cover
Contact Name
Darwanto
Contact Email
bawal.puslitbangkan@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
bawal.puslitbangkan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap
ISSN : 19078229     EISSN : 25026410     DOI : -
Bawal Widya Riset Perikanan Tangkap dipublikasikan oleh Pusat Riset Perikanan yang memiliki p-ISSN 1907-8226; e-ISSN 2502-6410 dengan Nomor Akreditasi RISTEKDIKTI: 21/E/KPT/2018, 9 Juli 2018. Terbit pertama kali tahun 2006 dengan frekuensi penerbitan tiga kali dalam setahun, yaitu pada bulan April, Agustus, Desember. Bawal Widya Riset Perikanan Tangkap memuat hasil-hasil penelitian bidang “natural history” (parameter populasi, reproduksi, kebiasaan makan dan makanan), lingkungan sumber daya ikan dan biota perairan.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue " Vol 8, No 3 (2016): (Desember, 2016)" : 7 Documents clear
KOMPOSISI DANKELIMPAHAN LARVAIKAN SEBAGAI DASARPENGELOLAAN SUMBERDAYAIKANDITELUKCEMPI, NUSATENGGARABARAT Nastiti, Adriani Sri; Putri, Masayu Rahmia Anwar; Sentosa, Agus Arifin
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 8, No 3 (2016): (Desember, 2016)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.361 KB) | DOI: 10.15578/bawal.8.3.2016.137-146

Abstract

Kawasan pesisir Teluk Cempi sangat penting bagi pemijahan dan perkembangan awal siklus hidup berbagai jenis ikan. Tujuan  penelitian ini untuk mendapatkan informasi tentang komposisi, kelimpahan dan sebaran larva ikan di Teluk Cempi, Nusa Tenggara Barat. Penelitian dilakukan pada bulan September 2012 di perairan mangrove Teluk Cempi yang terdiri dari 17 titik sampling, meliputi daerah Jambu, Mbawi, Nowa, Woja dan Lara. Pengambilan sampel larva ikan dilakukan dengan menggunakan simple conical tow-net pada siang (pukul 09.00-16.00) dan malam hari (pukul 19.00-24.00). Hubungan antara kelimpahan larva ikan dengan parameter perairan menggunakan analisis korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada malam hari, jumlah famili dan kelimpahan larva ikan lebih tinggi (16 famili dengan rataan kelimpahan 471 ekor/1000m3) dibandingkan pada siang hari (14 famili dengan rata kelimpahan 281 ekor/1000m3). Kondisi ini diduga karena larva bersifat nocturnal. Tingginya kelimpahan dan sebaran larva Gobiidae hampir merata di semua stasiun menunjukkan bahwa Gobiidae memiliki toleransi yang tinggi terhadap fluktuasi kondisi lingkungan estuari Teluk Cempi. Suhu merupakan parameter perairan yang mempengaruhi kelimpahan larva ikan saat malam hari, sedangkan salinitas mempengaruhi kelimpahan larva ikan saat siang hari.  The larva phase is the susceptible phase in fish cycle. Cempi bay as coastal area in Dompu Regency, West Nusa Tenggara has vital role for fish spawning ground and first life cycle developing. This research aims to assess a difference of composition, abundance and distribution of fish larvae in Cempi Gulf based research period (day and night). The research was conducted on September 2012 in Mangrove waters of Cempi gulf, and collected from 17 point research stations that included Jambu, Mbawi, Nowa, Woja and Lara area. Fish larvae sampled using simple conical tow-net during the day time (09.00 AM – 04.00 PM) and night time (07.00 - 12.00 PM). The relationship between the abundance of larval fish and the water parameters were examined using correlation analysis. In the night time, the family number and larval abundance were higher (16 families and 471 fish/1000m3) than day time (14 families and 281 fish/1000m3). This condition probably due to nocturnal behavior of larvae. Family Gobiidae mostly found in all stations. That condition reflected high tolerance of Gobiidae to the variation of environmental conditions in Cempi bay. Water temperature likely influenced the abundance during night time, while during day time the abundance likely affected by salinity. 
PARAMETER POPULASI IKAN TONGKOL KRAI (Auxis thazard) DI PERAIRAN SIBOLGA DAN SEKITARNYA Hartaty, Hety; Setyadji, Bram
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 8, No 3 (2016): (Desember, 2016)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.129 KB)

Abstract

Tongkol krai (Auxis thazard) merupakan salah satu jenis ikan pelagis dengan nilai ekonomis tinggi di Indonesia, khususnya di perairan Sibolga dan sekitarnya. Eksploitasi terhadap spesies ini terus meningkat sepanjang tahun dan umumnya tertangkap oleh alat tangkap pukat cincin. Tingkat eksploitasi yang intensif terhadap spesies ini tidak disertai dengan studi kajian stok seperti penentuan parameter populasi. Tujuan dari penelitian adalah menentukan beberapa parameter populasi yang dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan pengelolaan perikanan tuna neritik di perairan Sibolga dan sekitarnya. Pengumpukan data yakni data bulanan ukuran panjang dan berat individu ikan dilakukan di PPN Sibolga selama bulan Januari – Desember 2013. Parameter populasi dihasilkan dari analisa berbasis data panjang menggunakan perangkat lunak FAO-ICLARM Stock Assessment Tools II (FiSAT-II). Hasil penelitian menunjukkan panjang ikan tongkol krai yang tertangkap berkisar antara 19 - 45 cmFL atau  panjang rata-rata 32,91 cmFL. Panjang asimtotik (L∞) sebesar 47,9 cmFL dengan koefisien laju pertumbuhan (K) sebesar 0,58 per tahun dan umur pada saat memijah (t0) sebesar -0,246 tahun. Nilai mortalitas alami (M) sebesar 1,08 per tahun, mortalitas akibat penangkapan (F) sebesar 0,63 per tahun dan mortalitas total (Z) 1,71 per tahun. Laju eksploitasi (E) relatif rendah yaitu 0,37 sehingga eksploitasinya berpeluang untuk ditingkatkan sekitar 30% dari tingkat exploitasi aktual tangkapan saat sekarang untuk mencapai pemanfaatan optimum (E = 0,5). Frigate tuna (Auxis thazard) considered as one of the high-valued fish in Indonesian market, especially in Sibolga and its adjacent waters. The exploitation of this commodity is increasing every year and mainly contribued by purse seiners. However, there is lack of proper stock analysis such as determining of biological population parameters. The objective of this study was to obtain several biological population parameters based on length data. Size data was collected by enumerators based at PPN Sibolga from January to December 2013. The results showed that frigate tuna distributed from 19-45 cmFL with an average length of 32.91 cmFL. Asymptotic length (L∞) was estimated about 47.9 cmFL, growth rate (K) was 0.58 year-1 and the age in early condition (to) was -0.246 year. Total mortality (Z) was 1.71 year-1, natural mortality (M) was 1.08 year-1 and fishing mortality (F) was 0.63 year-1. The exploitation rate (E) of frigate tuna considered relativelly low (E=0.37). There is possibility to increase fishing effort about 30% of actual level.
STRUKTUR UKURAN DAN PARAMETER POPULASI IKAN LEMADANG (Coryphaena hippurus Linnaeus, 1758 ) DI LAUT SULAWESI Chodrijah, Umi; nugroho, duto
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 8, No 3 (2016): (Desember, 2016)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.594 KB) | DOI: 10.15578/bawal.8.3.2016.147-158

Abstract

Ikan lemadang (Coryphaena hippurus Linnaeus 1758.) dalam perdagangan internasional dikenal dengan nama mahi-mahi atau dolphinfish termasuk dalam family Coryphaenidae. Sebagai ikan pelagis, oseanik, bermigrasi jauh serta tersebar di perairan tropis dan subtropis di seluruh dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji struktur ukuran dan parameter populasi ikan lemadang di Luat Sulawesi. Pengumpulan data dilakukan di Pelabuhan Perikanan Samudera Bitung, Sulawesi Utara, pada Februari-Desember 2012. Data perikanan dianalisis dari rekaman data pendaratan tahunan di Pelabuhan Perikanan Bitung pada kurun waktu 2004–2014. Analisis parameter laju pertumbuhan menggunakan pendekatan pergeseran modus, sedangkan perkiraan tingkat pemanfaatan dilakukan dengan menggunakan program FISAT II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebaran panjang cagak ikan lemadang (Coryphaena hippurus) dari sampel 4160 ekor ikan tercatat panjang minimum 30 cm FL, panjang maksimum 121 cmFL dan panjang-rata-rata 59,8 + 1,39 cm, dengan berat rata-rata sebesar 2,1 + 1,52 kg. Pola pertumbuhan bersifat isometrik dengan persamaan hubungan panjang-berat W=0,000003L3,2203 (r2=0,93). Pendugaan parameter populasi ikan lemadang di Laut Sulawesi diperoleh panjang asimtotik (L∞) = 154 cmFL, kecepatan pertumbuhan (K) = 0,75 per tahun dan umur pada saat ditetaskan (t0)= 0,25 tahun. Mortalitas total (Z) adalah 4,37 per tahun dengan mortalitas alami (M) dan mortalitas penangkapan (F) masing-masing 0,97/tahun dan 3,40/tahun. Tingkat eksploitasi (E) ikan lemadang diperkirakan sebesar 1,28. Hal ini berarti tingkat pemanfaatan ikan lemadang di Laut Sulawesi berada pada status telah tereksploitasi tinggi. Mahi-mahi or dolphinfish (Coryphaena hippurus) are oceanic, highly migratory, and geographically exist in tropical and subtropical waters. This research aims to examine size structures and population parameter of mahi-mahi of the Celebes Sea. This research conducted in the Bitung fishing port during February to December 2012. The fisheries data from 2004 to 2014 periods used to examine the annual trend of catch landing. Growth parameters were analyzed based on length based by using modal progression analyses. The exploitation level measured by using FISAT II software. The results showed that the length distribution of fish during sampling periods ranged of 30 cmFL to 121 cmFL. The average length was 59.8 + 1.39 cm, with average weight of 2.1 + 1.52 kg. Length and weight relationship followed equation of W = 0.000003 L3, 2203 (r2 = 0.9335). Population parameters included asymptotic length growth rate (L∞) was 154 cmFL, growth rate (K) = 0.75per year and zero age (t0) was 0.25 years. The total mortality index (Z) was 4.37 per year, natural mortality (M) and fishing mortality (F) were 0.97 per year and 3.40 per year, respectively. The estimated exploitation rate (E) was 1.28 per year, this indicate that the status of mahi-mahi in the area of sampling were at moderate level.
KARAKTERISTIKMORFOLOGI DANHUBUNGANMORFOMETRIK OTOLITH DENGAN UKURAN IKAN LEMURU (Sardinella lemuru Bleeker, 1853) DI SELAT BALI Wujdi, Arief
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 8, No 3 (2016): (Desember, 2016)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3897.192 KB) | DOI: 10.15578/bawal.8.3.2016.159-172

Abstract

Otolith telah digunakan secara luas untuk kajian taksonomi, pertumbuhan, umur dan kekerabatan populasi ikan dari perairan yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan morfometrik otolith dan ukuran ikan lemuru serta karakteristikmorfologi otolith. Sampel dikumpulkan dari Selat Bali padaApril hingga Juli 2015. Pengujian statistik juga dilakukanmenggunakan uji-t berpasangan dua arah pada selang kepercayaan 99% untuk menentukan signifikansi hasil pengukuran morfometrik antara otolith kanan dan kiri. Hubungan parameter morfometrik dan ukuran ikan dianalisis menggunakan persamaan regresi linear dan eksponensial. Karakteristik morfologi otolith disajikan secara deskriptif dan dipertegas dengan nilai indeks-indeks bentuk menggunakan 6 deskriptor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan pada pengukuran morfometrik otolith kiri dan kanan. Ukuran otolithmemiliki korelasi isometrik dengan pertumbuhan ikan dimana panjang otolith (OL) menjadi indikator terbaik untuk mengestimasi ukuran individu ikan. Otolith ikan lemuru memiliki ciri-ciri morfologi yang konsisten seperti halnya ikan dari genus Sardinella, khususnya sulcus acusticus, rostrum dan antirostrum. Nilai indeks bentuk yangmenegaskan ciri-ciri morfologi otolith juga dijelaskan.Otoliths widely used to determine taxonomy, growth, age and population structure of fishes. This study aims to determine the relationship between otolith morphometric to fish sizes and morphological characteristic of otolith. Data were collected from April to July 2015 in Muncar, Bali Strait. The statistical tests using two tails ttest paired sample also implemented to examine differentiation between left and right otolith measurement. The linear regression and exponential equation used to examine otolith morphometric parameter to fish size. Otolith morphological characteristics presented descriptively and emphasized using 6 descriptors of shape indices. The results showed no significant differences between left and right otolith. The otolith-fish size relationship was isometric. An OL (length of otolith) found as the best indicators to estimate the original size of fish. The otolith has specific morphological characteristics, in particular sulcus acusticus, rostrum and antirostrum were similar with other species from Sardinella genus. Shape indices also provided to confirm the morphological otolith.
KAJIAN KUALITAS PERAIRAN UNTUK PERIKANAN DI RAWA PENING JAWA TENGAH Aida, Siti Nurul; Utomo, Agus Djoko
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 8, No 3 (2016): (Desember, 2016)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.711 KB) | DOI: 10.15578/bawal.8.3.2016.173-182

Abstract

Perairan Rawa Peningmerupakan tipe perairan yang tergenang dan mempunyai arti penting bagi perikanan. Masalah utama yang ada di Rawa Pening yaitu pendangkalan karena sedimentasi dan eutrofikasi yang disebabkan pencemaran air berasal dari limbah rumah tangga, pertanian dan budidaya perikanan. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui tingkat kesuburan perairan dan kualitas air di Rawa Pening. Penelitian dilakukan pada bulan Mei, Juni, Agustus dan Oktober 2013. Frekuensi pengambilan contoh dilakukan empat kali yaitu pada bulan Mei, Juni,Agustus dan Oktober. Stasiun pengamatan meliputi:A. Tengah (Puteran); B.Muara sungai (Torong); C.Area KJA; D. Pemotongan eceng Gondok (tengah 1); E. Sungai keluar (Tuntang); F. Muara sungai (Muncul); G. Tidak ada pemotongan eceng gondok (tengah 2). Data tingkat kesuburan perairan dianalisis dengan metode Carlon’s.Hasil penelitianmenunjukkan bahwa Rawa Pening termasuk katagori perairan dengan tingkat kesuburan tinggi, nilai Thropic State Index (TSI) pada semua stasiun pengamatan berkisar antara 57,22 - 68,06. Kondisi kualitas air yang kurang baik tersebut akanmerugikan perikanan, seperti kejadian kematian ikanmasal, lambatnya pertumbuhan ikan dan penurunan daya dukung perairan.The Rawa Pening waters is a lentic water and has significance for fishery. The main problems in Rawa Pening are silting due to sedimentation and eutrophication due to water pollution from household waste, agriculture and fisheries. The study aims to examine trophic level and water quality. The research conducted on May, June, August and October 2013. There was 7 stations i.e. A. middle (Puteran); B. inlet of Torong; C. Location of aquaculture;D. locations where harvesting of water hyacinth occurred (middle1); E. outlet (Tuntang); F. inlet (Muncul); G. location where no harvest of water hyacinth (middle 2). Trophic level were analyzed by Carlon’s method. The results showed that Rawa Pening waters categorized as the high eutrophication level where the Trophic State Index (TSI) was 57. 22 to 68. 06. The low water quality will be detrimentaled to fisheries, such as mass fish death, slow fish growth and also a decline of carrying capacity of ecosystem.
KEPADATANSTOKDANASPEKBIOLOGI LOBSTERPASIR (Thenus orientalis) DI LAUT JAWA Tirtadanu, Tirtadanu; Kembaren, Duranta Diandra; Suprapto, Suprapto
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 8, No 3 (2016): (Desember, 2016)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.136 KB) | DOI: 10.15578/bawal.8.3.2016.131-136

Abstract

Informasi kepadatan stok dan asepk biologi lobster pasir di Laut Jawa merupakan informasi penting dalam melakukan pengelolaan yang rasional. Jenis lobster ini rentanmengalami penurunan populasi disebabkan lambatnya pertumbuhan dan rendahnya fekunditas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kepadatan stok dan aspek biologi lobster pasir. Penelitian kepadatan stok dan biologi lobster pasir dilakukan pada bulan Oktober dan November 2015 dengan menggunakan Kapal Latih dan Riset Madidihang-02. Penentuan kepadatan stok mengggunakan metode sapuan area dengan alat tangkap trawl yang dioperasikan pada 39 stasiun penelitan denganwaktu hauling satu jamper stasiun.Hasil penelitian diperoleh bahwa kepadatan stok lobster pasir dipengaruhi oleh kedalaman dan jenis substrat dasar. Kepadatan tinggi ditemukan pada habitat dengan substrat pasir dan kedalaman antara 10-30 m. Rata-rata kepadatan stok sebesar 15,65 ± 6,73 kg/km2 dan laju tangkap 0,6 ± 0,27 kg/jam. Modus ukuran panjang karapas lobster jantan dan betina masing-masing sebesar 55 mm dan 65 mm. Pola pertumbuhan lobster bersifat allometrik negatif.Rasio kelaminmenunjukkan kondisi tidak seimbang dengan jumlah lobster jantan yang lebih dominan.Tingkat KematanganGonad lobster betina didominasi oleh lobster belummatang gonad (stadia I dan II).Stock density and biological aspect of slippery lobsters in the Java Sea are important information for developing appropriatemanagement measure. Slippery lobster was susceptible of declining population due slow growth and low fecundity. This research aims to investigate stock density and biological parameter of slippery lobster. Study conducted in October and November 2015 using Research Vessel Madidihang 02. Stock density calculated using the swept areamethod with trawl that investigated on 39 stations with one hour per hauling. The results show that stock density of slippery lobsters associated with depths and type of substrate. The highest density found in depth between 10-30 m and sand bottom substrate. The average density and catch rate of sand lobsters were 15.65 ± 6.73 kg/km2 and 0.6 ± 0.27 kg/hour respectively. The dominated size was 55 mm carapace length for male and 65 mm carapace length for female. The growth type was negative allometry. There is unequal sex ratio where male was more abundant than female. During October and November, the maturity stages of female was dominated by immature stage (stadia I and II).
BEBERAPA ASPEK BIOLOGI IKAN TENGGIRI PAPAN (Scomberomorus guttatus) DI PERAIRAN CILACAP DAN SEKITARNYA Restiangsih, Yoke Hani; Noegoho, Tegoeh; Wagiyo, karsono
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 8, No 3 (2016): (Desember, 2016)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.046 KB) | DOI: 10.15578/bawal.8.3.2016.191-198

Abstract

Tenggiri papan (Scomberomorus guttatus)merupakan ikan yangmemiliki nilai ekonomis penting dan banyak tertangkap dengan gillnet di perairan Cilacap dan sekitarnya. Pada saat ini terdapat kecenderungan ukuran individu yang mengecil. Tujuan Penelitian ini adalah mengetahui beberapa aspek biologi ikan tenggiri papan meliputi sebaran ukuran panjang, hubungan panjang-bobot, nisbah kelamin, tingkat kematangan gonad dan ukuran rata-rata pertama kali matang gonad, berdasarkan hasil tangkapan gillnet yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap pada bulan Februari sampai Desember 2013. Hasil penelitian menunjukkan ukuran panjang cagak berkisar antara 11 – 67cm. Pola pertumbuhan ikan tenggiri papan bersifat isometric dimana pertambahan panjang dan bobotnya seimbang. Nisbah kelamin jantan terhadap betina sebagai 1 : 0,7. Panjang pertama kali ikan tertangkap (Lc) dengan gillnet berukuran mata jaring 3 inchi sebesar 32,7 cmFL dan pertama kalimatang gonad (Lm) sebesar 42,34 cmFL. TingkatKematanganGonad (TKG) ikan jantan dan betina didominasi oleh stadia IV terutama pada bulan Februari dan Mei. Hasil penelitian ini menunjukkan dugaan awal masa pemijahan terjadi pada bulan Maret dan Juni, dengan demikian pemijahan dilakukan secara bertahap. Indo-Pasific king mackerel (Scomberomorus guttatus) is one of fish that has an important economic value.The species were many caught by gillnet in Cilacap and adjacent waters. Research was conducted to determine biological aspect of Indo-Pasific king mackerel that includes length distribution, length-weight relationship, sex ratio, maturity stage and length at first mature, based on monthly catches landed at Cilacap fishing port during February to December 2013. The results showed that folk length ranged from 11 to 67 cm. The growth pattern are isometric. The condition of sex ratio ofmales to females was 1 : 0,7. Length at first capture(Lc) by gillnet with mesh size of 3 inches was 32.7 cmFL and length at first maturity(Lm) was 42.34 cmFL. The gonade maturity stage of males and females were dominated by stage IV mainly in Febuary and May. It was indicated that spawning seasons occured in March and June. It was indicated that the fish has multiple spawner.

Page 1 of 1 | Total Record : 7