FIKROTUNA
ISSN : 24422401     EISSN : 24775622
FIKROTUNA: A journal of Islamic Education and Management published by office and coordinatorate staff of Research and Society Service Institution of Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Khairat, Pamekasan. This journal contains scientific studies on Islamic education and Management, educational innovations, educational policy and educational thinking in the form of: 1) Research results, 2) conceptual ideas, 3) literature review, and practical experience.
Articles 10 Documents
Search results for , issue " Vol 8 No 2 (2018)" : 10 Documents clear
Manajemen Pembelajaran dalam Penjaminan Mutu Pendidikan (Studi Multi Situs di SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 3 Pamekasan)

Efendy, Hadaie

FIKROTUNA Vol 8 No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.449 KB) | DOI: 10.32806/jf.v8i2.3210

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendiskripsikan: (1) perencanaan pembelajaran, (2) pengorganisasian pembelajaran, (3) pelaksanaan pembelajaran, (4) monitoring pembelajaran, (5) evaluasi pembelajaran dalam penjaminan mutu pendidikan, (6) mutu pendidikan yang dihasilkan, (7) kendala-kendala pembelajaran dalam penjaminan mutu pendidikan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan rancangan studi multi situs. hasil penelitian ini menemukan (1) perencanaan pembelajaran dilakukann melalui team work, rapat kinerja dan penentuan program prioritas, (2)  Pengorganisasian pembelajaran dalam penjaminan mutu pendidikan dilakukan melalui guru yang serumpun dalam satu mapel, materi, pemilihan isi, penataan urutan isi, mengintegrasikan mutu akademik agar berprestasi pada olimpiade science internasional dengan tidak meninggalkan nilai-nilai karakter siswa dan output yang bermutu, (3) pelaksanaan pembelajaran melibatkan proses mental dan fisik siswa, (4) monitoring pembelajaran dilakukan membandingkan hasil monitoring sebelumnya dengan peraturan pemerintah, (5) evaluasi pembalajaran melibatkan semua unsur dengan adanya reward dan punishment, (6) mutu pendidikan menghasilkan peserta didik berprestasi akademik dan non-akademik, mendapatkan kepercayaan yang besar dari masyarakat, dan lulusannya diterima di perguruan tinggi negeri favorit, (7)  kendala-kendalanya yaitu kebijakan kurikulum yang sering berubah-ubah, buku siswa yang ideal masih terbatas, sistem penilaian yang baru dan beda penafsiran oleh masing-masing guru, budaya meneliti masih terbatas.

Rekonstruksi Program Kelompok Kerja Guru SD/MI Pendidikan Agama Islam di Kecamatan Tambaksari Surabaya

Tolchah, Moch

FIKROTUNA Vol 8 No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.424 KB) | DOI: 10.32806/jf.v8i2.3226

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan: program KKG PAI di Kecamatan Tambaksari Kota Surabaya, mekanisme pelaksanaan program,efektifitasnya, faktor-faktor yang mendukung dan menghambat, konstruksi profil ideal program menurut pengurus, dan rekonstruksi program KKG PAI.Pendekatan yang digunakan kualitatif. Subjeknya Pembina, Pengurus, dan koordinator gugus. Data dikumpulkan dengan observasi, wawancara, dandokumentasi. Data dianalisis dengan model Yin. Hasil penelitian: (1) program KKG PAI dirumuskan setiap awal tahunmelalui musyawarah pengurus, pembina, dan perwakilan gugus. Program kerja dikelompokkan per bidang, meliputi bidang dakwah,pelatihan dan pengembangan, penggalian dana dan kesejahteraan, dan bidang humas; (2) Mekanismenya:Pembina melakukan pembinaan secara insidentil,ketua umum mempertanggungjawabkan kinerja organisasi kepada anggota, ketua bidang dan koordinator gugus bertanggungjawab kepada ketua umum; (3) Efektivitas Pelaksanaan Program KKG PAI belum dapat diketahui karena pengurus KKG belum melakukan evaluasi hasil, namun dilihat dari keterlaksanaan program hingga September 2017 sekitar 70% program dapat terlaksana. Program yang belum terlaksana: PHBI kirab semarak Muharram dan lomba Islami memperingati Maulid Nabi, Bhakti sosial ke panti asuhan, pembuatan media pembelajaran android, pelatihan baca tulis Quran, studi banding KKG, silaturahmi ke tokoh, tutor teman sebaya, dan pembentukan koperasi KKG; (4) Faktor-faktor Pendukung: adanya kemauan pengurus dan anggota untuk maju, kemampuan dan keterbukaan pengurus, dan pembinaan yang kontinyu. Faktor penghambatnya: dana minim, jam mengajar guru padat, sarana-prasarana kurang, dan dukungan pemerintah kurang; (5) Program Ideal KKG menurut pengurusmeliputi program rutin dan pengembangan. Program rutin sekurang-kurangnya: diskusi pembelajaran, penyusunan silabus,  program  semester,  dan  RPP,analisis kurikulum, penyusunan instrumen evaluasi, dan pemantapan menghadapi ujian nasional. Program  pengembangan  dapat  dipilih  sekurang-kurangnya  tiga  dari kegiatan-kegiatan: penelitian,penulisan karya tulis ilmiah, seminar,  lokakarya,  paparan   hasil  penelitian,   diskusi panel, penerbitan jurnal, dan penyusunan website; (6) Pokok-pokok rekonstruksi program KKG meliputi perlunya rumusan Visi dan misi, tujuan program, program rutin dan pengembangan dimana setiap program dirumuskan tujuan untuk memudahkan evaluasi keberhasilannya dan jadwal kegiatan pelaksanaannya

Strainghtening Character Through Islamic Education in Millennial Era

Hafidurrahman, Moh

FIKROTUNA Vol 8 No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.987 KB) | DOI: 10.32806/jf.v8i2.3227

Abstract

The rapid progress of science and technology which has a serious impact on the community change is called as millennial era. The impact requires us to determine the right attitude and in accordance with the values of Islam by creating three balances; spirit, soul (ratio) and body. Surely it gives good impact for the children brains development. But in other sides the children tend to be lazy to study in the school and lazy to read a book which is the window of the world. While our school still use board marker, white board, table, and chair in which these are not so interesting for them in comparing with the many tools existing in the mobile full of colors. While studying in the school provides only two colors (black and white) whereas there are thousand colors in mobiles. Moreover, many apps on mobile are far from the educational character that is the main soul as Muslim. A comprehensive and integrated learning method will be a solid foundation in straightening character in the millennial era, the need for teacher is to connect wisdom and blessings from God to students. The goal is that students have a good behavior in social life and fear of Allah S.W.T. Education is a help to awaken, arouse, grow, enable and empower students natural potential in having good character. Islamic education will give many stepping actions how to produce a good generation having good character gradually, from the education in pre-conception, post-conception, prenatal, and the post-natal education. There are five recommendations that Islam offer how to straighten the character i.e. knowing the good,  feeling and loving the good, acting the good, modelling and exemplary, the last is repentance or regret.  

Growing Good Attitude (Akhlaqul Karimah) as Character Education to The Children Through “Omar And Hana” Cartoon Film Series

Dwiaryanti, Risca

FIKROTUNA Vol 8 No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.578 KB) | DOI: 10.32806/jf.v8i2.3228

Abstract

Education in the millennium era is very important. It is make the development of high technology give many negative and positive impacts. High-tech make people’s life easier than in the past. There are many new product based on technology, such as mobile phone  that used internet network. There are many important and interesting application inside it. One of the negative impact of high-tech is the degradation of moral value because of over using social media as a new trend. People prefer interact with their friends in the social media than friends around them. There is no limitation of time and country to do anything with it. Some parents who are worry about it, teach character education or called akhlaqul karimah in Islam to their children as young generation, so that they have a good personality when they are grow up in the future. Akhlaq is very important in Islam and it  is  taught first by our prophet Muhammad SAW before teaching tauhid (Allah is the only God). He said that a muslim who have good akhlaq will reach the level of someone who is fasting and praying and Allah promised heaven for it. To grow good akhlaq as character education, parents or teacher should teach as early age as possible to the children.  Based on Piaget and Brown, the characteristics of children that started from 2 years old they are begin to think symbolically and as good imitators. In the millennium era there are many digital media to facilitate them knowing akhlaqul karimah as character education. Cartoon film “Omar and Hana” series is a suitable media for children because it has and nice picture to attract their attention and completed with song with nice lyrics related  to akhlaq to make them more joyful while watching. They can  gain the information and message from it. They also able to memorize it easily. The characters of this film are able to become good model of good muslims in terms of act, talk, and behave in the daily life, so that it will grow akhlaqul karimah of the children as character education until they are adult.

Implementasi Pendidikan Karakter Islam di Sekolah Dasar Islam Terpadu Ikhtiar Makassar

PALILI, SAMPARA

FIKROTUNA Vol 8 No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.085 KB) | DOI: 10.32806/jf.v8i2.3252

Abstract

Artikel ini mengeksplorasi Implementasi Pendidikan Karakter Islam Era Millenial di Sekolah Dasar Islam Terpadu Ikhtiar Makassar; Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptik dan mengumpulkan data melalui Pengamatan, Interview dan Dokumentasi langsung di lokus Riset. Hasil riset yang telah dilaksanakan digambarkan bahwa SDIT Ikhtiar dalam membentuk karakter siswanya sesuai dengan karakter Islam dan tujuan pendidikan nasional diera mellenial/mellenium melakukan berbagai upaya dalam rutinitas keseharian di sekolah 4 diantaranya ialah: 1) melalui pembinaan IMTAK (Iman dan Takwa); 2) melalui proses pembelajaran; 3) melalui pelaksanaan upacara bendera dan 4) melalui penegakan tata tertib, tatakrama dan budaya Sekolah. Adapun nilai karakter Islami yang ditercipta dalam 4 kegiatan tersebut diantaranya: 1) Cinta, Patuh, dan taat kepada perintah Allah dan Rasulnya; 2) cinta ilmu pengetahuan, menghormati guru, kerja sama, tekun, percaya diri, disiplin, patuh dan taat pada peraturan yang telah disepakati; 3) cinta tanah air, nasionalisme, patriotisme dan idealisme;  4) karaktersiddiq, fathanah, amanah, tabligh dan Adil serta rendah hati.

Lesbian, Gay , Bisexual dan Transgender Penyembuhan dan Upaya Membentuk Kepribadian Islami di Era Generasi Millenial melalui Psikoterapi Islam

B, Ahmad Andry

FIKROTUNA Vol 8 No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.754 KB) | DOI: 10.32806/jf.v8i2.3253

Abstract

Artikel ini pada intinya menjelaskancara membentuk kepribadian Islam generasi millennial yang fokus utama adalah menyembuhkan remaja yang terjangkit virus lesbian, gay, bisexsual dan transgender (LGBT). pesatnya perkembangan teknelogi dan mudahnya mengakses internet menjadi salah satu pintu masuk virus LGBT kepada generasi millennial, sehingga untuk menyembuhkan remaja yang terkena virus LGBT salahsatunya dengan psikoterapi Islam yang didalamya menggunakan pendekatan sufisme atau tasawwuf diantaranya takhalli, tahalli dan tajalli. Psikoterapi Islamdapat menyembuhkan beberapa penyakit yakni gangguan mental, spiritual dan moral, bahkan mengantarkan manusia kepada kepribadian Islamyang shaleh, bersih, suci dan menemukan eksistensi tuhan yang hakiki.

Comparative Education antara MTS As-Shiddiqi dengan SMP Katolik di Kabupaten Pamekasan

Wardi, Moh, Supandi, Supandi

FIKROTUNA Vol 8 No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.827 KB) | DOI: 10.32806/jf.v8i2.3255

Abstract

Membangun interaksi umat beragama dan antarumat beragama secara harmonis dan damai, perlu mengubah paradigma teologis yang pasif, tekstualis, dan eklusif, menuju teologi yang inklusif, saling menghormati, saling mengakui eksistensi, berfikir dan bersikap positif antar sesama. Paradigma pendidikan plural di masa depan adalah pendidikan yang demokratis, hal ini hanya dapat diwujudkan dalam masyarakat, bangsa dan negara yang demokratis pula. Dengan memberikan peluang bagi terlaksananya harmoni dan kedamaian. Penulis mendeskripsikan seputar Perbandingan Pendidikan Islam Dengan Non Islam (studi komparasi Madrasah Tsanawiyah (MTs) As-Shiddiqi dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) katolik di Kabupaten Pamekasan). Titik tolak dari kedua lembaga pendidikan ini, adalah, bahwaalokasi Jam Tatap Muka (JTM) 2 jam dalam seminggu dalam setiap materi agama yang terbagi dalam mata pelajaran fiqih, al-qur’an, aqidah dan SKI. Sedangkan pada pendidikan katolik, hanya diberikan waktu sekitar 2 jam mata pelajaran, dan selebihnya sama dengan pendidikan umum lainnya.Untuk lembaga pendidikan yang spesifikasi kepada ke Uskupan atau Romo, maka kurikulum yang diterapakan adalah masalah teologi, seperti seminari yang dimulai dari tingkat SMA hingga perguruan tinggi.

Kepemimpinan Kiai sebagai Personal Branding Pesantren dalam Perspektif Public Relation (Humas)

Hakiki, Siti Nur

FIKROTUNA Vol 8 No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.694 KB) | DOI: 10.32806/jf.v8i2.3287

Abstract

Kepemimpinan Kiai merupakan tokoh yang sangat berpengaruh  di dalam pesantren, Kiai sangat berperan dalam mengedepankan kemajuan yang ada di pesantren. Kepemimpinan Kiai di pesantren yakni kepemimpinan individual, yang mana eksistensi Kiai personal dalam pemimpin pesantren, Dalam hal ini penenlitian untuk mengetahui bagaimana Kepemimpinan Kiai sabagai personal branding pesantren dalam perspektif public relation. Penelitian ini bersumber dari pondok pesantren Nadlatul Ulum tempatnya di Sukojember Jilbuk Jember, pondok pesantren Nadlatul Ulum yang di asuh langsung oleh Kiai KH Moh.Tsabit Abd Hadi. Kepemimpinan KH Moh.Tsabit Abd Hadi sebagai personal yang menjadi pusat kemajuan pesantren dan juga kualitas santrinya. Tujuan dari hasil penelitian untuk mengetahui bagaimana kepemimpinan Kiai sebagai personal branding di pesantren dalam perspektif public relation.Uraian yang di jabarkan dari hasil penelitian diatas adalah bagaimana strategi KH Moh.Tsabit Abd Hadi sebagai personal branding dalam perspektif public relation di pondok pesantren, yaitu, KH Moh.Tsabit Abd Hadi melalui komonikasi internal dan eksternal, yang mana komonikasi internal komonikasi antar Kiai dan santri yang ditunjukkan figur Kiai sebagai pemimpin pondok pesantren sedangkan komonikasi ekternal yaitu komonikasi antar Kiai dan masyarakat.

Internalisasi Sikap Toleransi Siswa Madrasah di Lingkungan Vihara Avalokitesvara

Ridho, Ali

FIKROTUNA Vol 8 No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.488 KB) | DOI: 10.32806/jf.v8i2.3293

Abstract

Penelitian tentang Intenalisasi Sikap Toleransi Siswa Madrasah ini dilakukan di Madarsah Diniyah Miftahul Qulub III Dusun Candi Desa Polagan Kec. Galis Kab. Pamekasan dilakukan untuk mengetahui kondisi objektif tentang Madrasah Diniyah Miftahul Qulub III sehingga bisa dijadikan role model konsep pembelajaran di daerah multikultural. Selain itu penelitian untuk mengetahui tentang hal-hal yang dilakukan Madrasah dalam upaya internalisasi sikap toleransi siswa dan untuk Memaparkan dampak dari adanya langkah-langkah internalisasi sikap toleransi siswa yang dilakukan Madrasah Diniyah Miftahul Qulub III. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kualitatif. Dengan instrument primer (utama) yang digunakan adalah instrument wawancara (interview), sedangkan dokumentasi dan observasi hanyalah sebagai pendukung.  Sedangkan jenis penelitian yang akan digunakan adalah studi kasus dengan cara analisis deskriptif yaitu dengan cara mempelajari kasus atau fenomena yang berkaitan dengan internalisasi sikap toleransi siswa madrasah di lingkungan Vihara. Dari hasil penelitian ini didapatkan hasil bahwa Internalisasi sikap toleransi siswa di madrasah diniyah Miftahul Qulub bisa menjadi role model bagi madrasah yang sejenis hal ini karena penanaman sikap toleransi terus digerakkan oleh semua komponen masyarakat terutama stekholder madrasah. Selanjutnya pelaksanaan internalisasi include terhadap materi pelajaran, yaitu mata pelajaran kitab Taisirul Khallaq dan Akhlakul lilbanin, yang mana keduanya Menekankan hubungan muamalah yang orientasinya diwujudkan dalam bentuk amaliyah dalam keseharian siswa, sehingga kerukunan akan terus terjalin. Sedangkan dampak dari internalisasi sikap toleransi siwa sangat terasa di dusun candi, dimana daerah yang multikultur dan multi etnis dan agama ini benar-benar berjalan normal dan rukun. Maka berdasarkan penelitian ini maka locus layak dijadikan rujukan bahkan menjadi icon madrasah toleran di negeri ini.

Pembentukan Karakter Peduli dan Berbudaya Lingkungan bagi Peserta Didik di Madrasah Melalui Program Adiwiyata

Hafida, Nur, Wahid, Abdul Hamid

FIKROTUNA Vol 8 No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.83 KB) | DOI: 10.32806/jf.v8i2.3295

Abstract

Tulisan ini menyajikan tentang pembentukan karakter peduli dan berbudaya lingkungan bagi peserta didik di madrasah. Seiring dengan semakin banyaknya permasalahan lingkungan hidup, menjadi hal penting dan mendesak untuk semakin menggencarkan gerakan peduli lingkungan hidup dalam konteks pendidikan, sehingga melahirkan konsep green school dan green curriculum, yang diwujudkan melalui program adiwiyata. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, dengan situs penelitian di MTs Negeri 1 Probolinggo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, tantangan dan pembentukan karakter peserta didik yang peduli dan berbudaya lingkungan, meliputi; pertama rendahnya dukungan masyarakat terhadap program adwiyata, Kedua dukungan  orang tua yang belum optimal dalam mewujudkan madrasah  peduli dan berbudaya lingkungan, Ketiga perubahan zaman yang semakin maju membuat segala kebutuhan manusia mudah terpenuhi dengan bantuan mesin. Sedangkan strategi pembentukan karakter peserta didik peduli dan berbudaya lingkungan melalui program adiwiyata dilakukan melalui; pertama pembentukkan karakter yang diintegrasikan dalam kegiatan pembelajaran, Kedua melalui pembentukan budaya madrasah, Ketiga kegiatan ekstrakulikuler, Kempat melibatkan keluarga dan masayarakat.

Page 1 of 1 | Total Record : 10