cover
Contact Name
Darwanto
Contact Email
bawal.puslitbangkan@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
bawal.puslitbangkan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap
ISSN : 19078229     EISSN : 25026410     DOI : -
Bawal Widya Riset Perikanan Tangkap dipublikasikan oleh Pusat Riset Perikanan yang memiliki p-ISSN 1907-8226; e-ISSN 2502-6410 dengan Nomor Akreditasi RISTEKDIKTI: 21/E/KPT/2018, 9 Juli 2018. Terbit pertama kali tahun 2006 dengan frekuensi penerbitan tiga kali dalam setahun, yaitu pada bulan April, Agustus, Desember. Bawal Widya Riset Perikanan Tangkap memuat hasil-hasil penelitian bidang “natural history” (parameter populasi, reproduksi, kebiasaan makan dan makanan), lingkungan sumber daya ikan dan biota perairan.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue " Vol 3, No 6 (2011): (Desember 2011)" : 9 Documents clear
KONSENTRASI TIMBALDAN KADMIUM PADAORGAN IKAN DI SUAKA MARGASATWAGIAMSIAKKECIL, PROVINSI RIAU Husnah, Husnah; Marini, Melfa
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 3, No 6 (2011): (Desember 2011)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.242 KB) | DOI: 10.15578/bawal.3.6.2011.397-404

Abstract

Logam berat seperti timbal dan kadmium merupakan material antropogenik yang sering ditemukan pada sedimen di rawa banjiran. Konsentrasi logam timbal dan kadmiun pada sedimen di rawa banjiran dapat merubah keragaman jenis biota dan ekosistemakibat akumulasi dan daya racunnya, dan bila logamtersebut ditemukan di SuakaMargasatwa GiamSiak Kecil yangmerupakan zona inti Cagar Biosfir GSK-BB maka model pengelolaan lahan dan pendekatan pembangunan berkelanjutan nya perlu ditinjau ulang. Penelitian bertujuan mengetahuikonsentrasi logamtimbal dan kadmiumpada berbagai jenis organ dari berbagai jenis ikan hasil tangkapan nelayan telah dilakukan pada bulan Juni hingga Agustus 2010 di perairan danau rawa banjiran (Tasik Serai, Katialau, Betung danAir Hitam) dan badan utama Sungai Siak Kecil dalam kawasan Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil. Contoh organ insang, jaringan otot, ginjal dan hati berbagai jenis ikan diambil dari hasil tangkapan nelayan yang menggunakan berbagai alat tangkap dan diawetkan pada suhu kurang dari 4oC. Konsentrasi logam timbal dan kadmium pada sedimen juga diambil pada stasiun pengamatan yang sama dengan menggunakan Ekman grab.Logamtimbal dan kadmiumsebagian besar ditemukan pada organ insang, ginjal, dan hati ikan pada berbagai jenis ikan. Konsentrasi timbal pada organ tersebut telah melebihi batas maksimum yang ditetapkan oleh FAO yaitu lebih dari 0.5 mg/kg berat basah dan BPOM No. 03725/B/SK/VII/89 yaitu kurang dari 2 mg/kg sedangkan kadmium dengan konsentrasi lebih dari 0.05 mg/kg berat basah menurut FAO dan lebih dari 0.02 mg/kg berat basah menurut BPOM No. 03725/B/SK/VII/89. Pengelolaan Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil dan Cagar Biosfir Giam Siak Kecil-Bukit Batu belum dapat melindungi biota khususnya sumberdaya ikan di perairan tersebut. Untuk mengurangi dampak negatif dari faktor antropogenik logamberat dari berbagai kegiatan di sekitar kawasan luar Cagar Biosfir GSK-BB perlu dipertimbangkan kembali upaya untuk melibatkan juga masyarakat lokal dan perusahaan yang sumberdaya alam disekitar kawasan luar Cagar Biosfir GSK-BB dalam pengelolaannya. Lead and cadmium are commonly antrophogenic substances recorded in floodplain sediment and this could influence fish health and diversity due to their accumulation and toxicities. The presence of high concentration of these heavy metals in sediment and fish organs of Giam Siak Kecil wild animal reserve as the core area of Giam Siak Kecil – Bukit Batu (GSK-BB) Natural Biosphere could influence their management model and sustainaible development approach. Study in order to know accumulation of lead and cadmium in fish organs of Giam SiakKecilWild Animal Reserve floodplain of Riau Province was conducted in June to August 2010. Fifteen sampling sites in Giam Siak Kecil floodplain were set up by using purposive random sampling based on microhabitat difference. Different fish organs (fish gill, tissue, and lever) from different fish species were collected from fishermen catch using different fishing gears and preserved with 4% of Formaldehyde solution. The resultrevealed that most of fish organs from different fish species contained lead and cadmium with concentration exceeded the acceptable limit permitted by FAO and Indonesian National Drug and Food Agency. It indicated that the presence of GiamSiak KecilWild Animal Reserves has not protected the animal yet specially aquatic organism such as fish. To reduce the negative effect of antrophogenic heavy metals from activities around the animal reserve, there should be considered more to involved local people and stakeholder utilized the natural around thewild animal reserve in its management.
DISTRIBUSI SPASIALDANTEMPORALPLANKTON DI PERAIRANTELUKTOMINI, SULAWESI Setyadji, Bram; Priatna, Asep
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 3, No 6 (2011): (Desember 2011)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.608 KB) | DOI: 10.15578/bawal.3.6.2011.387-395

Abstract

Planktonmerupakan komponen penting dalamkehidupan akuatik karena fungsi biologisnya yang penting sebagaimata rantai paling dasar dalam rantai makanan dan merupakan organisme yang menduduki kunci utama di dalam ekosistem bahari. Penelitian ini dilakukan pada bulanMei, Juli, dan Nopember 2010 yangmewakili musimperalihan I, musim timur dan musim barat dengan tujuan mengetahui distribusi kelimpahan spasial dan temporal fitoplankton dan zooplankton di Teluk Tomini. Kelimpahan fitoplankton dan zooplankton tertinggi terdapat pada musim barat sebesar 177.666 sel/m3 dan 7.088 ind/m3, sedangkan terendah pada musim timur sebesar 4.878 sel/m3 dan 1.118 ind/ m3. Tingkat indek keaneka-ragaman (H) baik fitoplankton dan zooplankton sedang, indek keseragaman (E) rendah hingga sedang, dan tidak ditemukan jenis tertentu yang dominan. Chaetoceros, Coscinodiscus, dan Rhizosolenia dari kelas Bacillariophyceae merupakan fitoplankton yangmempunyai frekuensi kehadiran yang tinggi, sedangkan Crustaceae merupakan zooplankton yang dominan. Konsentrasi sebaran terdapat dimulut teluk dan tersebar relatif sesuai dengan musim. Plankton plays important role in aquatic life due to its significant biological function as basic food chain in oceanic ecosystem. This studywas conducted on May, July, and November representing north-west monsoon, east monsoon, and west monsoon, respectively. The purposed of this study is to know the spatial and temporal distribution and the abundance of phytoplankton and zooplankton in Tomini Bay. Results showed that the highest abundance of phytoplankton and zooplankton were 177.667 cell/m3 and 7.088 ind/m3 that appeared at north-west monsoon, while the lowest were 4.878 cell/m3 and 1.118 ind/m3 that shown in south-east monsoon. The diversity index (H) for both Phytoplankton and Zooplankton were in medium (1<H<3), while the eveness index (E) range from low (d”1) to medium. There were no dominance species found. However, Chaetoceros, Coscinodiscus and Rhizosolenia that representing Bacillariophyceae showed a high frequency of appearance, while Crustaceae group were the dominance of zooplankton. The distribution of plankton concentrated in the mouth of the bay and relatively distributed according to seasons.
HUBUNGAN PANJANG- BERAT, KEBIASAANMAKAN DAN KEMATANGANGONAD IKAN BILIH (Mystaecoleucus padangensis) DI DANAUTOBA, SUMATERAUTARA Umar, Chairulwan; Kartamihardja, Endi Setiadi
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 3, No 6 (2011): (Desember 2011)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.729 KB) | DOI: 10.15578/bawal.3.6.2011.351-356

Abstract

Ikan bilih (Mystacoleucus padangensis Bleeker) diDanau Toba adalah jenis ikan introduksi dari Danau Singkarak, Sumatera Barat. Pada saat ini terdapat kecenderungan ukuran individu menurun, hal ini antara lain disebabkan oleh penangkapan yang intensif menggunakan alat tangkap bagan apung dengan ukuran mata jaring relatif kecil (< 1,25 inci). Penelitian ini bertujuan untuk melihat beberapa aspek biologi meliputi ukuran panjang dan bobot, kebiasaan makan, tingkat kematangan gonad dan fekunditasnya. Hasil penelitian diperoleh hubungan panjang dan bobot individu bersifat allometrik positif dengan panjang total rata-rata 12,6 cmdan bobot rata-rata 19,8 g/ekor. Dari analisa lambung ikan bilih pemakan detritus (78,2 – 92,9 %), fitoplankton dan zooplankton sebagai pakan tambahan (4,9 – 11,5 %) serta seresah tumbuhan sebagai pakan pelengkap (1,9 – 1,8 %). Hasil pengamatan ikan bilih yang matang gonaddiperoleh nilai fekunditasnya rata-rata berkisar antara 5.262 – 16.117 butir telur. Hasil pengamatan TKG dan jumlah telur menunjukkan ikan bilih dapat bertelur danmemijah sepanjang tahun dan berkembang dengan baik sehingga ikan ini tetap lestari walaupun adanya eksploitasi yang cukup intensif. Bilih (Mystacoleucus padangensis Bleeker) in Toba Lake was introduce from Singkarak Lake,West Sumatra. At present the growth was decreased, it caused by intensive fishing and the uses of lift net with small mesh size (under 1,25 inch). This research aims to know some biological aspects of bilih such as length - weight, relationship food habit, level of gonadal maturity, and fecundity. The results showed that growth pattern of bilih positive allometric with average length of about 12,6 cm and average weight of about 19,8 gr/each. Bilih detritus feeding (78,2 – 92,9%), phytoplankton and zooplankton as additional food (4,9 – 11,5%) and seresah tumbuhan as complement food (1,9 – 1,8%). Fecundity of ranged from 5.262 – 16.117. TKG observation and eggs gain showed that bilih could development and spawn in long years and growth well enough, so that bilih can stlll growth rapidly eventhough there is an exploitation.
KAJIANBIOLIMNOLOGI PERAIRANDI SITUCILEUNCA, BANDUNGJAWABARAT Tjahjo, Didik Wahju Hendro; Purnamaningtyas, Sri Endah
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 3, No 6 (2011): (Desember 2011)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.526 KB) | DOI: 10.15578/bawal.3.6.2011.405-413

Abstract

Perairan Situ Cileunca terletak di Kabupaten Bandung Selatan, Provinsi Jawa Barat. Kegiatan peternakkan sapi perah yang berkembang sangat pesat diKecamatan Pengalengan sehingga menghasilkan limbah organik yang dibuang ke sungai dan akhirnya masuk ke Situ Cileunca. Hal tersebut mendorong terjadinya kerusakan habitat dan mempengaruhi keanekaragaman hayati perairan. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui aspek biolimnologi dan beberapa aspek biologi beberapa jenis ikan dominan di Situ Cileunca. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli, Agustus, dan Oktober 2009. Hasil pengamatan menunjukkan kecerahan perairan Situ Cileunca bekisar antara 0,5- 0,8 m, oksigen terlarut sangat rendah (0,78-5,98 mg/l), ortofosfat relatif tinggi (0,028-0,469mg/l), dan kelimpahan fitoplankton tinggi (279.668-2.169.938 sel/l). Perairan ini dapat digolongkan mempunyai kesuburan eutrofikhipertrofik. Berdasarkan atas biomasa fitoplankton, Situ Cileunca mempunyai potensi sumber daya ikan berkisarantara 714-1.000 kg/ha. Jenis ikan yang ditemukan selama penelitian 11 jenis. Berdasarkan atas kebiasaanmakannyaikan betutu (Oxyeleotris marmorata), golsom (Aequidens golsom), dan lele (Clarias batrachus) termasuk golonganikan karnivora, dan ikan mas (Cyprinus carpio) dan beunteur (Puntius binotatus) yang termasuk ikan herbivora. Di Situ Cileunca, kelimpahan pakan yang tersedia sangat tinggi tetapi jumlah ikan yangmemanfaatkan rendah, sehingga sumber daya pakan yang tersedia belum dimanfaatkan secara optimal. Oleh karena itu, Situ Cileunca perlu mengembangan culture based fisheries dengan penebaran jenis ikan pemakan plankton. Situ Cileunca waters located in South Bandung Regency, West Java Province. Activities of the dairy farm that growing very rapidly in the District of Pengalengan resulting organic wastes discharged into rivers and into Situ Cileunca. It encourages the occurrence of damage or degradation of habitat and affecting aquatic biodiversity. This study aims to determine the aspects of biolimnologies and some aspects of the biology of some fish species predominant in Situ Cileunca. The study was conducted in July, August, and October 2009. The observations showed that waters at Situ Cileunca transparancy range between 0.5-0.8m, dissolved oxygen is very low (0.78-5.98mg/l), orthophosphate relatively high (0.028-0.469 mg/l) and high phytoplankton abundance (279,668-2,169,938 cells/l). These waters can be classified into eutrophic-hypertrophic waters. Based on phytoplankton biomass, Situ Cileunca fish resources have the potential ranges between 714-1,000 kg/ha. Species of fish found during the study as many as 11 species. Based on the food habits of marbled gudgeon (Oxyeleotrismarmorata), red devil (Aequidens golsom), and walking catfish (Clarias batrachus) grouped as carnivorous fish. On the otherhand common carp (Cyprinus carpio), and spotted barb (Puntius binotatus) classified as herbivorous fish. In Situ Cileunca, abundance of food available is very high but the amount of fish that use is still low, so the available feed resource has not been used optimally.Therefore, to develop culture based fisheries Situ Cileunca need to be stocked with plankton feeder species.
BEBERAPAASPEKBIOLOGI IKANBELOSO(Sauridamicropectoralis) DI PERAIRANUTARAJAWATENGAH Damora, Adrian; Ernawati, Tri
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 3, No 6 (2011): (Desember 2011)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.168 KB) | DOI: 10.15578/bawal.3.6.2011.363-367

Abstract

Indeks kelimpahan stok ikan beloso (Saurida micropectoralis) di Laut Jawa cenderungmengalami penurunan dari tahun ke tahun dan untuk mencegahnya perlu bahan masukan yang bersumber dari hasil penelitian yang dijadikan sebagai dasar pengelolaannya. Penelitian dilakukan untukmengkaji beberapa aspek biologimeliputi hubungan panjangberat, nisbah kelamin, tingkat kematangan gonad, panjang pertama kali tertangkap dan panjang pertama kali matang gonad, serta kebiasaan makan ikan beloso. Penelitian dilakukan pada bulanApril–Agustus 2009 di perairan utara Jawa Tengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nisbah kelamin ikan jantan dan betina berada dalam keadaan tidak seimbang. Pertumbuhan ikan beloso bersifat allometrik positif, dimana pertambahan berat lebih cepat dibandingkan pertumbuhan panjangnya dan tingkat kematangan gonad (TKG) ikan beloso didominasi oleh stadium I. Panjang pertama kali ikan beloso tertangkap lebih kecil dari panjang pertama kali matang gonadnya (Lc < Lm) sehingga akan mengancam kelestariaannya. Ikan beloso bersifat karnivora, dimana makanan utamanya adalah potongan ikan dasar, cumi, dan teri. Index of stock abundance of Lizardfish (Saurida micropectoralis) in Java Sea tend to decreased from year to year. The decline was expected because of the potential of Lizardfish decreasing but the effort continue to rise. The objective of this study is to assess the biological aspects including length-weight relationship, sex ratio, gonadal maturity stage, length of first capture (Lc) and length of first mature (Lm), and feeding habit of Lizardfish in north waters of Central Java. This study was conducted from April to August 2009 in north waters of Central Java. Results showed that the sex ratio between males and females was 1:0,97. Based on Chi-square test it is showed that sex ratio is not balanced. The growth of Lizardfish indicated positive allometric where the weight growth more faster than its length growth. The gonadalmaturity stage of Lizard fish is dominated by the first stage. The length of first capture of Lizardfish was under the length of first mature (Lc < Lm) so that will threaten its sustainability. Lizardfish was indicated carnivorous species where its main food are part of demersal fishes, squids and anchovies.
KEANEKARAGAMANPLANKTONDANTINGKATKESUBURANPERAIRAN DIWADUKGAJAHMUNGKUR Utomo, Agus Djoko; Ridho, Mohamad Rasyid; Putranto, DinarDA; Saleh, Edward
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 3, No 6 (2011): (Desember 2011)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.871 KB) | DOI: 10.15578/bawal.3.6.2011.415-422

Abstract

Perairan Waduk Gajah Mungkur merupakan tipe perairan yang tergenang mempunyai dan arti penting bagi perikanan. Plankton di perairanWadukmempunyai peranan bagi sumberdaya perikanan, antara lain sebagai produsen primer dan dapat dijadikan sebagai indikator kualitas lingkungan perairan. Kelimpahan plankton di suatu perairan dipengaruhi oleh parameter lingkungan perairan. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui tingkat kesuburan perairan, kelimpahan dan keanekaragaman plankton Penelitian dilakukan bulan Pebruari - Nopember 2010 dengan frekuensi pengambilan contoh sebanyak empat kali yaitu pada bulan Pebruari, Mei, Juli dan Nopember. Analisis tingkat kesuburan perairan dengan metode Carlon’s dapat diketahui perairan Waduk Gajah Mungkur termasuk katagori perairan dengan tingkat kesuburannya tinggi.Waduk GajahMungkur termasuk perairan dengan kelimpahan plankton tinggi dan keanekaragaman plankton rendah yang didominansi oleh Synedra ulna Gajah Mungkur reservoir is a lentic water and has significance impact for fishery. Plankton in the reservoir as the primary producer has an important role on fisheries, could be used as an indicator of aquatic environmental quality. Abundance of plankton will be influenced by environmental condition including water quality. The purpose of this study to determine the productivity level of water quality, abundance and diversity of plankton. The study was conducted from February to November 2010, with schedule of sampling was in February, May, July and November 2010. Based on analysis by Carlon’s method, the results showed that the water quality at Gajah Mungkur reservoirwas eutrophic level. Gajah Mungkur reservoir has high plankton abundance and low plankton diversity the species of plankton was dominated by Synedra ulna.
PERIKANANDANASPEKBIOLOGI IKANPARI LAMPENGAN, Mobula japanica DI PERAIRANSELATAN JAWA Dharmadi, Dharmadi; Sunarno, Mas Tri Djoko; Edrus, Isa Nagib
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 3, No 6 (2011): (Desember 2011)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.055 KB) | DOI: 10.15578/bawal.3.6.2011.369-376

Abstract

Ikan pari merupakan salah satu jenis ikan yang banyak didaratkan berasal dari Selatan Jawa. Salah satu jenis ikanpari yang belum banyak dilakukan penelitian adalah ikan pari lampengan (Mobula japanica). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang perikanan dan aspek biologi jenis ikan tersebut di perairan Selatan Jawa sebagai informasi dasar bagi penentuan kebijakan pengelolaan perikanan Elasmobranchii. Penelitian menggunakan metode survei yang berlangsung dari Januari hingga Desember 2010 di Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap-Jawa Tengah. Sejumlah 165 ikan pari yang tertangkap oleh jaring insang diamati tingkat kematangan seksual, tingkat kematangan gonad, jenis kelamin dan ukuran lebar cawannya.Wawancara dilakukan terhadap para nelayan dan nahkoda kapal yang menangkap ikan pari lampengen tersebut secara langsung dan atau oleh enumerator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tangkapan per satuan usaha (CPUE) ikan pari lampengan bervariasi, yakni tertinggi pada bulan Juli (22,6 kg/ hari) dan terendah pada bulan Oktober (6,6 kg/hari). Frekuensi lebar tubuh ikan pari lempengen terendah terdapat pada ukuran antara 100-140 cmdenganmodus 120 cmyang termasuk kelompokmuda, sedangkan ukuran antara 150- 200 cm dengan modus 170 cm, termasuk kelompok dewasa. Frekuensi lebar tubuh tertinggi terdapat pada ukuran antara 200-260 cmdenganmodus 230 cm. Ikan pari lempengen sedikitnya terdiri atas 3 kelompok umur dengan modus sebaran lebar tubuh masing-masing 120, 170, dan 230 cm. Hubungan lebar tubuh (y) dan panjang klasper (x)mengikuti persamaan y=0,3784e0,0131x (r2=0,85), semakin bertambah lebar tubuh semakin bertambah panjang klaspernya.Perbandingan kelamin jantan dan betina adalah tidak seimbang (1,5:1). Sebagian besar kelompok umur ikan pari lampengan yang tertangkap tergolong usia muda, yang belummencapai pertumbuhan optimum(growth over fishing). Stingray is one of the species of fish that many landed came from the South of Java. One of the species that have not many research is JapaneseDevilray (Mobula japanica). The purpose of this study was to determine fisheries and biological aspects of Japanese Devilray, Mobula japanica in Indian Ocean as basic information for managing the elasmobranches fisheries. This study was conducted from January to December 2010 in the Ocean Fishing Port of Cilacap, Central Java. A total number of 165 individu of M. japanica caught by seine net and tuna longline were observed during the sampling periods. Body wide, sex, and gonadmaturation of those fishes were analyzed. Interviewswere also done to the fisherman and fishing master. The results showed that the body width of stingrays, M. japanica had the lowest frequency between 100-140 cm with mode of 120 cm,and grouped as young fish.Other groups has body width between 150-200 cm with mode 170 cm, and grouped as adult fishes. While the frequency of the highest body width was between 200-260 cm and 230 cmmode. At least, there were 3 cohorts ofM. japanica found in this study with the body width mode of 120, 170 and 230 cm. Exponential relationship between body width (y) and claspers’ length (x) was observed forM. japanica, that expressed by equation: y=0.3784e 0.0131x (r2=0.85), that mean the more width fish body, the more increase claspers’ length. Unbalance sex ratio of 1.5:1 was observed for this fish. CPUE for M. japanica were varied between 6,6 kg/day during October and 22,6 kg/day 0n July. Most of fish caught were young fishes under their maturity stages that indicated a tendency of growth over fishing.
BEBERAPAASPEKBIOLOGI CUMI-CUMI JAMAK(Loligo duvaucelli) YANGDIDARATKAN DI BLANAKAN, SUBANG, JAWABARAT Chodrijah, Umi; Budiarti, Tri Wahyu
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 3, No 6 (2011): (Desember 2011)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.909 KB) | DOI: 10.15578/bawal.3.6.2011.357-362

Abstract

Cumi-cumi (Loligo sp.) merupakan salah satu sumber daya hayati laut yang memiliki nilai ekonomis penting dan mengandung nilai gizi tinggi dengan cita rasa yang khas. Pengamatan terhadap beberapa aspek biologi cumi-cumi jamak (Loligo duvaucelli) telah dilakukan pada bulan Juni 2005 sampai Nopember 2006 di Pusat Pendaratan Ikan Blanakan, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran panjang mantel, nisbah kelamin, komposisi makanan, serta hubungan panjang mantel dan bobot cumi-cumi jamak. Pengukuran karakter biologi meliputi panjang mantel (ML), bobot tubuh (W), dan isi perut. Hasil penelitian ini menunjukkansebaran panjang mantel cumi-cumi yang tertangkap berkisar antara 3,0-36,0 cm dengan modus 15 cm dan panjang mantel rata-rata 13,3 cm. Nisbah kelamin cumi-cumi pada bulanApril dan Juni 2006 dalamkeadaan tidak seimbang. Pola pertumbuhan cumi-cumi baik jantanmaupun betina bersifat alometrik negatif. Cumi-cumi merupakan karnivora yang makanan utamanya adalah ikan-ikan kecil. The squid is one of living marine resources that have important economic value and conyain high nutrional value with a distinctive taste. Observation on the biological aspect of squid jamak) was performed in June 2005 to November 2006 in Blanakan, Subang,West Java. This study aims to determine the distribution of mantle length, sex ratio, food composition, and the relationship mantle and weight of squid. Measurement of biological characters include mantle length (ML), body weight (W), and stomach contents. The results showed that the distribution of squid mantle length capture at Blanakan, ranges from 3.0-36.0 cm with a mode at 15 cm and an average mantlelength of 13.3 cm. The squid sex ratio in April and June 2006 in a state of imbalance. The growth rate of the squid both males and females are allometric negative. The squid is a carnivorous diet is primarily small fish.
KOMPOSISI JENIS DAN DISTRIBUSI UKURAN IKANPELAGIS BESAR HASILTANGKAPANPANCINGULURDI SENDANGBIRU, JAWATIMUR Faizah, Ria; Aisayah, Aisayah
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 3, No 6 (2011): (Desember 2011)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.108 KB) | DOI: 10.15578/bawal.3.6.2011.377-385

Abstract

Sendang Biru merupakan salah satu tempat pendaratan ikan pelagis besar di Jawa Timur. Penelitian tentang komposisi jenis dan ukuran ikan pelagis besar hasil tangkapan pancing ulur yang didaratkan di PPI Pondok Dadap, Sendang Biru, Jawa Timur, dilakukan pada bulanApril dan Oktober 2010. Hasil penelitian menunjukkan hasil tangkapan pancing ulur didominasi oleh jenis tuna (Thunnus albacares dan Thunnus obesus) 45%, cakalang (Katsuwonus pelamis) sebesar 38 %, dan lainnya (marlin, lemadang, lauro) sebesar 1,7 %. Ikan tuna yang didaratkan terdiri dari jenis yellowfin tuna (Thunnus albacares) dan bigeye tuna (T. obesus) dengan ukuran panjang cagakmasing –masing berkisar antara 40 - 170 cmFL dan 40 - 140 cmFL. Berat individumasing-masing berkisar antara 0.1 - 71 kg dan 0.5 - 43 kg. Sendang Biru is one of big pelagic’s landing site in East Java. Tuna on this research are caught by handline that landing in PPI Pondok Dadap, Sendang Biru, East Java. Research on the species composition and size distribution of big pelagic fish caught by handline were carried out during April and October 2010 at Sendang Biru, East Java. The result showed that Thunnus sp. are the most landed (45%) followed by Katsuwonus pelamis (38 %) and others (Xiphias gladius, Coriphaena sp., Elagatis bipinnulatus) of 1.7 %. The dominant fork lengthof Thunnus albacares and Thunnus obesus ranged from about 40 - 170 cm and 40 – 140 cm. Individual weight ranged between 0.1 - 71 kg and 0.5 - 43 kg respectivelly.

Page 1 of 1 | Total Record : 9