cover
Contact Name
iwan ridwan zaelani
Contact Email
iwanrz@unpas.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.polistaat@unpas.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Paradigma POLISTAAT: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Published by Universitas Pasundan
ISSN : 25793888     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Terbit pertama pada tahun 1993 dengan nama “Polistaat”, kemudian berganti nama menjadi jurnal “Paradigma” pada tahun 2007 dengan nomor ISSN 1410 6787. Sejak tahun 2017 berganti nama menjadi jurnal “Paradigma POLISTAAT: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik”.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
PERAN PEMERINTAH DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI KAWASAN BANDARA INTERNASIONAL JAWA BARAT Ilhami, Rizky
Paradigma POLISTAAT: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 2 No 1 (2019): Paradigma POLISTAAT: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pasundan Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/paradigmapolistaat.v2i1.1663

Abstract

Abstrak Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menetapkan untuk mengembangkan Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka dan menjadi tata ruang kawasan sekitarnya terintegrasi menjadi kota bandar udara (aeorocity).  Penelitian ini membahas pengembangan sebuah kota bandar udara atau aerotropolis berdasarkan metode penelitian studi literatur (meta analisis) yang kemudian dikaitkan dengan konsep tata ruang Kertajati. Di dalam pemberdayaan masyarakat (people empowerment) untukmeningkatkan kemampuan memilih dan membuka kesempatan memilih yang berarti adalah peningkatan kemampuan untuk mengambil keputusan dan membuka kesempatan ikut serta dalam pengambilan keputusan.Strategi pemberdayaan masyarakat yakni dalamRencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Majalengka terdapat beberapa upaya yang dilakukan untuk mengembangkan daerah serta masyarakat yang ada di kawasan BIJB dengan membuat kebijakan atau peraturan yang selaras dengan rencana dan kebijakan terkait pembangunan BIJB serta Kertajati Aerocity yakni RTRW dan RDTR yang masih proses legalitas.
PELATIHAN KOMPETENSI LINTAS BUDAYA DAN KETAHANAN BAGI PASUKAN PENJAGA PERDAMAIAN PBB: SEBUAH USULAN Indrawan, Raden Mas Jerry
Paradigma POLISTAAT: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 1 No 1 (2018): Paradigma POLISTAAT: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pasundan Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1037.782 KB) | DOI: 10.23969/paradigmapolistaat.v1i1.407

Abstract

Does culture pose significant threat to UN Peacekeeping Forces in their line of duty in conflict areas? Does it affect their role as peacekeepers in midst of conflicts? Peacekeeping is not an ordinary military assignment, like in war. Peacekeeping Operation requires certain skills, such as cross-culture competence and high cultural resilience. Hence, peacekeeping work must be understand as an activity that rely more on cooperation, integration from all related stakeholders, and coordination between UN Peacekeeping Mission with other parties, like civilians, government, police, humanitarian workers, mass media, etc. nowadays, the complexity of UN missions requires variation in their training methods. This paper will discuss several of training programs involving the entire component of peacekeeping forces, including their family, regarding to cross-cultural competence and cultural resilience.
ANALISIS ETIKA KERJA ISLAM, BUDAYA ORGANISASI, KOMITMEN ORGANISASI, DAN KOMPETENSI SUMBER DAYA MANUSIA TERHADAP KINERJA KARYAWAN (Studi Empiris pada Karyawan Perbankan Syariah di Indonesia) Akob, Muh.
Paradigma POLISTAAT: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 1 No 1 (2018): Paradigma POLISTAAT: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pasundan Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1115.894 KB) | DOI: 10.23969/paradigmapolistaat.v1i1.519

Abstract

Abstrak Kerja Islam terhadap Komitmen Organisasi, dan juga menguji pengaruh Budaya Organisasi, Komitmen Organisasi  dan Kompetensi SDI terhadap Kinerja Karyawan, penelitian ini dilakukan pada karyawan di 6 Bank Umum Syariah di Indonesia (Makassar, Palembang dan Semarang). Untuk menjawab permasalah penelitian dikembangkan sebuah model penelitian empiris, terdiri dari 5 konstruk dan 23 indikator. Dari lima variabel tersebut dirumuskan lima hipotesis penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang disampaikan secara langsung maupun melalui surat serta contact person. Kuesioner dikirim sebanyak 250 dan setelah melalui proses editing hanya sebanyak 219 kuesioner yang dinyatakan valid. Teknik Analisis yang digunakan adalah Structural Equation Modelling (SEM) dengan software LISREL v.8.54. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa; Variabel Komitmen Organisasi di-pengaruhi secara signifikans oleh variabel bebas Etika Kerja Islami dengan nilai korelasi 0,27; nilai t-hitung yang diperoleh sebesar 3,18. Variabel Kinerja Karyawan tidak dipengaruhi secara signifikan oleh variable Etika Kerja Islam dengan nilai korelasi 0,09, nilai t-hitung sebesar 1,39. Variabel Kinerja Karyawan dipengaruhi secara signifikan oleh variabel bebas Budaya Organisasi dengan nilai korelasi 0,36; nilai t-hitung yang diperoleh sebesar 6,48. Variabel Kinerja Karyawan dipengaruhi secara signifikan oleh variabel bebas Kompetensi SDM dengan nilai korelasi sebesar 0,19. Nilai t-hitung yang diperoleh sebesar 3,29. Variabel Kinerja Karyawan juga dipengaruhi secara signifikans oleh variabel bebas Komitmen Organisasi dengan nilai korelasi 0,63. Nilai T-Value yang diperoleh untuk variabel bebas ini lebih besar dari 1,96, yaitu 8,41.
PENGARUH KEPEMIMPINAN PARTISIPATIF DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP EFEKTIVITAS ORGANISASI PADA SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) DAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) PASUNDAN Komarudin, Eden
Paradigma POLISTAAT: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 1 No 1 (2018): Paradigma POLISTAAT: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pasundan Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1349.374 KB) | DOI: 10.23969/paradigmapolistaat.v1i1.680

Abstract

The problem in this study, the low effectiveness of the organization due to the ineffectiveness of participative leadership and organizational culture is not optimal in High School (SMA) and Vocational School (SMK) Pasundan. The method used in this research is descriptive and explanatory survey method, namely with the aim to provide an overview to better understand, produce certain symptoms or problems, so this study is not only to test the results of the study but produce a deeper understanding of the phenomenon under study on the Analysis Effect of Participatory Leadership and Organizational Culture on Organizational Effectiveness High School (SMA) and Vocational School (SMK) Pasundan based theories and concepts proposed. The research proves that the influence of participative leadership variables (X1) on the effectiveness of organizations by 0.334 while organizational culture variables (X2) influence of 0.285 or 28.5%, bringing the total major influence on the effectiveness of the organization both variables is equal to 0619 or 61.9% while the error for this model of 0381, or 38.1% due to the variable outside of research, with much the relationship between the two variables participative leadership and organizational culture for 0656, or 65.6%. If leadership partisifatip increases one unit will increase the effectiveness of organizations by 0578 satuan.Dan, if the culture of the organization increases the unit will improve organizational effectiveness by 0534 units. So that the total effect of the variable of organizational culture on organizational effectiveness is equal to 0454. Participatory leadership and significant positive effect on organizational effectiveness School (SMA) and Vocational School (SMK) Pasundan. The dimensions of participatory leadership that gives the most impact is the dimension develop expertise, followed by small dimensions which influence the dimensions of the team developing the organization, the dimensions of building trust and responsibility and creative vision. Partially Organizational Culture has a positive and significant influence on the effectiveness of the organization High School (SMA) and Vocational School (SMK) Pasundan. The characteristics of organizational culture that gives the most impact is characteristic of a meeting or meetings on time. Followed by minor characteristics that influence the characteristics of a sense of security with pekerjaa, characteristic pride and appreciated, characteristic attention to costs, friendly characteristics, the characteristics of organizing the work itself, the characteristics devote all abilities.
KOMUNIKASI POLITIK POLRI PADA ERA REFORMASI Shinta Dewi, Evie Ariadne
Paradigma POLISTAAT: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 1 No 1 (2018): Paradigma POLISTAAT: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pasundan Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (853.762 KB) | DOI: 10.23969/paradigmapolistaat.v1i1.405

Abstract

Abstrak Topik artikel ini berusaha mengkaji Kepolisian Republik Indonesia dari perspektif Komunikasi Politik dengan proposisi bahwa kendatipun kepolisian adalah lembaga (penegak) hukum, kinerjanya -melalui aktivitas komunikasi- dapat menimbulkan pengaruh sosiologis dan (juga) politik, baik pada skala lokal, nasional maupun regional bahkan global. Selain itu, jika merujuk pada pemikiran Peter Berger & Thomas Luckmann dimana realitas dibangun secara social, maka kinerja Polri sesuai dengan tugas pokoknya -yakni menciptakan ketertiban umum dan menjaga keamanan- tidak terartikulasikan di dalam ruang hampa, melainkan di tengah-tengah masyarakat yang aktif dan dinamis inilah yang dimaksud dengan aspek sosiologis dan politik. Kajian deskriptif kualitatif dengan type desk research ini menggunakan berbagai sumber data berupa studi dokumentasi baik hard copy maupun soft copy yang diperoleh di perpustakaan maupun media online. Analisis dilakukan dengan mengunakan konsep-konsep komunikasi politik. Hasil kajian menunjukkan bahwa: pertama lembaga kepolisian dalam konteks social politik memiliki peran sebagai democracy guardian (penjaga demokrasi), kedua lembaga kepolisian dituntut membangun komunikasi politik yang harmonis dengan lembaga-lembaga negara lainnya terutama dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), ketiga lembaga kepolisian dituntut menjaga citra positif lembaga dengan cara pembenahan dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan penegakan integritas aparat.
KREATIVITAS DAN INOVASI PELAKU KUBE Sariningsih, Yuce
Paradigma POLISTAAT: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 1 No 1 (2018): Paradigma POLISTAAT: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pasundan Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1061.722 KB) | DOI: 10.23969/paradigmapolistaat.v1i1.401

Abstract

This research concerning the program evaluation from Social Ministry of Republic of Indonesia which have conducted a productive economic activity in form of small business group, that is called Kelompok Usaha Bersama (KUBE) for the poor woman. It focused on reducing poverty in the context of building creativity and innovation as a main component of entrepreneurship. Another fact described that their welfare condition was in low level. The aim and purpose of this research was to analyze their creativity and innovation. The research has been conducted in West Java-Indonesia, and determined 111 (one hundred and eleven) respondents as sample. The research employed explanatory survey method and the data sources was primary and secondary data. A Questionnaire, observation and structured interview have been choosen for the data gathering techniques, and has been analyzed by path analysis. The research finding showed that respondent in condition lack of creativity and innovation and the recommendation has been formulated by improving the entrepreuneurial spirit of KUBE’s social advisor of KUBE.
DILEMA ALIANSI AMERIKA SERIKAT TERKAIT PENINGKATAN KAPABILITAS MILITER JEPANG Amanda, Meidy
Paradigma POLISTAAT: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 1 No 2 (2018): Paradigma POLISTAAT: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pasundan Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (915.012 KB) | DOI: 10.23969/paradigmapolistaat.v1i2.1168

Abstract

Tulisan ini membahas peningkatan aliansi militer Jepang dengan Amerika Serikat di bawah batasan konstitusi Jepang. Setelah Perang Dunia ke-2, kekalahan Jepang membuat Jepang tidak memiliki pertahanan yang cukup untuk melindungi negaranya. Di bawah Perjanjian San Fransisco, Amerika Serikat melakukan kerja sama keamanan dengan Jepang. Dengan segala dinamika konflik hubungan internasional yang ada, Amerika Serikat dan Jepang meningkatkan aliansi keamanannya. Penelitian ini akan menggunakan teori dilema aliansi oleh Glenn H. Snyder, menurut Snyder ketika aliansi terbentuk, negara memiliki dua pilihan dalam aliansinya yaitu melakukan kerja sama (cooperate) atau membelot (defect). Resikonya adalah ketika negara memilih untuk bekerja sama, negara akan terjebak (entrapped) dalam aliansi tersebut, sedangkan apabila sebuah negara memilih untuk membelot, maka negara akan ditinggalkan (abandonment). Oleh karena itu, makalah ini akan membahas bagaimana keputusan Amerika Serikat dalam aliansi tersebut. Dalam hal ini, peningkatan kerja sama keamanan antara Amerika Serikat dengan Jepang disebabkan oleh dilema dalam aliansi yang menyebabkan Amerika Serikat dalam posisi tidak ingin terjebak (entrapped) ke dalam konflik regional yang melibatkan mitra aliansinya yaitu Jepang.
SPIRIT PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN DI PERGURUAN TINGGI Erlangga, Heri
Paradigma POLISTAAT: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 1 No 2 (2018): Paradigma POLISTAAT: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pasundan Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1402.432 KB) | DOI: 10.23969/paradigmapolistaat.v1i2.1304

Abstract

ASBTRACT The selection of this title was based on the anxiety towards entrepreneurship education phenomenon in hinger institutions which has only been introduced in 1900s. The number of universities and higher institutions in big cities offering at least on class of entreprenenurship is increasing every year; however, hinger institutions are still limited to merely creating graduates as job seekers instead of graduates as job creators. Further, the lack of integration between entrepreneurship education and the structure of curriculum causes problems related to entrepreneurship mental; separated itself from the industry sector, and causes lack of orientation to business development and business opportunities. The issue raised in this research is related to the strategy and development of entrepreneurship program focusing on Philosophical Problematic; entrepreneurship meaning-building, Process Problematic: entrepreneurship development policy, Result Problematic: the impact of entrepreneurship development, Strategy Problematic: the search for model and strategy of entrepreneurship development in higher institutions. The research employed qualitative approach; the data collection was conducted through interview techniques and observation. The results of the research show that in terms of philosophical aspect: (1) the understanding towards entrepreneurship meaning is still in the area of practical approach; (2) the benefit of the entrepreneurship program could increase students confidence to be independent; (3) the entrepreneurship program is the media to provide the values of Independency and Confidence, Creative and Innovative Skill; from the Aspect of Process; (4) the entrepreneurship program can be studied from the aspect of Curriculum; (5) a special policy on entrepreneurship program has not been established; in terms of Result Aspect; (6) entrepreneurship development gives meaningful impact on changing ways of thinking and work governance; in terms of Aspect of Strategy; (7) entrepreneurship strategy and development in higher institutions have not yet been established. The conclusions are: (1) there is a narrow meaning-building towards entrepreneurship, a view saying that entrepreneurship is identical with what an entrepreneur or a businessman with a corporate has; (2) entrepreneurship development program is conducted through, one of them, the implementation of entrepreneurship course subject into the curriculum structure which strenghthens the “soul” of entrepreneurship; (3) the implementation and administration of entrepreneurship program still face challenges, in part because of people’s incorrect view on university entrepreneurship; (4) entrepreneurship strategy and development requires Business Incubator Model (INBIS), functioning on incubating business potency, which in turn could create Technopreneurship (modern knowledge and technology based entrepreneurship.
KONSTRUKSI INFORMASI POLITIK (STUDI KASUS PADA MASYARAKAT KOTA CIMAHI PASCA PENETAPAN CALON WALIKOTA DAN WAKIL WALIKOTA DALAM PILKADA SERENTAK ) Slamet, Adiyana
Paradigma POLISTAAT: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 1 No 2 (2018): Paradigma POLISTAAT: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pasundan Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (840.793 KB) | DOI: 10.23969/paradigmapolistaat.v1i2.1151

Abstract

Konsolidasi demokrasi lokal akan terwujud dengan baik jikalau informasi politik yang diberikan oleh institusi penyelenggara pemilu dan institusi politik melalui proses komunikasi politik dapat mendorong rakyat mendapatkan ‘gizi’ menerima informasi politik sehingga belajar tentang politik. Informasi politik dalam pilkada sentak merupakan bagian dari bagaimana kandidat “pasangan calon” Walikota Cimahi melakukan komunikasi politik untuk berlomba-lomba memberikan informasi politik mengenai prospective policy choice yang akan di usung nantinya. Ketika informasi politik masyarakat itu terpenuhi, tentu masyarakat bisa memilih dengan tanggung jawab besar secara rasional untuk memilih pemimpin di daerahnya berdasarkan pertimbangan-pertimbangan yang “menguntungkan” kepentingan rakyat itu sendiri. Tahun 2017 menjadi tahun politik bagi 101 daerah yang menggelar pemilihan kepala daerah (Pilkada) Seretak di seluruh Indonesia. Terdapat 7 Provinsi, 76 Kabupaten dan 18 Kota yang mengikuti Pilkada serentak tersebut. Salah satu dari 18 Kota yang menggelar Pilkada tersebut adalah Kota Cimahi. Kota Cimahi memiliki daftar pemilih tetap sejumlah 375.722 orang yang menggunakan kedaulatannya untuk memilih pasangan calon Walikota yang akan memimpin daerahnya selama 5 tahun kedepan. Dalam pesta demokrasi menjadi hal fundamental bahwa, informasi politik menjadi penguat dalam kognisi politik yang nantinya di implementasikan pada ruang partisipasi politik itu sendiri. Pemberian informasi politik merupakan sebuah kewajiban bagi penyelenggara pemilu terutama KPU Kota Cimahi dan Partai Politik untuk memberikan Informasi politik kepada masyarakat.
KOMUNIKASI POLITIK SABILULUNGAN RAKSA DESA DI KABUPATEN BANDUNG Hermawan, Vera
Paradigma POLISTAAT: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 1 No 2 (2018): Paradigma POLISTAAT: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pasundan Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (851.612 KB) | DOI: 10.23969/paradigmapolistaat.v1i2.1285

Abstract

Tulisan ini membahas tentang, Gerakan sabilulungan raksa desa yang merupakan filosofi dan prinsip Bupati Dadang Naser dan birokrasi di Kabupaten Bandung dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya. Dasar ini bertujuan, menumbuhkan semangat kebersamaan dan gotong royong antara pemerintah daerah dengan masyarakat. Sasaran gerakan sabilulungan raksa desa yaitu, rutilahu atau rumah tidak layak huni, air, kakus, sampah dan alam. Kendala implementasi gerakan sabilulungan raksa desa antaralain, resistensi politik, kendala sosial dan budaya seremonial. Pengelolaan media isu dilaksanakan secara konvensional melalui konferensi pers, silaturahmi media dan urun rumbuk bersama tokoh masyarakat.

Page 1 of 2 | Total Record : 15