cover
Filter by Year

Analysis
Beta: Jurnal Tadris Matematika
Bετα: Jurnal Tadris Matematika (p-ISSN: 2085-5893 | e-ISSN: 2541-0458) is scientific, peer-reviewed, and open access journal published by Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram in collaboration with Asosiasi Dosen Matematika dan Pendidikan Matematika PTKIN (Ad-Mapeta) half-yearly on May and November. It has been indexed in SINTA 2 (Accredited Journal, Decree No.21/E/KPT/2018) by Director General of Strengthening Research and Development, Ministry of Research Technology and Higher Education of the Republic of Indonesia in 2018. The indexing status will be active until 2020.
Articles
100
Articles
Profil pemecahan masalah persamaan garis lurus siswa SMP berdasarkan jenis kelamin

Susanti, Susanti, Zainuddin, Zainuddin, Abidin, Zainal

Beta: Jurnal Tadris Matematika Vol 11 No 1 (2018): Beta Mei
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

[Bahasa]: Hasil tes internasional seperti PISA dan TIMSS menunjukkan rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematika siswa Indonesia. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan profil pemecahan masalah persamaan garis (PGL) lurus siswa SMP berdasarkan jenis kelamin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis eksploratif. Data dikumpulkan melalui lembar tugas pemecahan masalah persamaan garis lurus, wawancara, dan rekaman audio visual. Data dianalisis secara deskriptif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menemukan bahwa subjek laki-laki dan perempuan mengidentifikasi masalah dengan membaca berkali-kali soal tanpa suara dan mampu menceritakan kembali soal yang telah dibacakan menggunakan bahasa sendiri sambil melihat teks. Pada tahap merencanakan penyelesaian masalah, subjek laki-laki dan perempuan sudah dapat menuliskan apa yang diketahui ditanya dan mengubah bentuk soal cerita menjadi model matematika. Pada tahap melaksanakan rencana penyelesaian masalah, subjek laki-laki dan perempuan masih keliru dalam menggunakan rumus atau konsep matematika. Dan pada tahap pengecekan kembali, subjek laki-laki dan perempuan melakukan pengecekan kembali terhadap hasil penyelesaian. Penelitian ini menyimpulkan bahwa subjek laki dan perempuan dengan kemampuan matematika tinggi memiliki profil yang tidak berbeda dalam menyelesaikan masalah PGL. Kata kunci: Pemecahan Masalah; Persamaan Garis Lurus; Jenis Kelamin [English]: International assessment program like PISA and TIMSS showed that Indonesia students have low problem solving ability on mathematics. The purpose of this research was to describe and analyze the profile of grade 7 students’ problem solving based on the gender. The research used qualitative explorative approach. The data was collected through problem-solving task regarding line equation, interview, and audio-visual recording then it was analyzed descriptively by reducing data, presenting data, and drawing the conclusion. The research found that both male and female subject identified problems by reading the questions many times soundlessly and were able to retell the questions which had been read using their languages while looking at the text.  At the stage of problem solving plan, both male and female subject were able to write down what is known and asked and change the mathematics problems into the mathematics model. At the stage of applying problem solving plan, both male and female had inproperly used the concept or rules. At the stage of rechecking the problem solving, both subjects did recheck the problems solved. The research concludes that male and female student with high mathematics ability have similar profile in solving mathematics problems. Keywords: Problem Solving; Line Equation; Gender

Pengaruh pembelajaran picture and picture (PaP) terhadap hasil belajar matematika ditinjau dari kecerdasan spasial

Prasetyo, Eko, Widyawati, Santi, Masykur, Ruhban, Putra, Fredi Ganda

Beta: Jurnal Tadris Matematika Vol 11 No 1 (2018): Beta Mei
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

[Bahasa]: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan pembelajaran picture and picture (PaP) terhadap hasil belajar matematika siswa, pengaruh kategori kecerdasan spasial (tinggi, sedang dan rendah) terhadap hasil belajar siswa, dan interaksi antara pembelajaran PaP dengan kecerdasan spasial yang terjadi pada hasil belajar siswa. Penelitian quasi experimental dipilih untuk mencapai tujuan penelitian tersebut. Sampel penelitian adalah siswa MTs sebanyak 29 orang sebagai kelompok eksperimen dan 31 orang sebagai kelompok kontrol. Analisis data menggunakan analisis variansi (anava) dua jalan kemudian dilanjutkan uji Sceffe jika diperlukan. Hasil penelitian menunjukan terdapat pengaruh pembelajaran PaP terhadap hasil belajar siswa, terdapat pengaruh kecerdasan spasial terhadap hasil belajar siswa, dan tidak terdapat interaksi antara pembelajaran PaP yang diterapkan dan masing-masing kategori kecerdasan spasial terhadap hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan pembelajaran PaP bisa digunakan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa khususnya pada materi segiempat dan tingkat kecerdasan spasial mempengaruhi hasil belajar siswa. Namun, belum ditemukan apakah interaksi keduanya mempengaruhi hasil belajar matematika siswa sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut. Kata kunci: Pembelajaran Picture and Picture; Kecerdasan Spasial; Hasil Belajar; Matematika [English]: The research was aimed at examining the effect of picture and picture (PaP) learning on students’ mathematics achievement, the effect of students spatial intelligence on the achievement, and the interaction between PaP leaning and spatial intelligence toward the achievement. The quasi-experimental was used to achieve the research purposes. The sample was 29 junior high students as experimental group and 31 students as control group. Data analysis employed two paths of variance analysis (anova) and followed by Sceffe test if necessary. The research found that there was effect of PaP learning on the students’ achievement, spatial intelligence had influence on the achievement, and there was no interaction between PaP learning and the level of spatial intelligence toward the students’ achievement. The research concluded that PaP learning can be used to improve students’ achievement in mathematics especially for rectangular topic and the level of spatial intelligence affect students’ mathematics achievement.  However, this research has not found that the interaction of PaP learning and spatial intelligence affect the achievement. Thus, a further research is required to examine the interaction. Keywords: Picture and Picture; Spatial Intelligence; Students’ Achievement; Mathematics

Peningkatan kemampuan pemecahan masalah mahasiswa calon guru melalui keterampilan fungsional matematis

Oktaviyanthi, Rina, Agus, Ria Noviana

Beta: Jurnal Tadris Matematika Vol 11 No 1 (2018): Beta Mei
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

[Bahasa]: Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah ada perbedaan peningkatan kemampuan pemecahan masalah antara mahasiswa yang mendapat pembelajaran dengan pendekatan keterampilan fungsional matematis dan pembelajaran konvensional. Pendekatan penelitian kuantitatif dengan desain kuasi eksperimen digunakan untuk mencapai tujuan tersebut. Mahasiswa semester dua yang mengambil mata kuliah Kalkulus II pada jurusan pendidikan Matematika, Universitas Serang Raya dijadikan sebagai populasi penelitian. Sebanyak dua kelas ditentukan secara purposive random sampling untuk sampel penelitian, selanjutnya dinamakan kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen yaitu kelas yang mendapat pembelajaran dengan pendekatan functional skills mathematics sementara kelas kontrol adalah kelas yang mendapat pembelajaran konvensional. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan rata-rata capaian namun terdapat perbedaan peningkatan (N-Gain) kemampuan pemecahan masalah di kedua kelas. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah mahasiswa di kelas eksperimen cenderung meningkat. Kata kunci: Keterampilan Funsional Matematis; Pemecahan Masalah; Quasi Eksperimen [English]: This study aims to examine whether there are differences in improvement of problem-solving ability between students who received learning with the approach of functional skills mathematics and conventional learning. Quantitative research with quasi experiment is used to achieve that goal. The second semester student who enrolled on Calculus II in the Mathematics Education Department, Universitas Serang Raya were the population of research. Two classes were determined by purposive random sampling for the sample of research, called experimental class and control class. The experimental class was taught using functional skills mathematics while the control class was taught by the conventional learning. The results of the statistical tests show that there is no difference in average performance but there is difference in N-Gain problem solving skills in both classes. This research concludes that problem-solving ability of students in the experimental class tends to increase. Keywords: Functional Skills Mathematics; Problem Solving; Quasi Experiment

van Hiele instructional package for vocational school students’ spatial reasoning

Lusyana, Evvy, Setyaningrum, Wahyu

Beta: Jurnal Tadris Matematika Vol 11 No 1 (2018): Beta Mei
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

[Bahasa]: Artikel ini membahas kepraktisan dan keefektifan perangkat pembelajaran matematika sekolah menengah kejuruan (SMK) berbasis teori van Hiele dan berorientasi pada penalaran spasial. Perangkat pembelajaran berupa rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan lembar kegiatan siswa (LKS). Pengembangan perangkat pembelajaran dalam penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE. Instrumen pengumpulan data terdiri dari lembar observasi keterlaksanaaan pembelajaran, lembar penilaian kepraktisan dari guru dan siswa, dan tes penalaran spasial. Subjek uji coba perangkat pembelajaran adalah 106 siswa dari tiga kelas di SMKN 2 Ngawi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran matematika SMK menggunakan teori van Hiele berorientasi pada penalaran spasial praktis. Hal ini dapat dilihat dari respon guru dan siswa yang menyatakan bahwa perangkat dapat digunakan dalam pembelajaran di kelas. Selain itu, perangkat yang dikembangkan juga efektif dilihat dari persentase ketuntasan kemampuan penalaran spasial siswa mencapai 82% setelah menggunakan perangkat pembejalaran yang dikembangkan. Perangkat ini dapat menunjang kemampuan penalaran siswa karena menyediakan ilustrasi gambar dan bidang kartesius untuk memfasilitasi siswa berpikir spasial. Kata kunci: Perangkat Pembelajaran; van Hiele; Penalaran Spasial [English]: This paper discusses the practicality and effectiveness of mathematics instructional package for vocational school based on van Hiele theory and oriented to spatial reasoning. The learning package was developed using ADDIE’s model. The research instruments consisted of observation sheet, practicality assessment sheets from teachers and students, and spatial reasoning test. The tryout involved 106 students from three classes in SMKN 2 Ngawi. The result of research showed that instructional package of vocational school based on van Hiele theory is practical to use as can be seen from the teachers and students’ responses. The instructional package was also considered to be effective because 82% of students passed the spatial reasoning test. The package provided figures illustration and Cartesian model that could support students’ spatial thinking. Keywords: Instructional Package; van Hiele; Spatial Reasoning

Single subject research: Pembelajaran phytagoras pada siswa introvert kelas VIII

Yanti, Oktavia Filda, Prahmana, Rully Charitas Indra, Fitriyah, Fitriyah

Beta: Jurnal Tadris Matematika Vol 11 No 1 (2018): Beta Mei
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

[Bahasa]: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pembelajaran siswa introvert pada materi Phytagoras dan hasil perlakuan dengan problem-based learning (PBL) terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Penelitian kuantitatif deskriptif dengan desain Single Subject Research (SSR) A-B digunakan untuk mencapai tujuan penelitian tersebut. Subjek dalam penelitian ini adalah seorang siswa kelas VIII SMP. Data dikumpulkan melalui tes, observasi, dan wawancara.  Selanjutnya, data yang dikumpulkan dianalisis berdasarkan dua kondisi besar selama proses penelitian, yaitu analisis dalam kondisi dan antar kondisi. Analisis dalam kondisi meliputi komponen panjang kondisi (panjang interval), kecenderungan arah, tingkat stabilitas, tingkat perubahan, jejak data, dan rentang. Analisis antar kondisi meliputi jumlah variable yang diubah, perubahan kecenderungan arah dan efeknya, perubahan stabilitas dan efeknya, perubahan level data, serta data yang tumpang tindih (overlap). Hasil penelitian menunjukkan bahwa PBL memiliki peran yang sangat besar selama proses pembelajaran karena mendukung siswa introvert untuk aktif dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan kontekstual yang diberikan, sehingga pada akhir pembelajaran kemampuan berpikir kritis matematis siswa tersebut dapat ditingkatkan. Kata kunci: Berpikir Kritis; Introvert; Single Subject Research; Problem-based Learning [English]: The research aimed to analyze how introvert student learn Phytagoras topic and the result of learning intervention using problem-based learning (PBL) on the students mathematical critical thinking ability. Descriptive quantitative research with single subject design was used to achieve the aims of the research. The subject was an introvert student of grade VIII. Data was collected through test, observation, and interview. Data analysis was based on two major conditions during the research, i.e. within-conditions and inter-conditions. Within-condition analysis included interval length, direction tendency, stability level, rate of change, data trace, and range. Meanwhile, inter-condition analysis comprised the number of variables changed, changes in direction and effect trends, changes in stability and its effects, changes in data levels, and overlap data. The research showed that PBL has a significant role during the learning process since it supports the subject to be active in solving the contextual problems. In this case, the mathematical critical thinking ability can be developed and improved. Keywords:  Critical Thinking; Introvert; Single Subject Research; Problem-based Learning

Profil number sense siswa bergaya kognitif visualizer terhadap makna pecahan desimal

Tonra, Wilda Syam

Beta: Jurnal Tadris Matematika Vol 11 No 1 (2018): Beta Mei
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

[Bahasa]: Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil number sense siswa terhadap makna pecahan desimal. Subjek penelitian adalah satu siswa kelas VII SMP Bhayangkari Kemala I Surabaya dengan kemampuan matematika tinggi dan bergaya kognitif visualizer. Penelitian dimulai dengan menentukan subjek penelitian mengunakan instrumen tes gaya kognitif dan tes kemampuan matematika, kemudian dilanjutkan dengan pemberian tes number sense (TNS). Tahap terakhir adalah melakukan wawancara dengan subjek untuk mengungkap cara berfikir siswa dalam menyelesaikan soal tes number sense serta melihat kesesuaian jawaban dengan alasan yang diberikan. Pengecekan keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa number sense yang dimiliki oleh subjek dalam memahami makna dasar pecahan desimal ditunjukkan dengan mempresentasikan pecahan desimal sebagai pecahan biasa, partisi dari bilangan bulat, dan partisi suatu benda. Pemahaman mengenai urutan pecahan desimal ditunjukkan dengan meletakkan pecahan-pecahan desimal pada garis bilangan sesuai urutan yang benar. Pemahaman mengenai sifat kerapatan pecahan desimal ditunjukkan dengan penyimpulan bahwa ada tidak hingga pecahan desimal antara dua pecahan desimal. Jadi, dapat disimpulkan bahwa siswa yang bergaya kognitif visualizer dengan kemampuan matematika tinggi dapat memahami makna pecahan desimal. Kata kunci: Number Sense; Gaya Kognitif; Visualizer; Pecahan Desimal [English]: This qualitative research aimed to describe the profile of student’s number sense toward the meaning of decimal. The research subject was one 7th grade of SMP Bhayangkari Kemala I Surabaya with high mathematics achievement and visualizer cognitive-style. The research began by determining the subject using cognitive-style test instrument and mathematics tests, then followed by the number sense test (TNS). The last stage was interviewing the subject to reveal how the subject think in solving the number sense test and examine the match between the answers and the reasons given. Time triangulation was used to check the validity of data. The research found that the number sense possessed by the subject in understanding the basic meaning of decimal is representing decimal fractions as regular fractions, partitions of integers, and partitions of an object. Understanding of the order of decimal is shown by placing the decimal on the number line in the correct order. Understanding of the nature of the decimal density is denoted by the conclusion that there are infinite decimals between two decimals. Thus, it could be concluded that students with visualizer cognitive-style and high mathematics achievement can understand the meaning of decimal properly. Keywords : Number Sense; Cognitive Style; Visualizer; Decimal

Kemampuan literasi matematika siswa SMP ditinjau dari gaya belajar

Syawahid, Muhammad, Putrawangsa, Susilahudin

Beta: Jurnal Tadris Matematika Vol 10 No 2 (2017): Beta Nopember
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

[Bahasa]: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis kemampuan literasi matematika siswa ditinjau dari gaya belajar. Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 1 Mataram kelas VII. Subjek dalam penelitian ini adalah 3 siswa dari 82 siswa kelas VIIIA dan VIIIB yang masing-masing memiliki gaya belajar auditori, visual dan kinestetis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Instrumen yang digunakan yaitu angket gaya belajar dan tes kemampuan literasi matematika. Data dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan hasil tes literasi matematika siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Siswa dengan gaya belajar auditori memiliki kemampuan literasi matematika level 4, yang ditunjukkan dengan kemampuan mereka dalam menyelesaikan soal literasi matematika level 4 (soal nomor 1 dan 2) meskipun mereka kesulitan dalam menyelesaikan soal literasi matematika dengan level 3 (soal nomor 3 dan 4). 2) Siswa dengan gaya belajar visual memiliki kemampuan literasi matematika level 3 yang ditunjukkan dengan kemampuan mereka dalam menyelesaikan soal literasi matematika level 3 (soal nomor 3 dan 4) dan tidak mampu menyelesaikan soal literasi matematika level 4 (soal nomor 1 dan 2). 3) Siswa dengan gaya belajar kinestetis memiliki kemampuan literasi matematika level 4 yang ditunjukkan dengan kemampuan mereka dalam menyelesaikan soal literasi matematika level 4 (soal nomor 1) dan level 3 (soal nomor 3 dan 4). Pada soal nomor 2 (level 4) siswa dengan gaya belajar kinestetis kurang teliti sehingga jawaban yang dihasilkan salah.  Kata kunci: Literasi Matematika; Gaya Belajar; Auditori; Visual; Kinestetis [English]: This research aims to describe and analyze student’s mathematic literacy referring to learning style. This research was conducted at SMPN 1 Mataram for VIII class. The subjects are 3 students from 82 students of class VIIIA dan VIIIB who respectively have auditory, visual and kinesthetic learning style. The method used in this research is qualitative. Instruments used in this research are a questionnaire of learning style and tests of mathematical literacy. Data analysis was conducted descriptively to portray students’ mathematics literacy referring to learning styles. This research shows that: 1) The students with auditory learning style are in the 4th level of mathematical literacy, it is indicated by their ability in solving 4th level math literacy problem (question 1 and 2) although they have difficulties in solving 3th level math literacy problem (questions 3 and 4). 2) The students with visual learning styles are in 3rd level of mathematical literacy indicated by their ability to solve 3rd level math literacy problems (questions 3 and 4) and can’t solve the 4th level math literacy problem (questions 1 and 2). 3) The students with kinesthetic learning styles have 4th level of mathematical literacy shown by their ability to solve 4th level of math literacy problems (question 1) and 3rd  level (question 3 and 4). They are less accurate in solving question 2 (4th level) so as they have wrong answer.  Keywords: Mathematics Literacy; Learning Style; Auditory; Visual; Kinesthetic

Integrasi concise learning method dengan mind mapping dalam pembelajaran matematika di perguruan tinggi

Vitantri, Ciptianingsari Ayu

Beta: Jurnal Tadris Matematika Vol 10 No 2 (2017): Beta Nopember
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

[Bahasa]: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan, pemahaman konsep, dan respon mahasiswa terhadap pembelajaran CLM  yang diintegrasikan dengan mind mapping pada mata kuliah aljabar linier elementer I. Penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif kualitatif, dengan subjek penelitian adalah mahasiswa prodi matematika dan pendidikan matematika semester gasal tahun ajaran 2016/2017 yang mengambil mata kuliah aljabar linier elementer I. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri dengan instrumen pendukung yaitu lembar observasi, tes pemahaman konsep, angket respon, dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Langkah-langkah pembelajaran CLM yang diintegrasikan dengan mind mapping meliputi preview, participate, process (mengolah informasi dalam bentuk mind mapping), practice, dan produce. 2) Pemahaman konsep mahasiswa mengalami peningkatan setelah pembelajaran. Dan 3) Mahasiswa memberikan respon positif terhadap pelaksanaan pembelajaran CLM yang diintegrasikan dengan mind mapping. Kata kunci: Concise Learning Method; Mind Mapping; Pemahaman Konsep; Respon; Aljabar Linier Elementer. [English]: This research aimed to describe the implementation, students’ understanding and their responses on CLM integrated with mind mapping on Linear Elementary Algebra I course,  This research was qualitative descriptive research with the subjects involved were students of mathematics and mathematics education on 2016/2017 academic year who took Linear Elementary Algebra I course. The main instrument in this research was the researcher and the supporting instruments used are observation sheet, test, response questionnaire, and interview guide. The results showed that: 1) The steps of CLM integrated with mind mapping include preview, participate, process (process all information into mind mapping), practice, and produce. 2) The students’ understanding of the mathematics concept of were developed. And 3) the students responded positively to the implementation of CLM integrated with mind mapping by showing enjoyment in the course. Keywords: Concise Learning Method; Mind Mapping; Understanding of Concept; Responses; Linear Elementary Algebra.

Pengembangan problem based learning dengan assessment for learning berbantuan smartphone dalam pembelajaran matematika

Yuwono, Muhammad Ridlo, Syaifuddin, Muhammad Wahid

Beta: Jurnal Tadris Matematika Vol 10 No 2 (2017): Beta Nopember
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

[Bahasa]: Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan model Problem Based Learning (PBL) menggunakan penilaian Assessment for Learning (AfL) berbantuan smartphone, disingkat PBL-AfL-S yang valid, praktis dan efektif untuk mendukung implementasi kurikulum 2013 di SMA. Tahap-tahap pengembangan model PBL-AfL-S terdiri dari penelitian pendahuluan, pengembangan/prototiping, dan evaluasi. Kualitas model PBL-AfL-S mengacu pada kriteria kualitas menurut Nieveen (1999) yaitu valid, praktis, dan efektif. Model PBL-AfL-S diujicobakan di SMA Negeri 3 Klaten dalam dua tahap uji coba. Uji coba tahap I dilaksanakan di kelas XI-IPA 6 dan uji coba tahap II dilaksanakan di kelas XI-IPA 7. Instrumen penelitian terdiri dari: 1) Instrumen penilaian kevalidan komponen model dan perangkat pendukung pembelajaran, 2) Instrumen kepraktisan aktivitas guru dan siswa, dan 3) Instrumen keefektifan yang meliputi angket penilaian diri, lembar penilaian proyek, tes prestasi belajar, dan lembar respon siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model PBL-AfL-S dan perangkat pembelajarannya telah memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif. Kata kunci: Pembelajaran; Masalah; Asesmen; Smartphone [English]: This study aims to develop a Problem Based Learning (PBL) model using Assessment for Learning (AFL) with smartphone, abbreviated as PBL-AfL-S as valid, practical and effective to support the implementation of the 2013 curriculum in High School. The stages of developing the PBL-AfL-S model consist of preliminary research, development or prototyping, and evaluation. The quality criteria of PBL-AfL-S refer to Nieveen (1999), i.e. valid, practical, and effective. The PBL-AfL-S model was piloted in SMA Negeri 3 Klaten in two phases. Tryout 1 was conducted in class XI-IPA 6 and tryout 2 was in class XI-IPA 7. The research instruments consist of: 1) The validity instrument of the model and its learning support tools, 2) the practicality of the teacher’s and students’ activity, and 3) The effectiveness instruments including self-assessment questionnaires, project appraisal sheets, achievement tests, and student response sheets. The results show that the PBL-AfL-S model and learning tools have met the valid, practical and effective criteria. Keywords: Problem based Learning, Assessment; Smartphone

Kemampuan berpikir kreatif dan pemecahan masalah siswa melalui penerapan model project based learning

Rahmazatullaili, Rahmazatullaili, Zubainur, Cut Morina, Munzir, Said

Beta: Jurnal Tadris Matematika Vol 10 No 2 (2017): Beta Nopember
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

[Bahasa]: Penelitian ini bertujuan mengetahui kemampuan berpikir kreatif dan pemecahan masalah siswa sesudah penerapan model Project based learning dibandingkan dengan sebelum penerapan model tersebut serta korelasi antara kemampuan berpikir kreatif dan pemecahan masalah. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain penelitian one-group pretest-postest group design. Populasi penelitian ini adalah siswa Madrasah Tsanawiyah Swasta Darul Ulum Banda Aceh sedangkan sampel penelitian yaitu siswa kelas VIII2 sebanyak 30 siswa. Instrumen dalam penelitian ini terdiri atas tes kemampuan berpikir kreatif dan pemecahan masalah. Analisis data dilakukan secara kuantitatif menggunakan uji t yaitu Paired Samples T-Test untuk pengujian perbedaan skor yang diperoleh siswa sebelum pembelajaran (pretes) dan setelah pembelajaran (postes). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kreatif dan pemecahan masalah siswa setelah penerapan model Project based learning lebih baik dari sebelum penerapan. Selain itu, terdapat hubungan antara kemampuan berpikir kreatif dan pemecahan masalah siswa yang belajar melalui penerapan model Project based learning. Hubungan kemampuan berpikir kreatif dan pemecahan masalah berada pada kategori cukup. Kata kunci: Berpikir Kreatif; Pemecahan Masalah; Project based learning [English]: This research aims to understand the students’ creative thinking and problem solving ability after implementing project based learning compared to before implementation and correlation between creative thinking and problem solving ability. It is an experiment research with one-group pretest-postest group design. The population is all students in Madrasah Tsanawiyah Swasta Darul Ulum Banda Aceh, 30 students are selected as samples. The instruments used are creative thinking and problem solving test. Data analysis used t-test, i.e. paired samples T-test to examine score difference before the implementation of project based learning (pretest) and after it (posttest). The result shows that creative thinking and problem solving ability after implementation is better than before it. In addition, there is a correlation between creative thinking and problem solving ability in ‘enough’ category. Keywords: Creative Thinking; Problem Solving; Project Based Learning