AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian
ISSN : 26152207     EISSN : 2579843X
AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian (AGROSAINSTEK: Journal of Agricultural Science and Technology) is a journal that publishes research articles, review articles, and research notes related to agrotechnology in both Bahasa and English. The published fields consist of plant cultivation, plant breeding, plant ecophysiology, seed science, land agriculture, post-harvest, plant pests and diseases, weeds, agricultural technology, and agricultural biotechnology.
Articles
23
Articles
Pemanfaatan Colopogonium mucunoides sebagai Pupuk Hijau terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Tomat di Media Tailing Pasir Pasca Penambangan Timah

Ramadhika, Juanda, Santi, Ratna, Apriyadi, Rion

AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 2 No 2 (2018): AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (790.359 KB)

Abstract

Pupuk hijau (Colopogonium mucunoides) merupakan salah satu jenis pupuk organik yang berasal dari tanaman leguminosae. Pupuk hijau berpotensi meningkatkan unsur hara tanah, terutama unsur hara N (nitrogen). Pemanfaatan pupuk hijau pada lahan pasca penambangan timah bertujuan untuk memperbaiki bahan organik tanah dan memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi pasir tailing. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui respon pertumbuhan dan produksi tomat dengan penambahan Colopogonium mucunoides sebagai pupuk hijau pada media tailing pasca penambangan timah. Penelitian dilakukan pada bulan Maret sampai Juni 2017 di Kebun Percobaan dan Penelitian, Fakultas Pertanian, Perikanan, dan Biologi Universitas Bangka Belitung. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap satu faktor. Tingkat perlakuannya adalah: CM0 = 0 g / tanaman, CM1 = 200g / tanaman, CM2 = 400g / tanaman, CM3 600 g / tanaman, CM4 = 800 g / tanaman, CM5 = 1000g / tanaman. Setiap perlakuan diulang 3 kali sehingga  diperoleh  18  unit  percobaan.  Setiap  unit  percobaan  terdiri  dari  4  sampel.  Hasil percobaan menunjukkan bahwa tanaman tomat dengan pupuk hijau (Colopogonium mucunoides) memberikan berbagai respon terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman tomat pada media tailing pasca penambangan timah. Pemanfaatan Colopogonium mucunoides sebagai pupuk hijau tidak berpengaruh signifikan terhadap semua parameter yang diamati

Peningkatan Kualitas Fisika Tanah Guna Efisiensi Air Melalui Pengkayaan Media Tanam Dengan Kompos Plus Pada Budidaya Tanaman Jagung Manis

Sugiono, Darso, Subardja, Vera O, Sudjana, Briljan

AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 2 No 2 (2018): AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (669.523 KB)

Abstract

Sifat fisik tanah memegang peranan penting dalam ketersediaan unsur hara dan air bagi tanaman. Tanah kering adalah salah satu tanah marginal yang memiliki potensi untuk digunakan sebagai lahan budidaya Jagung. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Kasa PT. Pupuk Kujang Cikampek. Penelitian diawali dengan pembuatan kompos plus dengan menggunakan limbah media tanam jamur merang yang diperkaya dengan Azotobacter sp dan Pseudomonas sp. Penelitian dirancang dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial. Faktor pertama adalah dosis pupuk organik dengan taraf O1 = tanpa kompos plus (0 ton kompos plus ha-1), O2 = 50 % dosis anjuran (10 ton kompos plus ha-1) dan O3 = 100 % dosis anjuran (20 ton kompos plus ha-1). Faktor kedua adalah volume air dengan 4 taraf perlakuan yaituV1 = 25% volume air kapasitas lapang, V2 = 75% volume air kapasitas lapang, V3 = 100% volume airkapasitas lapang dan V4 = 150% volume air kapasitas lapang. Perhitungan kebutuhan air kapasitas lapang akan dilakukan dengan metode gravimetri. Sifat fisika tanah dianalisa dengan mengacu pada metode analisa Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian tahun 2006. Hasil penelitian menunjukan penggunaan kompos plus dapat meningatkan kualitas sifat fisik tanah pada kegiatan budidaya tanaman jagung dilahan kering, seperti kadar air, bulk density, porositas tanah. Penggunaan kompos plus mampu mensubtitusi kebutuhan air tanaman Jagung terlihat dengan pertumbuhan dan hasil tanaman Jagung pada kondisi cekaman air namun diberikan kompos plus tetap memberikan performa dan hasil yang baik.

Karakterisasi Plasma Nutfah Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) Lokal Asal Bangka Berdasarkan Karakter Morfologi

Kusmiadi, Riwan, Prayoga, Gigih Ibnu, Apendi, Fitra, Alfiansyah, Alfiansyah

AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 2 No 2 (2018): AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1017.779 KB)

Abstract

Produksi  kacang tanah  dapat  ditingkatkan  melalui penggunaan benih unggul yang berasal dari plasma nutfah lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik morfologi aksesi kacang tanah lokal Bangka serta hubungan kekerabatan antara berbagai aksesi kacang tanah lokal Bangka. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan dan Penelitian, Universitas  Bangka  Belitung  dari bulan   Maret   sampai   Agustus   2017.   Penelitian   ini   menggunakan   RAK  dengan  perlakuan sembilan aksesi lokal dan satu varietas unggul nasional. Sembilan aksesi tersebut adalah aksesi Bedeng Akeh, Lubuk kelik, Matras, Sungailiat, Arung Dalam, Belimbing, Jongkong, Air Ketimbai 1, dan air Ketimbai 2.  Varietas  unggul  nasional  adalah  varietas  Kancil.  Analisis hubungan kekerabatan dilakukan dengan UPGMA.  Hasil  karakterisasi  morfologi  menunjukan  memiliki kesamaan dalam karakter yaitu bentuk tanaman, tipe percabangan, warna batang, warna daun, warna bunga, bentuk paruh, dan variasi warna biji. Adapun perbedaan yaitu bentuk daun, bentuk pinggang, jaringan kulit, dan warna biji. Hasil analisis kekerabatan karakterisasi morfologi menunjukan 4 grup pada kemiripan 87%. Grup pertama yaitu aksesi Belimbing, Jongkong, Air Ketimbai 2, Sungailiat, dan varietas Kancil. Grup kedua yaitu aksesi Matras, Lubuk Kelik, dan Bedeng Akeh. Grup ketiga aksesi Air Ketimbai 1 dan grup keempat aksesi Arung Dalam.

Peningkatan Kualitas Lada Putih dengan Kombinasi Lama Perendaman dan Penambahan Daun Karamunting (Melastoma malabathricum)

Putri, Yasa, Kusmiadi, Riwan, Aini, Sitti Nurul

AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 2 No 2 (2018): AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (587.708 KB)

Abstract

Perendaman lada putih dengan penambahan daun karamunting (Melastoma malabathricum) merupakan salah satu upaya penanganan pascapanen lada. Tujuan penelitian yaitu mempercepat proses perendaman dengan penambahan daun karamunting yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas lada putih. Penelitian ini dilakukan di Desa Balunijuk, Kabupaten Bangka Induk, pengujian kualitas di Balai UPTD Sertifikasi dan Pengendalian Mutu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kepulauan Bangka Belitung dan Lingkungan Hidup. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF) dengan 2 faktor perlakuan. Faktor pertama (P) 4 taraf lama perendaman: (P0) kontrol 14 hari, (P1) 9 hari, (P2) 7 hari, (P3) 5 hari. Faktor kedua (K) penambahan dosis daun karamunting: (K0) kontrol tanpa pemberian dosis, (K1) 100 g, (K2) 150 g dan (K) 200 g. Setiap unit percobaan terdiri 2 kg buah lada. Uji lanjut menggunakan DMRT dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan lama perendaman berpengaruh terhadap peubah kadar benda asing, kadar biji kehitam-hitaman, dan kadar minyak atsiri. Perendaman selama 5 hari menghasilkan nilai minyak atsiri lebih tingggi yaitu 2,44%. Tidak ada interaksi antara lama perendaman dengan penambahan daun karamunting terhadap kualitas lada putih.

Pengaruh Iradiasi Sinar Gamma pada Karakter Kualitas Hasil Umbi Tiga Aksesi Ubi Kayu (Manihot esculenta Crantz) Asal Bangka

Damaita, Iz, Lestari, Tri, Apriyadi, Rion

AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 2 No 2 (2018): AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.137 KB)

Abstract

Tanaman ubi kayu (Manihot esculenta Crantz) merupakan tanaman pangan sumber karbohidrat setelah padi dan jagung. Ubi Kayu di Bangka masih memiliki kandungan Fitokimia yang masih tergolong sangat rendah. Tujuan penelitan untuk mengetahui pengaruh perlakuan iradiasi pada kualitas ubi kayu pada aksesi lokal dan varietas nasional. Penelitian ini dilaksanakan selama 4 bulan dimulai bulan Oktober 2017 – Januari 2018, di Kebun Percobaan dan Penelitian, Laboratorium Agroteknologi, dan Laboratorium Dasar Fakultas Pertanian, Perikanan dan Biologi, Universitas Bangka Belitung. Penelitian ini menggunakan rancangan Split Plot Rancangan Acak Lengkap dengan Petak Utama adalah perlakuan radiasi sinar gamma dengan dosis 0 gray dan 15 gray sedangkan Anak Petak adalah aksesi atau varietas ubi kayu. Data kuantitatif dianalisis menggunakan uji F dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan iradiasi dan jenis aksesi mempengaruhi kualitas umbi. Perlakuan iradiasi mampu meningkatkan kadar pati, kadar air, dan kadar HCN. Aksesi rakit merupakan aksesi yang terbaik dari aksesi lainnya karena memiliki kualitas terbaik pada kadar pati, kadar air, kadar rendemen, dan kadar amilosa. Terdapat interaksi antara iradiasi dan aksesi seperti kadar abu dan kadar HCN.

Pengaruh Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Caisim (Brassica juncea) Terhadap Pemberian Abu Dasar Batubara (Coal Bottom Ash) dan Bahan Organik

Agustini, Rika Yayu

AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 2 No 1 (2018): AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.403 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis pemberian abu dasar batubara dan bahan organik yang optimal sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman caisim. Penelitian dilaksanakan di rumah kaca Laboratorium Fisika Tanah, Balai Penelitian Tanah, Laladon, Bogor dari bulan Agustus 2015 sampai dengan Januari 2016. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial. Faktor pertama adalah umur abu dasar (segar, 4 bulan dan 2 tahun). Faktor kedua adalah dosis abu dasar dengan tiga taraf  yaitu 0, 60 dan 120 gram/pot (setara dengan 0, 40 dan 80 ton/ha) dan faktor ketiga adalah dosis bahan organik dengan dua taraf yaitu 0 dan 15 gram/pot (setara dengan 0 dan 10 ton/ha). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian abu dasar segar dengan dosis 80 ton/ha dan bahan organik 10 ton/ha berpengaruh nyata terhadap peningkatan tinggi tanaman caisim. Sementara pada parameter jumlah daun dan bobot basah tanaman caisim, perlakuan yang memberikan pengaruh nyata adalah bahan organik 10 ton/ha. Dosis terbaik yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman caisim adalah abu dasar segar dengan dosis 80 ton/ha dan bahan organik 10 ton/ha.

Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Melon (Cucumis melo L) di Tanah Ultisol dengan Penambahan Pupuk Organik Cair (POC) Kulit Nanas

Santi, Ratna, Aini, Sitti Nurul, Darmawan, Nopan

AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 2 No 1 (2018): AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (756.15 KB)

Abstract

Pertumbuhan dan produksi tanaman dipengaruhi oleh penggunaan pupuk sehingga alternatif aplikasi teknologi yang dapat dilakukan yaitu dengan menggunakan pupuk organik cair (POC) dari limbah nenas. Penelitian ini dilaksanakan bertujuan untuk mengetahui pengaruh POC pada pertumbuhan dan produksi tanaman melon di tanah ultisol. Metode eksperimen yang digunakan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal dengan 7 taraf perlakuan yaitu: pupuk anorganik, 20 mL/1 liter air, 35 mL/1 liter air, 50 mL/1 liter air, P4 65 mL/1 liter air, P5 80 mL/ 1 liter air dan 95 mL/ 1 liter air. Hasil penelitian ini menunjukkan penggunaan pupuk organik cair (POC) tidak memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman melon.  Pertumbuhan tanaman melon perlakuan 20 mL/1 liter air cenderung lebih baik sedangkan untuk produksi cenderung lebih baik pada perlakuan 35 mL/ 1 liter air.

Keragaman Plasma Nutfah Pisang (Musa sp) di Pulau Bangka Berdasarkan Karakter Morfologi

Lesta, Lesta, Mustikarini, Eries Dyah, Prayoga, Gigih Ibnu

AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 2 No 1 (2018): AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1130.918 KB)

Abstract

Pisang (Musa sp) merupakan tanaman yang mempunyai kandungan gizi sangat baik, kaya akan mineral dan mengandung vitamin A, B kompleks, C dan B6. Plasma nutfah pisang di Bangka saat ini belum diketahui. Penelitian tentang keragaman plasma nutfah pisang di Pulau Bangka perlu dilakukan untuk mempertahankan plasma nutfah lokal Bangka. Penelitian ini dilaksanakan di Pulau Bangka. Karakterisasi plasma nutfah pisang meliputi karakter kualitatif dan karakter kuantitatif. Analisis kekerabatan antar genotipe plasma nutfah pisang di Pulau Bangka berdasarkan metode UPGMA. Hasil eksplorasi dan karakterisasi plasma nutfah pisang di Pulau Bangka terdapat 22 plasma nutfah. Hasil analisis hubungan kekerabatan terdapat empat klaster pada koefeisien 0,40 (40%). Klaster satu terdiri dari plasma nutfah Udang. Klaster dua terdiri dari plasma nutfah Jernang dan Rotan. Klaster tiga terdiri dari plasma nutfah Wei, Kapal, dan Abu. Klaster empat terdiri dari plasma nutfah Madu Manis, Madu Keling, Gembur, Jambi, 40 Hari, Bawang, Geda, Tematu, Serindit, Masak Ijau, Rejang, Madu Pulau, Kecit Lantai, Susu, Gede dan Lilin. Variabilitas karakter kuantitatif relatif luas.

Keragaan Tanaman Ubi Kayu Lokal Bangka dengan Pemberian Mikoriza di Tanah Masam

Lestari, Tri, Apriyadi, Rion, Setiawan, Fajar

AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 2 No 1 (2018): AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (697.369 KB)

Abstract

Tanaman ubi kayu lokal Bangka belum dilakukan konservasi secara maksimal karena produksinya masih rendah dibandingkan produksi varietas nasional.  Salah satu cara untuk menciptakan kondisi lingkungan sehingga mampu di konservasi di tanah masam dengan pemberian mikoriza. Tujuan penelitian untuk meningkatkan optimalisasi pertumbuhan dan produksi ubi kayu lokal Bangka di tanah masam. Percobaan penelitian dilaksanakan di tanah masam dengan pH 4,4 (sangat masam) dan P-Bray 1 5,8 ppm (sangat rendah) Desa Balunijuk Merawang Kabupaten Bangka bulan September 2016 – Mei 2017. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok faktorial (RAKF) dengan 2 faktor yaitu faktor pertama ubi kayu lokal Bangka, yang terdiri : Sutera, Mentega, Batin, 3 bulan dan varietas Malang (sebagai pembanding) dan faktor kedua pemberian mikoriza. Hasil penelitian menunjukkan bahwa klon Sutera memiliki tinggi tanaman dan produksi terbaik di tanah masam. Pemberian mikoriza dengan dosis 50 g/tanaman mampu meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman ubi kayu lokal Bangka. Tanaman ubi kayu lokal Bangka menunjukkan keragaan terhadap pertumbuhan dan produksi di tanah masam.  Konservasi tanaman ubi kayu lokal Bangka di tanah masam dapat di optimalisasi pertumbuhannya dengan  menggunakan klon lokal Bangka, namun produksi varietas nasional lebih tinggi dibandingkan dengan Ubi kayu lokal Bangka.

Determinasi Pengaruh Populasi Walang Sangit (Leptocorisa oratorius Fabricius) terhadap Hasil Gabah Padi Sawah di Desa Kimak, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka

Winarsi, Winarsi, Aini, Sitti Nurul, Apriyadi, Rion

AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 2 No 1 (2018): AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (720.249 KB)

Abstract

Tanaman padi merupakan sumber utama makanan pokok bagi masyarakat Indonesia, begitu pula di Provinsi Bangka Belitung. Budidaya tanaman padi masih melalui berbagai kendala, salah satunya adalah hama walang sangit (Leptocorisa oratorius Fabricius), yang menyerang tanaman padi setelah berbunga dengan mengisap gabah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh populasi L.oratorius terhadap hasil padi, untuk mengetahui jumlah L. oratorius yang dapat menurunkan hasil padi 15% dan untuk mengetahui persentase kehilangan beras berdasarkan jumlah populasi L.oratorius di desa Kimak, Kabupaten Merawang, Kabupaten Bangka. Penelitian dilakukan pada bulan November 2017 sampai Januari 2018 di sawah di desa Kimak. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 8 perlakuan dan 2 ulangan. Perlakuannya adalah perbedaan populasi L.oratorius. Terdiri dari: tanpa L.oratorius, 2 L.oratorius, 3 L.oratorius, 4 L.oratorius, 5 L.oratorius, 6 L.oratorius, 7 L.oratorius dan 8 L.oratorius. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah L.oratorius berpengaruh nyata terhadap hasil padi, 3 populasi L.oratorius per 50 cm x 50 cm mampu menurunkan hasil padi sebesar 15% dan persentase kehilangan hasil pada perlakuan 2 - 8 L. oratorius sekitar 10,97% sampai dengan 28,98%.