cover
Contact Name
Jurnal Teknologi Pendidikan
Contact Email
jurnaltp@ppsuika.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaltp@ppsuika.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pendidikan
ISSN : 2302738X     EISSN : 26147785     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Teknologi Pendidikan merupakan jurnal ilmiah yang terbit 2 kali dalam 1 tahun berisi artikel dan hasil penelitian para peneliti, akademisi, dan praktisi di bidang pendidikan.
Arjuna Subject : -
Articles 97 Documents
HUBUNGAN KECERDEASAN EMOSIONAL WARGA BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA DI SKB KABUPATEN BOGOR ., Syafrudin; ., Mutiah
JURNAL TEKNOLOGI PENDIDIKAN Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan Sekolah Pascasarjana Univ. Ibn Khaldun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.46 KB)

Abstract

Pendidikan akan sukses dicapai dengan kecerdasan intelektual, dengan kecerdasan emosional membuat orang lebih mudah mencapai sukses dalam hidup dan untuk menyempurnakan dengan menemukan kebahagiaan dan makna dari kehidupan, diperlukan kecerdasan spiritual. Tujuan pembelajaran matematika kepada siswa akan tercapai bila faktor-faktor pendukungnya dioptimalkan dengan faktor penghambatnya diminimalisir. Hambatan-hambatan tersebut seyogyanya bisa diatasi sendiri oleh siswa. Salah satu cara untuk mengatasi hambatan-hambatan fisiologis menurut hasil penyelidikan dan Ziger, Paw Lazarsfeld, Netschareffe, Else Liefmann, S. Holingworth, dalam buku Sumadi Suryabarata Peran serta warga belajar dalam penyelenggaraan pendidikan selama ini sangat kurang, partisipasi guru atau tutor dalam pengambilan keputusan sering terabaikan, padahal terjadi atau tidak terjadinya perubahan di sekolah sangat tergantung pada para Tutor atau gurunya.Oleh karena itu tutor atau guru dan masyarakat sekolah harus memiliki tanggung jawab dalam melaksanakan program-program sekolah. Guru perlu memahami bahwa apapun yang dilakukan di ruang kelas mempunyai pengaruh, baik positif maupun negatif terhadap motivasi siswa, cara guru menyajikan pelajaran, bagaimana kegiatan belajar dikelola di kelas, cara tutor berintekrasi dengan siswa kiranya dilakukan oleh tutor secara terencana dengan perbaikan dan perubahan baik dalam metode, manajemen sekolah yang terus dilakukan diharapkan dapat meningkatkan perbaikan mutu pendidikan di Indonesia.
PERAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS SDM Achyanadia, Septy
JURNAL TEKNOLOGI PENDIDIKAN Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan Sekolah Pascasarjana Univ. Ibn Khaldun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.818 KB)

Abstract

Artikel ini mengkaji tentang peran dari teknologi pendidikan dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Di latar belakangi pada tantangan yang harus dihadapi oleh Indonesia terkait penyediaan sumber daya manusia yang berkualitas menjelang diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang sudah di depan mata. Bidang pendidikan dan pembelajaran baik di lembaga pendidikan formal maupun organisasi industri menjadi fokus perhatian dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas. Teknologi pendidikan sebagai bidang kajian yang mengatasi permasalahan pendidikan dan pembelajaran secara tidak langsung memiliki peran yang cukup penting untuk ikut serta dalam menciptakan sumber daya yang berkualitas. Berdasarkan hasil kajian pustaka diperoleh kesimpuan bahwa peran teknologi pendidikan dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia meliputi: 1) memfasilitasi belajar melalui proses merancang, mengembangkan, memanfaatkan, mengelola, dan mengevaluasi sumber-sumber belajar; 2) memecahkan permasalahan belajar dengan memadukan berbagai bidang keilmuan secara terintegrasi; 3) memecahkan masalah belajar pada manusia secara menyeluruh dan serempak, dengan memperhatikan dan menkaji semua kondisi dan saling berkaitan diantaranya; 4) menggunakan teknologi sebagai proses dan produk untuk membantu memecahkan masalah belajar; 5) memberikan pilihan pemecahan permasalahan kinerja organisasi secara sistematis melalui teknologi kinerja dan desain instruksional; dan 6) menciptakan inovasi dalam bidang pendidikan dan pembelajaran serta menyebarkannya.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS RINGKASAN CERITA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA MELALUI MODEL SNOWBALL THROWING HARYATI, SRI
JURNAL TEKNOLOGI PENDIDIKAN Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan Sekolah Pascasarjana Univ. Ibn Khaldun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1443.425 KB)

Abstract

Classroom Action Research (CAR) is done in the teaching and learning activities for elementary school students 02 Caringin, sub Caringin Bogor Regency to the targets or subjects were 35 students consisted of 16 male students and 19 female students. The fact that investigators found in the teaching and learning activities, most learners do not actively participate in the activities and looks of confusion in starting to make the task given by the teacher so that the impact on the acquisition of learning outcomes, of 35 learners only 8 people or only 22.86% who achieve mastery learning, while 27 percent of students with 77.14% not reached mastery learning or achieving minimum completeness criteria, while the KKM set is 70. To improve the ability, activity, and learning outcomes of students, researchers strive to implement the improvement of learning by using a model of learning by using learning models Throwing Snowball. In the model of snowball throwing (snowballs being thrown), in addition to using instructional media, teachers also apply various methods in learning activities in order to raise the motivation of learners. Motivation is needed for the effective implementation of activities so that students can be active in it and can achieve the expected learning outcomes. Indicators of success in this research is that if students are able to write a summary of the narrative in the sense of a coherent sentence structure and use the rules of writing according to the rules EYD (Spelling Enhanced). This is evidenced by the ability and activities of students during the learning model and throwing snowball at the end of each cycle the average grade achieved was 70 in other words 70% of all learners achieve minimum completeness criteria limit the number by 70. Classroom Action Research is carried out through two cycles, using pre-cycle as a reference which was held on October 22, 2012 followed by a reflection on the results of pre-cycle only 22.86% of participants achieve mastery, then performed the first act in cycle 1 were held on 5 November 2012 continued with reflections on student learning outcomes Cycle 1 began to increase that is 25 people or 71.43% of the 35 learners achieve mastery and 10 people or 28.47% have not reached mastery criteria, but to maximize the action is done both , reflections on the cycle 2, the results obtained by students has increased significantly by 29 people or 82.86% of the 35 learners achieve mastery and only 6 people or 17.14% of the 35 students who have not reached the limit of completeness and need given more intensive guidance, the average value in cycle 2 is 74, the other student activity from one cycle to the next cycle has increased as well. Thus, the ability to write a summary of the story the Indonesian learning can be enhanced by using learning models snowball throwing and hopefully this model can be applied by educators
HUBUNGAN ANTARA PENGGUNAAN LABORATORIUM IPA DAN KOMPTENSI GURU DENGAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA SMAN I CIBUNGBULANG KABUPATEN BOGOR ., Nawawi; ., Turdjai; Abidin Arief, Zainal
JURNAL TEKNOLOGI PENDIDIKAN Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan Sekolah Pascasarjana Univ. Ibn Khaldun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.381 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui pengaruh penggunaan laboratorium dan kompetensi guru terhadap peningkatan hasil belajar siswa pada bidang studi IPA di SMAN Cibungbulang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Dari hasil analisis data disimpulkan sebagai berikut: (1) Terdapat hubungan antara variabel penggunaan Laboratorium IPA dengan hasil belajar siswa dengan nilai probabilitas sig. 0.003 < 0,05, (2) Terdapat hubungan antara variabel kompetensi guru terhadap hasil belajar siswa, dengan nilai probabilitas sig. 0.027 < 0,05, (3) Terdapat hubungan yang signifikan antara variabel penggunaan Laboratorium IPA dan kompetensi guru dengan hasil belajar siswa, dengan nilai probabilitas sig. 0.010 < 0,05. Dengan demikian hipotesis alternatif yang menyatakan terdapat hubungan simultan yang signifikan antara variabel penggunaan Laboratorium IPA dan kompetensi guru dengan hasil belajar siswa dapat diterima. Variabel pemanfaatan Laboratorium IPA dan kompetensi guru memberikan kontribusi sebesar 19,8% terhadap hasil belajar siswa, sedangkan sisanya (100-19,8) = 80,19% hasil belajar dipengaruhi oleh faktor lainnya di luar variabel yang diteliti.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENTS UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PADA MATERI LITOSFER DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEHIDUPAN DI KELAS X IPS SMA NEGERI 3 KOTA BOGOR Rahayu, Wiwin Ratna
JURNAL TEKNOLOGI PENDIDIKAN Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan Sekolah Pascasarjana Univ. Ibn Khaldun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.783 KB)

Abstract

Penelitian ini beranjak dari fenomena yang terjadi di kelas bahwa rendahnya pemahaman dan hasil belajar peserta didik pada pembelajaran geografi tentang litosfer. Oleh karena itu seorang guru perlu mempertimbangkan strategi pembelajaran Teams Games Tournament sehingga dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa.Penelitian ini bertujuan untuk (1) Untuk mengetahui model pembelajaran Teams Games Tournament dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi Lithosfer di kelas X IPS SMA Negeri 3 Bogor semester genap tahun pelajaran 2016-2017.(2)Untuk mendeskripsikan proses peningkatan hasil belajar peserta didik tentang Lithosfer pada mata pelajaran geografi sebelum dan sesudah menggunakan model Teams Games Tournament di kelas X IPS SMA Negeri 3 Bogor semester genap tahun pelajaran 2016-2017.(3)Untuk mengukur berapa besar peningkatan hasil belajar peserta didik tentang Lithosfer pada mata pelajaran geografi setelah menggunakan model pembelajaran Teams Games Tournament di kelas X IPS SMA Negeri 3 semester genapl tahun pelajaran 2016-2017.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran Teams Games Tournament dapat menjadi variasi pembelajaran yang menyenangkan bagi peserta didik sehingga terbukti meningkatkan hasil belajar peserta didik di kelas x IPS SMA Negeri 3 Kota Bogor. Sebelum menggunakan model pembelajaran Teams Games Tournament hasil belajar peserta didik hanya mencapai nilai rata-rata 70,00 kemudian terjadi peningkatan setelah menggunakan Teams Games Tournament menjadi 76 pada siklus 1 dan 86 pada siklus 2Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan strategi pembelajaran Teams Games Tournament yang disesuaikan dengan materi pembelajaran dapat menciptakan situasi belajar yang menyenangkan sehingga terjadi peningkatan hasil belajar peserta didik. Oleh karena itu peneliti menyarankan agar penggunaan model Teams Games Tournament disosialisasikan dan digunakan sebagai alternatif dalam pembelajaran geografi di sekolah-sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Bogor.
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI SISWA TENTANG PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN POWER POINT DAN MINAT BELAJAR SISWA DENGAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA Wirdaus, Idrus; Abidin Arief, Zainal; Amri Syafri, Ulil
JURNAL TEKNOLOGI PENDIDIKAN Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan Sekolah Pascasarjana Univ. Ibn Khaldun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.091 KB)

Abstract

Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara penggunaan media pembelajaran power point dan minat belajar siswa dengan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa di SMAN Jasinga, baik secara parsial maupun secara simultan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Populasi terjangkau penelitian ini berjumlah sebanyak 134 orang siswa. Secara keseluruhan jumlah sampel yang diambil sebanyak 100 orang siswa kelas XI. Terdapat dua variabel bebas, yaitu penggunaan media pembelajaran power point (X1) dan minat belajar (X2). Data kedua variabel tersebut dikumpulkan dengan menggunakan instrumen non tes dalam bentuk kuesioner (angket). Sedangkan untuk variabel terikat yaitu hasil belajar Bahasa Indonesia. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen tes dalam bentuk soal objektif pilihan ganda. Uji validitas instrumen untuk variabel X1 dan X2 menggunakan rumus korelasi Product Moment. Uji Reliabilitasnya menggunakan rumus Alpha Cronbach. Dari hasil analisis data disimpulkan sebagai berikut: (1) terdapat hubungan positif antara penggunaan media power point (X1) dengan hasil belajar (Y) sebesar 0,338. Besarnya kontribusi penggunaan media power point terhadap hasil belajar yakni sebesar 11,4%. (2) terdapat hubungan positif antara minat belajar dengan hasil belajar sebesar 0,201. Besarnya kontribusi minat belajar terhadap hasil belajar yakni sebesar 4,1%. (3) korelasi berganda antara kedua variabel bebas dengan variabel terikat tersebut, adalah sebesar 0,340 sehingga kontribusi kedua veriabel bebas terhadap variabel terikat (X1 dan X2 terhadap Y) adalah sebesar 11,6%.
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BELAJAR DAN KOMPETENSI GURU DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN BAHASA ARAB DI MADRASAH TSANAWIYAH KECAMATAN RANCABUNGUR BOGOR ., Irawati; ., Indupurnahayu; Lisnawati, Santi
JURNAL TEKNOLOGI PENDIDIKAN Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan Sekolah Pascasarjana Univ. Ibn Khaldun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.621 KB)

Abstract

Tujuan penelitian menganalisis seberapa besar hubungan motivasi belajar dan kompetensi Guru dengan prestasi belajar belajar Bahasa Arab dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif, dan menggunakan analisis regresi sederhana dengan jumlah sampel 150. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan motivasi belajar dengan prestasi belajar Bahasa Arab siswa, dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0.523, nilai signifikan sebesar 0.000, dan koefisien determinasi sebesar 27,4% dan sisanya 72,6% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain. Terdapat hubungan positif dan signifikan kompetensi guru dengan prestasi belajar Bahasa Arab siswa, dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0.516, nilai signifikan sebesar 0.000, dan koefisien determinasi sebesar 26,6% dan sisanya 73,4% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain. Terdapat hubungan positif dan signifikan motivasi belajar dan kompetensi guru dengan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Arab, dengan nilai koefisien korelasi ganda sebesar 0.548 dan koefisien determinasi sebesar 30% dan sisanya 70% dipengaruhi oleh faktor lain, yaitu faktor keluarga dan lingkungan .
Hubungan Antara Persepsi Siswa Tentang Penggunaan Media Pembelajaran Berbantuan Komputer dan Motivasi Belajar dengan Hasil Belajar SHKK (Sanitasi Hygiene dan Keselamatan Kerja) (Studi Korelasi Pada Peserta Didik Kelas X Akomodasi Perhotelan di SMKN 1 Bojo Qurotu Ainin, Arika; Saefuddin, Didin
JURNAL TEKNOLOGI PENDIDIKAN Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan Sekolah Pascasarjana Univ. Ibn Khaldun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.485 KB)

Abstract

Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode studi korelasi. Sampel dari penelitian ini terdiri dari 32 peserta didik yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik uji Prasyarat Analisis Data dan Uji Hipotesis.Data dalam penelitian ini untuk variabel Hasil Belajar SHKK (Sanitasi Hygiene dan Keselamatan Kerja) (Y) diambil melaluli tes soal SHKK (Sanitasi Hygiene dan Keselamatan Kerja) pilihan ganda A, B, C, D,dan E yang terdiri dari 30 butir soal. Untuk Variabel Persepsi Siswa Tentang Penggunaan Media Pembelajaran Berbantuan Komputer (X1) dan Motivasi Belajar (X2) diambil data melalui non tes berupa angket yang terdiri dari masing-masing 30 butir pernyataan yang menggunakan skala Likert S = Selalu, SR = Sering, K = kadang-kadang, TP = Tidak pernah. Berdasarkan pengolahan data diperoleh (1) Terdapat hubungan positif dan signifikan antara Persepsi Siswa Tentang Penggunaan Media Pembelajaran Berbantuan Komputer (X1) dengan hasil belajar SHKK (Sanitasi Hygiene dan Keselamatan Kerja) (Y) dengan koefisien korelasi ry1 = 0.491 dan persamaan regresi ? = 5,008 + 0,173 X1. (2) Terdapat hubungan positif dan signifikan antara motivasi belajar (X2) dengan hasil belajar SHKK (Sanitasi Hygiene dan Keselamatan Kerja) (Y) dengan koefisien korelasi sebesar ry2 = 0.576 dan persamaan regresi? = 9,02 + 0,138 X2. (3) Terdapat hubungan positif dan signifikan antara Persepsi Siswa Tentang Penggunaan Media Pembelajaran Berbantuan Komputer (X1) dan motivasi belajar (X2) dengan hasil belajar SHKK (Sanitasi Hygiene dan Keselamatan Kerja) (Y) dengan koefisien korelasi ry12 = 0.652 dengan persamaan regresi ? = 1,717 + 0.116 X1 + 0.110 X2. Dengan demikian dapat disimpulkan (1) terdapat hubungan positif dan signifikan antara Persepsi Siswa Tentang Penggunaan XMedia Pembelajaran Berbantuan Komputer dengan hasil belajar SHKK (Sanitasi Hygiene dan Keselamatan Kerja) (2) terdapat hubungan positif dan signifikan antara motivasi belajar dengan hasil belajar SHKK (Sanitasi Hygiene dan Keselamatan Kerja), (3) terdapat hubungan positif dan signifikan antara Persepsi Siswa Tentang Penggunaan Media Pembelajaran Berbantuan Komputer dan motivasi belajar secara bersama-sama dengan hasil belajar SHKK (Sanitasi Hygiene dan Keselamatan Kerja).
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK TENTANG INSTALASI LAMPU PENERANGAN BANGUNAN GEDUNG PADA MATA PELAJARAN INSTALASI PENERANGAN LISTRIK DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MACTH SEMESTER 3 KELAS XI LB SMKN 2 BOGOR ., Indarto
JURNAL TEKNOLOGI PENDIDIKAN Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan Sekolah Pascasarjana Univ. Ibn Khaldun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.984 KB)

Abstract

Penelitian ini beranjak dari fenomena yang terjadi di kelas bahwa rendahnya pemahaman dan hasil belajar peserta didik pada pembelajaran Instalasi Penerangan Listrik tentang meningkatkan hasil belajar peserta didik tentang instalasi lampu penerangan istrik bangunan gedung pada mata pelajaran instalasi penerangan listrik dengan menggunakan model pembelajaran make a macth semester 3 kelas XI Lb SMKN 2 Bogor tahun pelajaran 2015-2016 Oleh karena itu seorang guru perlu mempertimbangkan strategi pembelajaran sehingga dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik.Penelitian ini bertujuan: 1) Untuk mengetahui efektifitas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe make a macth dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik meningkatkan hasil belajar peserta didik tentang instalasi lampu penerangan listrik bangunan gedung pada mata pelajaran instalasi penerangan listrik dengan menggunakan model pembelajaran make a macth semester 3 kelas XI Lb SMKN2 Bogor tahun pelajaran 2015-2016; 2) Untuk menggambarkan proses peningkatan hasil belajar peserta didik sebelum dan sesudah menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe make a macth di kelas XI LB SMKN 2 Bogor, pada Instalasi Penerangan listrik; 3) Untuk mengukur besarnya peningkatan hasil belajar peserta didik meningkatkan hasil belajar peserta didik tentang instalasi lampu penerangan listrik bangunan gedung pada mata pelajaran instalasi penerangan listrik dengan menggunakan model pembelajaran make a macth semester3 kelas XI Lb SMKN2 Bogor tahun pelajaran 2015-2016.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe make a macth dapat menjadi variasi pembelajaran yang menyenangkan bagi peserta didik sehingga terbukti meningkatkan hasil belajar peserta didik di kelas XI LB SMK Negeri 2 Bogor. Sebelum menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe make a macth hasil belajar peserta didik hanya 27,59 % mencapai nilai rata-rata 62,74 kemudian terjadi peningkatan setelah menggunakan media pembelajaran model pembelajaran kooperatif tipe make a macth menjadi 76, 54 pada siklus 1 dan 82,60 pada siklus 2.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN MINAT SISWA PADA PELAJARAN IPS MATERI PERISTIWA-PERISTIWA SEKITAR PROKLAMASI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN ROLE PLAYING DI KELAS VIII-8 SMP NEGERI 2 SUKARAJA KABUPATEN BOGOR Durandt, Ernawaty
JURNAL TEKNOLOGI PENDIDIKAN Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan Sekolah Pascasarjana Univ. Ibn Khaldun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.58 KB)

Abstract

Penelitian ini berawal dari latar belakang perlunya peningkatan kreativitas mengajar guru dalam pengelolaan pembelajaran IPS di Sekolah Menengah Pertama sebagai respons semakin melemahnya kualitas belajar siswa. Dalam proses belajar mengajar, penyajian materi bersifat monoton, ekspositoris, dan kurang variatif. Keadaan tersebut menyebabkan rasa jenuh / bosan dan kurang antusias, menurunkan minat, motivasi dan hasil evaluasi belajar siswa. Berdasarkan permasalahan di atas, melalui PTK diharapkan guru dapat meningkatkan kreativitas dan inovasi pembelajaran sehingga hasil belajar dan minat siswa terhadap mata pelajaran IPS meningkat. Penelitian dilaksanakan di kelas VIII-8 SMPN 2 Sukaraja Kabupaten Bogor, pada bulan Desember sampai dengan Maret 2010. Dalam rangka meningkatkan minat dan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS dilakukan PTK dengan menggunakan model pembelajaran Role Playing, yang dilaksanakan melalui 2 (dua) siklus. Pada siklus pertama, sebagian siswa belum terbiasa dengan pembelajaran Role Playing. Pada siklus kedua, siswa dan guru (kolaborator) sudah terbiasa dan mulai memahami implementasi pembelajaran Role Playing dan menunjukan hasil yang memuaskan. Dari hasil kuesioner minat siswa meningkat. Demikian juga hasil belajar siswa juga menunjukan peningkatan dari rata-rata sebesar 6,47 pada evaluasi ke satu, menjadi skor rata-rata 7,77 pada evaluasi yang kedua. Dari hasil PTK yang mengacu pada siklus pertama dan kedua, maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Role Playing mampu meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran IPS di kelas VIII-8 SMP Negeri 2 Sukaraja Kabupaten Bogor.

Page 1 of 10 | Total Record : 97