AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian
ISSN : 26152207     EISSN : 2579843X
AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian (AGROSAINSTEK: Journal of Agricultural Science and Technology) is a journal that publishes research articles, review articles, and research notes related to agrotechnology in both Bahasa and English. The published fields consist of plant cultivation, plant breeding, plant ecophysiology, seed science, land agriculture, post-harvest, plant pests and diseases, weeds, agricultural technology, and agricultural biotechnology.
Articles
25
Articles
Keragaan Tanaman Ubi Kayu Lokal Bangka dengan Pemberian Mikoriza di Tanah Masam

Lestari, Tri, Apriyadi, Rion, Setiawan, Fajar

AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 2 No 1 (2018): AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (697.369 KB)

Abstract

Tanaman ubi kayu lokal Bangka belum dilakukan konservasi secara maksimal karena produksinya masih rendah dibandingkan produksi varietas nasional.  Salah satu cara untuk menciptakan kondisi lingkungan sehingga mampu di konservasi di tanah masam dengan pemberian mikoriza. Tujuan penelitian untuk meningkatkan optimalisasi pertumbuhan dan produksi ubi kayu lokal Bangka di tanah masam. Percobaan penelitian dilaksanakan di tanah masam dengan pH 4,4 (sangat masam) dan P-Bray 1 5,8 ppm (sangat rendah) Desa Balunijuk Merawang Kabupaten Bangka bulan September 2016 – Mei 2017. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok faktorial (RAKF) dengan 2 faktor yaitu faktor pertama ubi kayu lokal Bangka, yang terdiri : Sutera, Mentega, Batin, 3 bulan dan varietas Malang (sebagai pembanding) dan faktor kedua pemberian mikoriza. Hasil penelitian menunjukkan bahwa klon Sutera memiliki tinggi tanaman dan produksi terbaik di tanah masam. Pemberian mikoriza dengan dosis 50 g/tanaman mampu meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman ubi kayu lokal Bangka. Tanaman ubi kayu lokal Bangka menunjukkan keragaan terhadap pertumbuhan dan produksi di tanah masam.  Konservasi tanaman ubi kayu lokal Bangka di tanah masam dapat di optimalisasi pertumbuhannya dengan  menggunakan klon lokal Bangka, namun produksi varietas nasional lebih tinggi dibandingkan dengan Ubi kayu lokal Bangka.

Determinasi Pengaruh Populasi Walang Sangit (Leptocorisa oratorius Fabricius) terhadap Hasil Gabah Padi Sawah di Desa Kimak, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka

Winarsi, Winarsi, Aini, Sitti Nurul, Apriyadi, Rion

AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 2 No 1 (2018): AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (720.249 KB)

Abstract

Tanaman padi merupakan sumber utama makanan pokok bagi masyarakat Indonesia, begitu pula di Provinsi Bangka Belitung. Budidaya tanaman padi masih melalui berbagai kendala, salah satunya adalah hama walang sangit (Leptocorisa oratorius Fabricius), yang menyerang tanaman padi setelah berbunga dengan mengisap gabah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh populasi L.oratorius terhadap hasil padi, untuk mengetahui jumlah L. oratorius yang dapat menurunkan hasil padi 15% dan untuk mengetahui persentase kehilangan beras berdasarkan jumlah populasi L.oratorius di desa Kimak, Kabupaten Merawang, Kabupaten Bangka. Penelitian dilakukan pada bulan November 2017 sampai Januari 2018 di sawah di desa Kimak. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 8 perlakuan dan 2 ulangan. Perlakuannya adalah perbedaan populasi L.oratorius. Terdiri dari: tanpa L.oratorius, 2 L.oratorius, 3 L.oratorius, 4 L.oratorius, 5 L.oratorius, 6 L.oratorius, 7 L.oratorius dan 8 L.oratorius. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah L.oratorius berpengaruh nyata terhadap hasil padi, 3 populasi L.oratorius per 50 cm x 50 cm mampu menurunkan hasil padi sebesar 15% dan persentase kehilangan hasil pada perlakuan 2 - 8 L. oratorius sekitar 10,97% sampai dengan 28,98%.

Penampilan Beberapa Genotip Kedelai Hasil Seleksi pada Lingkungan Ternaungi di Bawah Tegakan Karet

Alia, Yulia, Soverda, Nerty, Lestari, Ardiyaningsih Puji, Fitriani, Miranti Sari

AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 2 No 1 (2018): AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.653 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penampilan genotip-genotip baru kedelai hasil seleksi pada lingkungan ternaungi di bawah tegakan karet serta membandingkannya dengan penampilan varietas kedelai unggul.  Percobaan lapang disusun dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok satu faktor yaitu genotip yang terdiri dari 4 genotip kedelai hasil seleksi pada naungan buatan dan 1 varietas kedelai unggul toleran naungan sebagai perlakuan.  Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali.  Unit percobaan berupa petakan dengan ukuran 3 m x 2 m dengan populasi tanaman 100 batang per petakan. Sepuluh tanaman digunakan sebagai tanaman sampel. Pengamatan dilakukan terhadap variabel-variabel pertumbuhan dan hasil.  Variabel pertumbuhan yang ukur adalah tinggi tanaman, jumlah cabang, dan diameter batang, sedangkan variabel hasil yang diamati meliputi jumlah polong per tanaman, bobot 100 biji, dan bobot biji 10 tanaman. Data hasil pengamatan dianalisis dengan Sidik Ragam dan dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan  pada taraf α 5 % untuk membandingkan genotip-genotip yang diuji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua genotip kedelai hasil seleksi yang diuji memberikan penampilan yang sama dengan varietas kedelai unggul Anjasmoro dalam  hal diameter batang, jumlah cabang, jumlah polong per tanaman, bobot 100 biji, serta bobot biji 10 batang tanaman.  Perbedaan penampilan terlihat dalam hal tinggi tanaman dimana genotip-genotip hasil seleksi memperlihatkan penampilan yang nyata lebih pendek dibandingkan   dengan Varietas Anjasmoro

Seleksi Aksesi Padi Lokal Bangka Melalui Pengujian Variabilitas dan Heritabilitas

Prayoga, Gigih Ibnu, Mustikarini, Eries Dyah, Pradika, Desti

AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 1 No 2 (2017): AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.062 KB)

Abstract

Seleksi tanaman tetua merupakan tahapan awal kegiatan persilangan. Tanaman tetua biasanya berasal dari plasma nutfah karena memiliki diversitas yang tinggi dan potensi yang bagus. Pengujian plasma nutfah yang potensial bisa dilakukan memlalui uji variabilitas dan heritabilitas. Tujuan penelitian ini yaitu menyeleksi tanaman tetua padi untuk kegiatan pemuliaan tanaman berdasarkan nilai variabilitas dan heritabilitas. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian, Perikanan, dan Biologi, Universitas Bangka Belitung. Penelitian menggunkan metode ekperimental Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga ulangan. Perlakuan yang digunakan berupa tujuh aksesi padi lokal, yaitu Grintil, Balok Runti, Mukud Besak, Mayang Curui, Payang Tebing, Balok Lutong and Balok Lukan Jintan. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa terdapat perbedaan karakter antara tujuh aksesi padi lokal Bangka yang diuji. Heritabilitas tinggi untuk tujuh padi lokal Bangka diperoleh pada karakter karakter tinggi tanaman, waktu berbunga, panjang malai, jumlah biji hampa, waktu panen, panjang biji, lebar biji, berat 1000 biji, jumlah biji total, dan hasil biji/rumpun. Variabilitas luas diperoleh pada karakter panjang biji. Aksesi Balok Runti dan Payak Tebing direkomendasikan sebagai tanaman tetua untuk kegiatan pemuliaan selanjutnya. 

Potensi Endofit Akar Bambu sebagai Biokontrol Patogen Fusarium oxysporum Penyakit Kuning Tanaman Lada

Ropalia, Ropalia

AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 1 No 2 (2017): AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.223 KB)

Abstract

Penyakit kuning pada lada (Pipper nigrum L) yang disebabkan oleh infeksi nematoda parasit tanaman dan F. oxysporum spp. merupakan penyakit utama di Bangka. Luka akibat serangan nematoda parasit akan memudahkan infeksi F. oxysporum spp. Hal Ini menyebabkan tanaman peka terhadap kekeringan dan kekurangan unsur hara. Pemanfaatan mikrob endofit merupakan salah satu pengendalian hayati ramah lingkungan dan mendukung pertanian berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan mendapatkan isolat-isolat endofit yang mampu menghambat pertumbuhan patogen F. oxysporum secara in vitro. Endofit diisolasi dari akar akar bambu dan diuji potensi antagonisnya terhadap F.oxysforum dengan metode dual culture. Hasil diperoleh 1 isolat bakteri endofit dan 13 isolat cendawan endofit yang berpotensi menghambat pertumbuhan F. oxysporum secara in vitro. Kemampuan antagonisme bakteri endofit asal akar terhadap patogen F. oxysforum sebesar 28,25% dengan cara antibiosis dan cendawan endofit berkisar 11.00-58,25% melalui mekanisme kompetisi ruang dan nutrisi.    

Uji Efektifitas Agensia Hayati Metarizhium anisopliae Terhadap Hama Ulat Grayak (Spodoptera litura F) Secara In Vitro

Kusmiadi, Riwan, Aini, Sitti Nurul, Apriyadi, Rion, Ciko, Ciko

AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 1 No 2 (2017): AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (726.195 KB)

Abstract

Hama merupakan penyebab terjadinya penurunan dan produksi tanaman, salah satunya yaitu Spodoptera litura. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat mortalitas Spodoptera litura akibat infeksi Metarhizium anisopliae. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Agroteknologi Fakultas FPPB.  Penelitian menggunakan RAKF dengan 2 faktor. Faktor pertama (stadia larva) yaitu L1 = instar 3, L2= instar 4. Faktor kedua (Konsentrasi aplikasi) yaitu V0=kontrol, V1=30 g/l air, V2=35 g/l air, V3= 40 g/l air, V4= 45 g/l air. Analisis data menggunakan ANOVA taraf kepercayaan 5% dan uji lanjut menggunakan BNJ taraf kepercayaan 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada konsentrasi 30 g/l air dan 35 g/l air tingkat mortalitas mencapai 88,89 % sedangkan konsentrasi 40 g/l air dan 45 g/l air sebesar 100% dengan rentang waktu kematian rata-rata 3 sampai 7 hari . Larva yang terinfeksi M. anisopliae mengalami perubahan perilaku seperti nafsu makan berkurang, gerakan larva menjadi lamban, tubuh lunak, tidak aktif, serta terjadinya perubahan warna menjadi hitam dengan sebagian tubuh larva ditumbuhi miselium.

Pengaruh Lumpur Laut Cair dan Pupuk Kotoran Sapi Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah di Tanah Gambut

Abdurrahman, Tatang, Radian, Radian

AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 1 No 2 (2017): AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.506 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lumpur laut cair dan pupuk kotoran sapi terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah di tanah gambut dan mengetahui dosis terbaik untuk meningkatkan produksi bawang merah. Penelitian dilaksanakan di rumah plastik kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak sejak bulan April sampai Juni 2016. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola faktorial dan diulang sebanyak tiga kali dengan faktor pertama adalah lumpur laut cair (0.3; 0,6; 0,9 L tanaman-1), sedangkan faktor kedua adalah pupuk kotoran sapi (25; 50; 75 g tanaman-1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara pemberian lumpur laut cair dan pupuk kotoran sapi dalam mempengaruhi jumlah anakan per rumpun, jumlah umbi dan berat segar umbi bawang merah. Namun demikian efek interaksi antara pemberian lumpur laut cair dan pupuk kotoran sapi, maupun efek mandiri pemberian lumpur laut cair dan pupuk kotoran sapi masing-masing teruji tidak bermakna dalam mempengaruhi tinggi tanaman bawang merah. Perlakuan lumpur laut cair 0.6 L tanaman-1 dan pupuk kotoran sapi 75 g tanaman-1 dapat meningkatkan hasil bawang merah di tanah gambut.

Respon Antera Lilium longiflorum Thunb. dengan Berbagai Stadium Perkembangan Mikrospora pada Kombinasi Konsentrasi Zat Pengatur Tumbuh

Anggraeni, Anggraeni, Iriawati, Iriawati

AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 1 No 2 (2017): AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (856.513 KB)

Abstract

Tingkat perkembangan mikrospora yang tepat untuk dijadikan eksplan menjadi faktor penentu keberhasilan kultur antera. Antera yang mengandung mikrospora dengan stadium sel induk hingga binukleat dikultur pada media Murashige dan Skoog (MS) dengan beberapa kombinasi zat pengatur tumbuh. Media NAA 7,5 mM + BAP 0,75 mM dengan ukuran kuncup 0,6-2,0 cm (stadium sel induk mikrospora) merupakan kombinasi yang cocok dalam inisiasi kalus, tunas tidak langsung dan tunas langsung dengan persentase pertumbuhan masing-masing 30%; 16,6%; dan 14,8%. Penghitungan jumlah kromosom pada sel  ujung akar terhadap 89 regeneran hasil kultur antera didapatkan 85 regeneran (95,5%) dengan tingkat ploidi diploid dan 4 regeneran aneuploid (4,5%), namun tidak didapatkan regeneran yang haploid. Hasil ini menunjukkan bahwa regeneran yang dihasilkan berasal dari pembelahan sel-sel somatik.

Respons Beberapa Kultivar Kacang Hijau (Vigna radiata L. Wilczek) terhadap Pemupukan Nitrogen Kedua Pada Awal Fase Reproduktif

Nusifera, Sosiawan, Simanjuntak, JS, Fitriani, MS

AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 1 No 2 (2017): AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.5 KB)

Abstract

Penelitian yang betujuan mengetahui respons beberapa kultivar kacang hijau terhadap pemupukan nitrogen kedua pada awal fase reproduktif dan mendapatkan dosis terbaik pada tiap kultivar, telah dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Jambi mulai dari bulan Januari sampai dengan Maret 2016. Percobaan disusun dalam Rancangan Acak Kelompok  pola faktorial dengan dua faktor   yang diulang dua kali. Faktor pertama adalah kultivar kacang hijau yang terdiri atas empat kultivar, yaitu ‘Betet’,’Walet’, ‘Parkit’, ‘Perkutut’, dan faktor kedua adalah dosis pupuk nitrogen lanjutan yang terdiri atas empat taraf yaitu tanpa pemupukan 30 kg N ha-1 , 40 kg N ha-1 , 50 kg N ha-1. Variabel yang diamati yaitu Periode reproduktif (hari), Jumlah polong per tanaman, Jumlah polong berisi per tanaman, Bobot biji per tanaman (g), Bobot 1000 biji (g). Data diolah dengan analisis varians yang dilanjutkan dengan uji BNT dengan taraf 5%.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan respons empat kultivar kacang hijau terhadap pemupukan nitrogen kedua pada awal fase reproduktif, khususnya pada variabel jumlah polong berisi per tanaman dan bobot biji per tanaman. Dosis  terbaik pada tiap-tiap kultivar yang dapat meningkatkan hasil  adalah kultivar walet 40 kg ha-1, kultivar parkit 30 kg ha-1, pada kultivar betet dan perkututpemupukan tidak memberikan pengaruh.   

Karakterisasi Morfologi dan Potensi Hasil Durian Lokal Bangka

Mustikarini, Eries Dyah, Khodijah, Nyayu Siti, Yulistia, Yulistia

AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 1 No 1 (2017): AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.56 KB)

Abstract

Durian adalah tanaman yang mudah mengalami erosi genetik. Eksplorasi dan karakterisasi harus dilakukan untuk melindungi plasma nutfah durian lokal Bangka.Penelitian ini bertujuan untuk karakterisasi morfologi, menentukan hubungan kekerabatan dan potensi hasil aksesi durian lokal Bangka.  Penelitian dilaksanakan bulan Desember 2011 sampai Februari 2012 di Kabupaten Bangka Barat, Bangka Tengah dan Bangka Selatan.  Penelitian terbagi dalam kegiatan yaitu ekplorasi, identifikasi dan karakterisasi. Berdasarkan hasil eksplorasi didapatkan 11 aksesi berasaldari bangka barat, 7 aksesi dari bangka selatan dan lima aksesi dari bangka tengah.  23 aksesi yang didapatkan mengelompok membentuk 5 kelompok pada tingkat kesamaan 60%.  Potensi hasil rata-rata buah durian lokal Bangka mencapai 40-250 buah/tahun. Durian dengan potensi hasil tertinggi adalah aksesi Sigajah dengan rata-rata berat buah 2.3 kg dan hasil 60-140 buah/pohon.