cover
Contact Name
Muhammad Syafar
Contact Email
m.syafar@uinbanten.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
alqolam.journal@uinbanten.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
ALQALAM
ISSN : 14103222     EISSN : 2620598X     DOI : -
ALQALAM (e-ISSN: 2620-598X; p-ISSN: 1410-3222) is a journal published by the Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-INDONESIA. ALQALAM is an academic journal published twice a year (every six months). ALQALAM had been accreditated by Ministry of Education and Culture No. 80/DIKTI/Kep./2012, 13 Desember 2012. This journal focuses on specific themes of Islamic Studies.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 33 No 1 (2016): January - June 2016" : 6 Documents clear
KONSEP ILMU (AL-QUR’AN) SEBAGAI WUJUD AJARAN ILMU ALLAH Arifinal, Mochamad
ALQALAM Vol 33 No 1 (2016): January - June 2016
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (940.664 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v33i1.386

Abstract

Ilmu Pengetahuan Modern tidak mampu menjawab segala permasalahan hidup manusia sehingga dibutuhkan suatu formula baru untuk memecahkannya. Konsep Ilmu (AlQuran) adalah salah satu formula baru (sebagai upaya pemecahan problematika keummatan), dalam upaya penelusuran kembali terhadap Ajaran Ilmu Allah. Tulisan ini adalah upaya untuk mengembangkan kembali gagasan tersebut dalam tulisan-tulisan lanjutan yang berguna untuk pengembangan pemikiran, khususnya pemikiran-pemikiran yang dapat menguatkan penalaran-penalaran manusia terhadap kebenaran yang hakiki. Tulisan dalam bentuk artikel ini adalah sebagai sumbangan pemikiran yang orisinal dalam upaya pengembangan pemikiran ilmiah (objektif). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ajaran Ilmu Allah itu terbagi dua, yaitu pertama, Alam Fisika atau ‘ALAM (Khalqiyyah), yang terdiri dari makhluk gaya (Malaikat, Jin dan Ruh); makhluk biologis (Manusia, Tumbuh-tumbuhan dan Hewan); dan makhluk organis (Makro Kosmos seperti Matahari, Bulan dan Bintang (Sistem Tata Surya), dan yang kedua, Ajaran Ilmu Allah (Sosial dan Budaya) atau ‘ALLAMA (khuluqiyyah), antara lain : Al-Asma; Shuhuf; Zabur; Taurat; Injil; dan Al-Quran. Bedasarkan hal itu, manusia perlu terhadap Ajaran Ilmu Allah adalah dalam rangka memelihara kesetimbangan kehidupan sosial budayanya seperti halnya telah setimbang hidup manusia itu secara organis-biologis.
GAYA BELAJAR MAHASISWA Wahyuddin, Wawan
ALQALAM Vol 33 No 1 (2016): January - June 2016
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.86 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v33i1.387

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan gaya belajar mahasiswa Program Pascasarjana IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, (2) mendeskripsikan pengaruh gaya belajar mahasiswa Program Pascasarjana IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten terhadap prestasi belajar, dan (3) menentukan solusi dalam mengatasi masalah keberagaman gaya belajar mahasiswa Program Pascasarjana IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Masalah penelitian ini adalah (1) Bagaimana gaya belajar mahasiswa Program Pascasarjana IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten? (2) Bagaimana pengaruh gaya belajar mahasiswa Program Pascasarjana IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten terhadap prestasi belajar? dan (3) Bagaimana solusi mengatasi masalah keberagaman gaya belajar mahasiswa Program Pascasarjana IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi lapangan. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa Program Pascasarjana IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten yang terdiri atas empat program studi, yaitu S2 Pendidikan Agama Islam, S2 Hukum Keluarga Islam, S2 Ekonomi Syariah, dan S2 Manajemen Pendidikan Islam. Adapun sampel penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi S2 Pendidikan Agama Islam Program Pascasarjana IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Kesimpulan penelitian ini adalah (1) Gaya belajar mahasiswa Program Pascasarjana IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten yang paling dominan adalah gaya belajar tipe auditorial, (2) Mahasiswa yang mempunyai kecenderungan gaya belajar auditorial mempunyai prestasi belajar yang relatif lebih baik daripada mahasiswa yang mempunyai kecenderungan gaya belajar visual dan gaya belajar kinestetik, dan (3) Masalah keberagaman gaya belajar mahasiswa dapat diatasi dengan perubahan metode dan penggunaan multimedia. Oleh karena itu, hendaknya dalam mengajar dosen menggunakan metode dan media yang bervariasi sehingga materi perkuliahan dapat dipahami oleh semua mahasiswa yang mempunyai gaya belajar yang bermacam-macam.
PELUANG DAN TANTANGAN SPIN OFF UNIT USAHA SYARIAH MENJADI BANK UMUM SYARIAH Itang, Itang
ALQALAM Vol 33 No 1 (2016): January - June 2016
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.457 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v33i1.383

Abstract

Spin Off merupakan Amanah Regulasi dengan ketentuan UU No.21 tahun 2008 tentang Perbankan Syariah adalah kewajiban bagi Bank Umum Konvensional (BUK) untuk melakukan spin-off atas UUS yang dimilikinya dan dikonversi menjadi BUS. ini harus dilakukan ketika nilai asset UUS telah mencapai paling sedikit 50% dari total nilai asset bank induknya. Peluang Spin-Off awal/sekarang atau 2023 dapat mencapai besaran keuntungan yang dimiliki oleh early entrants dalam hal positioning dan market capture, maka BUS adalah pilihan terbaik. BUS bisa dengan reatif menguasai pangsa pasar iB. Apalagi ketika semua bank pada tahun 2023 akan berbentuk BUS, sangat logis kalau proses UUS menjadi BUS dilakukan sebaik mungkin (painless, effective, biaya rendah). Tantangan mendasar terkait spin-off adalah ketiadaan pedoman dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai arahan perencanaan dan landasan teknis spin-off. Regulasi yang ada hanya memberi pedoman bagaimana operasional sebagai UUS dan operasional sebagai BUS. Tidak ada pijakan bagaimana operasional selama masa transisi spin-off. Beberapa area krusial tantangan yang mesti diantisipasi oleh UUS dan bank induk, yaitu, pertama, infrastruktur IT dan ebanking. Kedua, kerja sama jaringan. Ketiga, kapasitas pendanaan. Keempat, permodalan.
KONTEKSTUALISASI HUKUM ISLAM TENTANG KONVERSI AGAMA (RIDDAH) DI INDONESIA Syafe’i, Zakaria
ALQALAM Vol 33 No 1 (2016): January - June 2016
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (933.083 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v33i1.389

Abstract

Kontroversi di kalangan Mazhab Hukum Islam tentang penerapan sanksi hukum riddah, terletak pada sanksinya, apakah dijatuhi hukuman mati ataukah tidak. Kontroversi ini dipicu oleh perbedaan dalam beristinbat hukum, karena metode dan pendekatan yang mereka gunakan dalam berijtihãd itu berbeda, sehingga produk hukumnya pun saling bertentangan. Sebagian ulama mengkategorikan riddah sebagai jarimah hudûd yang hukumannya sudah dipastikan hukuman mati, sedangkan ulama lain menyatakan riddah itu bukan sebagai jarimah hudûd yang tidak mesti dijatuhi hukuman mati. Silang pendapat ini mengakibatkan kesulitan dalam implementasi penerapan sanksi riddah di Indonesia. Baik Ulama Islam klasik maupun kontemporer tidak sepakat dengan tindak pidana riddah, apakah dihukumi hudud ataukah ta‟zir, dan hukumannya bagi yang murtad apakah hukuman mati atau yang lainnya. Akar dari ketidaksepahaman mereka disebabkan oleh perbedaan mereka dalam melakukan istinbat hukum. Hal inilah yang menyebabkan mengapa hukum riddah tidak mungkin diterapkan dalam sistem hukum pidana Indonesia. Masalah utama penelitian ini fokus pada identifikasi riddah dalam hukum Islam yang berpeluang untuk diaplikasikan dalam sistem hukum pidana di Indonesia. Penelitian ini mencoba menjawab beberapa pertanya berikut ini: Bagaimana ijtihad para Imam Mażhab dalam menetapkan status riddah dan sanksi hukumnya? Bagaimana para ulama kontemporer melakukan istinbat hukum dalam menetapkan sanksi hukum riddah? Konsep mana yang paling baik dari konsep hukum pidana Islam tentang riddah dan kemungkinan aplikasinya dalam sistem hukum pidana di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan sejarah dari sudut pandang normatif yuridis. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan studi pustaka. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis yang bersifat induktif.-deduktif, disamping itu, penulis juga menggunakan metode komparatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa hukuman mati untuk riddah memiliki karakter hipotesis juga dan dalil yang digunakan berdasarkan pada dalil hipotesis. Berkaitan dengan hukuman riddah, zawajir merupakan dalil yang paling kuat dan paling baik untuk diaplikasikan dalam system hukum pidana di Indonesia. Riddah dianggap sebagai delik hukum pidana dalam keadaan darurat.
AGENCY PROBLEM DALAM PENERAPAN PEMBIAYAAN AKAD MUDHARABAH PADA PERBANKAN SYARIAH Lubis, Aswadi
ALQALAM Vol 33 No 1 (2016): January - June 2016
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.975 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v33i1.384

Abstract

The purpose of writing this article is to describe the agency problems that arise in the application of the financing with mudharabah on Islamic banking. In this article the author describes the use of the theory of financing, asymetri information, agency problems inside of financing. The conclusion of this article is that the financing is asymmetric information problems will arise, both adverse selection and moral hazard. The high risk of prospective managers (mudharib) for their moral hazard and lack of readiness of human resources in Islamic banking is among the factors that make the composition of the distribution of funds to the public more in the form of financing. The limitations that can be done to optimize this financing is among other things; owners of capital supervision (monitoring) and the customers themselves place restrictions on its actions (bonding).
DEBUS DI BANTEN Hudaeri, Moh.
ALQALAM Vol 33 No 1 (2016): January - June 2016
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.59 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v33i1.385

Abstract

Debus merupakan salah satu contoh nyata pertautan antara tradisi lokal Banten dengan Islam (tarekat). Pertautan ini tidak hanya menimbulkan kesepahaman tetapi juga perselilihan dan pertentangan di kalangan umat. Di dalam seni debus tidak hanya ditemukan tradisi-tradisi yang berasal dari tarekat seperti:wirid, tawasul dan bai‟at tetapi juga ada jangjawokan dan seni pencak silat. Mengkaji tentang debus tidak hanya menyingkap tentang perkembangan seni ini dalam masyarakat Banten, tetapi juga menggambarkan tentang kondisi antropologis keislaman di Banten. Hal ini mengindikasikan bahwa keislaman penduduk Banten lebih bersifat sufistik, hal ini disebabkan adanya kesejejajaran dan afinitas dengan kondisi masyarakat lokal Banten yang lebih bersifat mistis. Tulisan ini akan membahas tentang; bagaimana perkembangan debus di masyarakat Banten? Apakah sumber-sumber yang dijadikan rujukan dalam permainan debus? Bagaimana pandangan antropologis terhadap praktek permainan debus apabila dikaitkan dalam konteks budaya Islam di Nusantara?

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

2016 2016


Filter By Issues
All Issue Vol 35 No 2 (2018): July - December 2018 Vol 35 No 1 (2018): January - June 2018 Vol 34 No 2 (2017): July - December 2017 Vol 34 No 1 (2017): January - June 2017 Vol 33 No 2 (2016): July - December 2016 Vol 33 No 1 (2016): January - June 2016 Vol 32 No 2 (2015): July - December 2015 Vol 32 No 1 (2015): January - June 2015 Vol 31 No 2 (2014): July - December 2014 Vol 31 No 1 (2014): January - June 2014 Vol 30 No 3 (2013): September - December 2013 Vol 30 No 2 (2013): May - August 2013 Vol 30 No 1 (2013): January - April 2013 Vol 29 No 3 (2012): September - December 2012 Vol 29 No 2 (2012): May - August 2012 Vol 29 No 1 (2012): January - April 2012 Vol 28 No 3 (2011): September-December 2011 Vol 28 No 2 (2011): May - August 2011 Vol 28 No 1 (2011): January - April 2011 Vol 27 No 3 (2010): September - December 2010 Vol 27 No 2 (2010): May - August 2010 Vol 27 No 1 (2010): January - April 2010 Vol 26 No 3 (2009): September - December 2009 Vol 26 No 2 (2009): May - August 2009 Vol 26 No 1 (2009): January - April 2009 Vol 25 No 3 (2008): September - December 2008 Vol 25 No 2 (2008): May - August 2008 Vol 25 No 1 (2008): January - April 2008 Vol 24 No 3 (2007): September - December 2007 Vol 24 No 2 (2007): May - August 2007 Vol 24 No 1 (2007): January - April 2007 Vol 23 No 3 (2006): September - Desember 2006 Vol 23 No 2 (2006): May - August 2006 Vol 23 No 1 (2006): January - April 2006 Vol 22 No 3 (2005): September - December 2005 Vol 22 No 2 (2005): May - August 2005 Vol 22 No 1 (2005): January - April 2005 Vol 21 No 102 (2004): September - December 2004 Vol 21 No 101 (2004): May - August 2004 Vol 21 No 100 (2004): January - April 2004 Vol 20 No 98-99 (2003): July - December 2003 Vol 20 No 97 (2003): April - June 2003 Vol 20 No 96 (2003): January - March 2003 Vol 19 No 95 (2002): October - December 2002 Vol 19 No 94 (2002): July - September 2002 Vol 19 No 93 (2002): April - June 2002 Vol 19 No 92 (2002): January - March 2002 Vol 18 No 90-91 (2001): July - December 2001 Vol 18 No 88-89 (2001): January - June 2001 Vol 17 No 87 (2000): Oktober - December 2000 Vol 17 No 86 (2000): July - September 2000 Vol 17 No 85 (2000): April - June 2000 Vol 14 No 74 (1998): September - October 1998 Vol 13 No 72 (1998): May - June 1998 Vol 13 No 68 (1997): November - Desember 1997 Vol 13 No 67 (1997): September - Oktober 1997 Vol 13 No 66 (1997): Juli - Agustus 1997 Vol 11 No 63 (1997): Maret - April 1997 Vol 11 No 62 (1996): September - Oktober 1996 Vol 11 No 59 (1996): Maret - April 1996 Vol 11 No 58 (1996): Januari - Februari 1996 Vol 10 No 56 (1995): September - October 1995 Vol 10 No 55 (1995): July - August 1995 Vol 10 No 54 (1995): May - June 1995 Vol 10 No 53 (1995): March - April 1995 Vol 10 No 52 (1995): January - February 1995 Vol 10 No 51 (1994): November - Desember 1994 Vol 10 No 51 (1994): November - December 1994 Vol 10 No 50 (1994): September - October 1994 Vol 4 No 15 (1988): September - October 1988 More Issue