cover
Contact Name
Kamirsyah Wahyu
Contact Email
kwahyu@uinmataram.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalbeta@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Beta: Jurnal Tadris Matematika
ISSN : 20855893     EISSN : 25410458     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Bετα: Jurnal Tadris Matematika (p-ISSN: 2085-5893 | e-ISSN: 2541-0458) is scientific, peer-reviewed, and open access journal published by Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram in collaboration with Asosiasi Dosen Matematika dan Pendidikan Matematika PTKIN (Ad-Mapeta) half-yearly on May and November. It has been indexed in SINTA 2 (Accredited Journal, Decree No.21/E/KPT/2018) by Director General of Strengthening Research and Development, Ministry of Research Technology and Higher Education of the Republic of Indonesia in 2018. The indexing status will be active until 2020.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 12 No 1 (2019): Beta May" : 6 Documents clear
Developing refutation text to resolve students’ misconceptions in addition and subtraction of integers Fadillah, Syarifah; Susiaty, Utin Desy
Beta: Jurnal Tadris Matematika Vol 12 No 1 (2019): Beta May
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/betajtm.v12i1.160

Abstract

Students’ misconceptions in addition and subtraction of integers need to be addressed since this topic is a prerequisite for students to learn advanced mathematics topics such as algebra. Having misconceptions in understanding the prerequisite concepts will hamper the acquisition and integration of new knowledge. The purpose of this study was to develop refutation text to resolve the misconception of students in addition and subtraction of integers. Refutation text was developed in the form of student worksheet adopting the development model from Borg and Gall (1983). Tryout of refutation text involved fifteen seventh-grade students. The study found that (1) The experts’ validation reveals that refutation text is suitable to be used as learning media for students on addition and subtraction of integers; (2) The refutation text implemented in the tryout was useful to resolve students’ misconception in addition and subtraction of integers; and (3) The practitioner’s assessment and students’ response showed that refutation text is practical. Drawing from the findings, we argue that the developed refutation text help students correcting their misconceptions in the topics and could be used by the teachers in the classroom practices. However, the refutation text needs to be extended to anticipate students’ mistake in interpreting word problems by providing some possible mistakes and its correction. Miskonsepsi siswa dalam penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat perlu diatasi karena materi ini merupakan prasyarat bagi siswa untuk mempelajari materi matematika lanjutan seperti aljabar. Kesalahan dalam memahami konsep prasyarat akan menghambat penerimaan dan integrasi pengetahuan baru. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran refutation text untuk mengatasi miskonsepsi siswa dalam penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat. Refutation text yang dikembangkan berbentuk Lembar Kerja Siswa (LKS) dengan merujuk pada model pengembangan Borg dan Gall (1983). Uji coba refutation text dilakukan pada 15 orang siswa SMP kelas VII. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) hasil penilaian ahli menunjukkan refutation text layak digunakan sebagai media pembelajaran bagi guru dalam mengajarkan penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat; (2) refutation text yang diterapkan di kelas uji coba efektif dalam mengatasi miskonsepsi siswa dalam penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat; dan (3) hasil penilaian praktisi dan respon siswa menunjukkan bahwa refutation text praktis digunakan sebagai media pembelajaran untuk mengatasi miskonsepsi siswa. Dalam hal ini, refutation text yang dikembangkan membantu siswa memperbaiki kesalahan konsep pada materi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat dan bisa digunakan oleh guru di kelas. Namun, refutation text tersebut perlu dikembangkan untuk mengantisipasi kesalahan siswa dalam menafsirkan soal cerita dengan menyediakan beberapa kemungkinan kesalahan interpretasi dan perbaikan.
The validity and inter-rater reliability of project assessment in mathematics learning Kusaeri, Kusaeri; Sutini, Sutini; Suparto, Suparto; Wardah, Faiqotul
Beta: Jurnal Tadris Matematika Vol 12 No 1 (2019): Beta May
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/betajtm.v12i1.266

Abstract

Subjektivitas dan kurang konsistennya guru/rater dalam proses penyekoran merupakan kritik yang umum ditujukan pada penilaian proyek dalam pembelajaran matematika. Oleh karena itu, artikel ini menyajikan hasil uji validitas konstruk dan reliabilitas inter-rater instrumen penilaian projek. Instrumen yang dilengkapi rubrik tersebut digunakan untuk menilai tugas proyek siswa kelas VIII SMP pada materi relasi dan fungsi. Tugas diambil dari buku matematika yang digunakan di sekolah. Instrumen diujicobakan pada 10 raters/guru dan 94 siswa di tiga sekolah berbeda di Kota Surabaya dan Kabupaten Gresik. Data dikumpulkan melalui lembar penilaian projek yang dilengkapi rubrik penilaian sebagai pedoman guru dalam melakukan penskoran. Validitas konstruk dianalisis dengan menggunakan Confirmatory Factor Analysis, sedangkan reliabilitas inter-rater dianalisis dengan Intraclass Correlation Coefficient. Hasil uji validitas menunjukkan bahwa instrumen penilaian yang digunakan tidak valid secara konstruk. Ketidakvalidan ditandai dengan perbedaan banyaknya faktor hasil konstruksi awal dengan hasil uji empiris. Dari sisi reliabilitas inter-rater, instrumen penilaian proyek yang digunakan reliabel. Temuan ini mengindikasikan perlunya dilakukan pengujian instrumen penilaian non tes pada buku matematika, sehingga aspek-aspek dalam lembar penilaian menjadi valid dan reliabel. A common criticism of project assessment is the subjectivity and inconsistency of raters in scoring. In the present article, we provide the result of validity and inter-rater reliability test of the project assessment instrument. The instrument with a rubric was used to assess students’ project task in grade eight for function and relation topic. The task was adopted from mathematics textbooks used in the schools. The instrument has been tested to 10 raters/teachers and 94 grade eight students from three schools (in Surabaya and Gresik). Data were collected through the project assessment sheet along with its rubric as the scoring guidance for the teachers. Construct validity was analyzed through confirmatory factor analysis, while a reliability test was conducted by using inter-rater reliability method with the Intraclass Correlation Coefficient. The result of the validity test showed that the instrument did not fulfill the criteria of construct validity. It is indicated by the different number of factors between the initial construction and the empirical test result. In term of inter-rater reliability, the instrument is highly reliable. The findings indicate the need for testing the non-test assessment instrument provided on mathematics textbooks, so the aspects of its assessment sheet fulfill the valid and reliable criteria.
Exploring the cognitive process of prospective mathematics teachers in constructing a graph Afriyani, Dona; Yuberta, Kurnia Rahmi
Beta: Jurnal Tadris Matematika Vol 12 No 1 (2019): Beta May
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/betajtm.v12i1.277

Abstract

This article aims to analyze the strategies and cognitive process of prospective mathematics teachers (PMTs) in constructing graphs of composition function. Forty-four PMTs participated in graph construction tasks (GCT) of composition function. Four of them were purposively selected as the subjects. Data were collected through subjects' works on GCT and interviews based on their works. Data analysis started with organizing subjects' construction of the graph and transcribing the results of the interview. We then explored and coded the subjects' constructed graphs, followed by describing the subjects' strategies and structure of the cognitive process of graph construction and establishing themes, representing and reporting the findings with tables, schemes and narratives, interpreting the findings, and validating the accuracy of the findings by triangulation of the data sources. We found (1) two strategies used by the subjects in constructing graph namely with-translationand without-translation;and (2) the translation process in constructing the graphs begins by unpacking the source representation, preliminary coordination, constructing the target representation and end with determining the equivalence between the source representation and the target representation. The findings indicate that there are transfer variations in conceptual content from micro-concepts of source representation to micro-concepts of targetrepresentation. The variations are caused by the differences in the types of mapping carried out at the initial coordination stage. Artikel ini bertujuan menganalisis strategi dan proses kognitif mahasiswa calon guru matematika dalam mengonstruksi grafik fungsi komposisi. Empat puluh empat calon guru menyelesaikan tugas konstruksi grafik (GCT) fungsi komposisi kemudian empat orang dipilih sebagai subjek. Data penelitian dikumpulkan melalui hasil kerja subjek pada GCT dan wawancara berdasarkan hasil kerja. Analisis data dimulai dengan mengelompokkan hasil konstruksi grafik oleh subjek dan membuat transkrip wawancara.  Peneliti kemudian mengeksplorasi dan membuat kode hasil konstruksi grafik, menjelaskan strategi dan struktur proses kognitif subjek dalam mengonstruksi grafik, membuat tema berdasarkan strategi dan proses kognitif. Selanjutnya, peneliti menggunakan tabel, skema dan narasi untuk menampilkan dan melaporkan temuan penelitian, menafsirkan temuan penelitian dan melakukan validasi hasil penelitian dengan triangulasi sumber data. Kami menemukan (1) dua strategi yang digunakan oleh subjek dalam membangun grafik yaitu dengan-translasi dan tanpa-translasi; dan (2) proses translasi dalam mengonstruksi grafik dimulai dengan membongkarrepresentasi sumber, koordinasi awal, membangun representasi target dan diakhiri dengan menentukan kesetaraan antara representasi sumber dan representasi target. Temuan menunjukkan bahwaada variasi transfer dalam konten konseptual dari mikro konsep representasi sumber ke mikro konsep representasi target. Variasi disebabkan oleh perbedaan dalam jenis pemetaan yang dilakukan pada tahap koordinasi awal.
Characters and values in mathematics teaching and learning: A review of researches in Indonesia Mahfudy, Sofyan; Wahyu, Kamirsyah; Mauliddin, Mauliddin; Sucipto, Lalu; Evendi, Erpin; Irpan, Samsul
Beta: Jurnal Tadris Matematika Vol 12 No 1 (2019): Beta May
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/betajtm.v12i1.237

Abstract

[English]: This article aims to critically review researches on characters and values in mathematics teaching and learning. Data for the review was the research articles authored by Indonesian mathematics education researchers and published in the online peer-review journals. The articles were searched in national scientific databases, DOAJ, and Google Scholar. The searches resulted in forty articles which aim to develop students' character and values through mathematics lesson. Five steps, i.e., text interpretation, coding, analysis, discussion, and reconsideration, are employed to analyze the articles qualitatively. The review reveals the articles lack of theoretical basis in the conceptualization of character/values, the development of character/values, and their measurement. Twenty-six articles on character did not define the notion clearly; meanwhile, the other articles only cite some definitions, but no operational definition was made. Character is a multifaceted construct which requires an operational definition to measure its development. In developing character and values, various strategies were utilized, but the most authors have not addressed theoretical analysis and rationale on their feasibility and relations the conceptualization of the notions. All articles did not provide any explanation on whether the instruments used were developed with respect to the nature of character or values development and fulfill psychometric properties. In this case, we argue that the researches were unfocused and not extensive. In this article, related theories and prior works are thoroughly discussed to shed light on the researching topics. Further research which relates to character education program in Indonesia is also elaborated. Keywords: Review, Character, Values, Mathematic teaching [Bahasa]: Artikel ini bertujuan mengulas secara kritis penelitian terkait karakter dan nilai dalam pembelajaran matematika. Data untuk ulasan merupakan artikel hasil penelitian yang ditulis oleh peneliti pendidikan matematika Indonesia dan diterbitkan di jurnal daring yang sudah melalui ulasan sejawat. Artikel dicari melalui basis data ilmiah nasional, DOAJ, dan Google Scholar. Pencarian menghasilkan 40 artikel yang bertujuan membangun karakter dan nilai siswa dalam pembelajaran matematika. Artikel dianalisis secara kualitatif melalui lima langkah yaitu interpretasi teks, penyusunan kode, analisis, diskusi, dan pertimbangan kembali. Ulasan menunjukkan bahwa artikel tersebut memiliki kekurangan dasar teoritis dalam konseptualisasi karakter/nilai, pengembangan karakter/nilai, dan aspek pengukuran. Dua puluh enam artikel yang membahas karakter tidak mendefinisikan istilah tersebut dengan jelas, sedangkan artikel yang lain hanya mengutip beberapa definisi tetapi tidak membuat definisi operasional. Karakter memiliki makna yang bervariasi sehingga membutuhkan definisi operasional untuk mengukur perkembangan pada diri siswa. Dalam mengembangkan karakter dan nilai, beragam strategi digunakan tetapi kebanyakan penulis tidak menjelaskan analisis teoritis and rasionalisasi kenapa strategi tersebut dapat digunakan dan berkaitan dengan konseptualisasi karakter/nilai. Semua artikel tidak memberikan penjelasan apakah instrumen yang dikembangkan sesuai dengan karakteristik perkembangan karakter atau nilai dan memenuhi kriteria psikometri. Dalam hal ini, penelitian terkait karakter/nilai tersebut belum fokus dan berskala kecil. Dalam artikel ini, beberapa teori yang relevan dan hasil penelitian sebelumnya dijelaskan secara mendalam untuk memberikan arah penelitian topik tersebut. Penelitian lebih lanjut yang berkaitan dengan program pendidikan karakter di Indonesia juga dibahas. Kata kunci: Analisis, Karakter, Nilai, Pembelajaran Matematika
Culture and mathematics learning: Identifying students’ mathematics connection Kusaeri, Al; Pardi, Habib Husnial; Quddus, Abdul
Beta: Jurnal Tadris Matematika Vol 12 No 1 (2019): Beta May
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/betajtm.v12i1.264

Abstract

[English]: Mathematics connection support students finding various possible strategies in problem-solving. Cultural products can be used as mathematical objects in learning. This article, part of a study that designed culture-based learning, aims to identify students' mathematics connection. Data was collected through a test given to 341 students and unstructured interviews of nine students selected based on the completion of the test, which fulfills mathematization steps. Data analysis began by classifying students? answers based on mathematization, identifying mathematics connection of students according to mathematization, analyzing students? mathematics connection, and drawing conclusions about mathematics connection and the constraints found. The results showed that students' mathematics connections include three categories, namely understanding connection, representation connection, and justification connection. Students with justification connection solved mathematical problems according to mathematization steps, from the identification of mathematical objects to formal mathematics. Meanwhile, students with understanding and representation connection solved their respective mathematical problems up to the concrete and formal stages. The findings reveal that culture-based mathematics learning provides space to understand students' mathematics connection. Further research is required to prove that it can be used to develop students' mathematics connection. Keywords: Mathematics learning, Culture, Mathematics connection [Bahasa]: Koneksi matematika mendukung siswa menemukan berbagai kemungkinan strategi dalam penyelesaian masalah. Produk budaya memungkinkan dapat dijadikan objek matematika dalam pembelajaran. Artikel ini merupakan bagian dari penelitian yang merancang desain pembelajaran berbasis budaya lokal yang bertujuan mengidentifikasi kemampuan koneksi matematika siswa. Data dikumpulkan melalui tes yang diberikan kepada 341 siswa dan wawancara tidak terstruktur terhadap 9 siswa yang dipilih berdasarkan penyelesaian tes sesuai proses matematisasi. Analisis data diawali dengan klasifikasi jawaban siswa berdasarkan tahapan matematisasi, identifikasi kemampuan koneksi matematika sesuai tahapan matematisasi, analisis kemampuan koneksi matematis, dan penarikan simpulan terkait kemampuan koneksi matematika serta kendala yang ditemukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan koneksi matematika siswa meliputi tiga kategori yaitu koneksi pemahaman, koneksi representasi, dan koneksi justifikasi. Siswa dengan kemampuan koneksi justifikasi bisa menyelesaikan masalah matematika sesuai tahapan matematisasi, dari identifikasi objek matematika sampai matematika formal. Sementara itu, siswa yang memiliki kemampuan koneksi pemahaman dan representasi menyelesaikan masalah matematika masing-masing sampai pada tahap model kongkret dan model formal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis budaya memberikan ruang untuk memahami kemampuan koneksi matematika siswa. Penelitian lebih lanjut dibutuhkan untuk menunjukkan pembelajaran berbasis budaya bisa digunakan untuk mengembangkan kemampuan koneksi matematika siswa. Kata Kunci: Pembelajaran matematika, Budaya, Koneksi matematika
Prospective mathematics teachers’ argumentation structure when constructing a mathematical proof: The importance of backing Laamena, Christina Martha; Nusantara, Toto
Beta: Jurnal Tadris Matematika Vol 12 No 1 (2019): Beta May
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/betajtm.v12i1.272

Abstract

[English]: This qualitative study with phenomenology design aims to investigate the use of backing and its relation to rebuttal and qualifier in prospective mathematics teachers? (PMTs) argumentation when constructing a mathematical proof about algebraic function. The data were collected through subjects' works on the proof, recorded think-aloud data, and in-depth interviews. Data analysis was guided by Toulmin?s argumentation scheme. The results show that the PMTs used three types of backing, i.e., backing in the form of definitions or theorems (reference backing), examples of numbers (numerical backing) and graphs of functions (graphical backing). The PMTs utilized the backings to strengthen deductive and inductive warrant. A numerical backing is used when a warrant cannot justify the truth of a claim. Graphical backing is used to convince oneself about the truth of the data that has been made while the reference backing is only clarification when students have understood or have knowledge of the statement given. Numerical and graphical backing relate directly to rebuttal and provide counter-examples and qualifier of the claim. A numerical backing makes students more confident about claims that are generated compared to reference backing. Keywords: Argumentation, Mathematical proof, Backing [Bahasa]: Penelitian kualitatif dengan desain fenomenologi ini bertujuan untuk menyelidiki penggunaan backing dan hubungannya dengan rebuttal dan qualifier dalam membangun bukti matematika terkait fungsi aljabar oleh calon guru matematika. Data dikumpulkan melalui hasil kerja siswa, rekaman think aloud, dan wawancara mendalam. Analisis data merujuk pada skema argumentasi Toulmin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa backing yang digunakan siswa tidak hanya berbentuk teorema atau definisis (reference backing) tetapi juga contoh-contoh bilangan (numerical backing) dan grafik fungsi (graphical backing). Ketiga jenis backing tersebut untuk memperkuat warrant induktif maupun deduktif. Numerical backing digunakan ketika warrant tidak dapat menjustifikasi kebenaran klaim. Graphical backing digunakan untuk meyakinkan diri sendiri tentang kebenaran klaim yang telah dibuat sedangkan reference backing hanya bersifat klarifikasi karena siswa telah memahami pernyataan yang diberikan. Numerical backing dan graphical backing berhubungan langsung dengan rebuttal untuk memberikan contoh penyangkal dan jaminan kebenaran (qualifier) klaim. Numerical backing membuat siswa lebih percaya diri tentang klaim yang dihasilkan dibandingkan dengan reference backing. Kata kunci: Argumentasi, Bukti matematis, Backing  

Page 1 of 1 | Total Record : 6