cover
Contact Name
Endang Sriyati
Contact Email
jppi.puslitbangkan@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jppi.puslitbangkan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia
ISSN : 08535884     EISSN : 25026542     DOI : -
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia accepts articles in the field of fisheries, both sea and inland public waters. The journal presents results of research resources, arrest, oceanography, environmental, environmental remediation and enrichment of fish stocks.
Articles 431 Documents
KOMPOSISI HASIL TANGKAPAN, MUSIM PENANGKAPAN, DAN INDEKS KELIMPAHAN IKAN PELAGIS YANG TERTANGKAP PUKAT CINCIN MINI DI PERAIRAN KENDARI, LAUT BANDA Hariati, Tuti
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 17, No 2 (2011): (Juni 2011)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (812.406 KB) | DOI: 10.15578/jppi.17.2.2011.139-146

Abstract

Perairan Kendari dan sekitarnya, bagian dari Laut Banda, memiliki berbagai jenis sumber daya ikan pelagis yang telah dieksploitasi dengan bermacam-macam alat tangkap. Pengelolaan sumber daya ikan perlu dilakukan agar pemanfaatannya optimum dan berkelanjutan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh informasi tentang komposisi hasil tangkapan, musim penangkapan, dan indeks kelimpahan (catch per unit of effort) ikan pelagis yang tertangkap pukat cincin mini (pajeko). Data harian hasil tangkapan pukat cincin dan jumlah hari operasi selama tahun 2006-2008 dikumpulkan dari Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari pada bulan Mei 2007, Maret dan Juni 2009, dan Maret 2010. Data ditabulasi dan disusun grafis menurut bulan. Hasil penelitian menunjukkan, selama periode tahun 2006-2008 hasil tangkapan didominansi ikan layang (Decapterus macrosoma dan Decapterus macarellus) 30-36% dan ikan tongkol (Auxis spp. dan Euthynnus spp.) 60%). Peningkatan jumlah hari operasi (upaya) tahun 2006 2007 menyebabkan hasil tangkapan ikan layang dan tongkol cenderung naik, sedangkan indeks kelimpahan (catch per unit of effort) cenderung tetap. Penurunan upaya pada tahun 2008 menyebabkan hasil tangkapan ikan layang cenderung turun dan hasil tangkapan ikan tongkol cenderung tetap, hasil tangkapan per upaya layang turun namun hasil tangkapan per upaya ikan tongkol naik. Hal ini diduga stok ikan layang di perairan Kendari relatif kecil. Puncak musim penangkapan pajeko di perairan Kendari berlangsung pada bulan Maret sampai Mei (musim peralihan 1) dan pada bulan September sampai Nopember (musim peralihan 2).Kendari waters and its surroundings, a part of Banda Sea, have high diversity of pelagic fishes resources exploited by many types of fishing gear. In order to sustain the resources, a research on a management plan should be applied. Research aimed to obtain the information on the catch composition, fishing season, and index of abundant (catch per unit of effort) small purseine pelagic fish resources was carried out. Daily catch data of the small purse seine landed from years 2006-2008 was gathered from the Kendari Fishing Port, then tabulated graphically. The result shows that the catch of Kendari small purse seine was dominated by scads (Decapterus macrosoma and Decapterus macarellus) 30-36% and little tunas (Auxis spp. and Euthynnus spp.) 60%. The rising of days at sea during 2007 from 2006 made the catch tended to rise, while the catch per unit of effort remainded constant. The decreased of days at sea in 2008 made the catch of scads tended to decrease and the catch of litlle tunas constant. The catch per unit of effort of scads also decreased and of little tuna increased. Probably the scad’s stock in this area is relatively small. The peak of fishing season of the small purse seine happened during March to May (intermoonson 1), and from September to November (intermoonson 2).
PERIKANAN PANCING ULUR DI PALABUHANRATU: KINERJA TEKNIS ALAT TANGKAP Hargiyatno, Ignatius Tri; Anggawangsa, Regi Fiji; Wudianto, Wudianto
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 19, No 3 (2013): (September 2013)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1203.055 KB) | DOI: 10.15578/jppi.19.3.2013.121-130

Abstract

Pemanfaatan sumberdaya ikan tuna di Palabuhanratu dilakukan oleh perikanan industri dan perikanan rakyat (artisanal). Salah satu alat tangkap yang digunakan pada perikanan artisanal adalah pancing ulur yang mengoperasikan empat alat tangkap dalam satu armada penangkapan. Penelitian ini bertujuan  menganalisis kinerja keempat alat tangkap yang dioperasikan pada perikanan pancing ulur dengan menggunakan metode determinasi (scoring) terhadap kriteria dari aspek biologi, teknik, ekonomi dan sosial. Pancing yang dioperasikan adalah pancing ulur (handlines), pancing tonda (trolllines), pancing layang-layang (kite lines) dan pancing pelampung (float/drift lines). Hasil penelitian menunjukkan nilai deteminasi tertinggi dari semua aspek yang diukur adalah pancing pelampung (V = 2,49) dan pancing ulur (V=2,45). Setiap alat tangkap memiliki nilai determinasi tertinggi dari setiap aspek. Pancing ulur memiliki keunggulan dari aspek teknik operasi dengan score = 2,01, pancing tonda memiliki keunggulan dari aspek sosial dengan score = 1,67, pancing layang-layang memiliki keunggulan dari aspek biologi dengan score = 1,28, dan pancing pelampung memiliki keunggulan dari aspek ekonomi dengan score =2,5. Terdapat ketergantungan dari setiap alat tangkap terhadap alat tangkap lain yang dioperasikan, sehingga kombinasi keempat alat tangkap tersebut dapat lebih efektif digunakan untuk menangkap tuna di sekitar rumpon dan dapat diterapkan di daerah lain di Indonesia. Tuna resources in Palabuhanratu are utilized both by industrial and artisanal fisheries. One of the fishing gears that are used in tuna-artisanal fisheries is line fishing that operates four different fishing lines in one fishing fleet. This study aims to analyze the performance of four lines fishing using determination methods (scoring) against the criteria of of bio-technic, economic and social aspect. Line fishing in Palabuhanratu operates handlines, trolllines, kite lines and float/drift lines.The results showed the highest determinant value of all aspects measured were float/drift lines (V=2.49) and handlines (V=2.45).Each gear has the highest value of any aspect of determination. Handlines has the highest score (2.01) for  technical aspects than other gear, troll lines for social aspects with score = 1.67, kite lines for biological aspects with score = 1.28, and float/drift lines for the economic aspectswith score = 2.5. There is a dependence of each gear-operated, so the combination of four type of gears can be more effectively used to catch tuna around FADs and can be applied in another areas in Indonesia.
BEBERAPA JENIS HASIL TANGKAP SAMPINGAN (BYCATCH) KAPAL RAWAI TUNA DI SAMUDERA HINDIA YANG BERBASIS DI CILACAP Prisantoso, Budi Iskandar; Widodo, Agustinus Anung; Mahiswara, Mahiswara; Sadiyah, Lilis
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 16, No 3 (2010): (September 2010)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.238 KB) | DOI: 10.15578/jppi.16.3.2010.185-194

Abstract

Ikan-ikan tuna di Samudra Hindia dieksploitasi menggunakan rawai tuna oleh Jepang sejak tahun 1952, kemudian menyusul Korea dan Taiwan pada tahun 1964. Rawai tuna di Indonesia mulai digunakan sejak tahun 1973, sejak didirikannya PT. Perikanan Samodera Besar, yang berbasis di Benoa, Bali. Kemudian alat tangkap ini berkembang dengan pesat sejak tahun 1990-an, di mana pada tahun 2001 mencapai 618 kapal kemudian meningkat menjadi 705 kapal pada tahun 2002 serta 746 kapal pada tahun 2010. Target dari rawai tuna di Samudra Hindia adalah ikan madidihang atau tuna mata besar (Thunnus obesus). Walaupun demikian, banyak jenis-jenis ikan lain yang ikut tertangkap sebagai hasil tangkap sampingan. Ikan tuna sirip biru selatan tertangkap dianggap sebagai byproduct karena nilai ekonominya yang sangat tinggi, sedangkan ikan paruh panjang, cucut, ikan teleost lainnya, penyu, dan burung laut sebagai bycatch. Ikan cucut tertangkap sebagai bycatch hanya 10 spesies dari 61 spesies yang diketahui di Samudra Hindia. Jenis ikan teleost lain tertangkap tujuh jenis. Jenis-jenis penyu yang tertangkap adalah penyu hijau (Chelonia mydas) dalam trip pertama tiga ekor dan trip ketiga satu ekor, dan penyu sisik (Eretmochelys imbricata) trip kedua dua ekor dan trip ketiga dua ekor. Burung laut hanya tertangkap dua ekor pada trip ketiga (bulan Oktober 2004) dengan rata-rata laju tangkap 0,20 ekor burung laut per 1.000 pancing. Tuna species in the Indian Ocean have been exploited since 1952 by Japanese tuna longliners and followed by Taiwanese and Korean longliners in 1964. Indonesian company started to use this gear since 1973 when the government established PT. Perikanan Samodera Besar based in Benoa, Bali. In 1990s, this gear employed rapidly, where in 2001 the number of the boats was 618 boats, in 2002 increased up to 705 boats and became 746 boats in 2010. The main target of longline in Indian Ocean is yellowfin and bigeye tunas, however, many other species were caught as bycatch. Southern bluefin tuna was also caught but deemed as byproduct, whilst billfishes, sharks, rays, and other teleosts, turtle, and seabirds as bycatch. There were 61 shark species known from Indian Ocean, but only 10 species were caught. There were 7 species of other teleosts caught. The sea turtle caught were green sea turtle (Chelonia mydas), three in the first trip and one in the third trip. The other species caught was hawksbill sea turtle (Eretmochelys imbricate), two in the second trip and two in the third trip. There was only two seabirds caught during the third trip (October 2004), it meant that the possibility of bird caught was 0.20 at 1,000 hooks.
BIOLOGI REPRODUKSI DAN GENETIK POPULASI IKAN KEMBUNG (Rastrelliger brachysoma, FAMILI SCOMBRIDAE) DI PANTAI UTARAJAWA Zamroni, Achmad; Suwarso, Suwarso; Mukhlis, Ainun
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 14, No 2 (2008): (Juni 2008)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1597.985 KB) | DOI: 10.15578/jppi.14.2.2008.215-226

Abstract

Biologi reproduksi ikan dan genetik populasi merupakan hal yang penting dalam manajemen perikanan. Penelitian tentang ikan kembung (Rastrelliger brachysoma) dilakukan berdasarkan pada pengamatan secara visual terhadap gonad dan mengukur indeks gonad. Contoh genetik ikan kembung (Rastrelliger brachysoma) diperoleh dari 5 lokasi penangkapan, yaitu perairan utara Jakarta, Eretan Wetan (Indramayu), Pekalongan, Rembang, dan Pasuruan (Selat Madura). Analisis restriction fragment length polymorphism mitochondria-DNA ikan contoh menggunakan 5 jenis enzim restriksi yaitu Alu I, Hae III, Nde II, Taq I, dan Hind III. Hasil pengamatan terhadap 1.024 spesimen ikan menunjukkan bahwa ikan contoh dominan dalam keadaan belum matang (tingkat kematangan gonad I, II, dan III). Dugaan musim pemijahan ikan kembung (Rastrelliger brachysoma) terjadi pada musim timur karena nilai indeks gonad pada musim timur rendah. Ukuran ikan yang matang (tingkat kematangan gonad IV) berkisar antara 19 sampai dengan 20 cm (FL) dengan nilai indeks gonad 0,49 sampai dengan 6,98. Hasil analisis restriction fragment length polymorphism mitochondria-DNA menunjukkan pola pemotongan yang diperoleh adalah sama (satu pola pemo Reproductive biology and population genetic of fish provide the important point in the fisheries management. A study on short mackerel (Rastrelliger brachysoma) was based on visual observations to the ovary and the measurement of gonado somatic index. Genetic sample of short mackerel (Rastrelliger brachysoma) were collected from 5 catch location i.e. northern Jakarta, Eretan Wetan (Indramayu), Pekalongan, Rembang, and Pasuruan (Madura Strait). Analysis restriction fragment length polymorphism mitochondria-DNA were used 5 kind restriction enzyme Alu I, Hae III, Nde II, Taq I, and Hind III. Observations on 1,024 specimen showed that the sample was dominated in immature stage (stage I, II, and III). Spawning season of short mackerel (Rastrelliger brachysoma) was supposed in the east wind due to the fact that gonado somatic index is lower in east wind season. The size of ripe (stage IV) specimen was about 19 to 20 cm fork length, with gonado somatic index value range from 0.49 to 6.98. The result of analysis restriction fragment length polymorphism mitochondria-DNA showed has the same digestion model (one digestion model) therefore no significant differences in fish sample gonotip.
PEMETAAN KELAYAKAN LAHAN UNTUK PENGEMBANGAN USAHA BUDI DAYA LAUT DENGAN APLIKASI INDERAJA DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI PERAIRAN LEMITO. PROVINSI GORONTALO Radiarta, I Nyoman; Saputra, Adang; Johan, Ofri
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 11, No 1 (2005): (Vol. 11 No. 1 2005)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jppi.11.1.2005.1-14

Abstract

Bagi kegiatan perikanan budi daya yang berkelanjutan, penentuan kualitas lingkungan yang memiliki risiko penurunan yang kecil sangat lah penting. pemilihan lokasi yang tepat merupakan langkah penting untuk memastikan keberlangsungan kegiatan budi daya yang berkelanjutan. Lokasi yang jelek akan menimbulkan kegiatan usaha yang tidak berkelanjutan. Penelitian kelayakan lahan usaha budi daya laut telah dilaksanakan di periran Lemito, Kabupaten Pohuwato Provinsi Gorontalo pada bulan Agustus 2003. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan analisis kelayakan lahan budi daya raut dengan memanfaatkan data inderaja danSistem lnformasi Geografis (SIG).
ANALISIS HAMBATAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL EKSPOR UDANG INDONESIA Aisya, Lia Kamelia; Koeshendrajana, Sonny; Hartono, Tjahjo Tri
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 11, No 9 (2005): (Vol. 11 No. 9 2005)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jppi.11.9.2005.1-14

Abstract

Kajian analisis hambatan perdagangan internasional ekspor udang lndonesia dilakukan pada bulan Juni sampai dengan bulan September 2004. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor yang menghambat dalam peningkatan kinerja ekspor Indonesia dengan menggunakan metode analisis deskriptif-tabulatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa selain hambatan tarif yang tinggi, ekspor udang Indonesia juga menghadapi berbagai hambatan non tarif yang berhubungan dengan standar konservasi internasional yang menambah biaya sehingga menurunkan keunggulan kompetitif Indonesia.
PENGELOTAAN FITOPLANKTON YANG iIENITBULKAN BAU LUTIPUR PADA IKAN GURAMI DI KOLAM TADAH HUJAN Insan, lrsyaphiani; Setijaningsih, Lies; Suhenda, Ningrum
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 10, No 5 (2004): (Vol. 10 No. 5 2004)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jppi.10.5.2004.81-89

Abstract

Masalah timbulnya bau lumpur pada ikan gurami hasil pemeliharaan di kolam stagnan disebabkan oleh senyawa geosmin yang dihasilkan oleh melimpahnya (blooming) fitoplankton (alga hijau-biru) di perairan. Pencegahan cita rasa yang tidak disukai ini perlu diketrahui melalui cara tepat pengendalian melimpahnya plankton.
FORMULASI MODEL PUSAT INFORMASI BISNIS IKAN KERAPU DI BATAM, RIAU Manadiyanto, Manadiyanto; Nasution, Zahri; Tajerin, Tajerin; Pranowo, Sapto Adi
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 9, No 6 (2003): (Vol.9 No.6 2003)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jppi.9.6.2003.65-73

Abstract

Terdapat tiga alasan utama perlunya dibentuk pusat informasi bisnis ikan kerapu di Batam, Riau, (1) peluang eksporyang belum dimanfaatkan secara penuh, (2), sumbangan devisa negara dan kesejahteraan masyarakat, dan (3) dapat mengurangi dampak negatif lingkungan perairan. Penelitian bertujuan untuk merancang model pusat informasi bisnis ikan kerapu di Batam, Riau.
PENGARUH KOMBINASI PERLAKUAN KALIUM HIDROKSIDA DAN NATRIUM KARBONAT DALAM EKSTRAKSI NATRIUM ALGINAT TERHADAP KUALITAS PRODUK YANG DIHASILKAN Basmal, Jamal; Wikanta, Thamrin; Tazwir, Tazwir
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 8, No 6 (2002): (Vol.8 No.6 2002)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jppi.8.6.2002.45-52

Abstract

Penelitian ekstraksi sodium alginat (Na-alginat) telah dilakukan menggunakan rumput laut coklat Sargassum filipendula yang direndam di dalam larutan KOH: 0,25%, 0,50%, 0,75%, dan 1,0% dengan waktu perendaman setiap perlakuan 30 dan 60 menit.
DIAGNOSIS PENYAKIT VIRAL PADA UDANG WINDU, Penaeus ntonodon SECARA HISTOPATOLOGIS DAN ANTIBODI POLIKLONAL DENGAN METODE ELISA Madeali, Mun Imah; Tompo, Arifuddin; Muliani, Muliani
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 4, No 3 (1998): (Vol.4 No.3 1998)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jppi.4.3.1998.11-18

Abstract

Udang yang dikoleksi dari beberapa lokasi tambak di Sulawesi Selatan digunakan untuk mengidentifikasi penyakit viral yang menyebabkan kegagalan panen pada bulan Juni-Agustus 1997. Diagnosis secara histopatologis dilakukan dengan fiksasi sampel dalam larutan Davidsons dan diproses secara rutin melalui dehidrasi bertingkat pada ethanol, kemudian diwarnai dengan pewarnaan Ilentatoxilin dan Eosin serta diamati di bawah mikroskop.

Page 1 of 44 | Total Record : 431


Filter by Year

1995 2018


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 4 (2018): (Desember) 2018 Vol 24, No 3 (2018): (September) 2018 Vol 24, No 2 (2018): (Juni 2018) Vol 24, No 1 (2018): (Maret 2018) Vol 23, No 4 (2017): (Desember 2017) Vol 23, No 3 (2017): (September 2017) Vol 23, No 2 (2017): (Juni 2017) Vol 23, No 1 (2017): (Maret, 2017) Vol 22, No 4 (2016): (Desember 2016) Vol 22, No 3 (2016): (September) 2016 Vol 22, No 2 (2016): (Juni 2016) Vol 22, No 1 (2016): (Maret 2016) Vol 21, No 4 (2015): (Desember 2015) Vol 21, No 3 (2015): (September 2015) Vol 21, No 2 (2015): (Juni 2015) Vol 21, No 1 (2015): (Maret 2015) Vol 20, No 4 (2014): (Desember 2014) Vol 20, No 3 (2014): (September 2014) Vol 20, No 2 (2014): (Juni 2014) Vol 20, No 1 (2014): (Maret 2014) Vol 19, No 4 (2013): (Desember 2013) Vol 19, No 3 (2013): (September 2013) Vol 19, No 2 (2013): (Juni 2013) Vol 19, No 1 (2013): (Maret 2013) Vol 18, No 4 (2012): (Desember 2012) Vol 18, No 3 (2012): (September 2012) Vol 18, No 2 (2012): (Juni) 2012 Vol 18, No 1 (2012): (Maret 2012) Vol 17, No 4 (2011): (Desember 2011) Vol 17, No 3 (2011): (September 2011) Vol 17, No 2 (2011): (Juni 2011) Vol 17, No 1 (2011): (Maret 2011) Vol 16, No 4 (2010): (Desember 2010) Vol 16, No 3 (2010): (September 2010) Vol 16, No 2 (2010): (Juni 2010) Vol 16, No 1 (2010): (Maret 2010) Vol 15, No 4 (2009): (Desember 2009) Vol 15, No 3 (2009): (September 2009) Vol 15, No 2 (2009): (Juni 2009) Vol 15, No 1 (2009): (Maret 2009) Vol 14, No 4 (2008): (Desember 2008) Vol 14, No 3 (2008): (September 2008) Vol 14, No 2 (2008): (Juni 2008) Vol 14, No 1 (2008): (Maret 2008) Vol 13, No 3 (2007): (Desember 2007) Vol 13, No 2 (2007): (Agustus 2007) Vol 13, No 1 (2007): (April 2007) Vol 12, No 3 (2006): (Desember 2006) Vol 12, No 2 (2006): (Agustus 2006) Vol 12, No 1 (2006): (April 2006) Vol 11, No 9 (2005): (Vol. 11 No. 9 2005) Vol 11, No 8 (2005): (Vol. 11 No. 8 2005) Vol 11, No 7 (2005): (Vol. 11 No. 7 2005) Vol 11, No 6 (2005): (Vol. 11 No. 6 2005) Vol 11, No 5 (2005): (Vol. 11 No. 5 2005) Vol 11, No 4 (2005): (Vol. 11 No. 4 2005) Vol 11, No 3 (2005): (Vol. 11 No. 3 2005) Vol 11, No 2 (2005): (Vol. 11 No. 2 2005) Vol 11, No 1 (2005): (Vol. 11 No. 1 2005) Vol 10, No 7 (2004): (Vol. 10 No. 7 2004) Vol 10, No 6 (2004): (Vol. 10 No. 6 2004) Vol 10, No 5 (2004): (Vol. 10 No. 5 2004) Vol 10, No 4 (2004): (Vol. 10 No. 4 2004) Vol 10, No 3 (2004): (Vol. 10 No. 3 2004) Vol 10, No 2 (2004): (Vol. 10 No. 2 2004) Vol 10, No 1 (2004): (Vol. 10 No. 1 2004) Vol 9, No 7 (2003): (Vol.9 No.7 2003) Vol 9, No 6 (2003): (Vol.9 No.6 2003) Vol 9, No 5 (2003): Vol. 9 No. 5 2003) Vol 9, No 4 (2003): Vol. 9 No. 4 2003) Vol 9, No 3 (2003): (Vol.9 No.3 2003) Vol 9, No 2 (2003): (Vol, 9 No. 2 2003) Vol 9, No 1 (2003): (Vol.9 No.1 2003) Vol 8, No 7 (2002): (Vol.8 No.7 2002) Vol 8, No 6 (2002): (Vol.8 No.6 2002) Vol 8, No 5 (2002): (Vol.8 No.5 2002) Vol 8, No 4 (2002): (Vol.8 No.4 2002) Vol 8, No 3 (2002): (Vol.8 No.3 2002) Vol 8, No 2 (2002): (Vol. 8 No. 2 2002) Vol 8, No 1 (2002): (Vol.8 No.1 2002) Vol 7, No 4 (2001): (Vol. 7 No. 4 2001) Vol 7, No 2 (2001): (Vol.7 No. 2 2001) Vol 6, No 3-4 (2000): (Vol.6 No.3-4 2000) Vol 6, No 2 (2000): (Vol.6 No.2 2000) Vol 6, No 1 (2000): (Vol.6 No.1 2000) Vol 5, No 2 (1999): (Vol.5 No.2 1999) Vol 5, No 1 (1999): (Vol.5 No. 1 1999) Vol 4, No 4 (1998): (Vol.4 No.4 1998) Vol 4, No 3 (1998): (Vol.4 No.3 1998) Vol 4, No 2 (1998): (Vol.4 No.2 1998) Vol 4, No 1 (1998): (Vol.4 No.1 1998) Vol 3, No 4 (1997): (Vol.3 No.4 1997) Vol 3, No 3 (1997): (Vol.3 No.3 1997) Vol 3, No 2 (1997): (Vol.3 No.2 1997) Vol 3, No 1 (1997): (Vol.3 No.1 1997) Vol 2, No 4 (1996): (Vol.2 No.4 1996) Vol 2, No 3 (1996): (Vol.2 No.3 1996) Vol 2, No 2 (1996): (Vol.2 No.2 1996) Vol 2, No 1 (1996): (Vol.2 No.1 1996) Vol 1, No 4 (1995): (Vol.1 No.4 1995) Vol 1, No 3 (1995): (Vol.1 No.3 1995) Vol 1, No 2 (1995): (Vol.1 No.2 1995) Vol 1, No 1 (1995): (Vol.1 No.1 1995) More Issue