cover
Contact Name
Moh Dannur
Contact Email
fikrotunaalkhairat@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
fikrotunaalkhairat@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. pamekasan,
Jawa timur
INDONESIA
FIKROTUNA
ISSN : 24422401     EISSN : 24775622     DOI : -
Core Subject : Education,
FIKROTUNA: A journal of Islamic Education and Management published by office and coordinatorate staff of Research and Society Service Institution of Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Khairat, Pamekasan. This journal contains scientific studies on Islamic education and Management, educational innovations, educational policy and educational thinking in the form of: 1) Research results, 2) conceptual ideas, 3) literature review, and practical experience.
Arjuna Subject : -
Articles 70 Documents
Reaktualisasi Materi PAI dalam Analisa Sosio-Psikologis Maimun, Maimun
FIKROTUNA Vol 9 No 1 (2019): Volume 9, No. 1, Juli 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/jf.v9i2.3492

Abstract

Pendidikan agama islam selalu mendapat sorotan dalam sistem kependidikan di Indonesia, mengingat posisinya yang strategis dalam menumbuhkan kematangan kecerdasan emosional dan spiritual peserta didik. Fakta di lapangan dimana muatan materi ini diuji, menunjukkan kenyataan berbeda yang memastikan bahwa peranannya sangat minim bahkan nyaris tidak ada sama sekali. Kondisi ini menjadikan materi ini mendapat perhatian lebih terutama dengan mengupayakan kajian sosiologis dan antropologis di dalamnya. Dengan menggunakan pendekatan fugsionalisme strukural dan humanism, kita mendapatkan suatu simpul pemahaman bahwa Pendidikan agama islamharus disentuh dengan cara pandang sosiologi baik melalui konten materi, guru, kepala sekolah dan lingkungan sekolah yang semuanya diorientasikan untuk seluas-luasnya kepentingan manusia.  
Model Bimbingan Konseling Islam Dalam Membentuk Karakter Sufistik Santri Era Revolusi Industri Generasi Keempat Fithriyah, Imaniyatul
FIKROTUNA Vol 9 No 1 (2019): Volume 9, No. 1, Juli 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/jf.v9i2.3491

Abstract

Era revolusi industri 4.0 atau era generasi keempat memberikan dampak terhadap dunia pendidikan termasuk di pesantren baik positif maupun negatif, hal ini terlihat dengan mudahnya informasi diperoleh dan diakses individu tanpa mengetahui asal usul informasi tersebut yang nantinya bisa menimbulkan fitnah dan kepanikan kepada orang lain. Mudahnya mengakses informasi tanpa mengetahui kebenarannya akan memunculkan berita palsu (hoax) yang mana perlu diantisipasi agar tidak menimbulkan perselisihan antar masyarakat baik di dunia maya maupun dunia nyata. Hal ini bukan hanya sekadar bagaimana mengurangi akses informasi tetapi hal yang lebih esensial yakni menyadarkan individu akan pentingnya pemberian bimbingan dengan pendekatan sufistik. Dunia pendidikan dipesantren sebagai lini terdepan dalam peningkatan karakter sufistik santri sehingga mampu beradaptasi dan menyesuaikan dengan potensi pada abad 21 ini. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk merekonstruksi model bimbingan konseling Islam dalam membentuk karakter sufistik santri di era revolusi industri 4.0. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian teoritis-deskriptif berbasis library research. Adapun hasil penelitian ini yakni model bimbingan konseling Islam dapat membentuk karakter sufistik santri dengan memberikan bantuan kepada konseli atau santri agar dapat mengembangkan segala fithrah-nya untuk menghadapi masalahnya sesuai dengan tuntunan ajaran Islam, dalam artian konseli atau santri mampu hidup selaras dengan ketentuan dan petunjuk Allah SWT, yaitu; a) selaras dengan kodratnya yang ditentukan Allah, selaras dengan sunnatullah, selaras dengan hakikatnya sebagai makhluk Allah; b) selaras dengan pedoman yang telah ditentukan oleh Allah melalui Rasul-Nya; c) menyadari eksistensinya sebagai makhluk Allah yang diciptakan untuk menyembah atau mengabdi  kepada Allah dalam arti seluas-luasnya
Implementasi Lima Nilai Budaya Kerja di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas Thontowi, Zulkifli Syauqi; Qowim, Muhammad; Dardiri, Achmad
FIKROTUNA Vol 9 No 1 (2019): Volume 9, No. 1, Juli 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/jf.v9i2.3490

Abstract

Ketimpangan dalam kinerja pegawai melatarbelakangi paper ini. Implementasi lima nilai budaya kerja kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banyumas menunjukkan semangat kerja yang harus ada sebagai penunjang kinerja baik dalam kantor. Penerapan lima nilai budaya kerja Kemenag bermaksud untuk membuat kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) lebih kompetitif, efektif, dan berdaya energik dalam pelayanan program yang direncanakan dapat terlaksana dengan baik. Latar belakang penelitian ini berangkat dari problem kinerja ASN pada kantor Kemenag Banyumas yang kaku dan kurang ada gairah atau semangat kerja yang efektif dan maksimal. Penelitian ini merupakan penelitian dalam permasalahan komunikasi yang kurang maksimal antar ASN sehingga perlu peningkatan profesionalisme komunikasi, integritas pegawai, inovasi berimbang, tanggung jawab bersama, dan keteladanan di lingkungan kantor Kemenag Kabupaten Banyumas.
Dinamika Pendidikan Islam Multikultural Perspektif Tradisi dan Perkembangan Pesantren di Indonesia Zainullah, Zainullah; Sayyi, Ach
FIKROTUNA Vol 9 No 1 (2019): Volume 9, No. 1, Juli 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/jf.v9i2.3489

Abstract

Bangsa Indonesia adalah terdiri dari sejumlah kelompok budaya, etnis, ras, dan agama, sehingga Bangsa Indonesia dapat dikelompokkan atau dikatagorikan sebagai masyarakat beragam (multikultural). Salah satu indikatornya adalah beragamnya, etnis, budya, suku dan Agama dimana Islam sebagai agama mayoritas. tumbuh kembangnya agama Islam di Indonesia ini tidak lepas dari peran kelembagaan pendidikan Islam seperti madrasah dan pesantren. Melalui rtikel ini akan dijelaskan secara singkat tentang; 1) pesantren dan perkembangannya; 2) tradisi pesantren sebagai wajah Islam Indonesia, dan 3) nilai-nilai multikultural pada pesantren. Hal ini penting diketahui sebagai fokus pembahasan dalam artikel ini. Untuk mengungkap dan menjelaskan tiga fokus diatas maka harus ditopang melalui beberapa teori sebagai pisau analisis, yaitu tentang pesantren, tradisi pesantren, dan nilai-nilai multikultural. Adapun metode penulisan artikel ini melalui pendekatan kualitatif, sedangkan jenis penelitiannya teoritis-deskriptif berbasis library research. Hasil dari research tersebut bahwa; a) perspektik sejarah pesantren sebagai wajah Islam Indonesia yang ramah, dan toleran mampu bertahan selama berabad-abad dan memberikan warna sampai dewasa ini; b) sebagian dari tradisi pesantren antara lain adalah local wisdom dengan berbentuk system nilai dan interaksi social yang dimiliki merupakan ruang yang sarat makna karena terbentuk oleh kekuatan masyarakat pesantren sendiri dan bersumber dari kekuatan agama; c) nilai multikulturalisme pesantren dapat dilihat melalui kearifan lokal, seperti perkawinan, kekerabatan, keharmonisan keluarga, silaturrahim, membangun persaudaraan (ukhuwah), menjenguk orang sakit, menyantuni anak yatim, gotong royong, solidaritas, saling menghormati, mengedepankan dialog, moderat dan toleran
Peran Agama dalam Pembentukan Karakter Manusia pada Lembaga Pendidikan Fauzan, Fauzan
FIKROTUNA Vol 9 No 1 (2019): Volume 9, No. 1, Juli 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/jf.v9i2.3488

Abstract

Islam adalah agama kaffah yang mengatur segala aspek kehidupan manusia. Agama seharusnya dijadikan kunci dari semua persoalan hidup manusia, karena dengan berpegang teguh kepada konsep agama, akan menjadi solusi dari semua permasalahannya. Peran agama sangat dominan sekali dalam diri manusia, karena manusia sebetulnya sudah diikat dengan sebuah perjanjiann ketika Allah mulai menciptakan manusia dalam bentuk janin, dimana manusia telah mengakui dan bersaksi terhadap Allah. Tulisan ini diharapkan memberikan tuntutan kepada sesiapa yang membaca agar dapat memahami bagaimana dirinya dapat menjalani kehidupan di dunia dengan mengikuti konsep dan petunjuk agama sehingga menjadi peribadi yang berkarakter  (berakhlak) baik terhadap Allah, terhadap sesama manusia, dan terhadap lingkungannya. Dengan memiliki karakter sebagaimana tuntunan agama, akan menjadikan manusia dapat dengan leluasa menjalani kehidupan di dunia, dan di akhirat akan dimuliakan oleh Allah.
Pekan Ngaji dan Peningkatan Motivasi Belajar Siswa Kelas X MA C Mambaul Ulum Bata-Bata Ridho, Ali
FIKROTUNA Vol 9 No 1 (2019): Volume 9, No. 1, Juli 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/jf.v9i2.3486

Abstract

Penelitian tentang Pekan Ngaji dan Peningkatan Motivasi Belajar Siswa di Kelas X MA C Mambaul Ulum Bata-Bata ini dilakukan untuk mengetahui bagai peran pekan ngaji yang menjadi agenda tahunan pondok pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata berkonstribusi terhadap peningkatan motivasi belajar siswa kelas X MA. C, sebuah kelas yang secara langsung menikmati program ini karena akan menjadi objek pembinaan (ngaji) sebagai peserta. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif. Pendekatan yang akan kami pakai adalah Pendekatan Fenomenologis dengan pendekatan diskriptif yang menggambarkan tentang motivasi belajar siswa kelas X MA C. Mambaul Ulum Bata-Bata. Penelitian yang kami lakukan ini digunakan sejumlah metode jaring data, yaitu: observasi, wawancara, dan studi dokumen. Setelah data diperoleh, maka dianalisis dengan metode analisis data deskriptif-analitis. Dari penelitian ini didapatkan hasil bahwa motivasi siswa kelas X MA. C sangat meningkat dengan pesat. Berdasarkan analisis peneliti motivasi mereka adalah biogenetis atau motif yang berasal dari kebutuhan-kebutuhan organisme demi kelanjutan hidupnya, motif sosiogenetis dan teologis. Indikasi yang paling nampak dari mereka adalah keikutsertaannya pada ekstra pondok pesantren yaitu badan otonom.
Peran Badan Ansor Anti Narkoba (BAANAR) dalam Menanggulangi Peredaran Narkoba di Pamekasan Syarif, Zainuddin
FIKROTUNA Vol 9 No 1 (2019): Volume 9, No. 1, Juli 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/jf.v9i2.3485

Abstract

Hasil penelitian ini mengungkap makna peran Badan Ansor Anti Narkoba (BANAAR) di balik fenomena maraknya peredaran narkoba di tengah-tengah banyaknya pesantren terutama di Kabupaten Pamekasan Jawa timur, di mana daerah ini berada di tengah-tengah masyarakat yang bisa dibilang sudah cukup maju dalam segi pendidikan. Dari tahun ke tahun, perddaran narkoba semakin memperlihatkan intensitasnya. Berdasar pada data Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Pamekasan yang menunjukkan dalam kurun waktu hampir sepanjang tahun 2016 meningkat mencapai 15,69 persen jika kita dibandingkan kasus yang sama selama tahun 2015. Paling tidak ada empat (4) hal poin penting dari hasil penelitian ini yang di antaranya: 1) penelitian ini mendeskripsikan pola pencegahan BANAAR berkerja sama dengan pesantren terhadap peredaran narkoba di Kabupaten Pamekasan. 2) menemukan strategi dan pendekatan yang dilakukan oleh BANAAR bekerjasama dengan BNK dan kepolisian yang secara refresif persuasif sehingga diharapkan peredaran narkoba dapat diminimalisir. 3) peran BANAAR dalam mengawal arus perkembangan teknologi, karena teknologi bagian dari faktor penting dalam pengidaran sehingga tingkat permasalahan narkoba di Indonesia juga semakin meningkat. 4) rekomendasi-rekomendasi kepada BANAAR, karena masih harus lebih mempersiapan yang matang dan lebih serius atas perencanaan dari program-program yang terarah, efektif, efisien dan professional dalam penanggulangan peredaran narkoba.
Islamisasi Nusantara dan Sejarah Sosial Pendidikan Islam Alfiani, M. Miftah; Suweleh, Samiha; Jannah, Lilis Kholifatul; Mahfud, Choirul
FIKROTUNA Vol 9 No 1 (2019): Volume 9, No. 1, Juli 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/jf.v9i2.3431

Abstract

The process of entering Islam in Indonesia and to do with the development of Islamic education in the days before the arrival of Islam. The role of the muballigh and trader from Saudi who make trade relations with the Indonesian people really help the process of the entry of Islam in Indonesia. Apart from trade then followed up by the religious teacher and sufi travelers. The history of Islamic education had come to very pertaining to Islamic history so there is period history among them a period of classic, Islamic education a middle period and modern period. The process of Islamic education at first goes on not just limited to one place and time it, but wherever and whenever when there was contact between muballigh, merchants and natives, then at that moment also was also conducted. Islamic education system at first raged on in a family environment, but is expanding in surau, the mosque, and eventually go on home the nobles.
Pemahaman Islam dan Kristen Menurut Pandangan M. Talbi ‘Iyalullah: Afkar Jadidah Fi ‘Alaqah Al–Muslimin’ Rakhmawati, Ellya; Abdullah, M. Amin; Suyati., Tri
FIKROTUNA Vol 9 No 1 (2019): Volume 9, No. 1, Juli 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/jf.v9i2.3300

Abstract

Dalam pandangan M. Talbi, kita melihat suatu dimensi yang lebih praktis daripada dalam pandangan Arkoun, dan lain–lain. M. Talbi menggambarkan dialog sebagai salah satu bagian yang penting bagi manusia untuk menjadi religius dan manusiawi, menjadi seorang yang sepenuhnya berserah diri kepada kehendak Allah. Orang Kristen dan Muslim bersama-sama membuat perdamaian dan keadilan antara dua komunitas agama. Sebagai objek dari dialog Muslim–Kristen, M. Talbi mempelajari warisan nilai spiritual dari agama yang mengikuti tradisi alkitabiah. Talbi juga menjelaskan bahwa dari perspektif Qur’aniah, dialog merupakan suatu persoalan keagamaan yang diperintahkan oleh Wahyu. Seluruh Wahyu sebagaimana dilihat oleh M. Talbi dalam kalimat Qur’an, memerintahkan manusia, Nabi, Umat Muslim, untuk terlibat dalam dialog dengan manusia pada umumnya, dan khususnya dengan orang–orang beriman dari agama kitab. Inti dari pemahaman keagamaan tentang dialog adalah “rekonsiliasi atau penyelenggaraan hubungan baru”.
Kajian Refleksi Teori Pengembangan Karakter Anak Melalui Pembelajaran Agama Perspektif Albert Bandura Muali, Chusnul; Rohmatika, Putri Naily
FIKROTUNA Vol 9 No 1 (2019): Volume 9, No. 1, Juli 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada era reformasi saat ini, pendidikan karakter telah mengalami kemerosotan yang ditandai dengan meningkatnya kenakalan remaja, korupsi serta penyimpangan-penyimpangan moral yang dilakukan oleh para pelajar dan intelek menunjukkan pendidikan karakter telah terkikis secara bertahap. Di sinilah peran sekolah memegang peranan penting dalam pengembangan karakter melalui pembelajaran agama. Dalam prosesnya pembelaran agama di sekolah sudah seharusnya menggunakan dua pendekatan pembelajaran, yaitu transfer of knowlage dan transfer of value. Disinkronkan dengan teori sosial kognitif Albert Bandura,  guru sebagai model (contoh) sedangkan murid sebagai pengamat. Sebagai pengamat, terjadi dua proses dalam belajar yaitu: 1) proses imitation (peniruan), yaitu proses belajar mengubah dirinya sendiri melalui stimulus tertentu, 2) proses modeling, (contoh) yaitu proses  mengubah perilakunya sendiri melalui pengamatan terhadap perilaku orang lain.