan bahasa Indonesia lisan nonformal dan lebih banyak alih kode ke bahasa Inggris saat membawakan acara santai, misalnya topik hiburan.